Abstrak - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) mempunyai tugas yang salah satunya adalah melakukan pelayanan dan pemantauan yang terkait dengan perdagangan dan perindustrian di daerah yang dibawahinya. Di dalamnya terdapat pelayanan yang terkait dengan ijin usaha sampai memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan ijin usaha sampai memberikan informasi kepada masyarakat yang terkait dengan produk dan hasil industri.
Dalam penelitian ini akan dirancang suatu sistem informasi yang dapat memberikan pemberitahuan awal bagi petugas Disperdagin daftar industri yang ijin usahanya akan jatuh tempo.
Pemberitahuan ini dilakukan pada tiap tahunnya.
Selain itu, petugas Disperdagin dapat melihat informasi industri sesuai dengan kriteria yang diberikan, baik itu sesuai jenis industri, kategori, nama industri, pemilik atau tahun ijin usahanya.
Melalui aplikasi ini juga, pemilik industri dapat melakukan proses pembuatan ijin usaha baru atau melakukan perpanjangan ijin usaha secara online.
Hal ini dilakukan dengan mengisi data industri pada halaman aplikasi, dan secara otomatis akan dikirimkan notifikasi kepada petugas Disperdagin untuk melakukan proses verifikasi terhadap data yang diberikan. Ketika suatu industri sudah terdaftar, maka pemilik dari industri tersebut bisa memasarkan produk-produk industrinya melalui aplikasi ini. Pada aplikasi ini juga disediakan notifikasi terhadap pemilik industri kapan ijin usahanya akan habis. Di dalam aplikasi ini juga terdapat fitur ecommerce sehingga pemilik industri bisa melakukan proses jual beli dengan konsumen secara online. Masyarakat bisa memlih produk sesuai yang diinginkan, dan melakukan pemesanan terhadap produk tersebut. Pesanan ini akan muncul di akun pemilk industri yang bersangkutan, untuk kemudian dilakukan proses verifikasi dan pengiriman barang. Konsumen ataupun masyarakat bisa juga mendapatkan informasi suatu industri atau produk sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Dengan adanya aplikasi ini, semakin memudahkan petugas Disperdagin untuk melakukan pengolahan dan pencarian data industri, khususnya yang terkait dengan ijin usaha, memudahkan bagi pemilik industri untuk pembuatan atau perpanjangan ijin usaha dan melakukan
pemasaran produknya, memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi suatu industri atau produk dan memudahkan konsumen untuk melakukan proses jual beli produk industri.
Kata kunci: Disperdagin, Sistem Informasi, Ijin Usaha, Ecommerce
1. Pendahuluan
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) adalah salah satu departemen yang dimiliki oleh pemerintah yang mempunyai tugas utama melakukan pelayanan dan pemantauan yang terkait dengan dengan perindustrian dan perdagangan di daerah yang dibawahinya. Di dalamnya terdapat pelayanan yang terkait dengan ijin usaha sampai memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan perkembangan industri.
Sehingga bisa dikatakan bahwa disperdagin merupakan komponen penting terhadap kemajuan suatu industri di suatu daerah
Disperdagin, dalam hal ini difokuskan pada disperdagin kota Surabaya, diharapkan mempunyai peranan penting terhadap tiga elemen, yaitu pemilik usaha, masyarakat umum, dan instansi-instansi lain di luar pelaku industri. Peran terhadap pemilik usaha adalah kemudahan dalam proses pengurusan ijin usaha dan membantu dalam memasarkan produk. Terhadap masyarakat, disperdagin diharapkan bisa mempermudah masyarakat selaku konsumen dalam mencari produk-produk hasil suatu industri. Terakhir, disperdagin diharapkan bisa menyediakan informasi industri terkait dengan kebutuhan instansi tertentu, misal kepolisian.
Dengan fungsi dan peran yang sangat vital terhadap perindustrian ataupun pihak-pihak di luar pelaku industri, maka keoptimalan dalam menjalankan segala tugasnya merupakan suatu kewajiban yang harus bisa dilakukan oleh segenap elemen yang ada di dalam disperdagin. Tentunya hal ini sangat wajar jika melihat seringnya masyarakat atau pengusaha datang langsung ke kantor disperdagin untuk mendapatkan informasi industri, misal batas ijin usaha, industri apa saja yang menyediakan produk-produk tertentu, alamat suatu industri, dan informasi-informasi industri yang lain. Selama ini, proses pencatatan informasi industri di disperdagin kota Surabaya dilakukan secara manual dan dicetak dengan bentuk buku laporan. Buku ini terbatas pada lingkungan kantor disperdagin, sehingga tidak mengherankan jika pihak yang memerlukan informasi industri, datang langsung ke kantor disperdagin. Selain itu, ketika ada pihak yang menanyakan data suatu industri, maka petugas dari disperdagin harus mencari dari
APLIKASI PENYEDIA LAYANAN INFORMASI INDUSTRI DAN PRODUK HASIL INDUSTRI DI KOTA SURABAYA
STUDI KASUS : DISPERDAGIN KOTA SURABAYA
Yudhi Dwi Cahyono, Sarwosri
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email : [email protected]
halaman awal sampai akhir dan hal ini tentunya tidak efisien.
Di dalam penelitian ini, dirancang sebuah aplikasi berupa sistem informasi yang dapat menunjang tugas dari disperdagin kota Surabaya dalam menyediakan informasi industri terhadap pihak-pihak yang membutuhkan. Aplikasi ini berbasiskan web agar bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat dimanapun. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah mempermudah penataan dan pemeliharaan data industri (nama, pemilik, alamat, bentuk usaha, nilai investasi, jenis produksi, bahan baku, dan ijin usaha), pemberitahuan awal tentang industri-industri yang menjelang jatuh tempo ijin usahanya, pengurusan ijin usaha baru atau melakukan perpanjangan ijin usaha, menyediakan data produk yang dihasilkan oleh suatu industri dan pembelian online terhadap produk industri. Selain itu, disediakan pula informasi tentang perkembangan industri dari waktu ke waktu.
2. Dasar Teori
2.1 Disperdagin Kota Surabaya
Tugas pokok dari Disperdagin adalah melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi di bidang perdagangan dan perindustrian [1]. Untuk melaksanakan tugas itu, Disperdagin Surabaya menyusun struktur organisasi seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.
Gambar 1 Struktur Organisasi Disperdagin
Dalam penelitian ini, difokuskan kepada bagian Industri, yang memang sangat berkaitan dengan fungsi utama dari aplikasi ini. Bagian Industri mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan dan pengembangan sarana, usaha, produksi, aspek manajemen, permodalan dan pemasaran serta pemantauan dan evaluasi kegiatan di bidang industri serta melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas [1]. Dilihat dari tugas pokoknya, maka bagian inilah yang berkaitan
langsung dengan pemeliharaan data industri dan menanganai beberapa proses seperti,
a. Pengolahan dan perumusan bahan bimbingan teknis, penyiapan perijinan serta pedoman pembinaan kegiatan usaha di bidang industri b. Penyiapan pemberian bimbingan teknis
pembinaan dan pengembangan sarana usaha dan produksi serta aspek manajemen, permodalan, dan pemasaran di bidang industri.
c. Penyiapan bimbingan teknis, peningkatan mutu hasil produksi, penerapan standar pengawasan mutu, diversifikasi produk dan inovasi teknologi.
d. Penyiapan bahan pembinaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan di bidang industri.
e. Pelaksanaan analisis iklim usaha dan peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang industri.
f. Penyiapan bimbingan teknis serta pemantauan, penanggulangan dan pencegahan pencemaran lingkungan dampak industri.
Salah satu dari proses utama yang ditangani di bagian Industri adalah masalah perijinan usaha suatu industri. Mengenai proses administrasi ijin usaha yang ada di Disperdagin, akan dijelaskan pada subbab selanjutnya.
2.2 Proses Administrasi Ijin Usaha
Suatu industri dikatakan sudah terdaftar di dalam Disperdagin jika sudah mendapatkan ijin usaha. Untuk mendapatkan ijin usaha, maka suatu industri harus melengkapi data-data sebagai berikut [1].
I. Keterangan Umum
a. Pemohon (nama, alamat, nomor telepon) b. Perusahaan (nama perusahaan, NPWP,
alamat, dan nomor telepon) c. Jenis industri
d. Alamat pabrik II. Nilai Investasi
a. Modal kerja (bahan baku) III. Tenaga Kerja
b. Jumlah tenaga kerja pria c. Jumlah tenaga kerja wanita
Tahapan berikutnya dalam proses pengurusan ijin usaha adalah proses kunjungan secara langsung oleh petugas Disperdagin. Hasil pemeriksaan ini menghasilkan output berupa surat keterangan pemeriksaan. Tahap terakhir adalah pemeriksaan berkas-berkas oleh pejabat Disperdagin. Ijin usaha industri berlaku selama 5 tahun, terhitung dari tanggal pembuatan ijin usaha.
Ketika ijin usaha suatu industri habis, maka industri tersebut perlu untuk melakukan proses perpanjangan ijin usaha. Untuk masalah administrasi proses perpanjangan ijin usaha, data- data yang diperlukan sama dengan proses pembuatan ijn usaha.
Proses yang sudah ada di dalam internal Disperdagin kota Surabaya saat ini adalah proses
pencatatan semi manual data industri dan pemilik industri, termasuk di dalamnya informasi ijin usaha, di dalam aplikasi spreadsheet (Microsoft Excel). Kolom-kolom pada tabel pencatatan ini adalah sebagai berikut.
1. Nama Perusahaan 2. Pemilik
3. NPWP
4. Alamat Perusahaan a) Jalan / Desa b) Kecamatan c) Kelurahan d) Telp / Fax 5. Bentuk Badan Usaha 6. Tenaga Kerja 7. Nilai Investasi 8. Jenis Produksi
a) KBLI b) Kode Cabang c) Nama Produksi d) Jumlah Produksi e) Satuan Produksi f) Nilai Produksi 9. Bahan Baku
a) Jenis Bahan Baku b) Volume Bahan Baku c) Satuan Bahan Baku d) Nilai Bahan Baku 10. Persentase Ekspor 11. Tahun Diterbitkan Ijin 2.3 ASP.NET
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aplikasi ini berbasis web, dan teknologi pendukung untuk aplikasi ini menggunakan ASP.NET.
ASP.NET merupakan salah satu tipe aplikasi yang dapat dikembangkan di dalam framework .NET.
ASP.NET menyediakan suatu antarmuka terhadap pengguna dalam bentuk aplikasi web [2].
ASP.NET terdiri dari dua bagian, yaitu bagian visual dan bagian logika. Dalam mengatur dua bagian itu, ASP.NET mempunyai dua model, yaitu model single-file dan code-behind. Model single- file, halaman visual dan halaman logika terdapat pada file yang sama. Kode logika ditandai dengan atribut runat=server. Sedangkan pada model code- behind, halaman visual dan logika terpisah pada file yang berbeda. Nama dari file yang berisi kode logika bermacam-macam tergantung dengan bahasa pemrograman yang dipakai.
2.4 NHibernate
Sebagai pemenuhan kebutuhan bahwa aplikasi ini dapat berjalan pada dua atau lebih jenis database yang berbeda dengan hanya melakukan perubahan pada file konfigurasi, maka aplikasi ini dibangun dengan menggunakan teknologi NHibernate. NHibernate merupakan teknologi yang menjembatani pemrograman berorientasi objek dengan RDBMS (Relational Database
Management System) [3]. Proses kerja NHibernate adalah dengan memetakan seluruh tabel yang ada di dalam database ke kelas-kelas yang ada di aplikasi. Komponen utama dari NHibernate adalah file konfigurasi berbentuk XML dan kelas-kelas persistent. Kelas-kelas persistent inilah yang merupakan representasi dari tabel-tabel yang ada di RDBMS [4].
2.4 Google Map
Salah satu kebutuhan aplikasi ini yaitu salah satu representasi dari informasi industri ditampilkan dalam bentuk peta. Hal ini dapat dipenuhi dengan menggunakan teknologi Google Map. Google Map merupakan suatu teknologi yang menyediakan layanan peta seluruh dunia. Google Map dapat diintegrasikan ke dalam suatu aplikasi dengan menggunakan Google Map API, yang sebenarnya merupakan kumpulan dari fungsi javascript. Di dalam ASP.NET, Google Map API tersebut dikemas ke dalam suatu library, sehingga memudahkan pengguna untuk membuat suatu aplikasi yang terintegrasi dengan Google Map.
Salah satu contoh dari library itu adalah GoogleMaps.SubGurim.Net[5].
3. Metodologi 3.1 Arsitektur Sistem
Sesuai dengan deskripsi perangkat lunak pada penjelasan sebelumnya, dijelaskan bahwa terdapat tiga pihak yang berkepentingan terhadap aplikasi, yaitu petugas Disperdagin, pemilik industri dan konsumen seperti yang ditunjukkan pada gambar 2. Dari sisi klien, terdapat tiga macam pengguna dengan model request data yang berbeda-beda terhadap server. Petugas Disperdagin meminta data industri, pemilik industri memerlukan data ijin usaha dan produk, dan konsumen memerlukan data produk. Dari sisi server, terdapat dua server, Application Server, tempat aplikasi ditanam, dan Database Server, tempat penyimpanan data.
Gambar 2 Arsitektur Sistem
3.2 Use Case Diagram
Pada gambar 3, ditunjukkan bahwa petugas disperdagin adalah aktor yang berhak mengakses data pemilik industri dan industri, sedangkan pemilik industri mempunyai akses terhadap pengurusan ijin usaha dan pengaturan data produk. Sedangkan konsumen, mempunyai kepentingan untuk melihat informasi produk maupun industri dan pembelian online terhadap produk yang diinginkan.
Gambar 3 Use Case Sistem 3.4 Tahap Perancangan
Perancangan pada aplikasi ini dapat dibagi ke dalam beberapa fitur utama aplikasi, sebagai berikut.
a) Melihat Informasi
Fitur ini merupakan hak akses dari konsumen, yang ingin melihat data produk ataupun data industri sesuai dengan kata kunci yang diinginkannya. Alur dari fitur ini digambarkan dalam flowchart pada gambar 4.
Gambar 4 Flowchart Melihat Informasi
Rancangan antar muka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 5.
Gambar 5 Rancangan Antarmuka Melihat Informasi
b) Order Produk
Order produk merupakan fungsi bagi konsumen yang ingin melakukan proses belanja. Halaman menyediakan pilihan produk beserta data detailnya. Alur dari fitur ini digambarkan dalam flowchart pada gambar 6.
Gambar 6 Flowchart Order Produk
Sistem Informasi Industri dan Produk Industri Kota Surabaya
<<include>>
pemilik_industri
petugas_disperdagin lihat informasi industri
order produk cari data produk
atur data industri
atur data produk
buat ijin usaha
perpanjang ijin usaha konsumen
atur data pemilik industri
ui User Interface Model DataPerkembananganIndustri
Kategori Parameter Keyword Cari
Rancangan antar muka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 7.
Gambar 7 Rancangan Antarmuka Order Produk
c) Atur Data Industri
Fitur ini merupakan hak akses dari petugas disperdagin. Menu ini memfasilitasi proses perubahan data industri, mulai dari ubah data, dan hapus data industri. Alur dari rancangan fitur ubah data industri digambarkan dalam flowchart pada gambar 8.
Gambar 8 Flowchart Atur Data Industri
Rancangan antarmuka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 9.
Gambar 9 Rancangan Antarmuka Atur Data Industri
d) Atur Data Pemilik Industri
Menu ini juga merupakan hak akses dari petugas disperdagin yang menyediakan fitur untuk mengubah data pemilik industri. Di dalam menu ini, hanya bisa melakukan proses perubahan data. Alur dari rancangan fitur ini digambarkan dalam flowchart pada gambar 10.
Gambar 10 Flowchart Atur Data Pemilik Industri
Rancangan antarmuka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 11.
ui Detail Produk
Detail Produk
Perusahaan Ukuran Berat Warna
Bahan Baku
Minimum Order
Harga Photo Produk
Qty BELI
ui Perubahan data industri Perubahan Data Industri
Selesai Batal
Data pemilik industri yang di-disable
Data industri yang akan dirubah Data I
Data II Data III
Data I
Data II
Data III
Gambar 12 Rancangan Antarmuka Atur Data Pemilik Industri
e) Buat Ijin Usaha
Menu ini menyediakan fitur bagi pemilik industri untuk melakukan proses registrasi industrinya. Proses ini wajib dilaksanakan pemilik industri sebelum bisa menggunakan fasilitas aplikasi. Alur dari rancangan fitur ini digambarkan dalam flowchart pada gambar 12.
Gambar 12 Flowchart Buat Ijin Usaha
Rancangan antarmuka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 13.
Gambar 13 Rancangan Antarmuka Buat Ijin Usaha
f) Perpanjang Ijin Usaha
Menu ini untuk memfasilitasi pemilik industri dalam melakukan proses awal perpanjangan ijin usaha secara online. Terdapat dua pilihan perpanjangan ijin usaha, dengan menggunakan data lama atau melakukan perubahan pada data.
Alur dari rancangan fitur ini digambarkan dalam flowchart pada gambar 14.
Gambar 14 Flowchart Perpanjang Ijin Usaha
Rancangan antarmuka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 15.
Gambar 15 Rancangan Antarmuka Perpanjang Ijin Usaha
ui Halaman awal atur pemilik industri
Pengaturan Pemilik Industri
Form Pencarian
EDIT
EDIT
EDIT EDIT
EDIT
EDIT EDIT
ui Register Daftar
No. Identitas Nama Lengkap
Batal Daftar
No. Telp Email Alamat Lengkap
NPWP Nama Industri No Rekening
Bank Jalan / Desa Kelurahan Kecamatan
No Telp Industri Kode Verifikasi
ui Perubahan data industri
Perubahan Data Industri
Selesai Batal
Data pemilik industri yang di-disable
Data industri yang akan dirubah Data I
Data II Data III
Data I
Data II
Data III
g) Atur Data produk
Menu ini merupakan hak akses dari pemilik industri yang sudah terdaftar di dalam disperdagin. Di dalam fitur ini, terdapat tiga fitur, yaitu tambah produk, hapus produk, dan ubah data produk. Alur dari rancangan fitur ini digambarkan dalam flowchart pada gambar 16.
Gambar 16 Flowchart Atur Data Produk
Rancangan antarmuka untuk fitur ini digambarkan pada gambar 17.
Gambar 17 Rancangan Antarmuka Atur Data Produk
4. Uji Coba
Semua fitur dalam aplikasi ini berhasil dilakukan. Berikut adalah hasil ujicoba berupa gambar aplikasi dari fitur-fitur yang sudah dijelaskan pada tahap perancangan. Hasil yang ditampilkan di sini merupakan konfirmasi keberhasilan dari proses uji coba tiap fitur.
a) Melihat Informasi Industri
Gambar 18 berikut merupakan hasil pencarian suatu data industri. Pengguna mengetikkan kata kunci, dan sistem menampilkan data industri yang dimaksud.
Gambar 18 Hasil Uji Coba Melihat Informasi
b) Order produk
Gambar 19 merupakan konfirmasi ketika seorang konsumen berhasil melakukan pemesanan terhadap suatu produk tertentu.
Terdapat data-data pemesan yang harus diisi.
Gambar 19 Hasil Uji Coba Order Produk
c) Atur data industri
Gambar 20 merupakan hasil uji coba fitur atur data industri. Konfirmasi keberhasilan perubahan, ditunjukkan dengan kotak konfirmasi berwarna hijau yang terletak di bawah.
Gambar 20 Hasil Uji Coba Atur Data Industri
ui Produk Baru Produk Baru
Batal Proses
Form isian data produk Data I
Data II
Data III
d) Atur data pemilik industri
Gambar 21 menunjukkan hasil perubahan pada data pemilik industri.
Gambar 21 Hasil Uji Coba Atur Data Pemilik Industri
e) Buat ijin usaha
Gambar 22 merupakan konfirmasi ketika pemilik industri berhasil melakukan proses registrasi.
Gambar 22 Hasil Uji Coba Buat Ijin Usaha
f) Perpanjang ijin usaha
Gambar 23 menunjukkan konfirmasi keberhasilan proses perpanjangan ijin usaha.
Gambar 23 Hasil Uji Coba Perpanjang Ijin Usaha
g) Atur data produk
Gambar 24 menunjukkan konfirmasi keberhasilan perubahan data produk dengan bentuk kotak hijau di bawah form isian.
Gambar 24 Hasil Uji Coba Atur Data Produk
5. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan selama perancangan, implementasi, dan proses uji coba perangkat lunak yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1. Aplikasi yang dibuat dalam Tugas Akhir ini telah dapat mengimplementasikan sebuah sistem informasi yang mampu memenuhi kebutuhan fungsional yang dibutuhkan oleh Disperdagin Kota Surabaya untuk menunjang proses pengolahan data industri, khususnya masalah ijin usaha industri
2. Pembuatan ijin usaha atau perpanjangan ijin usaha bisa dibuat secara online melalui aplikasi ini, sehingga memudahkan para pemilik industri dalam melakukan administrasi atau pengurusan ijin usaha.
3. Di dalam aplikasi ini disediakan layanan pemasaran produk industri, sehingga para pemilik industri bisa memasarkan produknya secara gratis melalui aplikasi ini.
4. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat umum bisa mendapatkan informasi suatu industri dan produk hasil industri.
5. Masyarakat juga bisa melakukan proses belanja online produk-produk hasil industri melalui aplikasi ini.
6. Daftar Pustaka
[1] Arsip Data Industri Disperdagin Kota Surabaya
[2] http://code.msdn.microsoft.com/mschart/Rele ase/ProjectReleases.aspx?ReleaseId=1591 tentang penggunaan Microsoft Chart Control, diakses tanggal 15 Juni 2010.
[3] NHIbernate Reference Documentation, 2006, NHibernate – Relational Persistence for Idiomatic .NET
[4] NHIbernate Reference Documentation, 2006, NHibernate – Relational Persistence for Idiomatic .NET
[5] http://en.googlemaps.subgurim.net
dokumentasi dari google map subgurim, diakses tanggal 20 Juni 2010