• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PGDS 1009404 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PGDS 1009404 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

69

Rohmat, 2014

Meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional oray-orayan Di paud al-ihsan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilksanakan dari mulai beberapa tidakan yakni kondisi awal dan beberapa siklus, berdasarkan seluruh pembahasan dan penilaian yang telah disimpulkan bahwa permainan tradisional oray-orayan merupakan permainan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik kasarnya

Nilai Rata-rata kemampuan motorik kasar anak dengan menggunakan permainan tradisional oray-orayan PAUD Al-Ihsan Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, PAUD Al Ihsan pada kondisi awal 15, 38 % kemudian disiklus I meningkat menjadi 46,15 % dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 84,62% yang mengalami keberhasilan pada indikator kinerja.

(2)

70

Rohmat, 2014

Meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional oray-orayan Di paud al-ihsan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

penuh (●). Akitivitas siswa yang menggunakan permainan tradisional oray-orayan

terdiri dari atas aktivitas siswa yang berhubungan dengan Melompat, Melempar dan keseimbangan, seperti: mempu melompat dengan satu atau dua kaki, berjalan secara bersamaan pada garis lurus kemudian belok, dan anak mampu menjaga keseimbangan tubuh.

Permainan trasional oray-orayan sangat mendukung dalam meningkatkan motorik kasar anak usia dini. Anak dapat mempelajari keterampilan-keterampilan motorik kasar di dalam permainan tradisional oray-orayan ini seperti melompat dengan satu atau dua kaki, berjalan secara bersamaan pada garis lurus kemudian belok, dan anak mampu menjaga keseimbangan tubuh, sehingga disini keterampilan motorik kasarnya akan berkembang secara baik.

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa melalui permainan tradisional oray-orayan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini pada di PAUD Al Ihsan Tahun Ajaran 2013/2014.

B. Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulam tersebut diatas, maka penulis mengajukan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

1. Bagi Peserta Didik

(3)

71

Rohmat, 2014

Meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional oray-orayan Di paud al-ihsan

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

2. Bagi Pendidik

Pendidik lebih menguasai permainan-permainan tradisional dalam melakukan pembelajaran. Agar dalam mengajar permainannya lebih

bervariasi dan lebih kreatif.

3. Bagi Sekolah

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan anak dalam kegiatan keterampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek pada tindakan I pertemuan pertama, diketahui bahwa pada permainan engklek,

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai “Pengaruh Permainan Olahraga Tradisional Bebentengan Terhadap Kemampuan Kelincahan Anak Usia 8- 9 Tahun Di SD N

Untuk kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar lompat menerapkan permainan tradisional yaitu permainan tradisional engklek, dari setiap siklusnya mengalami

Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kemampuan Gerak Dasar Berlari Dan Melompat Anak Usia 6-8 Tahun.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Melompat Anak Tunagrahita Ringan.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Melompat Anak Tunagrahita Ringan.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Melompat Anak Tunagrahita Ringan.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Evaluasi performance assessment memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan motorik terhadap keberhasilan belajar siswa dalam pembelajaran permainan bola voli,