11
BAB 1
PENDAHULUAN
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disusun setiap akhir tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran yang dikelola sepanjang tahun anggaran. Pemerintah Daerah merupakan entitas yang menghimpun dan mengelola dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan setiap aspek transaksi ekonomi yang telah terealisasi. Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali senantiasa berupaya menyajikan informasi keuangan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik. Sebagai bentuk komitmen di bidang pengelolaan keuangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali telah menyelenggarakan sistem akuntansi yang memadai guna menghasilkan LKPD Tahun Anggaran 2019 yang transparan dan akuntabel.Pelaporan keuangan dibuat dengan tujuan tertentu yaitu sebagai media pemberi informasi yang diharapkan memiliki manfaat terhadap para pembuat keputusan, membantu menentukan jumlah, waktu, hingga memperkirakan aliran kas yang mungkin terjadi serta menyediakan informasi yang memuat sumber-sumber ekonomi. Laporan keuangan menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan pemerintah daerah. Meski tidak menyediakan semua informasi yang dibutuhkan para pemangku kebijakan, laporan keuangan pemerintah daerah disusun untuk dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan informasi bagi para pengguna laporan keuangan. Hal ini dikarenakan laporan keuangan terbatas pada penyajian imformasi keuangan dan tidak diwajibkan menyajikan informasi non keuangan.
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah disusun untuk menyediakan informasi relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi Pemerintah Daerah selama satu periode pelaporan. LKPD terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, menilai efektivitas dan efisiensi, dan membantu menentukan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk kepentingan pertanggungjawaban, evaluasi, dan transparansi. Hal ini bertujuan agar para pengguna laporan keuangan pemerintah daerah dapat menilai pencapaian fiskal pemerintah daerah selama tahun anggaran dan tanggung jawab atas pengelolaan sumber daya yang telah dipercayakan kepada pemerintah daerah.
Penyusunan LKPD merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pengelolaan keuangan terkait penggunaan dana APBD. Informasi dalam LKPD harus dapat dipahami dan bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan, oleh karena itu LKPD harus disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali telah berupaya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan
12 Pemerintah Daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan penerapan SAP Berbasis Akrual yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013.
Tahun Anggaran 2019 merupakan pelaksanaan APBD tahun keempat dari rangkaian tahapan pembangunan jangka menengah Kabupaten Boyolali dengan tema “Pengembangan daya saing daerah berwawasan Kabupaten Hijau dan Kabupaten Cerdas (Smart City)”. Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen mengembangkan daya saing wilayah dengan melanjutkan peningkatan investasi di daerah. Penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan diarahkan untuk membangun iklim yang kondusif bagi pertambahan dan perluasan investasi. Komitmen Pemerintah Kabupaten Boyolali juga diarahkan menuju pengembangan insfrastruktur yang berwawasan hijau dan mewujudkan Kabupaten Cerdas (smart city). Komitmen tersebut perlu didukung dengan mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan masyarakat dan para pemangku kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali. Selama periode pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019, Pemerintah Kabupaten Boyolali berusaha mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini penting untuk senantiasa dipertahankan demi menjaga kepercayaan publik dan melanjutkan prestasi kinerja keuangan yang selama ini tercermin dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut sejak tahun 2011 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.
Laporan Keuangan Kabupaten Boyolali dipertanggungjawabkan pada setiap akhir tahun anggaran dan menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat keputusan atau mengevaluasi kinerja pemanfaatan sumber daya entitas. Laporan keuangan tersebut terdiri atas:
a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Laporan Perubahan SAL); c. Neraca;
d. Laporan Operasional (LO);
e. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE); f. Laporan Arus Kas (LAK);
g. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
1. MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2019 bertujuan untuk:
a. Menyediakan informasi mengenai posisi dan perubahan sumber daya ekonomi dan kewajiban entitas pemerintah daerah;
b. Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran;
13 c. Menyediakan informasi mengenai bagaimana cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasi penggunaan sumber daya ekonomi telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan;
d. Menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggaran;
e. Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitas dan memenuhi kebutuhan kas;
f. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan;
g. Menyediakan informasi untuk bahan evaluasi kinerja Pemerintah Daerah dalam hal efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya;
2. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan SKPD ini diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan daerah antara lain:
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonsia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
d. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
e. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
f. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);
g. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
h. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
i. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
14 j. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
k. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
l. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah;
m. Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 04 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2016 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 176);
n. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 8 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kabupaten Boyolali sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Boyolali Nomor 37 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kabupaten Boyolali;
o. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 77 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Boyolali Nomor 48 Tahun 2016 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Boyolali.
3. SISTEMATIKA PENULISAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2019 disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan; 2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan; 3. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan.
BAB 2 EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN
PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD 1. Ekonomi Makro;
2. Kebijakan Keuangan Pemerintah Daerah; 3. Pencapaian Target Kinerja APBD.
BAB 3 IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan; 2. Hambatan dan Kendala Pencapaian Target.
15
BAB 4 KEBIJAKAN AKUNTANSI
1. Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan Keuangan Daerah; 2. Basis Akuntansi yang mendasari Penyusunan Laporan Keuangan; 3. Basis Pengukuran yang mendasari Penyusunan Laporan Keuangan; 4. Penerapan Kebijakan Akuntansi yang berkaitan dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan.
BAB 5 PENJELASAN AKUN-AKUN LAPORAN KEUANGAN
1. Laporan Realisasi Anggaran; 2. Neraca;
3. Laporan Operasional; 4. Laporan Perubahan Ekuitas.
BAB 6 PENJELASAN ATAS INFORMASI PENTING LAINNYA
Memuat informasi tentang hal – hal yang belum diinformasikan dan dijelaskan dalam laporan keuangan.
BAB 7 PENUTUP
Memuat uraian penutup yang dapat berupa kesimpulan-kesimpulan penting tentang penjelasan dan rincian laporan keuangan.
16
BAB 2
Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan
dan Pencapaian Target Kinerja APBD
1. EKONOMI MAKRO
Tinjauan ekonomi Kabupaten Boyolali berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai PDRB Boyolali atas dasar harga berlaku pada tahun 2018 mencapai 30,22 triliun rupiah. Secara nominal nilai PDRB ini mengalami kenaikan sebesar 1,77 triliun rupiah dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 28,50 triliun rupiah. Naiknya PDRB ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi seluruh lapangan usaha dan adanya inflasi.
Berdasarkan harga konstan 2010, angka PDRB juga mengalami kenaikan dari 20,25 triliun rupiah pada tahun 2017 menjadi 21,41 triliun rupiah pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan selama tahun 2018 Boyolali mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5,72 persen, sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan PDRB ini disebabkan oleh meningkatnya produksi di seluruh lapangan usaha.
Selama lima tahun terakhir (2014-2018) struktur perekonomian Boyolali didominasi oleh 5 (lima) kategori lapangan usaha, yaitu: industri pengolahan; pertanian, kehutanan, dan perikanan; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor; konstruksi, dan jasa pendidikan.
Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Boyolali tahun 2018 dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan mencapai 28,07 persen. Selanjutnya lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 22,29 persen, disusul oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor sebesar 12,84 persen. Berikutnya lapangan usaha konstruksi sebesar 6,72 persen dan lapangan usaha jasa pendidikan sebesar 6,07 persen.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali berdasar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Tahun 2018 mencapai 30,22 triliun rupiah, sedangkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai 21.41 triliun rupiah. Dibandingkan tahun 2017 dimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali berdasar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai 28.50 triliun rupiah, sedangkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai 20.25 triliun rupiah. Adapun Laju inflasi di Kabupaten Boyolali pada tahun 2018 adalah 2,20%.
PDRB atas harga berlaku dan atas harga konstan selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan sebagaimana disajikan pada tabel dan diagram berikut:
17 10,000.00 20,000.00 30,000.00 40,000.00 2014 2015 2016 2017 2018
PDRB ATAS HARGA BERLAKU (JUTA RUPIAH)
5,000.00 10,000.00 15,000.00 20,000.00 25,000.00 2014 2015 2016 2017 2018
PDRB ATAS HARGA KONSTAN (JUTA RUPIAH)
Tabel 2.1.1
PDRB atas harga berlaku dan atas harga konstan Tahun 2014-2018 No. Tahun PDRB Atas Harga Berlaku
(miliar rupiah)
PDRB Atas Harga Konstan (miliar rupiah) 1. 2014 21,117.42 17,148.35 2. 2015 23,563.82 18,170.38 3. 2016 25,926.84 19,139.36 4. 2017 28,495.05 20,249.40 5. 2018 30,221.80 21,407.48
Diagram 2.1.1: PDRB atas dasar harga berlaku Tahun 2014-2018 (juta rupiah)
18 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali mengalami fluktuasi selama lima tahun terakhir sebagaimana disajikan pada tabel dan diagram berikut ini:
Tabel 2.1.2
Pertumbuhan Ekonomi Atas Harga Berlaku dan Atas Harga Konstan Tahun 2014-2018 No. Tahun Pertumbuhan Ekonomi
Atas Harga Berlaku
Pertumbuhan Ekonomi Atas Harga Konstan
1. 2014 12.29 5.42
2. 2015 11.58 5.96
3. 2016 10.03 5.33
4. 2017 9.91 5.80
5. 2018 6.06 5.27
Diagram 2.1.3: Pertumbuhan Ekonomi atas dasar harga berlaku Tahun 2014-2018
Diagram 2.1.4: Pertumbuhan Ekonomi atas dasar harga konstan Tahun 2014-2018 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 2014 2015 2016 2017 2018
PERTUMBUHAN EKONOMI ATAS HARGA BERLAKU
2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 2014 2015 2016 2017 2018
19 Tabel 2.1.3
PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Harga Berlaku Tahun 2015-2018
Lapangan Usaha 2015 2016 2017 2018
A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5.581,25 6.052,56 6.391,13 6 735,11 B. Pertambangan dan Penggalian 1.060,63 1.092,20 1.135,93 1 252,29 C. Industri Pengolahan 6.621,20 7.417,67 8 413,56 8 482,16 D. Pengadaan Listrik dan Gas 4,51 5,02 5,60 6,12 E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang 12,47 13,07 13,99 14,74 F. Konstruksi 1.500,30 1.668,82 1.828,56 2 030,69 G. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparas Mobil dan Sepeda Motor 3.050,29 3.292,90 3.596,87 3 878,98 H.Transportasi dan Pergudangan 1.200,60 1.330,63 1.487,36 1 646,40 I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 615,65 688,98 751,37 796,47 J. Informasi dan Komunikasi 525,37 576,99 666,83 786,17 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 529,74 598,69 658,62 700,07 L. Real Estate 251.304,37 279,03 307,20 332,96 M, N. Jasa Perusahaan 78.773,44 89,87 102,87 116,56 O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 639.551,14 697,70 751,11 777,35 P. Jasa Pendidikan 1.292,43 1.456,09 1.641,56 1 834,26 Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 217.702,18 245,25 273,32 303,13 R, S, T, U. Jasa Lainnya 381.874,73 422,19 468,95 528,34
Produk Domestik Regional Bruto
Gross Regional Domestic Bruto 23 563,82 25.926,84 28.495,05 30 221,80
Tabel 2.1.4
PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Harga KonstanTahun 2015-2018
Lapangan Usaha 2015 2016 2017 2018
A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4 053,72 4 224,69 4 340,55 4 504,43
B. Pertambangan dan Penggalian 710,93 707,30 714,75 741,81
C. Industri Pengolahan 5 190,08 5 453,56 5 831,13 6 140,16
D. Pengadaan Listrik dan Gas 4,29 4,55 4,77 5,01
E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang 11,34 11,54 12,08 12,78
F. Konstruksi 1 167,37 1 254,48 1 343,96 1 423,32
G. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparas Mobil dan Sepeda Motor 2 567,85 2 680,24 2 817,66 2 970,47
H. Transportasi dan Pergudangan 838,21 895,33 966,12 1 042,87
I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 513,04 546,49 582,33 635,65
J. Informasi dan Komunikasi 564,54 618,58 707,35 807,39
K. Jasa Keuangan dan Asuransi 398,16 431,63 458,73 468,37
L. Real Estate 228,43 248,17 265,69 280,68
M, N. Jasa Perusahaan 62,62 68,14 74,59 82,03
O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 482,68 493,78 504,61 525,18
P. Jasa Pendidikan 895,95 982,10 1 061,65 1 146,83
Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 161,30 177,67 194,17 213,39
R, S, T, U. Jasa Lainnya 319,87 341,10 369,24 407,12
Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto
20
2. KEBIJAKAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH.
Berdasarkan RPJMD Kabupaten Boyolali Tahun 2016-2021, beberapa faktor yang mempengaruhi pengelolaan pendapatan daerah disamping kemampuan aparat dalam mengelola pendapatan daerah adalah masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat serta belum bergairahnya kegiatan dunia usaha, laju pertumbuhan penduduk, dan laju inflasi.
