MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK
Biodata Narasumber
Biodata Narasumber
•
Nama
Nama
: Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si
: Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si
•
Lahir
Lahir
: Jambi, 4 Maret 1977
: Jambi, 4 Maret 1977
•
NIP
NIP
: 19770304 1995 11 1 001
: 19770304 1995 11 1 001
•
Jabatan
Jabatan
: Dosen Fungsional (Lektor Kepala)
: Dosen Fungsional (Lektor Kepala)
•
Pangkat
Pangkat
: Pembina TK. I (IV/b)
: Pembina TK. I (IV/b)
•
Instansi
Instansi
: Kampus IPDN Jatinangor
: Kampus IPDN Jatinangor
•
Alamat
Alamat
: Komp. Singgasana Pradana
: Komp. Singgasana Pradana
Jl. Karangkamulyan No.2 A Cibaduyut-Bandung
Jl. Karangkamulyan No.2 A Cibaduyut-Bandung
A. PENDAHULUAN
A. PENDAHULUAN
•
Pemerintah adalah “public servant”
Pemerintah adalah “public servant”
•
Kesadaran ttg arti pentingnya pelayanan umum
Kesadaran ttg arti pentingnya pelayanan umum
dan manajemennya di kalangan pemerintahan
dan manajemennya di kalangan pemerintahan
masih sangat lemah.
masih sangat lemah.
•
Alasan-alasannya antara lain sbb :
Alasan-alasannya antara lain sbb :
a. kegiatan pemerintah bersifat monopoli, tanpa
a. kegiatan pemerintah bersifat monopoli, tanpa
kompetisi tidak akan tercapai efisiensi.
kompetisi tidak akan tercapai efisiensi.
b. lebih mengandalkan kewenangan daripada
b. lebih mengandalkan kewenangan daripada
mekanisme pasar maupun kebutuhan
mekanisme pasar maupun kebutuhan
konsumen.
konsumen.
c. belum adanya akuntabilitas secara lengkap
c. belum adanya akuntabilitas secara lengkap
d. lebih mengutamakan pandangan diri sendiri
d. lebih mengutamakan pandangan diri sendiri
drpd pandangan konsumen yg dilayaninya.
drpd pandangan konsumen yg dilayaninya.
e. kesadaran masyarakat sbg konsumen produk
e. kesadaran masyarakat sbg konsumen produk
pemerintahan masih sangat lemah, sehingga
pemerintahan masih sangat lemah, sehingga
masyarakat lebih banyak berposisi sbg obyek.
masyarakat lebih banyak berposisi sbg obyek.
B. Hakekat Pelayanan Umum
B. Hakekat Pelayanan Umum
Melayani masyarakat baik sbg kewajiban maupun
Melayani masyarakat baik sbg kewajiban maupun
sbg kehormatan, merupakan dasar bagi
sbg kehormatan, merupakan dasar bagi
terbentuknya masyarakat yg manusiawi.
terbentuknya masyarakat yg manusiawi.
(Tjosvold, 1993 : x).
•
Bagi organisasi, melayani konsumen mrpkan “saat
Bagi organisasi, melayani konsumen mrpkan “saat
yg menentukan”
yg menentukan”
(moment of thruths),
(moment of thruths),
peluang
peluang
bagi organisasi utk menunjukkan kredibilitas dan
bagi organisasi utk menunjukkan kredibilitas dan
kapabilitasnya.
kapabilitasnya.
•
Abad ke-21 adalah “abad pelanggan”
Abad ke-21 adalah “abad pelanggan”
(Carlzon, 1987).(Carlzon, 1987).•
Prinsip “ Close to the customers”
Prinsip “ Close to the customers”
•
Semakin maju sebuah negara, akan semakin
Semakin maju sebuah negara, akan semakin
banyak masyarakatnya yg bekerja di sektor jasa.
banyak masyarakatnya yg bekerja di sektor jasa.
