PENGEMBANGAN MEDIA LAPAR (BOLA
LEMPAR) UNTUK PEMBELAJARAN KOSAKATA
BAHASA ARAB KELAS V MADRASAH
IBTIDAYAH MALANG
Laras Wardani
Universitas Negeri Malang
ABSTRAK: Pembelajaran bahasa Arab ada tiga aspek yang penting dalam mempelajarinya mulai dari cara, metode, dan teknik mengajarnya perlu di perhatikan, apalagi bahasa arab masih di anggap sebagai mata pelajaran yang sulit untuk di pahami oleh siswa. Siswa menganggap pelajaran bahasa Arab sulit karena banyaknya bunyi huruf yang mirip. Huruf bahasa arab berbeda dengan huruf latin, huruf hijjayah yang mempunyai beberapa vocal (fathah, kasroh, dan dlommah) serta banyaknya model kata dan juga tata kalimat yang rumit. Hal ini dapat menyebabkan siswa juga kesulitan dalam mengaplikasikan bahasa Arab di kehidupannya. Media pembelajaran juga salah satu faktor penyebabnya. Sebagian guru belum banyak menerapkan media dalam mengajarkan bahasa Arab sehingga para siswa juga kurang tertarik untuk mempelajarinya. Dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan ide-idenya sendiri tentang bahasa Arab. mengaitkan pengalaman dalam mempelajari bahasa Arab di kehidupan nyata dapat membuat pembelajaran bahasa Arab di kelas lebih bermakna, karena jika siswa belajar tanpa pernah melakukan di kehidupan mereka sehari-hari dapat membuat siswa akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikannya. Media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran yaitu media Lapar (bola lempar). Media pembelajaran Lapar (bola lempar) merupakan suatu media pembelajaran yang menyenangkan untuk peserta didik. Media ini bertujuan agar siswa juga bisa berlatih dan melafalkan dengan baik dalam mempelajari kosakata bahasa Arab. Selain itu media Lapar (bola lempar) juga bisa di jadikan strategi pembelajaran untuk meninjau ulang (review) materi yang telah disampaikan. Media Lapar (bola lempar) termasuk media visual karena hanya mengandalkan indera pengelihatan peserta didik. Oleh karena itu tulisan ini memaparkan bagaimana permainan media lapar (bola lempar) untuk pembelajaran kosakata bahasa Arab pada siswa madrasah ibtida’iyah.
KATA KUNCI: Pembelajaran bahasa Arab, Media, Lapar (bola lempar)
Banyak masyarakat Indonesia beranggapan bahwa pendidikan bahasa Arab merupakan pendidikan bahasa yang sangat sulit untuk di pelajari dan di pahami, sedangkan sebagian minoritas penduduk di Indonesia beragamakan agama islam serta di samping itu kurangnya dorongan dari sekitar lingkungan yang membuat masyarakat semakin menjauh untuk mempelajari bahasa Arab. Hal ini dapat membuat masyarakat bermalas-malasan untuk mengenal lebih jauh lagi pembelajaran bahasa Arab. Bahkan di kalangan peserta didik bahasa Arab
merupakan bahasa yang menjadi momok yang menakutkan untuk dipelajari. Hal ini dapat menjadikan hambatan proses belajar mengajar bahasa Arab di sekolah/madrasah karena hambatan tersebut banyak siswa yang kurang dalam mempelajari bacaan dan tulisan Arab.