Beberapa arah yang akan dilakukan dalam mengoptimalkan Pendapatan Daerah, yaitu:
a. Meningkatkan pendapatan daerah melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan retribusi daerah juga mengembangkan kerjasama operasi/investasi pihak ketiga dengan memanfaatkan aset Kabupaten Boyolali yang dapat dikaryakan, agar seluruh potensi pendapatan yang ada dapat masuk ke Kas Daerah dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemungutan pendapatan daerah melalui perbaikan sistem dan prosedur, misal penagihan dipermudah dengan cara jemput bola selain itu perlu dikembangkan sistem pembayaran pajak secara on-line dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan;
b. Meningkatkan kinerja pendapatan daerah melalui penyempurnaan sistem administrasi dan efisiensi penggunaan anggaran daerah;
c. Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah;
d. Meningkatkan peran dan fungsi Lembaga Teknis dalam peningkatan pelayanan dan pendapatan;
e. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan dan aset daerah; f. Melakukan evaluasi terhadap kecukupan dan kelayakan produk hukum yang ada
serta mengusulkan revisi atau usulan baru tentang produk hukum yang berkaitan dengan tarif yang sesuai kebutuhan serta yang mengatur tambahan penyertaan modal BUMD;
g. Meningkatkan keterlibatan pihak terkait dalam melaksanakan peraturan perundangan pajak dan retribusi daerah;
h. Meninjau kembali peraturan perundangan yang berlaku berkaitan dengan sanksi bagi wajib pajak dan atau retribusi yang melanggar ketentuan; dan
i. Menggali obyek pajak dan retribusi baru yang potensial.
Asumsi-asumsi terkait perkiraan pendapatan daerah Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan Asli Daerah setiap tahun akan mengalami kenaikan sehubungan dengan dibangunnya sarana prasarana pelayanan masyarakat yang dapat dijadikan obyek PAD dan pengenaan pajak sesuai tarif yang semestinya bukan berdasarkan kesanggupan wajib pajak.
b. Retribusi daerah akan diharapkan mengalami kenaikan dengan adanya rencana penyesuaian tarif baru untuk retribusi daerah yang sudah tidak sesuai kondisi sekarang.
21 c. Semakin meningkatnya pendapatan Lain-lain PAD yang sah dengan dibentuknya
BLUD RSUD Banyudono, RSUD Simo dan BLUD Puskesmas. d. Semakin meningkatnya dana perimbangan.
Sedangkan kebijakan pengelolaan belanja daerah akan diarahkan pada:
a. Membiayai program dan kegiatan yang menjadi prioritas Kabupaten Boyolali, selama 5 (lima) tahun ke depan, dengan skala prioritas pada Program Kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan dan kebutuhan masyarakat;
b. Pemenuhan kebutuhan pelaksanaan program prioritas daerah sesuai dengan urusan pemerintahan yang harus dilaksanakan;
c. Meningkatkan proporsi Belanja Modal yang dapat memberi dampak besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan rakyat;
d. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas belanja daerah melalui penyusunan standar harga serta intensifikasi pengawasan baik oleh aparatur pengawas fungsional maupun masyarakat; dan
e. Meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan barang daerah sesuai Standar Akuntansi Pemerintah antara lain melalui peningkatan tertib adiministrasi dan tertib pelaporan mulai dari tahap perencanaan, penatausahaan, pelaksanaan atau implementasi, pertanggungjawaban atas pelaksanaan dan evaluasi kinerja, dengan didukung sumber daya aparatur yang semakin bersih dan profesional.
Asumsi yang dijadikan dasar dalam penyusunan prakiraan belanja Tahun 2016-2021 meliputi:
a. Belanja tidak langsung utamanya belanja pegawai meningkat dari tahun ke tahun karena adanya dampak dari kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkan gaji pegawai serta adanya gaji ke-13, bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa; b. Belanja langsung utamanya belanja modal meningkat dari tahun ke tahun
terutama hal penyediaan sarana prasarana umum guna mendukung visi misi; dan c. Untuk efisiensi belanja tidak langsung, maka belanja yang tidak wajib dan
belanja bantuan sosial dibatasi.
Adapun kebijakan pembiayaan daerah akan diarahkan pada:
a. Pemanfaatan SiLPA sesuai dengan peruntukkannya dan prioritas belanja lainnya; dan
b. Meningkatkan optimalisasi penyertaan modal ke BUMD.
Asumsi yang dijadikan dasar dalam penyusunan perkiraan pembiayaan adalah sebagai berikut:
a. Penerimaan pembiayaan terutama SiLPA akan bersaldo positif yang memberikan indikasi adanya kesehatan fiskal dan kesinambungan fiskal daerah yang baik; b. Pengeluaran pembiayaan utamanya penyertaan modal memberikan manfaat
ekonomi, sosial dan politik dari investasi atau penyertaan modal yang diperoleh; dan
c. Meningkatkan penyertaan modal bagi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi.
22
3. PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD
Rekapitulasi Realisasi Anggaran Belanja Daerah untuk Keselarasan Dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara Tahun Anggaran 2019 pada Pemerintah Kabupaten Boyolali tercermin dalam data capaian keuangan berikut ini:
Tabel 2.3.1 Rekapitulasi Realisasi Anggaran Belanja Daerah
No Uraian Anggaran Realisasi 2019 2019 % Rp Rp 1. Pelayanan Umum 1 706.521.205.200,00 684.312.192.915,00 96,86 Pangan 4.944.921.000,00 4.805.532.094,00 97,18
Komunikasi dan Informatika 18.208.988.500,00 16.905.297.158,00 92,84
Statistik 223.840.000,00 188.605.008,00 84,26 Kearsipan 3.891.792.500,00 3.834.153.248,00 98,52 Administrasi Pemerintahan 145.377.413.700,00 140.420.289.388,00 96,59 Pengawasan 7.934.966.000,00 7.387.797.011,00 93,10 Perencanaan 8.889.322.500,00 8.517.272.633,00 95,81 Keuangan 500.943.374.000,00 489.246.967.063,00 97,67 Kepegawaian 15.068.053.000,00 11.993.658.412,00 79,60
Pendidikan dan Pelatihan 547.502.000,00 529.007.500,00 96,62
Penelitian dan Pengembangan 491.032.000,00 483.613.400,00 98,49
2. Ketertiban Dan Keamanan 2 24.915.352.000,00 19.723.593.050,00 79,16 Ketentraman dan Ketertiban Umum serta
Perlindungan Masyarakat 24.915.352.000,00 19.723.593.050,00 79,16
3. Ekonomi 3 34.000.000,00 28.142.500,00 97,91
Tenaga Kerja 2.432.836.000,00 2.407.292.509,00 98,95
Pemberdayaan Masyarakat Desa 30.714.790.300,00 29.698.020.486,00 96,69
Perhubungan 29.883.543.000,00 29.412.648.394,00 98,42
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah 8.161.141.000,00 8.048.286.098,00 98,62
Penanaman Modal 5.523.794.000,00 5.391.651.401,00 97,61
Kelautan dan Perikanan 1.725.430.000,00 1.708.946.142,00 99,04
Pertanian 37.572.588.000,00 36.939.733.979,00 98,32
Energi dan Sumberdaya Mineral 4.775.000,00 3.288.000,00 68,86
Perdagangan 72.668.074.000,00 71.201.429.716,00 97,98 Perindustrian 2.445.880.000,00 2.319.685.223,00 94,84 Transmigrasi 122.800.000,00 122.279.620,00 99,58 4. Lingkungan Hidup 4 52.010.495.000,00 47.419.332.583,00 91,17 Pertanahan 401.820.000,00 292.687.491,00 72,84 Lingkungan Hidup 51.608.675.000,00 47.126.645.092,00 91,32
5. Perumahan Dan Fasilitas Umum 5 276.264.510.000,00 270.304.496.033,00 97,84 Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 268.452.082.000,00 262.700.420.236,00 97,86 Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman 7.812.428.000,00 7.604.075.797,00 97,33
6. Kesehatan 7 400.088.828.000,00 374.415.499.575,00 93,58
Kesehatan 388.885.550.000,00 364.182.828.201,00 93,65
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana 11.203.278.000,00 10.232.671.374,00 91,34 7. Pariwisata Dan Budaya 8 12.198.663.700,00 11.973.972.827,00 98,16
Kebudayaan 5.356.604.700,00 5.156.772.077,00 96,27
23 No Uraian Anggaran Realisasi 2019 2019 % Rp Rp 8. Pendidikan 9 784.709.090.800,00 766.558.059.153,00 97,69 Pendidikan 751.281.561.800,00 733.419.872.940,00 97,62
Kepemudaan dan Olah Raga 33.427.529.000,00 33.138.186.213,00 99,13
9. Perlindungan Sosial 20.457.765.000,00 19.641.457.035,00 96,01
Sosial 7.430.901.000,00 7.060.708.581,00 95,02
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 166.525.000,00 163.004.000,00 97,89 Administrasi Kependudukan dan Capil 12.860.339.000,00 12.417.744.454,00 96,56
JUMLAH 2.468.421.561.000,00 2.381.601.864.739,00 96,31 Selain rekapitulasi realisasi anggaran belanja daerah yang digunakan untuk keselarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsinya, dapat disajikan pula data realisasi anggaran belanja daerah menurut urusan pemerintahan daerah, organisasi, program dan kegiatan. Pemerintah Kabupaten Boyolali memiliki 5 (lima) Program Sinkronisasi Prioritas Nasional dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah pada Tahun Anggaran 2019 antara lain:
a. Pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar;
b. Pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman;
c. Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri, dan jasa produktif; d. Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air melalui pelestarian
lingkungan;
e. Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.
Lima program sinkronisasi prioritas nasional tersebut didukung bidang-bidang sebagai berikut:
2.3.1 Bidang Pendidikan
Bidang Pendidikan didukung dengan sembilan program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.2 Program Utama Bidang Pendidikan
No Program
Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 13.294.842.300,00 13.046.921.007,00 98,14 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana 2
Aparatur 454.000.000,00 441.176.000,00 97,18
3. Program peningkatan pengembangan sistem 3
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 34.000.000,00 28.142.500,00 82,77 4. Program Pendidikan Anak Usia Dini 4 1.250.900.000,00 1.154.855.690,00 92,32 5. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan 5
Tahun 136.525.618.000,00 131.614.284.291,00 96,40
6. Program Pendidikan Non Formal 7 1.070.307.000,00 744.060.524,00 69,52 7. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga 8
Kependidikan 2.890.000.000,00 2.844.038.150,00 98,41
8. Program Pengembangan Budaya Baca dan 9
24
No Program
Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
9. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 3.901.716.000,00 3.594.217.286,00 92,12
JUMLAH 162.494.463.800,00 156.498.307.741,00 96,31 Capaian realisasi terendah di Bidang Pendidikan adalah Program Pendidikan Non Formal sebesar 69,52%, sementara untuk capaian tertinggi adalah Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan sebesar 98,62%. 2) Bidang Kesehatan
Bidang Kesehatan didukung dengan 18 program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.3 Program Utama Bidang Kesehatan
No Program Anggaran 2019 Rp Realisasi 2019 Rp %
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.611.476.000,00 1.587.559.434,00 98,52 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 2.230.742.000,00 2.214.067.000,00 99,25
3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur 179.651.000,00 174.377.000,00 97,06
4 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 102.000.000,00 85.976.600,00 84,29 5 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 7.754.168.000,00 7.618.181.160,00 98,25 6 Program Upaya Kesehatan Masyarakat 20.768.750.000,00 15.872.805.172,00 76,43 7 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat 331.000.000,00 329.083.565,00 99,42
8 ProgramPengembangan Lingkungan Sehat 335.000.000,00 334.419.034,00 99,83 9 Program Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit 470.000.000,00 450.646.098,00 95,88
10 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya
4.751.408.000,00 4.486.126.000,00 94,42 11 Program pengawasan dan pengendalian
kesehatan makanan 8.891.000,00 8.851.100,00 99,55
12 Program Peningkatan pelayanan kesehatan
keluarga 2.936.000.000,00 2.226.563.660,00 75,84
13 Program Pembiayaan kesehatan masyarakat 14.666.629.000,00 14.640.806.709,00 99,82 14 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan 7.544.145.000,00 6.841.257.168,00 90,68 15
Program Pengembangan sumber daya kesehatan 167.086.000,00 161.633.995,00 96,74 16 Program Manajemen informasi dan regulasi
kesehatan 134.000.000,00 118.477.350,00 88,42
17 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan
Kesehatan Pada BLUD 185.456.905.000,00 168.931.671.866,00 91,09 18 Program pengadaan, peningkatan sarana dan
prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
40.172.606.000,00 39.191.883.259,00 97,56
25 Capaian realisasi terendah di Bidang Kesehatan adalah Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Keluarga sebesar 75,84%, sementara untuk capaian tertinggi Program Pengembangan Lingkungan Sehat sebesar 99,83%.
3) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Bidang Pekerjaan Umum didukung dengan 16 program utama sebagai berikut: Tabel 2.3.4 Program Utama Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
No Program Anggaran 2019 Rp Realisasi 2019 Rp %
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3.199.591.500,00 2.688.906.377,00 84,04 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 25.077.300.000,00 24.236.307.100,00 96,65
3 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 35.000.000,00 30.000.000,00 85,71 4 Program pembangunan jalan dan jembatan 144.240.583.000,00 142.795.289.078,00 99,00 5 Program pembangunan saluran
drainase/gorong-gorong 3.325.000.000,00 3.307.417.000,00 99,47
6 Program pembangunan turap/talud/bronjong 2.845.000.000,00 2.714.254.000,00 95,40 7 Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan
jembatan 19.407.821.000,00 19.077.858.250,00 98,30
8 Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya
13.556.847.000,00 13.406.984.600,00 98,89
9 Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 6.085.135.000,00 5.952.721.000,00 97,82 10 Program Pengembangan, Pengelolaan, dan
Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya
26.833.000.000,00 24.974.772.000,00 93,07
11 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air
Minum dan Air Limbah 1.300.000.000,00 1.254.811.000,00 96,52
12 Program pengawasan jasa konstruksi 106.411.000,00 84.217.290,00 79,14 13 Program pengembangan pengelolaan penerangan
jalan umum 5.964.321.000,00 5.886.192.340,00 98,69
14 Program Perencanaan Tata Ruang 733.503.500,00 700.488.300,00 95,50 15 Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 26.940.000,00 26.096.825,00 96,87 16 Program Pembangunan dan Pemeliharaan
Infrastruktur Kecamatan 2.300.000.000,00 2.275.118.000,00 98,92
JUMLAH 255.036.453.000,00 249.411.433.160,00 97,79 Capaian realisasi terendah di Bidang Pekerjaan Umum adalah Program Pengawasan Jasa Konstruksi sebesar 79,14%, sementara untuk capaian tertinggi Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong sebesar 99,47%.
4) Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
Bidang Perumahan didukung dengan tujuh program utama yang terinci sebagai berikut:
26 Tabel 2.3.5 Program Utama Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
No Program Anggaran 2019 Rp Realisasi 2019 Rp %
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 592.711.000,00 554.278.739,00 93,52 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.098.969.500,00 1.092.973.850,00 99,45 3 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 8.000.000,00 7.989.925,00 99,87
4 Program Pengembangan Perumahan 2.354.153.500,00 2.335.280.258,00 99,20 5 Program Lingkungan Sehat Perumahan 25.000.000,00 23.793.525,00 95,17 6 Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan 57.930.000,00 52.208.500,00 90,12 7 Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan
bahaya kebakaran 1.411.750.000,00 1.282.318.372,00 90,83
JUMLAH 5.548.514.000,00 5.348.843.169,00 96,40 Capaian realisasi terendah di Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman adalah Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan sebesar 90,12% sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan sebesar 99,87%.
5) Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat didukung dengan delapan program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.6 Program Utama Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat No Program Anggaran 2019 Rp Realisasi 2019 Rp %
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.715.483.680,00 2.568.324.120,00 94,58 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 1.785.300.000,00 1.749.224.543,00 97,98
3 Program peningkatan keamanan dan kenyamanan
lingkungan 2.462.085.500,00 2.397.368.515,00 97,37
4 Program kemitraan pengembangan wawasan
kebangsaan 158.760.000,00 130.597.500,00 82,26
5 Program peningkatan pemberantasan penyakit
masyarakat (pekat) 197.140.000,00 185.830.250,00 94,26
6 Program pengembangan wawasan kebangsaan 2.288.696.500,00 2.145.453.701,00 93,74 7 Program pendidikan politik masyarakat 286.791.000,00 240.854.900,00 83,98 8 Program Peningkatan Kapasitas Penanggulangan
Bencana 6.036.760.320,00 1.391.260.200,00 23,05
JUMLAH 15.931.017.000,00 10.808.913.729,00 67,85 Capaian realisasi terendah di Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat adalah Program Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana sebesar 23,05% sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur sebesar 97,98%.
27 6) Bidang Sosial
Bidang Sosial didukung dengan sembilan program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.7 Program Utama Bidang Sosial
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 502.157.600,00 472.292.735,00 94,05 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 257.000.000,00 243.674.598,00 94,82 3 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 2.800.000,00 2.799.900,00 100
4 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
515.547.500,00 490.970.962,00 95,23 5 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 1.368.892.900,00 1.153.820.386,00 84,29 6 Program pembinaan anak terlantar 970.000.000,00 962.895.000,00 99,27 7 Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma 115.200.000,00 113.775.250,00 98,76 8 Program pembinaan panti asuhan /panti jompo 95.000.000,00 91.525.000,00 96,34 9 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan
Sosial 552.025.000,00 528.294.050,00 95,70
JUMLAH 4.378.623.000,00 4.060.047.881,00 92,72 Capaian realisasi terendah di Bidang Sosial adalah Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial sebesar 84,29%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan sebesar 100%.
7) Bidang Tenaga Kerja
Bidang Tenaga Kerja didukung dengan tiga program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.8 Program Utama Bidang Tenaga Kerja
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas
Tenaga Kerja 1.789.932.000,00 1.772.592.909,00 99,03
2 Program Peningkatan Kesempatan Kerja 351.240.000,00 348.762.050,00 99,29 3 Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga
Ketenagakerjaan 291.664.000,00 285.937.550,00 98,04
JUMLAH 2.432.836.000,00 2.407.292.509,00 98,95 Capaian realisasi terendah di Bidang Tenaga Kerja adalah Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan sebesar 98,04%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Kesempatan Kerja sebesar 99,29%. 8) Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didukung dengan empat program utama yang terinci sebagai berikut:
28 Tabel 2.3.9 Program Utama Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak
dan Perempuan 5.000.000,00 5.000.000,00 100
2 Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan
Gender dan Anak 50.000.000,00 46.505.000,00 93,01
3 Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan
Perempuan 17.000.000,00 17.000.000,00 100
4 Program peningkatan peran serta dan kesetaraan jender
dalam pembangunan 94.525.000,00 94.499.000,00 99,97
JUMLAH 166.525.000,00 163.004.000,00 97,89 Capaian realisasi terendah di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak sebesar 93,01%, sementara untuk capaian tertinggi Program keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan dan Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan sebesar 100%. 9) Bidang Pangan
Bidang Pangan didukung dengan empat program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.10 Program Utama Bidang Pangan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 462.586.000,00 415.629.966,00 89,85 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 120.000.000,00 117.096.725,00 97,58 3 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 5.000.000,00 3.128.000,00 62,56
4 Program Peningkatan Ketahan Pangan
(pertanian/perkebunan) 1.720.500.000,00 1.695.724.740,00 98,56
JUMLAH 2.308.086.000,00 2.231.579.431,00 96,69 Capaian realisasi terendah di Bidang Pangan adalah Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan sebesar 62,56%, sementara untuk capaian tertinggi program peningkatan ketahan pangan (pertanian/perkebunan) sebesar 98,56%.