•
Pelayanan umum adalah pemberian jasa baik yg
Pelayanan umum adalah pemberian jasa baik yg
diberikan oleh pemerintah, swasta atas nama
diberikan oleh pemerintah, swasta atas nama
pemerintah, atau swasta, dengan atau tanpa
pemerintah, atau swasta, dengan atau tanpa
pembayaran guna memenuhi kebutuhan dan
pembayaran guna memenuhi kebutuhan dan
•
Pelayanan umum oleh instansi pemerintah
Pelayanan umum oleh instansi pemerintah
bermotif sosial dan politik yakni utk menjalankan
bermotif sosial dan politik yakni utk menjalankan
visi & misi serta mencari dukungan suara.
visi & misi serta mencari dukungan suara.
•
Pelayanan umum oleh swasta dpt bermotif sosial
Pelayanan umum oleh swasta dpt bermotif sosial
(volunteer), tetapi lebih banyak bermotif ekonomi
(volunteer), tetapi lebih banyak bermotif ekonomi
yakni mencari keuntungan.
yakni mencari keuntungan.
•
Pelayanan umum kpd masyarakat dpt diberikan
Pelayanan umum kpd masyarakat dpt diberikan
scr cuma-cuma sbg kompensasi dr pembayaran
scr cuma-cuma sbg kompensasi dr pembayaran
pajak, ataupun ditarik bayaran.
pajak, ataupun ditarik bayaran.
•
Tarif pelayanan umum oleh pemerintah ditetapkan
Tarif pelayanan umum oleh pemerintah ditetapkan
berdasarkan harga produksi atau tarif yg paling
berdasarkan harga produksi atau tarif yg paling
terjangkau.
terjangkau.
•
Pemberian pelayanan umum scr seragam kpd
Pemberian pelayanan umum scr seragam kpd
semua warganegara sebenarnya justru tdk adil krn
semua warganegara sebenarnya justru tdk adil krn
kebutuhan & kepentingan masyarakat
kebutuhan & kepentingan masyarakat
berbeda-beda
Lima Tahapan Kegiatan Ekonomi Masyarakat :
Lima Tahapan Kegiatan Ekonomi Masyarakat :
•
Kegiatan primer, yi kegiatan ekonomi yg bersifat ekstratif Kegiatan primer, yi kegiatan ekonomi yg bersifat ekstratif meliputi pertanian, pertambangan, perikanan, kehutananmeliputi pertanian, pertambangan, perikanan, kehutanan
dll.
dll.
•
Kegiatan ekonomi sekunder, yi kegiatan ekonomi yg Kegiatan ekonomi sekunder, yi kegiatan ekonomi yg menghasilkan barang meliputi antara lain pabrikasi,menghasilkan barang meliputi antara lain pabrikasi,
pemrosesan dll.
pemrosesan dll.
•
Kegiatan ekonomi tersier, yi kegiatan ekonomi berupa Kegiatan ekonomi tersier, yi kegiatan ekonomi berupa pemberian pelayanan domestik meliputi antara lainpemberian pelayanan domestik meliputi antara lain
hotel,restauran, pemeliharaan & perbaikan dll.
hotel,restauran, pemeliharaan & perbaikan dll.
•
Kegiatan ekonomi kuarter, yi kegiatan ekonomi berupa Kegiatan ekonomi kuarter, yi kegiatan ekonomi berupa perdagangan dan komersial meliputi antara lainperdagangan dan komersial meliputi antara lain transportasi, persewaan, konsultasi, keuangan dll. transportasi, persewaan, konsultasi, keuangan dll.
•
Kegiatan ekonomi kuinter, yi kegiatan ekonomi berupa Kegiatan ekonomi kuinter, yi kegiatan ekonomi berupa pengolahan dan penggunaan kapabilitas manusia ygpengolahan dan penggunaan kapabilitas manusia yg
meliputi perawatan kesehatan, pendidikan, riset, rekreasi
meliputi perawatan kesehatan, pendidikan, riset, rekreasi
dll
•
Sdh saatnya instansi pemerintah mengubah
Sdh saatnya instansi pemerintah mengubah
paradigma dlm bidang pelayanan yakni :
paradigma dlm bidang pelayanan yakni :
paradigma monopoli
paradigma monopoli
paradigma kompetisi
paradigma kompetisi
paradigma”no public choice
paradigma”no public choice
paradigma “public
paradigma “public
choice”.
choice”.