Menurut Rokib (2008 :2) dalam pembelajaran bahasa Arab ada tiga aspek yang penting dalam mempelajarinya mulai dari cara, metode, dan teknik mengajarnya perlu di perhatikan, apalagi bahasa arab masih di anggap sebagai mata pelajaran yang sulit untuk di pahami oleh siswa. Siswa menganggap pelajaran bahasa Arab sulit karena banyaknya bunyi huruf yang mirip. Huruf bahasa arab berbeda dengan huruf latin, huruf hijjayah yang mempunyai beberapa vocal (fathah, kasroh, dan dlommah) serta banyaknya model kata dan juga tata kalimat yang rumit. Hal ini dapat menyebabkan siswa juga kesulitan dalam mengaplikasikan bahasa Arab di kehidupannya. Media pembelajaran juga salah satu faktor penyebabnya. Sebagian guru belum banyak menerapkan media dalam mengajarkan bahasa Arab sehingga para siswa juga kurang tertarik untuk mempelajarinya. Dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan ide-idenya sendiri tentang bahasa Arab. mengaitkan pengalaman dalam mempelajari bahasa Arab di kehidupan nyata dapat membuat pembelajaran bahasa Arab di kelas lebih bermakna, karena jika siswa belajar tanpa pernah melakukan di kehidupan mereka sehari-hari dapat membuat siswa akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikannya.
Dalam belajar bahasa asing guru harus mengemas pembelajaran sedemikian menyenangkan dan menarik agar pembelajaran bisa di terima dengan baik oleh peserta didik. Namun pada kenyataannya, banyak guru yang masih mengajarkan bahasa Arab dengan cara penyajian yang tradisional, monoton seperti pengajaran yang menggunakan metode ceramah dan kurangnya cara penyampaian guru untuk memotivasi siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab. Dengan demikian maka akan membuat siswa merasa membosankan dan cenderung tidak bersemangat lagi untuk mempelajari bahasa Arab. para siswa juga tidak mengerti apa tujuan dalam mempelajari bahasa Arab. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya media pembelajaran yang memberi kemudahan kepada siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Pembelajaran yang jika digabungkan dengan bermain adalah solusi yang dapat menyelesaikan masalah pembelajaran tersebut.
Ainin (2007 :1-2) menyebutkan bahwa ada berbagai persoalan praktis di lapangan (di kelas) yang selalu “mengganjal” keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di kelas, di antaranya adalah pola interaksi yang terjadi pada bahasa Arab di kelas yang masih cenderung satu arah. Selain itu metode yang digunakan juga kurang inovatif dan kreatif. Oleh karena itu pendidik harus melakukan pembelajaran yang memanfaatkan media dalam pembelajaran bahasa Arab.
Pembelajaran bahasa Arab di sekolah-sekolah sangat membutuhkan media dan alat bantu dalam pembelajarannya. Dalam dunia pendidikan menurut Sadiman (2008: 13) menyatakan bahwa media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan, dan dapat membantu mengatasi hambatan proses pengajaran media pengajaran akan memperlancar proses komunikasi pembelajaran, khususnya pembelajaran dalam bahasa Arab.
Menurut Ibrahim dkk. (2004), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan pelajar (siswa) dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Contoh : gambar bagan, model, video, computer, dan sebagainya.
Dengan demikian penjelasan ini dapat di simpulkan bahwa media adalah sarana menyalurkan pesan atau informasi pembelajaran yang mana guru berperan sebagai penyampaian informasi atau pesan, dan media yang digunakan juga tidak terbatas pada jenis media yang akan dirancang secara khusus untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk memperjelas atau mempermudah pemahaman siswa terhadap materi atau pesan. Jadi apapun bentuknya apabila dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dapat disebut media. Selain itu media dalam pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan oleh guru sebagai alat bantu mengajar. Dalam interaksi pembelajaran, guru menyampaikan pesan ajaran berupa materi pembelajaran kepada siswa. Media pembelajaran juga digunakan agar para peserta didik tidak merasa bosan selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung.
Sangat di butuhkan suatu media yang dapat menarik perhatian siswa untuk lebih aktif lagi dalam mengikuti suatu pembelajaran di sekolah. Peneliti memilih menggunakan media pembelajaran lapar (bola lempar) sebagai sarana pembelajaran untuk anak-anak. Karena media pembelajaran dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan menarik. Serta dapat membuat anak-anak menjadi aktif di kelas. Dengan menggunakan media pembelajaran pada bahasa Arab siswa akan lebih tertarik untuk mempelajarinya, dan tidak terpusat pada buku teks melainkan dibantu dengan media pembelajaran. Media pembelajaran ini dapat mengurangi siswa untuk merasa bosan saat mempelajari bahasa Arab.
