• Tidak ada hasil yang ditemukan

Infografis Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Infografis Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

I N F O G R A F I S

G E R A K A N P E N G U A T A N

P E N D I D I K A N K A R A K T E R

( P P K )

N

I

L

AI

-NIL

AI

(2)

D E F I N I S I P P K

DIMENSI PENGOLAHAN KARAKTER

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan

bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

adalah gerakan pendidikan di sekolah

untuk

memperkuat karakter siswa

melalui

harmonisasi

olah hati (etik),

olah rasa (estetis),

olah pikir (literasi),

dan

olah raga (kinestetik)

dengan

dukungan

pelibatan publik

dan kerja

sama antara

sekolah, keluarga, dan

masyarakat.

Olah Hati (Etik)

Individu yang memiliki kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa

Olah Rasa (Estetis)

Individu yang memiliki

integritas moral, rasa berkesenian dan

berkebudayaan

Olah Pikir (Literasi)

Individu yang memiliki keunggulan akademis sebagai

hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat

Olah Raga (Kinestetik)

Individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif

(3)

RELIGIUS

Mencerminkan keberimanan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa

INTEGRITAS

Upaya menjadikan dirinya sebagai

orang yang selalu dapat dipercaya

dalam perkataan, tindakan, dan

pekerjaan

GOTONG ROYONG

Mencerminkan tindakan

menghargai semangat

kerja sama dan bahu

membahu menyelesaikan

persoalan bersama

NASIONALIS

Menempatkan

kepentingan bangsa

dan negara di atas

kepentingan diri

dan kelompoknya

MANDIRI

Tidak bergantung pada orang lain

dan mempergunakan tenaga, pikiran,

waktu untuk merealisasikan harapan,

mimpi dan cita-cita

N I L A I

U T A M A

K A R A K T E R

P R I O R I T A S

P P K

5

BAGIMU

NEGERI

AKU MAMPU MERAIH MIMPIKU SENDIRI AKU

(4)

M A N F A A T

P P K

02

03

04

05

06

01

Penguatan karakter siswa dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi abad 21

(berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi,

dan berkolaborasi)

Pembelajaran dilakukan terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah dengan pengawasan guru

Revitalisasi peran

Kepala Sekolah sebagai manajer dan guru sebagai insirator PPK

Penguatan Peran Keluarga melalui kebijakan pembelajaran lima hari

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, pegiat pendidikan,

pegiat kebudayaan, dan sumber-sumber belajar

lainnya

(5)

Gerakan PPK mendorong siswa memiliki karakter dan

kompetensi abad ke-21 (berpikir kritis, kreatif, mampu

berkomunikasi dan berkolaborasi)

1

2

3

STRUKTUR

PROGRAM

KURIKULUM

STRUKTUR

STRUKTUR

KEGIATAN

Difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah

Menengah Pertama (SMP) dengan memanfaatkan ekosistem

pendidikan yang ada di lingkungan sekolah serta penguatan kapasitas kepala sekolah, guru, orang tua, komite

sekolah dan pemangku kepentingan lain yang relevan

Tidak mengubah kurikulum yang sudah ada melainkan optimalisasi

kurikulum pada satuan pendidikan melalui kegiatan

intrakurikuler, kokulikuler, dan ekstrakurikuler, serta nonkurikuler di lingkungan

sekolah

Mengajak masing-masing sekolah untuk menemukan ciri khasnya sehingga sekolah menjadi sangat kaya dan unik serta mewujudkan kegiatan pembentukan karakter

empat dimensi pengolahan karakter yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara meliputi olah rasa, olah hati, olah pikir,

dan olah raga

(6)

B A S I S G E R A K A N P P K

BERBASIS

KELAS

BUDAYA SEKOLAH

BERBASIS

MASYARAKAT

BERBASIS

Melibatkan & memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber pembelajaran seperti keberadaan serta dukungan pegiat seni & budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri

Menyinergikan implementasi PPK dengan berbagai program yang ada dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan dan LSM

Mensinkronkan program dan kegiatan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan juga masyarakat serta orangtua siswa

Menekankan pada pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah

Menonjolkan keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan

Melibatkan ekosistem sekolah

Mengembangkan dan memberi ruang yang luas pada segenap potensi siswa melalui kegiatan ko-kurikuler & ekstra-kurikuler Memberdayakan manajemen sekolah

Mempertimbangkan norma, peraturan & tradisi sekolah

Mengintegrasikan proses

pembelajaran di dalam

kelas melalui isi kurikulum

dalam mata pelajaran, baik

itu secara tematik maupun

terintegrasi

Memperkuat manajemen

kelas dan pilihan

metodologi dan evaluasi

pengajaran

Mengembangkan muatan

lokal sesuai dengan

kebutuhan daerah

Prestasi PENTING, Jujur YANG UTAMA

12

6

9 3

JADWAL

(7)

2016

2017

2018

2019

2020...

Kajian Awal, Berbagi Praktik Baik, Pemetaan & Penetapan, Sekolah Uji Coba,

Diskusi Kelompok Terpumpun, Penyusunan Konsep PPK, Pelatihan dan Pengembangan SDM, serta Finalisasi Dokumen PPK,

Uji Coba Tahap 1 di 42 Sekolah & Tahap 2 di 500 Sekolah, Supervisi & Pendampingan, serta Evaluasi Uji Coba PPK

SD & SMP dari 34 Provinsi Sebanyak 1.626 Sekolah

Kajian

Pengembangan Konsep PPK

Pematangan Konsep PPK

Pemantauan dan Evaluasi

Implementasi Mandiri dan Bertahap

SD & SMP dari 34 Provinsi Sebanyak 3.252 Sekolah

Implementasi Mandiri

dan Bertahap Pengembangan Implementasi PPK secara mandiri

Pengembangan

Implementasi Penuh PPK kepada seluruh Sekolah

Implementasi Penuh dan Mandiri

Gerakan PPK akan dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan

dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing sekolah

P E T A J A L A N

G E R A K A N P P K

2016

(8)

www.kemdikbud.go.id

BIRO KOMUNIKASI DAN LAYANAN MASYARAKAT

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270

Kemdikbud.RI Kemdikbud_RI kemdikbud.ri KEMENDIKBUD.RI

177 / 021 - 570 3303

0811 976 929

[email protected]

021 - 573 3125

Referensi

Dokumen terkait

Terwujudnya komitmen dan dukungan regulasi terkait dengan: a) Revitalisasi peran Kepala Sekolah sebagai Manager; b) Revitalisasi kewajiban 8 jam guru di sekolah; c)

Pemangku kepentingan (stakeholders) terdiri atas lembaga pengguna lulusan meliputi : Perwakilan orang tua/komite sekolah/madrasah, sekolah/madrasah yang menerima lulusan, dunia kerja, dan perguruan

Akan tetapi untuk pengimplementasian penguatan pendidikan karakter yang nilai karakternya dikerucutkan menjadi lima tersebut belum diimplementasikan karena menurut

Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan kapasitas seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah, orang tua siswa dan pemerintah desa dalam hal

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui Pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter Terhadap Jiwa Nasionalisme Peserta

● Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yaitu melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi,

Lingkungan Siswa ... Pengembangan Kesehetan Lingkungan Sekolah ... Peran Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter ... Pengertian Guru dan Orang Tua ... Bentuk Peran Guru

Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah dilakukan dengan cara: membiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah, keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan,