ANALISIS MAKNA REFERENSIAL PADA KUMPULAN LAGU KARYA BIMBO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
SKRIPSI
OLEH
ELSA MANORA SIREGAR NPM 1488201006
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH KOTABUMI-LAMPUNG
KOTABUMI JANUARI 2019
v
KATA PENGANTAR
Ucapan puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah Subhanahu wataalla atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini berjudul “Analisis Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas”.
Skripsi ini tentu tidak mungkin diselesaikan tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Sumarno, M.Pd selaku Ketua STKIP Muhammadiyah Kotabumi; 2. Ibu Nur Mei Ningsih, S.Pd, M.Pd selaku Ketua Prodi Bahasa dan Sastra
Indonesia dan selaku pembimbing I dengan penuh kesabaran dan keikhlasan telah memberikan bimbingan dan arahannya serta telah meluangkan waktunya dalam proses penyusunan sampai dengan selesai skripsi ini;
3. Ibu Dewi Ratnaningsih, S.Pd, M.Pd selaku pembimbing II yang telah bersedia dengan penuh keikhlasan memberikan motivasi, bimbingan selama perkuliahan, dan bimbingan kepada penulis sampai dengan selesainya skripsi ini;
4. seluruh bapak/ibu dosen STKIP Muhammadiyah Kotabumi telah banyak membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan pada penulis;
5. terima kasih juga pada teman-teman seperjuangan menuntut ilmu di STKIP Muhammadiyah Kotabumi yang telah memberikan dorongan, motivasi, dan saran selama proses penyusunan skripsi ini;
Semoga kebaikan semua pihak menjadi amal salih dihadapan Allah Subhanahu wataalla. Amin Yarobbal’Alamin. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Kotabumi, Januari 2019
Elsa Manora Siregar 1488201006
Vi DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL HALAMAN LOGO HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING MOTO
PERSEMBAHAN
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Fokus Penelitian ... 6
1.3 Perumusan Masalah ... 7
1.4 Tujuan Penelitian ... 7
1.5 Manfaat Penelitian ... 7
BAB II. KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Semantik ... 9
2.2 Jenis Makna ... 10
2.3 Makna Referensial ... 10
Vi
2.3.2 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Peristiwa ... 13
2.3.3 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Gejala ... 14
2.3.4 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Kenyataan ... 14
2.3.5 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Proses ... 14
2.3.6 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Sifat ... 14
2.4 Pengertian Lirik Lagu ... 15
2.5 Makna Referensial pada “Kumpulan Lagu” Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas ... 16
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian ... 19
3.2 Sumber Data ... 19
3.3 Instrumen Penelitian ... 20
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 21
3.5 Teknik Pengujian Data ... 22
3.6 Teknik Analisis Data ... 22
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 26
4.1.1 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Benda ... 27
4.1.2 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Peristiwa ... 36
4.1.3 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Gejala ... 41
4.1.4 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Kenyataan ... 44
4.1.5 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Proses ... 48
Vi
4.1.7 Makna Referensial pada “Kumpulan Lagu” Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas ... 56 4.2 Pembahasan ... 60
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ... 62 5.2 Saran ... 63 DAFTAR RUJUKAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN-LAMPIRAN
iv ABSTRAK
Siregar, Elsa Manora. 2018: Analisis Makna Referensial pada “Kumpulan Lagu” Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kotabumi-Lampung. Pembimbing I Nur Mei Ningsih, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II Dewi Ratnaningsih, S.Pd., M.Pd.
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah makna referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna referensial pada Kumpulan Lagu karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan bentuk makna referensial pada Kumpulan Lagu karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah teknik pengunduhan melalui web http://m.ordeku.blogspot.co.id/2015/11/lirik/lagu/bimbo/html dan pencatatan dalam kartu data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk makna referensial pada kumpulan lagu karya Bimbo berjumlah 79 kutipan: makna referensial bentuk benda berjumlah 25 kutipan, makna referensial bentuk peristiwa berjumlah 12 kutipan, makna referensial bentuk gejala berjumlah 10 kutipan, makna referensial bentuk kenyataan berjumlah 9 kutipan, makna referensial bentuk proses berjumlah 4 kutipan, dan makna referensial bentuk sifat berjumlah 19 kutipan. Berdasarkan aspek bahasa, aspek psikologis, dan aspek latar belakang budaya peserta didik, kumpulan lagu karya Bimbo dapat djadikan sebagai alternatif bahan ajar pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas.
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Bahasa bukan sekadar deretan kata yang tersusun sedemikian rupa yang diucapkan oleh manusia untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam kehidupan, namun lebih dari itu. Bahasa akan membentuk sebuah wacana. Ningsih (2014: 6) mengatakan wacana adalah bagian yang tidak terlepas dari tujuan berbahasa, yaitu melakukan komunikasi. Seseorang yang akan menggunakan bahasa lisan maupun tulis harus memahami tentang pilihan kata, makna kata, dan juga struktur yang akan digunakan dalam berbahasa. Memahami makna kata yang diucapkan merupakan hal yang harus diperhatikan saat berkomunikasi. Makna berkaitan dengan maksud yang ingin disampaikan pembicara atau penulis. Dengan kata lain, makna hampir sama dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembicara atau penulis dari informasi yang disampaikan.
