3. KONSEP PERANCANGAN
3.1. Konsep Pemasaran 3.1.1. Tujuan Pemasaran
3.1.1.1. Tujuan Pemasaran Jangka Pendek
Tujuan pemasaran jangka pendek adalah dalam kurun waktu 6 bulan sampai setahun dari promosi Kota Samarinda ini adalah mencapai target wisatawan (lokal dan daerah sekitar provinsi) tahun 2010 untuk tempat-tempat pariwisata Kota Samarinda yaitu 600 ribu orang per tahun naik sekitar 50% dari kunjungan wisatawan pada tahun 2008. Target ini ditentukan dari jumlah penduduk Kota Samarinda yang sekarang hampir mencapai 800 ribu jiwa.
Dengan adanya pemasaran jangka pendek ini diharapkan target audience lebih mengenal, dan respek terhadap kota Samarinda sehingga memiliki rasa bangga terhadap kotanya.
3.1.1.2. Tujuan Pemasaran Jangka Panjang
Tujuan jangka panjagnya dalam kurun waktu 2-5 tahun mendatang adalah sebagai berikut:
a. Meningkatnya kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan nasional dan asing, dengan meningkatnya jumlah wisatawan tiap tahunnya memberi pendapatan terbesar bagi Kota Samarinda dari sektor pariwisata.
b. Dalam kurun waktu ini diharapkan selain terjadi peningkatan dalam sektor pariwisata diharapkan dapat menarik minat para investor agar menanamkan modalnya untuk pengembangan wisata khususnya di Kota Samarinda, dan perkembangan pariwisata di Kalimantan Timur pada umumnya.
c. dengan adanya pengembangan yang signifikan di kota Samarinda, diharapkan mampu dijadikan peluang bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.
d. Masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan ikut merasakan dan menyadari brand yang telah diciptakan, dan kemudian menjadikan masyarakat sebagai salah satu bagian dari pendukung brand itu sendiri.
3.1.2. Strategi Pemasaran
Agar tujuan pemasaran dapat berhasil, maka diperlukan strategi pemasaran yang diterapkan melalui konsep dasar 4P (Produk, Place, Price, Promotion).
Strategi ini di tinjau dari dua sudut yaitu strategi pemasaran jangka pendek dan jangka panjang.
3.1.2.1. Strategi Pemasaran Jangka Pendek a. Product (Produk)
Produknya adalah usaha untuk menjual produk-produk pariwisata di Kota Samarinda dan masyarakat Samarinda sebagai target audience. Dengan mengenal maka target audience akan mengatahui dan memiliki pengalaman mengenai tempat-tempat pariwisata di Kota Samarinda. Banyak tempat-tempat pariwisata yang bisa dijadikan sarana rekreasi bersama sahabat dan keluarga.
b. Price (Harga)
Dengan penentuan strategi harga diharapkan dapat mampu menaik minat target audience terhadap sebuah produk. Harga untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di Kota Samarinda tidak terlalu mahal sehingga bisa dinikmati dari berbagai kalangan.
c. Place (Distribusi)
Strategi distribusi adalah upaya untuk menghubungkan atau memberikan informasi mengenai tempat-tempat wisata di kota Samarinda kepada masyarakat kota Samarinda.
d. Promotion (Promosi)
Strategi pemasaran yaitu promosi; promosi merupakan arus informasi persuasif satu arah untuk mengarahkan seseorang untuk melakukan action.
Strategi promosi ini bisa dilakukan melalui advertising, public relation, sales promotion, direct marketing, public relation. Untuk promosi Kota Samarinda berserta tempat pariwisatanya, strategi yang digunakan adalah mengkombinasikan antar elemen promosi seperti advertising. Advertising mencakup berbagai media
periklanan, yaitu strategi media melalui ATL, BTL, dan TTL. Media ATL yang digunakan yaitu, print ad Koran, papan billboard, Website. Sedangkan BTL yang digunakan seperti poster, bookguide, brosur, x-banner, stationary, merchandise, backdrop, tenda pameran, flagchain. Sedangkan media TTL yang digunakan adalah sticker mobil.
3.1.2.1. Strategi Pemasaran Jangka Panjang a. Product (Produk)
Samarinda menjadi salah satu tujuan pariwisata di Indonesia yang tak kalah menarik dibanding kota-kota lainnya.
b. Price (Harga)
Strategi harga yaitu menjadikan kota Samarinda sebagai tujuan pariwisata dengan harga yang terjangkau bagi target audience dengan status ekonomi menengah maupun kalangan atas.
c. Place (Distribusi)
Mendistribusikan berbagai media komunikasi tingkat nasional, distribusi ini akan dilakukan di kota-kota di Indonesia. Hal ini dilakukan agar mendapat perhatian target audience yang melihatnya.
d. Promotion (Promosi)
Untuk promosi jangka panjang Kota Samarinda berserta tempat pariwisatanya, strategi yang digunakan adalah mengkombinasikan antar elemen promosi seperti advertising, personal selling, dan direct marketing. Advertising mencakup berbagai media periklanan, yaitu strategi media melalui ATL, BTL, dan TTL.
Media ATL yang digunakan yaitu, print ad koran, print ad majalah web banner, dan website. Sedangkan BTL yang digunakan seperti poster, bookguide, brosur, x- banner, light banner box, stationery, postcard, kaos, kalender, dan pin.
