• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. Aktivitas komunikasi dapat terlihat pada aspek kehidupan sehari-hari manusia, yaitu dimulai sejak beraktivitas bangun tidur di pagi hari sampai dengan manusia beranjak tidur di malam hari. Sepanjang hari apakah yang kita lakukan dalam aktivitas komunikasi? Kita tidak dapat menghitung dari waktu ke waktu, karena kita akan selalu terlibat dalam aktivitas komunikasi yang sifatnya rutin. Berapa jam waktu yang kita gunakan untuk berdialog, membaca koran, mendengar siaran radio, menonton acara televisi, menggunakan komputer, dan belajar?

Menurut Suprapto (2011:3) arti komunikasi itu sendiri adalah merupakan sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui saluran tertentu. Adapula yang menyebutkan komunikasi sebagai suatu proses penyampain pesan berupa lambang, pesan, suara, dan gambar dari suatu sumber kepada sasaran (audience) dengan menggunakan saluran tertentu. Hal ini dapat digambarkan melalui sebuah percakapan sebagai bentuk awal dari bentuk komunikasi. Orang yang sedang berbicara adalah source (sumber) dari komunikasi

(2)

atau dengan istilah lain yang disebut dengan komunikator. Orang yang sedang mendengarkan disebut dengan audience, sasaran, pendengar atau komunikan. Apa yang sedang disampaikan oleh orang yang sedang berbicara disebut pesan, sedangkan saluran yang digunakan untuk menyampaikan dari komunikator ke komunikan disebut channel (saluran).

Grunig dan Hunt dalam Soemirat (2011:87) mengatakan bahwa praktisi public relations bertindak berdasarkan apa yang disebut sebagai teoritis organisasional suatu boundary spanner yang artinya memainkan peran di perbatasan (penghubung), mereka berfungsi di suatu perusahaan sebagai penghubung antara perusahaan dengan publik internal dan eksternalnya. Dengan perkataan lain, para praktisi public relations harus meletakkan satu kaki di dalam dan kaki lainnya di luar perusahaan. Sering posisi ini dianggap unik, di satu sisi tidak sendirian, tetapi sisi lainnya juga mengandung bahaya atau resiko. Sebagai boundary spanner, praktisi public relations harus dapat mendukung kolega mereka dengan sokongan komunikasi mereka yang lintas organisasional yaitu dapat menjangkau ke dalam dan ke luar perusahaan. Dengan cara ini para profesional public relations harus memiliki pengetahuan yang berguna untuk perencanaan bagi perusahaannya di masa mendatang.

Berdasarkan pengalaman selama penulis menjalani penelitian di GlobalTV, penulis memiliki tanggung jawab untuk melakukan suatu kegiatan menurut pendapat penulis sangat berhubungan dengan peran public relations sebagai

(3)

boundary spanner yaitu media monitoring. Monitoring yang dilakukan dengan cara mencari berita mengenai MNC Group, GlobalTV, Pertelevisian Indonesia, dan berita seputar Chief Executive Officer of MNC Group, Hary Tanoesoedibjo pada media cetak dan online. Adapun hasil kliping media monitoring harian tersebut akan di submit ke website intranet GlobalTV oleh divisi external communication setiap hari, jadi seluruh divisi di GlobalTV akan mengetahui secara keseluruhan informasi mengenai perusahaan yang diberitakan di media.

Secara umum, media monitoring yang dilakukan public relations tersebut merupakan salah satu bentuk boundary manager. Pelaksanaan proses media monitoring yakni mencari, mengumpulkan, dan menganalisa berita-berita yang berkaitan dengan perusahaan di media massa. Kemudian, infomasi tersebut dapat diteruskan kepada puncak manajemen dalam bentuk usulan atau rekomendasi untuk dijadikan penilaian obyektif dalam pengambilan keputusan.

