• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sesi 2 DIAN KHOLIKA HAMAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sesi 2 DIAN KHOLIKA HAMAL"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

URBAN NUTRITION FOOD

Sesi 2

DIAN KHOLIKA HAMAL

(2)

Pengantar

• Sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah gizi ganda yaitu masalah gizi kurang yang masih menjadi masalah gizi utama di beberapa daerah dan masalah gizi lebih yang prevalensinya terus meningkat pada berbagai golongan usia.

• Saat ini masyarakat cenderung mengonsumsi makanan tidak seimbang seperti makanan siap saji (fast food). Keberadaan restaurant makanan siap saji (fast food) baik secara modern atau local telah menjamur di wilayah perkotaan yang ramai dikunjungi oleh masyarakat.

• Bahkan sampai saat ini makanan fast food local sudah menyebar di wilayah

pedesaan dengan jenis fast food yang beragam (Khomsan, 2004).

(3)

• Keberadaan restoran-restoran makanan cepat saji di Indonesia semakin menjamur terutama di kota besar, makanan yang disajikan berupa makanan tradisional seperti restoran padang dan makanan barat seperti Kentucky fried chicken yang terkenal dengan ayam gorengnya.

• Dengan manajemen yang handal misalnya pelayanan yang praktis, desain interior restoran yang rapi, menarik dan bersih tanpa meninggalkan unsur kenyamanan, serta rasanya yang lezat membuat mereka yang sibuk dalam pekerjaan memilih alternatif untuk mengonsumsi jenis makanan cepat saji, karena lebih cepat.

• Pada masa libur banyak keluarga yang memilih makan di luar dengan

mengonsumsi makanan cepat saji (Khomsan, 2004).

(4)

Hasil Penelitian

• Kontribusi tingkat konsumsi fast food terhadap energy, protein, lemak dan karbohidrat pada siswa daerah perkotaan diatas rata rata dengan jenis konsumsi fast food paling banyak dikonsumsi pada siswa di daerah perkotaan yaitu Fried Chicken

• Frekuensi konsumsi fast food pada siswa di daerah perkotaan paling banyak yaitu 6-7 kali dalam seminggu

• Status gizi di daerah perkotaan di dapatkan hasil yaitu banyak dengan

status gizi gemuk dan obesitas

(5)

DEFENISI

• Fast food atau juga sering disebut makanan cepat saji adalah kelompok makanan yang tersedia dalam waktu cepat dan siap disajikan.

• Junk Food  makanan dgn kandungan nutrisi yang rendah, namun memiliki kadar lemak yang tinggi serta tidak baik untuk kesehatan.

• Junk food dan fast food  mudah diperoleh di pasaran

kuliner atau di tempat-tempat khusus yang sudah

menyediakannya. Selain itu, untuk fast food, pengolahan dan

penyajiannya lebih mudah dan cepat, sehingga cocok bagi

mereka yang mempunyai kesibukan dalam pekerjaan

(Sulistijani, 2002).

(6)

PEMBAGIAN FAST FOOD

• Fast food yang berasal dari barat sering juga disebut fast food modern

 hamburger, pizza, steak dan sejenisnya.

• Fast food lokal sering juga disebut dengan istilah fast food tradisional seperti warung tegal, restoran padang, warung sunda.

• Industri makanan cepat saji di Indonesia sangat mempengaruhi pola

makan masyarakat. Penyajian yang cepat, cita rasa yang enak dan

jenis makanannya bervariasi sehingga memenuhi selera pembelinya

(Khomsan, 2004).

(7)

Kelebihan Fast Food

• Kelebihan makanan cepat saji adalah penyajian cepat sehingga hemat waktu dan dapat dihidangkan kapan dan dimana saja, tempat dan penyajian yang higienis.

• Makanan cepat saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan dan praktis.

• Pada umumnya makanan diproduksi oleh industri pengolahan pangan

dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat adiktif untuk

mengawetkan dan memberikan cita rasa pada produk tersebut

(8)

Jenis-Jenis Fast Food

• Hamburger (Jerman)  roti berbentuk bundar yang diiris dua dan ditengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, sayuran berupa selada, tomat dan bawang bombay. Diberi berbagai jenis saus seperti mayones, saus tomat dan sambal. Beberapa varian burger juga dilengkapi dengan keju, asinan, serta bahan pelengkap lain seperti sosis

• Pizza (Italia)  adonan roti yang umumnya berisi tomat, keju, saus dan bahan lain sesuai selera.

• French fries (kentang goreng), Belgia  potongan-potongan kentang yang digoreng dalam minyak goreng panas. Kentang goreng bisa dimakan begitu saja sebagai makanan ringan, atau sebagai makanan pelengkap hidangan utama. Kentang goreng memiliki kandungan glukosa dan lemak yang cukup tinggi.

• Fried chicken (ayam goreng)  Umumnya memiliki protein, kolesterol dan lemak.

• Spaghetti (Italia)  mie Italia yang berbentuk panjang seperti lidi, yang umumnya di masak 9-12 menit di dalam air mendidih dengan tambahan daging diatasnya.

• Sushi (Jepang)  terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.

• Hot dog  Sosis yang diselipkan dalam roti. Mustard, saus tomat, bawang dan mayonaise

(9)

Nilai Gizi Fast Food

• Pada umumnya makanan cepat saji mengandung kalori, kadar lemak, gula dan sodium (Na) yang tinggi tetapi rendah serat, vitamin A, asam askorbat, kalsium dan folat.

• Selain itu, cara menggoreng dengan banyak minyak (deep fry) juga akan meningkatkan kandungan lemak dalam fast food  meningkat tiga sampai empat kali lipat dari kadar lemak bahan mentah

• Lemak fried chicken dan chicken nugget rata-rata menjadi 40-64%, padahal ketika masih dalam keadaan mentah kadar lemaknya 25%.

• Penggunaan minyak nabati (vegetable oil) diharapkan dapat membangun brand image baru bahwa fast food bisa lebih sehat.

• Namun mengganti minyak hewani menjadi minyak nabati hampir tidak mengurangi bahaya minyak jenuh.

• Minyak nabati memang merupakan minyak yang tidak mengandung kolesterol, akan tetapi tidak berarti minyak nabati tidak meningkatkan kolesterol dalam darah.

• Semua minyak jenuh baik minyak hewani yang memang sudah mengandung kolesterol maupun

minyak nabati yang tidak berkolesterol mempunyai pengaruh yang sama buruknya. Minyak tak

jenuh jika dipanaskan dalam suhu tinggi dan berulang-ulang akan menjadi jenuh juga

(10)

Nilai Gizi Fast Food

(11)

Dampak Konsumsi Fast Food

• Makanan cepat saji yang dikonsumsi terus menerus akan berdampak terhadap kesehatan.

• Dengan mengonsumsi satu paket fast food regular yang umumnya terdiri dari fried chicken, kentang goreng dan minuman ringan (soft drink), berarti sudah mengonsumsi energy 1,500 kalori.

• Artinya telah mengonsumsi 75% anjuran kecukupan energy rata-rata sehari yaitu 2,000 kalori. Selain itu, dengan mengonsumsi satu paket fried chicken regular berarti kita telah mengonsumsi lemak sedikitnya 65 mg.

• Dimana anjuran kecukupan konsumsi lemak kira-kira 10% dari kecukupan energy sehari, tidak lebih dari 20%. Ketentuan ini setara dengan 25 mg lemak, paling banyak 45 mg lemak

• Kandungan kolesterol satu paket fast food regular bisa mencapi 300 mg lemak.

Padahal jumlah itu adalah batas maksimum yang bisa ditoleransi oleh tubuh.

(12)

Dampak negatif konsumsi fast food

1. Meningkatkan risiko serangan jantung  kandungan kolesterol yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan membuat aliran darah tidak lancar dan dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung koroner.

2. Membuat ketagihan  Fast food mengandung zat aditif yang dapat membuat ketagihan dan merangsang untuk ingin terus memakannya sesering mungkin.

3. Meningkatkan berat badan  Sering konsumsi fast food dan jarang berolahraga, akan mengalami penambahan berat badan yang tidak sehat.

4. Hasil lemak dari mengonsumsi fast food tidak digunakan dengan baik oleh tubuh  lemak inilah yang tersimpan dan menumpuk yang mengakibatkan obesitas.

5. Meningkatkan risiko kanker  Fast food mengandung lemak yang tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.

6. Memicu diabetes mellitus  Fast food mengandung kalori dan lemak jenuh yang tinggi dan akan memicu terjadinya resistensi insulin yang berujung pada penyakit diabetes mellitus. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespon insulin sehingga menurunkan penyerapan glukosa yang menyebabkan banyak glukosa menumpuk di aliran darah.

7. Memicu tekanan darah tinggi  Hampir semua fast food mengandung garam yang tinggi. Garam mengandung natrium, ketika kadar natrium dalam darah tinggi dan tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal, maka volume darah meningkat karena natrium bersifat menarik dan menahan air. Peningkatan ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh yang menyebabkan tekanan darah tinggi.

(13)

Upaya mengurangi dampak fast food

a. Variasi konsumsi makanan  makanan pokok, lauk pauk, buah-buahan dan sayur-sayuran.

b. Berat badan ideal  olahraga secara teratur sangat penting dilakukan untuk mempertahankan berat badan ideal agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

c. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol

d. Mengimbangi konsumsi makanan lemak jenuh dan kolesterol dengan makanan tinggi serat

e. Pengolahan buah-buahan menjadi jus merupakan salah satu cara yang baik

untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan di masyarakat. Agar diperoleh

asupan serat makanan sebagaimana yang diperlukan tubuh ketika mengonsumsi

jus buah hendaknya jus benar-benar dibuat dari buah asli. Tdk tertipu dengan

berbagai jenis minuman jus rasa buah yang sama sekali tidak mengandung

komponen buah.

(14)

f. Hindari konsumsi gula yang berlebihan  Fast food banyak mengandung gula, terutama gula buatan. Gula buatan tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi dan obesitas. Minuman bersoda, cake, dan cookies mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari 4 g atau satu sendok teh sehari.

g. Hindari konsumsi natrium yang berlebihan Sodium (Na)  Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak lebih dari 3,300 mg, sama degan 1 3/5 sendok teh.

Sodium yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung dan stroke.

h. Lemak jenuh yang juga banyak terdapat dalam fast food, yang berbahaya bagi tubuh

karena zat tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol.

(15)

Hubungan Antara Konsumsi Fast Food dan Status Gizi

• (Khomsan, 2004)  fast food merupakan makanan siap saji yang mengandung tinggi kalori, tinggi lemak dan rendah serat.

• Konsumsi yang tinggi terhadap fast food atau makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya gizi lebih atau kegemukan karena kandungan dari fast food tersebut, dan dapat menyebabkan penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan sebaginya.

• Konsumsi fast food merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya obesitas

• Semakin banyak konsumsi makanan cepat saji, semakin tinggi kejadian

obesitas, karena kandungan kalori dan lemak pada makanan cepat saji

sangat tinggi.

(16)

• Makanan jenis fast food sudah mengalami proses pemasakan terlebih dahulu, sehingga banyak kehilangan zat gizi penting seperti vitamin dan mineral, zat-zat gizi yang seharusnya di cerna dan diproses dalam saluran cerna tidak lagi dilakukan sehingga metabolisme di dalam tubuh pun menjadi kurang baik.

• Fast food adalah makanan favorit yang dikonsumsi oleh masyarakat

perkotaan, selain itu makan fast food memiliki nilai sosial dimana

kebanggaan ketika memakannya  dampak kesehatan

(17)

Hasil Penelitian Internasional

• Era globalisasi membawa dampak diperkenalkannya selera makan gaya fast food yang popular di Amerika dan Eropa. Budaya makan pun telah berubah menjad tinggi lemak jenuh dan karbohidrat sederhana, rendah serat dan rendah zat gizi mikro.

• Kegemukan atau obesitas banyak terkait dengan jenis atau apa yang dimakan daripada jumlah yang di makan. Rata-rata konsumsi energy penduduk Cina lebih tinggi daripada penduduk Amerika, namun kejadian obesitas 25% lebih banyak di Amerika.