3.1.3. Tujuan Komunikasi Periklanan
Tujuan komunikasi periklanan adalah untuk membangun brand equity yang kuat, sebagai brand baru agar mendapat perhatian dari khalayak maka diperlukan tujuan komunikasi periklanan yang mampu menarik perhatian dari khalayak dan membangkitkan keinginan untuk melakukan suatu tindakan pengambilan keputusan terhadap sebuah brand. Untuk menjadikan brand equity ini semakin kuat dengan membangun brand awareness yang dapat dilakukan melalui media komunikasi periklanan.
3.1.4. Strategi Komunikasi Periklanan
Dalam merancang pembuatan iklan yang baik, selain memperhatikn struktur iklan (headline, subline, bodycopy dan amplifikasi), penting juga menggunakan elemen AIDA, yaitu: Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (kebutuhan), dan Action (tindakan).
a. Attention. Iklan promosi Kota Samarinda yang dibuat harus menarik perhatian target audience (brand awareness) baik dari segi visual maupun verbal.
b. Interest. Melalui tahap interest ini target audience diharapkan memiliki keinginan untuk memahami pesan lebih mendalam yaitu dengan mau membaca dan memahami pesan-pesan dari iklan yang ingin disampaikan.
c. Desire. setelah memahami pesan lebih mendalam dalam tahap ini audience akan lebih tertarik/ ingin mengetahui lebih jauh akan tempat- tempat pariwisata sehingga mencari informasi lebih lanjut.
Membangkitkan rasa ketertarikan ini bisa melalui tampilan foto-foto dan tagline yang menarik.
d. Action. Melalui pesan yang persuasif dan pemilihan kata-kata yang tepat maka target audience akan segera mengambil keputusan mengunjungi tempat-tempat wisata di kota Samarinda.
3.2. Konsep Media 3.2.1. Tujuan Media
Tujuan media yang digunakan untuk mempromosikan kota Samarinda bertujuan untuk:
a. Untuk meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap potensi daerah kota Samarinda yang memiliki tempat-tempat wisata yang menarik.
b. Menginformasikan bahwa kota Samarinda juga memiliki tempat wisata yang menarik.
c. Membangun kesadaran dan ingatan yang tinggi mengenai kota Samarinda.
d. Dengan didukungnya promosi, diharapkan memperbaiki image kota Samarinda yang cenderung negatif dimata target audience agar menjadi lebih berkesan sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.
e. Mengemas dan menyampaikan pesan secara jelas, sehingga pesan yang hendak disampaikan oleh dapat diterima oleh target audience.
f. Untuk menciptakan brand equity yang kuat sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah.
3.2.2. Strategi Media
Untuk mempromosikan kota Samarinda yaitu dengan merancang strategi penggunaan media secara efektif dan tepat sasaran. Media yang dipilih merupakan media-media memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga pesan dapat diterima oleh target audience dengan tepat. Media yang digunakan adalah media Above The Line, Below The Line, dan Trough The Line.
Strategi media ditentukan oleh beberapa hal, yaitu:
a. Cakupan. Daya jangkau media yang digunakan pada promosi kota Samarinda dipilih yang memiliki daya jangkau secara lokal karena target audience adalah penduduk kota Samarinda.
b. Tingkat keterbacaan. Hal ini meninjau konsentrasi pembaca dan penonton pada saat melihat media promosi tersebut.
c. Frekuensi. Tingkat pengulanggannya tepat sehingga melekat di dalam benak konsumen.
d. Penentu sasaran yang tepat yaitu dengan memanfaatkan media yang tersedia dengan semaksimal mungkin sehingga menguntungkan.
3.2.3. Pemilihan Media
Sub bab ini telah dijelaskan pada sub bab startegi pemasaran jangka pendek. Dalam memilih media, media yang dipilih adalah media-media yang disesuaikan dengan pergerakan target audience, kegiatan yang dilakukan target audience, dan media-media yang berada dekat dengan target audience. Media itu merupakan media melalui ATL, BTL, dan TTL.
Media ATL yang digunakan yaitu, print ad Koran, media billboard, dan website.
Media BTL yang digunakan seperti poster, bookguide, brosur, x-banner, stationary, flagchain, backdrop, tenda pameran, dan merchandise.
TTL berupa stiker promosi di alat transportasi umum.
3.2.3.1. Khalayak Sasaran 1. Khalayak Sasaran Primer
Dalam perancangan visual branding hendaknya mengenali target audience agar komunikasi yang disampaikan dapat diterima oleh target audience.
Dari hasil penelitian dan analisis menunjukan warga samarinda kurang mencintai kota Samarinda, dan terkesan tak acuh. Sebagian besar dari hasil penelitian menunjukan warga Samarinda tidak tahu mengenai tempat-tempat pariwisata yang dicangkangkan pemerintah. Mereka hanya mengetahui tempat pariwisata yang sudah cukup terkenal seperti Air Terjun Tanah Merah dan Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Padahal untuk dapat membuat Kota Samarinda dikenal orang banyak, butuh kerjasama dari masyarakat lokal agar memiliki rasa bangga dan mengetahui potensi daerahnya. Sehingga perancangan ini di targetkan khusus untuk masyarakat lokal dengan objektif masyarakat sebagai wisatawan.
