RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATA PELAJARAN : KIMIA
KELAS /SEMESTER : X IIS/SEMESTER 1 PENYUSUN : RISNA SUSANTI, S.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 2 JUAI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Identitas Sekolah
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Juai Mata Pelajaran : Kimia
Tahun Pelajaran : 2019/ 2020
Kelas/Semester : X IIS / Semester 1 Materi Pokok : Ikatan Kimia
Sub Materi : Stabilitas Atom Unsur dan Ikatan Kimia Alokasi waktu : 2 x 45menit JP
A. Kompetensi Inti
• KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
• KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
• KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
• KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat
3.5.1 Menjelaskan kecendrungan kestabilan unsur kimia
3.5.2 Menuliskan lambang Lewis dari elektron valensi unsur kimia 3.5.3 Menganalisis proses terbentuknya
ikatan ion.
4.5 Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik senyawa ion atau senyawa kovalen (berdasarkan titik leleh, titik didih, daya hantar listrik, atau sifat lainnya)
4.5.1 Menggambarkan proses terbentuknya ikatan ion berdasarkan lambang Lewis dari beberapa unsur.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Discovery Learning, dengan mengembangkan nilai karakter berpikir kritis , kreatif (kemandirian), kerjasama (gotong royong) dan kejujuran (integritas) secara mandiri siswa dapat menganalisis proses terbentuknya ikatan ion.dengan tepat.
D. Materi Pembelajaran
• Faktual : Senyawa Ion
• Konseptual : Lambang Lewis, kestabilan unsur
• Prosedural : Pembentukan Ikatan ion E. Media dan Alat Pembelajaran
Media :
• lembar kerja Peserta Didik
• Lembar penilaian
• SPU Alat/Bahan :
• Spidol
• papan tulis F. Model Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Metode : Ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan 3. Model : Discovery learning
G. Sumber Belajar
• Johari, J.M.C dan Rachmawati, M. 2017. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Erlangga:
Jakarta.
• Sunarya , Yayan dan Setiabudi Agus. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukaan Departemen Pendidikan Nasional
• Sumber Lembar kerja Peserta Didik untuk kalangan Sendiri
• Sumber Youtube https://www.youtube.com/watch?v=FTyPH46L-VQ H. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Tahap/Sintak
Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Karakter/
4C/ Literasi
Alokas i Waktu 1. Pendahuluan Orientasi
1) Guru memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai, dilanjutkan mengecek kehadiran peserta didik.
2) Guru memberi Apersepsi
Materi Prasyarat: Konfigurasi elektron:
Bagaimana konfigurasi elektron unsur 11Na dan 17Cl?
3) Guru memberika motivasi: “Sekarang, coba perhatikan garam dapur yang berwujud padatan putih. Garam dapur tersusun dari ion-ion natrium dan ion-ion klorin.
Bagaimanakah ion-ion tersebut dapat bergabung satu dengan lainnya sehingga membentuk garam dapur? Ion- ion tersebut bergabung dengan berikatan secara kimia atau bisa disebut ikatan kimia.”
4) Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai.
Berpikir kritis
10 meni t
2. Kegiatan Inti Stimulation/
pemberian rangsangan
1) Guru mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 5-6 orang perkelompok.
2) Guru menampilkan video tentang kestabilan unsur dan proses ikatan ion.
3) Guru menampilkan slide power point tentang kestabilan unsur gas mulia dan proses ikatan ion.
4) Guru memberikan LKPD kepada setiap kelompok.
kolaborasi Berpikir
kritis
65 menit
Problem Statement/
Identifikasi masalah
1) Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya setelah mengamati tayangan video tentang kestabilan unsur dan proses ikatan ion.
