JURNAL LENTERA : Kaji an Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Volume 3, Nomor 2, September 2017
ISSN : 1693-6922 (Print) ISSN : 2540-7767 (Online)
Peningkatan Produksi Dan Pemasaran Perikanan Nelayan
M. Ikhsan Setiawan, Reswanda T. Ade Universitas Narotama Surabaya [email protected]
Diterima :
10 Juli 2017
Direview : 15 Agustus 2017
Diterbitkan : 20 September 2017 Abstract: Global fish production currently reaches 158 million tons with the largest number of 91.3 million tons coming from the capture fisheries sector. Export results continue to increase to 35.4 billion dollars in 2012.
Portable Inflated Solar Power Cold Storage House technology as a production support facility and fishermen fisheries marketing, can be constructed and transferred to certain residential locations easily, safely, quickly and lightly (0.55 mm PVC Terpaulin). Research Methods using Experimental Method and Action Research, beginning with the development of design, manufacturing, testing and repairing of prototype.
Portable Inflated Solar Power Cold Storage House included: (1) technical test the speed of manufacture, transportation, assembly, installation, disassembly of Portable Inflated Structure, (2) Solar Power Cold Storage technical test related to Solar Power and Cold Storage products according to the condition of fisherman, so the fisherman fish results obtained are hygienic, cheap and profitable. The first year to develop the design of prototype Portable Inflated Solar Power Cold Storage House, followed by making prototype and ended with a prototype trial test at Narotama University Laboratory. The results of this research were continued mass production to support the acceleration of national fish absorption that hygienic, cheap and profitable.
Keywords: Portable Inflated, Solar Power Cold Storage House, Fisherman
Pendahuluan
Indonesia terdiri atas 17.502 buah pulau, dan garis pantai sepanjang 81.000 km dengan luas wilayah perikanan di laut sekitar 5,8 juta Km2, yang terdiri dari perairan kepulauan dan teritorial seluas 3,1 juta Km2 serta perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta Km2. Sumberdaya ikan yang hidup di wilayah perairan Indonesia dinilai memiliki tingkat keragaman hayati (bio-diversity) paling tinggi, mencakup 37% dari spesies ikan di dunia (Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1994). Terdapat beberapa jenis ikan bernilai ekonomis tinggi antara lain: tuna, cakalang, udang, tongkol, tenggiri, kakap, cumi- cumi, ikan-ikan karang seperti: kerapu, baronang, udang barong/lobster (Barani, 2004). Potensi lestari (maximum sustainable yield/MSY) sumber daya perikanan tangkap diperkirakan sebesar 6,4 juta ton per tahun.
Sedangkan potensi yang dapat dimanfaatkan (allowable catch) sebesar 80% dari MSY yaitu 5,12 juta ton per tahun. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan produksi perikanan tangkap Indonesia akan mencapai 7 juta ton pada akhir 2015, akan terjadi pertumbuhan sebesar 16,7 persen dibandingkan dengan realisasi produksi ikan tangkap tahun 2014 sebesar 6 juta ton, serta mencapai 8 juta ton pada 2016 atau meningkat 14,3 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun 2015.
Kebijakan pembatasan kapal yang boleh menangkap hanya di bawah 10 GT (Gross Ton) sampai pembatasan alat tangkapnya guna perikanan berkelanjutan, telah meningkatkan produksi nelayan. Namun melimpahnya produksi Ikan menimbulkan kekhawatiran akan kerugian yang bisa dialami nelayan, mengingat disaat hasil tangkapan ikan melimpah dengan jumlah yang banyak secara otomatis akan berdampak pada turunnya harga ikan. Nelayan membutuhkan tempat penyimpanan Ikan yang membuat Ikan tetap segar dalam jangka waktu yang lama. Selama ini Cold Storage bisa menjadi solusi akan terjaganya kualitas ikan atau hasil tangkapan lainnya, namun problem biaya Cold Storage serta sumber listrik yang terbatas, membuat banyak tempat penampungan Ikan nelayan tidak memiliki Cold Storage.