10) Bidang Pertanahan
Bidang Pertanahan didukung dengan tiga program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.11 Program Utama Bidang Pertanahan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan
29
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
2 Program pengembangan sistem informasi pertanahan 136.820.000,00 133.200.375,00 97,35 3 Program penyelesaian konflik-konflik pertanahan 150.000.000,00 58.087.372,00 38,72
JUMLAH 401.820.000,00 292.687.491,00 72,84 Capaian realisasi terendah di Bidang Pertanahan adalah Program penyelesaian konflik-konflik pertanahan sebesar 38,84%, sementara untuk capaian tertinggi Program pengembangan sistem informasi pertanahan sebesar 97,35%.
11) Bidang Lingkungan Hidup
Bidang Lingkungan Hidup didukung dengan 10 program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.12 Program Utama Bidang Lingkungan Hidup
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3.366.817.000,00 3.045.223.679,00 90,45 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 320.000.000,00 237.832.125,00 74,32 3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur 15.000.000,00 0,00 0,00
4 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 6.000.000,00 4.906.040,00 81,77 5 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan
Persampahan 6.797.121.000,00 6.033.793.694,00 88,77
6 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan
Lingkungan Hidup 2.976.000.000,00 2.663.286.230,00 89,49
7 Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya
Alam 428.500.000,00 417.363.292,00 97,40
8 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi
Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 250.000.000,00 236.499.024,00 94,60 9 Program peningkatan pengendalian polusi 615.000.000,00 566.643.836,00 92,14 10
Program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) 27.999.404.000,00 25.222.007.084,00 90,08
JUMLAH 42.773.842.000,00 38.427.555.004,00 89,84 Capaian realisasi terendah di Bidang Lingkungan Hidup adalah Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur sebesar 0%, sementara untuk capaian tertinggi Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam sebesar 97,40%.
12) Bidang Kependudukan dan Capil
Bidang Kependudukan dan Capil didukung dengan empat program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.13 Program Utama Bidang Kependudukan dan Capil
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
30
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 135.688.000,00 129.800.341,00 95,66 3 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 1.870.000,00 1.855.976,00 99,25
4 Program Penataan Administrasi Kependudukan 6.099.709.000,00 5.762.841.143,00 94,48
JUMLAH 6.827.175.000,00 6.385.992.545,00 93,54 Capaian realisasi terendah di Bidang Keluarga Kependudukan dan Capil adalah Program Pelayanan Administrasi Perkantoran sebesar 83,32%, sedangkan capaian tertinggi adalah Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan sebesar 99,25%.
13) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa didukung dengan sembilan program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.14 Program Utama Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 746.572.146,00 695.659.608,00 93,18 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 480.239.000,00 478.834.000,00 99,71
3 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 10.000.000,00 7.950.000,00 79,50 4 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat
Perdesaan/Kelurahan 8.801.620.450,00 8.463.031.719,00 96,15
5 Program pengembangan lembaga ekonomi
pedesaan 103.130.000,00 96.254.290,00 93,33
6 Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam
membangun desa 7.698.433.500,00 7.579.460.969,00 98,45
7 Program peningkatan peran perempuan di
perdesaan/kelurahan 760.913.204,00 735.213.488,00 96,62
8 Program Pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan
pemerintahan desa/kelurahan 6.780.388.500,00 6.375.327.600,00 94,03 9 Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah
desa 207.229.500,00 191.031.331,00 92,18
JUMLAH 25.588.526.300,00 24.622.763.005,00 96,23 Capaian realisasi terendah di Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan sebesar 79,50%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur sebesar 99,71%.
14) Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana didukung dengan 11 program utama yang terinci sebagai berikut:
31 Tabel 2.3.15 Program Utama Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 508.392.000,00 468.872.929,00 92,23 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 217.230.000,00 212.728.200,00 97,93
3 Program Keluarga Berencana 6.027.148.000,00 5.260.288.929,00 87,28 4 Program Kesehatan Reproduksi Remaja 110.865.000,00 110.454.000,00 99,63
5 Program pelayanan kontrasepsi 57.000.000,00 57.000.000,00 100,00
6 Program pembinaan peran serta masyarakat
dalam pelayanan KB/KR yang mandiri 110.000.000,00 99.100.000,00 90,09 7 Program pengembangan pusat pelayanan
informasi dan konseling KRR 35.265.000,00 35.054.000,00 99,40
8 Program peningkatan penanggulangan narkoba,
PMS termasuk HIV/AIDS 17.000.000,00 17.000.000,00 100,00
9 Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak
5.000.000,00 4.500.000,00 90,00
10 Program penyiapan tenaga pedamping
kelompok bina keluarga 620.720.000,00 537.348.000,00 86,57
11 Peningkatan Informasi Kependudukan dan KB 67.000.000,00 62.930.000,00 93,93
JUMLAH 7.775.620.000,00 6.865.276.058,00 88,29 Capaian realisasi terendah di Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana adalah Program penyiapan tenaga pedamping kelompok bina keluarga sebesar 86,57%, sementara untuk capaian tertinggi Program peningkatan penanggulangan narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS sebesar 100%.
15) Bidang Perhubungan
Bidang Perhubungan didukung dengan delapan program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.16 Program Utama Bidang Perhubungan
No Program Anggaran Realisasi
2019` 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 23.331.530.000,00 22.964.058.633,00 98,43 2 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 1.000.000,00 890.000,00 89,00 3 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas
Perhubungan 165.000.000,00 163.241.100,00 98,93
4 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan
Prasarana dan Fasilitas LLAJ 185.000.000,00 173.170.000,00 93,61 5 Pogram peningkatan pelayanan angkutan 107.580.000,00 95.308.200,00 88,59 6 Program pembangunan sarana dan prasarana
perhubungan 300.000.000,00 296.949.400,00 98,98
7 Program pengendalian dan pengamanan lalu
32
No Program Anggaran Realisasi
2019` 2019 %
Rp Rp
8 Program peningkatan kelaikan pengoperasian
kendaraan bermotor 320.000.000,00 313.973.180,00 98,12
JUMLAH 25.784.475.000,00 25.359.076.597,00 98,35 Capaian realisasi terendah di Bidang Perhubungan adalah Pogram peningkatan pelayanan angkutan sebesar 88,59%, sementara untuk capaian tertinggi Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan sebesar 98,98%.
16) Bidang Komunikasi dan Informatika
Bidang Komunikasi dan Informatika didukung dengan lima program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.17 Program Utama Bidang Komunikasi dan Informatika
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019
Rp Rp %
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.760.960.000,00 1.689.797.896,00 95,96 2 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 500.000,00 499.800,00 99,96 3 Program Pengembangan Komunikasi, Informasi
dan Media Massa 10.337.900.000,00 9.199.491.363,00 88,99
4 Program pengkajian dan penelitian bidang informasi
dan komunikasi 345.750.000,00 345.562.275,00 99,95
5 Program kerjasama informasi dengan mas media 2.863.192.500,00 2.821.369.130,00 98,54
JUMLAH 15.308.302.500,00 14.056.720.464,00 91,82 Capaian realisasi terendah di Bidang Komunikasi dan Informatika adalah Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa sebesar 88,99%, sementara untuk capaian tertinggi Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan sebesar 99,96%.
17) Bidang Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah
Bidang Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah didukung dengan tujuh program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.18 Program Utama Bidang Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 760.195.000,00 737.379.932,00 97,00 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 57.000.000,00 57.000.000,00 100,00
3 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 48.708.000,00 48.374.460,00 99,32 4 Program penciptaan iklim usaha Usaha Kecil
Menengah yang konduksif 75.300.000,00 73.796.662,00 98,00
5 Program Pengembangan Kewirausahaan dan
33
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
6 Program Pengembangan Sistem Pendukung
Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah 151.200.000,00 142.034.327,00 93,94 7 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan
Koperasi 352.383.000,00 338.614.585,00 96,09
JUMLAH 1.572.286.000,00 1.523.334.223,00 96,89 Capaian realisasi terendah di Bidang Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah adalah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah sebesar 93,94%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur sebesar 100,00%.
18) Bidang Penanaman Modal
Bidang Penanaman Modal didukung dengan tujuh program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.19 Program Utama Bidang Penanaman Modal
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 755.316.250,00 717.981.719,00 95,06 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
200.753.900,00 197.629.741,00 98,44 3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur
23.250.000,00 20.350.000,00 87,53 4 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan
83.229.100,00 83.207.356,00 99,97 5 Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama
Investasi
250.096.250,00 193.501.465,00 77,37 6 Program Peningkatan Iklim Investasi dan
Realisasi Investasi
708.387.250,00 676.227.942,00 95,46 7 Program penyiapan potensi sumberdaya, sarana,
dan prasarana daerah
88.223.250,00 79.303.046,00 89,89
JUMLAH 2.109.256.000,00 1.968.201.269,00 93,31 Capaian realisasi terendah di Bidang Penanaman Modal adalah Program penyiapan potensi sumberdaya, sarana, dan prasarana daerah sebesar 77,37%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur sebesar 99,97%.
19) Bidang Kepemudaan dan Olahraga
Bidang Kepemudaan dan Olahraga didukung dengan tujuh program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.20 Program Utama Bidang Kepemudaan dan Olahraga
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
34
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 9.603.612.030,00 9.603.232.300,00 100
3 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 8.928.000,00 8.895.800,00 99,64 4 Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan
Pemuda 292.750.000,00 292.134.000,00 99,79
5 Program peningkatan peran serta kepemudaan 292.125.000,00 276.805.000,00 94,76 6 Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah
Raga 790.000.000,00 788.360.000,00 99,79
7 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah
Raga 16.183.500.000,00 16.070.701.000,00 99,30
JUMLAH 28.289.199.000,00 28.085.354.088,00 99,28 Capaian realisasi terendah di Bidang Kepemudaan dan Olahraga adalah Program Pelayanan Administrasi Perkantoran sebesar 93,47%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 100%.
20) Bidang Statistik
Bidang Statistik didukung dengan satu program sebagai berikut: Tabel 2.3.21 Program Utama Bidang Statistik
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program pengembangan data/informasi/statistik daerah 223.840.000,00 188.605.008,00 84,26
JUMLAH 223.840.000,00 188.605.008,00 84,26 21) Bidang Kebudayaan
Bidang Kebudayaan didukung dengan tiga program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.22 Program Utama Bidang Kebudayaan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pengembangan Nilai Budaya 2.398.000.000,00 2.280.830.000,00 95,11 2 Program Pengelolaan Kekayaan Budaya 719.435.000,00 660.865.850,00 91,86 3 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 2.239.169.700,00 2.215.076.227,00 98,92
JUMLAH 5.356.604.700,00 5.156.772.077,00 96,27 Capaian realisasi terendah di Bidang Kebudayaan adalah Program Pengelolaan Kekayaan Budaya sebesar 91,86%, sementara untuk capaian tertinggi Program Pengelolaan Keragaman Budaya sebesar 98,92%.
22) Bidang Kearsipan
Bidang Kearsipan didukung dengan tujuh program utama yang terinci sebagai berikut:
35 Tabel 2.3.23 Program Utama Bidang Kearsipan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 932.543.500,00 907.826.577,00 97,35 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 22.120.000,00 21.937.700,00 99,18 3 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 17.560.000,00 17.392.400,00 99,05
4 Program perbaikan sistem administrasi kearsipan 205.750.000,00 192.799.555,00 93,71 5 Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip
daerah 128.281.000,00 123.345.050,00 96,15
6 Program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana
kearsipan 27.000.000,00 25.597.080,00 94,80
7 Program peningkatan kualitas pelayanan informasi 36.250.000,00 34.504.750,00 95,19
JUMLAH 1.369.504.500,00 1.323.403.112,00 96,63 Capaian realisasi terendah di Bidang Kearsipan adalah Program perbaikan sistem administrasi kearsipan sebesar 93,71%, sementara untuk capaian tertinggi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur sebesar 99,18%.
23) Bidang Kelautan dan Perikanan
Bidang Kelautan dan Perikanan didukung dengan dua program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.24 Program Utama Bidang Kelautan dan Perikanan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program pengembangan budidaya perikanan 1.664.873.000,00 1.649.273.142,00 99,06 2 Program Optimalisasi pengelolaan dan
pemasaran produksi perikanan 60.557.000,00 59.673.000,00 98,54
JUMLAH 1.725.430.000,00 1.708.946.142,00 99,04 Capaian realisasi terendah di Bidang Kelautan dan Perikanan adalah Program Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan sebesar 98,54%, sementara untuk capaian tertinggi Program pengembangan budidaya perikanan sebesar 99,06%.