Alasan di pilihnya media pembelajaran yang berbentuk permainan bertujuan untuk membantu peserta didik dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab dan pelafalan dalam kosakata yang benar. Serta media ini juga melatih anak-anak agar aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Nurhidayati dan Ridwan (2014 :88) juga mengatakan dunia anak-anak identik dengan permainan, nyanyian, dan cerita karena anak pada usia TK/SD memiliki karakteristik yang khas dan sesuai dengan dunia mereka. pada umumnya mereka senang belajar sesuatu dengan melakukan
sesuatu (learning by doing) seperti belajar sambil bermain atau sebaliknya bermain sambil belajar.
Menurut Muhaiban: 2004 ( dalam Nurhidayati dan Ridwan 2014:29) menyebutkan karakteristik anak sebagai berikut : (1) senang bermain. Strategi pembelajaran hendaknya di desain dengan model permainan, (2) senang mempraktekan sesuatu, strategi pembelajaran hendaknya memberi kesempatan untuk mendemonstrasikan kemampuan berbahasa di depan kelas, (3) senang bertanya. Pertanyaan siswa hendaknya di jawab sesuai dengan tingkat pemahaman anak, (3) senang mendapatkan hadiah. Hendaknya guru memberikan penguatan yang bervariasi, seperti tepuk bahu, mengelus pipi, acungan jempol, atau pun ucapan, (4) mau melakukan sesuatu kalau di motivasi. Oleh karena itu guru yang mengajarkan bahasa di haruskan untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan kreativitas dan minat siswa dalam mempelajari bahasa.
MEDIA PEMBELAJARAN Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti ‘perantara’ atau ‘pengantar’ yaitu perantara antara pengirim pesan dan penerima pesan (Asrori & Ahsanuddin 2016 : 3). Nuha (2016:253) juga menjelaskan bahwa pengertian media adalah suatu usaha untuk mempererat atau mengkomunikasikan antara proses belajar dan mengajar. Dengan kondisi belajar yang seperti ini akan berhasil apabila menggunakan media yang berfungsi untuk komunikasi antara penerima pesan dan sumber penyalurannya. Dan dengan adanya media dapat menarik minat peserta didik dalam proses belajar, dan dapat memahami, menguasai materi pelajaran dengan baik tanpa mengalami kesulitan dalam belajar.
Dalam bahasa Arab, kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Dalam Bahasa Arab, media adalah perantara ( لِئاَسَو ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Arsyad,2010).
Dari pengertian para ahli di atas dapat di pahami bahwa media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran guna menyalurkan pesan atau materi yang akan di sampaikan kepada peserta didik.
Media pembelajaran yang dikemukakan oleh (Musfiqon,2012) adalah sebagai alat bantu berupa fisik maupun nonfisik yang sengaja digunakan sebagai perantara antara guru dan siswa dalam memahami materi pembelajaran agar lebih
efektif dan efisien, sehingga materi pembelajaran lebih cepat diterima siswa dengan utuh serta menarik minat siswa untuk belajar lebih lanjut.
Media pembelajaran menurut Asrori & Ahsanuddin (2016: 5) adalah segala sesuatau yang digunakan guru untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran. Media pembelajaran juga merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari sumber belajar yaitu buku atau modul dan sumber belajar lainnya kepada penerima yaitu siswa, agar tercipta lingkungan berlajar yang kondusif, efisien, dan menyenangkan (Anggraeni. 2015).
Dari penjelasan-penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat bantu yang digunakan pengajar kepada peserta didik untuk menyampaikan pesan atau materi dan dapat memudahkan terjadinya proses belajar mengajar secara berlangsung. Media
juga penting dan sangat berpengaruh bagi peserta didik dalam memahami materi pembelajaran sehingga dapat memudahkan peserta didik mempelajari materi pelajaran.
