Tips Bedah Buku

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

 DESKRIPSI MODUL

 DESKRIPSI MODUL

Modul ini merupakan bagian akhir dari

Modul ini merupakan bagian akhir dari pembelajaran bahasa Indonesia

pembelajaran bahasa Indonesia. Modul

. Modul

ini berisi tentang bimbingan bagi Anda yang ingin menambah keterampilan

ini berisi tentang bimbingan bagi Anda yang ingin menambah keterampilan

berbahasa.

berbahasa. Setelah mempe

Setelah mempelajari modul

lajari modul ini, diharapk

ini, diharapkan Anda

an Anda dapat mene

dapat menerapkan

rapkan

”Teknik Pembuatan Resensi Buku”. Modul ini sangat penting untuk dikuasai karena

”Teknik Pembuatan Resensi Buku”. Modul ini sangat penting untuk dikuasai karena

dengan memahami teknik pembuatan resensi, Anda akan menjadi lebih kritis dalam

dengan memahami teknik pembuatan resensi, Anda akan menjadi lebih kritis dalam

menghadapi karya tulis seseorang. Melalui pemahaman materi ini diharapkan agar

menghadapi karya tulis seseorang. Melalui pemahaman materi ini diharapkan agar

Anda menjadi kritis dan kreatif sehingga bisa menghasilkan karya yang bagus layak 

Anda menjadi kritis dan kreatif sehingga bisa menghasilkan karya yang bagus layak 

 jual. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pelajari modul i

 jual. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pelajari modul ini sebaik-baiknya.

ni sebaik-baiknya.

Modul ini dapat anda pelajari selama 1x2 jam pelajaran termasuk untuk 

Modul ini dapat anda pelajari selama 1x2 jam pelajaran termasuk untuk 

mengerjakan tes mandiri dan/atau tugas-tugas yang ada. Untuk mempermudah belajar

mengerjakan tes mandiri dan/atau tugas-tugas yang ada. Untuk mempermudah belajar

sebaiknya Anda lebih meningkatkan rasa percaya diri Anda. Selamat belajar, semoga

sebaiknya Anda lebih meningkatkan rasa percaya diri Anda. Selamat belajar, semoga

materi modul ini dapat menambah wawasan dan memotivasi Anda untuk selalu

materi modul ini dapat menambah wawasan dan memotivasi Anda untuk selalu

meningkatkan pengetahuan dan latihan menjelaskan teknik pembuatan resensi buku.

meningkatkan pengetahuan dan latihan menjelaskan teknik pembuatan resensi buku.

Selamat belajar, semoga modul ini dapat menambah wawasan dan memotivasi Anda

Selamat belajar, semoga modul ini dapat menambah wawasan dan memotivasi Anda

untuk selalu meningkatkan profesionalisme.

(2)

RESENSI BUKU

TUJUAN PEMBELAJARAN 

etelah selesai mempelajari kegiatan belajar terakhir, peserta diharapkan

dapat menjelaskan pengeritan resensi, manfaat resensi, substansi resensi,

dan teknik penulisan resensi.

 MATERI POKOK 

Pengertian Resensi

Manfaat Resensi

Substansi Resensi

Teknik Penulisan Resen

1. Pengertian Resensi Buku

Resensi buku sering diistilahkan dengan “Timbangan Buku”. Resensi atau

timbangan buku merupakan tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu buku

yang baru diterbitkan. Penulis resensi membuat penilain apakah buku baru it u baik 

atau tidak untuk dibaca. Ulasan-ulasan yang diuraikan dalam resensi adalah jenis

buku, keaslian ide, bentuk, isi dan bahasa, serta simpulan.

Resensi di koran berbeda dengan jurnal ilmiah. Resensi di koran biasanya

berupa bedah buku dengan isi ringkasan buku, tujuan tulisan, latar belakang penulis,

kesimpulan, kelemahan dan keunggulan tulisan serta kata/kalimat yang digunakan

sering tidak baku atau populer dan diperuntukkan untuk masyarakat umum. Resensi di

 jurnal ilmiah ditambah teori lain yang diungkapkan penulis lain dan bahasa yang

digunakan bahasa baku serta untuk kalangan tertentu (biasanya terpelajar).