Volume 3, Nomor 2, September 2017 |
352
Solusi teknologi Cold Storage bagi nelayan dengan biaya ekonomis namun mampu sebagai etalase penjualan produk Ikan nelayan adalah Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House. Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House harus memenuhi syarat kekuatan, kenyamanan dalam ruang dan kecepatan dalam penempatan Cold Storage di tempat penampungan Ikan nelayan. Bahan membran Portable Inflated Structure dapat tahan terhadap cuaca hingga lebih dari 10 tahun, bergantung kepada jenis bahan coatingnya.1 Selain itu Bahan membran Portable Inflated Structure terbukti handal berdasarkan pengujian di Lab Universitas Narotama serta Uji Lapangan, memberikan hasil yang memuaskan meliputi kuat uji tarik hingga 218,3 kg, daya tahan material
>70oC, instalasi 3 menit, pemasangan 3 menit dan pembongkaran 3menit serta suhu dalam ruangan <35oC.2 Portable Inflated Structure dapat digunakan pada area terbatas, bahan struktur ringan (0.55 mm PVC Terpaulin), mudah dipindah, dilipat maupun diangkut ke lokasi lain hanya dengan truk/pickup.
Luaran yang akan dicapai setiap tahunnya pada Penelitian Produk Terapan “Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House” adalah sebagai berikut:
1. Tahun 2017, meliputi:
a. Prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House teruji di Lab Universitas Narotama
b. Publikasi hasil penelitian dalam bentuk Seminar/Proceeding Internasional dan Draft Jurnal Internasional terindex Scopus c. Registrasi PATEN di Kementerian Hukum dan HAM 2. Tahun 2018, meliputi:
a. Perbaikan dan Pengembangan Prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House hasil uji Lab Universitas Narotama
1 M. Ikhsan Setiawan, Ronny D. Nasihien, et.al, “The Development of Portable Inflated Stru cture as the Facility on Natural Disaster Area”, Australian Journal of Basic and Applied Sciences, ISSN 1991-8178, (April Issue 2014).
2 M. Ikhsan Setiawan, Ronny D. Nasihien, et.al, “Pengembangan Bangunan Portable Inflated Stru cture Sebagai Fasilitas Tanggap Bencana”, dalam Seminar Nasional Teknologi (SENATEK). (Malang: ITN, 2015).
b. Prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House teruji di Lapangan (Pasar Ikan)
c. Publikasi hasil penelitian dalam bentuk Seminar/Proceeding Internasional dan Jurnal Internasional terindex Scopus
d. Proses Lanjutan PATEN di Kementerian Hukum dan HAM Tinjauan Pustaka
Sarana pengolahan dan atau pengawetan produksi perikanan khususnya dalam proses pembekuan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi (economic added value) yang mampu dinikmati oleh pelaku usaha perikanan di daerah, berupa stabilisator harga komoditas perikanan serta kontributor dalam pengurangan angka pengangguran melalui serapan tenaga kerja. Keberadaan dan operasionalisasi cold storage diyakini mampu menciptakan berbagai peluang kerja seperti pedagang, buruh dan karyawan. Cold Storage adalah salah satu alat penunjang yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil tangkapan nelayan guna menjaga kualitas hasil tangkapan. Cold Storage dilihat dari fungsi dan kegunaannya mempunyai peranan penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen, sehingga peranan Cold Storage juga dapat menjaga harga jual tangkapan nelayan tidak mengalami penurunan disaat hasil tangkapan sedang menurun.
Penelitian dan pengujian terhadap sistem struktur pneumatik, antara lain dalam uji model struktur pneumatik pada tahun 1992 telah dilakukan dalam paper “Kajian dan Perancangan Bangunan dengan Konsep Struktur Pneumatik yang Ditekankan pada Aspek Teknik dan Metoda Konstruksi, Kasus Studi: Struktur Atap Pneumatik Membran Tunggal yang Ditumpu Udara pada Gedung Olah Raga”.3 Eksperimen model struktur diperlukan untuk mengetahui perilaku struktur sesungguhnya (prototipe) dengan menggunakan replika (model) struktur yang skalanya lebih kecil. Salah satu rekomendasi penelitian tersebut
3 Hery Budiyanto, “Kajian dan Perancangan Bangunan dengan Konsep Struktur Pneumatik yang Ditekankan pada Aspek Teknik dan Metoda Konstruksi, Kasus Studi:
Struktur Atap Pneumatik Membran Tunggal yang Ditumpu Udara pada Gedung Olah Raga”. (Tesis, Bandung: Institut Teknologi Bandung, 1992).
Volume 3, Nomor 2, September 2017 |
354
adalah struktur pneumatik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan struktur bangunan konvensional, yaitu investasi awal lebih murah, kecepatan dan kemudahan pembangunan, pemeliharaan mudah, elemen struktur dapat dilipat (ringkas) sehingga dapat disimpan dalam gudang dengan ukuran 3x3 m2. Eksperimen dilanjutkan dengan Penelitian Hibah Bersaing DIKTI Tahun 2008-2010 yang menghasilkan prototipe struktur pneumatik yang ditumpu oleh udara.4
Prototipe ini dapat dibangun hanya dalam waktu 30 menit, bangunan seluas 150 m2 siap menampung 50 orang. Kelemahan dari prototipe ini adalah penggunaan pintu rigid yang harus kedap udara sehingga menyulitkan masyarakat awam untuk membiasakan diri keluar masuk dari tenda gelembung. Hasil riset Purwanto yang dituangkan dalam tulisan berjudul “Perkembangan Struktur Pneumatik Memperkaya Desain Arsitektur”5 menyampaikan kemungkinan penerapan dan pengembangan struktur pneumatik di Indonesia, antara lain kondisi iklim di Indonesia, terutama masalah angin, bukanlah masalah yang berarti dan dapat diperhitungkan dengan perhitungan tekanan dalam struktur pneumatik.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan struktur pneumatik di Indonesia, antara lain perilaku, kondisi sosial masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan terutama dalam pemeliharaan bangunan.
Aspek keisengan masyarakat dalam memandang dan memperlakukan bangunan/fasilitas umum sering menimbulkan kerusakan. Namun, masyarakat perlu dibiasakan dan dikenalkan dengan sistem struktur baru ini sehingga dapat belajar pada satu kondisi, bentuk, perilaku atau peradaban baru.
Alain Chassagnoux dan kawan-kawan dalam “Teaching of Morphology”6 menjelaskan bahwa untuk mempelajari bentuk-bentuk
4 Hery Budiyanto, “Pembuatan Tenda Pneumatik Sistem Knock Down yang Ringkas dan Cepat Bangun Sebagai Bangunan Penampungan Sementara Untuk Korban Bencana”.
(Laporan Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2008-2010, Surabaya: Teknik Arsitektur Universitas Narotama, 2010).
5 Purwanto, “Perkembangan Struktur Pneumatik Memperkaya Desain Arsitektur”, Jurnal Dimensi, Vol 28 No. 1. (Surabaya: Universitas Kristen Petra, 2000).
6 Alain Chassagnoux, et.al, “Teaching of Morphology”, International Journal of Space Structures, Vol.17 No. 2 & 3. ( Brendwood (UK): Multi Science Publishing Ltd., 2002).
arsitektur kontemporer yang menggunakan struktur non-konvensional.
Para dosen bisa mengajak mahasiswa untuk melakukan eksperimen model sehingga mendapatkan pengalaman “membentuk” bangunan menggunakan elemen/komponen yang dirancang sendiri oleh mahasiswa.
Dengan studi bentuk bangunan melalui studi geometri dan sains akan memberikan pengalaman pembentukan struktur bangunan yang sulit dilakukan dan hiperhitungkan secara matematis. Teknologi Portable Inflated Solar Cold Storage House semakin mudah dengan teknologi Portable Inflated Structure yang dapat memenuhi syarat kekuatan, kenyamanan dalam ruang dan kecepatan dalam pembangunan Portable Inflated Solar Cold Storage House tersebut. Bahan membran Portable Inflated Structure dapat tahan terhadap cuaca hingga lebih dari 10 tahun, bergantung kepada jenis bahan coatingnya.7 Selain itu Bahan membran Portable Inflated Structure terbukti handal berdasarkan pengujian di Lab Universitas Narotama serta Uji Lapangan, memberikan hasil yang memuaskan meliputi kuat uji tarik hingga 218,3 kg, daya tahan material >70oC, instalasi 3 menit, pemasangan 3menit dan pembongkaran 3menit serta suhu dalam ruangan <35oC.8 Portable Inflated Structure dapat digunakan pada area terbatas, bahan struktur ringan (0.55 mm PVC Terpaulin), mudah dipindah, dilipat maupun diangkut ke lokasi lain hanya dengan truk/pickup.9
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan action research berupa pembuatan prototipe, melakukan uji coba Laboratorium dan uji coba Lapangan terhadap berbagai variabel (Cowan, 1968), berupa pengujian bahan membran Portable Inflated Structure terhadap: (1) fleksibilitas, kecepatan dan efektivitas dalam proses pembangunan portable inflated house, (2) kemudahan penggunaan solar power storage.
