1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI F TI PE
GROUP I NVESTI GATI ON DALAM MATA KULI AH PEMBELAJARAN MATEMATI KA SD I
Oleh Wahyudi
Pendahuluan
Pendidikan pada dasar nya mer upakan pr oses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dir inya sehingga mampu menghadapi setiap per ubahan yang ter jadi.
Untuk mew ujudkan pembangunan manusia seutuhnya, pembangunan dibidang
2 penanganan, dan pr ior itas secar a intensif baik oleh pemer intah, keluar ga, dan pengelola pendidikan khususnya.
Undang-undang RI No. 20 pasal 40, ayat (2) tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional ber bunyi: Dosen dan tenaga kependidikan ber kew ajiban: 1. Menciptakan suasana pendidikan yang ber makna, menyenangkan, kr eatif, dinamis dan
dialogis; 2. Mempunyai komitmen secar a pr ofesional untuk meningkatkan mutu
pendidikan; dan 3. Member i teladan dan menjaga nama baik lembaga, pr ofesi dan kedudukan sesuai dengan keper cayaan yang diber ikan kepadanya. Lebih lanjut dalam
Per atur an Pemer intah No. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 19, ayat (1) dinyatakan bahw a: Pr oses pembelajar an pada satuan pendidikan diselenggar akan
secar a inter aktif, inspir atif, menyenangkan, menantang, memotivasi mahasisw a untuk
ber par tisipasi aktif, member ikan r uang ger ak yang cukup bagi pr akar sa, kr eativitas dan kemandir ian sesuai dengan bakat, minat dan per kembangan fisik ser ta psikologi
mahasisw a. Amanat per undang-undangan mengenai penyelenggar aan pendidikan
ter sebut ser ing kita dengar dengan i stilah PAKEM (Pembelajar an Aktif, Kr eatif, Efektif, dan Menyenangkan).
Untuk dapat melaksanakan amanat per undang-undangan ter sebut, dosen (dan
calon gur u) hendaknya mengubah par adigma mengenai mengajar mahasisw a menjadi membelajar kan mahasisw a. Di samping itu, dosen (dan calon gur u) har us memahami
hakikat PAKEM dan menguasai ber bagai str ategi/ model pembelajar an yang
ber or ientasi pada PAKEM. Salah satu model pembelajar an yang sesuai dengan pr insip PAKEM adalah pembelajar an kooper atif tipe gr oup invest igation. Pembelajar an ini
dapat menciptakan pembelajar an yang menyenangkan, member ikan kesempatan
mahasisw a untuk aktif dalam mencar i infor masi, aktif di skusi, aktif dan kr eatif dalam melakukan kaji an, ber pendapat dalam diskusi dan member ikan tanggapan ter hadap
hasil kar ya or ang lain.
Model Pembelajar an Kooper atif
Pembelajar an kooper atif mer upakan suat u str ategi pembelajar an yang mengembangkan hubungan ker jasama di ant ar a peser ta didik dalam menger jakan
tugas-tugas akademik di dalam kelas. Di alam str ategi kooper atif ini ada tiga aspek
3 tujuan, dan str uktur penghar gaan yang ber gant ung pada kiner ja kelompok baik pr oduk maupun hasil belajar lainnya yang ditampilkan oleh setiap peser ta didik dalam pr oses
pembelajar an ( Ibr ahim, Muslimin, dkk. 2000)
Str uktur tugas mengacu kepada or ganisasi ker ja dalam kelompok yang ter cer min salah satunya dar i pembagian ker ja (per an dan tanggung jaw ab anggota
kelompok). Str uktur tujuan mengacu kepada or ientasi kelompok dalam mencapai
tujuan (yaitu pr etasi dan keber hasilan kelompok). Str uktur ini dapat ter lihat dar i adanya saling keter gantungan dan kontr ibusi ser ta par tisipasi yang mer at a. Mencapai
tujuan mer upakan semangat peser ta didik untuk beker jasama. Str uktur Penghar gaan mengacu pada pr estasi kelompok sebagai pr estasi setiap anggota kelompok; pr estasi
kelompok mer upakan keber hasilan ber sama anggota kelompok, bukan ditentukan oleh
anggota ter tentu (Chandler , L, 1995).