Kegiatan

Belajar

1

(3)

2. Manfaat Resensi Buku

Berdasarkan pengertian di atas, resensi buku bisa dimanfaatkan sebagai berikut.

a. Membantu pembaca (publik) yang belum berkesempatan membaca buku yang

dimaksud atau membantu mereka yang memang tidak punya waktu membaca

buku.

b. Membantu pembaca (publik) agar mengetahui kelemahan dan kelebihan buku

yang diresensi. Pengetahuan tersebut dapat digunakan pembaca tentang cara

menulis buku yang baik.

c. Membantu pembaca (publik) agar mengetahui latar belakang dan alasan buku

tersebut diterbitkan. Dengan begitu, pembaca akan mengetahui alasan tidak 

tertulis (

undercover 

) penulisan buku tersebut.

d. Membantu pembaca (publik) agar mengetahui perbandingan buku yang telah

dihasilkan penulis yang sama atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis.

Peresensi yang baik tidak hanya mengulas isi buku apa adanya akan t etapi

mereka juga menghadirkan karya-karya sebelumnya yang telah ditulis oleh

pengarang yang sama atau juga menghadirkan buku-buku karya penulis lain

yang sejenis.

e. Bagi penulis buku yang diresensi, hasil resensi bisa digunakan sebagai

masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan selanjutnya karena tak 

 jarang peresensi memberikan kritik yang tajam baik itu dari segi cara dan gaya

kepenulisan maupun isi dan substansi bukunya.

f. Bagi penerbit, hasil resensi bisa dijadikan wahana koreksi karena biasanya

peresensi juga menyoroti soal

 font 

, mutu cetakan, dan unsur penerbitan

lainnya.

3. Substansi Resensi

Secara garis besar resensi buku yang baik setidak-tidaknya memuat hal-hal yang

penting dan perlu diketahui oleh pembaca, antara lain sebagai berikut.

1. Data Buku atau Identitas Buku

a. Judul buku

Judul buku harus ditulis lengkap. Jika buku yang diresensi merupakan buku

terjemahan, sebaiknya juga ditulis judul asli buku tersebut.

(4)

terjemahan, penulis buku asli dan penerjemah harus ditulis. Tulis editor jika dalam

buku tersebut ada editornya.

c. Nama penerbit dan tempat terbit.

d. Cetakan dan tahun terbit.

e. Tebal buku dan jumlah halaman (ditambah romawi).

2. Judul Resensi

Judul resensi boleh sama dengan judul buku, boleh juga tidak sama dengan judul buku

tetapi tetap dalam konteks buku tersebut.

3. Ikhtisar Isi Buku

Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menuliskan buku yang hendak 

diresensi. Berkaitan dengan hal ini, terdapat dua pola yang dapat dipakai. Pertama,

ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar

merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan

atau buku asli. Kedua, ringkasan adalah suatu bentuk tulisan yang tidak harus

mempertahankan urutan karangan atau buku aslinya.

4. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku

yang diresensi. Penilaian harus disertai dengan ulasan secara objektif dan jujur.

Penilaian dapat didasarkan pada teori atau perspektif tertentu.

5. Simpulan

Penulis resensi harus mengemukakan simpulan dari buku yang diresensi dan

himbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama penulis selaku peresensi.

4.

Teknik Penulisan Resensi

Teknik pembuatan resensi adalah berikut.

1) Tulis data buku atau identitas buku

Tulis nama penulis/pengarang (jika buku yang diresensi merupakan buku

terjemahan, penulis buku asli dan penerjemah harus ditulis), judul lengkap (jika

buku yang diresensi merupakan buku terjemahan), editor (jika ada), tempat (kota)

penerbit, penerbit, bulan atau tahun terbit dan jumlah halaman (ditambah romawi).

(5)

2) Buat judul resensi

Judul resensi bisa berupa judul buku akan tetapi boleh tidak sama dengan judul

buku. Judul resensi harus tetapi tetap dalam konteks buku itu.

