1
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
Muslichudin 311410181
Program Study Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang Tegal Danas Arah DELTAMAS Cikarang Pusat – Kab, Bekasi
E-mail : [email protected]
ABSTRAK
Kulit adalah salah satu organ terpenting pada manusia, karena melalui kulit kita dapat merasakan rasa dan permukaan sebuah benda. Apabila kulit terserang penyakit maka banyak akibat yang akan ditimbulkannya, mulai dari yang ringan yaitu terasa gatal atau sampai yang berat yakni kulit tidak dapat merasakan apapun. Berdasarkan permasalahan yang ada didalam lingkungan masyarakat maka perlu diciptakan suatu aplikasi yang dapat membantu masyarakat untuk dapat mengenali penyakit kulit yang diderita, sehingga tingkat kesadaran akan menjaga kebersihan makin tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, diberikan solusi yakni dengan dibangunnya suatu sistem pakar diagnosa penyakit kulit berdasarkan gejala yang dialami, sehingga mampu memberikan saran pengendalian serta pengobatanya. Perancangan sistem pakar ini menggunakan pemrograman PHP dan menggunakan database MySQL sebagai penyimpanan data. Sistem pakar ini menggunakan metode penalaran forward chaining. Sistem pakar ini nantinya dapat menghasilkan diagnosa penyakit kulit serta pengobatan dan solusi pencegahan yang perlu dilakukan. Dengan adanya sistem pakar ini tentunya sangat membantu masyarakat mengenali penyakit yang dideritanya sehingga tersadar untuk merujuknya ke dokter ahli. Selain itu dengan adanya sistem pakar ini seorang pakar (dokter) akan terbantu sebagian tugasnya karena tidak perlu lagi mengirangira penyakit yang diderita pasien sehingga pada nantinya akan terjadi kesalahan perkiraan karena daya ingat.
Kata Kunci : Sistem Pakar, Penyakit kulit, Forward Chaining
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi pada saat ini berkembang dengan sangat pesat, khususnya dalam bidang Komputer dan Teknologi Informasi. Kemampuan komputer untuk mengolah informasi dan pengetahuan pada saat ini sudah tidak dapat diragukan lagi, hal ini terlihat dengan banyak munculnya
program kecerdasan buatan atau disebut Artificial Intelligence yang merupakan salah satu bentuk dari kecanggihan komputer yang dapat berpikir dan menyelesaikan masalah seperti layaknya manusia. Salah satu bentuk Artificial Intelligence yang banyak digunakan pada saat ini adalah sistem pakar. Sistem pakar banyak digunakan dalam bidang kedokteran baik manusia maupun hewan yang
2 erat kaitannya dengan kemampuan suatu komputer untuk mendiagnosa suatu penyakit dari data yang dimasukkan oleh user yang kemudian akan memberikan jalan pemecahannya.
Berdasarkan kondisi saat ini, permasalahan yang sering muncul adalah ketersediaan dokter ahli atau pakar yang memiliki pengetahuan di bidang tertentu cukup terbatas sementara banyak pasien yang harus segera ditangani. Seperti halnya yang terjadi pada Klinik Budi Asih dan beberapa klinik umum lainnya. Seringkali petugas medis mengalami kesulitan ketika mendapat pasien yang mengeluhkan penyakit kulit sedangkan dokter ahli atau pakar tidak berada di tempat. Dengan adanya seorang perawat saja, tentunya belum mampu melayani pasien dengan optimal tanpa bantuan dokter ahli atau pakar tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan pasien harus menunggu atau bahkan mengunjungi klinik lainnya yang belum tentu letaknya berada dekat dengan lingkungan rumah mereka. Dengan adanya masalah tersebut, tentunya akan membuat pengobatan pasien menjadi tertunda serta mengeluarkan waktu lebih lama untuk menemukan klinik yang dapat menangani penyakit kulit mereka.
Sesuai dengan permasalahan di atas maka dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat menggantikan ketidak-hadiran seorang dokter ahli atau pakar untuk memberikan informasi dalam mendiagnosa penyakit kulit pada
pasien yaitu berupa aplikasi sistem pakar.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengimplementasikan sistem pakar untuk membantu pengambilan keputusan mendiagnosa penyakit dengan membangun
”SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING”.
2. LANDASAN TEORI
2.2 Sistem Pakar (Expert System) Sistem pakar adalah suatu sistem informasi yang berusaha mengadopsi pengetahuan dari manusia kedalam komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah layaknya seorang pakar (Sri Kusumadewi, 2003). Sedangkan pengertian sistem informasi adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu dengan yang lain untuk membentuk suatu kesatuan untuk mengintegrasi data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi tersebut (Budi Sutejo, 2006). Sistem pakar menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan ke dalam komputer.