Dalam pener apan pembelajar an kooper atif, dua atau lebih individu saling
ber inter aksi dan beker jasama untuk mencapai suatu tujuan. Agar peser ta didik dapat
memahami pentingnya pembelajar an kooper atif dalam meningkatkan kompetensi dan kecakapan hidup, penekanan ber ikut per lu diinfor masikan kepada peser ta didik:
1. Peser ta didik dalam kelompoknya har uslah ber anggapan bahw a mer eka
“sepenanggungan ber sama”.
2. Peser ta didik ber tanggung jaw ab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seper ti
milik mer eka sendir i.
3. Peser ta didik har us melihat bahw a semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
4. Peser ta didik har us membagi tugas dan tanggung jaw ab yang sama di antar a
anggota kelompoknya
5. Peser ta didik akan dievaluasi atau diber ikan hadiah/ penghar gaan yang juga akan
dikenakan untuk semua anggota kelompok.
6. Peser ta didik ber bagi kepemimpinan dan mer eka membutuhkan keter ampilan untuk belajar ber sama selama pr oses belajar nya.
7. Peser ta didik diminta per tanggungjaw abannya secar a individu atas mater i yang
dipelajar i dalam kelompok kooper atif.
Kar akter istik Pendekatan Pembelajar an Kooper atif
4 1. Tanggung jaw ab individu, yaitu; bahw a seti ap individu di dalam kelompok mempunyai tanggung jaw ab untuk menyelesaikan per masalahan yang dihadapi
oleh kelompok, sehingga keber hasilan kelompok sangat ditentukan oleh tanggung
jaw ab setiap anggota.
2. Keter ampilan sosial, meliputi selur uh kehidupan sosial, kepekaan sosial dan
mendidik peser ta didik untuk menumbuhkan pengekangan dir i dan pengar ahan
dir i demi kepentingan kelompok. Keter ampilan ini mengajar kan peser ta didik untuk belajar member i dan mener ima, mengambil dan mener ima tanggung jaw ab,
menghor mati hak or ang lain dan membentuk kesadar an sosial.
3. Keter gantungan yang positif, adalah sifat yang menunjukkan saling
keter gantungan satu ter hadap yang lain di dalam kelompok secar a positif.
Keber hasilan kelompok sangat ditentukan oleh per an ser ta setiap anggota kelompok, kar ena setiap anggota kelompok dianggap memiliki kontr ibusi. Jadi
peser ta didik ber kolabor asi bukan ber kompetensi.
4. Gr oup Pr ocessing, pr oses per olehan jaw aban per masalahan diker jakan oleh kelompok secar a ber sama-sama.
Model Kooper atif Tipe Gr oup I nvestigation
Gr oup invest igat ion (GI) mer upakan salah satu metode dar i pembelajar an kooper atif. Metode ini ser ing dipandang sebagai metode yang paling kompleks dibandingkan dengan metode lain dalam pembelajar an kooper atif (Mcklar ,2010).
Secar a substansi al, hal yang ditaw ar kan dalam metode ini adalah, suatu bentuk pr oses
belajar mengajar dengan melibatkan mahasisw a sejak per encanaan, bai k dalam
penentuan topik maupun car a untuk mempelajar inya melalui investigasi. Pada aw al per kuliahan, mahasisw a akan dibekali dengan aspek t eor itis (keilmuan) tentang
ber bagai hal yang ber kait an dengan pembelajar an, teor i belajar , dan kar akt er istik dan
kur ikulum matematika SD. Tujuan akhir dar i kegiatan ini adalah mahasi sw a dapat mengidentifikasi model-model pembelajar an inovatif, mer eview film sebagai pener apan
model pembelajar an dan teor i belajar , sehingga mahasisw a mampu membuat per encanaan pembelajar an dan mengimplementasikannya.
Ibr ahim, dkk. (2000:23) menyatakan dalam kooper atif tipe Gr oup invest igat ion
5 ter tentu. Mahasisw a memilih sendir i topik yang akan dipelajar i, dan kelompok mer umuskan penyelidikan dan menyepakat i pembagian ker ja untuk menangani
konsep-konsep penyelidikan yang telah dir umuskan. Dalam kegiatan diskusi kelas ini
diutamakan keter libatan per tukar an pemikir an par amahasisw a.