•
Langkah-langkah strategis yg dpt dilakukan yi :
Langkah-langkah strategis yg dpt dilakukan yi :
- membangun kesadaran melayani bagi aparatur;
- membangun kesadaran melayani bagi aparatur;
- membangun kesadaran masyarakat sbg
- membangun kesadaran masyarakat sbg
konsumen;
konsumen;
- menciptakan standar pelayanan umum;
- menciptakan standar pelayanan umum;
- memberikan “reward and punishment” yg
- memberikan “reward and punishment” yg
seimbang;
seimbang;
- mengadakan kompetisi pelayanan utk instansi yg
- mengadakan kompetisi pelayanan utk instansi yg
Tigabelas Karakteristik Jasa
Tigabelas Karakteristik Jasa
•
Pelayanan mrpkan output tdk berbentuk
Pelayanan mrpkan output tdk berbentuk
(
(
intangible output).
intangible output).
•
Pelayanan merupakan output variabel, tdk
Pelayanan merupakan output variabel, tdk
standar.
standar.
•
Pelayanan tdk dpt disimpan dlm inventori, tetapi
Pelayanan tdk dpt disimpan dlm inventori, tetapi
dpt dikonsumsi dlm produksi.
dpt dikonsumsi dlm produksi.
•
Terdpt hubungan langsung yg erat dgn pelanggan
Terdpt hubungan langsung yg erat dgn pelanggan
melalui proses pelayanan.
melalui proses pelayanan.
•
Pelanggan berpartisipasi dlm proses memberikan
Pelanggan berpartisipasi dlm proses memberikan
pelayanan.
pelayanan.
•
Ketrampilan personil “diserahkan” atau diberikan
Ketrampilan personil “diserahkan” atau diberikan
scr langsung kpd pelanggan.
•
Pelayanan tdk dpt diproduksi scr massal.
Pelayanan tdk dpt diproduksi scr massal.
•
Membutuhkan pertimbangan pribadi yg tinggi
Membutuhkan pertimbangan pribadi yg tinggi
dari individu yg memberikan pelayanan.
dari individu yg memberikan pelayanan.
•
Perusahaan jasa pada umumnya bersifat padat
Perusahaan jasa pada umumnya bersifat padat
karya.
karya.
•
Fasilitas pelayanan pada umumnya berada dekat
Fasilitas pelayanan pada umumnya berada dekat
lokasi pelanggan.
lokasi pelanggan.
•
Pengukuran efektivitas pelayanan bersifat
Pengukuran efektivitas pelayanan bersifat
subyektif.
subyektif.
•
Option
Option
penetapan harga lebih rumit.
penetapan harga lebih rumit.
C. Jenis-jenis Pelayanan Umum
C. Jenis-jenis Pelayanan Umum
•
Pengelompokan jenis pelayanan umum pada
Pengelompokan jenis pelayanan umum pada
dasarnya dilakukan dgn melihat jenis jasa yg
dasarnya dilakukan dgn melihat jenis jasa yg
dihasilkan oleh suatu organisasi.
dihasilkan oleh suatu organisasi.
•
Jasa adalah “
Jasa adalah “
setiap tindakan ataupun perbuatan
setiap tindakan ataupun perbuatan
yg dpt ditawarkan oleh suatu pihak kpd pihak
yg dpt ditawarkan oleh suatu pihak kpd pihak
lain, yg pada dasarnya bersifat tidak berwujud
lain, yg pada dasarnya bersifat tidak berwujud
fisik (intangible) dan tidak menghasilkan
fisik (intangible) dan tidak menghasilkan
kepemilikan sesuatu. Produksi jasa dpt
kepemilikan sesuatu. Produksi jasa dpt
berhubungan dg produk fisik maupun tidak”.
berhubungan dg produk fisik maupun tidak”.