Guru bahasa Arab di madrasah/sekolah masih kesulitan dalam menerapkan pembelajaran bahasa Arab. Hal ini disebabkan karena dalam pengajaran bahasa Arab masih kurang mendapat dukungan oleh beberapa faktor-faktor pendidikan dan cara pengajarannya. Sebagai contoh pada faktor tujuan pembelajaran, materi, dan sistem pembelajaran serta sistem evaluasi. Masalah ini bisa diatasi dengan guru yang harusnya mampu menumbuhkan motivasi dan menanamkan semangat belajar kepada peserta didik dan diajarkan betapa pentingnya pembelajaran bahasa Arab bagi peserta didik.
Menurut Ainin (2007: 1-2) ada berbagai persoalan praktis di lapangan (di kelas) yang selalu “mengganjal” keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di kelas, yaitu pola interaksi yang terjadi pada pembelajaran bahasa Arab di kelas masih cenderung satu arah. Karena posisi guru lebih dominan dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Selain itu, metode yang digunakan kurang inovatif dan kreatif, dan guru kurang memanfaatkan media yang atraktif dan strategi pembelajaran yang variatif.
Fungsi dan Manfaat Media
Dalam melaksanakan proses belajar mengajar,media pembelajaarn memiliki fungsi yang sangat penting. Oleh karena itu, setiap pendidik harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Fungsi media dapat dikatakan bagus ketika peserta didik dapat aktif dalam proses pembelajarannya.
Menurut (Asrori dan Ahsanuddin,2015:32) media pembelajaran mempunyai sejumlah manfaat dalam pembelajaran bahasa asing, yaitu (1) Membangkitkan perhatian siswa. (2) Meningkatkan motivasi siswa untuk berperan serta dalam kegitan belajar. (3) Mendorong berpikir sistematis (4) Memunculkan berbagai pengalaman nyata yang sulit diperoleh dalam situasi pembelajaran tanpa
media. (5) Menjadikan pengalaman belajar siswa tahan lama menempel diingatan. (6) Menjadikan kegiatan belajar bahasa lebih bermakna.
Menurut Sadiman, dkk (2012:17-18) manfaat media pembelajaran yakni: (1) memperjelas penyakian pesan agar tidak terlalu verbalistis. (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, (3) penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi mampu mengatasi sikap pasif anak didik, dan (4) dengan sifat, lingkungan dan pengalaman yang berbeda-beda dari tiap siswa, media pendidikan mampu memberikan perangsang yang sama, persamaan, pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
Dalam mempelajari bahasa Asing media pembelajaran sangat berperan penting. Karena belajar bahasa Asing khususnya bahasa Arab pelajar sering mengalami kesulitan dalam menghafal kosakata. Di bidang pengajaran bahasa Asing, Al-Qasimi (dalam Asrori dan Ahsanuddin, 2016:24) mengemukkan pentingnya atau manfaat penggunaan media pembelajaran, yaitu untuk : (1) membatasi atau mengurangi penggunaan teknik terjemah, (2) memastikan bahwa siswa benar-benar memahami makna, (3) menambah kemenarikan dan kesenangan siswa terhadap pelajaran, dan (4) menjadi stimulus atau perangsang peran serta dan keterlibatan siswa.
Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran bagi pelajar bahasa Asing khususnya bahasa Arab sangat berpengaruh karena dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenagkan dan mengasyikkan. Serta dapat memberikan motivasi belajar bahasa Arab kepada peserta didik agar kosakata yang dipelajari dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.