Dalam pener apan metode investigasi ini, kelas dibagi menjadi beber apa
kelompok, ber anggotakan 5-6 or ang mahasisw a. Masing-masing anggota kelompok
dengan kar akter istik yang ber beda (heter ogen) yang didasar kan atas kesenangan ber teman at au kesamaan minat t er hadap suatu topik ter tentu. Dosen
ber samamahasisw a memilih topik yang ingin dipelajar i, mengikuti investigasi yang mendalam ter hadap subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan
lapor an di depan kelas secar a keselur uhan. Dengan penggunaan metode bar u (inovatif)
ini, pr oses belajar mengajar dihar apkan akan lebih efektif dan efisi en. Pr oses pembelajar an tidak lagi semata-mata ber pusat pada dosen (inst r uct ur cent er ed
lear ning), akan tet api mengkondisikan ter jadinya inter aktif (int er act ive colabor at ion) antar a dosen danmahasisw a. Intinya adalah, bagaimana mahasi sw a bisa belajar secar a aktif dan mandir i. Dengan pr oses seper ti ini, pr oses pembelajar an yang ber pusat
padamahasisw a (st udent cent er ed lear ning) akan bisa diber dayagunakan.
Pembelajar an ini pengajar seyogyanya mengar ahkan, membantu par a mahasisw a menemukan infor masi, dan ber per an sebagai salah satu sumber belajar ,
yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang dicir ikan oleh lingkungan demokr asi
dan pr oses ilmiah. Menur ut Siti Maesar oh (2005) sifat demokr asi dalam kooper atif tipe
Gr oup invest igat ion ditandai oleh keputusan-keputusan yang dikembangkan atau setidaknya diper kuat oleh pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang menjadi
titik sentr al kegiatan belajar . Dosen danmahasisw a memiliki status yang sama dihadapan masalah yang dipecahkan dengan per anan yang ber beda. Jadi tanggung
jaw ab utama dosen adalah memotivasi mahasi sw a untuk beker ja secar a kooper atif dan
memikir kan masalah sosial yang ber langsung dalam pembelajar an ser ta membantu mahasisw a memper siapkan sar ana pendukung. Sar ana pendukung yang diper gunakan
untuk melaksanakan model ini adalah segala sesuatu yang menyentuh kebutuhan par a
pelajar untuk dapat menggali ber bagai infor masi yang sesuai dan diper lukan untuk melakukan pr oses pemecahan masalah kelompok.
Slavin (1995) mengemukakan tahapan-tahapan dalam mener apkan
6 1) Tahap Pengelompokan (Gr ouping)
Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi ser ta mebentuk
kelompok investigasi, dengan anggota tiap kelompok 5 sampai 6 or ang. Pada tahap ini:
1) mahasisw a mengamati sumber , memilih topik, dan menentukan kat egor i-kategor i topik per masalahan, 2) mahasisw a ber gabung pada kelompok-kelompok belajar
ber dasar kan topik yang mer eka pilih atau menar ik untuk diselidiki, 3) dosen membatasi
jumlah anggota masing-masing kelompok antar a 5 sampai 6 or ang ber dasar kan keter ampilan dan keheter ogenan.
2) Tahap Per encanaan (Planning)
Tahap Planning atau tahap per encanaan tugas-tugas pembelajar an. Pada tahap
ini mahasisw a ber sama-sama mer encanakan tentang: (1) Apa yang mer eka pelajar i? (2) Bagaimana mer eka belajar ? (3) Siapa dan melakukan apa? (4) Untuk tujuan apa mer eka
menyelidiki topik ter sebut?
3) Tahap Penyelidikan (I nvestigation)
Tahap Invest igat ion, yaitu tahap pelaksanaan pr oyek investigasimahasisw a. Pada
tahap ini,mahasisw a melakukan kegiat an sebagai ber ikut: 1) mahasisw a mengumpulkan infor masi, menganalisi s dat a dan membuat simpulkan ter kait dengan
per masalahan-per masalahan yang diselidiki, 2) masing-masing anggota kelompok
member ikan masukan pada setiap kegiatan kelompok, 3) mahasisw a saling ber tukar , ber diskusi, mengklar ifikasi dan memper satukan ide dan pendapat.