(Kotler, 1994).
1.
1.
Dilihat dari pangsa pasarnya, dibedakan antara :Dilihat dari pangsa pasarnya, dibedakan antara :a. jasa kepada konsumen akhir;a. jasa kepada konsumen akhir;
b. jasa kepada konsumen organisasional.b. jasa kepada konsumen organisasional.
2.
2.
Dilihat dari tingkat keberwujudan, dibedakan antara :Dilihat dari tingkat keberwujudan, dibedakan antara :a. jasa barang sewaan;a. jasa barang sewaan;
b. jasa barang milik konsumen;b. jasa barang milik konsumen;
c. jasa untuk bukan barang.c. jasa untuk bukan barang.
3. Dilihat dari ketrampilan penyedia jasa, dibedakan antara : 3. Dilihat dari ketrampilan penyedia jasa, dibedakan antara :
a. pelayanan profesional;a. pelayanan profesional;
b. pelayanan non-profesional.b. pelayanan non-profesional.
4.
4.
Dilihat dari tujuan organisasi, dibedakan antara :Dilihat dari tujuan organisasi, dibedakan antara :a. pelayanan komersial;a. pelayanan komersial;
5. Dilihat dari pengaturannya, dibedakan antara : 5. Dilihat dari pengaturannya, dibedakan antara :
a. pelayanan yang diatur;a. pelayanan yang diatur;
b. pelayanan yang tidak diatur.b. pelayanan yang tidak diatur.
6. Dilihat dari tingkat intensitas karyawan, dibedakan menjadi: 6. Dilihat dari tingkat intensitas karyawan, dibedakan menjadi:
a. pelayanan yang berbasis pada alat;a. pelayanan yang berbasis pada alat;
b. pelayanan yang berbasis pada orang.b. pelayanan yang berbasis pada orang.
7. Dilihat dari tingkat kontak penyedia jasa dan pelanggan, 7. Dilihat dari tingkat kontak penyedia jasa dan pelanggan,
dibedakan menjadi : dibedakan menjadi :
a. pelayanan dengan kontak tinggi;a. pelayanan dengan kontak tinggi;
b. pelayanan dengan kontak rendah.b. pelayanan dengan kontak rendah.
•
Dikaitkan dengan obyek retribusi, dibedakan antara :Dikaitkan dengan obyek retribusi, dibedakan antara :a. jasa umum;a. jasa umum;
(memberi manfaat khusus bagi orang pribadi atau badan(memberi manfaat khusus bagi orang pribadi atau badan
yang diharuskan membayar retribusi, melayaniyang diharuskan membayar retribusi, melayani
kepentingan dan kemanfaatan umum) kepentingan dan kemanfaatan umum)
b. jasa usaha;b. jasa usaha;
(jasa komersial yang seharusnya disediakan oleh sektor(jasa komersial yang seharusnya disediakan oleh sektor
swasta).swasta).
c. perijinan tertentu.c. perijinan tertentu.
(digunakan untuk melindungi kepentingan umum)(digunakan untuk melindungi kepentingan umum)
(Pasal 18 UU Nomor 34 Tahun 2000).(Pasal 18 UU Nomor 34 Tahun 2000).
-
Fungsi perijinan : - regulasiFungsi perijinan : - regulasiPELAYANAN UMUM
PELAYANAN UMUM
OLEH PEMERINTAH DAN
OLEH PEMERINTAH DAN
PEMERINTAH DAERAH
PEMERINTAH DAERAH
-
Prinsip “equal treatment”, dalam arti semua wargaPrinsip “equal treatment”, dalam arti semua warganegara mempunyai hak untuk memperoleh pelayanannegara mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan
setara, sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah.setara, sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
muncul Standar Pelayanan Minimal (SPM)muncul Standar Pelayanan Minimal (SPM) - Prinsip adil dan “non-diskriminasi”.