Agar komunikasi yang dilakukan dapat tercapai maka harus mengenali target audience. Dengan menjabarkan demografi, geografi, behavior, dan psikografi.
Berikut analisis target audience berdasarkan hasil penelitian.
Demografi
Dari hasil data penelitian yang dilakukan melalui kuesioner dapat diketahui bahwa target audience berjenis kelamin pria maupun wanita, msayarakat kota Samarinda dengan batasan usia 20-40 tahun. Status perkawinan belum menikah maupun menikah. Memiliki tingkat pendidikan minimal SMU dengan status ekonomi menengah keatas.
Geografi:
Secara geografis, target market yang ingin dicapai adalah target market yang bertempat tinggal di Kota Samarinda; pusat kota Samarinda. Karena biasanya mereka yang tinggal di perkotaan cenderung tidak memiliki rasa tertarik terhadap kotanya.
Behavioural:
Biasa memilih berlibur bersama teman atau keluarga. Senang menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat. Senang menghabiskan waktu luang dengan jalan-jalan ke mal.
Psikografi:
• Menyukai tempat yang nyaman dan berfasilitas baik untuk menghabiskan liburan.
• Menyukai keramaian,
• Menyukai tempat pariwisata yang bersih, teratur, serta aman.
• Menyukai kebersamaan bersama keluarga/ kebersamaan dengan sahabat/
teman.
• Cenderung terpengaruh dengan kesan pertama (brand experience)
• Cenderung percaya apa yang dibaca dan didengar dari orang.
2. Khalayak Sasaran Sekunder
Khalayak sasaran sekundernya adalah orang-orang yang datang ke kota Samarinda untuk keperluan bisnis, sehingga mereka tinggal beberapa hari di Samarinda, atau orang-orang yang hanya sekedar mampir di kota Samarinda,
sehingga mereka tidak hanya sekedar mampir namun juga melakukan kunjungan wisata ke kota Samarinda.
3.2.3.2. Panduan Media
Media yang digunakan dalam upaya promosi Kota Samarinda terdiri dari beberapa jenis. Yaitu melalui media ATL yang digunakan yaitu, print ad Koran, media billboard, dan website. Media BTL yang digunakan seperti poster, bookguide, brosur, x-banner, stationery, merchandise, tenda pameran, flagchain, backdrop, stiker mobil promosi angkutan umum.
Media ATL yang digunakan dalam promosi kota Samarinda adalah:
a. Print Ad Koran
Media Koran dipilih karena media ini media yang sering di baca oleh target audience.
Kelebihan Koran:
1. Market Coverage: menjangkau daerah tertentu sesuai cakupan pasarnya 2. Comparison Shopping: sebagai katalog informasi atau sebagai
pembanding tentang barang yang akan dibeli.
3. Positive Consumer Attitudes: surat kabar dipandang memuat hal-hal aktual yang perlu segera diketahui khalayak pembacanya.
4. Flexibility: bebas tentukan pasar, ukuran, jenis, frekuensi tayang, warna, dan lain-lain.
Kekurangan media Koran:
1. Short Life Span: orang baca dalam waktu singkat.
2. Clutter: layout kadang kacau, informasi berlebihan, iklan berlebihan, iklan kacau dgn artikel.
3. Limited Coverage of Certain Groups: beberapa segmen tidak dapat dilayani dengan baik, umumnya pembaca berusia di bawah 20 tahun, bahasa yang digunakan biasa cenderung formal.
5. Product criteria: tidak semua produk dapat beriklan di surat kabar.
6. Poor reproduction: kualitas cetak tidak sebagus majalah atau brosur.
- Samarinda Pos
Samarinda Pos merupakan Koran lokal berada dibawah naungan Kaltim Post.
Samarinda Post ini memuat berita yang lebih spesifik mengenai kota Samarinda sehingga dengan pemasangan iklan di Koran ini mengenalkan brand baru bagi kota Samarinda.
- Kaltim Post
Koran Kaltim Post merupakan Koran terbesar di kaltim. Merupakan anak perusahaan Jawa Pos. pemasangan iklan di Kaltim Post ini mengenalkan brand baru dari kota Samarinda.
- Jawa Pos
Jawa Pos sebagai Koran yang berpusat di kota Surabaya, merupakan Koran terbesar kedua. Namun daya cakupnya cukup luas yaitu pulau Jawa dan tersebar di daerah lainnya.
Tabel 3.1. Media Print Ad Koran
Media Ukuran Jumlah Waktu Tayang
Kaltim Pos 150mm x 260 mm 2 buah Oktober, January Jawa Pos 150mm x 260 mm 2 buah Oktober, January Samarinda Pos 150mm x 260 mm 2 buah Oktober, January
b. Billboard
Billboard merupakan salah satu media luar ruang seperti poster berukuran besar yang di desain untuk orang-orang yang melakukan perjalanan dengan kendaraan. Alasan memilih media ini karena Samarinda merupakan kota yang padat, sebagian besar target audience cenderung melakukan perjalanan dengan berkendara. Billboard ini akan dipasang di jalan A. Yani, selain daerah ini terdapat tiang-tiang billboard yang efektif, tidak terhalang pandangan. Dan di wilayah ini baik pagi maupun malam arusnya tetap baik, tidak seperti di beberapa daerah yang arusnya menurun jika malam tiba.
Kelebihan:
• Jangkauan kemampuan menjangkau khalayak sasaran.
• Frekuensi (efektif 13 Minggu).
• Memiliki kemampuan mengulang pesan iklan yang sama terhadap target audience saat mulai dilupakan.
• Kontinuitas kesinambungan penyampaian pesan iklan.
• Ukuran Kemampuan media memberikan ukuran yang dituntut oleh pesan iklannya.
• Warna kemampuan menyajikan warna yang dituntut sesuai dengan suasana yang dikehendaki.
• Pengaruh kekuatan pesan iklan yang kreatif dapat mempengaruhi khalayak.
Kekurangan:
• Efektif bagi pengendara sepeda motor.
• Efektif bagi mereka yang duduk di bagian depan mobil.
• Tidak memberikan ruang pandang yang cukup bagi Bus & Kendaraan umum.
• Polusi Visual.
Tabel 3.2. Media Billboard
Media Ukuran Jumlah
Billboard 4m x 8m x 1m 1 buah
c. Website
Dengan perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat, internet sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia yang menyediakan berbagai informasi. Website dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai kota samarinda dengan akses yang mudah, dan hal-hal yang diinformasikan dapat diupdate secara berkala. Website dibutuhkan dalam penyebaran informasi mengenai kota Samarinda.
Tabel 3.3. Media Website
Media Ukuran Jumlah website 1000 pixel x 900 pixel 1 buah
Kelebihan:
• Mudah di akses darimana saja, dan kapan saja, dan oleh siapa saja.
• Merupakan media yang murah dengan jangkauan yang luas.
• Konten bisa terus diperbaharui mengikuti perkembangan.
• Bisa menampung informasi sebanyak mungkin.
Kekurangan:
• Tidak berguna bagi orang-orang yang tidak mengerti penggunaan internet.
Media BTL yang digunakan dalam promosi kota Samarinda adalah:
a. Poster
Poster merupakan salah satu media informasi yang cukup efektif untuk mempromosikan kota Samarinda. Poster ini berisi informasi seputar tempat- tempat wisata di kota Samarinda yang akan dipromosikan dan disajikan dengan tujuan menarik minat target audience. Penyebaran poster ini akan dilakukan di Dinas Pariwisata, hotel-hotel, travel agent, pom bensin dan restoran yang ada di kota Samarinda.
Tabel 3.4. Media Poster
Media Ukuran Jumlah Poster 40 x 60 cm
(Full colour)
1000 eksemplar
b. Brosur
Brosur dapat digunakan sebagai media yang berisi informasi secara mendetail.
Jangka waktu medianya yang lama menjadi keuggulan dalam menjangkau keseluruhan target audience. Penyebaran brosur dilakukan di travel agent, dinas pariwisata, hotel-hotel, dan rumah makan Chinese food, western food, dan Indonesian food yang sering dikunjungi target audience.
Tabel 3.5. Media Brosur
Media Ukuran Jumlah
Brosur 210 mm x 295 mm (Full Colour)
1000 eksemplar
c. Bookguide
Bookguide berisi panduan wisata tentang tempat-tempat pariwisata di kota Samarinda, peta Kota Samarinda yang memuat berbagai informasi penting.
Bookguide ini akan disebar dibeberapa tempat seperti travel agent, hotel-hotel, dan di kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda, juga pada saat festival Mahakam berlangsung.
Tabel 3.6. Media Bookguide
Media Ukuran Jumlah Bookguide
Peta Kota Samarinda
10,5 cm x 14,8 cm (Full colour) 297 cm x 420 cm
250 eksemplar
250 lembar
d. Stationary
Stationary terdiri dari kop surat, amplop, dan kartu nama. Stationery ini nantinya sebagai pelengkap keperluan kantor Dinas Pariwisata yang disesuaikan dengan tema brand yang baru.
Tabel 3.7. Media Stationery
Media Ukuran Jumlah Amplop 21 cm x 29,7 cm 200 lembar
Kop surat 21,5 cm x 10 cm 200 lembar Kartu Nama 9 cm x 4,5 cm 300 lembar
e. Merchandise
Terdiri dari kaos, postcard, kalender, dan pin. Merchandise ini dijual kepada khalayak pada saat event Festival Mahakam yang diadakan pada bulan November.
Penggunaan media Merchandise ini bertujuan agar sebagai media yang dapat mengingatkan kembali, dan penyebaran brand baru kota Samarinda lebih cepat, karena yang pangunjung yang datang ke Festival ini juga masyarakat dari luar kota Samarinda.
Tabel 3.8. Media Merchandise
Media Ukuran Jumlah
Kaos S, M, L 150 buah
Pin Diameter 4,4 cm 100 buah Kalender 20 cm x 13,5 cm 150 buah
Postcard 10,5 cm x 14,8 cm 150 buah
Sticker Diameter 10 cm 50 buah
f. Tenda Display
Stand ini diperlukan saat berlangsungnya festival Mahakam di kota Samarinda, Stand ini berupa tenda display di stand ini dijadikan wadah informasi bagi orang yang mengunjungi festival Mahakam, dan di stand ini nantinya juga akan dijual stationary dan merchandise.
Tabel 3.9. Tenda Display
Media Ukuran Jumlah Tenda Display 3 m x 3 m x 2.8 m 1 buah
g. X-Banner
X-Banner akan dipasang: satu buah di kantor dinas pariwisata, dan satu x- banner outdoor di stand saat festival Mahakam berlangsung, dan sisanya di travel- travel agent.
Tabel 3.10. Media X- Banner
Media Ukuran Jumlah
X- Banner 60 x 160 cm
(Full colour)
6 buah
h. Flag Chain
Flag chain sebagai media pendukung stand yang didirikan saat festival Mahakam berlangsung pada bulan November.
Tabel 3.11. Media Flag Chain
Media Ukuran Jumlah Flag Chain 14,8 cm x 210x 10 m
(Full colour)
1 buah
g. Backdrop
Backdrop sebagai elemen pendukung untuk stand yang didirikan saat festival Mahakam berlangsung.
Tabel 3.12. Media Backdrop
Media Ukuran Jumlah
Backdrop 2.5 m x 3 m (Full colour)
1 buah
h. Sticker Mobil
Sticker ini nantinya akan di pasang di angkutan kota di Kota Samarinda.
Karena transportasi umum yang beroperasi adalah angkot yang tersebar di seluruh daerah di Kota Samarinda. Meskipun Khalayak bukan pengguna transportasi umum ini namun dengan banyaknya angkot yang tersebar di kota Samarinda akan mudah terlihat dimana-mana. Angkot yang terdiri dari 3 warna yaitu merah, hijau, dan biru angkot yang akan di tempel sticker masing- masing warna akan di tempeli sebanyak 10 angkot yang mewakili warna tersebut.
Tabel 3.13. Media Sticker Mobil
Media Ukuran Jumlah
Sticker 1 ݉ ଶ
(Full colour)
30 buah
3.2.2.3. Program Media
Penggunaan media berikut merupakan media-media yang dibuat untuk menarik perhatian target audience, dan penggunaan media ini disesuaikan dengan karakteristik target audience yang di sasar.
Berikut adalah penjabaran singkat mengenai gambaran tentang penempatan media tersebut.
Tabel 3.14. Program Media
3.2.3.4. Biaya Media
3.2.3.4.1. Biaya Media ATL 1. Biaya Media Print Ad Koran
Tabel 3.15. Biaya Media Print Ad Koran
Jenis Media
Keterangan
Koran Jawa Pos Peletakan Hari Sabtu Halaman Selebriti
Jumlah Penayangan 2 kali
Ukuran 270 mm x 150mm
Harga satu kali penayangan Rp. 26,000,000
Biaya
Biaya media Rp. 52,000,000
Disc. 20% Rp. 10,400,000
Jumlah Rp. 41,600,000
Kaltim Post Peletakan Total Sport Halaman Akhir
Jumlah Penayangan 2 kali
Ukuran 270 mm x 150mm
Harga satu kali penayangan Rp. 15,300,000
Biaya
Biaya Media Rp. 30,600,000
Disc. 20% Rp. 6,120,000
Jumlah Rp. 24,480,000
Samarinda Pos Peletakan Ditentukan oleh pihak penerbit
Jumlah Penayangan 2 kali
Ukuran 270 mm x 150mm
Bahan CD 80 gr
Harga satu kali penayangan Rp. 18,000,000
Biaya
Biaya Media Rp. 36,000,000
Disc. 40% Rp. 14,400,000
Jumlah Rp. 21,600,000
Sub Total Rp. 87,680,000
PPN 10 % Rp. 8,768,000
Grand Total Rp. 96,448,000
2. Biaya Media Billboard
Tabel 3.16. Biaya Media Billboard
Jenis Media Keterangan
Billboard Ukuran 4 m x 8m x 1m
Bahan vinyl
Jenis cetak Digital Print
Biaya
Pembuatan box Uk. 4m x 8m Rp. 35,000,000
Pembutan Konstruksi Tiang D: 16 inci, T: 9 m, rangkap pipa 2 & 1,5 inci Rp. 60,000,000
