r
I
Jurnal
ISSN: 1412-1700Volume 13 Number 12014 Accredited by DGHE SK No. 81 /DIKTI/KeplZOl 1
{otur4u t.
,.t 't:t. ,.:i,:: l Number 1 2014
,- 1.-it-:
b,- illi-i 'ii:
Manajemen
Teknologi
W
I nstitutTeknotogi Bandung
Publisher:
Jurnal Manajemen Teknologi Sekolah Bisnis dan Manajemen Insitut Teknologi Bandung
PrintISSN : 1'412-1'700 OnLine ISSN:2089-7928
Chief Editor
Atik Aprianingsih, DBA
Associate Editor
Yos Sunitiyoso, Ph.D
Circulation and Distribution
Supri Haryanto, S.Sos
Ady Nugroho, SP
EDITORIAL BOARD
Prof. Syamsul
Amat
Prof. KuntoroMangkusubroto
Sani Susanto, Ph.DFakultas
Ekonomi
Sekolah Bisnis danManajemen
Fakultas Teknologr Industri Universitas NegeriPadang
Insitut TeknologiBandung
Universitas Katolik PzrahyznganDr. Mursyid Hasan
Basri
Reza Ashari Nasution,Ph.D
Prof. Jann HidajatTjakraatmadiaSekolah Bisnis dan
Manajemen
Sekolah Bisnis danManajemen
Sekolah Bisnis dan Manaiemen Insitut TeknologiBandung
Insitut TeknoiogiBandung
Insitut Teknologi Bandung Prof. WilsonBangun
Prof. JoniartoParung
Prof. Conrad William WatsonFakultas
Ekonomi
FakultasTeknik
Sekolah Bisnis dan ManajemenUniversitas I{risten Maranatha
Bandung
UniversitasSurabal,a
Insitut Teknologi BandungProf. Surna Tjahia
Djajadiningrat
Ruslan Prijadi,Ph.D
Prof. Dermawan WibisonoSekolah Bisnis dan
Manajemen
FakultasEkonomi
Sekolah Bisnis dan Manajemen Insitut TeknologiBandung
UniversitasIndonesia
Insitut Teknologi BandungProf. Christantius
Dwiatmadia
Prof. Utomo SarionoPutro
Dr. Agung WicaksonoFakultas Ekonomika dan
Bisnis
Sekolah Bisnis danManajemen
Sekolah Bisnis dan Manajemen Universitas I{risten Satya\Wacana
Insitut TeknologiBandung
Insitut Teknologi BandungDr. Pri
Flermawan
Dr. BambangRudito
Prof. Sudarso Kaderi \(ityonoSekoiah Bisnis dan
Manajemen
Sekolah Bisnis danManajemen
Sekolah Bisrus dan Manajemen Insitut TeknologiBandung
Insirut TeknologiBandung
Insitut Teknologi BandungDeddy Priatmodjo Koestindartoto,
Ph.D
Prof. Togar MangihutSimatupang
Gatot Yudoko, Ph.DSekolah Bisnis dan
Manajemen
Sekolah Bisnis danManajemen
Sekolah Bisnis Jan Manajemen Insitut TeknologrBandung
Insitut TeknologiBandung
Insitut Teknologi BandungDwi Larso,
Ph.D
Prof. Moses L.Singgih
Dr. Aurik GustomoSekolah Bisnis dan
Manajemen
Fakultas TeknikIndustti
Sekolah Bisnis dan Mana]emen Insitut TeknologrBandung
Institut Teknologi SepuluhNopember
Insitut Teknologi BandungEditorial Address:
Unit Research and Knowledge
Sekolah Bisnis dan Manaiemen, Instirut Teknologr Bandung Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Telp/Fax (022) 2531'923 / (022) 2504249
Sistem
Organisasi
Kognitif
dan
Afektif
dan Pengaruhnya terhadap
Kine{a
Apotek
di
Sutabeyai
Efek
Moderasi Orientasi
Kewirausahaan
Badri
Munir
Sukoco,
Vindi
Yiciana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga
Abstrak. Apotek nerupakan indnstrl -yang rangrlt diatur olelt peneriatah dengan tirtgkat persrti'ngan iang
tingi
kare*a rltferensiasijangdita*,arkan rendah dan densitas.yangmkup tinggz di btberaprt area. &Ienaiknya, kondisi
tersebntjrga ntenbaat kircerya apatuk beragam; selsinga tlengan menganaka.n
ptEekti{
rtrie*tai pasar, penelitianiyi berirgunenta:'i hahnw respons$itas pcngelok apatek akan tindakttfi pesaing ffidl,tpsn kebutuhan pelangan dapal
nemberlikan kinefanjtu.Nsetinijuga berurguntntasi baltwa oriartasi kewirannlsaaniangd,irzilikipengelol* akan
ruenguatkan pengatwb tersebat. &,Iekarcisme tentang bagaimana penualsaax. rneruhenluk reryansifittts terl:adap pesiing nanpan peknganjug,t diinwstigasi. Nset ini nendistribusi,h.rtn nruei leepada pengelala @atek di ,f urabaiw -,tengoi
,ttpoo
il,ntjo*
i31
wspo*den- MengunakanPIJ,
lt^^ilpmelitian menanjukkan bahtua rerporsfitas teriattap in,lakan pesaing berpengarab terhadap kineSa apa*A, sedat4gkan reqpoastfihx terhadup pelanggan tidak'ttglofii*
E{ekiod*ui
oiintasi kewiraasaltdrr:ft}dvtgtlibipotesiskanjuga tid(tk terbttkli. Respansfilas terbad@pltiAgaiptigonrhi sana kaafrya okh sisten nrganisasijangkognitlf dan afekt$ sedarugkan resPttnsfitas terltadap
'pttoofuni
tei;h dtptogoruhi oleh sisten organisasi_yang ajbktf. Intplikasi man$erial dan akadenis disaiikan kbitt
Iunj ut dabn pene liti*x ini.
Kata
kunci:
Sisttrx Organisni Kognitf, Sis*ru Argalisasi AfektiJ fuspon:fitar pada Puaing ke4oasiiitaspada Pe langan, Kn e rja, dan llpa te
k
Abstmct. Apatberury is a l:igtlS regukted and rcneetiti.ue indastrjt d*e to less dffirentiation and ltiglt densiU itt
certain areas.- Interutitgp, tbe patfonnanrc aJ' apotl:uaries is lteterogtneous; *nd based tt'n narket orientatian pertpatiue we argue tl:atise mndition txistt due to dffirett leuel on respondingnnpetitors' actions as wdl at cttstotners'
-
neih. Further, ie argue that naxagers' enlrepreneurial aient'ation mn slrengtlsen tbue relalionsh$s. The ntecbanism
of bow can ap*tlsuariu dewlop
tliir
reryonsitnness to rot@etitors aftd tilstatsers aln is iwwstigated. Wle distri'butedquutitnnaitis dnalxgapoptt:icary rnaffagtrs
i*
Surahaga andgenerated 131 respo*rcs.Bi
asingPIJ, tlte resultsintlicatt that re:pon.riteitst ts towpetiton posititvfv inflamu ors tbrirpetfomra.ni;e, altile responsiaeness lo rwslotners is
not. T'he ruodeiting
rfrtt
of en*iprenearial orientation i.r also not conf.nned. Rtsponsit'eness to rompelitors is h;gh| deterrnined bj eugiliiw and afft*ue arganiqational ystern, wlsilz respansiuenrcs ta ctt$tmers nain$ determiwd futaLfectiue organiqational gtten. &{anageial and amdemir in$litatians areJarther discaxed in this paper'
Keywords:
Cagnit:itw Otgnriqat*m Sjslext, .Afe*ive Or;gaaiqation Sjtstem, Reryonsiueness to Canrpetitorc, Responsi aeness to C usto ners, P erJarrnann, and D rttgs tareRcccircd: 9 Juli 201 3, Rcrision: 1 1 Apd 2ll1'{, Acccptcd: I 4 Aprn 20 I 4
Priot lssN: 141?-1?0{i; oolinc ISS}i: ?oE9-?928' Dol: http:rrldx'doi'org/10'12695/imt'2Lrl4'13'l'2
l"pyAgfrig:t'i+. ?ublistrcct b.y i-tnit Rcscar-ch md !fuov'lcdgc, Schooi oI- I]usincss and i{an*gcmmt - Institut'Icknologi Eandmg (SBM-I'rB)
I Jurnal
22
| Mana\emen Teknologi I Vt,l.13 | No.t i 2t114Sakan dan Viciana/ .fitten Organisasi KognitiJ' dan,4J'ektll' dan Peng,aruhrya terhadap Kinerya Apntek di -larabay: F.fek Moderasi Oientasi
Kewiraasahaan
'1,. Pendahuluan
Apotek
merupakan tempatuntuk
pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi,dan
perbekalan kesehatanlainnya
kepadamasyarakat (I{epmenkes
No.