- Prinsip adil dan “non-diskriminasi”.
-
Prinsip menghitung “ biaya yang terjangkau”, bukanPrinsip menghitung “ biaya yang terjangkau”, bukanbiaya produksi, karena dikompensasi melaluibiaya produksi, karena dikompensasi melalui
ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN
ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN
(Sumber : Bahan Penataran DPRD yang disiapkan oleh Badan Diklat DDN, 2004)
URUSAN PEMERINTAHAN
ABSOLUT
(Mutlak kewenangan Pusat)
CONCURRENT
(Kewenangan bersama Pusat, Provinsi, dan Kab/Kota)
PILIHAN/OPTIONAL
(Sektor Unggulan)
WAJIB/OBLIGATORY (Pelayanan Dasar)
SPM
(Standar Pelayanan Minimal)
- Han
- Kam
-Moneter&fiskal nasional
- Yustisi
- Politik Luar Negeri
Urusan wajib yang menjadi
Urusan wajib yang menjadi kewenangakewenangann
pemerintahan daerahpemerintahan daerah menurut UU 32/2004 menurut UU 32/2004
meliputi: meliputi: 1.
1. perencanaan dan pengendalian pembangunan;perencanaan dan pengendalian pembangunan; 2.
2. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;
ruang; 3.
3. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
masyarakat; 4.
4. penyediaan sarana dan prasarana umum;penyediaan sarana dan prasarana umum; 5.
5. penanganan bidang kesehatan;penanganan bidang kesehatan; 6.
6. penyelenggaraan pendidikan;penyelenggaraan pendidikan; untuk Propinsi untuk Propinsi ditambah dengan alokasi sumber daya manusia ditambah dengan alokasi sumber daya manusia potensial.
potensial. 7.
7. penanggulangan masalah sosial;penanggulangan masalah sosial; untuk Propinsi untuk Propinsi ditambah yang bersifat lintas kabupaten/kota.
8. 8. pelayanan bidang ketenagakerjaan;pelayanan bidang ketenagakerjaan; utk Propinsi utk Propinsi
yang bersifat lintas kabupaten/kota.yang bersifat lintas kabupaten/kota. 9.
9. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, danfasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan
menengah;menengah; utk Propinsi yang bersifat lintas utk Propinsi yang bersifat lintas kabupaten/ kota.
kabupaten/ kota. 10.
10. pengendalian lingkungan hidup;pengendalian lingkungan hidup; 11.
11. pelayanan pertanahan;pelayanan pertanahan;utk Propinsi yang bersifat utk Propinsi yang bersifat lintas kabupaten/kota.
lintas kabupaten/kota. 12.
12. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil; pelayanan kependudukan, dan catatan sipil; 13.
13. pelayanan administrasi umum pemerintahan;pelayanan administrasi umum pemerintahan; 14.
14. pelayanan administrasi penanaman modal ; pelayanan administrasi penanaman modal ; utk utk Propinsi yang bersifat lintas kabupaten/kota.
Propinsi yang bersifat lintas kabupaten/kota. 15.
15. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnyapenyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; ; utk utk Propinsi yang belum dapat diselenggarakan oleh Propinsi yang belum dapat diselenggarakan oleh
kabupaten/kota. kabupaten/kota. 16.
16.urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
•
Fungsi utama Pemerintah Daerah pada masa UU Nomor 5 Tahun Fungsi utama Pemerintah Daerah pada masa UU Nomor 5 Tahun 1974 semula adalah sebagai promotor pembangunan, pada masa1974 semula adalah sebagai promotor pembangunan, pada masa
UU Nomor 22/1999 maupun UU Nomor 32/2004 telah berubah
UU Nomor 22/1999 maupun UU Nomor 32/2004 telah berubah
menjadi “pelayan masyarakat”.
menjadi “pelayan masyarakat”.