3) Baca buku secara mendalam dan kritis

Membaca mendalam dilakukan agar dapat mengikuti alur pikiran penulis, melihat

hubungan antaraidenya, menghubungkan idenya dengan pengalaman kita, dan

mengevaluasi tulisannya dengan cerdas dan kritis. Membaca kritis dilakukan

mencari gagasan yang kontorversial dan mencari kekuatan serta kelemahan buku

yang diresensi. Membaca kritis juga digunakan untuk membandingkan dengan

teori lain yang diungkapkan oleh penulis lain dari buku lain. Pembaca yang

hati-hati dapat memperhati-hatikan hal-hal yang diperbuat penulis, seperti tema yang

meloncat-loncat atau bias tema. Dalam membaca buku, perhatikan kata atau

kalimat yang tidak dimengerti. Baca buku sampai selesai dan ikuti argumennya

(dengan membacanya) sampai selesai, jangan menjustifikasi sebelum selesai

membaca.

4) Buat ikhtisar isi buku

Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak 

diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman.

Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan

karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan

karangan atau buku aslinya.

5) Kritisi isi buku dengan memperhatikan hal-hal berikut.

a. Bandingkan materi tulisan dengan keadaan sekarang

(1) Kritisi materi tulisan sesuai dengan keadaan yang terjadi sekarang.

(2) Deskripsikan latar belakang, pekerjaan, reputasi penulis/pengarang.

b. Kritisi hal-hal atau keadaan penting yang berhubungan dengan buku tersebut.

Sebutkan sumber materi penulis.

c. Deskripsikan jenis buku yang diresensi.

Deskripsikan apakah buku yang diresensi termasuk buku sejarah, biografi,

kritik tulisan orang lain/literacy critism, sastra, dan lain-lain.

d. Jelaskan tujuan penulis dalam menulis buku yang diresensi dan terangkan

batasan tulisannya dengan tema.

(6)

(2) Deskripsikan apakah buku tersebut merupakan hasil survey atau hasil

eksperimen.

(3) Deskripsikan sasaran buku tersebut, apa buku tersebut ditulis untuk kaum

pelajar atau masyarakat awam.

e. Kritisi tema buku tersebut.

(1) Cari tema di bagian pendahuluan, isi, dan simpulan.

(2) Selama membaca kaitkan tema bagian dengan tema buku, apakah masih

berhubungan atau tidak.

f. Deskripsikan asumsi penulis, yang tersirat atau tersurat (jika ada),

berhubungan dengan materi yang ditulis.

g. Jelaskan struktur buku.

(1) Jelaskan validitas pembagian bagian-bagian buku (seperti pendahuluan, isi,

kesimpulan) .

(2) Jelaskah keterkaitan appendiks, bibliografi, catatan-catatan, indeks buku

dengan isi buku.

h. Analisis point utama atau konsep kunci dalam buku tersebut.

i.

Analisis jenis data yang digunakan penulis dalam mendukung argumennya.

(1) Analisis manfaat data tersebut dalam berargumen.

(2) Analisis kesesuaian argumen dengan data.

 j.

Buat kutipan untuk menunjukkan bagian penting buku tersebut.

k. Kritisi cara penulis mengkomunikasikan wacana atau teorinya.

(1) Jelaskan kesesuaian wacana dengan tujuannya.

(2) Kritisi kemungkinan wacana tersebut tidak sesuai (bias) dengan tujuan.

l.

Jelaskan tujuan lain tulisan dari buku yang diresensi.

Jelaskan apakah penulis menggunakan bahasa yang baku dan efektif?

m. Kritisi gagasan penulis.

Gagasannya berkembang dari isu atau tema penelitian.

6) Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar dan

kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.

(7)

SOAL-SOAL LATIHAN 

1. Tulis identitas buku secara lengkap dan jelas.

2. Buat judul resensi sesuai dengan konteks buku.

3. Baca secara mendalam dan kritis buku yang Anda resensi.

4. Buat ikhtisar isi buku.

5. Kritisi isi buku dengan memperhatikan aspek-aspek kekritisan resensi.

6. Sampaikan pendapat Anda mengenai buku yang Anda resensi. Katakan

sejujurnya. Tempatkan diri Anda sebagai seorang kritikus. Evaluasi kelayakan

itu dibaca oleh publik atau kelompok tertentu. Analisis kelebihan dan

kekurangan buku yang diresensi secara berimbang. Sebagai pelengkap,

analisis fisik buku tersebut, seperti sampul, kertas, hasil cetakan, dan

sebagainya.