2) Guru menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik
Data Collection/
pengumpulan Data
1) Peserta didik diarahkan untuk berdiskusi dalam kelompok masing-masing untuk mengumpulkan data 2) Peserta didik diberi kesempatan membaca dan
menganalisis lembar kegiatan peserta didik dan literatur lain terkait dengan tugas kelompok
3) Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan
kolaborasi
untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasikan 4) Peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dipahami
Data processing (Pengolahan data)
1) Peserta didik mendiskusikan berbagai informasi yang telah ditemukan untuk dikaitkan dengan masalah yang sudah diidentifikasikan
2) Peserta didik diarahkan untuk mengolah data dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang ada di LKPD yang berkaitan dengan informasi-informasi untuk menjawab masalah yang sudah diidentifikasikan
Kreatif
Verification/
Pembuktian
1) Peserta didik mendiskusikan hasil pengolahan data dan memverifikasi hasil pengolahan data dengan teori pada buku dan sumber belajar lain yang relevan
2) Peserta didik di dalam kelompok menyimpulkan hasil diskusi sesuai masalah-masalah yang sudah diidentifikasi 3) Peserta didik diarahkan untuk mempersiapkan hasil diskusi
untuk disajikan di depan kelas
4) Perwakilan salah satu kelompok menyajikan hasil diskusi di depan kelompok lain
5) Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain yang mempunyai jawaban berbeda dari kelompok penyaji pertama
6) Guru melibatkan Peserta didik mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari Peserta didik yang lain dan membuat kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan Peserta didik sudah benar.
Komunikasi
Generalization/
Menarik Kesimpulan
1) Peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran dengan bimbingan guru.
2) Guru mempertegas kesimpulan yang disampaikan dan dicatat oleh peserta didik.
Kreatif
3. Penutup 1) Guru meminta hasil kerja peserta didik untuk dikumpulkan.
2) Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
3) Guru memberikan evaluasi
4. Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan berikutnya yaitu ikatan kovalen.
I. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja 2. Bentuk Penilaian :
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi 3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi Peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
5. Pengayaan
a. Bagi Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)nn(maksimum) diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siwa yang mencapai nilai n n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
Juai, 18 Juli 2022
LAMPIRAN
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik )
IKATAN KIMIA
Tujuan Pembelajaran :
Melalui model pembelajaran Discovery Learning, dengan mengembangkan nilai karakter berpikir kritis , kreatif (kemandirian), kerjasama (gotong royong) dan kejujuran (integritas) secara mandiri siswa dapat menganalisis proses terbentuknya ikatan ion.dengan tepat.
KELOMPOK:
NAMA: 1 2 3 4 5 6
IKATAN KIMIA A. Stabilitas Atom Unsur
Atom-atom unsur cenderung berikatan dengan atom unsur sejenis atau berbeda melalui ikatan kimia untuk membentuk zat-zat berupa unsur atau senyawa sehingga berada dalam keadaan stabil. Dari konfigurasi elektron gas mulia pada tabel tersebut, diperoleh kesimpulan berikut.
1. Unsur-unsur gas mulia yang sangat stabil, kecuali He, memiliki 8 elektron valensi.
Unsur-unsur lain berusahan memperoleh konfigurasi elektron seperti gas mulia untu mencapai kestabilan. Hal ini dirumuskan menjadi aturan oktet
2. Unsur gas mulia He memiliki 2 elektron valensi. Unsur-unsur dengan nomor atom kecil, yaitu H dan Li berusaha memiliki konfigurasi elektron gas mulia terdekat, yaitu memiliki 2 elektron valensi, seperti he untuk mencapai kestabilan. Hal ini dirumuskan menjadi aturan duplet
2. Lambang Lewis
Serah terima elektron dalam ikatan ion dapat digambarkan menggunakan Lambang Lewis. Lambang Lewis dari suatu unsur dinyatakan dengan lambang unsur dikelilingi oleh sejumlah titik ( ), tanda silang (x), atau tanda lainnya. Tanda itu menyatakan jumlah elektron valensi dari unsur tersebut.
3. Ikatan Ion
Ikatan ion terbentuk sebagai akibat kecenderungan atom-atom menerima atau melepaskan elektron sehingga memiliki konfigurasi elektron gas mulia. Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom logam dan nonlogam. Atom logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif (kation), sedangkan atom nonlogam cenderung menerima elektron membentuk ion negatif (anion).