Seseorang yang bukan pakar menggunakan sistem pakar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, sedangkan seorang pakar menggunakan sistem pakar untuk knowledge assistant (Sutojo, 2011:156).
Dengan sistem pakar, pemakai dapat memperoleh informasi yang berkualitas dengan mudah seperti halnya memperoleh
3 dari para ahli di bidangnya. Selain itu, sistem pakar juga dapat membantu aktifitas para pakar sebagai asisten yang mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan.
2.2 Forward Chaining
Menurut (Geovani, Syarif, & Fadhli, 2012), “Forward Chaining merupakan metode inferensi yang melakukan penalaran dari suatu masalah kepada solusinya. Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan menyatakan konklusi”. Pada metode Forward Chaning, penjelasan tidak terlalu terlalu terfasilitasi karena subgoals tidak diketahui secara eksplisit sebelum kesimpulannya ditemukan.
Pada metode Forward Chaning, pencarian dapat dilakukan dengan dua cara (Anik Andriani, 2016), yaitu :
a. Menginputkan semua data ke dalam sistem pakar dalam sesi konsulatsi. Cara seperti ini tepat dan berguna pada sistem pakar dimana proses di dalamnya terotomatis dan langsung menerima data dari database atau dari satu set sensor.
b. Memberikan elemen spesifik dari data yang diperoleh selama sesi konsultasi dalam sistem pakar. Cara ini mengurangi jumlah data yang diminta, sehingga data yang diminta hanya data yang benar-benar dibutuhkan oleh sistem pakar tersebut yang nantinya akan digunakan untuk mengambil keputusan.
3. METODE PENELITIAN
Berdasarkan pengumpulan data yang penulis lakukan didapatkan beberapa jenis penyakit kulit beserta gejala-gejala yang dialami yang kemudian akan dibuat sebagai bahan pembuatan sistem pakar yaitu sebagai berikut :
3.1 Pembentukan Rule (Aturan)
Pembentukan rule didapatkan dari penyatuan antara gejala-gejala dan penyakit yang didapat dengan memberikan kode-kode terlebih dahulu :
Tabel 3. 1 Penyakit Kulit Kode Nama Penyakit
Kulit
P001 Dermatitis Seboroik P002 Vitiligo
P003 Keloid
P004 Tinea Korporis P005 Impetigo Bulosa
Tabel 3. 1 Gejala Penyakit Kulit Kode
Gejala
Nama Gejala G001 Terasa Gatal
G002 Terdapat Lesi Kulit G003 Terasa seperti Terbakar G004 Kelupasan kulit atau ketombe
terjadi dikumis, jenggot dan alis G005 Terdapat gelembung-gelembung
dan berisi cairan kekuningan G006 Berdiameter 0,5 cm yang cepat
membesar dan mudah sekali pecah
G007 Kulit yang pecah tampak seperti kulit melepuh terkena
sundutan rokok
G008 Terdapat ruam yang melingkar dengan warna kemerahan atau
4 keperakan
G009 Kulit bersisik G010 Terjadi peradangan
Tabel 3. 3 Tabel Pakar
GEJALA
penyakit
P001 P002 P003 P004 P005
G001
G002
G003
G004
G005
G006
G007
G008
G009
G010
Tabel 3. 4 Tabel Rule
Rule IF THEN Keterangan
1
G001,G002,G
003,G004 P001 Dermatitis Seboroik
2 G001 P002 Vitiligo
3 G001,G003
P003 Keloid 4 G001,G008,G
009,G0010 P004
Tinea Korporis
5
G005,G006,G
007 P005 Impetigo
Bulosa
Gambar 3.1 Pohon Keputusan 3.2 Desain Perancangan
3.2.1 Use Case Diagram
Login
Diagnosa Artikel
About Profil
Data Admin Data Penyakit
Data Gejala Input Relasi Data Artikel
Pasien Admin
Logiut
Gambar 3.2 Use Case Diagram
Use Case Diagram pada Gambar 3.2 menjelaskan bahwa aktor pasien memiliki beberapa aktivitas yang dapat dilakukan yaitu melakukan login dan memilih menu dimana didalam menu terdapat beberapa pilihan seperti diagnosa, , profil, about, dan artikel, sementara untuk admin melakukan login dan memilih menu yang didalamnya terdapat
Diagnosa
G001
G003 G011 G002
G003
G004
G008
G009
G010
P003
P003 P001
P002
G005
G006
G007
P005
5 beberapa pilihan seperti data penyakit, data gejala, input relasi, dan data artikel.
3.2.2 Activity Diagram
Activity Diagram menggambarkan aliran aktivitas dalam perangkat lunak yang dibangun, bagaimana masing-masing aliran berawal, keputusan yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Pada umumnya activity diagram tidak menampilkan secara detail urutan proses, namun hanya memberikan gambaran global bagaimana urutan prosesnya.
a. Activity Diagram Admin 1) Activity Diagram Login
Admin Sistem
Login
Menu Aplikasi Start
Cek Validasi Login Invalid
Login Valid
End
Gambar 3. 3Activity Diagram Login Admin 2) Activity Diagram Data Penyakit
Admin Sistem
Data Penyakit
Tambah Edit Hapus
Start
Ya
Menampilkan Data Penyakit
End Simpan
Tidak
Gambar 3. 4 Activity Diagram Data Penyakit
3) Activity Diagram Input Relasi
Admin Sistem
Input Relasi Menampilkan Data Relasi
Pilih Penyakit
Pilih Gejala Start
End Simpan
Ya Tidak
Gambar 3. 5 Activity Diagram Input Relasi b. Activity Diagram Daftar Pasien
1) Activity Diagram Daftar dan Login Pasien
Pasien Sistem
Daftar Menampilkan Form Daftar
Memasukan data diri
Login
Menu Apikasi Start
Validasi Data Invalid
Data Valid
Validasi Login Invalid
Login Valid
End
Gambar 3. 6 Activity Diagram Daftar dan Login
6 2) Activity Diagram Menu Diagnosa
Pasien Sistem
Pilih Diagnosa Menampilkan List Gejala
Memilih List Gejala Memproses Pilihan
Menampilkan Hasil Diagnosa Mendapatkan Hasil Diagnosa
Start
end
Gambar 3. 7 Acivity Diagram Menu Diagnosa 3.2.3 Diagram Sequence
Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan urutan- urutan kejadian atau proses yang terjadi pada sistem. Berikut adalah sequence diagram dari sistem pakar mendiagnosa penyakit kulit.
Sequence diagram ini adalah proses pasien untuk mendiagnosa penyakit, dimana pasien akan diminta untuk memasukkan username dan password kedalam form login user dari proses pendaftaran sebelumnya. Jika proses login selesai maka pasien dapat memilih menu diagnosa untuk masuk ke form utama diagnosa. Proses selanjutnya pasien dapat memilih diagnosa untuk melakukan diagnosa penyakit dengan memilih gejala- gejala dan setelah itu data dikirim ke sistem untuk diproses dan hasil diagnosa akan ditampilkan pada hasil diagnosa.
: Pasien
Halaman Utama Login Diagnosa Hasil
1 : Halaman Utama()
2 : Input Username,password()
3 : Validasi() 4 : Login Invalid() 5 : Pilih Menu Diagnosa()
6 : Pilih Gejala() 7 : Proses()
8 : Menampilkan Hasil()
Gambar 3.8 Sequence Diagram Diagnosa 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Implementasi Sistem
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem pakar diagnosa penyakit kulit yang berbasis web. Dalam tahap ini penulis akan mengimplementasikan user interface aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit kulit yang telah dibuat. Interface atau hasil output dari pada perancangan aplikasi web merupakan antar muka untuk berinteraksi antara user dengan sistem. Interface yang dihasilkan dari perancangan ini semuanya di akses melalui halaman browser.
1. Halaman Utama Aplikasi
Halaman utama atau halaman selamat datang merupakan halaman yang pertama tampil ketika pengguna mengakses halaman web. Pada tampilan layar menu utama terdapat beberapa pilihan menu, yaitu : Home untuk kembali ke halaman utama, diagnosa untuk menjalankan proses dari sistem pakar tersebut dan artikel istilah untuk membuka halaman artikel pembelajaran, profil, about,
7 serta terdapat tombol login agar dapat menjalankan aplikasi diagnosa.
Gambar 4. 1 Interface Halaman Utama 2. Halaman Registrasi Pengguna
Halaman registrasi pengguna digunakan untuk melakukan registrasi bagi pengguna aplikasi.
Gambar 4. 2 Interface Halaman Registrasi Pasien
3. Halaman Diagnosa
Form diagnosa penyakit digunakan untuk memilih penyakit yang diderita. Untuk melakukan konsultasi pada sistem pakar ini user harus memilih opsi pertanyaan yang sesuai dengan keadaan kulit yang dirasakan.
Setelah dipilih user mengklik tombol ’proses’
untuk melanjutkan ke pilihan pertanyaan berikutnya.