• Ternyata perbedaannya ada pada sumber energy, karena orang Cina lebih

banyak konsumsi karbohidrat kompleks dan lebih sedikit lemak daripada

pola makan orang Amerika yang lebih banyak konsumsi lemak jenuh dan

gula.

(18)

Hasil Penelitian di Indonesia

• Peningkatan kemakmuran di Indonesia juga diikuti oleh perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan.

• Pola makan, terutama di kota besar, bergeser dari pola makan tradisional ke pola makan barat (terutama dalam bentuk fast food) yang sering mutu gizinya tidak seimbang.

• Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa anak yang

obesitas dikarenakan pola makan yang berlebihan dan tinggi

energy. Biasanya, frekuensi anak-anak dalam konsumsi fast food

rata-rata 1-2 kali seminggu, dengan jenis fast food yang sering

dikonsumsi adalah ayam goreng, kentang goreng dan soft drink.

(19)

Integrasi AIK

• Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 31:

اَي • يِنَب

ََمَدآ اوُذُخ

َ مُكَتَني ِز

ََد نِع

َ ِلُك

َ د ِج سَم اوُلُك َو

َُب َر شا َو لا َو او

اوُف ِر سُت

َُهَّنِإ

َ ب ِحُي لا

ََنيِف ِر سُم لا (

٣١ )

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf: 31)

• Hal senada dapat ditemukan di surat Al Baqarah 168:

اَي • اَه يَأ

َُساَّنلا اوُلُك

اَّمِم

َ ِض رلأا يِف لالاَح

اًب ِيَط لا َو

َُعِبَّتَت

َِتا َوُطُخ او

َِناَط يَّشلا

َُهَّنِإ

َ مُكَل

َ وُدَع

َِبُم

َ ني ( ١٦٨ )

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah:

168)

(20)

Penjelasan Ayat

• Dalam Al-Qur’an prinsip makanan sehat  tidak berlebih-lebihan.

Rasulullah bersabda: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

• Lalu prinsip lain  halal dan tayyiban, yang dimaksud dengan halal yakni diketahui atau jelas riwayat makanannya (misalnya bersumber dari mana dan diproses dengan cara seperti apa) selain itu memenuhi standar halal makanan yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Sementara istilah tayyiban disini yakni kualitas kandungan gizi/nutrisi dalam makanan.

• Rasulullah melarang untuk makan lagi sesudah kenyang.

“Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim).

Suatu hari, di masa setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam- macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis, wahai Bunda?” tanya para sahabat. Aisyah ra lalu menjawab, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”

Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit..

(21)

• Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu

“Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

• Rasulullah tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam.

• Rasulullah mengurangi konsumsi daging, sebab terlalu banyak daging

Pesan Umar ra, “Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi

hewan-hewan ternak!”

(22)

Tugas 1

• Perbedaan Junk Food dan Fast Food

• Defenisi, jenis, kandungan gizi, dampak pd kesehatan

• Mengapa masyarakat perkotaan banyak menderita obesitas dan

penyakit degeneratif

Referensi

Dokumen terkait

yang berjudul “ Gambaran Tayangan Iklan Fast Food (makanan siap saji) di Televisi dan Kebiasaan Makan Fast Food (makanan siap saji) dan Kejadian Obesitas Pada Pelajar Di SMA

konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan status gizi dan kenaikan berat badan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Teknik di Universitas

Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Modern (Fast Food), Pola Aktivitas Fisik, dan Faktor Lainnya dengan Status Gizi Pada Remaja SMA Cakra Buana

Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan siap saji (fast food) pada anak sekolah dasar yang mengalami overweight dan obesitas di sd muhammadiyah 2

Apakah Anda menjadi tertarik untuk membeli makanan siap saji (fastfood) jika Anda melihat iklan makanan fast food tersebut.. Bagian mana dari iklan makanan siap saji (fast food)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan konsumsi (fast food) makanan cepat saji, aktivitas fisik dan status gizi pada remaja di SMA Negeri

Gambaran Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji ( Fast Food), Aktivitas Fisik dan Status Gizi pada Remaja di SMA Negeri 1 Padangsidimpuan..

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gaya hidup seperti merokok, olahraga dan konsumsi makanan siap saji fast food terhadap hipertensi pada