BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web
Dalam bab ini, penulis mengemukakan beberapa teori yang diambil dari beberapa buku dalam pemrograman website. Namun, teori-teori tersebut tidak dijelaskan secara menyeluruh, tetapi hanya bagian tertentu yang berkaitan serta mendukung dalam pelaksanaan pembuatan desain maupun program website ini.
1. Website
a. Definisi Internet
Internet menurut Supriyanto (2008:60) mengemukakan :
Internet merupakan “hubungan antara berbagai jenis komputer dan jaringan di seluruh dunia yang berbeda sari sistem operasi maupun aplikasinya”. Hubungan tersebut dimanfaatkan untuk kemajuan teknologi komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan standar dalam berkomunikasi, yaitu protocol TCP/IP.
Ada beberpa istilah yang pada umumnya sering digunakan dalam internet, sebagai berikut :
1). World Wide Web
Menurut Mcleod dan Schell (2008:79) World Wide Web (WWW) adalah “suatu akses informasi yang biasa digunakan oleh URL untuk mengidentifikasi berbagai konten yang terdapat di internet”. Konsep www pertama kali dikembangkan pada tahun 1989 oleh Berners dan Lee.
2). Web Browser
Menurut Mcleod dan Schell (2008:27) Web Browser adalah “suatu aplikasi atau program yang dijalankan pada perangkat komputer untuk melihat konten
yang ada pada media World Wide Web (WWW) dengan memanfaatkan jaringan internet”.
3). Home Pages
Menurut Mcleod dan schell (2008:78) Home page adalah “halaman utama, halaman pertama, halaman pembuka dari suatu website / situs web”. Home page merupakan halaman yang paling penting pada suatu website karena merupakan halaman utama dan halaman yang di index terlebih dahulu oleh serch engine sebelum halaman-halaman yang lain pada suatu website.
4). Website
Menurut Mcleod dan schell (2008:78) menerangkan:
Website adalah “kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam, gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya yang bersifat statis ataupun dinamis yang membentuk suatu rangkain bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink)”.
5).Web Pages
Menurut Mcleod dan schell (2008:80) Web pages adalah “dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hypertext Markup Language)”, yang hamper selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser.
6). Web Server
Menurut Mcleod dan schell (2008:1) Web server adalah “software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umunya berbentuk dokumen HTML”.
7). TCP / IP Adress (Transmission Control Protokol/Internet Protokol) Menurut Mcleod dan schell (2008:81) IP (Intenet Protokol) adalah
“suatu deretan bilangan biner dengan kisaran antara 32-bit hingga 128- bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi bagi komputer yang terhubung dengan jaringan internet”. IP address dianggap sebagai alamat protokol publik apabila suatu rentang alamat IP disediakan untuk kepentingan pribadi oleh suatu kelompok pengguna internet.
Sedangkan IP address biasanya diatur untuk penggunaan private agar keamanan jaringan dapat lebih ditingkatkan dan tidak dapat digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
8). DNS (Domain Name Sistem)
Menurut Mcleod dan Schell (2008:82) Domain Name Sistem (DNS) adalah “sistem yang digunakan untuk menyimpan informasi tentang host atau domain melalui jaringan menggunakan TCP/IP (Transmission Control Protokol/Internet Protokol)”.
9). URL (Unoform Resource Locator)
Menurut Suyanto (2009:195) URL adalah alamat sebuah file yang dapat diakses di internet, berisi nama protocol internet yang dibutuhkan untuk mengakses file, nama komputer yang berisi file tersebut, dan direktori dimana file tersebut berada.
10). HTTP (Hyper Text Transfer Protokol)
Menurut Mcleod dan Schell (2008:82) HTTP (Hyper Text Transfer Protokol) adalah “suatu bahasa pemrograman yang digunakan untuk
membuat halaman web dan mencantumkan beragam informasi dalam browser internet”.
b. Definisi Website
Menurut Jovan (2007:1) website merupakan “media penyampaian informasi di internet”. Contohnya bisa sebagai informasi komersial (toko online), service (layanan web), dan penyampaian berita.
Ada beberapa jenis website diantaraya adalah sebagai berikut:
2. Website berdasarkan sifatnya, antara lain:
a. Website Dinamis, adalah sebuah website yang menyediakan content atau isi yang berubah-ubah setiap saat. Contoh website dinamis adalah website berita (www.kompas.com, www.merdeka.com, www.detik.com).
b. Website Statis, adalah website yang contentya sangat jarang diubah, contoh web statis adalah web profile organisasi.
3. Website berdasarkan tujuannya, antara lain:
a. Personal Website, website yang berisi informasi pribadi seseorang.
b. Corporate Website, adalah website yang dimiliki oleh perusahaan.
c. Portal Website, adalah website yang mempunyai banyak layanan, mulai dari layanan berita, e-mail, dan jasa-jasa lainnya.
d. Forum Website, adalah website yang bertujuan untuk forum diskusi.
4. Website ditinjau dari bahasa pemrograman yang digunakan, terdiri dari:
a. Server Side Website, adalah website yang menggunakan bahasa pemrograman yang tergantung kepada tersedianya server, misalnya, PHP, ASP, dan lain-lain.
b. Client Side Website, adalah website yang tidak membutuhkan server dalam menjalankanya, cukup diakses melalui browser saja.
Contohnya HTML c. E-Commerce
Menurut Jony Wong (2010:33) pengertian dari e-commerce merupakan “Pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik. Seperti radio, televisi dan jaringan komputer atau internet”.
B. Bahasa Pemrograman
1. HTML (Hypertext Markup Language)
Menurut Priyanto dan Jauhari (2015:13) HTML (Hypertext Markup Language) adalah “bahasa standard yang digunakan untuk menampilkan halaman web”. Yang biasa dilakukan dengan HTML yaitu:
a. Menampilkan tampilan dari halaman web dan isisnya.
b. Membuat tabel dalam halaman web.
c. Mempublikasikan halaman web secara online.
d. Membuat form yang bisa di gunakan untuk menangani registrasi dan transaksi via web.
e. Menambahkan objek-objek seperti citra, audio, video, animasi, java applet dalam bahasa web.
f. Menampilkan area gambar (canvas) di browser.
2. PHP (Personal Home Page)
Menurut Diar Puji Octavian (2010:31) “PHP (PHP Hypertext Prosesor) adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu “suatu bahasa pemograman berbasiskan kode-kode (script) yang di gunakan untuk mengolah suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML”. Kode PHP mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu:
a) Hanya dapat dijalankan menggunakan web server misalnya: Apache.
b) Kode PHP dapat diletakan dan dijalankan di web server.
c) Kode PHP dapat digunakan untuk mengakses data bases, seperti: MY SQL, PostgreSQL, Oracle, dan lain-lain.
d) Merupakan software yang bersifat open source.
e) Gratis untuk didownload dan digunakan.
f) Memiliki sistem multiplatform, artinya dapat dijalankan menggunakan sistem operasi apapun, seperti Linux, Unix, Windows, dan lain-lain.
3. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut Priyanto dan Jauhari (2015:53) Cascading Style Sheet (CSS) merupakan “salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam”.
4. Javascript
Menurut Sunyoto (2007:17) JavaScript adalah “bahasa scripting yang popular di Internet dan dapat bekerja di sebagian besar browser popular seperti Internet Eksplorer (IE), Mozila Firefox, Netscape dan Opera”. Kode Javascript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.
Beberapa hal tentang Javascript :
a. Javascript didesain untuk menambah interkatif suatu web.
b. Javascript merupakan sebuah bahasa scripting.
c. Javascript berisi baris kode yang dijalankan di komputer (web browser).
d. Javascript biasanya disisipkan (embedded) dalam halaman HTML.
e. Javascript adalah bahasa interpreter (yang berarti script dieksekusi tanpa proses kompilasi).
f. Setiap orang dapat menggunakan Javascript tanpa membayar lisensi.
5. Adobe Dreamweaver CS4
Menurut Wahana (2010:2) Adobe Dreamweaver CS4 adalah “salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan perancangan design web secara visual atau aplikasi web editor”.
Adobe Dreamweaver CS4 merupakan “salah satu aplikasi untuk melakukan perancangan website”. Aplikasi ini sudah banyak digunakan para programmer dalam perancangan dan pembuatan website. Adapun kelebihan-kelebihan dari Adobe Dreamweaver CS4 antara lain:
1. Tampilan Adobe Dreamweaver CS4 yang interaktif.
2. Adanya penambhan menu pada user interface-nya berupa workspace switcher yang berfungsi untuk mengatur tampilan jendela kerja sesuai dengan yang diinginkan seperti desainer, classic, coder plus, dual screen, sehingga lebih memudahkan user.
3. Aplikasi ini juga mendukung pemrograman script server side seperti PHP, Active Server Page (ASP), ASP.NET, ASP JavaScript, dan lain-lain.
Ada 2 (dua) halaman pada Adobe Dreamweaver CS4, yaitu Start Page dan area kerja. Dibawah ini akan dijelaskan tentang halaman pada Dreamweaver CS4.
1). Start page
Start Page adalah “kotak dialog yang ditampilkan pertama kali bersamaan dengan jendela utama aplikasi Adobe Dreamweaver CS4 saat dijalankan”. Fungsi dari Star Page ini adalah menampilkan menu pilihan yang ada di Adobe Dreamweaver CS4, dimana user berhak memilih menu mana yang akan dipakai atau dijalankan.
a. Start Page
Start Page menampilkan 4 (empat) pilihan menu dan sebuah checkbox untuk menonaktifkan kotak dialog Start Page. Menu yang ditampilkan meliputi Open a recent document, Create New, Top Features (video), dan Help Online.
Sumber : Wahana (2010:3)
Gambar II.1 Start Page Dreamweaver CS4 1. Open Recent Document
Menu ini menampilkan daftar nama dokumen yang pernah dibuka dengan Adobe Dreamweaver CS4.
2. Create New
Menu ini digunakan untuk membuat dokumen web yang baru, beberapa tipe dokumen web yang disediakan oleh Adobe Dreamweaver CS4, antara lain:
a. HTML
Hypertext Markup Language (HTML) adalah “sebuah bahasa dasar yang digunakan untuk merancang halaman web statis”.
b. ColdFusion
ColdFusion adalah “bahasa scripting yang digunakan untuk pemrograman web server”. ColdFusion digunakan pada Adobe ColdFusion, BlueDragon dan lainnya.
c. PHP
PHP Hypertext Preprocessor (PHP) merupakan “bahasa pemrograman scripting web server-side”. Dengan pemrograman server-side, sebuah website akan lebih dinamis. PHP biasanya terpasang pada file HTML yang disimpan dengan ekstensi.php.
d. ASP VBSript
ASP VBSript merupakan “bahasa scripting server-side turunan dari bahasa Visual Basic”.Asp disimpan dengan ekstensi *asp atau “.vbs.
e. XSLT (Entire Page)
XSLT adalah “bahasa pemrograman yang mempunyai sintaks dasar sebagaimana XML. XSLT digunakan untuk mengubah dokumen XML menjadi HTML atau format lainnya”.
f. CSS
Cascading Style Sheet (CSS) adalah “bahasa style yang digunakan untuk mendesain halaman web yang bertujuan memisahkan isi (content) web dengan desain web”.
g. JavaScript
JavaScript merupakan “bahasa scripting turunan dari pemrograman java.
Javascript digunakan untuk pemrograman web client-side”.
h. XML
Extensible Markup Language (XML) adalah “bahasa yang mirip dengan HTML tetapi penggunannya tidak terbatas pada pemrograman web saja”.
i. Dreamweaver Site
Menu ini digunakan untuk “ membuat proyek website (site) baru dengan Adobe Dreamweaver CS4”.
j. More
Menu ini digunakan “untuk menampilkan type dokumen dan template dokumen web secara lebih lengkap”.
3. Top Features (Videos)
Merupakan “menu pilihan link yang berupa rekaman video pengunaan fasilitas yang disediakan Dreamweaver secara online”. Menu link rekaman video yang disediakan, antara lain Related Files, Live View, Code Navogator, Dataset Wizard, Web Widgets, JavaScript Support dan sebagainya.
4. Help Online
Merupakan “menu pilihan untuk menampilkan bantuan tentang cara penggunaan, fitur-fitur terbaru Adobe Dreamweaver CS4 dan lainnya secara online”.
5. Don’t Show Again
Kotak dialog Start Page akan selalu ditampilkan bersamaan dengan jendela utama Adobe Dreamweaver CS4 saat aplikasi ini dijalankan. Agar kotak dialog Start Page tidak ditampilkan lagi, centang Checkbox Don’t Show Again.
b. Area Kerja
Area kerja Adobe Dreamweaver CS4 merupakan “lingkungan yang digunakan untuk merancang halaman web”. Pada area kerja ini terdapat jendela utama, yaitu jendela dokumen (Dokumen Window) yang berfungsi untuk mendesain halaman, baik dengan cara penulisan kode maupun secara visual. Selain itu, juga terdapat Menubar, Toolbar, dan panel-panel yang membantu desain halaman web dengan mudah.
Sumber: Wahana (2010:6)
Gambar II.2 Area Kerja Dreamweaver CS4 1. Menubar
Menubar adalah “sebuah grup menu yang terdapat pada bagian atas aplikasi yang tersusun dari deretan teks/table”. Setiap menu terdiri dari submenu-submenu sesuai kategori menu masing-masing.
2. Workspace Switcher
Workspace Switcher merupakan “sebuah fasilitas yang berfungsi untuk mengubah mode tampilan area kerja sesuai kebutuhan perancang web”.