Corporate Secretary Department Global TV merupakan departmen yang kesehariannya menjalankan tugas dan fungsi public relations juga menggunakan media monitoring sebagai boundary spanning dalam perencanaan kegiatan public relations. Setiap divisi memiliki kebutuhan yang berbeda dalam pemilihan pemberitaan. Dalam penelitian ini penulis akan melakukan penelitian deskriptif pada divisi External Communications yang menggunakan media monitoring sebagai sebagai perangkat pendukung dalam proses pengambilan keputusan bagi menajemen untuk melakukan event media gathering natal 2011 dan tahun baru

(4)

2012. Hal tersebutlah yang dapat dikatakan dengan pemenuhan peran media monitoring sebagai boundary spanning.

Acara media gathering natal dan tahun baru ini dimaksudkan agar hubungan yang baik dengan rekan media massa lainnya dapat menjadi kekuatan disaat GlobalTV sedang ditimpa berita-berita negatif. Rekan-rekan media massa (wartawan) yang selama ini telah menuliskan berita-berita seputar GlobalTV baik berita yang positif maupun negatif harus diapresiasi agar kedepannya dapat terjalin hubungan yang baik sehingga pemberitaan positif bagi GlobalTV dapat meningkat demi menjaga corporate image GlobalTV yang baik selama ini.

Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin menganalisa bagaimana kegiatan media monitoring yang diimplementasikan oleh praktisi public relations berperan sebagai boundary spanning yaitu melalui proses pengolahan informasi, menginterpretasikan aspirasi publik eksternal setelah menganlisa informasi, dan mengajukan rekomendasi berupa perencanaan pengadaan kegiatan media gathering natal 2011 dan tahun baru 2012 kepada puncak manajemen selaku desicion maker. Dalam skripsi ini, penulis memilih judul “ANALISIS MEDIA MONITORING PUBLIC RELATIONS SEBAGAI BOUNDARY SPANNING DI GLOBALTV (STUDI KASUS PADA EVENT MEDIA GATHERING NATAL 2011 DAN TAHUN BARU 2012.)”

(5)

1.2. Ruang Lingkup

Untuk menghindari kesalahpahaman dalam skripsi ini maka penulis membatasi ruang lingkup masalah penelitian, yaitu penelitian ini hanya menganalisis peran media monitoring yang dilaksanakan oleh public relations GlobalTV sebagai boundary spanning dalam proses pengambilan keputusan perencanaan kegiatan public relations. Dengan studi kasus pada kegiatan media gathering natal 2011 dan tahun baru 2012.

1.2.1. Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah penulis uraikan di atas, maka rumusan masalah adalah bagaimana analisis media monitoring public relations sebagai boundary spanning di GlobalTV?

Selanjutnya identifikasi masalah adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana peranan pelaksanaan media monitoring yang dijalankan oleh public relations GlobalTV berperan sebagai boundary spanning ?

2. Apa saja hambatan yang ditemui public relations GlobalTV dalam memenuhi peran boundary spanning melalui kegiatan media monitoring ?

(6)

1.3. Tujuan dan Manfaat

1.3.1. Tujuan

1. Untuk mengetahui peranan pelaksanaan media monitoring yang dijalankan oleh public relations GlobalTV berperan sebagai boundary spanning.

2. Untuk mengetahui hambatan yang ditemui public relations GlobalTV dalam memenuhi peran boundary spanning melalui kegiatan media monitoring.

1.3.2. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini bagi GlobalTV adalah:

1. Perusahaan dapat mengetahui sejauh mana kinerja pengumpulan informasi yang dipakai. Sudah cukup efektif atau belum. Mengetahui letak kelebihan dan kekurangan kinerja tersebut dalam mengumpulkan informasi dan pendistribusiannya.

2. Perusahaan mengetahui keuntungan yang dihasilkan media monitoring sebagai boundary spanning yang berperan dalam pertimbangan pengambilan keputusan dan perencanaan kegiatan.

Manfaat penelitian bagi penulis adalah:

1. Memperluas pengetahuan serta wawasan penulis.

(7)

3. Membantu penulis memahami pendistribusian informasi dalam kegiatan

public relations sangat penting, memahami bagaimana strategi

pendistribusian informasi yang baik , dan fungsi media monitoring yang dilaksanakan public relations sebagai boundary spanner dalam management.

Manfaat penelitian dan perancangan ini bagi pihak lain adalah: 1. Memberikan informasi untuk penelitian selanjutnya.

2. Memberikan suatu pemahaman dalam mendistribusikan informasi yang baik untuk pelanggan dan internal perusahaan .

3. Memberi suatu pemahaman tentang media monitoring dan peranannya sebagai boundary spanning dalam suatu perusahaan.

1.4. Metodologi

Metodologi yang digunakan penulis dalam melaksanakan penelitian dapat dipaparkan sebagai berikut:

1.4.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Menurut Moleong (2010:3) penelitian kualitatif bersifat naturalistic inquiry dalam arti peneliti tidak berusaha untuk memanipulasi latar penelitian, melainkan melakukan studi terhadap suatu fenomena yang ada. Menurut Kriyantono

(8)

(2010:63-64) metodologi kualitatif dengan metode studi kasus menggunakan data sebanyak mungkin sumber data yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprehensif suatu individu, kelompok, suatu program atau organisasi secara sistematis. Karena itu penulis dapat menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi.

1.4.2. Metode Pengumpulan Data

Menurut Kriyantono (2010:95), metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan penulis untuk mengumpulkan data. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini, antara lain:

1. Wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian. Wawancara menurut Guba dan Lincoln dalam Suwandi dan Basrowi (2008:127) adalah percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak, yaitu pewawancara sebagai pengaju pertanyaan dan yang diwawancarai sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan itu.

2. Observasi terhadap subyek dan obyek yang terkait dengan penelitian. Menurut Kriyanto (2010:110) mendefinisikan observasi sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan dengan mengamati lingkungan. Observasi di sini diartikan sebagai kegiatan mengamati secara

(9)

langsung tanpa mediator sesuatu obyek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan obyek tersebut.

3. Data dan dokumentasi, untuk mendapatkan catatan yang berhubungan dengan masalah penelitian untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisis dan analisis data. Herdiansyah (2011:143) menyatakan bahwa, studi dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subyek sendiri atau oleh orang lain tentang subyek. Studi dokumentasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan peneliti kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari sudut pandang subyek melalui suatu media tertulis dan dokumen lainnya yang ditulis atau dibuat langsung oleh subyek yang bersangkutan.

1.4.3. Obyek Penelitian

Obyek yang akan diteliti oleh penulis dalam melakukan penelitian adalah media monitoring yang dilaksanakan oleh public relations di divisi external communications GlobalTV.

1.4.4. Teknik Pemilihan Informan

Dalam kegiatan wawancara ini penulis menggunakan teknik penentuan informan non-random sampling dengan teknik purposeful

(10)

sampling. Non-random sampling merupakan metode sampling yang setiap individu dari populasi tidak memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih. ( Haris Herdiansyah : 2010 : 106). Pengertian dari purposeful sampling menurut Haris Herdiansyah (2010 : 106) adalah teknik non-probability sampling berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki oleh subyek yang dipilih karena ciri-ciri sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Dalam purposeful sampling, peneliti memilih subyek penelitian dan lokasi penelitian dengan tujuan untuk mempelajari dan memahami permasalahan pokok yang akan diteliti. (Haris Herdiansyah : 2010 : 106). Menurut Kriyantono (2010:158-159), teknik purposive sampling mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat penulis berdasarkan tujuan riset.

1.4.5. Kesahihan Data

Dalam penelitian ini penulis melakukan pertimbangan kesahihan data berdasarkan triangulasi. Triangulasi menurut Kriyanto (2010: 73) didefinisikan sebagai sebagai gabungan atau kombinasi berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari sudut pandang dan perspektif yang berbeda. Jenis triangulasi yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode . Kriyanto ( 2010:72-73) menjelaskan Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek

(11)

data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi metode menurut Kriyanto (2010:72-73) menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik perolehan yang berbeda.

1.4.6. Teknik Analisis Data

Menurut Patton dalam Moleong (2010:280) analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model interaktif menurut Miles & Huberman. Herdiansyah (2011:164) mengemukakan bahwa, teknik analisis data model interaktif terdiri atas empat tahapan yang harus dilakukan. Tahapan pertama adalah tahap pengumpulan data, tahapan kedua adalah tahap reduksi data, tahapan ketiga adalah tahap display data, dan tahapan keempat adalah tahap penarikan kesimpulan atau tahap verifikasi.

1.5. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Pada Bab ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain Latar Belakang, Ruang Lingkup, Tujuan dan Manfaat, Metodologi, dan Sistematika

(12)

Penulisan mengenai analisis peran pelaksaan media monitoring oleh public relations GlobalTV sebagai boundary spanning.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan dua hal penting yaitu kerangka teori dan kerangka berpikir. Kerangka teori yang disajikan sejalan dengan permasalahan penelitian. Dalam bab ini juga terdapat kerangka pikir yang menggambarkan peta hubungan antara permasalahan, data yang terkumpul dan teknik analisis sehingga dapat mendukung hasil penelitian yang valid.

BAB III OBYEK PENELITIAN

Pada bab ini akan ditampilkan profil, sejarah serta indentitas perusahaan yang diteliti. Sistem yang sedang berjalan di dalam perusahaan. Dan menjelaskan metodologi penelitian dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada. Dalam bab ini penulis juga akan menjabarkan permasalahan kritis dari penelitian serta alternatif pemecahan masalah yang merupakan hasil pemikiran penulis.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Pada bab ini berisikan hasil wawancara, observasi serta menampilkan data yang terkumpul. Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari seluruh hasil wawancara, pengamatan, dan data yang diperoleh dengan teori yang ditampilkan

(13)

di bab 2 . Kemudian menjabarkan hasil yang didapatkan dalam sub bab pembahasan hasil penelitian.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisikan kesimpulan berisi hasil penelitian berikut menjawab tujuan awal penelitian penulis. Menjawab pertanyaan mengenai tujuan dari proses penelitian. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian. Berisikan saran serta pengharapan kepada perusahaan dan peneliti selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk user tipe customer pada halaman ini akan muncul daftar dari nama area dan mesin yang dimiliki oleh customer, namun customer juga dapat mencari data yang diinginkan

Analisis data berisi uraian data yang diolah untuk proses pemilihan strategi permesinan (toolpath strategy), penentuan cutter yang digunakan, feedrate, spindel speed, plungerate

bahwa Keputusan Bupati Kayong Utara Nomor 68 Tahun 2009 tentang Standar Satuan Biaya Pendidikan dan Pelatihan Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong

Berbeda dengan hasil yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Berdasarkan analisis X 2 5,37 < 5,991 maka Ha ditolak dan Ho diterima sehingga dapat disimpulkan

bahwa guna menjamin ketersediaan pupuk dengan harga wajar sampai pada tingkat petani sebagai tindak lanjut Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 90 Tahun 2011 tentang Alokasi

Arang aktif merupakan senyawa karbon amorf yang dapat dihasilkan dari bahan – bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dari cara khusus

untuk Pembunuhan Massal terhadap kaum komunis Indonesia demi satu tujuan tertentu. Karena, jika Jenderal Soeharto mudah memerintahkan bawahannya untuk “membereskan”

Dibawah kondisi normal untuk penggunaan yang dimaksud, bahan ini diharapkan tidak berbahaya bagi