1
332IMENKES/SK/X / 2002).
Nleskipunlayanan diperuntukkan bagi kesehatan, namun
saat
ini
berbagai
tantan€lan
dapat
mempengaruhi
kinerja
dan
kelangsungan hidup apotekdi
Indonesia. Pertama, densitas,vang
tidak
meratadi
Indonesra.Data
dart ItemenkesRI
(2011) menunjukkan bahwa apotek yang betoperasidi
seluruh Indonesia sejumlah 16.603 apotek. JawaTimur
memiliki1 .586 apotek dan 260/o dl:antarany^ berlokasi di
Surabaya.
Lebih
lanjut,
data
dari
DinasI{esehatan
Surabayamenunjukkan
bahwa sebagian besar apotek berlokasidi
SurabayaTimur
(179 apotek). Halini
dapat dimengerti,mengingat
pusat
layanan
kesehatan yang menjadi rujukandi
IndonesiaTimur,
RSUDDt. Soetomo, juga terletak di wila,vah ini.
I{edua, perang hatga antar apotek. Menurut
CEO
Kmia
Farma,
Imam
Fathotrahman, pertumbuhan industri apotek pada tahwn 207 2relaaf
stabil
pada
angka 6,5"'/o @anirestu,2013). Sedangkan diJawa Timur jumlah apotek
bertumbuh 35,630/o pada periode 2007-2010
(Dinas
I{esehatan Surabaya, 2011). Jumiah yangtinggi
tanpa jarak minimal antar apotek,maka
persainganpun
semakin
ketat
danmemudahkan pelanggan untuk membeli obat sesuai dengan daya
beh dan
fasjlitas \rangdidapat. Hasil diskusi peneliti dengan beberapa
pengelola apotek menunjukkan bahwa banyak
apotek baru yang berdiri menggunakanharga mutah sebagai daya tariknya, sehingga apotek
yang
sudah
lama berdiri
akan
melakukantindakan yang sama dan terjadilah perang harga
yang tentunya tidak menyehatkan bagi kinerja apotek.
I{etiga, mulai diberlakukannya Sistem Jaminan
Sosial
Nasional
dengan
penyelenggar^fiyaBadan
Penyelenggara
Jaminan
Sosial diprediksikan akan menurunkan omzet apoteksebesar 40%o (Ardia, 2013).
Selama ini, penguasaan pasar penyaluran obat
oleh apotek mencapai 43%,
diikuti
toko-toko umum sebesar 1870,toko
obat 1.4o/o, melalui dokter sebesar 73o/o, dan sisanya (12y") melaluirumah sakit
(Pharma Indonesia,
2012).Penguasaan pasar tersebut akan semakin turun dikatenakan masyarakat kelas
bawah
yangselama ini luga menjadi pelanggan apotek akan
memilih obat generik dibandingkan paten yang
banyak dijual oleh apotek.
Dari
gambafan tersebutdi
atas, responsifitas perusahaan terhadap tindakan yang dilakukan pesaing maupun kebutuhanbaru
pelanggansangat krusial dalam memenangkan pesaingan
(|aworski
dan I{ohli, I993;
I(irca,
Jayachzndran,
dan
Bearden,
2005).
Responsivitas
tersebut
akan
membentukkeungguian bersaing
yang
baru
dalamlingkungan yang kompetitif, yakni adaptabilitas (Reeves
dan Deimler,
201I),
dan
akan berkontnbusi pada kinerja perusahaan secaraberkelanjutan.
Namun
mekanisme
yangbagaimanakah
agar
apotek
memiliki
responsifitas yang trnggi terhadap pesaing dan
pelanggan?