4) Tahap Pengor ganisasian (Or ganizing)
Yaitu tahap per siapan lapor an akhir . Pada tahap ini kegiatan mahasisw a sebagai
ber ikut: 1) anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam pr oteknya
masing-masing, 2) anggota kelompok mer encanakan apa yang akan mer eka lapor kan dan bagaimana mempr esentasikannya, 3) w akil dar i masing-masing kelompok
membentuk panitia diskusi kelas dalam pr esent asi investigasi.
5) Tahap Presentasi (Pr esenting)
Tahap pr esenting yaitu tahap penyajian lapor an akhir . Kegiatan pembelajar an di
7 kelas dalam ber bagai var iasi bentuk penyaji an, (2) kelompok yang tidak sebagai penyaji t er libat secar a aktif sebagai pendengar , (3) pendengar mengevaluasi,
mengklar ifikasi dan mengajukan per tanyaan atau tanggapan ter hadap topik yang
disajikan. Misalnya: 1) mahasisw a yang ber tugas untuk mew akili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dar i investigasi yang telah dilaksanakan, 2) mahasisw a yang tidak
sebagai penyaji, mengajukan per tanyaan, sar an tentang topik yang disajikan, 3)
mahasisw a mencat at topik yang disajikan oleh penyaji.
6) Tahap evaluasi (evaluating)
Pada tahap evaluat ing atau penilaian pr oses ker ja dan hasil pr oyek mahasisw a.
Pada tahap ini, kegiatan dosen at au mahasisw a dalam pembelajar an sebagai ber ikut: 1)
mahasisw a menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya, peker jaan yang telah mer eka lakukan, dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya, 2) dosen dan
mahasisw a mengkolabor asi, mengevaluasi tentang pembelajar an yang telah
dilaksanakan, 3) penilaian hasil belajar har uslah mengevaluasi tingkat pemahaman mahasisw a. Mi salnya: 1) mahasisw a mer angkum dan mencatat setiap topik yang
disajikan, 2) mahasisw a menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam
kelompoknya dan kelompok yang lain, 3) dosen mengevaluasi dengan member ikan tes ur aian pada akhir siklus.
Implementasi Pembelajaran Gr oup I nvestigation Dalam Per kuliahan Pembelajar an Matematika SD I
Mata kuliah Pembelajar an Matematika SD I, mer upakan mata kuliah yang
diber ikan kepada mahasi sw a pada semester 5 dengan kompetensi yang ingin dicapai adalah mahasisw a mampu mengenali kar akter i stik sisw a SD sehingga mampu membuat per encanaan pembelajar an dengan model-model pembelajar an yang inovatif berdasar kan kar akter sisw a SD untuk meningkatkan mutu pembelajar an matematika dan pendidikan di SD.
Salah satu mater i kuliah Pembelajar an Matematika SD I membahas tentang
model-model pembelajar an matematika inovatif. Salah satunya adalah model pembelajar an kooper atif. Untuk lebih memahami dan mendapat pengalaman langsung,
maka dalam pembelajar an ini diter apkan salah satu tipe model pembelajar an kooper atif
8 Dalam implementasinya, penyampai an mater i per kuliahan khususnya yang ber ifat teor itis (pengetahuan dasar ) tet ap dilakukan dengan metode cer amah dan
diskusi. Hal ini dilakukan untuk member ikan pemahaman keilmuan kepada mahasisw a
tentang kar akter istik anak SD dan kur ikulum matematika di SD. Aktualisasi dar i pemahaman teor itis ter sebut diimplementasikan melalui diskusi kelompok.
Sesuai dengan esensi metode gr oup invest igat ion, maka par a mahasisw a peser ta
kuliah akan dibagi ber kelompok secar a heter ogen agar keber adaan mahasisw a saling mengisi dan melengkapi. Secar a keselur uhan, mahasisw a peser ta mata kuliah
Pembelajar an Matematika SD I ber jumlah 37 or ang. Untuk keper luan pener apan metode gr oup invest igat ian ini, peser ta mata kuliah dibagi menjadi 7 kelompok, dimana
masing-masing kelompok ber jumlah antar a 5 - 6 or ang. Untuk menjaga optimalisasi
dan efektifitas pr oses pembelajar an, pelaksanaan investigasi dilakukan di dalam maupun di luar jam kuliah dalam jadw al.
