1
PROPOSAL PETA WISATA KOTA TUA APLIKASI AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID
MENGGUNAKAN UNITY 3D
Nurul Adhayanti
[email protected] Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi
Abstrak: Kota Tua merupakan salah satu kawasan pariwisata yang terkenal di Jakarta. Minat akan wisata kota tua cukup diminati diberbagai kalangan masyarakat, namun kawasan pariwisata kota tua masih kurang dalam informasi tata letak wisata yang dapat dikunjungi, jika dibandingkan dengan kawasan pariwisata lainnya. Dalam penelitian ini dilakukan sebuah pembuatan peta interaktif berbasis teknologi augmented reality kawasan pariwisata Kota Tua dengan menggunakan metode markerless yang kemudian di scan sesuai dengan spesifikasi ram 2GB, dan android Jellybeen. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk memperkenalkan 32 objek bangunan yang berada di kota tua. Hasil test uji coba aplikasi menggunakan metode blackbox mendapatkan kesimpulan bahwa pengguna dapat melihat visualisasi periwisata Kota Tua.
Kata Kunci : Peta Wisata Kota Tua, Augmented Reality, Android, Unity 3D, C#.
1. Latar Belakang
Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda- benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, namun augmented reality hanya menambahkan atau melengkapi kenyataan (Salbino, 2015). Dengan bantuan teknologi augmented reality, lingkungan nyata di sekitar kita akan dapat berinteraksi dalam bentuk digital (virtual). Informasi-informasi tentang obyek dan lingkungan disekitar kita dapat ditambahkan ke dalam sistem augmented reality yang kemudian informasi tersebut ditampilkan diatas layer dunia nyata secara real-time seolah-olah informasi tersebut adalah nyata. Augmented reality semakin berkembang dan mulai banyak juga aplikasi maupun library
yang digunakan untuk mengembangkan augmented reality, misalnya Vuforia.
Augmented reality membutuhkan video streaming dengan kamera yang digunakan sebagai sumber masukan gambar, kemudian melacak dan mendeteksi marker (penanda) yang kemudian menampilkan model 3D dengan dibuat menggunakan perangkat lunak untuk desain 3D, misalnya SketchUp. Salah satu metode augmented reality yang saat ini sedang berkembang adalah metode "Markerless Augmented Reality", dengan metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital. Di sisi lain, markerless tersebut telah didaftarkan dan disimpan ke dalam database kemudian object tracker selanjutnya akan melacak dan mencocokkan markerless tersebut agar dapat menampilkan informasi yang sesuai.
2 Augmented reality sendiri telah diterapkan pada
berbagai bidang, seperti pada bidang pariwisata.
Menurut artikel katalogwisata.com pada tahun 2016 yang di jelaskan oleh G- traveler, kota tua merupakan kawasan penting di masa penjajahan. Kawasan ini mencakup sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, mulai dari Pelabuhan Sunda Kelapa sampai Museum Bank Indonesia. Dalam sektor wisata kota tua 2 menjadi destinasi yang tepat bagi pengunjung untuk belajar akan sejarah dan tidak sedikit para pelajar yang berkunjung untuk study tour ditempat ini namun, bagaimana jika para pengunjung yang berada di luar kota jakarta ingin melihat bagaimana gedung bersejarah yang ada dikota tua tersebut secara tiga dimensi dan biaya untuk menuju ke wisata tersebut cukup mahal karena jarak yang ditempuh cukup jauh. Tidak hanya itu kebanyakan para pengunjung merasa bingung arah tujuan yang bisa dikunjungi serta tidak tahu lokasi tempat yang akan dituju karena minimnya petunjuk arah lokasi wisata sejarah kota tua. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media informasi yang selain membantu permasalahan diatas juga dapat menarik dengan memanfaatkan teknologi augmented reality yang memungkinkan dapat lebih memperkenalkan wisata sejarah kota tua.