24) Bidang Pariwisata
Bidang Pariwisata didukung dengan tiga program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.25 Program Utama Bidang Pariwisata
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program pengembangan pemasaran pariwisata 1.063.000.000,00 1.061.228.000,00 99,83 2 Program pengembangan destinasi pariwisata 5.022.021.000,00 5.001.526.750,00 99,59 3 Program pengembangan Kemitraan 757.038.000,00 754.446.000,00 99,66
36 Capaian realisasi terendah di Bidang Pariwisata adalah Program pengembangan destinasi pariwisata sebesar 99,59%, sementara untuk capaian tertinggi Program pengembangan pemasaran pariwisata sebesar 99,83%.
25) Bidang Pertanian
Bidang Pertanian didukung dengan 12 program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.26 Program Utama BidangPertanian
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.525.571.000,00 2.395.318.270,00 94,84 2
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 193.118.000,00 192.259.500,00 99,56 3 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan 3.750.000,00 3.750.000,00 100,00 4
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1.064.376.000,00 1.045.071.852,00 98,19 5 Program peningkatan pemasaran hasil produksi
pertanian/perkebunan 256.075.000,00 252.238.634,00 98,50
6 Program peningkatan penerapan teknologi
pertanian/perkebunan 259.000.000,00 250.357.709,00 96,66
7
Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan 8.386.200.000,00 8.289.379.418,00 98,85 8 Program pemberdayaan penyuluh
pertanian/perkebunan lapangan 123.150.000,00 113.754.316,00 92,37
9 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu
Tanaman Perkebunan Berkelanjutan 1.815.363.000,00 1.747.384.513,00 96,26 10 Program pencegahan dan penanggulangan penyakit
ternak 462.055.000,00 459.053.566,00 99,35
11 Program peningkatan produksi hasil peternakan 1.037.247.000,00 1.011.880.139,00 97,55 12 Program peningkatan pemasaran hasil produksi
peternakan 959.639.000,00 911.167.783,00 94,95
JUMLAH 17.085.544.000,00 16.671.615.700,00 97,58 Capaian realisasi terendah di Bidang Pertanian adalah Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan sebesar 92,37%, sementara untuk capaian tertinggi Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan sebesar 100%.
26) Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral
Bidang Perdagangan didukung dengan satu program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.27 Program Utama Energi dan Sumberdaya Mineral
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program pembinaan dan pengawasan bidang
pertambangan 4.775.000,00 3.288.000,00 68,86
37 27) Bidang Perdagangan
Bidang Perdagangan didukung dengan tujuh program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.28 Program Utama Bidang Perdagangan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.817.222.000,00 2.464.995.876,00 87,50 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 915.870.000,00 834.314.979,00 91,10 3 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 13.500.000,00 12.989.500,00 96,22
4 Program perlindungan konsumen dan pengamanan
perdagangan 2.030.480.000,00 1.640.986.913,00 80,82
5 Program peningkatan dan pengembangan ekspor 263.000.000,00 221.825.266,00 84,34 6 Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri 55.128.076.000,00 54.709.348.872,00 99,24 7 Program pembinaan pedagang kakilima dan asongan 104.105.000,00 81.994.636,00 78,76
JUMLAH 61.272.253.000,00 59.966.456.042,00 97,87 Capaian realisasi terendah di Bidang Perdagangan adalah Program pembinaan pedagang kakilima dan asongan sebesar 78,76%, sementara untuk capaian tertinggi Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri 99,24%. 28) Bidang Perindustrian
Bidang Perindustrian didukung dengan tiga program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.29 Program Utama Bidang Perindustrian
No Program Anggaran
2019
Realisasi 2019
Rp Rp %
1 Program peningkatan kapasitas IPTEK sistem
produksi 61.500.000,00 55.222.411,00 89,79
2 Program pengembangan industri kecil dan menengah 2.274.180.000,00 2.166.918.136,00 95,28 3 Program peningkatan kemampuan teknologi industri 110.200.000,00 97.544.676,00 88,52
JUMLAH 2.445.880.000,00 2.319.685.223,00 94,84 Capaian realisasi terendah di Bidang Perindustrian adalah Program peningkatan kemampuan teknologi industri sebesar 88,52%, sementara untuk capaian tertinggi Program pengembangan industri kecil dan menengahsebesar 95,28%.
29) Bidang Transmigrasi
Bidang Transmigrasi didukung dengan satu program utama sebagai berikut: Tabel 2.3.30 Program Utama Bidang Transmigrasi
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program pengembangan wilayah transmigrasi 122.800.000,00 122.279.620,00 99,58
38 30) Bidang Administrasi Pemerintahan
Bidang Administrasi Pemerintahan didukung dengan 12 program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.31 Program Utama Bidang Administrasi Pemerintahan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 15.091.773.347,00 13.332.945.221,00 88,35 2 Program Pelayanan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 646.489.600,00 598.466.490,00 92,57 3 Program Penataan Daerah Otonomi Baru 34.540.000,00 25.725.647,00 74,48 4 Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan 565.010.200,00 491.894.901,00 87,06 5 Program peningkatan disiplin aparatur 50.000.000,00 49.000.000,00 98,00 6 Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan
rakyat daerah 24.887.593.653,00 24.678.240.182,00 99,16
7 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 274.687.000,00 271.562.910,00 98,86 8 Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala
daerah/wakil kepala daerah 2.359.065.000,00 2.017.572.585,00 85,52 9 Program Peningkatan Pelayanan Publik 220.030.000,00 93.751.917,00 42,61 10 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan
capaian kinerja dan keuangan 186.576.700,00 158.368.720,00 84,88
11 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 12.757.558.200,00 12.282.194.227,00 96,27 12 Program Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi dan
Publik Kecamatan 229.921.000,00 221.710.250,00 96,43
JUMLAH 57.303.244.700,00 54.221.433.050,00 94,62 Capaian realisasi terendah di Bidang Administrasi Pemerintahan adalah Program Peningkatan Pelayanan Publik sebesar 42,61%, sementara untuk capaian tertinggi Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah sebesar 99,16%.
31) Bidang Pengawasan
Bidang Pengawasan didukung dengan enam program utama yang terinci sebagai berikut:
Tabel 2.3.32 Program Utama Bidang Pengawasan
No Program Anggaran Realisasi
2019 2019 %
Rp Rp
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 549.008.000,00 484.787.531,00 88,30 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 591.000.000,00 572.678.525,00 96,90 3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 174.050.000,00 99.902.000,00 57,40 4 Program peningkatan sistem pengawasan internal dan
pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 997.754.000,00 657.384.527,00 65,89 5 Program peningkatan profesionalisme tenaga
pemeriksa dan aparatur pengawasan 30.250.000,00 26.588.530,00 87,90 6 Program Pengendalian Kerugian Daerah 21.350.000,00 12.979.300,00 60,79