Menggunakan
kombinasi
perspektif orientasi pasar Saworski dan I{ohLi,
1993; Narver dan Siater, 1990) dan teori sistem
terbuka flohnson, I{ast, dan Rosenzweig, 1963;
dan
l{atz
dan
l{ahn,
1978), penelitianini
menguji
secara
empiris
pendapat
yang dikemukakanoleh
Homburg,
Grozdanovic, dan I{larmann (2007) bahwa sistem organisasikogitif
dan
afektif
berperan
dalampembentukan responsifitas tersebut.
Diskusi
diatas
me njelaskan
bahwa
responsifttas apotek terhadap tindakan yang
dilakukan pesaing maupun yang dibutuhkan pelanggan merupakan kunci dari kesuksesan
((ohli
dan Jaworski, 1990).Namun
dalamkondisi yang bagaimana responsifitas tersebut
memiliki
dampakyang
lebih
kuat? Dalamkonteks persaingan yang tinggi dengan pasar
yang
dilayanirelatif
sama, seperti industriapotek, tentunya
pengelola
apotek
yangmemiliki
kemampuan
untuk
berinovas-i,proaktif, dan
berani
mengambil
resiko (Matsuno, Mentzer, dan Ozsomer,2002) akan mampu mefespon secafa cepat dan tepat.Jutnal
Manajemen Teknologi Vo1.13 No.1 | 2014
Sttkotadanl'idana/ SitemOrganisasiKognitif danAfektif danPengarahnlaterhadapkneryaApotekdiSarabay:EfekModerasiOientast kairausahaan
Penelitian sebelumnya menuniukkan bahwa orientasi kewirausahaan meruPakan
can
yangefektif
dalam menghadapi tindakan pesaingmaupun
mengurangi tekanan
pefsaingan,karena perusahaan melakukan scanftiilg dan memonitor lingkungan secara kontinl,-u (Keh,
Nguyen,
dan
Ng,
2007)
dan
melakukanpenyesuaian sesuai
yang
diharapkan
olehpelanggan
maupun
yang dilakukan
olehpes aing (R.eeves dan D eimle r, 201' 1)'
Berikut
ini
adalah kontribusi yang ditawarkanoleh
penelitianini:
Pertarna, peneLitian inimenguji secara empiris hasil penelitian yang telah dilakukan
oleh Homburg
dkk.
(2007)terkait pengaruh responsifitas perusahaan di
industri
yangcukup
unik,
yakni
apotek, di Indonesia. I{edua, penelitianini
mempeduas penggunaan kombinasiteori
sistem terbuka Sohnsondkk.,
1963;I{atz
danI{ahn,
1978) dengan orientasi pasar )rang saatini
masihlarang dilakukan.
I(etiga,
penelitian ini
memperluas konsep yang dikembangkan oleh Homburg
dkk.
(2007) dengan menggunakanorientasi
kewirausahaansebagai
variabelmoderato
r
y^ng
diasumsikan
daPat
menguatkan pengaruh responsifitas terhadap kinetja perusahaan. Hal ini iuga sesuai dengan pendapat dari \Wu, Lin, dan Chen (2013) bahwa kemampuan organisasi
untuk
selalu terbuka, baik terhadap sumber eksternal dan intetnal,akzn menladikan kinerj a petusahaan lebih baik.
2.
Tinjauan
Pustaka dan PengembanganHipotesis
2.1.
SistemOtganisasi
Teori
sistem terbuka
(openystemt
theory)memprediksikan
bahwa
daya tahan sebuahperusahan tergantung pada kemampuannya dalam mengadaptasikan aktifitasnya terhadap perubahan lingkungan
flohnson dkk.,
1963;I{atz
danI{ahn,
1.978).Teod
sistem melihatbahwa
responsifitas
perusahaan terhadapperubahan lingkungan merupakan
hasilinteraksi dari beberapa sub-sistem didalamnya
(I(ast dan
Rosenzweig, 1'970). I{onsisten dengan studi yang dilakukan oleh Homburgdkk.
(2007), penelitianini
mengadaptasikanliteratur
pada
orientasi pasar
(marke t odentation-
Jaworski danI(ohli,
1993) dan budaya organisasi (lrJarver dan Slater, 1990)untuk menggunakan dua sub-sistem organisasi
dalam menetangkan responsifitas perusahaan
(Hult, I{etchen, dan Slatet, 2005) : pemrosesan
informasi organisasi dan budaya organisasi'
Pemrosesan
informasi oleh
organisasi biasadikenal dengan kognisi otganisasi (Sims dan
Gioia,
1986).