Kriteria Pembuatan Media Pembelajaran
Dalam pembuatan media pembelajaran bagian terpenting yang harus di perhatikan adalah kriteria dalam pembuatan media pembelajaranya. Setiap media tentunya ada kriteria khusus dalam pemilihan media pembelajaran mumnya seorang guru harus mempertimbangkan dalam membuat media pembelajaran dan tidak serta merta menggunakannya tetapi juga melihat ketepatan dalam pemilihan media pembelajarannya. Pendidik juga perlu memilih media mana yang tepat untuk di gunakan dalam proses pembelajaran agar pembelajaran yang di sampaikan mencapai tujuannya.
Dan seorang pendidik perlu mengetahui dan memperhatikan kriteria umum dalam pemilihan media. Asrori dan Ahsanuddin (2015:27) mengemukakan 6 kriteria-kriteria dalam pemilihan media: (1) Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, misalnya guru memilih gambar berseri (flow chart) untuk mengajar
siswa berbicara utamanya menuturkan cerita. Guru juga dapat memilih rekaman suara untuk melatih siswa menyimak dan melafalkan. (2) Waktu, tenaga, dan dana yang diperkukan untuk mengadakannya. (3) Kemenarikan media dengan kemampuan dan kesiapan siswa. (4) Kesesuaian media dengan kemampuan dan kesiapan siswa. (5) Akurasi isi media secara ilmiah. (6) Kemapuan guru dalam mengoperasikan dan menceburkan.
KARAKTERISTIK ANAK
Anak usia ini merupakan usia emas karena pada saat itu anak memiliki karakteristik yang unik dan mampu mengembangkan berbagai potensi yang telah dimilikinya. Anak usia dini juga memiliki karakteristik yang sangat khas, baik secara fisik, psikis, sosial dan moral. Segala sesuatu yang dilihat dan didengar anak akan menjadi ingatan dan akan membentuk kepribadian anak pada masa yang akan mendatang. Karna pada dasarnaya anak akan mencontoh tingkah laku yang ada disekitarnya. Pengalaman tersebut akan melakat dalam diri anak karena dari pengalaman akan membentuk suatu karakteristik yang baik. Maka dari itu sangat penting untuk memahami karakteristik anak pada usia dini.
Hayati (2012) menyatakan perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, di mana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masingmasing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.
MEDIA BOLA LEMPAR Pengertian Lapar (Bola Lempar)
Media pembelajaran ini merupakan suatu media pembelajaran yang di dapatkan lewat video di youtube. Pada video di youtube media pembelajaran ini sudah digunakan di negara Korea untuk melatihkan pelafalan dan pengetahuan kosakata bahasa Korea. Media pembelajaran ini digunakan bagi anak-anak pada usia dini yaitu 4-10 tahun. Dalam video di youtube media ini memperkenalkan 10-20 kosakata bahasa Korea yang di mainkan oleh anak-anak.
Cara pembuatan media pembelajaran ini ialah terlebih dahulu mendesign gambar dan kosakata yang menggunakan aplikasi corel draw. Media ini berbahan dasarkan kain yang berwarna putih yang bahan kainnya ialah katun. Kainnya berukuran 1x1 meter. Melemparnya menggunakan bola yang terbuat dari plastik yang berwarna warni. Alat untuk merekatkan bola ke kain ialah perekat baju yang berwarna putih.
Tata cara penggunaan media pembelajaran ini dengan melemparkan bola plastik ke kain yang sudah berisikan kosakata bahasa Asing. Setelah melempar dan mengenai kosakata di kain anak di minta untuk melafalkan kosakata tersebut. Media pembelajaran ini bisa di mainkan secara berkelompok maupun individu. Media ini menuntut anak-anak untuk menguasai kosakata terlebih dahulu, karena cara penggunaan media ini memerlukan pembendaharaan kosakata. Oleh karena itu anak-anak harus menguasai kosakata bahasa.
Media pembelajaran ini termasuk media visual karena hanya menghandalkan indera penglihatan peserta didik.