Dengan memanfaatkan teknologi augmented reality ini penulis berupaya membuat sebuah gagasan menggunakan teknologi augmented reality dengan memperkenalkan sebuah destinasi yang dapat dikunjungi di kota tua yang dapat menjadi gambaran seseorang akan sebuah destinasi
bangunan tersebut.
2. Solusi Yang Ditawarkan
Dari permasalahan yang ada, penulis dapat memberikan solusi dengan mengimplementasi pembuatan aplikasi Augmented Reality Peta Wisata Kota Tua Berbasis Android dengan metode markerless.
Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membantu wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini dan memiliki gambaran serta peta lokasi yang jelas dan tidak membingungkan. Penulis juga memperkenalkan 32 object wisata dalam bentuk 3D agar memudahkan user dalam menggunakannya.
3. Ruang Lingkup (Scope)
Proyek aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua yang akan dibangun ini mempunyai Ruang lingkup (Scope), artinya seberapa besar aplikasi yang harus dikerjakan serta apa saja batasan-batasannya. Untuk itu ruang lingkup Proyek aplikasi ini adalah objek bangunan yang ada di wilayah kota tua akan dibuat model bangunan 3D sebanyak 32 bangunan yang terdiri dari: (Museum Seni Rupa, Kantor Pos Kota, Gedung Asuransi Jasa Indonesia Kota Tua, Gedung Dasaad Musin, Cafe Batavia, Apartment Ruins, Gedung Tua Djakarta Lloyd, Old Corner Office, Former Hotel, Warehouse next to former Grand Hotel Kota Tua, Gedung Corner Kali Besar dan Kunir, Bank Mega Kota Tua, House Next to Museum Wayang, Museum Wayang, Museum Fatahillah, VG Pub Kota, Bahtera Adhiguna
3 Office Kota Tua, Kota’s Pub Kota tua, Kantor
Jasa Raharja Kota Tua, House on Pintu Besar, Kantor Kerta Niaga, Old House, Old Office, Gedung Kantor Bhanda Ghara Reksa Kota Tua, Big Old Office Kota Tua, Multiple Offices Kota Tua, Gedung Corner Office Annex, Gedung Corner Office Kota Tua, PT Skaha Kota Tua, Bank Indonesia Kota Jakarta, Museum Bank Mandiri, dan Stasiun Kota Jakarta).
4. Work Breakdown Structured
Work Breakdown Structured (WBS) adalah gambaran struktur fungsi dari level tertinggi sampai level rinci, adapun WBS dari Aplikasi Augmented Reality Peta Wisata Kota Tua yang akan dibangun adalah sesuai Gambar l berikut ini:Gambar 1: Work Breakdown Structure Aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua
5. Jadwal Pelaksanaan (Schedule)
Jadwal pelaksanaan adalah menunjukkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat aplikasi Augmented Reality Peta Wisata Kota Tua Berbasis Android tersebut secara keseluruhan sampai aplikasi siap dioperasikan. Untuk membuat jadwal pelaksanaan ini sebelumnya ada beberapa kegiatan yang harus dilalui terlebih dahulu diantaranya adalah:5.1 Estimasi Waktu
Sebelum dibuat jadwal
pelaksanaannya, maka terlebih dahulu dibuat tabel estimasi waktu yang diperlukan untuk mengerjakan aktivitas tersebut. Pembuatan estimasi waktu aktivitas ini dibuat berdasarkan apa yang ada pada WBS, dimana pekerjaan tersebut melihat dari level terakhir dari WBS, setelah ditentukan kegiatan yang diambil dari
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
AUGMENTED REALITY PETA WISATA KOTA TUA BERBASIS
ANDROID
Analisis Perancangan Implementasi testing
Analisis kebutuhan fungsional
Analisis kebutuhan perangkat
Menu AR, menu About, menu How To Use
Hardware Software
Model perancangan
Struktur Navigasi
Rancangan Aplikasi
Use case Diagram Flowchart aplikasi
Rancangan menu utama, Menu Play AR, Menu About, Menu How to Use Rancangan
Model Bangunan 3D
Rancangan bangunan 32 objek bangunan 3D
Tampilan
akhir aplikasi Uji coba aplikasi pada device Android dari versi Jellybean sampai Android 10
Uji coba Blackbox testing untuk menentukan fungsional button pada aplikasi
4 level trakhir WBS maka hasilnya sesuai yang
ditunjukkan Tabel 1.
Tabel 1: Estimasi Waktu Proyek
Kd Task Task
sblm Task ssdh
Wkt hari A
Analisis menuprogram
B 2
B Analisis kebutuhan perangkat
A C,E, G,I
2
C Model use case
& flowchart
B D 2
D Struktur navigasi
B F 1
E Rancangan 32 objek
bangunan 3D
B H 3
F Rancangan B J 2
Aplikasi
G Tampilan akhir aplikasi
D,F, H,J
K 2
H Testing pada device
K L 3
I Testing pada black box
L - 3
5.2 Diagram Network
Setelah estimasi waktu proyek sudah selesai dikerjakan, selanjutnya membuat Diagram Network, untuk membuat diagram network ini berpedoman pada tabel estimasi proyek dengan memperhatikan task sesudah dan sebelum, artinya sebuah kegiatan dilakukan sesudah kegiatan apa dan sebelum kegiatan apa.
Untuk lebih lengkapnya diagram network ini dapat ditunjukkan pada Gambar 2.
Gambar 2: Diagram Network Aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua
5
5.3 Jalur Kritis (Critical Path)
Jalur kritis (critical path) adalah jalur
yang menunjukkan kegiatan kritis dari awal kegiatan sampai dengan akhir kegiatan pada diagram network. Pengertian jalur kritis adalah waktu yang terlama artinya jika pada
jumlah lama waku itu proyek tidak selesai maka proyek dianggap selesai tidak tepat waktu sesuai yang direncanakan. Untuk menentukan jalur kritis dengan melihat total dari beberapa jalur yang dapat ditarik dari diagram network kemudian disusun kedalam sebuah tabel dan lama hari kerjanya dijumlahkan sehingga
totalnya kita bandingakan satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat dilihat dari dari beberapa jalur yang ditunjukkan pada tabel 2 yang terdiri dari jalur kegiatan kemudian perhatikan total terlama, maka itulah jalur kritisnya. Dalam hal ini yaitu total hari yang terlama adalah 17 hari pada jalur A,B,G,H,K,L,M.
Tabel 2: Daftar Jalur Kegiatan
Jalur Hari Ttl
A,B,C,D,K, K,L,M
2+2+2+2+2 +3+3
16 hari
A,B,E,F,K, L,M
2+2+2+1+2 +3+3
15 hari
A,B,G,H,K, 2+2+2+3+2 17 hari
L,M +3+3
A,B,I,J,K, L,M
2+2+1+2+2 +3+3
15 hari
Jalur kritis = A,B,G,H,K,L,M
=2+2+2+3+2+3+3= 17 hari
Tabel 3:
Schedule Aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua
Kd Task Juni 2020
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 A Analisis menu program
B Analisis kebutuhan perangkat
C Model use case & flowchart
D Struktur navigasi E Rancangan 32 objek
bangunan 3D F Rancangan Aplikasi
6 G Tampilan akhir aplikasi
H Testing pada device I Testing pada black box
5.4 Schedule
Usulan jadwal kegiatan dapat diterjemahkan dari daftar jalur kegiatan maupun dari diagram network. Jadwal kegiatan diperlihatkan pada Tabel 3 untuk kolom yang diarsir panjangnya disesuaikan dengan jumlah hari kegiatan. Waktu yang dibutuhkan pada jadwal
kegiatan ini selama 17 hari, jadi sesuai dengan waktu jalur kritis.
6. Alokasi Sumberdaya (Resource)
Sumber daya terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alat, dimana kedua sumber daya ini sangat memegang peranan atas keberhasilan proyek yang akan dibangun. Sumber daya ini dirincikan sebagai berikut:6.1 Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia yang dipekerjakan pada proyek Aplikasi
Aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua
berpedoman pada WBS yaitu ditentukan dari level terendahnya. Kebutuhan sumber daya manusia setelah merujuk ke WBS maka hasilnya seperti yang diuraikan pada Tabel 4 berikut ini.Tabel 4: Lokasi Sumber Daya Manusia
kode Task Wkt
hari
Jml SDM
Skill
A Analisis menu program
2 1 PR
B
Analisis kebutuhan perangkat
2 1 PR
C
Model use case &
flowchart
2 1 PR
D
Struktur navigasi
1 1 PR
E
Rancangan 32 objek bangunan 3D
3 1 PR
F
Rancangan Aplikasi
2 1 PR
G
Tampilan akhir aplikasi
2 1 PR
H
Testing pada device
3 2 TS
I
Testing pada Blackbox
3 2 TS
Catatan :
7
PR = Programmer
TS = Tester
6.2 Kebutuhan Sumber Daya Manusia
Berdasarkan jadwal pelaksanaan proyek dimana ada beberapa aktivitas terjadi paralel artinya dapat dikerjakan pada waktu yang bersamaan, maka jumlah kebutuhan Sumber daya manusia menurut skillnya dapat disusun sesuai Tabel 5 berikut ini.
Tabel 5: Kebutuhan Sumber Daya Manusia.
No Skill Jml
SDM
Keterangan
1
Programmer
1Untuk pembuatan program aplikasi &
Desain
2
Tester
2Untuk testing program &
system
6.3 Alokasi Sumber Daya Alat Operasional
Untuk menjalankan aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua diperlukan peralatan-peralatan yang dimuat pada Tabel 6 berikut ini:
Tabel 6: Peralatan Operasional Augmented Reality
Alat Keterangan
Perangkat keras:
1. Smartphone Android
User dapat menggunakan aplikasi tersebut
Perangkat lunak:
1. OS Android ver.6.0-terbaru
Untuk menjalanakan atau menggunakan aplikasi
6.4 Alokasi Sumber Daya Alat
Untuk membangun aplikasi Augmented Reality Wisata Kota Tua diperlukan peralatan-peralatan yang dimuat pada Tabel 7 berikut ini.Tabel 7: Peralatan Untuk Membangun AR
Alat Penjelasan
Smartphone Android
Sebagai perangkat untuk menjalankan aplikasi
7. MANAJEMEN PERUBAHAN
Melakukan perubahan struktur organisasi sesuai dengan sistem yang dibangun, mulai dari struktur organisasi, kebijakan SDM dan kebijakan pengembangan untuk masa yang akan datang.7.1 Struktur Organisasi
Manajemen strategi SI/TI yang diperlukan pada aplikasi Augmented Reality adalah untuk menciptakan hasil kerja yang optimal dalam mengimplementasikan sistem.
Sesuai dengan bisnis perusahaan, maka untuk itu dibuat sesuai dengan kebutuhannya dimana
8 sebagai tim yang akan melaksanakannya
dikepalai oleh seorang manajer yang didukung oleh jajaran yang berada dibawahnya adalah Bagian Keuangan, Marketing, Adm.& IT dan Pelayanan, sesuai Gambar 3 berikut.
Gambar 3: Struktur Organisasi Aplikasi Augmented Reality yang
Diusulkan
7.2 Rekrutmen Sumber Daya Manusia
Pengisian posisi dalam struktur organisasi diutamakan memanfaatkan SDM yang ada dengan memberikan pendidikan dan pelatihan, mungkin saja untuk mengisi kekosongan untuk posisi khusus seperti operator komputer dapat menerima pegawai baru yang memiliki kemampuan di bidang komputer.