7 M. Ikhsan Setiawan, Ronny D. Nasihien, et.al, “The Development of Portable Inflated Stru cture as the Facility on Natural Disaster Area”, Australian Journal of Basic and Applied Sciences, ISSN 1991-8178, (April Issue 2014).
8 M. Ikhsan Setiawan, Ronny D. Nasihien, et.al, (2015) “Pengembangan Bangunan Portable Inflated Stru cture sebagai Fasilitas Tanggap Bencana”, Seminar Nasional Teknologi (SENATEK). (Malang: ITN, 2015), a.
9 Ibid, b.
Volume 3, Nomor 2, September 2017 |
356
Pelaksanaan penelitian ini mulai tahun 2017-2018, dengan Uji Lab dilakukan di Lab Universitas Narotama (Tahun ke-1), sedangkan Uji Lapangan (Tahun ke-2). Proses pengembangan desain, perbaikan desain prototipe, pabrikasi, pengadaan, pengembangan, uji teknis dan uji lapangan teknologi Portable Inflated Solar Cold Storage House dilakukan di Lab Universitas Narotama serta di Lapangan.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Aspek utama yang menjadi masalah dalam Penelitian Produk Terapan “Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House”, yaitu:
1. Pengembangan desain Portable Inflated Solar Power Cold Storage House.
2. Pengembangan prototipe Portable Inflated Solar Power Cold Storage House dilanjutkan uji teknis dan uji lapangan.
3. Kecepatan dan efektivitas dalam proses pengangkutan, perakitan, pemasangan serta pembongkaran bangunan Portable Inflated Solar Power Cold Storage House.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan Penelitian Produk Terapan “Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House” sebagai berikut:
1. Bagaimana pengembangan desain Portable Inflated Solar Power Cold Storage House?
2. Bagaimana pengembangan prototipe Portable Inflated Solar Power Cold Storage House dilanjutkan uji teknis dan uji lapangan?
3. Bagaimana kecepatan dan efektivitas dalam proses pengangkutan, perakitan, pemasangan serta pembongkaran bangunan Portable Inflated Solar Power Cold Storage House?
Tujuan Penelitian Produk Terapan “Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House” Sebagai Fasilitas Pendukung Peningkatan Produksi dan Pemasaran Perikanan Nelayan” adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pengembangan desain Portable Inflated Solar Power Cold Storage House.
2. Melakukan pengembangan prototipe Portable Inflated Solar Power Cold Storage House dilanjutkan uji teknis dan uji lapangan.
3. Melakukan pengujian kecepatan dan efektivitas dalam proses pengangkutan, perakitan, pemasangan serta pembongkaran Portable Inflated Solar Power Cold Storage House.
4. Melakukan publikasi terkait hasil penelitian dalam bentuk Seminar/Proceeding Internasional, Jurnal Internasional terindex SCOPUS serta proses PATEN di KemenkumHAM.
Manfaat khusus Penelitian Produk Terapan “teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House” adalah sebagai berikut:
1. Tersedianya prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House yang memiliki kecepatan/efektivitas dalam proses pengangkutan, perakitan, pemasangan, pembongkaran, serta teruji di Lab Narotama serta di Lapangan.
2. Tersedianya prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House yang dapat diproduksi massal oleh Mitra Industri sehingga dapat membantu percepatan pemasaran ikan Nasional yang higienis, murah dan menguntungkan.
3. Tersedianya publikasi ilmiah terkait hasil penelitian prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House dalam bentuk Seminar/Proceeding Internasional dan Jurnal Internasional terindex Scopus.
4. Tersedianyan PATEN di KemenkumHAM terkait produk penelitian prototipe teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House.
Urgensi (keutamaan) Penelitian Produk Terapan “Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House” adalah sebagai berikut:
1. Indonesia adalah salah satu pemain kunci dalam perikanan global, untuk perikanan tangkap, Indonesia berada di peringkat kedua setelah Cina dan untuk ikan budidaya menempati urutan keempat setelah Cina, India, dan Vietnam. Dari sisi penerimaan devisa, hasil ekspor produk perikanan Indonesia terus meningkat mencapai US$ 35,4 miliar pada tahun 2012.