Untuk memper tanggungjaw abkan pelaksanaan investigasi secar a akademik dan
ilmiah, masing-masing kelompok diw ajibkan mempr esentasikan lapor an pelaksanaan investigasi di depan kelas. Hal ini ber tujuan untuk menumbuhkan budaya kr itis
dikalangan mahasisw a. Dengan car a ini dihar apkan ter jadinya peningkat an
r esponbilitas maupun motivasi mahasisw a dalam mengikuti per kuliahan. Hal utama yang dihar apkan dar i penggunaan metode ini sebuah pr oses pembelajar an yang
ber pusat pada mahasi sw a (st udent cent er ed lear ning) dalam usaha ter capainya
peningkatan kualitas dalam pr oses pembelajar an.
Masing-masing kegiatan dir ancang sebagai ber ikut:
Kegiatan Per tama
Kegiatan per tama membahas t entang model-model pembelajar an matematika inovatif dengan kompetensi dasar “mahasiswa mampu menjelaskan model-model pembelajar an
mat emat ika inovat if”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 kali per temuan dengan r incian
kegiatan ber ikut ini.
Per temuan Rincian Kegiatan
Per tama 1. Penyampaian tujuan pembelajar an yang akan dilakukan
2. Penjelasan tent ang gambar an kegiat an yang akan dilaksanakan 3. Pembagian kelompok
4. Pembagian mat er i model pembelajar an (setiap kelompok memilih mater inya masing-masing)
9 6. Kegiatan investigasi dilakukan di luar kelas dengan kaji an teor i
yang lain
Kedua 1. Mendesain kelas sesuai keinginan mahasisw a
2. Menyampaikan r encana kegiat an dalam pembelajar an (kunjung kar ya dar i hasil investigasi kelompok)
3. Masing-masing kelompok menyiapkan petugas yang akan menjaga r umah dan petugas untuk mengunjungi kelompok lain 4. Mahasisw a melakukan kegiatan kunjung kar ya di kelompok lain 5. Dosen dan mahasisw a membuat kesimpulan ber sama
Kegiatan Kedua
Kegiatan kedua mer upakan pemantapan dar i kegiatan per tama tentang pemahaman
mer eka tentang model-model pembelajar an yang sudah dipelajar i pada kegiatan
per tama. Kegiat an ini diisi dengan kegiatan menonton ber sama yang dilakukan setiap kelompok secar a mandir i dengan per timbangan dur asi film yang cukup panjang yaitu ±
3 jam. Rincian kegiat an dan tugas yang har us diker jakan seti ap kelompok adalah sebagai ber ikut.
Tugas yang har us Anda Ker jakan adalah:
1. Silahkan Anda menonton Film "3 Idiot"
2. Buat Review dar i Film ter sebut mengenai:
a. Par adigma pembelajar an yang diper lakukan
b. Per ubahan par adigma belajar dan mengajar
c. Bagaimana seor ang pengajar sehar usnya menghar gai
mur id/ mahasiswanya
Setiap jawaban Anda silahkan ber ikan alasan yang tepat mengacu pada teor i belajar , pendekatan dan model-model pembelajar an yang diajarkan Di akhir kegiat an kedua, masing-masing kelompok menyampaikan hasil investigasinya
ber upa hasil r eview film 3 Idiot dalam kegiatan per sentasi kelompok.
Kegiatan Ketiga
Kegiatan ketiga mer upakan implementasi dar i kegiatan satu dan dua dimana mahasisw a akan membuat per encanaan pembelajar an matematika. Kegiat an ketiga
dilaksanakan dengan r incian kegiatan sebagai ber ikut:
10 2. Penjelasan r encana kegiat an pembelajar an
3. Diskusi tentang pengalaman mahasi sw a dar i kegiatan menonton film 3 Idiot
4. Diskusi tent ang ket er kaitan film 3 Idiot dengan Model-model pembelajar an dan t eor i
belajar yang sudah dipelajar i
5. Pengambilan komitmen ber sama dar i pengalaman yang diper oleh
6. Penjelasan tent ang
Pelaksanaan Perkuliahan Model Kooper atif Tipe Gr oup I nvestigation
Pembelajar an model kooper atif tipe Gr oup Invest igat ion diter apkan dalam mata kuliah Pembelajar an Matematika SD I untuk mahasisw a S1 PGSD Reguler angkatan
2008 Kelas F dilaksanakan setiap har i Kamis jam 10.00 – 12.00 dir uang E120 semester
2 2010/ 2011.
