Taupik Kurniawan, 2013
DAMPAK METODE LATIHAN MEDICINE BALL RELEASE
PUSH-UP WITH PARTNER DENGAN METODE LATIHAN
8-POINT STAR DRILL TERHADAP KECEPATAN REAKSI
PENJAGA GAWANG SEPAKBOLA
(Studi Eksperimen pada Siswa Sekolah Sepak Bola PSBUM)
SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Oleh
Taupik Kurniawan 0705014
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With
Partner dan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap
Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
(Studi Eksperimen SSB PSBUM Bandung)
Oleh Taupik Kurniawan
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
© Taupik Kurniawan 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Juli 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Taupik Kurniawan, 2013
LEMBAR PENGESAHAN NAMA : Taupik Kurniawan
NIM : 0705014
JUDUL :DAMPAK METODE LATIHAN MEDICINE BALL RELEASE
PUSH-UP WITH PARTNER DENGAN METODE LATIHAN 8-POINT STAR DRILL TERHADAP KECEPATAN REAKSI
PENJAGA GAWANG SEPAKBOLA
(Studi Eksperimen Pada Siswa Sekolah Sepak Bola PSBUM)
Disetujui Dan Disahkan Oleh: Pembimbing I
Drs. Dudung Hasanudin Ch. NIP. 196003151957031002
Pembimbing II
Drs. Basiran, M.Pd. NIP. 195611281986031004 Jurusan Pendidikan Kepelatihan
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Ketua,
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “DAMPAK METODE LATIHAN
MEDICINE BALL RELEASE PUSH-UP WITH PARTNER DENGAN METODE
LATIHAN 8-POINT STAR DRILL TERHADAP KECEPATAN REAKSI PENJAGA GAWANG SEPAKBOLA (Studi Eksperimen Pada Siswa Sekolah Sepak Bola PSBUM)” ini sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak ada plagiat di dalamnya yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat akademisi.
Bandung, Juli 2013 Yang membuat pernyataan,
i ABSTRAK
DAMPAK METODE LATIHAN MEDICINE BALL RELEASE PUSH-UP WITH
PARTNER DENGAN METODE LATIHAN 8-POINT STAR DRILL TERHADAP
KECEPATAN REAKSI PENJAGA GAWANG SEPAKBOLA (Studi Eksperimen pada Siswa Sekolah Sepak Bola PSBUM) Dosen Pembimbing : Drs. Dudung Hasanudin Ch.
Drs. Basiran, M.Pd.
Taupik Kurniawan* 2013
Skripsi ini dilatar belakangi oleh pengamatan penulis terhadap beberapa metode latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan reaksi penjaga gawang sepakbola. Metode tersebut diantaranya adalah metode latihan Medicine Ball Release Push-up With Partner dan metode latihan 8-Point Star Drill. Kedua metode latihan ini merupakan metode yang populer dikalangan atlet dan pelatih, akan tetapi keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing khususnya dalam upaya untuk meningkatkan kecepatan reaksi penjaga gawang pada cabang olahraga sepak bola. Dengan demikian, pelatih atau pemain harus cermat dalam memilih metode mana yang lebih efektif. Sehingga menjadi penting untuk dilakukan penelitian mengenai masalah tersebut.
Tujuan dari penelitian yang penulis ajukan adalah melihat perbedaan dampak antara penggunaan metode latihan Medicine Ball Release Push-up With Partner dan metode latihan 8-Point Star Drill terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang pada cabang olahraga sepakbola.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan variabel bebas (X1) adalah metode latihan Medicine Ball Release Push-up With Partner, variabel bebas (X2) metode latihan 8-Point Star Drill dan variabel terikatnya (Y) adalah kecepatan reaksi penjaga gawang sepakbola. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penjaga gawang SSB PSBUM sebanyak 10 orang yang dibagi kedalam dua kelompok. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampel, dimana kesepuluh orang tersebut merupakan pemain yang memiliki kecepatan reaksi yang lebih baik yang dilihat dari hasil tes Whole Body Reaction.
Berdasarkan pengolahan data dan analisis data, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: Metode latihan Medicine Ball Release Push-up With Partner dan metode latihan 8-Point Star Drill memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang sepakbola SSB PSBUM. Serta metode latihan Medicine Ball Release Push-up With Partner dan metode latihan 8-Point Star Drill tidak ada terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang sepakbola SSB PSBUM.
*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Angkatan 2007
vi
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR ISI
ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.
UCAPAN TERIMA KASIH ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
1.1 Latar Belakang ... Error! Bookmark not defined.
1.2 Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.4 Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.5 Batasan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.6 Definisi Istilah ... Error! Bookmark not defined.
BAB II TINJAUAN TEORITIS, ANGGAPAN DASAR DAN HIPOTESIS ... Error!
Bookmark not defined.