2. Teknologi Storage House semakin mudah didukung penerapan teknologi Portable Inflated Structure yang dapat memenuhi syarat
Volume 3, Nomor 2, September 2017 |
358
kekuatan, kecepatan, kenyamanan dalam ruang dan kelayakan Solar Power Cold Storage didalamnya.
3. Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House menjadi solusi ketersediaan ikan segar di perkotaan yang higienis, murah dan menguntungkan, disebabkan penempatan Storage House yang fleksibel di pemukiman/perumahan disertai teknologi Solar Power Cold Storage yang sudah umum diterapkan masyarakat perkotaan.
4. Teknologi Portable Inflated Solar Power Cold Storage House memiliki prospek tinggi guna diproduksi massal oleh Mitra Industri, disebabkan tingginya kebutuhan ikan segar perkotaan dan minimnya ketersediaan produksi ikan yang higienis namun murah harganya.
Hasil Penelitian
1. Pengembangan Desain Prototipe Portable Inflated Solar Cold Storage House, melalui kegiatan:
a. Pengembangan Desain Prototipe;
b. Proses Drawing, Setting, Editing Desain Prototipe;
c. Finishing Desain Prototipe;
d. Uji Coba Desain di Lab Universitas Narotama;
e. Revisi Desain berdasarkan Hasil Uji Coba;
f. Launching Desain Prototipe.
Selanjutnya dilakukan Metode serta Teknik Pengembangan Desain Prototipe, berupa:
a. Survey dan Pengumpulan data Desain Prototipe;
b. Pengolahan Desain menggunakan Software Desain Grafis;
c. Uji Coba Desain;
d. Perbaikan Desain sesuai Hasil Uji Coba.
Kemudian dilanjutkan dengan Metode serta Teknik Analisis, berupa analisis Kuantitatif (Software Desain Grafis). Hasil akhir diperoleh Desain Prototipe Portable Inflated Solar Power Storage House, yang telah diuji Coba dan dilakukan revisi atas hasil Uji Coba tersebut.
2. Pembuatan Prototipe & Uji LAB Prototipe Portable Inflated Solar Cold Storage House, melalui kegiatan:
a. Pabrikasi Prototipe Portable Inflated Solar Power Storage House, pengadaan Solar Power dan pengadaan Fish Storage;
b. Uji Coba di LAB Universitas Narotama, meliputi:
(1) Uji fleksibilitas, kecepatan, efektivitas pembangunan;
(2) Uji coba kemudahan penggunaan solar power storage.
Kemudian dilanjutkan dengan Metode dan Teknik Analisis berupa analisis Kuantitatif (menggunakan Termometer, Stopwatch,).
Hasil akhir diperoleh Produk Prototipe Portable Inflated Solar Power Storage House, yang telah di Uji Coba di LAB dan telah dilakukan revisi produk atas hasil Uji Coba di LAB Universitas Narotama tersebut.
3. Pelaksanaan Registrasi PATEN, melalui kegiatan:
a. Identifikasi produk PATEN;
b. Persiapan dokumen PATEN;
c. Koordinasi dengan KEMENKUMHAM;
d. Pengajuan PATEN.
Selanjutnya Teknik Registrasi PATEN, meliputi:
a. Pengambilan data PATEN;
b. Pengolahan data PATEN;
c. Penyerahan data PATEN.
Kemudian dilanjutkan dengan Teknik Analisis pelaksanaan registrasi PATEN secara Kualitatif (Administrasi PATEN). Hasil akhir yang diperoleh adalah Registrasi PATEN atas produk Prototipe Portable Inflated Solar Power Storage House.
4. Pelaksanaan PUBLIKASI, melalui kegiatan: Persiapan dokumen untuk Publikasi Seminar/Proceeding Internasional dan Jurnal Internasional terindex SCOPUS. Selanjutnya dilakukan Metode dan Teknik Publikasi, meliputi:
a. Pengambilan/Pengolahan/Analisis data; dan
b. Pendaftaran, Registrasi, Editing, Translating, Abstract, Draft Full Paper, Final Full Paper, Reviewer Consultation, Sending Paper, Publishing.