Gambar 4. 3 Interface Halaman Diagnosa 4. Halaman Data Penyakit
Halaman data penyakit digunakan untuk menginputkan data penyakit dan untuk
menampilkan data penyakit. Pada halaman ini seorang admin dapat menambahkan penyakit serta mengedit data penyakit yang telah imasukan.
Gambar 4. 4 Interface Halaman Data Penyakit
5. Halaman Data Gejala
Halaman data gejala digunakan untuk menampilkan gejala-gejala yang telah dimasukan admin. Pada halaman ini seorang admin dapat menambahkan gejala serta mengedit data gejala yang telah dimasukan.
8 Gambar 4. 5 Interface Data Gejala
6. Halaman Relasi
Pada halaman relasi seorang admin dapat mengatur relasi antar penyakit dan gejala.yang telah diinputkan dalam data gejala dan data penyakit.
Gambar 4. 6 Interface Halaman Relasi 7. Halaman Hasil Diagnosa
Halaman hasil digunakan untuk menampilkan hasil dari proses diagnosa penyakit. Pada halaman ini juga akan ditampilkan solusi dari diagnosa yang didapat.
Gambar 4. 7 Interface Halaman Hasil Diagnosa
5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perancangan dan pembahasan pada perancangan sistem pakar diagnosa penyakit kulit maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Sistem pakar diagnosa penyakit kulit adalah untuk merancang sebuah sistem yang dapat menjadikan sarana konsultasi bagi para penderita penyakit kulit dalam melakukan diagnosa penyakit yang diderita.
2. Dapat membantu para pengguna dalam mendiagnosa penyakit kulit serta memperoleh informasi penanganan penyakit yang diderita.
3. Dengan adanya sistem pakar berbasiskan web, maka user dimanapun dapat akses ke internet dan terhubung dengan program sistem pakar ini.
5.2 Saran
Adapun saran-saran dari penulis untuk penggunaan sistem pakar diagnosa penyakit kulit guna menambah kinerja sistem yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. Mengembangkan sistem tersebut dengan
menambahkan metode seperti cartain factory, metode bayes dan lain-lain agar bisa memberikan nilai bobot kepada setiap gejala-gejala yang dialami sehingga
9 bisa mmberikan presentase hasil diagnosa dari setiap penyakit yang dialami.
2. Dapat mengembangkan system ke aplikasi android sehingga mudah dalam menggunakannya.
3. Bagi admin dalam pemeliharaan database agar selalu memperhatikan ruang penyimpanan. Penggunaan ruang penyimpanan sangat disarankan hanya untuk data yang valid guna menghemat ruang penyimpanan yang mempercepat proses loading.
4. Bagi admin sistem agar dapat memeriksa pengguna-pengguna yang melakukan registrasi tidak valid dan disarankan dapat menghapusnya dari database agar tidak terjadi spam.
5. Akan lebih baik lagi jika jenis penyakit di dalam basis pengetahuan (knowledge base) ditambah dengan data baru, juga menampilkan lebih detail lagi seputar penyakit kulit.
DAFTAR PUSTAKA
[1] H. Listiyono, "Merancang dan Membuat Sistem Pakar," Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, vol. XIII, no. 02, pp. 115-124, Juli 2008.
[2] M. A. Rudyanto, Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP dan MySQL, Yogyakarta: CV. Andy Offset, 2015.
[3] M. Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar, Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2004.
[4] A. Hendini, “Pemodelan UML Sistem Informasi Monitoring Penjualan dan Stok Barang,” Jurnal Khatulistiwa
Informatika, vol. IV, no. 2, pp. 107-116, 2016.
[5] Y. Kristian, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal Insand Comtech, Vol. %1 dari %22.1.2302- 6227, pp. 21-26, 2017.
[6] B. Nugroho, Membangun Sistem Pakar dengan PHP dan Editor Dreamwafer, Yogyakarta: Gaya Media, 2016.
[7] A. Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Yogyakarta:
Gaya Media, 2017.
[8] M. F Ariani, “Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Ayam Broiler dengan Metode Forward Chaining,”
Jurnal Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi, Vol. 01 dari 0209.01.2088-5555, pp. 27-32, 2019.
[9] A. Djuanda, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2011, pp. 3-4, 7- 8.
[10] H. Windah Supartini, “Sistem Pakar Berbasis Web dengan Metode Forward Chaining dalam Mendiagnosis Dini Penyakit Tuberkolosis di Jawa Timur,”
KINETIK, vol. 1, no. 3, pp. 147-154, 2016.
[11] I. Akil, "Analisa Efektifitas Metode Forward Chaining dan Backward Chaining pada Sistem Pakar," Jurnal Pilar Nusa Mandiri, vol. 13, no. 01, pp.
35-42, 2017.