Biaya Pasang Rp. 10, 000,000
Pajak dan Retribusi Rp. 18, 000,000
Pembayaran titik untuk 1 tahun Rp. 35, 000,000
Biaya pengurusan ijin Rp. 15, 000,000
Sub Total Rp. 173,000,000
Agency Fee 15% Rp. 29,950,000
Grand Total Rp. 202, 950, 000
3. Biaya Media Website
Tabel 3.17. Biaya Media Website
Jenis Media Keterangan
Website Jumlah 1 buah
Ukuran
Hosting Rp. 2,500,000
PPN 10% Rp. 250,000
Grand Total Rp. 2,750,000
3.2.3.4.2. Biaya Media BTL 1. Biaya Media Poster
Tabel 3.18. Biaya Media Poster
Media Keterangan
Poster Promosi Jumlah cetak 1000 eksemplar
Ukuran 40cm x 60cm
Bahan Rives Tradition 250 gr
Jenis cetak offset Biaya
Ongkos cetak Rp. 3,500/@ x 1.000 lbr Rp. 3,500,000,‐
PPN 10% Rp. 350,000
Grand Total Rp. 3,850,000
2. Biaya Media Brosur
Tabel 3.19. Biaya Media Brosur
Jenis Media Keterangan
Brosur Jumlah cetak 1000 eksemplar
Ukuran 21 cm x 29.5 cm
Bahan Rives Tradition 120 gr
Jenis cetak offset
Biaya
Ongkos cetak Rp. 2,300/@ x 1.000 lbr Rp. 2,300,000,‐
PPN 10% Rp. 230,000
Grand Total Rp. 2,550,000
3. Biaya Media Merchandise.
Tabel 3.20. Biaya Media Merchandise
Jenis Media Keterangan
Kaos Jumlah cetak 150 lbr
Ukuran All Size
Bahan Kaos 100% cotton
Jenis cetak Cetak Saring
Biaya
Bahan 150 biji x Rp. 20.000 Rp. 3,000,000
Ongkos Sablon 150 biji x Rp. 15.000 Rp. 2,250,000
Jumlah Rp. 5,050,000
Pin Jumlah cetak 100 biji
Ukuran 4,4 cm
Bahan Art paper 100gr dan pin
Jenis cetak Digital print
Biaya
Ongkos cetak Rp. 2,500/@ x 100 bj Rp. 250,000
Jumlah Rp. 250,000
Postcard Jumlah cetak 150 buah
Ukuran 11 cm x 16 cm
Bahan Rives Tradition 250gr
Jenis cetak Offset
Biaya
Ongkos cetak Rp. 500/@ x 500 lbr Rp. 250,000
Jumlah Rp. 250,000
Kalender Jumlah cetak 150 buah
Ukuran 20 cm x 13,5 cm
Bahan Rives Tradition 250gr
Jenis cetak Offset
Biaya
Ongkos Rp. 45,000/@ x 300 lbr Rp. 6,750,000
Jumlah Rp. 6,750,000
Sticker Jumlah cetak 100 buah
Ukuran D: 10 cm
Bahan Stiker vinly
Jenis cetak Digital Printing
Biaya
Ongkos cetak Rp. 500/@ x 100 lbr Rp. 50,000
Jumlah Rp. 50,000
Sub Total Rp. 12,350,000
PPN 10% Rp. 1,235,000
Grand Total Rp. 13,585,000
4. Biaya Media Bookguide.
Tabel 3.21. Biaya Media Bookguide
Jenis Media Keterangan
Bookguide Jumlah cetak 250 eksempelar
Ukuran 10,5 cm x 14,8 cm x 26 hal.
Bahan Rives Tradition 120gr & 140gr
Jenis cetak Offset
Biaya
Ongkos cetak Rp. 18.000 x 250 eksp Rp. 4,500,000
Jumlah Rp.4,500,000
Peta Jumlah Cetak 250 eksempelar
Ukuran 29.7 cm x 42 cm
Bahan Art paper 100 gr
Jenis Cetak Offset
Biaya
Ongkos Cetak Rp. 3.000 x 250 lbr Rp. 750,000
Jumlah Rp. 750,000
Sub Total Rp. 5,250,000
PPN 10% Rp. 525,000
Grand Total Rp. 5,755,000
5. Biaya Media Stationery.
Tabel 3.22. Biaya Media Stationery
Jenis Media Keterangan
Amplop Jumlah cetak 200 lembar
Ukuran 21 cm x 29,7 cm
Bahan Rives Tradition 120 gr
Jenis cetak Offset
Biaya
Ongkos Rp. 1000/@ x 100 lbr Rp. 100,000
Jumlah Rp. 100,000
Kertas Surat Jumlah cetak 200 lembar
Ukuran 21,5 cm x 10,5 cm
Bahan Rives Tradition 120 gr
Jenis cetak Offset
Biaya
Ongkos cetak Rp. 1000/@ x 200 lbr Rp. 200,000
Jumlah Rp. 200,000
Kartu Nama Jumlah cetak 100 lembar
Ukuran 5 cm x 9 cm
Bahan Rives Tradition 250 gr
Jenis cetak Offset
Biaya
Ongkos cetak Rp. 25.000/ 100 lbr Rp. 25,000
Jumlah Rp. 25,000
Sub Total Rp. 325,000
PPN 10% Rp. 32,500
Grand Total Rp. 355.500
5. Biaya Media X- Banner.
Tabel 3.23. Biaya Media X- Banner
Jenis Media Keterangan
X‐ Banner Jumlah cetak 6 buah
Ukuran 60 cm x 160 cm
Bahan 5 bh Glossy (indoor)
2 bh Vinyl (outdoor) Biaya
Bahan Glossy Rp. 90.000 x 5 bh Rp. 450,000
Bahan Vinyl Rp. 42,000 x 1 bh Rp. 42,000
Sub Total Rp. 492,000
PPN 10% Rp. 49,200
Grand Total Rp. 541,200
6. Biaya Media Flag Chain.
Tabel 3.24. Biaya Media Flag Chain
Jenis Media Keterangan
Flag Chain Jumlah cetak 1 buah
Ukuran 10 m
Bahan Vinly (outdoor)
Biaya
Bahan Rp.16,000/m x 9m Rp. 160,000
PPN 10% Rp. 16,000
Grand Total Rp. 176,000
7. Biaya Media Backdrop.
Tabel 3.25. Biaya Media Backdrop
Jenis Media Keterangan
Backdrop Jumlah cetak 1 buah
Ukuran 2 m x 3 m
Bahan Vinly (outdoor)
Biaya
Bahan Rp.20,000/m x 5 m Rp. 120,000
PPN 10% Rp. 12,000
Grand Total Rp. 132,000
8. Biaya Media Stand.
Tabel 3.26. Biaya Media Stand
Jenis Media Keterangan
Stan Tenda Display Jumlah 1 buah
Ukuran 3 m x 3 m x 2,8 m
Bahan Side / Reger:
Gas Pipe 1 Dim, thick 1, 2 mm, Gas Pipe 1 / 2 Dim, thick 1, 2 mm, Iron Betoneser 10 A.
Legs:
Water Pipe 1 1 / 4 Dim, thick 1, 4 mm ( Upper) Water Pipe 1 1 / 2 Dim, thick 1, 4 mm ( lower part)
Framework Roof:
Gas Pipe 3 / 4 Dim, thick 1, 2 mm Cover / Hood:
Fabrics thick waterproof Parasoil Biaya
Harga Tenda Rp. 1.900.000
Additional Logo/ word
on the tent, 2 side
Rp. 125.000
Sub Total Rp. 2,050,000
PPN 10% Rp. 205,000
Grand Total Rp. 2,225,000
3.2.3.4.3. Media TTL Media Sticker Mobil
Tabel 3.27. Biaya Sticker Mobil
Jenis Media Keterangan
Sticker mobil Jumlah cetak 30 buah
Ukuran 1 ݉ଶ
Bahan Sticker one way
Biaya
Bahan Rp.60,000/ ݉ଶx 1 ݉ଶ Rp. 60.000
Total Rp. 60.000 x 30 bh Rp. 2,400,00
PPN 10% Rp. 240,000
Grand Total Rp. 2,640,000
3.3. Konsep Kreatif 3.3.1. Tujuan Kreatif
Dalam merancang suatu promosi haruslah efektif dan mampu menarik perhatian dan melalui promosi ini dapat menciptakan brand image yang positif kota Samarinda.
Dalam tujuan kreatif perancangan komunikasi visual promosi wisata ini, terdapat tujuan kreatif yang dibuat, yaitu:
• Menciptakan sebuah brand untuk kota Samarinda sebagai kota yang juga memiliki potensi wisata.
• Untuk mewujudkan brand yang berhasil target utama adalah masyarakat samarinda, dengan adanya promosi ini diharapkan target audience dapat mengenal tampat- tempat Pariwisata kota Samarinda.
• Dengan tampilan visual dan verbal yang menarik, diharapkan target audience dapat langsung mengingat brand Kota Samarinda. Yang akhirnya mampu memunculkan rasa emosional terhadap kota Samarinda.
• Setelah mengenal, diharapkan target audience mampu menjadi host yang memiliki wawasan mengenai pariwisata Samarinda saat ada wisatawan di luar kota Samarinda yang datang ingin berkunjung.
3.3.2. Strategi Kreatif 3.3.2.1. Isi Pesan
Isi pesan yang akan disampaikan dalam komunikasi promosi ini berangkat dari karakteristik kota Samarinda dan pariwisatanya. Isi pesan ini berkaitan dengan pengenalan brand baru kota Samarinda sebagai salah satu tujuan wisata.
Keunggulan dari wisata yang mengutamakan seni, budaya, serta alam yang menarik dan unik dibandingkan kota-kota lainya.
3.3.2.2. Bentuk Pesan
Bentuk pesan dilakukan agar tercipta hubungan emosional dengan pelanggannya sehingga menciptakan brand loyalty. Pendekatan ini dilakukan secara rasional melalui tampilan foto-foto tentang Kota Samarinda berserta tempat wisatanya, melalui headline dan bodycopy yang mampu mempengaruhi pikiran konsumen sehingga tertarik pada apa yang ditawarkan.
a. Bentuk pesan verbal
Merupak pesa tertulis yang disampaikan lewat kata-kata. Pesan verbal yang akan disampaikan adalah kata-kata yang menarik perhatian khalayak mengenai keberadaan brand baru dan tempat-tempat wisata di kota Samarinda.
b. Bentuk pesan visual
Pesan visual berupa logo, fotografi, dan ilustrasi. Pesan yang digunakan melalui image yang menunjukan karakteristik Kota Samarinda berserta tempat wisatanya. Logo yang dibuat berdasarkan konsep yang dibuat dan berdasarkan penelitian yang mendalam mengenai ikon yang cocok untuk kota Samarinda.
3.3.3. Program Kreatif
3.3.3.1. Tema pokok Perancangan
Tema pokok perancangan ini berkaitan dengan potensi tempat- tempat wisata yang ada di Kota Samarinda yang memiliki kenunikan tersendiri mengenai sejarah, budaya, alam, dan kerajinan. Melalui keunikan itulah kemudian
dikembangkan sebuah tema yang berkaitan dengan positioning yang sudah terbentuk “The Colours of Borneo”. Positioning ini menjadikan Kota Samarinda lebih dikenal melalui tempat pariwisatanya yang akan memberikan suatu pengalaman tersendiri tentang kota Samarinda yang merupakan salah satu kota di provinsi Kal-tim. Selanjutnya perancangan akan mengacu pada tema pokok ini.