7.3 Perencanaan Kebijakan
Diharapkan kedepannya aplikasi dapat dikembangkan lagi dan memiliki lebih banyak macamnya tidak hanya berfokus pada kota tua, misalnya dapat berupa peta wisata taman safari, dufan, dsb.
8. KESIMPULAN
Work Breakdown Structured (WBS) merupakan sebuah struktur yang paling awal
harus dibuat. Berdasarkan kesimpulkan dari aplikasi Augmented Reality Peta Wisata Kota Tua berhasil dibuat. Aplikasi ini terdiri dari 32 model bangunan 3D yaitu (Museum Seni Rupa, Kantor Pos Kota, Gedung Asuransi Jasa Indonesia Kota Tua, Gedung Dasaad Musin, Cafe Batavia, Apartment Ruins, Gedung Tua Djakarta Lloyd, Old Corner Office, Former Hotel, Warehouse next to former Grand Hotel Kota Tua, Gedung Corner Kali Besar dan Kunir, Bank Mega Kota Tua, House Next to Museum Wayang, Museum Wayang, Museum Fatahillah, VG Pub Kota, Bahtera Adhiguna Office Kota Tua, Kota’s Pub Kota tua, Kantor Jasa Raharja Kota Tua, House on Pintu Besar, Kantor Kerta Niaga, Old House, Old Office, Gedung Kantor Bhanda Ghara Reksa Kota Tua, Big Old Office Kota Tua, Multiple Offices Kota Tua, Gedung Corner Office Annex, Gedung Corner Office Kota Tua, PT Skaha Kota Tua, Bank Indonesia Kota Jakarta, Museum Bank Mandiri, dan Stasiun Kota Jakarta). Dari hasil uji coba pada smartphone berbasis android Jellybeen sampai android 10 dapat berjalan dengan lancar namun icon pada tiap device berbeda-beda ukurannya. Hasil test uji coba pada device dengan spesifikasi ram 1GB dapat berjalan namun adanya lag pada saat objek 3D ditampilkan. Maka disarankan untuk minimum spesifikasi ram adalah 2GB.
DAFTAR PUSTAKA
G-Travel. 2016. "Objek Wisata Menarik di Kota Tua". https://katalogwisata.com/objek- wisata-menarik-di-kota-tua. Diakses pada tanggal 18 April 2020.
9 H,Vitono, Nasution H, dan Anra H. 2016.
“Implementasi Markerless Augmented Reality Sebagai Media Informasi Koleksi Museum Berbasis Android (Studi Kasus: Museum Kalimantan Barat)”. Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JustIN), 4(2), 239-245”.
Santoso, H. 2020. “Pembangunan Front-End Aplikasi E-Voting Berbasis Android Menggunakan Metode User Centered Design (UCD). (Studi Kasus : Pemilu Raya Universitas Muhammadiyah Malang)”.(Disertasi). Malang : Universitas Muhammadiyah Malang.
Salbino, S. 2015. “Buku pintar gadget android untuk pemula”. Jakarta: KunciKom
Shintauly, Omega dkk. 2016. “Augmented Reality PO Bus Harapan Jaya”.
https://omegashinta418.wordpress.com/2016/0 6/08/penulisan-ilmiah/. Diakses pada tanggal 8 April 2020.
Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 275/PERPUS/UG/2021
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : NURUL ADHAYANTI
Nomor Penulis : 070402
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Perumahan Taman Anyelir 3 blok k3
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FTI/IA/PENELITIAN/275/2021
Judul Penelitian : PROPOSAL PETA WISATA KOTA TUA APLIKASI AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN UNITY 3D
Tanggal Penyerahan : 22 / 03 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Dicetak pada: 21/07/2021 08:04:25 AM, IP:182.2.171.172 Halaman 1/1