Makna sering diperbincangkan oleh khalayak ramai khususnya bagi pengguna bahasa tersebut. Terkadang makna juga dapat membingungkan pembaca karena pembaca sulit untuk menafsirkan makna tersebut. Pada umumnya makna dibagi atas beberapa jenis, yaitu makna afektif, makna denotatif, makna deskriptif, makna ekstensi, makna emotif, makna gramatikal, makna ideasional, makna intensi, makna khusus, makna kognitif, makna kiasan, kolokatif, makna
konotatif, makna konseptual, makna konstruksi, makna kontekstual, makna leksikal, makna referensial. Berdasarkan jenis makna yang sudah dituliskan, makna yang dipilih untuk dijadikan sebagai penelitian adalah makna referensial.
Makna referensial merupakan makna yang memiliki unsur referen baik dalam bahasa maupun di luar bahasa. Makna referensial dapat dijumpai dalam ruang lingkup di dalam bahasa maupun di luar bahasa pada sebuah kata yang terikat dalam kehidupan sehari-hari. Makna referensial sangat menarik untuk diteliti karena makna ini merupakan makna yang tidak hanya ada di dalam bahasa akan tetapi makna tersebut lebih banyak ditemukan di luar bahasa.
Makna referensial ini dijadikan objek penelitian karena pada makna referensial memiliki acuan yang berhubungan langsung dengan pengguna bahasa yang sudah disepakati oleh pengguna bahasa lainnya yang berada di luar bahasa itu sendiri. Seseorang mampu memaknai sebuah kata atau benda dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan pemahamannya masing-masing terkait kata atau benda yang dilihatnya. Kata pohon, misalnya, kata pohon di dalam bahasa memiliki makna menunjukkan jenis tumbuh-tumbuhan, sedangkan di luar bahasa makna pohon memiliki julukan sebagai ciptaan, hidup, fana. Pemaknaan kata pohon yang ada di dalam bahasa hanya menunjukkan jenis tumbuhan yang berbatang keras dan besar.
Pengetahuan tersebut yang akan memudahkan pengguna bahasa untuk menafsirkan makna yang terkandung di dalam sebuah kata. Pemahaman yang dilakukan akan memudahkan pengguna bahasa untuk dapat menafsirkan makna yang terkandung dalam kalimat yang sering ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam penelitian ini, lirik lagu menjadi contoh wujud dari bentuk makna yang sering dijumpai oleh pengguna bahasa.
Makna referensial sangat penting di dalam kehidupan karena makna ini berhubungan dengan sesuatu yang ada di luar bahasa. Kata dapat bermakna referensial apabila kata tersebut memunyai acuannya. Contohnya, ketika seseorang mendengar sebuah kata, ia hanya mengetahui makna yang berada di dalam bahasa saja, tetapi tidak mengetahui makna yang ada di luar bahasa tersebut. Pengguna bahasa akan lebih memahami makna yang diutarakan dengan lebih mudah agar tidak terjadi kesalahan dalam berkomunikasi. Tetapi dengan catatan kata atau benda tersebut memiliki referen sebagai acuannya. Banyak penyanyi yang namanya terkenal. Salah satunya penyanyi yang terkenal di Indonesia adalah Bimbo.
Bimbo adalah salah satu penyanyi legendaris di Indonesia. Group musik ini berasal dari Bandung yang didirikan sekitar tahun 1967. Personil Bimbo terdiri dari tiga bersaudara yaitu: Sam Bimbo, Acil Bimbo, dan Jaka Bimbo. Lalu dalam perkembangannya diperkuat dengan bergabungnya adik perempuan mereka Iin Parlina. Bimbo selalu menyanyikan lagu dengan ragam tema seperti religi, cinta, lingkungan hidup, sosial, hingga humor yang ada dalam negeri terutama Indonesia. Lirik lagu yang diciptakan dapat memberikan nilai-nilai positif dan menyentuhkan perasaan pendengar. Lima puluh tahun bukan waktu yang singkat bagi group musik ini berkarya. Rentang waktu separuh abad itu pasti dilalui dalam banyak rintangan dan hambatan. Jatuh bangun dalam berkarya itulah yang juga dirasakan oleh Bimbo yang sudah dibentuk sejak tahun 1967.
