BAB 3
ANALISA DAN PERANCANGAN
3.1
Analisis Permasalahan
Besarnya tingkat kesalahan dalam pemilihan jurusan sudah pasti membawa
kerugian yang besar. Tidak hanya materi, tapi waktu juga ikut terbuang. Kualitas
dari mahasiswa juga ditentukan dari pemilihan jurusan yang tepat. Sebagai
contoh, seorang mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang teknik tapi
dipaksa memilih kedokteran, kemungkinanya akan besar bagi mahasiswa tersbut
untuk gagal dalam pelajaran. Hal seperti ini sering terjadi. Bisa karena desakan
orang tua, atau kesalahan yang dilakukan sendiri oleh calon mahasiswa.
Penelitian mengenai sistem pakar untuk penentuan jurusan di bangku kuliah
bisa dijadikan suatu solusi yang bisa membantu calon mahasiswa dalam
pemecahan masalah seperti ini. Dengan merancang suatu basis pengetahuan yang
mengadaptasi teori Personality Type dan kemampuan pakar di bidang psikologi
pendidikan, diharapkan sistem bisa dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai
pertimbangan dalam pemilihan jurusan.
Metode bayesian network yang digunakan dalam sistem pakar ini berfungsi
untuk menghitung nilai kemungkinan yang terjadi dari setiap test yang dilakukan
oleh user. Setelah user melakukan test, sistem akan menampilkan jurusan yang
tepat berdasarkan nilai kemungkinan tertinggi. Salah satu contoh penelitian yang
sudah dilakukajn sebelumnya oleh Wendy M. Wood. Sistem dirancang untuk
mengukur tingkat kepercayaan diri siswa dalam penentuan karir yang akan dipilih
berdasarkan reason atau alasan kenapa siswa memilih suatu jurusan.
3.1.1
Analisis Kuesioner
Analisis kuesioner dilakukan untuk mengetahui prosentase kebutuhan
masyarakat terhadap sistem pakar ini. Kuesioner disebarkan ke 40 siswa SMA di
Jakarta, 20 dari jurusan IPA dan 20 dari jurusan IPS. Berikut kesimpulan dari hasil
kuesioner yang didapat :
1.
Alasan anda memilih jurusan saat ini?
Gambar 3.1 Diagram Jawaban Survei 1
2.
Dari hasil yang didapat, apakah anda ingin berkonsultasi dengan ahli
mengenai jurusan yang anda pilih?
Gambar 3.2 Diagram Jawaban Survei 2
3.
Jika tersedia aplikasi untuk membantu anda dalam memilih jurusan,
apakah anda berminat untuk menggunakanya?
Gambar 3.3 Diagram Jawaban Survei 3
Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa angka dari siswa yang dalam pemilihan
jurusan di bangku SMA nya karena tuntutan orang tua dan lain-lain, masih cukup
besar. dari 40 siswa yang dipilih, hampir semuanya berminat untuk berkonsultasi
mengenai pendidikan di bangku kuliah nanti apalagi jika tersedia aplikasi yang
bisa mereka gunakan untuk membantu mereka memilih jurusan secara gratis.
3.2
Solusi yang diusulkan
Dari analisis permasalahan yang ada, kami merancang suatu sistem yang
dapat membantu user atau calon mahasiswa dalam memilih jurusan yang sesuai
dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Sistem ini dirancang dalam bentuk
online test dengan menyerap pengetahuan dari psikolog pendidikan lalu
memasukaya kedalam suatu basis pengetahuan. Sistem pakar ini dibangun dengan
tujuan sebagai pertimbangan bagi user dalam memilih jurusan di tingkat
universitas.
Probabilistic online test ini berbasis web dan dibangun dengan
menggunakan PHP dengan menggunakan database MySQL. User diharapkan
untuk melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum mengambil tes. Setelah login,
user bisa langsung memulai tes yang terdiri dari 3 tahap. Setelah itu jawaban akan
di proses dengan menggunakan pendekatan Bayesian Network, dan akan
manghasilkan output berupa kesimpulan data.
3.2.1 Wawancara dengan Pakar
Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan knowledge yang akan
digunakan di dalam aplikasi sistem pakar. Berikut ringkasan wawancara yang
didapatkan:
1.
Apa yang menjadi faktor atau penentu dalam pemilihan jurusan? Bisa
dijelaskan?