•
Konsekuensi logisnya, unit-unit pemerintahann yang memberikan Konsekuensi logisnya, unit-unit pemerintahann yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat seperti dinas daerah,pelayanan langsung kepada masyarakat seperti dinas daerah,
kecamatan, kelurahan perlu memperoleh perhatiann yang lebih
kecamatan, kelurahan perlu memperoleh perhatiann yang lebih
besar baik dari segi kewenangan, personil, pembiayaan maupun
besar baik dari segi kewenangan, personil, pembiayaan maupun
dukungan logistik.
dukungan logistik.
•
Perlu ada pembagian fungsi yang jelas antara unsur staf, unsur Perlu ada pembagian fungsi yang jelas antara unsur staf, unsur lini, serta unsur penunjang. Tugas pokok unsur staf adalahlini, serta unsur penunjang. Tugas pokok unsur staf adalah
melayani kedalam dan berpikir. Tugas pokok unsur lini adalah
melayani kedalam dan berpikir. Tugas pokok unsur lini adalah
pelayanan langsung dan bersifat operasional. Tugas pokok unsur
pelayanan langsung dan bersifat operasional. Tugas pokok unsur
penunjang adalah menjalankan fungsi khusus dan bersifat
penunjang adalah menjalankan fungsi khusus dan bersifat
koordinatif.
Pemerintah Pusat Daerah Otonom Pemerintah Daerah Masyarakat Daerah DPRD Badan Semi Otonom Organisasi Pemerintah Daerah Staf Lemtekda
Dinas Prima Kepada Pelayanan Masyarakat Kepuasan Masyarakat Dukungan politik Transfer kewenangan
Hak cipta : Sadu Wasistiono Keterangan :
: Pelayanan langsung kepada masyarakat sangat terbatas (Unsur staf)
: Pelayanan langsung kepada masyarakat luas (Unsur lini)
: Pelayanan langsung kepada masyarakat relatif terbatas (Auxiliary) MODEL PELAYANAN UMUM
MODEL PELAYANAN UMUM
OLEH PEMERINTAH DAERAH
OLEH PEMERINTAH DAERAH
Sumber : Sadu Wasistiono
Sumber : Sadu Wasistiono
Model Penyusunan Organisasi Pemerintah Daerah
Model Penyusunan Organisasi Pemerintah Daerah
Berdasarkan Visi, Misi dan Kewenangan Daerah
Berdasarkan Visi, Misi dan Kewenangan Daerah
Pemerintah Pusat
Kewenangan Daerah
Rakyat
Mandat
Visi Daerah Jangka Panjang
Visi Pemda Jangka Menengah
Potensi SDA, SDM, SDB
Organisasi Pemerintah Daerah
Transfer Kewenangan
Alur Pikir Penataan
Alur Pikir Penataan
Kelembagaan Kecamatan
Kelembagaan Kecamatan
Bupati/ Walikota Bupati/ Walikota Delegasi Kewenangan Kpd Camat Delegasi Kewenangan Kpd Camat Susunan Organisasi Yg Sesuai dgn Kewenangan Susunan Organisasi Yg Sesuai dgn Kewenangan Pemberian Pelayanan Prima kepada Masyarakat Pemberian Pelayanan Prima kepada Masyarakat Kepuasan Masyarakat Kepuasan Masyarakat
Dukungan politik Dukungan politikDukungan dengan :
Dukungan dengan :
Anggaran Anggaran Personil
Personil yang memadai yang memadai Logistik
Logistik
Model :
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS MENINGKATKAN
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS MENINGKATKAN
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
•
Membangun budaya melayani di kalangan birokrasiMembangun budaya melayani di kalangan birokrasi(lihat semangat yang terkandung di dalam UU Nomor (lihat semangat yang terkandung di dalam UU Nomor 22/1999 maupun UU Nomor 32/2004)
22/1999 maupun UU Nomor 32/2004)
•
Membangun keasadaran bahwa fungsi utama pemerintah Membangun keasadaran bahwa fungsi utama pemerintah daerah adalah memberikan pelayanan pada masyarakat, daerah adalah memberikan pelayanan pada masyarakat,bukan lagi sebagai promotor pembangunan spt pada era UU bukan lagi sebagai promotor pembangunan spt pada era UU
Nomor 5 Tahun 1974. Nomor 5 Tahun 1974.