Bimbo mendapatkan sebuah penghargaan Life Time Achievent atau prestasi seumur hidup dari stasiun televisi swasta Net dalam ajang Music Award 2010. Prestasi lain yang didapat pada tahun 1982 adalah penghargaan dari Presiden Amerika Serikat dan Rusia, yaitu Ronald Reagan & Leonid Brewzhnev tentang imbauan perdamaian mencegah perang dunia ke tiga. Dipilihnya penyanyi legendaris Bimbo sebagai subjek penelitian karena beberapa alasan yaitu, Ia salah satu penyanyi legendaris di Indonesia. Setiap lagu yang diciptakan memiliki makna tentang kehidupan nyata masyarakat di Indonesia. Lagu-lagu yang dibuat bernilai rasa yang positif. Lagu-lagunya sesuai dengan realita masyarakat Indonesia. Bimbo mendapatkan penghargaan prestasi seumur hidup oleh sebuah stasiun televisi swasta. Penghargaan Piala Metrome dalam ajang Penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) 2008 di Jakarta.
Kumpulan lagu yang diciptakan oleh Bimbo dipilih karena beberapa alasan: lagu-lagunya menampilkan musik yang kaya genre. Lagu-lagu yang dinyanyikan merupakan ekspresi dari pengalaman diri sendiri. Kata-katanya yang puitis membuat khalayak menjadi suka dengan musik yang diciptakan. Kata-kata indah dalam liriknya mengungkapkan perasaannya pada orang lain maupun orang di sekitarnya. Makna yang tersirat pada kumpulan lagu banyak menggunakan gaya bahasa. Musik yang bervariasi, mulai dari pop hingga qasidah. Lagu terkadang dijadikan sebagai alat penyampaian makna tersirat yang disampaikan kepada pendengarnya. Setiap lagu terdapat makna yang terkandung pada setiap deretan kata yang tersusun di dalamnya sehingga pendengar dapat mengetahui sebenarnya makna apa yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu tersebut.
Lirik lagu merupakan untaian kata yang diekspresikan oleh pengarang tentang suatu hal yang telah dilihatnya. Kata-kata dalam lirik lagu dibuat dengan imajinasi seorang pencipta lagu yang dapat membuat pendengar mampu menciptakan makna yang beragam dalam lirik lagu tersebut. Oleh sebab itu, menciptakan sebuah lirik lagu memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Kata-kata yang digunakan tidak seperti bahasa sehari-hari dan memiliki sifat yang ambigu. Keindahan yang ada di dalam lirik lagu diciptakan dari hasil renungan imajinasi seseorang. Lirik lagu mampu menimbulkan banyak presepsi yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman seseorang yang berasal dari pengalaman hidup yang dimiliki.
Lagu yang diciptakan secara baik dapat membawa pendengar untuk menghayati dan meresapi makna positif dari sebuah lirik, terlepas dari genre apa yang dinyanyikan. Lagu yang didengar akan membuat seseorang dapat memaknai setiap baitnya dengan penafsiran yang berbeda-beda. Lirik sendiri memiliki sifat istimewa dibandingkan pesan pada umumnya, lirik lagu merupakan jangkauan yang luas di dalam benak pendengarnya. Hal ini menjadi alasan mengapa lirik lagu menjadi subjek yang ingin diteliti. Lirik lagu pada penelitian ini menggunakan kumpulan lagu karya Bimbo, kumpulan lirik lagu ini yang akan dikaitkan dengan penelitian pada makna referensial. Proses penelitian ini dilakukan dalam bentuk analisis makna referensial pada kumpulan lagu karya Bimbo.
Pembelajaran bahasa diarahkan agar peserta didik tumbuh pemahaman dan penghargaan terhadap bahasa yang digunakan. Agar terjalinnya proses pemerolehan ilmu, diharapkan bantuan dari guru dalam proses pembelajaran.
Dengan kata lain, guru sebagai fasilitator agar peserta didik mampu belajar dengan baik. Pembelajaran diwujudkan dalam mendeskripsikan kata-kata yang terdapat makna disetiap lirik lagu dan dihubungkan dengan pembelajaran bahasa Indonesia.
Proses pembelajaran akan berjalan dengan maksimal ketika guru memilih bahan ajar. Pemilihan bahan ajar perlu untuk diseleksi. Dalam pembelajaran seleksi bahan ajar memberikan peranan sangat penting karena bahan ajar yang digunakan berkaitan dengan aspek bahasa, psikologi, dan latar belakag budaya. Penelitian ini penting karena memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mendeskripsikan bentuk makna yang terdapat pada setiap lirik lagu. Bentuk pendeskripsian tersebut secara tidak langsung dapat menambah pengetahuan peserta didik serta pemahamannya tentang makna. Oleh karena itu, terkait penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul analisis makna referensial pada kumpulan lagu karya Bimbo sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas.
1.2 Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, fokus penelitian ini adalah “Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas”.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan fokus penelitian di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas?”.
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Referensial yang ada di dalam Kumpulan Lagu karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Manfaat Teoretis
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan llmu, khususnya Semantik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan deskripsi mengenai Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh peserta didik tingkat sekolah menengah atas dalam mengenali dan memahami Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas.
b. Bagi Guru, hasil penelitian ini dapat menambahkan pengetahuan dan pemahaman tentang Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas.
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Semantik
Kata semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani yaitu sema kata benda yang berarti “tanda” atau “lambang”. Kata kerjanya adalah semaino yang berarti “menandai” atau “melambangkan”. Semantik merupakan bagian dari cabang ilmu bahasa yang membahas tentang makna, yang mencakup jenis, pembagian, pembentukan dan perubahan makna tersebut.
Pateda (2010:2) menyatakan “Dalam ilmu semantik dapat diketahui tentang pemahaman makna, wujud makna, jenis-jenis makna, aspek-aspek makna hal yang berhubungan dengan makna, komponen makna, perubahan makna, penyebab kata hanya mempunyai satu makna atau lebih, dan cara memahami makna dalam sebuah kata, semuanya dapat ditelusuri melalui disiplin ilmu yang disebut semantik”. Chomsky dalam Sudaryat (2008:5) menyatakan “Semantik merupakan salah satu komponen tata bahasa. selain itu terdapat komponen sintaksis dan fonologi, kajian semantik juga dapat digunakan untuk teknik analisis ciri pembeda atau fitur distingtif”.
Kambartel dalam Pateda (2010:7) menyatakan semantik merupakan bahasa yang terdiri dari struktur yang menampakkan makna apabila makna tersebut dihubungkan dengan objek pada pengalaman manusia. Sugono (2009:368) menyatakan Makna adalah amanat, moral, nilai, pelajaran,
signifikansi, substansi, takwil. Maksudnya, makna adalah sesuatu yang berkaitan dengan harga sesuatu atau umpan balik dari sesuatu.
2.2 Jenis Makna
Makna adalah adalah hubungan antara lambang bunyi dengan acuannya. Makna merupakan bentuk responsi dan stimulus yang diperoleh pemeran dalam komunikasi sesuai dengan asosiasi maupun hasil belajar yang dimiliki. Pateda (2010:97) menjelaskan terdapat 26 makna, yaitu makna efektif, denotatif, deskriptif, ekstensi, emotif, gereflekter, gramatikal, ideasional, intense, khusus, kiasan, kognitif, kolokatif, konotatif, konseptual, kontruksi, kontekstual, leksikal, lokusi, luas, pictorial, proposional, pusat, referensial, sempit, dan stilistika. Dari beberapa jenis makna tersebut salah satu jenis makna yang diteliti yaitu makna referensial.
2.3 Makna Referensial
Teori referensial adalah teori yang menyatakan hubungan antara symbol, reference, dan referent dalam bentuk segitiga sama sisi. Menurut teori ini, makna adalah sesuatu yang terbentuk dari hasil hubungan antara reference dan referent sehingga membentuk simbol bunyi bahasa (berupa kata, makna, dan kalimat) Simbol bahasa dan rujukan atau referen tidak mempunyai hubungan langsung. Teori ini menekankan hubungan langsung antara reference dengan referent yang ada di alam nyata.
Berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah terlepas dari penggunaan bahasa secara lisan maupun tulis. Secara lisan penggunaan makna referensial dituangkan melalui sebuah ujaran, sedangkan secara tulis penggunaan makna referensial dituangkan melalui sebuah tulisan. Di dalam berbahasa baik melalui lisan maupun tulis sangat mudah untuk dipahami dan dimengerti, semua dibuat dalam bentuk bahasa, baik dalam kata, frase, maupun kalimat yang memiliki makna referennya.
Chaer (2009:63) menyatakan perbedaan makna referensial dan non referensial berdasarkan ada tidak adanya referen dari kata-kata itu. Bila kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu maka kata tersebut bermakna referensial. Kalau kata itu tidak memiliki referen makna disebut makna nonreferensial. Sebuah kata atau leksem disebut bermakna referensial kalau ada referensialnya, atau acuannya (Chaer 2007:291). Pateda (2010:125) menyatakan makna referensial adalah makna yang langsung berhubungan dengan acuan yang ditunjuk oleh kata.
Djajasudarma (2009:11) menyatakan makna referensial adalah makna yang berhubungan langsung dengan kenyataan atau referen (acuan), makna referensial disebut juga makna kognitif karena ada acuannya. Makna ini memiliki hubungan dengan konsep, sama halnya seperti makna kognitif. Makna referensial memiliki hubungan dengan konsep tentang sesuatu yang disepakati bersama (oleh masyarakat bahasa), seperti terlihat di dalam hubungan antara konsep (reference) dengan acuan (referent).
Di bawah ini gambar segitiga menurut Ogden dan Richard:
(b) Makna (referensi, pikiran)
(a) Lambang (c) acuan (referen)
Hubungan antara (a) dan (c) bersifat tidak langsung, sebab (a) adalah masalah dalam bahasa dan (c) masalah di luar bahasa yang hubungannya bersifat arbitrer maka dihubungkan dengan garis putus-putus. Sementara hubungan (a) dan (b) serta hubungan (b) dan (c) bersifat langsung oleh karena itu dihubungkan dengan garis biasa atau garis yang tidak putus-putus. Titik (a) dan (b) sama-sama berada di dalam bahasa, sementara hubungan (b) dan (c) berupa (c) adalah acuan dari (b) tersebut. Berikut adalah contoh makna referensial di dalam bahasa dan di luar bahasa.
Rumah
Pondok Rumah Singgah
Pada bagan segitiga di atas dijelaskan bahwa konsep rumah di dalam bahasa kata rumah memiliki makna adalah pondok, sedangkan di luar bahasa kata rumah dapat memiliki makna rumah singgah. Makna di dalam bahasa adalah makna yang tidak dapat diubah lagi dan tidak diragukan kebenarannya. Adapun
makna di luar bahasa pemaknaan dilihat dari tingkat pengalaman pengguna bahasa.
Pateda (2010:125), menyatakan makna referensial merupakan bentuk arahan tentang makna yang langsung menunjuk pada suatu dari kata, kalimat, maupun frasa tersebut. Bentuk makna referensial yaitu: berbentuk benda, gejala, kenyataan, peristiwa, proses, dan sifat. Jadi, kalau seseorang mengatakan marah, maka yang diacu adalah gejala marah, misalnya muka yang cemberut, diam dan kalau berbicara menggunakan bahasa yang bernada tinggi yang kadang-kadang diikuti dengan anggota badan.
2.3.1 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Benda
Bentuk makna referensial acuannya mengarah pada benda yang ada di sekitar lingkungan pengguna bahasa, seperti pada contoh dari kata yang bermakna referensial yaitu “kulkas” dan “laptop” yang termasuk kata yang memiliki makna referensial karena keduanya mempunyai referen atau acuan kata sejenis perlengkapan elektronik. Contoh tersebut merupakan contoh makna referensial yang mengacu pada makna referensial berjenis benda.
2.3.2 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Peristiwa
Bentuk makna referensial acuannya mengarah pada kejadian yang akan terjadi selanjutnya. Contoh dalam bentuk kalimat yang menunjukkan adanya bentuk makna referensial dalam jenis bentuk peristiwa, pada bentuk kalimat “ Sekelompok motor tidak dapat bergerak sama sekali” pada bentuk kalimat tersebut menyebutkan adanya acuan bentuk peristiwa yang dialami yaitu kejadian/peristiwa kemacetan.
2.3.3 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Gejala
Bentuk makna referensial acuannya mengarah pada sesuatu yang dialami oleh pengguna bahasa. Contohnya dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bentuk makna referensial dalam bentuk gejala yaitu pada kalimat “mukanya memerah” makna gejala yang diacu pada bentuk ini adalah bentuk gejala malu. Gejala malu tidak hanya mengacu pada muka memerah dapat juga terkait dalam bentuk kesopanan yang harus manusia hindarkan dari dirinya dari perbuatan yang memalukan.
2.3.4 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Kenyataan
Bentuk makna referensial acuanya mengarah pada sesuatu yang benar-benar terjadi dari sesuatu yang ditunjukkan. Contohnya dalam bentuk kalimat yang menunjukkan pada kalimat “tanaman itu tumbuh subur padahal dunia kering karena tidak ada asupan air” maka makna referensial yang diacu pada gejala bentuk ini adalah gejala kemarau.
2.3.5 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Proses
Bentuk makna referensial acuannya berbentuk sesuatu yang dijalani oleh pengguna bahasa. Contohnya dalam bentuk kalimat yang menunjukkan adanya bentuk makna referensial yang acuannya pada bentuk proses pada kata “bodoh” maka acuan makna referensialnya pada bentuk proses merupakan kata yang mengalami proses tidak mau bekerja dengan tekun.
2.3.6 Makna Referensial yang Mengacu pada Bentuk Sifat
Bentuk makna referensial acuannya mengarah pada sifat keadaan seseorang tersebut. Contohnya dalam bentuk kalimat yang menunjukkan adanya bentuk makna referensial yang acuannya pada bentuk sifat pada kalimat “dia
tanpa diminta untuk berbicara dia selalu berbicara”pada bentuk kalimat tersebut menyebutkan adanya makna referensial pada bentuk sifat yang acuan makna referensialnya adalah cerewet atau banyak bicara.
Dari beberapa teori yang sudah disampaikan oleh para ahli, teori yang dipilih adalah teori yang disampaikan oleh Pateda, yang berpendapat ada beberapa bentuk dari makna referensial yaitu: berbentuk benda, gejala, kenyataan, peristiwa, proses, dan sifat. Dipilihnya teori ini karena bentuk-bentuk makna referensial sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari sehingga tertarik untuk menggunakan teori yang disampaikan oleh Pateda.
2.4 Pengertian Lirik Lagu
Lirik lagu adalah ekspesi seseorang tentang suatu hal yang dilihat, didengar maupun yang dialaminya. Lirik lagu dalam setiap kata serta bahasa menciptakan daya tarik dan kekhasan terhadap lirik lagu yang dilakukan oleh seorang pencipta lagu. Lirik lagu adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya berisikan rangkaian kata-kata yang diciptakan oleh pengarang dan merupakan salah satu ungkapan isi hati yang dicurahkan oleh pengarang. Biasanya lagu-lagu yang ciptakan terinspirasi dari diri pencipta lagu itu sendiri yang dirasakan pada masa lampau atau pengalaman orang lain yang menarik untuk dijadikan sebuah lirik lagu yang indah. Inspirasi-inspirasi yang muncul akan tercipta sebuah lirik lagu yang berisikan ungakapan perasaan, seperti marah, benci, sedih, cinta, dan dendam. Lagu akan tercipta dari pengalaman-pengalaman yang sudah pernah dirasakan oleh pencipta lagu tersebut. Ardiani dalam Wijaya (2011:1) menyatakan
lirik lagu termasuk dalam genre sastra karena lirik adalah karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi, susunan kata sebuah nyanyian. Jadi, lirik sama dengan puisi tetapi bedanya lagu disajikan dengan nyanyian yang termasuk dalam genre sastra imajinatif. Setiap lagu memiliki tujuan tertentu yang ingin disampaikan kepada pendengarnya.
2.5 Makna Rereferensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas
Bahan ajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran. Bahan ajar yang disampaikan oleh guru harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini agar mampu menggapai tujuan yang sudah ditetapkan. Pada kurikulum 2013, pembelajaran bahasa Indonesia lebih menekatkan kepada siswa agar mampu menuangkan imajinasi secara kreatif dan kritis. Oleh sebab itu, dengan adanya pembelajaran penggunaan bahasa Indonesia di sekolah menengah atas, peserta didik diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik meggunakan tata bahasa Indonesia yang baik secara lisan maupun secara tulisan.
Rahmanto (2005:27—31) menyatakan, pemilihan bahan ajar dilihat dari beberapa aspek yaitu:aspek bahasa, psikologis, dan latar belakang budaya.
1. Aspek Bahasa
Pemilihan bahan ajar dalam penguasaan suatu bahasa sebenarnya tumbuh dan dikembangkan melalui tahap-tahap yang nampak jelas pada setiap individu yang bisa memastikan bahwa guru dapat memilih bahan ajar yang sesuai dengan wawasan yang ilmiah. Misalnya memperhatikan segi ketatabahasaan dan memperhitungkan kosakata baru yang telah dikuasai oleh peserta didik
agar pemilihan bahan ajar dapat sesuai dengan kemampuan peserta didik tersebut.
2. Aspek Psikologis
Semua guru harus dapat memahami peserta didik sebelum menerangkan bahan ajar yang telah ditentukan sebagai alternatif bahan ajar. Pada aspek ini guru memahami tingkatan perkembangan psikologis anak-anak dengan beberapa tahap psikologis yang terjadi pada peserta didik. Tahapan tersebut diantaranya:
1. Tahap pengkhayalan (8—9 tahun) pada tahap ini imajinasi anak belum banyak diisi hal-hal nyata tetapi masih penuh dengan berbagai macam fantasi kekanakan.
2. Tahap romantik (10—12 tahun) pada tahap ini anak mulai meninggalkan fantasi-fantasi dan mengarah ke realitas.
3. Tahap realistik (13—16 tahun) pada tahap ini anak benar-benar sudah terlepas dari dunia fantasi, dan sangat berminat pada realitas atau apa yang benar-benar terjadi.
4. Tahap generalisasi (umur 16 tahun dan seterusnya) pada tahap ini anak sudah tidak lagi hanya berminat pada hal-hal praktis saja tetapi juga berminat untuk menemukan konsep-konsep abstrak dengan menganalisis suatu fenomena.
3. Aspek Latar Belakang Budaya
Aspek ini merupakan istilah yang menunjukkan latar belakang dari peserta didik karena biasanya peseta didik dapat tertarik dari pemilihan bahan ajar
yang sesuai dengan keadaan atau latar belakang budaya yang erat hubungannya dengan kehidupan siswa tersebut.
Pada proses pembejalaran bahasa, alternatif pembelajaran akan dikaitkan dengan proses pengembangan minat belajar bahasa untuk peserta didik, yang diharapakan mampu mengembangkan pengetahuan dalam bentuk dan cara yang dirancang oleh guru. Bahan ajar yang baik sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran, karena dengan bahan ajar yang baik proses pembelajaran dapat tersusun, terarah, dan terfokus. Alternatif bahan ajar akan disesuaikan dengan kirukulum saat ini yang berlaku serta diatur dengan silabus yang diwujudkan menjadi sarana atau pilihan bahan ajar bahasa yang ada di sekolah menengah atas. Dalam program alternatif guru harus mampu memberikan arahan terhadap peserta didik dapat terarah dan mudah memahami pembelajaran yang disampaikan dan peserta didik dapat menerima pembelajaran dengan nyaman dan tentunya dapat menjadi tujuan dari rancangan pembelajaran di sekolah akan terwujud dengan baik dan sesuai.
Penelitian ini berjudul “Makna Referensial pada Kumpulan Lagu Karya Bimbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas”. Skripsi ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk makna referensial yang ada di dalam kumpulan lagu karya Bimbo dan menentukan layak atau tidaknya kumpulan lagu tersebut dijadikan sebagai aternatif bahan pembelajaran bahasa di sekolah menengah atas.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Metode ini digunakan bertujuan untuk menggambarkan, menjabarkan serta memaparkan bentuk analisis makna referensial pada kumpulan lagu karya Bimbo ke dalam bentuk lirik lagu. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantifikasi lainnya.
3.2 Sumber Data
Sumber data adalah subjek dari mana data dapat ditemukan. Arikunto (2010:172) menyatakan “Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh”. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan lagu karya Bimbo yang berupa lirik lagu. Kumpulan lagu tersebut berjudul Anak Bertanya pada Bapaknya, Antara Kabul dan Beirut, Tante Sun, Surat untuk Reagan dan Brezhnev, Tuhan, Citra, Sajadah Panjang, Ada Banyak Cara, Bermata Tapi Tak Melihat, Kumis, Antara Bogor dan Cianjur, Kalpataru,
Adinda, Cinta, Salam Sayang, Romantika Hidup, Lembayung Semakin Ungu, Terpikat, Cinta Kilat, Pacar, Calon Mertua, Pacarku Manis, Meringis Dan Menangis, Pelabuhan Hati, Bunga Kenangan, Lembah Biru, Berdiri Di Atas Jembatan Semanggi, Dunia Hitam, Cempaka Kuning, Akhir Dari Segalanya, Elegy Buat PBB, Mawar Asuhan Rembulan, Rimbun Terlindung, Gile, Semalam di Malaysia, Aisyah Adinda Kita, Selamat Datang Ramadhan, Dengan Puisi Aku, Hujan di Polonia.
Semua judul lagu berjumlah 39. Lagu yang diteliti dari berbagai album Bimbo tersebut diperoleh dengan mengunduh dari internet pada alamat web http://m.ordeku.blogspot.co.id/2015/11/lirik/lagu/bimbo/html pada tanggal 16 Agustus 2017 kumpulan lagu dari berbagai album tersebut menjadi sumber data dalam rancangan penelitian ini.
3.3 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan suatu proses dan metode, alat atau cara untuk memperoleh informasi terhadap suatu yang diteliti. Arikunto (2010:203) menyatakan instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data agar penelitian lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti cermat, lengkap dan mudah diolah. Peneliti merupakan perencana data, pengumpul data, penafsir data, penganalisis data kemudian pelapor hasil dari proses penelitian. Selain itu, menggunakan kartu data sebagai instrumen tambahan, kartu data tersebut digunakan untuk mencatat data yang menunjukkan sesuatu yang akan dianalisis berupa kata yang bermakna referensial dan pada kumpulan lagu karya Bimbo yang berjumlah tiga puluh Sembilan lagu.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk penelitian deskriptif kualitatif pada penelitian ini menggunakan teknik pencatatan berupa kata-kata yang terdapat pada lirik lagu yang mendukung menjadi sumber penelitian. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap.
a. Mencari (Searching)
Proses utama dalam pengumpulan data adalah pencarian. Pencarian dilakukan untuk menemukan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah penelitian. Proses pencarian dilakukan melalui beberapa cara menggunakan mesin pencarian internal dam eksternal. Mesin pencarian internal adalah mesin pencarian yang disediakan dalam situs web http://m.ordeku.blogspot.co.id/2015/11/lirik/lagu/bimbo/html.
Pencarian dengan cara ini dilakukan dengan menuliskan beberapa kata kunci terkait masalah. Mesin pencarian eksternal adalah mesin pencarian di internet yang cakupannya lebih luas seperti google, bing, dan yahoo. Pada proses pencarian ini kata kunci dituliskan dengan diakhiri dengan penulisan blogspot, kemudian hasil pencarian disaring berdasarkan alamat situs blogspot.
b. Mengunduh (Download)
Tulisan-tulisan yang telah ditemukan dalam proses pencarian kemudian diunduh. Pengunduhan dilakukan untuk mendokumentasikan sehingga proses analisis data menjadi lebih mudah.
3.5 Rencana Pengujian Data
Data yang dikumpulkan akan diuji keabsahannya, proses pengujian data terkait pada teori-teori makna referensial yang telah dipaparkan dan dijelaskan pada bagian kajian teori. Selanjutnya data tersebut akan divalidasi oleh pembimbing dalam proses penelitian.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang dilakukan dengan cara pendeskripsian bagian-bagian yang ditentukan dalam penelitian. Analisis data dilakukan sejak awal penelitian dimulai dengan cara mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi suatu unit yang dapat dikelola. Langkah-langkah analisis datanya sebagai berikut.
1. Menentukan makna referensial pada kumpulan lagu karya Bimbo.
2. Pengklasifikasi data yang termasuk dalam makna referensial yang ada pada lirik lagu ciptaan Bimbo. Klasifikasi dipermudah dengan penggunaan kode saat pencatatan. Bentuk rumusan kode yang digunakan adalah sebagai berikut.
a. Kode petunjuk yang digunakan untuk merujuk teks seperti makna referensil benda dengan kode huruf (MRB), makna referensial peristiwa dengan kode huruf (MRP), makna referensial gejala dengan kode huruf (MRG), makna referensial kenyataan degan kode huruf (MRK), makna referensial proses dengan kode huruf (MRP), makna referensial sifat dengan kode huruf (MRS).
b. Kode untuk judul lagu diambil dari huruf awal pada setiap kata yang ditulis menggunakan huruf kapital.
TABEL 1
DAFTAR PENGODEAN JUDUL LAGU
No Judul lagu Kode
1 Anak Bertanya pada Bapaknya ABpB
2 Antara Kabul dan Beirut AKdB
3 Tante Sun TS
4 Surat Untuk Reagan dan Brezhnev SuRdB
5 Tuhan Thn
6 Citra Ctr
7 Sajadah Panjang SP
8 Dengan Puisi, Aku DPA
9 Mawar Asuhan Rembulan MAR
10 Hujan di Polandia HdP
11 Ada Banyak Cara ABC
12 Rimbun Terlindung RT
13 Gile Gl
14 Bermata Tapi Tak Melihat BTTM
15 Aisyah Adinda Kita AAK
16 Kumis Kms
17 Antara Bogor dan Cianjur ABdC
18 Kalpataru Kpr
19 Adinda Add
20 Cinta Cnt
21 Salam Sayang SS
23 Lembayung Semakin Ungu LSU 24 Terpikat Tpk 25 Cinta Kilat CK 26 Pacar Pcr 27 Calon Mertua CM 28 Pacarku Manis PM
29 Meringis dan Menangis MdM
30 Pelabuhan Hati PH
31 Bunga Kenangan BK
32 Lembah Biru LB
33 Berdiri di Atas Jembatan Semanggi BdAJS
34 Dunia Hitam DH
35 Cempaka Kuning CKn
36 Akhir Dari Segalanya ADS
37 Elegy Buat PBB EBP
38 Semalam di Malaysia SdM
39 Selamat Datang Ramadhan SDR
c. Kode petunjuk pada bait lagu digunakan kode, I, II, III, VI dan seterusnya;
d. Kode petunjuk untuk baris pada lagu digunakan kode 1, 2, 3, 4 dan seterusnya;
Misalnya: MRB/ABpB/II/1 artinya bentuk makna referensial yang mengacu pada bentuk makna referensial benda terdapat pada judul lagu “Anak Bertanya pada Bapaknya” terdapat pada bait kedua baris pertama.
3. Menghubungkan makna referensial pada kumpulan lagu karya Bimbo, lalu menentukan layak atau tidaknya dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas sesuai dengan standar isi kurikulum 2013.
4. Menyimpulkan makna referensial yang relevan terkait pemahaman makna untuk dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas dan disesuaikan dengan kriteria bahan ajar.
DAFTAR RUJUKAN
Admin.2010. Kumpulan Lirik Lagu Bimbo – Profil Bimbo. (Daring). Tersedia. http://m.ordeku.blogspot.co.id/2015/11/lirik/lagu/bimbo/html.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: rineka cipta.
Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer , Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Djajsudarma, Fatimah. 2009. Semantik 1. Bandung : Refika Aditama. Djajsudarma, Fatimah. 2009. Semantik 2. Bandung: Refika Cipta. Martinet, Jeanne. 2010. Semiologi.Yogyakarta: Jalasutra
Muhadjir. 2014. Semantik dan Pragmatik. Tangerang: Pustaka Mandiri. Ningsih, D. R., Rusminto, N. E., & Karomani, K. (2014). TEKS, KONTEKS, DAN KOGNISI SOSIAL WACANA BERTEMA PENDIDIKAN DALAM KOMPASIANA DAN IMPLIKASINYA. J-SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya), 2(1).
Parera, J.D. 2004. Teori Semantik. Jakarta: Rineka Cipta.
Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Purnomo, Lukman. 2011. Pengantar Tekas Lagu. (Daring) tersedia: http://lukmanpurnomo.blogspot.com/2011/07/pengertian-teks-lagu.html. (19 Juli 2017)
Rahmanto, B. 2005. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius. Sudaryat, Yayat. 2008. Makna dalam Wacana. Bandung: Yrama Widya. Suhardi. 2015. Dasar-dasar Ilmu Semantik. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Sudirman. 2009. Semantik Bahasa Indonesia. Lampung: AKASA Solution.