• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Di zaman modern ini ilmu pengetahuan teknologi telah berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat pesat, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Oleh karena itu, keterkaitan Sistem Informasi dengan proses bisnis yang terjadi di perusahaan menjadi kebutuhan yang sangat penting. Dengan penerapan sistem ERP diharapkan sistem berjalan lebih terintegrasi dan efisen untuk perusahan. Kebutuhan dan spesifikasi sistem ERP yang berbeda disetiap perusahaan membuat perusahaan harus menyesuaikan dengan software yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan kondisi perusahan belum terlau besar serta penerapan sistem yang akan dirasa sulit dilakukan di perusahaan tersebut.

Faktor utama dalam suatu perusahaan adalan sumber daya manusia, karena yang menjalankan semua proses bisnis di dalam suatu perusahaan tersebut, oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen yang dapat mengkontrol setiap aktifitas-aktifitas perusahaan agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Faktor kemajuan suatu perusahaan bukan hanya terletak pada teknologi yang di terapkan di dalam perusahaan tersebut, tetapi faktor sumber daya manusia juga sangat berperan penting di dalam perusahaan. Sumber Daya Manusia mengandung dua pengertian.

Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi.

Dalam hal ini SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang

dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua,

SDM menyangkut manusia yang dapat bekerja untuk memberikan jasa atau usaha

kerja tersebut. Dapat bekerja bukan berarti dapat melakukan kegiatan yang

mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan

barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan efisiensi

waktu dan biaya menyebabkan setiap perusahaan merasa perlu menerapkan

teknologi informasi. Penerapan teknologi informasi menyebabkan perubahan-

perubahan terhadap sekumpulan proses.

(2)

2

P.O Pelita Baru adalah Perusahaan Otobus asal Tegal yang bergerak di bidang layanan persewaan bus pariwisata, untuk tujuan seluruh Indonesia khususnya pulau Jawa, Bali, dan Lombok dengan mengedepankan pelayanan yang sebaik- baiknya sebagai prioritas utama serta didukung kru yang professional dan berpengalaman yang siap melayani customer dalam mengunjungi tempat-tempat wisata yang berada di seluruh Indonesia.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan pariwisata dan dapat dikatakan perusahaan yang memiliki banyak karyawan yang berkerja di PO. Pelita Baru maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat terintegrasi di dalamnya untuk dapat membantu perusahaan dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga kinerja karyawan dapat ditingkatkan dan permasalahan SDM dapat di tanggulangi dengan aplikasi Human Resources Information System.

Tabel I. 1 Jumlah Karyawan

Divisi Jumlah

Direktur 1

Manager 1

Perlengkapan 8

Marketing 5

Operasional 35

Keamanan 5

Jumlah 55

Terlihat dari tabel 1.1 jumlah karyawan yang terdapat di PO. Pelita baru, belum

terdapatnya divisi HRD di dalam PO. Pelita baru mengakibatkan proses

perekapan data abesnsi di lakukan oleh Divisi Operasional. Proses perekapan data

absensi pun masih dilakukan secara manual di akhir bulan lalu hasil rekap absensi

tersebut di berikan kepada Manager untuk proses penggajian karyawan. Dengan

proses absensi yang masih dilakukan secara manual ini masih belum efisien dan

efektif karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk menginput setiap data

secara manual. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat menghemat waktu

(3)

3

perekapan absensi dan membantu Divisi HRD dalam melaksanakan pekerjaannya agar lebih efisien dan efektif.

Adapun permasalahan yang terdapat di PO. Pelita Baru setelah melakukan wawancara dengan manager perusahaan yaitu :

1. Pencatatan data karyawan baru yang masih manual membuat data-data penting karyawan rawan hilang / terjadinya human error, dengan permasalahan tersebut maka perlu di rancang suatu sistem yang terintegrasi untuk menyimpan data-data karyawan supaya data-data karyawan dapat otomatis tersimpan di database perusahaan dan keamanan data tersebut dapat terjamin.

2. Pencatatan absensi karyawannya di PO. Pelita Baru masih bersifat manual, proses ini tidak efektif dan efisien ketika pihak Manager ingin melihat kinerja para karwayannya.

3. Bagian operasional harus menghitung ulang absensi karyawan dalam menentukan cuti karyawan dan hal tersebut tidak efektif dan efisien.

Dengan proses yang keseluruhannya masih manual ini, proses time management di dalam PO. Pelita baru terlihat sangat tidak efektif dan efisien karena pekerjaan karyawannya tidak sesuai dengan divisinya .

Salah satu solusi berbasis teknologi informasi yang tepat adalah dengan menggunakan sistem yang terkomputerisasi atau menggunaka sistem yang terintegrasi seperti ERP.

Enterprise Resource Planning merupakan model sistem informasi yang digunakan

oleh perusahaan dalam mengotomatisasi dan mengintegrasikan berbagai proses

bisnis. Penerapan Enterprise Resources Planning ini dipilih karena modul-

modulnya dirancang untuk mendukung setiap proses yang ada di perusahaan

dengan cara mengintegrasikan seluruh bagian yang berkaitan dengan Human

Resource dan pelaporan data yang lebih akurat, perpindahan data di setiap bagian

perusahaan lebih teroganisir dan cepat. Jika dalam penginputan laporan absensi

hanya menggunakan Microsoft Excel, karyawan perusahaan akan kesulitan dalam

hal pencarian data-data yang diperlukan dalam perekapan data absensi karyawan,

tingkat keamanan data yang relatif rendah dalam menyimpan data yang cukup

(4)

4

besar, dan dengan diimplementasikannya Enterprise Resource Planning menjadikan terintegrasinya data karyawan dengan setiap proses bisnis yang berhubungan dengan data tersebut. Hal ini membuat P.O Pelita baru harus menerapkan ERP Human Resource di perusahaan tersebut.

Melalui penelitan ini, penulis mendapatkan masalah umum yang dihadapi oleh perusahaan Otobus untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sering terjadi ketika masih menggunakan sistem manual yang hanya berupa lembarn kertas, PO.

Pelita Baru ingin menerapkan sebuah sistem ERP yang dapat mendukung proses bisnis yang ada, khusunya untuk sistem perekapan absensi itu sendiri. Sistem perekapan absensi di PO. Pelita Baru akan dibangun pada aplikasi Odoo menggunakan metode Rapid Application Development.

I.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana proses bisnis usulan yang tepat untuk PO. Pelita Baru ?

2. Bagaimana merancang dan mengembangkan modul Human Resurce pada Odoo dengan metode RAD agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan Sumber Daya Manusia di PO. Pelita Baru ?

I.3 TUJUAN PENELITIAN

1. Mengidentifikasi kebutuhan user dalam menganlisa perancangan ERP terutama pada modul Human Resource di PO. Pelita Baru

2. Merancang dan mengembangkan modul Human Resource Odoo dengan metode RAD agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan manajemen Sumber Daya Manusia di PO. Pelita Baru.

I.4 BATASAN PENELITIAN

1. Aplikasi yang dibuat hanya membahas permasalahan Time Management pada PO. Pelita Baru

2. Software Odoo yang diimplementasikan akan disesuaikan dengan kebutuhan

proses bisnis bagian Human Resource pada PO. Pelita Baru

(5)

5

3. Dalam pengimplementasiannya, dibatasi tidak membahas phase Go Live and Support

4. Penelitian ini tidak membahas keamana infrastruktur jaringan, biaya implementasi, dan keamanan sistem.

I.5 MANFAAT PENELITIAN

1. Memudahkan penyusunan data-data dalam pembuatan Laporan kinerja karyawan.

2. Memberikan suatu solusi yang diharapkan dapat memaksimalkan kinerja bagian Operasional pada PO. Pelita Baru.

3. Membantu bagian Operasional dalam mengelola data yang terkomputerisasi.

(6)

6 I.1 SISTEMATIKA PENULISAN

Penelitian ini diuraikan denga sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Pada Bab I berisikan latar belakang masalah, perusmusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Tinjauan Pustaka

Pada Bab II ini berisikan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan perusahaan yang telah diteliti dan metode yang digunakan untuk membuat penelitian.

BAB III Metode Penelitian

Pada Bab III dijelaskan langkah-langkah penelitian secara rinci, dimulai dari tahap analisis perancangan, dilanjutkan dengan tahap hasil, dan diakhiri dengan tahap pengujian.

BAB IV Analisis Perancangan

Pada Bab IV berisikan analisis perancangan proses bisnis dari aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam proses perencanaan dan produksi barang, dan perancangan aplikasi odoo pada P.O Pelita Baru

BAB V Konfigurasi dan Implementasi

Pada Bab V berisikan mengenai proses implementasi, kostumisasi, yang dilakukan di perusahaan P.O Pelita Baru

BAB VI Pengujian dan Hasil

Pada Bab VI berisikan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan

beserta saran yang ditujukan untuk perusahaan terhadap hasil

penelitian.

Gambar

Tabel I. 1 Jumlah Karyawan

Referensi

Dokumen terkait

Dampak dari turnover bagi perusahaan antara lain: perusahaan harus mengeluarkan biaya lagi sehubungan dengan rekruitmen karyawan baru untuk menggantikan karyawan yang

Sistem informasi akuntansi dalam proses penggajian dimulai dari pencatatan absensi karyawan yang masuk kerja, penerimaan laporan absensi karyawan / SPG (Sales

Permasalahan dari perusahaan ini adalah tinggi rendahnya kinerja karyawan, untuk suatu upaya yang dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan permasalahan tersebut

Pada bab ini berisi uraian latar belakang permasalahan yang menjadi dasar untuk meminimasi terjadinya waste waiting pada proses produksi kemeja di CV Wira Utama,

Permasalahan pada debit air yang menjadi faktor- faktor terjadinya masalah , yaitu permasalahan di sistem perpipaan pelanggan, terjadinya kebocoran pada pipa

Didorong oleh permasalahan yang dihadapi terutama masalah rawan pangan di berbagai daerah, memicu minat kalangan gizi di Indonesia untuk mulai melakukan kegiatan-kegiatan

Pada saat ini Linggar Jaya Elektronik masih menggunakan proses manual, yaitu mulai dari pencatatan pembelian barang elektronik yang masih dicatat secara manual pada

Dalam persediaan barang digudang merupakan hal yang paling rawan terjadinya tindakan penyelewengan, sehingga membuat catatan stok yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan pembukuan