Workspace Switcher ini berada sejajar dengan menubar sebelah kanan.
Secara default.
3. Documen Toolbar
Documen Toolbar merupakan “kumpulan tombol yang berfungsi memudahkan pengembang untuk menggunakan fasilitas yang disediakan Dreamweaver CS4”. Pada toolbar ini, terdapat tombol-tombol untuk
mengubah mode jendela dokumen yang ditampilkan dan beberapa tombol lain.
4. Document Window
Document Window/jendela dokumen merupakan “area yang digunakan untuk membuka, mengedit, menampilkan desain dokumen dan kode dokumen web yang aktif”. Jendela dokumen ini mempunyai tool-tool yang digunakan untuk menampilkan informasi pada halaman, seperti Related File and Code Navigator, Tag Selector dan fasilitas lain, seperti Zooming, Hand Tool, Selected Tool dan informasi lainnya.
5. Panel Groups
Panel Groups merupakan “kumpulan panel berupa tab-tab pilihan yang mempunyai fungsi berbeda-beda”. Panel adalah sebuah jendela untuk memudahkan pembuatan desain web dengan menampilkan informasi pendukung pada jendela informasi.
6. Tag Selector
Tag Selector berfungsi “menampilkan tag yang diseleksi pada area desain”.
7. Panel Properties
Panel Properties berfungsi “menampilkan property dari elemen halaman web yang terpilih”.
C. Basis Data (Database) 1. MySQL
Menurut Kadir (2009:14) menerangkan bahwa:
Merupakan “software yang tergolong database server dan bersifat open sorce”.
Open source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (kode yang dipaka untuk membuat MyCQL), selain itu tentu saja bentuk executable-nya atau kode yang dapat dijalankan secara langsung dalam system operasi, dan dapat diperoleh dengan cara mengunduh di internet secara gratis.
Salah satu database server yang cukup di kenal saat ini adalah MySQL . Adapun keunggulan dari MySQL adalah:
a. Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.
b. Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record.
c. Sangat cepat mengeksekusikan perintah.
d. MySQL menggunakan SQL bersifat free (gratis).
e. MySQL dapat berjalan di berbagai platform, diantaranya linux, windows, dan lain sebagainya.
f. Memiliki user privilege sistem yang mudah dan efisien.
2. XAMPP
Menurut Yogi wicaksono (2008:7) “XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL dikomputer local”. XAMPP berperan sebagai server web pada komputer anda. XAMPP juga dapat disebut sebuah CPanel server virtual, yang dapat membantu anda melakukan preview sehingga dapat memodifikasi website tanpa harus online atau terakses dengan internet.
3. Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Untuk metode pengembangn perangkat lunak, penulis menggunakan metode waterfall menurut Rosa dan Shalahudin (2011:27) yang dibagi menjadi 5 tahapan.
Berikut adalah gambar model air terjun :
Sumber : Rosa dan Shalahudin (2011:27)
Gambar II.3. Metode Waterfall
Tahapan-tahapan metode waterfall menurut Rosa dan Shalahudin (2011:27), yaitu:
1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk memspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan. Hasilnya adalah spesifikasi file yang meliputi tabel pelanggan, tabel admin, tabel produk, tabel pemesanan, dll.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multilangkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka dan prosedur pengodean. Penulis membuat struktur navigasi, entity relationship diagram (ERD) dan logical record structure (LRS) sebagai rancangan desain web-nya.
3. Pembuatan Kode Program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil pada tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain ynag telah dibuat pada tahap desain. Kode program juga langsung diketikkan didalam software Adobe Dreamweaver CS4.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak dari segi logik, dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan
sesuai dengan yang diinginkan. Di dalam tahap pengujian, digunakan metode blackbox testing.
5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (Maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirim ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru.
2.2 Teori Pendukung A. Sruktur Navigasi
Menurut Sutopo (2007:245) “Struktur Navigasi adalah struktur bagaimana halaman web dihubungkan dengan halaman lain”. Menentukan struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat website.
Menurut Binanto (2010:269) struktur navigasi yang sering digunakan terdiri dari 4 (empat) jenis yaitu sebagai berikut:
1. Navigasi Linier
Struktur navigasi linier (satu alur) merupakan “struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurutan dan tidak diperkenankan adanya percabangan”. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurut menurut urutannya.
Sumber : Binanto (2010:21)
Gambar II.4. Struktur navigasi linier
2. Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki (bercabang) adalah “struktur yang mengenal adanya percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria”. Tampilan pada menu utama disebut master page. Menu utama ini memiliki percabangan yang dinamakan slave page atau halaman pendukung. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.
Sumber : Binanto (2010:21)
Gambar II.5. Struktur Navigasi Hirarki 3. Struktur Navigasi Non Linier
Struktur navigasi ini merupakan “pengembangan dari struktur navigasi linier, dimana struktur ini dimungkinkan adanya percabangan”.
Sumber : Binanto (2010:21)
Gambar II.6. Struktur Navigasi Non Linier
4. Struktur Navigasi Campuran (Komposit)
Navigasi campuran merupakan “gabungan dari ketiga struktur sebelumnya, struktur navigasi ini disebut juga dengan struktur navigasi bebas”. Jika suatu tampilan memerlukan percabangan, maka dapat dibuat percabangan. Bila dalam percabangan terdapat suatu tampilan yang sama kedudukanya, maka dapat dibuat struktur linier dalam percabangan tersebut.
Sumber : Binanto (2010)
Gambar II.7. Struktur Navigasi Campuran B. Enterpise Relationship Diagram (ERD)
Menurut Kusrini dan Andri (2007:99) “ERD merupakan notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar penyimpanan.
ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, karena hal ini relative kompleks”.
1. Komponen Entity Relationship Diagram
Menurut Kusrini (2007:21-22) “Terdapat tiga notasi dasar yang bekerja pada model E-R yaitu: entity sets, relationship sets,dan attributes”.
a. Sebuah entity adalah sebuah “benda” (thing) atau “objek” (object) di dunia nyata yang dapat dibedakan dari semua objek lainnya. Entity sets adalah sekumpulan entity yang mempunyai tipe yang sama. Kesamaan tipe ini dapat dilihat dari atribut/propery yang dimiliki oleh setiap entity, entry set dilambangkan dengan persegi panjang.
Sumber : Kusrini (2007:21)
Gambar II.8. Lambang Entity Set
Relationship adalah “hubungan diantara beberapa entity”. Relationship set adalah sekumpulan relasi yang mempunyai tipe yang sama. Relationship set digambarkan dengan diamond.
Sumber : Kusrini (2007:21)
Gambar II.9. Lambang Relationship Set
b. Atribut merupakan “sebutan untuk mewakili suatu entity, atribut dalam ERD dilambangkan dengan bentuk elips”
Sumber : Kusrini (2007:22)
Gambar II.10. Lambang Atribut 2. Derajat Relationship dalam Entity Realation Diagram
Menurut Priyanto dan Jauhari (2015:151) “Derajat Relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam suatu relationship”.
Berikut adalah model derajat relationship menurut Pryanto dan Jauhari (2005:152) :
a. Unary Relationship adalah model relationship yang terjadi antara entity set yang sama. Model ini juga sebagai Recursive Relationship atau Reflective Relationship.
Sumber: Priyanto dan Jauhari (2015:152)
Gambar II.11. Diagram Relationship Unary
b. Binary Relationship adalah model relationship antara instance-instance dari satu tipe entitas (dua entity yang berasal dari entity yang sama).
Relationship ini umum digunakan dalam pembuatan model data.
Sumber: Priyanto dan Jauhari (2015:152)
Gambar II.12. Diagram Relationship Binary
c. Ternary Relationship merupakan relationship antara instance-instance dari tiga tipe entitas secara serentak.
Sumber : Priyanto dan Jauhari (2015:153)
Gambar II.13. Diagram Relationship Ternary
3. Istilah-istilah di dalam Entity Relationship Diagram
Menurut Kusrini (2007:22) ada beberapa istilah yang harus dipahami sebelum merancang basis data dengan menggunakan model entity relationship diagram, diantaranya:
a. Superkey, satu atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam tabel secara unik.
b. Kandidat Key, merupakan kumpulan atribut minimal yang membedakan setiap baris data dalam tabel secara unik. Untuk bisa menjadi kandidat key, suatu atribut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Untuk satu nilai hanya mengidentifikasi satu baris dalam satu relasi (unik).
2) Tidak memiliki subset yang juga merupakan kunci relasi.
3) Tidak dapat bernilai null.
c. Kunci Relasi (Relation Key )/Kunci Utama (Primary Key), nilai dari kunci relasi harus mengidentifikasikan sebuah baris.
C. LRS (logical record strukture )
Menurut Hasugian dan Shidiq (2012) “LRS (logical record strukture ) adalah sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam akitan dengan konvensi ke LRS”.
D. Pengujian
Menurut Agustiar Budiman (2012:4), berpendapat bahwa "pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah sesuai dengan yang diharapkan."
Uji coba black box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya :
a. Fungsi-Fungsi yang salah atau hilang.
b. Kesalahan interface.
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.
d. Kesalahan Performa
e. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.