Kelebihan dan kekurangan dari Media Pembelajaran
Kelebihan dan kekurangan dari penggunakan media pembelajaran ini antara lain : media ini mampu meningkatkan suasana kelas pada saat pembelajaran yang menyenangkan dan kompetitif, media pembelajaran ini juga bisa meningkatkan efektifitas pemerolehan dalam kosakata berbahasa dan juga bisa membuat anak-anak lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa. Akan tetapi dalam pembelajaran bahasa anak-anak akan menemukan kesulitan ketika melafalkan kosakata bahasa tersebut.
MUFRODAT (KOSAKATA)
Kosakata merupakan bagian terpenting dalam bahasa yang berfungsi sebagai unsur utama dalam pembentukan bahasa. Kosakata juga memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Asing. Karena penguasaan kosakata sangat berpengaruh terhadap keterampilan dalam berbahasa. Semakin banyak kosakata yang dimiliki oleh seseorang maka semakin terampil juga dalam berbahasa. Dengan memiliki penguasaan kosakata yang cukup maka seseorang dapat lebih terampil dalam menulis dan berbicara. Dengan menulis dan berbicara seseorang sangat membutuhkan kosakata yang banyak untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada pembaca.
Menurut Effendy (2012:126) kosakata merupakan salah satu unsur bahasa yang harus dikuasai oleh pembelajar bahasa asing untuk dapat memperoleh kemahiran berkomunikasi dengan bahasa tersebut. Asrori (2012:83) mengatakan bahwa pemahaman terhadap suatu teks tulis ataupun lisan dan kelancaran berbicara bahasa Arab banyak bergantung pada penguasaan kosakata. Asrori juga menambahkan bahwa semakin banyak kosakata yang di kuasai seseorang,
pemahaman bacaan cenderung lebih mudah, sebagaimana kelancaran berbicara semakin cepat.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB di MADRASAH IBTIDA’IYAH
Menurut Makruf (2009:128) mengatakan bahwa pembelajaran dalam pengertian umumnya adalah sebuah aktifitas yang melibatkan berbagai aspek, diantaranya adalah aspek pengajar, aspek siswa, aspek materi pembelajaran, dan aspek media yang digunakan. Pembelajaran merupakan suatu upaya pendidik untuk membantu peserta didik dalam melakukan proses belajar mengajar berlangsung. Bahasa merupakan suatu kebiasaan, karena dengan bahasa anak dapat berkomunikasi dengan orang disekitarnya. Bahasa yang sering dikenal karena dengan usia anak-anak merupakan usia yang membentuk kepribadian, pengeembangan bakat, termasuk keterampilan dalam berbahasa.
Pada masa usia Madrasah Ibtidaiyah (MI) anak cenderung memiliki karakter yang berbeda-beda dan sesuai dengan dunia mereka.
Menurut Taufik (2016 :76) ada beberapa tahap-tahapan perkembangan yang dilalui anak-anak berbeda-beda, pada prinsipnya ada dua, yaitu sebagai berikut :
1. Tahap Sensorik Motorik (0-2 tahun)
Pada tahap ini anak mengalami ketidak tepatan objek. Merak masih sesuka hati dalam menyebutkan sesuatu yang mereka hendaki. Dalam usia ini penting juga agar mereka dikenalakan sedikit demi sedikit tentang bahasa Arab lewat bahasa ibunya.
2. Tahap Pra Operasional (2-7 tahun)
Dalam usia ini anak menggunkan fungsi simbol yang lebih besar. Perkembangan bahasa bertambah secara dramastis dengan permainan imajinasi. Dalam masa ini, sang ibu selaku orang terdekat dengan anak harus mampu mengenalkan serta lebih detail tentang bahasa Arab, misalnya ketika menyebut ayahnya dengan abi atau yang lain.
Menurut Nurhidayati (2015 :19) mengatakan fakta membuktikan bahwa anak yang masih dalam fase operasi konkrit amat sulit diajak berdisplin atau berkonsentrasi penuh pada satu hal. Termasuk berdisiplin atau konsentrasi dalam belajar. Dalam mempelajari bahasa Arab anak-anak ini akan dapat belajar, jika proses belajar itu menarik, menyenangkan, dan dalam bentuk permainan. Oleh karena itu seorang pendidik harus mampu membuat suasana pembelajaran bahasa Arab yang menyenangkan karena pembelajaran yang menyenangkan akan mudah dalam mengajarnya.
Bahasa Arab di MI berfungsi sebagai bahasa Agama, ilmu, pengetahuan, dan kominukasi.oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab selalu berkaitan dengan pengajaran agama islam. Pengajaran bahasa arab di MI bertujuan supaya siswa dapat menguasi pembendaharan kosakata dan ungkapan berbahasa Arab dalam bentuk pola kalimat dasar.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah disajikan. Media lapar (bola lempar) diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui bagaimana meningkatkan pengusaan kosakata yang mudah dan inovatif, dan pentingnya penguasaan kosakata bahasa. Media lapar (bola lempar) ini juga bertujuan untuk membantu peserta didik dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab dan pelafalan dalam kosakata yang benar.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan rekomendasi. Media lapar (bola lempar) hanya menghasilkan satu jenis produk, dan media ini hanya menekankan materinya pada pembelajaran kosakata saja. Oleh karena itu media ini bisa di tambahi materi yang berhubungan dengan maharah (keterampilan) berbahasa Arab lainnya, tak hanya terpusat pada kosakata saja melainkan bisa dari maharah (keterampilan – keterampilan) bahasa Arab. Media pembelajaran ini termasuk media visual karena hanya mengendalikan indera pengelihatan anak-anak. Media pembelajaran ini bisa di terapkan pada anak-anak kelas V Madrasah Ibtidaiyah.
DAFTAR RUJUKAN
Asrori, Imam, & ahsanuddin, (2016), Media Pembelajaran Bahasa Arab Dari Kartu Sederhana sampai Web Penjelajah Dunia, Malang: CV Bitntang Sejahtera
Asrori, Imam & Ahsanuddin Moh.2015. Media Pembelajaran Bahasa Arab dari Kartu Sederhana sampai Web Penjelajah Dunia.Malang: CV. Bintang Sejahtera.
Asrori, Imam.2012. Strategi Belajar Bahasa Arab (Teori dan Praktek).Malang: Misykat Indonesia.
Ainin, Moch. 2007. Metodelogi Penelitian Bahasa Arab. Malang: Hilal Pustaka dan Jurusan Sastra Arab UM.
Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers
Effend, Ahmad Fauad.2012. Metodelogi Pengajaran Bahasa Arab.Malang: Misykat Malang.
Hayati, Nur. 2011. Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Belajar Psikologi. http://belajarpsikologi.com/aspekaspek-perkembangan-anak-usia-dini/
diunduh 21 desember 2019
Ibrahim, Sihkabuden, Suprijanto, Kustiawan, U. 2004. Media Pembelajaran. Malang: FIP Universitas Negeri Malang.
Donggook Lee. 2018. Hwang Chiyeul is here The Return of Superman Ep 227, (video youtube). Korea: KBS World.
Makruf, Imam.2009.Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Aktif.Semarang:NEED’S PRESS.
Nurhidayati & Ridwan,Nur Anisah.2014. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab untuk Anak.Malang: fakultas Sastra Universitas Negeri malang.
Nuha, Ulin.2016.Ragam Metodologi & Media Pembelajaran Bahasa Arab (Super Efektif,Kreatif, dan Inovatif). Yogyakarta: DIVA Press.
Rokib, M.2008. Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Perspektif Teori Kostruktivisme). http://digilib.uin-suka.ac.id/. Diakses tanggal 10 januari 2020
Sadiman, A.S., Raharjo, A., & Rahardjito.2012. Media Pendidikan: pengertian, Pengembangan. dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raharja Grafindo Persada.
Sadiman, S.A, Raharjo, R, Haryono, A., Rahardjito. 2008. Media pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.