2.1 Tinjauan Teoritis ... Error! Bookmark not defined.
A. Sepakbola ... Error! Bookmark not defined.
B. Teknik Dasar Dalam Permainan Sepak Bola . Error! Bookmark not
defined.
C. Teknik Dasar Menjaga Gawang ... Error! Bookmark not defined.
D. Kecepatan Reaksi ... Error! Bookmark not defined.
E. Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Ups With Partner
... Error! Bookmark not defined.
vii
G. Perbedaan Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Ups With
Partner dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill ... Error! Bookmark not defined.
2.2 Anggapan Dasar ... Error! Bookmark not defined.
A. Dampak Penggunaan Metode Latihan Medicine Ball Release
Push-ups With Partner Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang. ... Error! Bookmark not defined.
B. Pengaruh Penggunaan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap
Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang. ... Error! Bookmark not
defined.
2.3 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE PENELITIAN... Error! Bookmark not defined.
3.1 Metode Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.2 Desain Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
A. Populasi ... Error! Bookmark not defined.
B. Sampel ... Error! Bookmark not defined.
3.4 Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.5 Pelaksanaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.6 Prosedur Pengolahan Data ... Error! Bookmark not defined.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not
defined.
4.1 Hasil Penelitian dan Pembahasan ... Error! Bookmark not defined.
4.2 Diskusi Penemuan ... Error! Bookmark not defined.
viii
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
5.1 Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.
5.2 Saran ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined.
LAMPIRAN ... Error! Bookmark not defined.
viii
DAFTAR TABEL
Table 2.1 Analisis Gerak Kunci Keberhasilan Teknik Menangkap Bola Di Atas Permukaan Lapangan……… 19
Tabel 2.2 Analisis Gerak Kunci Keberhasilan Teknik Menangkap Bola Dari Atas………... 24
Tabel 2.3 Analisis Gerak Kunci Keberhasilan Teknik Membagikan Bola... 30
Tabel 4.1 Hasil Penghitungan Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku
Tes Peningkatan Reaksi Penjaga Gawang……… 62
Tebel 4.2 Hasil Pengujian Kesamaan Dua Varians Kedua Kelompok……. 64
Tabel 4.3 Hasil Penghitungan Uji Normalitas Kedua Kelompok
Sebelum Eksperimen……… 65
Tabel 4.4 Hasil Penghitungan Uji Normalitas Kedua Kelompok
Setelah Eksperimen………... 65
Tabel 4.5 Hasil Uji Signifikan Dari Kedua Bentuk Latihan………. 66
Tabel 4.6 Data Nilai Rata-Rata dan Simpangan Baku
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Menangkap Bola Yang Menggelinding Langsung Kearah
Penjaga Gawang………. 16
Gambar 2.2 Menangkap Tembakan Rendah Langsung Ke Arah Penjaga Gawang………... 17
Gambar 2.3 Menangkap Bola Yang Menggelinding Kesamping Penjaga Gawang………... 18
Gambar 2.4 Menangkap Bola Dengan Ketinggian Sedang………... 21
Gambar 2.5 Menangkap Bola Dengan Ketinggian Dada Dan Kepala……... 22
Gambar 2.6 Menangkap Bola Tinggi………. 24
Gambar 2.7 Menggelindingkan Bola………. 26
Gambar 2.8 Melempar Bola………... 28
Gambar 2.9 Menendang Bola Dengan Full Volley……….... 29
Gambar 2.10 Menendang Bola Dengan Dropkick………... 30
Gambar 2.11 Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Ups With Partner………... 36
Gambar 2.12 Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Ups With Partner………... 38 Gambar 3.1 Desain Penelitian 49
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pada abad modern ini, banyak orang yang memahami pentingnya melakukan
olahraga. Mereka melakukan kegiatan olahraga dengan berbagai alasan, yaitu untuk
kesehatan, rekreasi, prestasi dan pendidikan. Menurut Joesoef Roepajadi
Olahraga adalah kegiatan jasmani bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar dan gerak keterampilan. Kegiatan itu merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera jasmani yang berarti juga sehat dinamis yaitu sehat yang disertai dengan kemampuan gerak yang memenuhi segala tuntutan gerak kehidupan sehari-hari, artinya ia memiliki tingkat kebugaran jasmani yang memadai.(http://www.google.co.id/url?sa=t&rct =j&q=KONSEPOLAHRAGA)
Olahraga merupakan aspek kegiatan yang harus dikembangkan dalam usaha
pembinaan bangsa, sehingga olahraga diharapkan akan menjadi kebutuhan hidup bagi
segenap bangsa Indonesia, hal ini berarti bahwa kesempatan untuk masyarakat
berprestasi dalam bidang olahraga sangat terbuka dan tidak mengenal golongan,
terutamanya bagi para usia dini. Sebab olahraga dapat membentuk manusia yang
2
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Dalam dunia olahraga dikenal berbagai macam olahraga salah satunya
adalah sepak bola. Sepak bola di indonesia dimulai sejak tahun 1914 saat Indonesia
3
hanya di juarai oleh dua tim atau di dominasi dua tim saja, yaitu Batavia City,
Soerabaja City. Sejarah Sepak Bola Modern di Indonesia dimulai dengan
terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) pada tanggal 19 April
1930 di Yogyakarta dengan ketuanya Soeratin Sosrosoegondo.
Sepak bola adalah olahraga menggunakan bola yang dimainkan oleh dua tim
yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang. Memasuki abad ke-21,
olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang
menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk
mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit
ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi
panjang, di atas rumput atau rumput sintetis. Sepak bola menurut Sucipto, dkk
(1999:7) merupakan:
Permainan beregu, masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain, dan salah satunya penjaga gawang, permainan ini hampir seluruhnya dimainkan dengan menggunakan tungkai, kecuali penjaga gawang yang dibolehkan menggunakan lengannya didaerah tendangan hukumannya.
Secara umum perkembangan sepak bola Indonesia akhir-akhir ini perlu
mendapatkan perhatian yang lebih. Hai ini diperlukan karena prestasi sepak bola
Indonesia dari tahun ke tahun semakin buruk dan kurang membanggakan dilihat dari
4
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Berdasarkan peringkat FIFA pada Juli 2011 Indonesia berada pada rangking 137 dan kini berdasarkan catatan terakhir FIFA pada September 2012 sepak bola Indonesia menempati rangking 168. Peringkat tersebut turun 9 angka dari bulan Agustus lalu yakni rangking 159. Jelas terdapat masalah pada perolehan prestasi sepak bola Indonesia. (http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00024909 .html)
Banyak faktor yang menyebabkan prestasi sepak bola Indonesia yang kurang
membanggakan, salah satunya adalah pembentukan generasi muda. Saat ini
pembentukan generasi muda banyak dilakukan oleh Sekolah Sepak Bola. Sekolah
Sepak Bola merupakan suatu wadah atau tempat yang mempunyai peranan penting
dalam membimbing, membina, mengarahkan perkembangan dan pendayagunaan
potensi tertentu yang dimiliki siswa untuk mencapai prestasi yang maksimal.
Untuk dapat bermain sepak bola, pemain harus mengusai teknik-teknik dasar
permainan sepak bola yang meliputi; Menendang bola (kicking), menghentikan bola
(stoping), menggiring bola (dribbling), menyundul bola (heading), merampas
(tackling), lemparan ke dalam (throw-in), dan menjaga gawang (goal keeping).
Masing-masing teknik dasar tersebut mempunyai peran dan kedudukan yang sama
pentingnya dalam rangkaian suatu pola serangan maupun pertahanan. Salah satu
teknik dasar yang memiliki peranan penting dalam permainan sepak bola adalah
menjaga gawang.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota
Bandung, banyak sekali generasi muda yang dilatih dan dibina dalam hal teknik
maupun kondisi fisik. Namun banyak sekali kendala yang terlihat pada pelaksanaan
5
gawang yang di terapkan masih kurang dalam hal kecepatan reaksi. Terlihat pada saat
proses latihan kecepatan reaksi (Quickness) penjaga gawang kurang maksimal dalam
hal merespon bola yang diarahkan kepadanya baik secara lurus ataupun menyilang.
Kendala yang terjadi pada pembinaan penjaga gawang khususnya kecepatan
reaksi disebabkan oleh kurangnya latihan dalam hal peningkatan quickness. Seorang
penjaga gawang akan kesulitan dalam merespon bola yang diarahkan apabila tidak
memiliki reaksi dan kecepatan. Untuk merespon bola yang diarahkan kepada penjaga
gawang dengan cepat maka seorang penjaga gawang harus memiliki reaksi dan
kecepatan. Dalam peningkatan reaksi dan kecepatan seorang penjaga gawang
diperlukan latihan yang optimal khususnya latihan quickness. Latihan quickness
adalah latihan kecepatan gerak aksi reaksi, kecepatan reaksi mencakup waktu dari
terjadinya rangsangan sampai saat terjadinya kontraksi otot yang pertama (Satria dkk,
2007:74).
Latihan kecepatan (speed) adalah semua latihan yang bertujuan untuk memaksimalkan quickness dan frekuensi yang tinggi. Kecepatan (speed) dan akselerasi dipengaruhi oleh quickness. Seseorang dapat meningkatkan kecepatan (speed) berlarinya dengan meningkatkan frekuensi melangkahnya melalui turnover kaki yang lebih cepat. Kemampuan seorang atlet untuk berakselerasi juga tergantung pada meningkatnya quickness gerakan kaki maupun tangannya (Lee E. Brown dkk, 2000: 147).
Meningkatkan latihan quickness memiliki implikasi yang besar pada
peningkatan kecepatan, akselerasi, dan waktu bereaksi untuk merespon datangnya
6
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
otaknya dengan pola-pola gerakan yang dibutuhkan, maka akan semakin cepat juga
dirinya dapat berkonsentrasi untuk meningkatkan kecepatan yang di gunakan dalam
gerakan tersebut, terutama untuk meningkatkan kecepatan reaksi seorang penjaga
gawang.
Dalam peningkatan quickness, seorang penjaga gawang harus melakukan
berbagai metode latihan diantaranya adalah metode latihan Medicine Ball Release
Push-ups With Partner dan metode latihan 8-Point Star Drill. Metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner adalah latihan untuk meningkatkan kecepatan pada otot-otot pendorong tubuh bagian atas (Lee E. Brown dkk, 2000:
179). Metode latihan 8-Point Star Drill adalah untuk meningkatkan kecepatan
langkah pertama secara multi arah dan waktu bereaksi (Lee E. Brown dkk, 2000:
190).
Berdasarkan pendapat di atas disimpulkan bahwa latihan quickness khususnya
metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner dan metode latihan
8-Point Star Drill sangatlah penting untuk meningkatkan kecepatan reaksi penjaga gawang.
Diharapkan, dengan adanya latihan quickness dengan metode latihan
Medicine Ball Release Push-ups With Partner dan metode latihan 8-Point Star Drill dalam kegiatan latihan di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota Bandung, dapat
7
1.2Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang dikemukakan di atas, maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Adakah dampak yang signifikan dari metode latihan Medicine Ball Release
Push-ups With Partner terhadap kecepatan reaksi penjaga gawang di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota Bandung?
2. Adakah dampak yang signifikan dari metode latihan 8-Point Star Drill terhadap
kecepatan reaksi penjaga gawang di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota
Bandung?
3. Apakah penggunaan metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With
Partner memberikan pengaruh yang lebih signifikan bila dibandingkan dengan metode latihan 8-Point Star Drill terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga
gawang di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota Bandung?
1.3Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Dampak metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner terhadap
kecepatan reaksi penjaga gawang di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota
Bandung.
2. Dampak metode latihan 8-Point Star Drill terhadap kecepatan reaksi penjaga
8
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
3. Metode latihan manakah yang lebih memberikan pengaruh signifikan antara
metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner dan metode
latihan 8-Point Star Drill terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota Bandung?
1.4Manfaat Penelitian
1. Sebagai dasar penyusunan program latihan kecepatan reaksi penjaga gawang
dalam permainan Sepak Bola.
2. Sebagai bahan masukan untuk pembinaan dan pelatihan dalam meningkatkan
olahraga permainan Sepak Bola menjadi olahraga prestasi.
1.5Batasan Penelitian
Dalam hal ini penulis membatasi ruang lingkup permasalahan dan penelitian
ini adalah sebagai berikut:
1. Ruang lingkup penelitian, hanya ditekankan pada metode latihan Medicine Ball
Release Push-ups With Partner (Tangan dan Kaki), metode latihan 8-Point Star Drill (Tangan dan Kaki) dan kecepatan reaksi penjaga gawang di Sekolah Sepak Bola PSBUM Kota Bandung.
2. Fokus variabel dalam penelitian ini adalah metode latihan Medicine Ball Release
9
3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang terdaftar di SSB
(Sekolah Sepak Bola) PSBUM Kota Bandung dan aktif mengikuti kegiatan
pelatihan.
4. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 dari 90 keseluruhan siswa di SSB
(Sekolah Sepak Bola) PSBUM Kota Bandung.
5. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode eksperimen.
6. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah latihan dan tes
berikut:
Latihan metode Medicine Ball Release Push-ups With Partner,
meningkatkan kecepatan pada otot-otot pendorong tubuh bagian atas.
Latihan metode 8-Point Star Drill, meningkatkan kecepatan langkah pertama
secara multi arah dan waktu bereaksi.
Alat ukur kecepatan reaksi dengan Whole Body Reaction Test.
1.6Definisi Istilah
1. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejanis
secara berturut-turut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan
untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya Oxendine
10
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
2. Reaksi adalah pemberian rangsang (stimulus) dengan gerak pertama. Misalnya
antara bunyi pistol (rangsang) dengan gerak pertama atlet terhadap respon
rangsang tersebut Oxendine dalam Harsono (1988-217).
3. Metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner adalah latihan
untuk meningkatkan kecepatan pada otot-otot pendorong tubuh bagian atas (Lee
E. Brown dkk, 2000: 179).
4. Metode latihan 8-Point Star Drill adalah untuk meningkatkan kecepatan langkah
pertama secara multi arah dan waktu bereaksi (Lee E. Brown dkk, 2000: 190).
5. Permainan sepakbola berdasarkan pendapat Sucipto. Dkk (2000:7) menjelaskan
bahwa:
47
Taupik Kurniawan, 2013
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan tertentu. Dalam melakukan penelitian diperlukan pemilihan
metode yang tepat sehingga dapat memberikan kemudahan untuk memecahkan
masalah yang diteliti. Hal ini senada dengan Sugiyono (2010: 6) “Metode penelitian
merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat
ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada
gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi
masalah”.
Adapun metode yang digunakan untuk menguji kebenaran dari suatu
hipotesis yang penulis ajukan, maka penulis melakukan penelitian ini dengan
menggunakan metode eksperimen, yaitu proses pencarian data untuk memecahkan
masalah yaitu dengan menggunakan metode latihan dan tes. Peneliti menggunakan
metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner dan metode latihan
8-Point Star Drill untuk meningkatkan kecepatan reaksi penjaga. Mengenai metode eksperimen ini menurut Surakhmad (1998:149) bereksperimen dalam arti yang luas
adalah “mengadakan kegiatan percobaan untuk melihat suatu hasil. Hasil itu akan
menegaskan bagaimanakah kedudukan perhubungan kausal antara variabel yang
48
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 3.2 Desain Penelitian
Untuk mempermudah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam suatu
penelitian, diperlukan alur yang menjadi pegangan agar peneliti tidak keluar dari
ketentuan yang sudah di tetapkan sehingga tujuan atau hasil yang diinginkan akan
sesuai dengan harapan. Maka peneliti menggunakan sebuah desain penelitian. Desain
yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan agar proses penelitian terarah dan
sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Sudjana dan Ibrahim (2009: 196)
menjelaskan, “rencana penelitian atau research proposal adalah rancangan yang
menggambarkan atau menjelaskan apa yang hendak diteliti dan sebagaimana
penelitian dilaksanakan”.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-test
Post-test Group Design. Mengenai Pre-Post-test Post-Post-test Group Design Lutan (2007:164) menjelaskan bahwa: “Desain Pre-test Poste-test Group digunakan terdiri atas dua
kelompok subjek dan kedua-duanya diukur atau diobservasi dua kali”. Dengan kata
lain desain penelitian Pre-test Post-test Group Design adalah suatu model pendekatan
yang menggunakan dua kali pengumpulan data yaitu dengan melakukan pre-test dan
post-test.
Pengukuran pertama dilakukan melaui tes awal (pre-test) dan pengukuran
ke-dua melalui tes akhir (post-test). Tes awal dilakukan dengan tujuan untuk mengambil
data sebelum diberikan treatment, dan tes akhir dilakukan untuk mengambil data
49
Taupik Kurniawan, 2013
dengan cara matching setelah tes awal yang selanjutnya dibagi dua kelompok dengan
sistem zig-zag.
A : Kelompok Medicine Ball Release Push-ups With Partner B : Kelompok 8-Point Star Drill
O1 : Tes Awal M : Matching
X1 : Treatment (Medicine Ball Release Push-ups With Partner) X2 : Treatment (8-Point Star Drill)
O2 : Tes Akhir
Dalam desain penelitian ini penggunaan tes awal (O1) selain bertujuan untuk
mendapatkan data awal dari kemampuan dasar sampel, tetapi juga dapat
dimanfaatkan untuk membagi kelompok ke dalam dua kelompok eksperimen dengan
cara “Macthed Subject” (M). Dua kelompok terbagi atas satu kelompok eksperimen
A yang diberi perlakuan Medicine Ball Release Push-ups With Partner (X1) dan satu
kelompok eksperimen B yang menggunakan metode 8-Point Star Drill (X2).
50
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
terbentuk dua kelompok yang ekuivalen. Tes akhir (O2) bertujuan untuk melihat
perkembangan atau hasil dari treatment yang diberikan.
Pada penelitian ini langkah-langkah yang disusun adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan populasi dan sampel penelitian.
2. Melakukan tes awal
3. Melakukan latihan kecepatan reaksi dengan menggunakan metode latihan
Medicine Ball Release Push-ups With Partner, dan metode latihan 8-Point Star Dril.
4. Melakukan tes akhir
5. Pengolahan data
6. Analisis data
7. Menetapkan kesimpulan.
Adapun langkah-langkah penelitiannya terangkum dalam bentuk Gambar 3.1
51
Taupik Kurniawan, 2013
Gambar 3.2
Langkah-Langkah Penelitian
POPULASI
SAMPEL
TES AWAL
LATIHAN KECEPATAN REAKSI
KESIMPULAN TESAKHIR
PENGOLAHANDATA
ANALISISDATA
Latihan Metode Medicine Ball
Release Push-ups With Partner
Latihan
52
3.3Populasi dan Sampel Penelitian A. Populasi
Menurut Ridwan dan Kuncoro (2011: 37) “Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya”.
Berdasarkan definisi di atas, maka populasi merupakan keseluruhan dari
objek yang akan diteliti. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa yang terdaftar di SSB (Sekolah Sepak Bola) PSBUM Kota Bandung
dan aktif mengikuti kegiatan pelatihan yang berjumlah 90 siswa.
B. Sampel
Menurut Arikunto (2006:131) “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi
yang diteliti. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai
sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi”. Pengambilan sampel yang penulis
lakukan dengan cara teknik sampel bertujuan atau purposive Sample. Menurut
Arikunto (2006: 141) adalah “sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil
subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya
tujuan tertentu”. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan,
misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat
mengambil sampel yang besar dan juah.
Dalam penelitian ini siswa pemain sepak bola merupakan sampel. Jumlah
53
90 siswa. Adapun populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
para siswa penjaga gawang sebanyak 10 siswa yang berlatih di SSB (Sekolah Sepak
Bola) PSBUM Kota Bandung.
3.4Instrumen Penelitian
Dalam mengumpulkan data diperlukan alat pengukuran, sehingga dengan
menggunakan alat ini akan diperoleh data yang merupakan hasil pengukuran.
Suharsimi Arikunto dalam Nurhasan (2007:1) menjelaskan bahwa: “Tes merupakan
suatu alat atau prosedur untuk mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan
aturan yang sudah ditentukan”. Dalam penelitian pengukuran dilakukan dua kali yaitu
pada awal dan akhir penelitian atau sebelum dan sesudah treatment diberikan. Jenis
instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kecepatan reaksi penjaga
gawang dalam penelitian ini adalah whole body reaction test dengan koefisien
reliabilitas dan validitas 0,93 dan 0,607 menurut Nurhasan dalam buku tes dan
pengukuran keolahragaan.
Adapun tata cara pelaksanaan tes tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tujuan : Mengukur kemampuan kecepatan reaksi penjaga
gawang
54
3. Pelaksanaan
Teste melakukan pemanasan secukupnya
Teste berada di belakang meja yang disediakan tombol test
Teste berada di atas kotak yang terletak di atas lantai
Teste menekan tombol yang berada di atas meja yang telah disediakan
setelah melihat lintasan cahaya didepannya
Teste melompat ke belakang kotak yang telah disediakan secepat mungkin
setelah melihat lintasan cahaya di depannya
Teste diberi tiga kali kesempatan melakukan tes
Data yang diambil berupa hasil tes yang terbaik dari tiga kali kesempatan
teste.
3.5Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan latihan yang akan diberikan dalam penelitian ini untuk
memperoleh data, penulis merencanakan tahap-tahap latihan yang akan diberikan
kepada kedua kelompok. Lama latihan untuk eksperimen ini adalah satu setengah
bulan atau lebih, hal ini dikemukakan oleh Harsono (1988:154) yang menyatakan
bahwa: “...latihan kondisi fisik per-season yang intensif selama 6-10 minggu...”.
Selanjutnya Harsono (1988:194) menyatakan juga bahwa: “...sebaiknya latihan
55
memberikan kesempatan bagi otot untuk berkembang dan mengadaptasikan diri pada
hari istirahat tersebut”.
Latihan yang akan dilakukan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu latihan
pemanasan, latihan inti dan latihan pendinginan. Berikut ini uraian dari ketiga bagian
latihan.
a. Latihan Pemanasan
Latihan pemanasan sangat diperlukan untuk dapat berlatih dengan aman dan
mencegah terjadinya cedera. Menurut Karpovich yang dikutip oleh Harsono (1988),
pemanasan tidak akan meningkatkan prestasi seorang atlet, tetapi menurutnya
“pemanasan hanya dibutuhkan untuk menghindari dari cedera-cedera otot dan sendi
pada waktu melakukan aktifitas olahraga berat”. Latihan pemanasan dimulai dari
peregangan statis, latihan kardio dan peregangan dinamis. Sesuai dengan pendapat
Rai (2006:85) “sebelum melakukan latihan beban lakukan latihan kardio misalnya
dengan sepeda, joging, tredmill dan lain-lain dengan intensitas yang rendah dengan
melakukan sekitar 5-10 menit”. Kedua kelompok melakukan pemanasan yang sama.
b. Latihan Inti
Masing-masing kelompok melakukan latihan kecepatan reaksi. Dengan
penerapan metode yang berbeda yaitu kelompok A menggunakan metode Medicine
Ball Release Push-ups With Partner dan kelompok B menggunakan 8-point star drill. Pelaksanaan latihan kecepatan reaksi ini dilakukan pada sebuah lapangan sepakbola.
Kelompok A melakukan latihan kecepatan reaksi dengan metode Medicine
56
Volume latihan 100% = Jumlah melakukan tangkapan penjaga gawang dalam 1 kali pertandingan = ± 30 kali
Dilakukan 3 set dalam satu sesi latihan untuk tiap bentuk latihan Satu set 10 kali pengulangan
3 set × 10 rep = 30 rep (mendekati 100% volume)
Pelaksanaanya :
Metode latihan Medicine Ball Release Push-ups With Partner
Set I dengan 10 kali repetisi, dengan kecepatan maksimal (fast), istirahat 3
menit
Set II dengan 10 kali repetisi, dengan kecepatan maksimal (fast), istirahat 3
menit
Set III dengan 12 kali repetisi, dengan kecepatan maksimal (fast), istirahat 3
menit.
Kelompok B melakukan latihan kecepatan reaksi dengan metode latihan
8-Point Star Dril seperti contoh di bawah ini.
Volume latihan 100% = Jumlah melakukan tangkapan penjaga gawang dalam 1 kali pertandingan = ± 30 kali
Dilakukan 3 set dalam satu sesi latihan Satu set 10 kali pengulangan
3 set × 10 rep = 30 rep (mendekati 100% volume)
Pelaksanaanya :
57
Set I 8-Point Star Dril dengan 10 kali repetisi, kecepatan maksimal (fast),
istirahat 3 menit.
Set II 8-Point Star Dril dengan 10 kali repetisi, kecepatan maksimal (fast),
istirahat 3 menit.
Set III 8-Point Star Dril dengan 10 kali repetisi, kecepatan maksimal (fast),
istirahat 3 menit.
c. Latihan Pendinginan
Setelah melakukan latihan inti, teste diinstruksikan untuk melakukan latihan
pendinginan dan peregangan pasif yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit pada
otot setelah melakukan latihan, terutama pada otot yang dominan saat melakukan
latihan. Kedua kelompok melakukan pendinginan dan peregangan yang sama.
3.6Prosedur Pengolahan Data
Setelah data penelitian terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah data
dan menganalisis data tersebut secara statistik. Langkah-langkah pengolahan data
tersebut ditempuh dengan prosedur sebagai berikut:
a. Menghitung skor rata-rata dari setiap kelompok sampel dengan rumus dari
Sudjana (1989:62) :
̅
= ∑58
̅
= Rata-rata hitung yang dicari
∑ = Jumlah dariXi = Data hasil pengukuran n = Jumlah sampel
b. Menghitung simpangan baku, menurut Sudjana (1989:94) :
S
=
√
∑ ̅
Arti dari tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah:
S = Simpangan baku yang dicari n = Jumlah sampel
∑ ̅ = Jumlah kuadrat nilai data dikurangi rata-rata
c. Menguji Homogenitas, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
F =
Kriteria pengujian adalah: terima hipotesis jika F-hitung lebih kecil dari F-tabel
distribusi dengan derajat kebebasan = (V1,V2) dengan taraf nyata (a) = 0,05.
d. Menguji normalitas data menggunakan uji Liliefors. Prosedur yang digunakan
adalah:
1) Penggunaan X1, X2,...Xn dijadikan bilangan baku Z1,Z2,...Zn dengan
menggunakan rumus Z skor :
59
( ̅ dan S masing-masing merupakan rata-rata dan simpangan baku dari
sampel)
2) Untuk tiap angka baku tersebut, dengan bantuan tabel distribusi normal
baku (tabel distribusi Z). Kemudian hitung peluang dari masing-masing
nilai X (Fzi) dengan ketentuan: Jika nilai Z negatif maka dalam
menetukan Fzi nya adalah 0,5 – luas daerah distrbusi Z pada tabel.
3) Menetukan proporsi masing-masing nilai Z (Szi) dengan cara melihat
kedudukan nilai Z pada nomor urut sampel yang kemudian dibagi dengan
banyaknya sampel.
4) Hitung selisih antara F(zi) – S(zi) dan tentukan harga mutlaknya.
5) Ambilah harga mutlak yang paling besar diantara harga mutlak dari
seluruh sampel yang ada dan berilah simbol Lo.
6) Dengan bantuan tabel nilai kritis L untuk uji Liliefors, maka tentukanlah
nilai L.
7) Bandingkanlah nilai L tersebut dengan nilai Lo untuk menghitung
diterima atau ditolak hipotesisnya, dengan kriteria:
- Terima Ho jika Lo < Lα = Normal
- Tolak Ho jika Lo > Lα = Tidak normal
e. Uji Signifikansi peningkatan hasil latihan, dengan menggunakan uji t dengan
60
H0 : ̅ = 0, tidak terdapat pengaruh yang signifikan
H1 : ̅ ≠ 0, terdapat pengaruh yang signifikan
t =
̅√
Untuk masing-masing kelompok
Arti dari tanda-tanda dari rumus tersebut: t = Nilai t hitung yang dicari
̅ = Rata-rata nilai beda = Simpangan baku n = Jumlah sampel
Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis: terima H0 jika –t (1-1/2α) < t > t
(1-1/2 α) dk (n-1). Dalam hal lainya H0 ditolak
f. Uji Signifikansi perbedaan penngkatan hasil latihan, menggunakan uji t:
H0 : µ1 ≤ µ2, tidak terdapat perbedaan yang signifikan
H1 : µ1 > µ2, terdapat perbedaan yang signifikan
t =
̅̅̅̅– ̅̅̅̅√ ⁄ ⁄
Untuk perbedaan kelompok
t = Nilai t hitung yang dicari
S = Simpangan baku
n
1 = Jumlah sampel kelompok 1n
2 = Jumlah sampel kelompok 2̅̅̅ = Nilai rata-rata kelompok 1
̅̅̅ = Nilai rata-rata kelompok 2
61
- Terima hipotesis jika, thitung ≤ t(1-0.05)
- Tolak hipotesis jika, thitung > t(1-0.05)
Batas penerimaan dan penolakan hipotesis
1-α
1-(0.05)
0.95
Dk = n1+n2-2
= 5+5-2
72
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan serta analisis data yang telah
dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Metode latihan Medicine Ball Release Push-Ups With Partner (Tangan dan
Kaki) memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan
kecepatan reaksi penjaga gawang.
2. Metode latihan 8-Point Star Drill (Tangan dan Kaki) memberikan dampak
yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang.
3. Metode latihan Medicine Ball Release Push-Ups With Partner (Tangan dan
Kaki) tidak memberikan pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan
dengan metode latihan 8-Point Star Drill (Tangan dan Kaki) terhadap
peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang.
5.2Saran
Saran-saran yang dapat penulis kemukakan sesuai dengan hasil penelitian ini
adalah sebagi berikut:
1. Disarankan kepada pelatih dan lembaga SSB PSBUM khususnya dan
pelatih penjaga gawang umunnya untuk menggunakan metode latihan
73
Taupik Kurniawan, 2013
latihan 8-Point Star drill dalam upaya meningkatkan kecepatan reaksi
penjaga gawang. Hal tersebut dikarenakan metode latihan Medicine Ball
Release Push-Ups With Partner memberikan waktu yang lebih efektif dan
dapat melatih fleksibilitas pinggang dan power kaki.
2. Disarankan kepada pelatih dan lembaga SSB PSBUM khususnya dan
pelatih penjaga gawang umunnya untuk menggunakan metode latihan
8-Point Star Drill sebagai variasi latihan agar latihan tidak jenuh.
3. Disarankan pada pelaksanaan latihan kecepatan reaksi penjaga gawang
sangat penting dilakukanya pengawasan oleh pelatih atau ahli, agar tidak
terjadi kesalahan pada gerakan bahkan cedera pada atlet yang
bersangkutan.
4. Perlu dilakukanya penelitian yang lebih lanjut mengenai metode latihan
dalam meningkatkan kecepatan reaksi penjaga gawang, dengan lebih
memperluas ruang lingkup penelitian agar hasil yang diharapkan bisa
74
Taupik Kurniawan, 2013
Dampak Metode Latihan Medicine Ball Release Push-Up With Partner Dengan Metode Latihan 8-Point Star Drill Terhadap Kecepatan Reaksi Penjaga Gawang Sepakbola
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Boby Moffatt. (1975). The Basic Soccer Guide. London: Anderson Word inc.
Bompa. T. O. (1999). Periodization: Theory and Metgodology of Training 4th edition. Human Kinetica
Brown, Lee E., Ferrigno, Vance A. dan Carlos Santana, Juan. (2000). Training for Speed, Agility, and Quickness. Canada: Human Kinetics.
Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak Kusuma.
Jafar S. Dikdik. (2010/2011). Pembinaan Kondisi Fisik. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI.
Jozef Sneyers (1990). Sepak Bola Remaja. Jakarta. PT. Rosda Jaya Putra Jakarta.
Lingling Usli, Hermanu Entang, Imanudin Iman. (2008). Pelatihan Cabang Olahraga Sepak bola. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI. Luxbacher A. Joseph (1997). Sepak Bola. Jakarta: Raja Grafindo, Edisi Kedua.
Nurhasan.H, Hasanudin.C.Dudung. (2007). Tes dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI.
Raharja. Didik Subhakti Prawira. (2012). Hubungan Antara Kecepatan Reaksi, Fleksibilitas Semdi Panggul, dan Keseimbangan dengan Hasil Sepak Mula Pada Permainan Sepak Takraw. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI.
Rai, Ade. (2006). Gaya Hidup Sehat, Fitnes dan Binaraga. Jakarta: Tabloit Bola.
75
Satria, Jafar Sidik, Dikdik dan Imanudin, Iman. (2007). Metode Kepelatihan Olahraga. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI Sucipto (1999). Sepak Bola. Jakarta: Depdikbud. Dirjen Pendidikan Dasar Dan
Menengah. Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III Tahun 1999/2000.
Sudjana. (1988). Metode Statistika. Bandung : Tarsito.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukadiyanto. (2011). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: CV. Lubuk Agung
Sukatamsi. (1984). Permainan Besar I Sepak Bola. Jakarta: Prima.
Surakhmad, winarno. (1998). Pengantar Metodelogi Ilmiah. Jakarta : Gramedia Pustaka.
Internet
(http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola)
(http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00024909 .html)
(http://www.scribd.com/doc/60732544/4-Mengenal-Latihan-Pliometrik)