•
Memperkuat unit-unit organisasi yang berhadapan Memperkuat unit-unit organisasi yang berhadapan langsung dengan masyarakat (dinas, kecamatan, langsung dengan masyarakat (dinas, kecamatan,kelurahan). kelurahan).
•
Memperkuat dan meningkatkan kualitas orang-orang yang Memperkuat dan meningkatkan kualitas orang-orang yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat (memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat (front front line officer).
•
Mengembangkan unit-unit organisasi pelayanan agar dekat Mengembangkan unit-unit organisasi pelayanan agar dekat dengan konsumen (konsep “dengan konsumen (konsep “close to the customersclose to the customers”).”).
•
Mengembangkan sistem pelayanan “Mengembangkan sistem pelayanan “one stop serviceone stop service” dan ” dan atau “atau “one roof systemone roof system” yang sesungguhnya.” yang sesungguhnya.
•
Mengadakan survey kepuasan pelanggan secara periodik.Mengadakan survey kepuasan pelanggan secara periodik.•
Mengadakan lomba diantara unit-unit pemberian pelayanan Mengadakan lomba diantara unit-unit pemberian pelayananyang sejenis dengan penilai dari masyarakat yang dilayani. yang sejenis dengan penilai dari masyarakat yang dilayani.
•
Mengembangkan pendekatan “Mengembangkan pendekatan “public choicepublic choice” sehingga ” sehinggakebutuhan dan keinginan masyarakat yang beraneka ragam kebutuhan dan keinginan masyarakat yang beraneka ragam
dapat terpenuhi dengan tetap mempertimbangkan aspek dapat terpenuhi dengan tetap mempertimbangkan aspek
keadilan. keadilan.
•
Mengembangkan sistem insentif yang menarik bagi unit-Mengembangkan sistem insentif yang menarik bagi unit-unit yang berhasil memuaskan pelanggan.KUNCI KEBERHASILAN
KUNCI KEBERHASILAN
•
Adanya kepemimpinan visioner yang mampu menawarkan Adanya kepemimpinan visioner yang mampu menawarkan gagasan baru dan konsisten mengawal perubahan yang gagasan baru dan konsisten mengawal perubahan yangtelah direncanakan. telah direncanakan.
•
Adanya dukungan yang kuat dari birokrasi untuk sama-Adanya dukungan yang kuat dari birokrasi untuk sama-sama berubah. Harus pula adanya keyakinan bahwa sama berubah. Harus pula adanya keyakinan bahwaperubahan yang terjadi akan menguntungkan semua pihak. perubahan yang terjadi akan menguntungkan semua pihak.
Pada dasarnya orang tidak suka perubahan, sehingga Pada dasarnya orang tidak suka perubahan, sehingga mereka mempunyai daya tolak terhadap perubahan.
mereka mempunyai daya tolak terhadap perubahan.
Semakin besar perubahan mengganggu kepentingannya, Semakin besar perubahan mengganggu kepentingannya,
maka semakin besar daya tolaknya terhadap perubahan. maka semakin besar daya tolaknya terhadap perubahan.
•
Adanya kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak Adanya kesadaran masyarakat untuk menggunakan hakdan kewajibannya sebagai warganegara maupun warga dan kewajibannya sebagai warganegara maupun warga
Bagimu Negeri
Jiwa Raga Kami
Amiin.
Hatur Nuhun
Semoga Tuhan Selalu Memberi Yang
Terbaik
Hatur Nuhun
Semoga Tuhan Selalu Memberi Yang
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
Atas
Atas
Perhatiannya
Perhatiannya
Mohon Maaf
Mohon Maaf
Kalau Kurang
Kalau Kurang
Memuaskan!!!!