MATERI AJAR
KELOMPOK 1
1.
Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel Atom Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Melepas / menerima elektron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
1
16O
8
1S2 2S2 2P4 6 Menerima 2e 1S2 2S2 2P6 O2-
24Mg
12
27Al
13
NO Pertanyaan Jawaban
1 Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6, 2, 3 untuk mencapai kestabilan?
KELOMPOK : 2
1. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel Atom Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Melepas / menerima elektron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
2
4Be 1S
2 2S2 2 Melepas 2e 1S2 Be2+
7N
20Ca
NO Pertanyaan Jawaban
1 Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 2, 5, 2 untuk mencapai kestabilan?
KELOMPOK 3
1. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel Atom Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Melepas / menerima elektron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
3
11Na 1S
2 2S2 2P6 3S1 1 Melepas 1e 1S2 2S2 2P6 Na+
15P
31Ga
NO Pertanyaan Jawaban
1 Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 1, 5, 3 untuk mencapai kestabilan?
KELOMPOK 4
1. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel
Atom Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Melepas / menerima elektron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
4
3Li 1S
2 2S1 1 Melepas 1e 1S2 Li+
17Cl
37Rb
NO Pertanyaan Jawaban
1 Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 1, 7, 1 untuk mencapai kestabilan?
KELOMPOK 5
1. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel Atom Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Melepas / menerima elektron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
5
8O 1S
2 2S2 2P4 6 Menerima 2e 1S2 2S2 2P6 O2-
13Al
19K
No Pertanyaan Jawaban
1 Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6, 3, 1 untuk mencapai kestabilan?
KELOMPOK 6
1. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel Atom Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Melepas / menerima elektron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
6
9F 1S
2 2S2 2P5 7 Menerima 1e 1S2 2S2 2P6 F-
16S
20Ca
NO Pertanyaan Jawaban
1 Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 7, 6, 2 untuk mencapai kestabilan?
2. Pembentukan Ikatan Ion
Gambarkan proses terjadinya ikatan ion antara unsur berikut:
Contoh
11Na dengan 9F
Na → Na+ + 1e
F +1e→ F- +
Na+ + F-→ NaF (tidak ada lagi elektron pada persamaan akhir) Jadi Rumus Kimianya : NaF
a. 19K dengan 17Cl
K → …… +…….. × 1 K → K+ + e
Cl + … e →……. × 1 Cl + … e → …….
Jadi Rumus Kimianya : ……..
K+ +Cl- → ……
b. Gunakan lambang Lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan ion antara atom Mg (Z=12) dan atom Cl (Z=17) dalam senyawa Magnesium Klorida
KUNCI JAWABAN LKPD
1. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan gas mulia
Lengkapi tabel berikut:
Kel Atom Konfigurasi Elektron
Electron valensi
Melepas / menerima electron
Konfigurasi elektron baru
(stabil)
Lambang ion
1
8O 1S2 2S2 2P4 6 Menerima 2e 1S
2 2S2 2P6
O2-
12Mg 1S2 2S2 2P6 3S2 2 Melepas 2e 1S2 2S22P6 Mg2+
13Al 1S2 2S2 2P6 3S2 3p1 3 Melepas 3e 1S2 2S22P6 Al3+
2
7N 1S2 2S2 2P3 5 Menerima 3e 1S2 2S2 2p6 N3-
20Ca 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2
2 Melepas 2e 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 Ca2+
4Be 1S2 2S2 2 Melepas 2e 1S2 Be2+
3
11Na 1S2 2S2 2P6 3S1 1 Melepas 1e 1S2 2S22P6 Na+
15P 1S2 2S2 2P6 3S2 3P3 5 Menerima 3e 1S2 2S2 2P6 3S23P6 P3-
31Ga 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 3d10 4S2 4p1
3 Melepaskan 3e 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6
3d10
Ge3+
4
3Li 1S2 2S1 1 Melepas 1e 1S2 Li+
37Rb 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d10 4p6 5s1
1 Melepas 1 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d10 4p6
Rb+
17Cl 1S2 2S2 2P6 3S2 3P5 7 Menerima 1e 1S2 2S22P6 Cl–
5
8O 1S2 2S2 2P4 6 Menerima 2e 1S2 2S2 2P6 O2-
13Al 1S2 2S2 2P6 3S2 3P1 3 Melepaskan 3e 1S2 2S2 2P6 Al3+
19K 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S1
1 Melepaskan 1e 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 K+
6
9F 1S2 2S2 2P5 7 Menerima 1e 1S2 2S2 2P6 F-
16S 1S2 2S2 2P6 3S2 3P4 6 Menerima 2 e 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6
S2–
20Ca 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 2 Melepaskan 2 elektron
1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 Ca2+
KEL Pertanyaan Jawaban
1
Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6, 2, 3 untuk mencapai kestabilan?
Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6 (menerima elektron) 2, dan 3 untuk mencapai kestabilan maka cenderung melepaskan elektron
2
Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 5, 2, 2 untuk mencapai kestabilan?
Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 5 (menerima elektron) 2 dan 2 untuk mencapai kestabilan maka melepaskan elektron.
3
Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 1, 5, 3 untuk mencapai kestabilan?
Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 5 (menerima elektron) 1dan 3 untuk mencapai kestabilan maka melepaskan elektron.
4
Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 1, 1, 7 untuk mencapai kestabilan?
Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 7 (menerima elektron) 1 dan1 untuk mencapai kestabilan maka melepaskan elektron.
5
Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6, 3, 1 untuk mencapai kestabilan?
Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6 (menerima elektron) 3 dan 1 untuk mencapai kestabilan maka melepaskan elektron.
6
Berdasarkan tabel kegiatan di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 7, 6, 2 untuk mencapai kestabilan?
Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi 6 dan 7 (menerima elekton) 2 untuk mencapai kestabilan maka melepaskan elektron.
2. Pembentukan Ikatan Ion
b. 19K dengan 17Cl
K → …… +…….. × 1 K → K+ + e
Cl + … e →……. × 1 Cl + … e → …….
Jadi Rumus Kimianya : ……..
K+ +Cl- → ……
c. atom Mg memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 4s2 . jadi atom K akan melepas 2 elektron membentuk ion Mg2+
atom Cl memiliki konfugaris elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 . jadi menerima 1 elektron membentuk ion Cl-
LAMPIRAN BAHAN AJAR
IKATAN KIMIA
Pernahkan anda memperhatikan suatu kontruksi pondasi rumah? Dalam membuat sebuah bangunan, diperlukan kontruksi pondasi yang kuat dan kokoh sehingga stabil jika ada gempa.
Seorang insinyur bangunan harus membuat kontruksi pondasi rumah dengan membuat campuran dengan komposisi yang menghasilkan ikatan yang kuat/stabil dari pasir, semen dan kerikil.
Sama halnya seperti senyawa, Unsur-unsur bergabung membentuk senyawa melalui ikatan kimia yang stabil haruslah mempunyai konfigurasi elektron atom unsur gas mulia. Hal ini didasarkan fakta bahwa atom gas mulia berada di alam sebagai atom tunggal. Berbeda dengan atom unsur lainnya yang selalu berikatan dengan dengan atom unsur lain, atom gas mulia sulit membentuk ikatan kimia. Dengan kata lain, atom gas mulia mempunyai konfigurasi elektron yang stabil. Ada empat jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam.
