2 Renungan:
AGAR MEREKA BERSATU 4 Artikel:
Kuasa Doa Satu Salam Maria
8 Jadwal:
Petugas Liturgi
No. 19 Th. XIII, Minggu, 16 Mei 2010, Hari Minggu Paskah VII
Warta Thomas
Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
Media Pewartaan Umat Paroki St. Thomas Kelapa Dua Depok
Halaman 2 Warta Thomas Nomor 19 Tahun XIII Penanggungjawab
DPP Paroki St. Thomas-Komsos
Penasehat RD. Christophorus Lamen Sani
Koordinator Kristiono-08161633442
Pelaksana Tim Warta Paroki Angga-081807007937
Silvi-08128502221 Susan-085781892080 Yandi-085710482988 Yudis-085691868904
Sirkulasi/Iklan Pieter Fernandez
Tarif Iklan Iklan Mini Rp20.000 1/4 halaman Rp35.000 1/2 halaman Rp50.000
Biaya Iklan bayar di muka. Iklan akan dimuat jika masih tersedia space
kosong.
Redaksi menerima sumbangan tuli- san, karikatur, atau kreasi lain.
Panjang tulisan maksimal 400 kata ke email:
Warta
@thomas.keuskupanbogor.or.id Website thomas.keuskupanbogor.or.id
Warta Thomas
Media Pewartaan Umat Paroki St. Thomas
Ujud Bulan Mei
Ujud Umum : Sadar akan besarnya jumlah perempuan dan anak-anak yang menjadi korban, semoga semua pihak bekerja sama mem- berantas perdagangan manusia dalam segala bentuknya.
Ujud Misi : Semoga kaum rohani- wan, biarawan-biarawati, maupun para pemuka umat mampu mengo- barkan sikap dan semangat misioner dalam hati umat yang mereka layani.
Ujud Gereja Indonesia : Semoga Hari Kebangkitan nasional (20 Mei) mengobarkan kembali nasionalisme putra-putri Ibu Pertiwi, demi ke- satuan bangsa.
AGAR MEREKA BERSATU
Rekan-rekan yang baik,
Saya teruskan pembicaraan dengan Oom Hans tentang Yoh 17:20- 26 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah VII tahun C ini.
Salam hangat, A. Gianto
================
Oom Hans yang baik!
Di Indonesia pada hari Minggu Paskah VII tahun C akan diba- cakan Yoh 17:20-26. Bagaimanapun juga saya mau tanya satu dua hal. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh Yesus ketika berdoa agar siapa saja yang ikut percaya kepadanya karena pemberitaan para muridnya akan tetap bersatu sebagai satu umat (Yoh 17:21). Lalu menyangkut ayat 24, ingin saya tanyakan apa pula arti doa Yesus ini: "Aku (=Yesus) ingin agar di mana pun aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan aku...sehingga mereka memandangi kemuliaanku yang telah Engkau (=Bapa) berikan kepadaku, sebab Engkau mengasihi aku sebelum dunia dijadikan."
Salam hangat, Gus
================
Gus, Salam Damai!
Doa Yesus selama perjamuan terakhir itu kutampilkan kembali agar kalian makin mengerti siapa dia itu. Itulah saat-saat orang mengungkapkan diri dengan jujur di hadapan Yang Mahakuasa.
Kita beruntung dapat ikut mendengarkannya. Kau ingat kan, itu saat-saat terakhir ia masih bisa berada bersama para muridnya, saat- saat yang amat khusus, bebas dari kehadiran kuasa jahat, seperti kau sebut dalam esaimu mengenai Injil hari Minggu Paskah V ta- hun C dua minggu lalu. Dia yang memikirkan para pengikutnya sampai saat-saat terakhir itu kini mendoakan murid-murid dan orang-orang yang bakal mempercayai berita para murid mengenai dirinya. Jadi ia juga berdoa bagi kalian di hadapan Yang Maha- kuasa yang disapanya sebagai Bapa itu. Ia yakin permohonannya terkabul karena ia amat dekat denganNya.
Renungan Oleh Romo Gianto
Tapi, Gus, baiklah kesempatan ini kita pakai membicarakan hal yang sudah lama kupikirkan tapi belum pernah bisa kuungkapkan. Begini.
Yesus itu kan berdoa bagi kesatuan kalian. Ia tidak ingin kalian mengalami perpecahan. Na- mun bukan ia bermaksud membuat kalian merasakan hidup damai bersatu seperti di Fir- daus. Ia ingin menunjukkan mengapa bersatu itu ada nilainya sendiri. Maksudnya, supaya kalian bisa ikut menyadari kesatuan antara dia dengan Bapanya. Mungkin aneh penjelasanku ini? Bukankah ia berdoa agar kalian bersatu seperti ia bersatu dengan Bapanya. Jadi kesatuan dengan Bapanya itu jadi "paradigma", jadi con- toh bagi kesatuan dalam umat manusia, begitu akan kaupikir tentunya.
Memang itulah cara berpikir teologi. Tapi bila kalian melihatnya dari segi pengalaman hidup batin, akan sedikit berbeda rasanya. Begini pen- jelasannya. Kalian baru akan dapat memahami apa artinya Yesus ada sedemikian dekat dengan Bapanya hanya bila kalian bisa mengalami ke- satuan di antara kalian. Boleh jadi kalian hanya akan dapat mengalaminya secara negatif. Bila tak ada kesatuan, kalian akan merasakan ada yang kurang. Ada yang belum beres. Begitulah.
Bila kalian paham ini maka baru kalian bisa mulai mengerti kesatuan antara Yesus dan Bapa yang mengutusnya ke dunia ini.
Aku memusatkan seluruh pewartaan Injilku pada kesatuan Yesus dengan Bapanya. Namun Injilku tidak dipahami bila orang belum melihat bahwa kesatuan itu memang dapat mendatang- kan kebahagiaan. Membuat orang merasa tak kurang suatu apa. Ringkasnya, pengalaman batin kalian dalam menghadapi kesatuan atau perpecahan itu pengalaman yang amat berharga karena dapat membuat kalian memahami ke-
hadiran Yang Ilahi sendiri.
Kukira kalian tidak menyangkal bahwa masih ada sisi-sisi gelap dalam hidup kita. Bukan ge- lap bagi persepsi orang lain, tapi bagi diri kita masing-masing. Memang kita belum utuh.
Dan banyak orang menderita karena itu. Kesu- karan ini sering tak terkatakan dan hanya bisa dihidupi. Namun bernilai. Sang Firman itu datang bersinar ke dunia yang terkurung kege- lapan. Tak semua sisi dunia ini dapat mene- rima terangnya. Tapi ia terarah bagi semua sisi kehidupan. Inilah yang makin lama makin kumengerti sebagai kebesaran Tuhan. Ia datang kepada siapa saja, baik yang menerima maupun yang tidak segera menerimaNya. Bahkan yang menolakNya pun tidak dijauhiNya. Ia tetap menunggu. Ia membiarkan orang berjalan sam- pai menemukanNya.
Sekaligus kujawab pertanyaanmu mengenai Yoh 17:24. Memang sejak awal Tuhan itu ada bagi siapa saja. Tak ada yang bisa berada tanpa kehadiranNya. Ini semua kusebut dalam bagian awal Injilku. Dan orang tidak bisa mendiam- kanNya saja. Ia mendatangi orang-orangNya.
Ia beperhatian. Kalian mungkin belum men- yadarinya. Tapi nanti akan kau lihat betapa besarnya perhatianNya kepada kalian, kepada alam ciptaan. Ia memandangi semuanya.
Kalian ini menjadi bagian dari dia yang dikasi- hiNya, dari Yesus yang sekarang mendoakan kalian.
Aku tahu mungkin tidak mudah menyampai- kan hal-hal ini kepada rekan-rekan. Tak usah khawatir. Yang Mahakuasa menerangi. Uskup Hipo yang sering kau kutip itu kan pernah merumuskan hal ini dengan jitu. Ada peneran- gan, ada illuminatio, tulisnya, yang asalnya dari atas sana sehingga orang bisa mengerti makna
Lanjut hal 4
Halaman 4 Warta Thomas Nomor 19 Tahun XIII
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpu- jilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati. Amin.
Jutaan umat Katolik biasa mendaraskan Salam Maria. Sebagian mendaraskannya dengan be- gitu cepat, bahkan tanpa memikirkan kata-kata yang mereka ucapkan. Pernyataan-pernyataan berikut ini semoga dapat membantu kita men- daraskannya dengan lebih khusuk.
Satu Salam Maria yang didaraskan dengan baik memenuhi hati Bunda Maria dengan su- kacita dan memperolehkan bagi diri kita sendiri rahmat-rahmat luar biasa yang tak ter- katakan, yang ingin dilimpahkan Bunda Maria kepada kita. Satu Salam Maria yang didaras- kan dengan baik memperolehkan bagi kita jauh lebih banyak rahmat daripada seribu Salam
Maria yang didaraskan secara asal.
Doa Salam Maria bagaikan suatu tambang emas di mana kita senantiasa dapat menggali darinya tanpa ia pernah menjadi habis. Sulit- kah mendaraskan Salam Maria dengan baik?
Yang kita perlukan hanyalah belajar mema- hami nilai dan artinya.
St. Hieronimus mengatakan bahwa
“kebenaran yang terkandung dalam Salam Maria begitu agung dan luhur, begitu men- gagumkan, hingga tak ada manusia atau pun malaikat yang dapat memahami sepenuhnya.”
St. Thomas Aquinas, Pujangga Gereja yang terkemuka, 'yang paling bijaksana di antara para kudus dan yang paling kudus di antara para bijaksana', seperti dinyatakan oleh Paus Leo XIII, berkhotbah selama 40 hari lamanya di Roma hanya tentang Salam Maria, mem- buat para pendengarnya terpesona serta penuh sukacita.
Pastor F. Suarez, seorang imam Yesuit yang terpelajar dan kudus, ketika sedang mengha- dapi ajal menyatakan bahwa dengan senang hati ia akan menyerahkan seluruh dari banyak buku berbobot yang ia tulis, juga seluruh karya sepanjang hidupnya, demi mendapatkan ganjaran dan jasa dari satu doa Salam Maria yang didaraskan dengan khusuk dan tulus.
St. Mechtilda, yang sangat mengasihi Bunda Maria, suatu hari sedang berusaha keras untuk menggubah sebuah doa yang indah untuk menghormati Bunda Maria. Bunda Maria menampakkan diri kepadanya, dengan tulisan emas di dadanya: “Salam Maria penuh rah- mat.” Santa Perawan berkata kepadanya,
“Berhentilah, anakku terkasih, dari usahamu itu, oleh sebab tidaklah mungkin engkau dapat menggubah suatu doa yang dapat memberiku
Kuasa Doa Satu Salam Maria
Artikel
sukacita dan kebahagiaan seperti Salam Maria.”
Seorang pria memperoleh sukacita luar biasa dengan mendaraskan Salam Maria secara perlahan-lahan. Santa Perawan menampakkan diri kepadanya dengan tersenyum dan menga- takan kepadanya hari serta jam bilamana ia akan meninggal, serta memperolehkan baginya kematian yang paling kudus dan ba- hagia. Setelah kematiannya, sekuntum bunga bakung putih yang indah tumbuh dari mulut- nya. Pada daun-daun bunganya tertulis
“Salam Maria”.
Cesarius menceritakan kisah serupa. Seorang biarawan yang rendah hati dan kudus tinggal di sebuah biara. Daya tangkap dan daya ingat- nya begitu lemah hingga ia hanya dapat menghafalkan satu doa saja, yaitu “Salam Maria”. Setelah kematiannya, sebatang pohon tumbuh di atas kuburnya dan pada semua daun-daunnya tertulis: “Salam Maria”.
Kisah-kisah indah berikut ini menunjukkan kepada kita betapa tinggi nilai devosi kepada Bunda Maria dan betapa besar kuasa doa Salam Maria yang didaraskan dengan khusuk.
Setiap kali kita mengucapkan Salam Maria, kita mengulangi kata-kata yang sama yang diucapkan Malaikat Agung St. Gabriel pada waktu menyampaikan salam kepada Maria pada Hari Kabar Sukacita, yaitu ketika ia menjadi Bunda Putra Allah.
Begitu banyak rahmat dan sukacita yang me- menuhi jiwa Maria saat itu.
Sekarang, pada saat kita mendaraskan Salam Maria, kita mempersembahkan sekali lagi segala rahmat dan sukacita tersebut kepada Bunda Maria dan ia menerimanya dengan bahagia yang mendalam.
Sebagai balasnya, ia membagikan sukacitanya itu kepada kita.
Suatu ketika, Yesus meminta St. Fransiskus Asisi untuk memberi-Nya sesuatu. Orang kudus itu menjawab, “Tuhan terkasih, aku tak dapat memberi-Mu apa-apa lagi, sebab aku telah memberikan segalanya untuk-Mu, yaitu segenap cintaku.”
Yesus tersenyum dan berkata, “Fransiskus, berikan pada-Ku segenap cintamu itu lagi dan lagi, setiap kali, cintamu itu mendatangkan kesukaan yang sama bagi-Ku.”
Demikian juga dengan Bunda kita terkasih.
Setiap kali kita mendaraskan Salam Maria, Bunda Maria menerima dari kita segala su- kacita dan kebahagiaan yang sama seperti yang ia terima dari perkataan St. Gabriel.
Allah yang Mahakuasa telah menganu- gerahkan kepada Bunda-Nya yang Terberkati segala kemuliaan, keagungan, dan kekudusan yang diperlukan untuk menjadikannya Bunda- Nya Sendiri yang paling sempurna.
Namun demikian, Ia juga menganugerahkan kepada Bunda-Nya segala pesona, cinta, kele- mah-lembutan serta kasih sayang yang diper- lukan untuk menjadikannya Bunda kita yang paling terkasih. Bunda Maria adalah sungguh- sungguh dan benar-benar Bunda kita.
Seperti anak-anak lari kepada ibunya ketika menghadapi bahaya untuk minta perlindun- gan, demikian juga patutlah kita lari segera dengan keyakinan tak terbatas kepada Maria.
St. Bernardus dan banyak para kudus lainnya mengatakan bahwa tak pernah sekali pun ter- dengar pernah terjadi di suatu waktu atau pun tempat bahwa Bunda Maria menolak menden- garkan doa anak-anaknya yang di bumi.
Mengapakah kita tidak menyadari kebenaran
Halaman 6 Warta Thomas Nomor 19 Tahun XIII
yang sangat menghibur hati kita ini? Menga- pakah kita menolak cinta dan penghiburan yang ditawarkan oleh Bunda Allah yang Ma- nis kepada kita?
Adakah sikap acuh kita yang mengerikan, yang menjauhkan kita dari pertolongan dan penghiburan yang sedemikian itu?
Mengasihi dan mengandalkan Maria berarti berbahagia di dunia sekarang ini dan berba- hagia kelak di Surga.
Dr. Hugh Lammer adalah seorang Protestan fanatik, dengan prasangka-prasangka kuat menentang Gereja Katolik. Suatu hari ia me- nemukan suatu penjelasan tentang Salam Maria dan membacanya. Ia begitu terpesona olehnya hingga mulai mendaraskannya setiap hari. Tanpa disadarinya, segala antipati dan kebenciannya terhadap Gereja Katolik mulai lenyap. Ia menjadi seorang Katolik, seorang imam yang kudus dan profesor Teologi Kato- lik di Breslau.
Seorang imam diminta datang ke sisi pembar- ingan seorang yang sedang menghadapi ajal dalam keputusasaan oleh karena dosa- dosanya. Namun demikian, orang itu bersiku- kuh menolak mengakukan dosa-dosanya. Se- bagai usahanya yang terakhir, imam meminta si sakit agar setidak-tidaknya ia mendaraskan Salam Maria. Sesudah mendoakan Salam Maria, pria malang itu mengakukan dosanya dengan tulus dan meninggal dengan kudus.
Di Inggris, seorang imam paroki diminta un- tuk pergi menemui seorang wanita Protestan yang sedang sakit parah dan rindu menjadi seorang Katolik. Ketika ditanya apakah ia pernah pergi ke Gereja Katolik, atau apakah ia pernah belajar dari umat Katolik, atau apakah ia membaca buku-buku Katolik, ia menjawab,
“Tidak, tidak pernah.” Sejauh yang dapat di- ingatnya ialah - ketika masih kanak-kanak - ia
belajar dari seorang gadis kecil tetangga yang Katolik doa Salam Maria, yang kemudian dilakukannya setiap malam. Wanita itu ke- mudian dibaptis dan sebelum meninggal bo- leh menikmati kebahagian menyaksikan suami dan anak-anaknya dibaptis juga.
St. Gertrude mengatakan dalam bukunya,
“Wahyu” bahwa ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan atas rahmat-rahmat yang Ia berikan kepada seorang kudus tertentu, kita juga memperoleh bagian besar atas rahmat- rahmat tersebut.
Jika demikian, rahmat-rahmat apakah yang tidak akan kita peroleh jika kita mendaraskan Salam Maria sementara kita mengucap syukur kepada-Nya atas segala rahmat tak terkatakan yang telah Ia anugerahkan kepada Bunda-Nya Maria?
With Ecclesiastical Approval
“. . . Satu Ave Maria (Salam Maria) yang di- daraskan tanpa perasaan mendalam, tetapi dengan kehendak yang tulus dalam masa kekeringan, jauh lebih bernilai di hadapanku daripada satu Rosario penuh yang didaraskan di tengah penghiburan.”
Bunda Maria kepada Sr. Benigna Consolata Ferrero
“Seorang imam Yesuit yang kudus dan terpe- lajar, Pastor Suarez, memahami dengan begitu mendalam nilai Salam Malaikat (Salam Maria) hingga ia mengatakan bahwa ia akan dengan senang hati menyerahkan segala ilmu
Ucapan Syukur
Teima kasih serta Puji dan syukur bagi Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas terkabulnya permoho- nan kami melalui doa
Novena 3 Salam Maria dan Novena Hati Kudus Yesus
Henny HM
• Rekoleksi orangtua bayi calon baptis: minggu pertama dalam bulan.
• Pembaptisan bayi: hari Minggu kedua dalam bulan.
• Pengajaran agama dewasa untuk calon baptis: setiap Senin (malam) pk.19.00-20.30 WIB.
• Legio Maria: setiap hari Sabtu, pukul 15.30—17.30
• Latihan Paduan Suara Mudika: Rabu dan Jumat Pkl. 20.00—22.00 WIB.
• Latihan Lektor setiap hari Jumat pukul 19.30 - 22.00 WIB di Gereja
• Pertemuan Lektor bulanan diadakan pada hari minggu kedua setiap bulan pukul 10.00 - 12.00 WIB di Gereja
• PDKK St. Thomas: tiap Rabu II-IV pk.19.00-22.00 WIB.
• Pertemuan Lansia setiap Sabtu pertama dalam bulan Pk.09.00 pagi.
• Pelayanan KPU/Santo Yusuf: hari Minggu sesudah Perayaan Ekaristi II pukul 08.00.
• Informasi lain: lewat Sekretariat Paroki.
Berita Paroki
• Minggu, 16 Mei : Pkl.9.30—14.00 Seminar Kitab Suci dengan Pembicara Romo DR Deshi Ramadhani SJ di Aula St.Thomas.
Novena Roh Kudus
Diadakan setiap hari selama 9 hari berturut mulai hari jumat 14 Mei sd 22 Mei . Sabtu Minggu pkl 18.00, hari lain Pkl.18.30. Petugas Koor dan Penyambut Jemaat : PDKK dan KEP
Acara2 Rutin Paroki
17 Mei 2010 : Hari Biasa Pekan VII Paskah Kis. 19:1-8; Mzm. 68:23,4-5ac,6-7ab; Yoh. 16:29-33
18 Mei 2010 : Hari Biasa Pekan VII Paskah Kis. 20:17-27; Mzm. 68:10-11,20-21; Yoh. 17:1-11a
19 Mei 2010 : Hari Biasa Pekan VII Paskah Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35b-36c; Yoh.
17:11b-19
20 Mei 2010 : Hari Biasa Pekan VII Paskah
Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10.11; Yoh.
17:20-26
21 Mei 2010 : Hari Biasa Pekan VII Paskah
Kis. 25:13-21; Mzm. 103:12,11-12,19-20ab; Yoh. 21:15- 19
22 Mei 2010 : Hari Biasa Pekan VII Paskah Kis. 28:16-20,30-31; Mzm. 11:4,5,7; Yoh. 21:20-25
23 Mei 2010 : HARI RAYA PENTAKOSTA
Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,29bc-30,31,34; 1Kor.
12:36-7,12-13 atau Rm. 8:8-17; Yoh. 14:15-16,23b-26
Bacaan Harian
Pengumuman kedua
♥ Yanuarius Andri Septriwibowo dari Paroki ST.Fransiskus Xaverius Kidul Loji dengan Antonia Marianne Kristavani dari Lingkungan St.Maria.
Pengumuman kedua
♥ Antonius Harry Utomo dari Lingkungan St.Gregorius Agung dengan Angela Merici Pipit Raya Cening dari Paroki ST.Paulus Miki, Salatiga.
♥ Agustinus Widyo Parokoso dari Lingkungan Keluarga Kudus dengan Maria Sri Kristiana Rahayu dari Ambarawa
♥ Stefanus Ferry Liswandono dari Lingkungan St.Aloysius dengan Vincentia Maya Puspita dari Paroki Maria Assumpta- Gamping, Yogyakarta.
♥ Hubertus Notrian Krissanto dari Lingkungan RPD dengan Laurensia Tanesi Lalong dari Paroki St.Petrus dan Paulus, Babadan, Sleman, Yogyakarta
Pengumuman terakhir
♥ Stephanus Agung Teggy Rystian dari Paroki St.Yoseph Denpasar dengan Helena Meriati dari Lingkungan Bunda Kristus.
♥ Fransiskus Ariesta Sitepu dari Lingkungan Bunda Kristus dengan Veronika Boru Tarigan dari Paroki ST.Maria diangkat ke Surga, Kabanjahe, Sumut.
Perkawinan
Bagi umat yang mengetahui adanya halangan-halangan atas rencana pernikahan tersebut, wajib memberitahu- kan kepada Pastor Paroki.
Halaman 8 Warta Thomas Nomor 19 Tahun XIII
Kolekte Minggu Lalu
Kolekte : Rp. 15.932.200,- Kolekte HR.Kenaikan Tuhan : Rp.11.846.200 Terima kasih atas karya serta amal bakti Bapak/Ibu, Tuhan memberkati.
Rekening Paroki:
BCA Cab. Cimanggis No.166.2497171 a.n. Christopharus Lamen Sani atau Ibu Rosari Ginting
Petugas Liturgi
Paroki St.Thomas Stasi BMR
Sabtu, 22/05/2010 Minggu, 23/05/2010 Minggu, 16/05/2010
18.00 06.00 08.00 18.00 07.00
Koor Monika Mudika Wil VIII Theresia/ursula Yustinus Wilayah IV
Penyambut Jemaat Nikolas Aloysius SIsilia Carolus MUdika Wilayah XI
Prodiakon
JB Slamet PW Y Supardi Ign Suharyono G Eka Widada
I Slamet Murtiono A Suwartoyo V Wadiyo FX Bambang Sudar- sono
FX Soejatno A Hardiyanto FX Sumardi P Musdiyono R Sugeng Marsunu AY Hendro Sugianto
B Bb T Saktiawan M Kisto Mintardjo H Rony Maru NB Widjoseno Bill Subiyanto
J Setyadi Dalimartin A Suharsono Th Soegiyanto T Djoko Mulyatno
Bunga Carolus
Lektor