Pelaksanaan model pembelajar an kooper atif tipe gr oup invest igat ion dibagi
dalam tiga kegiat an dengan dua mater i yaitu model-model pembelajar an mat ematika
inovatif, dan per encanaan pembelajar an matematika. Ketiga kegiat an ter sebut adalah, ivestigasi t entang model-model pembelajar an inovatif, mer eview film 3 idiot sebagai
ter apan model pembelajar an dan teor i pembel ajar an, ser ta per encanaan pembelajar an
matematika. Pada kegiat an per tama masi ng-masing kelompok memilih model pembelajar an mat ematika inovatif. Masing-masing kelompok melakukan investigasi
ter hadap model pembelajar an yang mer eka sudah pilih baik di kelas maupun di luar
kelas. Sebagai akhir kegiatan kelompok mer eka har us menjelaskan hasil ivestigasi kepada kelompok lain melalui kegiatan kunjung kar ya yang sudah disiapkan oleh dosen.
Diakhir kegiatan per tama dosen dan mahasi sw a membuat kesimpulan ber sama tent ang
model-model pembelajar an yang sudah dipelajar i.
Kegiatan yang kedua diisi dengan kegiatan mer eview film 3 idiot. Film ini
ber cer ita tentang kegiatan per kuliahan yang penuh tekanan dengan atur an yang sangat
kaku. Kegiatan ini digunakan untuk menguji pemahaman mahasi sw a ter hadap konsep teor i belajar dan model pembelajar an yang sudah mer eka miliki sebagai dasar mer eka
untuk menyusun r encana pembelajar an. Kegiatan ini diakhir i dengan per sentasi
kelompok mengenai hasil investigasi mer eka. Isi dar i per sentasi ini ber cer ita tentang i si film, teor i belajar yang diter apkan dalam film, ser ta model pembelajar an yang
11 Kegiatan yang ketiga adalah pengambilan keputusan untuk membuat per encanaan pembelajar an mat ematika yang menyenangkan. Kegiatan ini adalah
sebagai akhir dar i pener apan model pembelajar an kooper atif tipe gr oup invest igat ion.
Kegiatan pembelajar an diaw ali dengan cur hat hasil pengalaman mer eka t entang film yang sudah ditonton untuk mengetahui komitmen mer eka sebagai calon gur u setelah
melihat model pembelajar an yang diter apkan di film ter sebut. Hasil cur hat dan diskusi
singkat ter sebut, didapatkan sebagian besar mahasisw a pr ehatin dengan keadaan ter sebut. Dar i hasil ini mahasisw a diminta mengambil komitmen bagaimana sehar usnya
mer eka nantinya mengajar .
Hasil Tindakan dan Pembahasan
Hasil tindakan dar i pener apan pembelajar an dengan model pembelajar an kooper atif tipe gr oup invest igat ion dapat dilihat dar i hasil pengamatan pembelajar an
(obser vasi), isian lembar r efleksi dan w aw ancar a ter hadap mahasisw a setelah
mengikuti pembelajar an. Hasil obser vasi member ikan infor masi bahw a pembelajar an kooper atif tipe gr oup invest igat ion membuat mahasisw a lebih senang dalam belajar ,
mampu ber diskusi dalam kelompok, saling member ikan ar gumentasi, dan bahkan
ber ani ber tanya dan membuat model per sentasi yang unik dan menar ik. Satu hal yang menar ik juga, mahasi sw a yang semula pendiam menjadi ber ani ber ar gumen di dalam
kelompoknya dan pada akhir nya ber ani unt uk menyampaikan pendapat di depan
mahasisw a dalam satu kelas.