7. Kegiatan Anda selesai. Berikan kata penutup. Meski Anda sudah

menyampaikan pendapat tentang buku tersebut, Anda harus tetap

mengembalikan penilaian pada pembaca.

(8)

Contoh Resensi

Judul

:

Penulis

:

Penerbit

:

Tahun terbit

:

Halaman

:

Sang Pemimpi vs Ketika Cinta Bertasbih

Seminggu ini saya berusaha menamatkan dua novel yang akan difilmkan yaitu Sang Pemimpi karya  Andrea Hirata dan Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 karya Habiburrahman El-Shirazy . Selesai membaca kedua novel ini, sebagai pembaca pemula, saya punyauneg-uneguntuk dituangkan dalam tulisan sebagai curhat.

Sang Pemimpi berkisah tentang dua orang sahabat, Ikal dan Arai, plus teman satu kostnya yang bernama Jimbron. Dua tokoh ini punya impian yang, bagi penduduk kampung Belitong, sangat tinggi, yaitu menginjak  altar suci Universitas Sorborne Prancis. Sedangkan Ketika Cinta Bertasbih bercerita tentang percintaan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Azzam, Furqon, dan Fadhil, serta melibatkan beberapa cewek akhwat seperti Elliana, Anna, Tiara, Cut Mala, dll. Dari dua novel ini ada perbedaan setting lokasi. Sang Pemimpi di Belitong dan sedikit di Jakarta, sedangkan Ketika Cinta Bertasbih mengambil setting di Mesir dan Solo.

  Andrea Hirata mampu meramu tulisannya sehingga seolah-olah kita sedang menonton adegan yang menghibur. Deskripsi cerita, dialog, dan penokohan diolah sedemikian alami sehingga tidak terkesan  berlebihan, namun punya pesan yang jelas. Sedangkan Habiburrahman meramu tulisannya dengan pesan yang sangat kentara, bahkan terkesan menggurui. Sedangkan cerita yang terkadang tidak masuk akal, dibuat begitu dramatis sehingga mirip dengan cerita sinetron besutan Om-om India. Dan, sebenarnya Ketika Cinta Bertasbih daripada difilmkan lebih cocok disenetronkan. Karena ceritanya bisa menyulut emosi, menguras air mata dan dibuat muter-muter dalam beberapa seri.

Segmen Sang Pemimpi adalah para remaja sekolah, pendidik, dan masyarakat pada umumnya. Bisa dikatakan, sebagai cermin Islam Indonesia yang toleran, bergaul dengan agama lain, tidak terlalu saklek dan militan. Bahkan di novel ini disebutkan bahwa Jibron diasuh oleh Pendeta Geovanni yang tidak mendoktrinnya apalagi punya missi, bahkan sangat menghormati agama Islam yang dipeluk Jimbron.

Sedangkan Ketika Cinta Bertasbih sasarannya adalah para ikhwan dan akhwat yang Islamnya militan, yang jika membayangkan wajah sang kekasih saja harus segera beristighfar, dan mendiskripsikan kesalehan seseorang diukur dari seberapa rapat menutup auratnya. Di sela-sela cerita juga disebutkan tentang bagaimana musuh-musuh Islam sangat membenci Islam, Yahudi yang dapat mencetak uang dan senjata, serta cerita-cerita yang membakarghirah(semangat) berjihad. Dan, ini sangat cocok bagi para aktifis dakwah, pejuang khilafah, dan pendamba Islam Kaffah.

Semoga dengan karya-karya sastra yang beragam ini dapat memperkaya cakrawala pembaca Indonesia dengan  bermacam-macam ideologi dan pola pikir.

(9)

 DAFTAR REFERENSI 

Soewandi, S. 2006. Langkah-langkah Meresensi Buku.

http://pelitaku.sabda.org/ 

langkah_langkah_meresensi_buku

, diakses 18 Pebruari 2010).

Kolin, P.C. 1994.

Successful Writing at Work 

(Fourt Edition). Lexington: D.C. Heath and

Company.

Maqosid, Y. 2008. Tips embuat Resensi.

(

http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/

01/07/tips-membuat-resensi/ 

, diakses 18 Pebruari 2010).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :