BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum
Kota Semarang merupakan ibu Kota Provinsi Jawa Tengah salah satu kota dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat terutama dalam hal pembangunan infrakstruktur, bidang kesehatan dan bidang pendidikan yang semakin berkembang dapat dilihat dengan sekolah-sekolah yang semakin berkualitas. Dengan adanya perkembangan dibidang pendidikan maka harus di setarakan dengan bidang kesehatan.
Salah satu perkembangan di bidang pendidikan yaitu sekolah menengah pertama SMPN 15 Kota Semarang, yang beralamatkan di Jalan Supriyadi no 72, Pedurungan. SMPN 15 telah mendapatkan akreditasi A dibidang pendidikan. Memiliki letak lokasi sekolah antara perbatasan Kota dan pinggiran Kota Semarang menyebabkan berbagai macam karakteristik siswa-siswi yang bersekolah di SMPN 15.
Fasilitas yang dimiliki sekolah yaitu, lapangan untuk tempat berkumpul dan upacara, kantin dan mushola, dibidang kesehatan seperti UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dengan ada nya UKS maka dapat membantu siswa siswi di bidang kesehatan remaja seperti hal nya penyuluhan mengenai kesehatan remaja. namum manfaat UKS yang telah disediakan oleh pihak sekolah manfaat nya belum maksimal karena kurang nya pemanfaatan UKS oleh sekolah untuk melakukan penyuluhan kesehatan pada siswa-siswi.
Dengan ada nya Unit Kesehatan Sekolah maka dapat dilihat bagaimana manfaat bagi siswa-siswi di SMPN 15 Kota Semarang di bidang kesehatan, setelah dilakukan nya survei awal oleh peneliti didapatkan masih banyak nya
anak-anak kurang pengetahuan dibidang kesehatan. Dan saat dilakukan pengukuran pada anak-anak didapatkan anak-anak yang memiliki status stunting dan sangat stunting, maka peneliti memutuskan memilih SMPN 15 Kota Semarang sebagai tempat penelitian dengan sasaran pengetahuan, sikap dan tindakan orangt ua siswa-siswi yang memiliki status stunting dan sangat stunting.
B. Hasil Penelitian
1.
Analisis Univariat
Analisis univariat berikut dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari kuesioner penelitian.
a. Umur
Untuk mengetahui karakteristik berdasarkan umur responden dapat dilihat pada tabel 4.1
Tabel 4.1
Karakteristik responden berdasarkan umur
no umur Jml %
1 30-40 10 21
2 41-50 32 59,6
3 51-60 10 19,1
total 52 100
Sumber : Data primer,2017
Berdasarkan tabel 4.1 hasil pengolahan kuesioner didapatkan kelompok umur responden, lebih dominan berumur 41-50 tahun sebanyak (59,6%).
b. Pendidikan
Untuk mengetahui karakteristik pendidikan responden dapat dilihat pada tabel 4.2
Tabel 4.2
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan
No Tingkat pendidikan Jml % 1 SD 4 7,7 2 SMP 9 17,3 3 SMA/SMK 25 48,1 4 D3 8 15,4 5 S1/S2 6 11,5 TOTAL 52 100
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan pada tabel 4.2 tingkat pendidikan dari responden lebih dominan yang berlulusan tingkat SMA/SMK dengan presentase sebanyak (48,1%).
c. Pekerjaan
Untuk mengetahui karakteristik berdasarkan pekerjaan responden dapat dilihat pada tabel 4.3
Tabel 4.3
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
No Pekerjaan Jml % 1 PNS/TNI/POLRI 10 19,2 2 Pegawai swasta 21 40,4 3 Wirausaha 10 19,2 4 Tidak bekerja 2 3,8 5 Lainya 9 17,3 Total 52 100
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan tabel 4.3 karakteristik responden berdasarkan pekerjaan didominasi oleh responden yang bekerja sebagai pegawai swasta sebesar (40,2%) wirausaha dan PNS/TNI/POLRI sebesar (19,2%) sedangkan yang tidak bekerja sebesar (3,8%).
d. Tingkatan Kelas Anak Responden
Untuk mengetahui karakteristik berdasarkan Tingkatan Kelas Anak Responden dapat dilihat pada tabel 4.4
Tabel 4.4
Karakteristik responden berdasarkan tingkat kelas anak responden
No Tingkat kelas anak Jml %
1 Kelas 7 26 50,0
2 Kelas 8 26 50,0
Total 52 100
Sumber : Data primer,2017
Berdasarkan tabel 4.4 terdapat anak dengan status stunting berada di kelas tujuh dan kelas delapan dengan presentase yang seimbang yaitu (50,0%). e. Pengetahuan
Untuk mengetahui karakteristik berdasarkan tingkatan pengetahuan responden dapat dilihat pada tabel 4.5
Tabel 4.5
Karakteristik responden berdasarkan tingkatan pengetahuan
No Tingkatan pengetahuan jml %
1 Baik 26 50,0
2 Cukup 14 26,9%
3 Kurang 12 23,1
Total 52 100
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan pada tabel 4.5 tingkat pengetahuan dari responden memiliki pengetahuan yang baik dengan presentase besar (50,0%).
Untuk mengetahui karakteristik berdasarkan pengetahuan responden
dapat dilihat pada tabel 4.6
Tabel 4.6
Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan terhadap stunting
No Pertanyaan Jawaban
Benar Salah
Jml % jml %
1 Apa yang anda ketahui mengenai stunting.
18 34,6 34 65,4
2 Apakah yang dimaksud dengan perkembangan.
35 67,3 17 32,7
adalah.
4 Apakah Penyebab stunting pada anak adalah.
37 71,2 15 28,8
5 Apakah stunting adalah masalah yang cukup serius.
32 61,5 20 38,5
6 Mengapa stunting dianggap masalah yang serius.
31 59,6 20 38,5
7 Apa yang dilakukan untuk mencegah stunting pada anak.
36 69,2 15 28,8
8 Bagaimana kebutuhan asupan menurut jenis kelamin.
25 48,1 26 50,5
9 Apakah penyebab dari stunting. 22 42,3 29 55,8 10 Bagaimana cara pencegahan
Stunting.
40 76,9 10 19,2
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan dari data penelitian didapatkan hasil yaitu responden memiliki pemahaman yang kurang mengenai stunting dengan jawaban yang salah sehingga presentase jawaban mengenai pemahaman responden mengenai stunting memiliki presentase sebesar (65,4%) dengan rata-rata menjawab salah. Mengenai pemahaman tentang kebutuhan asupan makanan berdasarkan jenis kelamin, responden cenderung menjawab pertanyaan dengan hasil yang salah dengan presentase sebesar (50,5%) dengan jawaban salah lebih besar dibandingkan responden yang menjawab benar dengan presentase sebesar (48,1%).
Hasil penelitian pemahaman responden mengenai penyebab stunting memiliki presentase sebesar (55,8%) dengan rata-rata menjawab pertanyaan dengan jawaban salah. Hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor pendidikan responden yaitu pendidikan paling banyak lulusan SMA/SMK dengan presentase sebesar (48,1%).
f. Sikap
Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan tingkatan sikap, dapat dilihat pada tabel 4.7
Tabel 4.7
Karakteristik responden berdasarkan tingkatan sikap
No Tingkatan sikap jml %
1 Baik 24 46,2
2 Cukup 16 30,8
3 Kurang 12 23,1
Berdasarkan pada tabel 4.7 tingkat sikap dari responden memiliki sikap baik dengan presentase sebesar (46,2%).
Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan sikap, dapat dilihat pada tabel 4.8
Tabel 4.8
Karakteristik responden berdasarkan sikap
No Pertanyaan Jawaban Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju jml % jml % jml % Jm l % 1 Untuk kecukupan gizi
anak dibebaskan untuk memilih makanan sesuai yang diinginkan
2 3,8 17 32, 7
5 9,6 28 53,8
2 Stunting pada anak diusia SMP tidak berpengaruh pada kehidupan dimasa yang akan datang.
2 3,8 10 19, 2
6 11,5 34 65,4
3 Anak tidak perlu berolahraga, cukup dengan makanan bergizi.
10 19,2 37 71, 2
0 0 5 9,6
4 Anak bebas memakan makanan yang mereka inginkan(makanan junkfood, makanan instant) 15 28,8 22 42 3 0 0 15 28,8
5 Masa remaja tidak perlu banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein. 11 21,1 26 50, 0 3 5,8 12 23,1
6 Anak dengan status stunting dibiarkan saja, tumbuh kembang akan berlangsung dengan seiringnya waktu.
7 13,5 23 44, 2
9 17,3 13 25,0
7 Ayah memberikan saran agar ibu menghidangkan makanan yang bergizi setiap harinya.
2 3,8 4 7,7 2 3,8 20 38,5
8 Sarapan pagi sebelum berangkat sekolah dapat berpengaruh pada konsentrasi belajar.
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil dari penelitian mengenai sikap responden sikap yang diperoleh dari responden cenderung kurang memahami mengenai stunting dan lebih cenderung hasil jawaban responden ke arah negatif seperti halnya dalam pertanyaan mengenai status stunting pada masa remaja atau SMP tidak berpengaruh dimasa yang akan datang memiliki presentase sebesar (65,4%) dengan jawaban sangat setuju
g. Tindakan
Untuk mengetahui karakteristik berdasarkan tingkatan tindakan responden dapat dilihat pada tabel 4.9
Tabel 4.9
Karakteristik responden berdasarkan tingkatan tindakan
No Tingkatan pengetahuan jml %
1 Baik 25 48,1
2 Cukup 15 28,8
3 Kurang 12 23,1
Total 52 100
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan pada tabel 4.9 tingkat tindakan dari responden memiliki pengetahuan yang baik dengan presentase besar (48,1%).
9 Kebutuhan gizi pada anak usia sekolah lebih penting untuk masa pertumbuhan.
7 13,5 5 9,6 23 44,2 17 32,7
10 Mengetahui status gizi anak tidak terlalu penting selama kondisi anak sehat.
13 25,0 23 44, 2
Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan tindakan, dapat dilihat pada tabel 4.10
Tabel 4.10
Karakteristik responden berdasarkan tindakan
No Pertanyaan
Jawaban Iya Jarang/Jika
menginginkan tidak Jml % Jml % jml % 1 Pernahkah anda meminta menu
makanan untuk keesokan hari. 26 50,0 19 36,5 7 13,5 2
Pernahkah anda menyarankan Menu makananan yang akan dihidangkan keesokan hari sesuai
26 50,0 14 26,9 12 23,1 3 Apakah anda pernah bertanya
mengenai tinggi badan anak. 28 53,8 14 26,9 10 19,2 4 Pernahkah anda mengukur tinggi
badan anak. 25 48,1 15 28,8 12 23,1
5 Pernahkah anda membelikan
tablet mutivitamin pada anak. 33 63,5 9 17,3 10 19,2 6 Apakah anda menyarankan Ibu
membeli buah-buahan. 34 65,4 11 21,2 7 13,5 7
Apakah anda sering Memberikan uang belanja yang lebih kepada istri.
26 50,0 17 32,7 9 17,3
8
Pernahkah anda menemani istri Berbelanja kebutuhan untuk makanan.
19 36,5 21 40,4 12 23,1
9
Apakah anda sering melarang Anak mengkonsumsi makanan junkfood.
20 38,5 17 32,7 15 28,8 10 Apakah anda sering mengajak
keluarga pergi makan diluar. 20 38,5 26 50,0 6 11,5 Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan dari tabel diatas diperoleh hasil mengenai tindakan responden, didapatkan tindakan yang kurang baik dari responden dalam tindakan yang dilakukan untuk masalah stunting pada remaja, seperti hal nya tindakan ayah yang menemani istri berbelanja kebutuhan makanan dengan tindakan jarang atau tidak memiliki presentase sebesar (40,0%) hal tersebut dapat disebabkan karena kegIatan suami yang berkerja dan tidak dapat setiap waktu menemani istri berbelanja kebutuhan makanan untuk dirumah.
Sedangkan untuk tindakan responden dalam mengajak keluarga untuk pergi makan diluar responden cenderung memiliki tindakan yang jarang dengan presentase hasil sebesar (50,0%) hal tersebut dapat disebabkan oleh karena tidak ada waktu untuk pergi keluar rumah dikarenakan aktifitas pekerjaan yang padat sehingga lebih dominan untuk makan di rumah yang telah disiapkan oleh istrinya.
h. Stunting
Tabel 4.11
Stunting pada remaja
No Stunting Total
Jml %
1 Sangat stunting 8 15,4
2 Stunting 44 84,6
Total 52 100
Sumber : Data primer, 2017
Berdasarkan tabel 4.11 didapatkan hasil presentasi tinggi badan anak dengan status stunting lebih tinggi presentasenya sebesar (84,6%) dibandingkan anak dengan status sangat stunting.
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui variabel independen yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap variabel dependen yaitu stunting pada remaja.
a. Hubungan pengetahuan dengan stunting pada remaja
Tabel 4.12
Hasil uji korelasi Spearman Rho hubungan pengetahuan dengan
stunting pada remaja
Stunting remaja Pengetahuan rho p N 0,093 0,513 52 Sumber: Data primer,2017
Berdasarkan Hasil penelitian menggunakan uji korelasi spearman Rho menunjukan bahwa didapatkan nilai p = 0,513 > 0,05 maka disimpulkan terdapat korelasi yang tidak bermakna antara pengetahuan dengan stunting pada remaja.
b. Hubungan sikap dengan stunting pada stunting remaja.
Tabel 4.13
Hasil uji korelasi Spearman Rho hubungan sikap dengan stunting
pada remaja
Stunting remaja Sikap rho p N 0,092 0,517 52 Sumber : Data primer,2017Berdasarkan Hasil penelitian menggunakan uji korelasi spearman Rho menunjukan bahwa didapatkan nilai p = 0,517 < 0,05 maka disimpulkan terdapat korelasi yang tidak bermakna antara sikap dengan stunting pada remaja.
c. Hubungan tindakan dengan stunting pada remaja
Tabel 4.14
Hasil uji korelasi Spearman Rho hubungan tindakan dengan stunting
pada remaja
Stunting remaja Tindakan rho p N -0,202 0,151 52 Sumber : Data primer, 2017Berdasarkan Hasil penelitian menggunakan uji korelasi spearman Rho menunjukan bahwa didapatkan nilai p = 0,151> 0,05 maka disimpulkan terdapat korelasi yang tidak bermakna antara tindakan dengan stunting pada remaja.