Hasil r efleksi mahasisw a member ikan gambar an tent ang apa yang sudah
dir asakan mahasi sw a saat pembelajar an maupun setelah pembelajar an. Hasil r efleksi
menunjukkan bahw a pembelajar an yang dilakukan sangat menar ik. Mahasisw a diber i kebebasan untuk menggali infor masi dar i mater i yang dipiih. Hal ini membuat
kelompok lebih kr itis untuk menentukan langkah-langkah kegiatan yang akan
dilakukan dan mer encanakan bentuk investigasi yang akan dilaksanakan. Kelompok semakin ter buka untuk mencar i dan mengumpulkan data sehingga membuat mer eka
lebih kr eatif. Ter jalin inter aksi antar a dosen dan mahasisw a yang begitu dekat kar ena
dosen selalu member ikan per tanyaan kepada mahasi sw a sehingga membuat mahasisw a ter libat aktif dalam pembelajar an. Yang menar ik menur ut mer eka bahw a
pembelajar an dikaitkan dalam kehidupan sehar i-har i yaitu dengan kegiatan menonton
12 otor iter sehingga membuat mahasi sw a ter t ekan. Pengalaman nyata ini membuat mahasisw a ber ani mengambil komitmen untuk mengajar lebih baik.
Hasil w aw ancar a menguatkan dat a di at as. Dat a yang diper oleh mer eka mer asa
sangat senang mengikuti pembelajar an. Mer eka diber i kesempatan untuk mencar i, ber diskusi, ber bicar a, sehingga mahasisw a mer asa menjadi bagian dalam pembelajar an.
Yang paling penting menur ut mer eka bahw a ber bicar a tidak har us selalu benar , salah
adalah pengalaman. Sehingga mahasisw a yang semula takut atau malu ber tanya ber ani ber tanya.
Selain itu pembelajar an mendidik mahasisw a untuk belajar dar i apa yang dilihat. Hal ini bisa dilihat dar i pengalaman mer eka melihat film 3 Idiot bahw a belajar bukan
sekedar menghafal dan mendapat ijasah, t etapi bagaiman pembelajar an itu ber makna
buat mer eka. Belajar tidak har us sama per si s dengan buku, tetapi bagaimana kita memahami itu dan mengungkapkan kembali dengan bahasa sendir i.
Ketiga hasil ini menunjukkan bahw a model kooper atif tipe gr oup invest igat ion
cukup efektif diter apkan dalam pembelajar an di per gur uan tinggi khususnya di pr ogr am studi S1 PGSD FKIP UKSW.
Kesimpulan
Pembelajar an kooper atif tipe Gr oup Invest igat ion cukup efektif digunakan di dalam pr oses belajar mengajar dilingkungan Pr ogr am Studi S1 PGSD dalam r angka mener apkan pembelajar an PAKEM dalam per kuliahan. Pembelajar an ini dapat menciptakan pembelajar an yang menyenangkan, member ikan kesempatan mahasi sw a untuk aktif dalam mencar i infor masi, aktif diskusi , aktif dan kr eatif dalam melakukan kajian
ter hadap film sebagai implementasi model pembelajar an, ber inisiatif sendir i dalam
r angka mencar i kesesuai an antar a teor i belajar dengan model pembelajar an, ber pendapat dalam diskusi dan member ikan t anggapan ter hadap hasil kar ya kelompok
lain. Pembelajar an kooper atif tipe gr oup invest igat ion membuat dapat meningkatkan
13 DAFTAR PUSTAKA
Chandler , L. (1995). Cooper at ive Lear ning and Hands-on Science. Califor nia : Kagan Cooper ative Lear ning
Ibr ahim, Muslimin, dkk. 2000. Pembelajar an Kooper atif. Sur abaya: UNESA Pr ess
Mcklar . 2010. Pener apan Pembelajar an Kooper at if Model Gr oup Invest igat ion Unt uk Meningkat kan Mot ivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Mat a Diklat. http:/ / one.indoskr ipsi.com/ judul-skr ipsi/ skr ipsi-lainnya/ pener apan-pembelajar an-kooper atif-model-gr oup- investigation- untuk- meningkatkan- motivasi- dan- has. (Diakses tgl 12 September 2010).
Slavin, R.E. (1995). Cooper at ive Lear ning : Theor y, Resear ch and Pr act ice, Boston : Allyn and Bacon