• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Harga saham suatu perusahaan menjadi patokan bagi setiap investor untuk memberikan modal kepada perusahaan. Dengan harga saham yang tinggi maka kan menimbulkan kepercayaan investor bahwa perusahaan bisa berkembang dan mengelola perusahaan dengan baik. Harga saham itu sendiri bisa dilihat langsung dari pasar modal yang telah dipublikasikan. Selain itu baik tidaknya perusahaan bisa dilihat dari laba dan aset yang diperoleh perusahaan setiap tahunnya. Semakin banyak aset dan laba yang dihasilkan maka semakin baik pula perusahaan.

Saat terjadi krisis, saham-saham dari sektor ini cenderung kuat bertahan, pasalnya orang-orang tetap akan mandi dan mengonsumsi makan, sehingga produk jualan perusahaan consumer goods tetap akan terjual. Salah satu saham-saham consumer goods tersebut adalah PT Unilever Indonesia Tbk yang sahamnya sudah tertekan cukup parah 7,83%. Adanya pergeseran smart money dari saham-saham defensif juga terkonfirmasi di saham UNVR, dengan adanya aksi jual asing yang masih di saham ini di mana investor asing sudah melego saham UNVR sebanyak Rp 5,3 miliar sejak awal tahun. Buruknya kinerja harga saham UNVR sebenarnya sangat disayangkan, mengingat belum lama ini perseroan baru saja melakukan aksi korporasi pemecahan saham alias stock split, di mana pada awal tahun 2020, saham UNVR dipecah 1:5.

Nama-nama besar lain, seperti PT Mayora Indah Tbk , PT Bank Rakyat Indonesia Tbk , PT Barito Pacific Tbk , PT Merdeka Copper Gold Tbk , PT Tower Bersama Infrastructure Tbk , bahkan di luar negeri ada pula saham emiten mobil listrik Tesla Inc yang semuanya melesat kencang, setelah saham perseroan dipecah belah. Perusahaannya baik, produknya baik, ternyata harga sahamnya yang kurang baik, di mana valuasi saham UNVR yang sudah tergolong sangat premium. Tercatat apabila menggunakan metode valuasi harga dibandingkan dengan nilai buku alias PBV, maka saat ini UNVR ditransaksikan 50,03 kali lipat nilai bukunya Angka ini tentu saja tergolong premium apabila dibandingkan dengan rata-rata PBV saham consumer goods di angka 3,8 kali atau rule of thumb dimana saham dengan PBV di atas 2 kali sudah dapat digolongkan mahal. Angka ini lagi-lagi tergolong premium, apabila dibandingkan dengan rata-rata PER

(2)

2

saham consumer goods di angka 18,5 kali, atau rule of thumb di mana saham dengan PER di atas 20 kali sudah dapat digolongkan mahal

Nilai perusahaan yaitu sering dikaitkan dengan harga saham perusahaan, dengan harga saham investor bisa menilai tingkat keberhasilan perusahaan (Husnan & Pudjiastuti, 2015). Semakin tinggi harga saham perusahaan maka akan semakin baik nilai perusahaan dan akan semakin makmur pula investor atau pemegang saham. Investor dapat melihat dan menggunakan harga saham perusahaan sebagai acuan apakah perusahaan itu baik untuk kedepannya atau tidak. Dengan harga saham yang tinggi maka investor akan percaya dan yakin perusahaan itu bagus untuk kedepannya. Harga saham yang tinggi maka investor akan mendapatkan keuntunngan dari kenaikan itu. Maka dari itu perusahaan akan berusaha untuk memaksimalkan nilai perusahaannya.

Ada beberapa faktor yang memperngaruh nilai perusahaan yaitu growth opportunity,dan konservatisme akuntansi. Faktor yang pertama yaitu growth opportunity

atau peluang pertumbuhan perusahaan yang menjelaskan bagaimana adanya peluang untuk kemajuan perusahaan dimasa yang akan datang (Sari & Priyadi, 2016). Perusahaan yang sudah besar akan memiliki prediksi atas kemajuan perusahaan kedepannya. Dan akan cenderung menggunakan saham sebagai operasional. Sebalik apabila perushaan memprediksi pertumbuhan lambat mereka akan lebih mengambil risiko untuk menerbitkan utang. Sedangkan perusahaan yang memiliki peluang yang tinggi untuk mereka akan menerbitkan hutang. Selain itu perusahaan juga harus bisa meningkatkan aset tetap untuk kemajuan perusahaan. Dengan meningkatnya aset tetap maka akan meningkat pula pertumbuhan perusahaan untuk jangka panjang.

Faktor kedua yaitu konservatisme akuntansi. Konservatisme merupakan konsep dimana sering mempercepat pengakuan biaya yang sudah pasti terjadi, akan tetapi memperlambat atau menunda pengakuan pendapatan yang mungkin terjadi (Savitri, 2016).

Konservatisme akuntansi adalah sikap yang dilakukan untuk menghadapi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan atas dasar adanya hal terburuk dari ketidak pastian tersebut.

Penggunaan prinsip konservatisme akuntansi dapat mempengaruhi dalam penilaian akuntansi karena prinsip akuntansi bisa menentukan bagaimana dalam mengukur dan mengakui suatu elemen akuntansi. Konservatisme sering disebut sebagai akuntansi konservatif biasanya memberikan informasi akuntansi dengan nilai tertinggi pada beban, akan tetapi memberikan informasi terendah untuk aset dan pendapatan (Jusny, 2014).

(3)

3

Selain growth opportunity dan konservatisme akuntansi, tax planning (Perencanaan Pajak) juga mempengaruhi nilai perusahaan. Pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan oleh perusahaan kepada negara. Bagi perusahaan pajak sering menjadi pertimbangan karena berupa beban bagi perusahaan sehingga mengurangi laba bersih.

Akan tetapi pajak bagi pemerintah ini sangat penting karena dari pajak bisa membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan untuk negara. Dengan adanya dua kepentingan yang berbeda sehingga sering terjadi pemungutan pajak yang tidak efektif. Hal ini dikarenakan pemerintah berusaha untuk membesar-besarkan dalam pemungutan pajak, sedang perusahaan berusaha untuk meminimalisir atau mengecilkan dalam pembayaran pajak.

Untuk meminimalisir dalam pembayaran pajak sering disebut dengan tax planning. Tax planning merupakan uapaya utama yang dilakukan dalam perencanaan pajak (Suandy,

2011). Perencanaan pajak sering dilakukan untuk perekayasaaan usaha yang dilakukan oleh wajib pajak agar membayar pajak sekecil mungkin akan tetapi masih sesuai dengan aturan UU yang telah ditetapkan. Dengan meminimalisir dan melakukan perencanaan pajak bisa meningkatkan laba. Sehingga bisa menaikkan nilai perusahaan.

Sari & Priyadi, (2016), Apriyanti & Bachtiar (2018), Nur (2018) menjelaskan bahwa growth opportunity berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Karena semakin tinggi tingkat pertumbuhan (Growth) suatu perusahaan maka akan semakin tinggi pula nilai perusahaan. Akan tetapi, penelitian tersebut ditolak oleh Bintara (2018), Meidiawati & Mildawati (2016), menjelaskan bahwa growth opportunity berpengaaruh negatif terhadap nilai perusahaan. hal tersebut terjadi karena menurut Meidiawati &

Mildawati (2016) apabila semakin tinggi tingkat pertumbuhan perusahaan maka akan membutuhkan dana yang besar untuk operasional perusahaan. karena perusahaan akan memfokuskan pada perkembangan perusahaan dari pada kesejahteraan investor.

Manik, (2018), Zulfiara & Ismanto (2019), Rizkiadi & Herawaty (2020) menyatakan bahwa konservatisme berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Konservatisme akuntansi dapat menghasilkan laba yang lebih berkualitas dengan menggunakan prinsip konservatisme dapat mencegah perusahaan untuk melakukan kecurangan atau membesarkan laba. Dengan menyajikan laba yang berkualitas maka nilai perusahaan juga akan semakin baik. Akan tetapi penelitian ini ditolak oleh Jusny (2014), Octaviani et al. (2021), Basuki & Siregar (2017) menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara konservatisme akuntansi terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut terjadi karena menurut Basuki & Siregar (2017), adanya usaha perusahaan melakukan

(4)

4

manajemen laba sehingga akan berdampak negativ terhadap yang membutuhkan laporan keuangan, sehingga akan berdampak terhadap penurunan nilai perusahaan.

Pradnyana & Noviari (2017), Yuono & Widyawati (2016), Lestari (2016), menjelaskan bahwa tax planning berpengeruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini berarti dengan perusahaan bisa melakukan perencanaan pajak dengan maka akan meningkatkan nilai perusahaan. penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnama (2020), Yuliem (2018), Herawati & Ekawati (2016). Menyatakan bahwa tidak ada pengaruh anatar tax planning terhadap nilai perusahaan. hal ini terjadi menurut Yuliem (2018), karena tinggi rendahnya nilai perusahaan tidak di pengaruhi oleh tax planning.

Berdasarkan ketidak konsistenan dari hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan, maka peneliti ingin melakukan penelitian untuk melihat apakah ada perbedaan hasil dari peneliti terdahulu. Antara hasil growth opoortunity terhadap nilai perusahaan, konservatisme akuntansi terhadap nilai perusahaan, dan tax planning terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur. Dimana perusahaan manufaktur termasuk salah satu perusahaan terbanyak yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sehingga memiliki peluang untuk melakukan penelitian nilai perusahaan. Selain itu juga menggunakan data terbaru yaitu pada tahun 2017-2019. Dan pengukuran dalam penelitian ini juga berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu di penelitian ini pengukuran nilai perusahaan menggunakan PBV.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah growth opportunity berpengaruh terhadap nilai perusahaan ? 2. Apakah konservatisme akuntansi berpengaruh terhadap nilai perusahaan ? 3. Apakah tax planning berpengaruh terhadap nilai perusahaan ?

C. Tujuan

1. Menganalisis pengaruh growth opportunity terhadap nilai perusahaan 2. Menganalisis pengaruh konservatisme akuntansi terhadap nilai perusahaan 3. Menganalisis pengaruh tax planning terhadap nilai perusahaan

D. MANFAAT

1. Manfaat Teoritis

Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi pembaca sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan penelitian untuk selanjutnya, khususnya dalam topik penelitian tentang growth opportunity, konservatisme akuntansi tax planning terhadap nilai perusahaan.

(5)

5

2. Manfaat Praktisi

Diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan penjelasan tentang faktor apa saja yang memperngaruhi nilai perusahaan. Selain itu penelitian ini juga mengungkapkan secara emipiris mengenai hubungan growth opportunity, konservatisme akuntansi dan tax planning terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dalam kedudukannya sebagai Pemilik Rekening (yang untuk selanjutnya disebut Pemilik Rekening ) dengan ini menyatakan tunduk pada ketentuan yang berlaku di PT

Posted at the Zurich Open Repository and Archive, University of Zurich. Horunā, anbēru, soshite sonogo jinruigakuteki shiten ni okeru Suisu jin no Nihon zō. Nihon to Suisu no kōryū

Secara umum terdapat empat kemungkinan berbagai variabilitas iklim tersebut dalam merespon perubahan iklim (IPCC 2013), yaitu: i) Tidak ada perubahan, artinya perubahan iklim

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, keabsahan akta notaris meliputi bentuk isi, kewenangan pejabat yang membuat, serta pembuatannya harus memenuhi

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

Aplikasi internet yang digunakan untuk berkomunikasi satu dengan yang lain dalam sebuah forum

Berkaitan dengan tingkat literasi masyarakat, pada tahun 2019 Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar telah menyelenggarakan