3.3.3.2. Pendukung Tema Perancangan
Untuk pendukung tema perancangan ini, digunakan pendekatan visual yang minimalis, dinamis, dan modern namun tidak menghilangkan karakeristik dari kota Samarinda.
3.3.3.3. Pemilihan bentuk pesan Verbal
Melalui pesan verbal maka pesan dapat tersampaikan secara jelas. Pesan verbal ini mengandung unsur pemberitahuan dan promosi yang bersifat persuasif.
Judul yang digunakan adalah “The Colours of Borneo”. Pesan verbal ini digunakan untuk membentuk citra kota Samarinda sebagai salah satu kota yang memiliki warna yang unik dan menarik di pulau Kalimantan. Huruf- huruf yang digunakan baik dalam media promosi dan yang terkandung dalam logo adalah untuk mendukung citra kota Samarinda sebagai kota dengan pariwisata yang etnik namun menyenangkan, dan terkesan santai.
Pada logo huruf yang digunakan adalah:
Black Boys On Mopeds:
Gambar 3.1. Font Black Boys On Mopeds Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis Dan Myrad Pro:
Gambar 3.2. Font Myrad Pro Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis
Pada Visualisasi Media menggunakan:
Headline:
LT Compendio:
Gambar 3.3. Font LT Compendio Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis Bodycopy:
TW Cent MT :
Gambar 3.4. Font TW Cent MT Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis Century Gothic:
Gambar 3.5. Font Century Gothic Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis
3.3.3.4. Pemilihan Bentuk Pesan Visual
Pesan visual yang akan ditampilkan adalah melalui logo dan visualisasi media promosinya.
Logo yang didesain di ambil dari ikon penting kota Samarinda yaitu Jembatan Mahakam dan Sungai Mahakam. Karena menurut riset kedua ikon ini menjadi ciri khas bagi kota Samarinda, dan hubungan jembatan dan sungai sangat erat sehingga perpaduannya menjadi sesuatu yang masuk akal.
Dari warna yang digunakan dalam logo adalah gradasi magenta- yellow adalah untuk mendukung brand baru kota Samarinda sebagai “The Colours of Borneo”, abu-abu mepresentasikan kota Samarinda yang modern.
Pesan visual akan berhubungan dengan desain layout dan sebuah ikon yang menarik dari salah satu hasil kebudayaan dan seni suku Dayak Kenyah, penggunaan ikon dalam bentuk pesan visual ini untuk menjaga kesinambungan dalam penyampaian pesan. Ikon yang digunakan adalah sebuah topi.
Gambar 3.6. Ikon Pesan Visual Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis
Dari filosofinya, topi adalah pelindung bagian penting manusia, merepresentasikan topi sebagai pelindung potensi-potensi pariwisata yang ada di kota Samarinda. Selain menggunakan ikon bentuk pesan visual ini juga menggunakan foto yang diaplikasikan dan di sesuaikan dengan media yang digunakan. Sedangkan dalam pengaplikasian warna, warna-warna yang digunakan adalah warna perpaduan biru kehijauan, digabungkan dengan warna coklat.
Perpaduan Biru-Hijau mengandung: C: 58%, M: 0%, Y: 27%, K: 0% , sedangkan warna coklat mengandung C: 33%, M: 52%, Y: 27%, K: 47%. Dalam konsepnya Biru-kehijauan mewakili air dan hutan yang ada disekililing kota Samarinda.
Sedangkan coklat untuk mewakili kebudayaan, etnik, dan tradisional.
Untuk grafis pengikatnya menggunakan ornamen suku Dayak yang sudah di atur sedemikian rupa menjadi sebuah motif. Motif ini dijadikan background dalam setiap media, dan menjadi grafis pengikat yang menonjolkan karakteristik kota Samarinda yaitu ornamen Dayak yang khas.
Beberapa hal yang berkaitan dengan pesan visual:
• Foto disesuaikan dengan karakteristik tempat pariwisata, yaitu elemen dari kekhasan tempat pariwisata yang unik yang ada di kota Samarinda.
• Menggunakan warna-warna yang mampu menarik perhatian bagi yang melihatnya.
• Pemilihan typeface adalah yang dianggap mewakili tema pokok. Yaitu menggunakan jenis-jenis yang menyenangkan, dinamais, ceria. Dipadukan dengan warna yang mendukung citra yang ingin disampaikan.
3.3.3.6. Biaya Kreatif (Design fee)
Tabel 3.28. Biaya Kreatif No. Keterangan Harga 1. Print Ad Koran Rp. 96,448,000 2. Billboard Rp. 202, 950, 000 3. Website Rp. 2.750.000
4. Bookguide Rp. 5.755.000
5. Poster Rp. 6,600,000 6. Brosur Rp. 2,550,000 7. X- Banner Rp. 541.200 8. Merchandise Rp. 13,585,000 9. Stationery Rp. 355,500 10. Flag Chain Rp. 176,000 11. Backdrop Rp. 132,000 12. Stand Pameran Rp. 2.655.000 13. Sticker mobil Rp. 2.970.000
Total Sementara Rp. 337.244.700 Fee Design 10% Rp. 33.724.470
Grand Total Rp. 370.969.170