• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION Analisis Strategi Media: Pemahaman Media Interpersonal, Media Massa, dan Media Interaktif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION Analisis Strategi Media: Pemahaman Media Interpersonal, Media Massa, dan Media Interaktif"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION Analisis Strategi Media: Pemahaman Media Interpersonal,

Media Massa, dan Media Interaktif

Kelompok 5 :

1. Arrafli Akbar 1806015353 2. Harofat Prima G 1806015372 3. Nurul Izzati 1806015344

ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

2021

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya diakui oleh hampir semua agama. Disamping itu, komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan, dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya.

Dalam proses komunikasi diperlukan media sebagai saluran penyampaian pesan. Terutama dalam kegiatan komunikasi massa maka media merupakn salah satu unsur penting yang mampu mempengaruhi hubungan dan kegiatan manusia. Kalau dulu, menurut Starubhaar,LaRose dan Davenport, bila menyebut media berarti berbicara tentang media massa seperti radio, televisi, film dan koran maka dengan perkembangan teknologi saat ini media juga dapat berarti sebagai media baru yang terkait dengan penggunaan teknologi media interaktif seperti internet (Straubhaar et al,2010:21). Hal yang hampir sama dikatakan oleh Marshall Mc Luhan dalam buku Apriadi Tamburaka bahwa teknologi komunikasi memainkan peran penting dalam membawa perubahan dari penggunaan media tradisional ke media elektronik (Tamburaka,2013:71).

1.2 Rumusan Masalah

Pada penelitian ini, peneliti merumuskan masalah agar dapat memudahkan penelitian ini, antara lain :

1. Apa itu media interpersonal, media massa, dan media interaktif?

2. Bagaimana dengan perkembangan media tersebut?

(3)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Media

Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” secara harfiah kata tersebut mempunyai arti arti perantara atau pengantar. Kemudian telah banyak pakarorganisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media. Beberapa diantaranya mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut:

1. Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (Schram,1982)

2. National Education Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya.

3. Briggs berpendapat media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.

Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:

a. Media pembelajaran merupakan wadah dari pesan

b. Materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran.

c. Tujuan yang ingin dicapai ialah proses pembelajaran.

(4)

2.2 Pemahaman Media Interpersonal Pengertian komunikasi interpersonal

Judy C. Pearson dan Paul Nelson (2011) mendefinisikan komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi sebagai proses digunakannya pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna bersama antara dua orang atau lebih dalam sebuah situasi yang memungkinkan keduanya memperoleh kesempatan yang sama berperan sebagai pembicara dan pendengar sekaligus.

Komunikasi interpersonal ini sangat penting bagi manusia menurut Abraham Maslow tujuan manusia berkomunikasi adalah untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan. Menurut William Schutz ada tiga kebutuhan dasar dari hubungan interpersonal yaitu afeksi, inklusif dan kontrol. Kebutuhan afeksi yaitu keinginan untuk memberi dan mendapatkan kasih sayang, kebutuhan inklusif yaitu keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok sosial tertentu dan kebutuhan kontrol yaitu kebutuhan untuk memengaruhi orang atau peristiwa dalam kehidupan.

Abraham Maslow juga menambahkan ada beberapa kebutuhan dari hubungan interpersonal, menurut beliau kebutuhan dasar tersebut harus dipuaskan terlebih dahulu baru disa difokuskan pada kebutuhan lain yang lebih abstrak. Adapun kebutuhan- kebutuhan yang bersifat abstrak tersebut adalah sebagai berikut:

A. Kebutuhan fisiologi B. Kebutuhan rasa aman C. Kebutuhan untuk memiliki

D. Kebutuhan untuk mendapatkan harga diri E. Kebutuhan aktualisasi diri

(5)

Media Interpersonal

Kehadiran media sosial yang semakin maju dengan fitur-fitur yang lebih menarik telah membuat manusia tergantung pada media sosial. Banyak waktu yang ada hanya digunakan untuk mengakses berbagai macam media sosial seperti membuka youtube, facebook, instagram, dan lain sebgainya sehingga tanpa sadar akan membuat manusia lalai dalam melakukan tugasnya.

Perkembangan teknologi ini juga membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi. Dengan adanya media sosial ini membuat sebagian aktivitas komunikasi interpersonal manusia secara tatap muka berkurang.

Motivasi manusia menggunakan media sosial adalah untuk pertemanan, melepaskan ketegangan, memenuhi kebutuhan emosional, dan terakhir meningkatkan rasa percaya diri. Faktor lain yang memotivasi manusia untuk mengakses media sosial adalah pengembangan hubungan interpersonal. Pengembangan hubungan melalui media sosial menurut mereka adalah relatif lebih mudah dalam pencarian informasi, tidak terbatas oleh ruang dan waktu penggunaannya yang mudah, tidak adanya batasan status sosial, dan terakhir adalah biaya yang relatif murah.

Pada proses komunikasi interpersonal melalui situs jejaring sosial, hubungan interpersonal yang dibangun dengan individu baru bisa berkembang sebagaimana hubungan interpersonal di dunia nyata meskipun masing-masing individu belum pernah berjumpa secara tatap muka sekalipun. Pengguna situs jejaring dapat membangun pertemanan, persahabatan bahkan percintaan dengan bahasa verbal yang dikirimkan melalui situs jejaring.

Melalui kedekatan yang dibangun dengan bahasa verbal, individu seolah-olah dapat merasakan interaksi secara langsung dengan teman komunikasinya.

Komunikasi interpersonal yang interaktif tersebut mengandalkan gaya berkomunikasi yang dihubungkan dengan nilai-nilai yang dianut orang. Banyak tipe atau gaya personal yang dimiliki

(6)

manusia dalam melakukan proses komunikasi. Gaya komunikasi personal dapat ditunjukkan dengan cara kognitif maupun sosial.

Komunikasi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain ini, berlangsung pada taraf kedalaman yang berbeda-beda. Gaya komunikasi setiap orang tentunya berbeda-beda dan memiliki ciri khas tersendiri. Dengan terpaan media sosial, tentu tidak menutup kemungkinan mempengaruhi gaya komunikasi sehari- hari dari pengguna media sosial tersebut di kehidupan nyata.

Facebook sebagai Media Interpersonal di Masa Pandemi Pandemi Covid-19 membuat kehidupan masyarakat harus berpindah ke digital. Bekerja, sekolah, usaha, hiburan, hingga komunikasi dan interaksi dilakukan dalam jaringan (online). Hal ini pun memicu tingginya aktivitas di dunia maya, salah satunya adalah di jejaring sosial Facebook.Berdasarkan Laporan Tren Digital Facebook bersama YouGov yang diliput oleh liputan6.com, ada lebih dari 140 juta pengguna Facebook Indonesia yang tergabung di lebih dari 9,5 juta grup Facebook selama sebulan terakhir. Country Director Facebook Indonesia, Pieter Lydian mengatakan, komunitas online semakin tumbuh di masa pandemi.

"Berdasarkan Laporan Tren Digital, 95 persen responden memberikan dukungan kepada anggota komunitas dan 55 persen memberikan dukungan moril," kata Pieter, dalam konferensi pers Kampanye #Indonesiaku yang digelar virtual melalui Zoom, Selasa (23/2/2021).

Pieter mengatakan, laporan yang sama juga mengungkap, selama pandemi, orang-orang makin terhubung di komunitas online. Hal ini dibuktikan dengan 82 persen responden yang menyatakan komunitas mereka beroperasi secara digital dan 88 persen mengakui komunitas tersebut akan terus berada di ranah digital hingga setahun ke depan.

(7)

Facebook begitu cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi di masa pandemic ini merupakan nilai tambah bagi Facebook yang lengkap dengan fitur chatting dan status pengguna aktif menjadi fasilitas yang mampu menghidupkan situs jejaring sosial ini, dengan fitur chatting ini pengguna Facebook dapat berinteraksi dua arah secara langsung dan fitur pengguna aktif adalah untuk mengetahui teman-teman yang sedang online. Dengan situs jejaring sosial Facebook beberapa hal yang tidak mampu dilakukan oleh situs jejaring lainya Facebook mampu melakukannya karena Facebook dibekali dengan fitur-fitur canggih dan lebih aman, mulai berbagai informasi, berbagi foto, berbagai video dan banyak lagi hal-hal menarik lainnya.

2.3 Media Massa

Definisi dan Karakteristik Media Massa

Menurut Hafied Cangara Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.

Sebuah media bisa disebut media massa jika memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik Media massa menurut Cangara antara lain:

a. Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.

b. Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima.

Kalaupun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.

(8)

c. Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang dalam waktu yang sama.

d. Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.

e. Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa.

Fungsi Media Massa

Adapun fungsi komunikasi massa bagi masyarakat menurut Dominick yang dikutip oleh Denis Mc Quail didalam bukunya sebagai berikut.

1. Surveillance (Pengawasan)

Warning Before Surveillance (Pengawasan dan Peringatan) Fungsi yang terjadi ketika media massa menginformasikan tentang sesuatu yang berupa ancaman, seperti bahaya tsunami, banjir, gempa, kenaikan harga, dan lain lain.

Instrumental surveillance (pengawasan instrumental)

a. Penyebaran/penyampaian informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti resep masakan, produk-produk baru, dan lain-lain.

Interpretation (Penafsiran)

Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting, Contoh: Tajuk rencana (Editorial) berisi komentar dan opini dilengkapi perspektif terhadap berita yang disajikan di halaman lain.

(9)

Linkage (Pertalian)

Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk lingkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu.

Transmission Of Values (Penyebaran Nilai-Nilai)

Fungsi sosialisasi: Cara dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok.

Intertainment (Hiburan)

Banyak dijumpai pada media televisi dan radio. Surat kabar pula merupakan sebuah penyampain yang strategis dalam pemberitaan serta pembangunan opini publik. Karena surat kabar merupakan sarana yang cukup efektif dalam usaha untuk dapat mencerdaskan masyarakat.

Efek Media Massa

Menurut M Chaffe yang dikutip oleh Elvinaro Ardiano mengatakan bahwa media massa mempunyai efek yang berkaitan dengan perubahan sikap, perasaan dan prilaku komunikasinya.

Dari pernyataan tersebut dapat dijelaskan bahwa media massa mempunyai efek kognitif, efek efektif dan efek konatif/nehavioral.

a. Efek Kognitif

Adalah akibat yang ditimbulkan pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya.

b. Efek Efektif

Tujuan dari media massa bukan sekedar memberi khalayak tentang sesuatu tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira dan sebagainya. Media massa agar dapat membuat suasana atau menarik emosional khalayak dalam menyampaikan pesannya.

(10)

c. Efek Konatif/behavioral

Merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk prilaku, tindakan, atau kegiatan. Banyak sekali khalayak yang terpengaruh oleh pesan media yang disampaikannya, seperti masyarakat pedesaan yang takut datang ke Ibu Kota Jakarta, karena mereka menganggap di Jakarta itu sering terjadi konflik, ini diakibatkan karena yang disajikan oleh media berita yang berunsur kekerasan.

2.4 Media Interaktif

Menurut Seels dan Glasgow (Azhar Arsyad, 2006:36) megemukakan bahwa media interaktif merupakan sistem media penyampaian yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian. Media interaktif mempunyai unsur audio- visual (termasuk animasi) dan disebut interaktif karena media ini dirancang dengan melibatkan respon pemakai secara aktif.

Berdasarkan penjelasan pada jenis-jenis media pembelajaran, bahwa Seels & Glasgow (dalam Arsyad, 2002:33) mengelompokkan media interaktif merupakan kelompok pilihan media teknologi mutakhir. Media teknologi mutakhir sendiri dibedakan menjadi:

1. media berbasis telekomunikasi, misal teleconference, kuliah jarak jauh, dan

2. media berbasis mikroprosesor, misal computer-assistted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelejen, interaktif, hypermedia, dan compact (video) disc.

(11)

Media pembelajaran interaktif adalah suatu sistem penyampaian pengajaran yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton (siswa) yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif, dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian (Seels & Glasgow dalam Arsyad, 2002:36).

Media interaktif yang dimaksud adalah berbentuk multimedia.

Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif.

Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain.

Pembelajaran berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis dan kapur.

Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan sedini mungkin pada siswa akan teknologi.

(12)

Media berbasis animasi komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih ketrampilan dan kopetensi tertentu. Misalnya, penggunaan simulator kokpit pesawat terbang yang memungkinkan peserta didik pada akademi penerbangan dapat berlatih tanpa menghadapi resiko jatuh. Contoh lain dari penggunaan multimedia berbasi animasi komputer adalah tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan dapat dilakukannya berbagai percobaan tanpa harus berada di laboratorium.

Langkah-Langkah Penggunaan Media Interaktif

Pembelajaran menggunakan media interaktif merupakan salah satu contoh dari model pembelajaran langsung (Direct Instruction). Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa adalah materi pelajaran yang bersifat deklaratif dan prosedural. langkah- langkah pembelajaran pembelajaran langsung yang menggunakan media interaktif dapat dilaksanakan dengan fase- fase sebagai berikut:

- Fase 1 menyampaikan tujuan, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar. (Fase menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa). Fase ini dilakukan penayangan melalui presentasi media interaktif.

- Fase 2, mendemostrasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap (fase mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan). Fase ini juga dilakukan penayangan melalui presentasi media interaktif.

- Fase 3, merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal (memberi pelatihan awal). Siswa diminta untuk mencoba mengulangi presentasi.

(13)

- Fase 4, memeriksa keberhasilan siswa melakukan tugas seperti demonstrasi yang telah dilakukan guru (fase mencek pemahaman dan memberikan umpan balik). Hal ini dilakukan selama siswa presentasi.

- Fase 5, mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan dan penerapan kepada situasi yang lebih kompleks dalam kehidupan senari-hari (fase lanjutan dan penerapan).

Meminta siswa lain untuk melakukan kembali presentasi dengan media interaktif yang telah disiapkan.

Ruangguru sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19

Dalam masa pandemi ini ada dampak buruk dalam segala sisi kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan. Walaupun diterapkan protokol kesehatan tetapi pembelajaran secara langsung masih dilarang mengingat khawatirnya kasus angka penyebaran Covid-19 melalui siswa bertambah. Maka dari itu kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara jarak jauh dan daring menggunakan jaringan internet. Tetapi banyak kendala yang dialami para siswa ketika belajar yaitu kurangnya pemahaman akan materi yang diberikan oleh guru di sekolah.

Maka ruangguru hadir sebagai pelengkap kebutuhan siswa saat ini menggantikan les atau belajar tambahan seperti yang biasa siswa lakukan. Dikarenakan keadaan pandemi ini maka siswa dan orang tua memilih untuk beralih ke aplikasi pembelajaran online seperti ruangguru.

Ruangguru aktif sebagai penyedia aplikasi mobile di bidang pendidikan non formal di Indonesia. Aplikasi tersebut sangat membantu pembelajaran siswa yang selama ini belajar daring dari rumah. Selain karena system pembelajaran menggunakan animasi yang unik, kita juga bisa memilih kurikulum yang kita butuhkan untuk mengulang pelajaran. Guru yang diajarkan pun juga bukan sembarangan karena sudah mendapatkan gelar

(14)

sarjana. Selain itu mereka menggunakan metode pembelajaran inovatif yang disertakan contoh di lingkungan sekitar agar siswa dapat mudah memahami materi tersebut.

Ruangguru saat ini sebagai salah satu contoh media pembelajaran interaktif yang dapat dimanfaatkan pada masa pandemi.

Pemilihan media pembelajaran yang baik sangat penting untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di dalam kelas.

Diharapkan dengan adanya ruangguru dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran yang efektif untuk para siswa.

(15)

BAB IV STUDI KASUS

Webinar atau sering di kenal Seminar Online

Webinar adalah salah satu bentuk media yang memudahkan proses membagi dan menyaring informasi. Terutama bagi yang tak suka bepergian tetapi tetap ingin mendapat banyak pengetahuan

Webinar adalah seminar online yang memungkinkan pembicara membagikan materi melalui media elektronik maupun internet.

Meski tak dilakukan secara langsung atau tatap muka, tetapi antusias peserta webinar tetap sama dengan seminar biasa.

Bahkan, kini keduanya sama-sama efektif dilakukan.

Webinar memungkinkan pengajaran dan berbagai informasi tanpa perlu menggunakan tempat dan ruang yang besar. Webinar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja jika mau. Bisa gunakan komputer, laptop, ataupun smartphone.

Jenis-Jenis Webinar

- The lead-Generation or scales Webinar

Webinar jenis ini biasanya digunakan oleh para pemasar.

Tujuannya untuk meningkatkan leads. Peserta juga bisa langsung mendaftarkan diri dan emailnya melalui website yang telah disediakan.

- The One-Off For Profit Webinar

jika The Lead-Generation ditujukan untuk memahamkan peserta.

Jenis webinar yang satu ini ditujukan untuk mencari keuntungan.

Terutama bagi para sales atau pemasar. Bagi para peserta, pastikan memiliki biaya untuk turut serta dalam seminar online ini. Keuntungan bagi pemasar yang akan membuat acara seminar ada di sini.

(16)

- The Multi-Module Webinar or Webinar Series

Jenis webinar yang terakhir termasuk golongan yang terbaik.

Seluruh topik yang akan dijelaskan oleh pembicara seminar online akan sangat berkualitas. Penjelasannya sudah pasti lebih komprehensif dari biasanya. Bagi peserta yang menginginkan kepuasan materi, bisa mencoba jenis webinar ini. bahkan, bagi peserta yang ingin mengajukan pertanyaan juga dipersilahkan.

Fungsi Webinar Bagi Penggunanya - Mengumpulkan Leads

Layaknya mengumpulkan anggota dengan tujuan sama. Webinar akan mempermudahnya. Penonton dan peserta akan lebih mudah terjaring. Bagi pemasar, mereka akan lebih dipermudah melancarkan informasi yang ingin disampaikan

- Mengumpulkan Feedback.

Ingin mengetahui hasil dari promo atau campaign bisa dilakukan dengan kuesioner melalui webinar. Bagi yang menginginkan inovasi, bisa mulai menyiapak pertanyaan. Usahakan pertanyaannya relevan dan akan menguntungkan. Jangan asal- asalan karena kesempatan tak akan datang dua kali.

- Promosi Produk dan Jasa

Memberikan informasi campaign terbaru atau peluncuran produk bisa dilakukan memalui webinar ini. Meski memudahkan, tetap pastikan informasi mengenai produk dan jasanya bagus. Webinar yang berkualitas pasti memiliki nilai informasi yang kaya dan berguna bagi banyak orang. Tak terkecuali jika webinar tersebut hanya bagian dari promosi produk dan jasa.

(17)

BAB IV KESIMPULAN

Dalam proses komunikasi diperlukan media sebagai saluran penyampaian pesan. Terutama dalam kegiatan komunikasi massa maka media merupakan salah satu unsur penting yang mampu mempengaruhi hubungan dan kegiatan manusia.

Media begitu cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang merupakan nilai tambah bagi media. Hal ini di latarbelakangi oleh semakin banyaknya pengguna media-media karena jangkauan media yang luas dan dapat digunakan kapanpun dan dimanapun.

Di masa pandemic Covid 19 ini dengan diterapkannya protocol kesehatan yang menyebabkan tergantinya kegiatan belajar - mengajar secara tatap muka dengan pembelajaran online, semakin banyak pelajar yang harus bisa dan dapat mengakses berbagai media untuk digunakan sebagai akses belajar – mengajar contohnya yaitu aplikasi Ruangguru.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Admin Voxnet. (2020). Mengenal Berbagai Jenis Media Komunikasi (Communications Platform). https://www.voxnet.id/mengenal- berbagai-jenis-media-komunikasi-communications-platform Azeharie, S., & Kusuma, O. (2014). ANALISIS PENGGUNAAN

TWITTER SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SELEBRITIS DI JAKARTA. Komunikasi, 02, 84.

Hasna, N. (2017). Dampak Media Sosial terhadap Komunikasi Interpersonal Pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. LIBRIA, 9(2), 183.

Krisna Aditya, D., & Panji Wirayudha, R. (2019). Perancangan Media Pembelajaran Interaktif tentang Falsafah Hidup Suku Lampung melalui Cerminan Kehidupan Tokoh Raden Intan II. E- Proceeding of Art & Design, 6(2).

Media Pembelajaran Interaktif. (2020). Pijar.

https://www.pijar.info/blog/media-pembelajaran-interaktif Prayitno, S. (2021). Komunikasi Pemasaran Global Terpadu:

Tantangan di Era Digital. Coverage, 12(1), 28.

Setyo Wardani, A. (2021). Pengguna Facebook Indonesia Aktif Online di Masa Pandemi. Liputan6.Com.

https://www.liputan6.com/tekno/read/4490709/pengguna- facebook-indonesia-aktif-online-di-masa-pandemi

Wea Djawo, I. (2019). ARTI PENTING KOMUNIKASI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA. http://wayangsufi.com/arti-penting- komunikasi-bagi-kehidupan-manusia/

Referensi

Dokumen terkait

Media adalah seperangkat alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan atau menyalurkan baik pesan maupun informasi dari komunikator kepada khalayak

Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam

Menurut Cangara (2003: 134) media massa adalah alat yang digunakan untuk penyampaian pesan dari sumber kepada penerima (khalayak) dengan menggunakan

Hafied Cangara mendefinisikan media massa sebagai alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima pesan) dengan menggunakan alat komunikasi

Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan massa jika diartikan dalam konotasi negatif merupakan

Interaksi pribadi, pengembangan, dan respon.. Strategi pemasaran massa berniat untuk muncul di seluruh pasar tanpa terbatas pada segmen pasar kecil. Tujuan dari strategi

Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri adalah alat yang

Dari pengertian di atas dapat di- tarik kesimpulan bahwa media massa adalah sarana atau alat yang digunakan seseorang untuk menyampaikan pesan- pesan atau informasi kepada orang ba-