A. Stabilitas Atom Unsur
Selain gas mulia, hampir semua unsur yang ada di alam terdapat sebagai senyawa (gabungan dua unsur atau lebih yang terikat secara ikatan kimia). Semua ini menunjukkan bahwa di alam unsur-unsur tidak stabil dalam keadaan unsur bebas. Ketidakstabilan unsur-unsur ini ada hubungannya dengan konfigurasi elektron yang dimilikinya. Pada 1916, G.N. Lewis dan Langmuir menyatakan bahwa unsur-unsur gas mulia sukar berikatan dengan unsur lain maupun dengan unsur sejenis sebab elektron valensinya sudah penuh. Menurut Lewis dan kossel, atom- atom berikatan untuk mendapatkan kestabilan dengan memiliki konfigurasi elektron gas mulia
Berikut ini merupakan konfigurasi elektron dari gas mulia
Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron Elektron valensi
He 2 1s2 2
Ne 10 1s2 2s2 2p6 8
Ar 18 [Ne] 3s2 3p6 8
Kr 36 [Ar] 4s2 3d10 4p6 8
Xe 54 [Xe] 5s2 4d10 5p6 8
Rn 86 [Rn] 6s2 4f14 5d10 6p6 8
Atom-atom unsur cenderung berikatan dengan atom unsur sejenis atau berbeda melalui ikatan kimia untuk membentuk zat-zat berupa unsur atau senyawa sehingga berada dalam keadaan stabil. Dari konfigurasi elektron gas mulia pada tabel tersebut, diperoleh kesimpulan berikut.
1. Unsur-unsur gas mulia yang sangat stabil, kecuali He, memiliki 8 elektron valensi. Unsur- unsur lain berusahan memperoleh konfigurasi elektron seperti gas mulia untu mencapai kestabilan. Hal ini dirumuskan menjadi aturan oktet
2. Unsur gas mulia He memiliki 2 elektron valensi. Unsur-unsur dengan nomor atom kecil, yaitu H dan Li berusaha memiliki konfigurasi elektron gas mulia terdekat, yaitu memiliki 2 elektron valensi, seperti he untuk mencapai kestabilan. Hal ini dirumuskan menjadi aturan duplet
Atom-atom memenuhi aturan oktet dan dublet dengan cara menerima (-) dan melepas (+) elektron atau menggunakan elektron secara bersama. Peristiwa ini akan menyebabkan terbentuknya ikatan kimia. Ikatan kimia menggambarkan cara atom-atom berikatan membentuk struktur tertentu.
2. Lambang Lewis
Serah terima elektron dalam ikatan ion dapat digambarkan menggunakan Lambang Lewis.
Lambang Lewis dari suatu unsur dinyatakan dengan lambang unsur dikelilingi oleh sejumlah titik ( ), tanda silang (x), atau tanda lainnya. Tanda itu menyatakan jumlah elektron valensi dari unsur tersebut.
Contoh pembentukan senyawa NaCl
Penggunaan tanda berbeda untu elekron ( dan x) adalah untu membedakan asal elektron valensi, meskipun dalam kenyataannya, kita tidak dapat membedakannya karena semua elektron identik. Berikut merupakan contoh-contoh unsur periode ketiga dengan lambang Lewisnya
Unsur-unsur periode ketiga (golongan A)
3. Ikatan Ion
Ikatan ion terbentuk sebagai akibat kecenderungan atom-atom menerima atau melepaskan elektron sehingga memiliki konfigurasi elektron gas mulia. Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom logam dan nonlogam. Atom logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif (kation), sedangkan atom nonlogam cenderung menerima elektron membentuk ion negatif (anion).
Dalam pembentukan ikatan ion, jumlah elektron yang dilepas suatu atom lainnya. Adanya dua muatan yang berlawanan dari kation dan anion menyebabkan timbul suatu gaya tarik menarik atau gaya elektrostatis yang kuat. Akibatnya, kedua ion tersebut berikatan membentuk senyawa ion. Ikatan kimia yang terbentuk akibat gaya elektrostatis antar ion disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).
Atom Na (Z=11) memiliki konfigura elektron 1s2 2s2 2p6 3s1 . jadi atom Na akan melepas 1 elektron membentuk atom Na bermuatan +1 yang disebut ion Na+
Atom Cl (Z=17) memiliki konfigurasi elektron ( 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 ). Jadi atom Cl akan menerima 1 elektron membentuk atom Cl bermuatan -1, yang disebut ion Cl-