Jawab: Banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan jurusan
terutama di tingkat perguruan tinggi. Selain minat yang di inginkan
siswa tersebut perlu diketahui juga kemamampuan dasar yang dimiliki
yang berkaitan dengan jurusan pilihanya.
2.
Bisakah teori yang diberikan John Hollandd dijadikan patokan dalam
penentuan jurusan?
Jawab: Teori yang dikemukakan Holland bisa dipakai. Keenam poin dari
teori tersebut mengelompokan manusia berdasarkan minat yang
dimilikinya.
3.
Apakah bisa teori Holland digabungkan dengan kuis online yang berisi
tes kemampuan akademis dan psikotest?
Jawab: bisa
4.
Bagaimana anda mengelompokoan jurusan berdasarkan teori tersebut?
Jawab: tiap karakteristik memiliki kebiasaan tersendiri. Hal ini
dikelompokan berdasar pilihan pekerjaan yang pas nantinya yang sesuai
dengan karakteristik yg dimiliki. Contoh untuk seseorang yang memiliki
karakteristik
investigative
kemungkinan
besar
akan
memiliki
kemampuan yang lebih dibidang yang dalam pekerjaanya banyak
menggunakan tools dan logika. Jadi yang cocok untuk orang yang
memiliki karakter ini adalah Kedokteran. Tapi untuk menjadi seorang
dokter, dia harus memiliki kemampuan yang lebih dibidang IPA
tepatnya Kimia, Biologi dan Matematika. Jadi tes yang akan kamu
rancang itu bisa menjadi alat ukur di bidang akademisnya.
3.2.2 Representasi Pengetahuan
Dalam pengembangan aplikasi sistem pakar ini, maka perlu dijelaskan
mengenai hubungan antara jurusan yang ada dengan knowledge yang dimiliki
oleh pakar. Berikut tabel yang menerangkan hubungan jurusan dengan tipe Human
Characteristic:
Tabel 3.1 Representasi Pengetahuan
Faktor
Jurusan
Investigative
Teknik Informatika
Kedokteran
Sistem Informatika
Realistic
Teknik Mesin
Teknik Elektro
Teknik Komputer
Teknik Informatika
Artistic
Design
Seni
Social
Seni
Psikologi
HI
Ekonomi
Manajemen
Enterprising
Ekonomi
Akutansi
Manajemen
Konvensional
Manajemen
Akutansi
Berikut adalah beberapa penggalan dari basis pengetahuan yang sudah
diekstrak kedalam bentuk if-else rule.
Gambar 3.4 Penggalan Basis Pengetahuan
Dari tiap aturan akan memiliki nilai peluang yang berbeda. Contoh untuk
rule ke-3 akan digambarkan seperti berikut :
Jika”NilaiAkademis=Tinggi” dan “Karakteristik = Relistis” Maka “Jurusan1=Teknik Elektro” dan “Jurusan2=Teknik Komputer”. Jika”NilaiAkademis=Rendah” dan “Karakteristik = Relistis” Maka “Jurusan1=Teknik Komputer” dan “Jurusan2=Teknik Industri”. Jika”NilaiAkademis=Tinggi” dan “Karakteristik = Investigative” Maka “Jurusan1=Teknik Informatika” dan “Jurusan2=Dokter”.
Jika”NilaiAkademis=Rendah” dan “Karakteristik = Investigative” Maka “Jurusan1=Teknik Komputer” dan “Jurusan2=Teknik Informatika”. Jika”NilaiAkademis=Tinggi” dan “Karakteristik = Artistic” Maka “Jurusan1=DKV” dan “Jurusan2=Seni”
Jika”NilaiAkademis=Rendah” dan “Karakteristik = Artistic” Maka “Jurusan1=DKV” dan “Jurusan2=Seni”
Jika”NilaiAkademis=Tinggi” dan “Karakteristik = Social” Maka “Jurusan1=Psikologi” dan “Jurusan2=Sastra”
Jika”NilaiAkademis=Rendah” dan “Karakteristik = Social” Maka “Jurusan1=DKV” dan “Jurusan2=Seni”
Jika”NilaiAkademis=Tinggi” dan “Karakteristik = Enterprising” Maka “Jurusan1=Ekonomi” dan “Jurusan2=Manajemen”
Jika”NilaiAkademis=Rendah” dan “Karakteristik = Enterprising” Maka “Jurusan1=Ekonomi” dan “Jurusan2=Manajemen”