Kemudian dilanjutkan dengan Metode serta Teknik Analisis, berupa analisis Kuantitatif (Publication). Hasil akhir diperoleh Publikasi
Volume 3, Nomor 2, September 2017 |
360
Seminar Internasional dan Draft Publikasi Jurnal Terindex SCOPUS atas produk Portable Inflated Solar Power Storage House.
Kesimpulan
Pada tahun pertama (2017) telah dilakukan: 1) pengembangan desain Portable Inflated Solar Power Cold Storage House; 2) pengembangan prototipe Portable Inflated Solar Power Cold Storage House dilanjutkan uji teknis; 3) pengujian kecepatan dan efektivitas dalam proses pengangkutan, perakitan, pemasangan serta pembongkaran Portable Inflated Solar Power Cold Storage House.
Berdasarkan pengembangan Portable Inflated Solar Power Cold Storage House tersebut, telah dihasilkan produk ilmiah meliputi: 1) Pemakalah dalam temu ilmiah internasional 2) Publikasi ilmiah internasional; 3) Proses Hak kekayaan intelektual HKI berupa PATEN; 4) Proses Buku Ajar ISBN; 5) Tingkat kesiapan teknologi TKT, LEVEL 4.
Definisi/Status: Komponen teknologi telah divalidasi dalam lingkungan laboratorium. Indikator: 1) Test laboratorium komponen- komponen secara terpisah telah dilakukan; 2) Kinerja dari masing-masing komponen teknologi (cara/metode/proses/produk) yang akan dikembangkan telah menunjukan hasil yang baik; 3) Percobaan fungsi utama teknologi dalam lingkungan yang relevan telah dilaksanakan; 4) Prototipe teknologi skala laboratorium telah dibuat; 5) Penelitian integrasi komponen telah dimulai; 6) Analisis awal menunjukkan bahwa fungsi utama yang dibutuhkan dapat bekerja dengan baik; 7) Integrasi komponen teknologi dan rancang bangun skala laboratorium telah diuji (low fidelity).
Daftar Pustaka
Budiyanto, Hery. 1992. “Kajian dan Perancangan Bangunan dengan Konsep Struktur Pneumatik yang Ditekankan pada Aspek Teknik dan Metoda Konstruksi, Kasus Studi: Struktur Atap Pneumatik Membran Tunggal yang Ditumpu Udara pada Gedung Olah Raga”. Tesis, Bandung: Institut Teknologi Bandung.
______________. 2010. “Pembuatan Tenda Pneumatik Sistem Knock Down yang Ringkas dan Cepat Bangun Sebagai Bangunan Penampungan Sementara Untuk Korban Bencana”, Laporan Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2008-2010. Surabaya: Teknik Arsitektur Universitas Narotama.
Chassagnoux, Alain, et.al. 2002. “Teaching of Morphology”, International Journal of Space Structures, Vol. 17 No. 2 & 3. Brendwood (UK):
Multi Science Publishing Ltd.
Purwanto. 2000. “Perkembangan Struktur Pneumatik Memperkaya Desain Arsitektur”, Jurnal Dimensi, Vol 28 No. 1. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Luchsinger, Rolf H. et.al. 2004. Pressure Indicated Stability: From Pneumatic Structure to Tensairity. Article No. JBE-2004-025, Journal of Bionic Engineering. Vol. 1. No. 3, hal.141-148. Changchun PR China: Jilin University - Nanling Campus,
Setiawan, M. Ikhsan, Nasihien, Ronny D., et.al. 2014. “The Development of Portable Inflated Structure as the Facility on Natural Disaster Area”, Australian Journal of Basic and Applied Sciences, ISSN 1991- 8178. April Issue 2014.
Setiawan, M. Ikhsan, Nasihien, Ronny D., et.al. 2015. “Pengembangan Bangunan Portable Inflated Structure Sebagai Fasilitas Tanggap Bencana”, Seminar Nasional Teknologi (SENATEK). Malang: ITN.
Setiawan, M. Ikhsan, Nasihien, Ronny D., et.al. 2015. “Poros Maritim Dunia dan Bencana Tsunami: Pengembangan Portable Inflated Structure Sebagai Fasilitas Tanggap Bencana”, Seminar Nasional Teknik Sipil XI-2015. Surabaya: ITS.