Anggota
organisasi
akzntermotivasi
untuk
mempfoses informasi
bilamana mereka mempersepsikan ada nilai kognitif didalamnya (Hansen dan Haas, 2001).
Sistem organisasi
kognitif
merupakanpemfosesan
informasi yang
terkait
denganpesaing (atau pelanggan) didalam organisasi
(Homburg
dkk.,
2007),
yang
terdiri
atasakuisisi, diseminasi, analisis, dan penyimp^n n
(Sinkula, 1994).
Akuisisi
merupakan prosesdimana organisasi mendapatkan pengetahuan
melalui riset pasar, laporan yang terpublikasi.
dan
komunikasiinfotmal
(Homburg
dkk..2007). Diseminasi merupakan proses terkait
dengan
pendistribusianinformasi
didalam oranisasi,baik
melalui
rapat,laporan,
atavdatabase Qt[altz
dan
I{ohli,
1996). Analisis merupakan pfoses menghubungkan informas.datr berbagai sumber
dan
mendapatkarpemahaman yang sama atas interpretasi yan€
dihasilkan (Homburg
dkk.,
2007)
Penyimpanan merupakan
aktifias
yanfmenghubungkan
tugas
untuk
membua memod (datab ase) organisasi.Budaya organisasi merupakan "pola dari nilai
nilai
yang
terbagi
dan
keyakinan
y^nfmembantu aflggota organisasi
mengertbagaimana
organisasi
berfungsi
dat
menyediakan
nofma dari
perilaku
mefeka' (Deshpandedan
\Webster,1989;
hal.
4)Anggota
organisasiakan
bertindak
sesuzdengan
nilai,
keyakinan,dan
nofma-nofmiyang
disediakan
oleh
budaya
organisasmengingat meteka
terikat
secafa emosionaterhadap organisasi tetsebut (Beyer dan Ninc 2001). Sehingga sistem organisasi yang afekti didefinisikan sebagai seiauh nrana perhattat organisasi dititikbetatkan pada tindakan yan
dilakukan pesaing
(atau yang
dibutuhkarJurnal
Manajemen Teknologi Vo1.13 lNo.1 12014
|tkoco dan Viciana/ Si.rtem Organisasi Kagnittf dan Afektif dan Pengaraltn1a terhadap kneja Apotek di Smabay: Efek Moderasi Oientasi
Keu,iraa.rahaan
pelanggan)
menjadi
nilai,
keyakinan, dannorma
ofganisasi(Homburg
dkk.,
2007).Nfengingat informasi yang diterima organisasi
cukup
beragam
dan
kemampuan untuk
mempfosesnya terbatas
-
informatian ouer/oad(Eppler dan N{engis,2004), sistem organisasi
afektif
akan memberikan ar^han informasimana yalrg akan diproses guna menghasilkan keputusan secafa cepat.
Teo ri p enilaian
kognitif
(c ogn i ti u e app ra i s a I t b e o ryt-
Lazarus,1997;Lazarus dan Folkman, 1985)memprediksikan bahwa proses
kognitif
danafektif
menciptakan
"kecenderungan
tindakan" (action tendencies) setrap ada stimulus baru dari lingkungan. Penilaian individu akan
stimulus ada dua mode: pemrosesan otomatis
dan
yang disengaja Q,azarus, 1991). Dalam mode pemrosesan otomatis, jika sebuah situasidintlai memiliki
relevasi yangtinggi
dengantujuan yang ditetapkan, maka respoll afektif mendominasi tindakan yang dilakukan.
Bilamana rvaktu dan peluang ada, maka respon yang disengala akan melibatkan kognisi secara
dominan. Berdasarkan hasil tersebut, riset
ini
berasumsi bahwa sistem organisasi
kognitif
dan
afektif
digunakan dalam organisasi tidakberimbang,
ter€lantungdart
relevansi danketers ediaan waktu untuk mempro s esnya.
2.2.
Responsifitas PerusahaanI{onsep
pemasaran, sebagai
dasar
dari pemikiran pemasafanmodetn,
menetapkanbahwa
untuk
mencapai
kesuksesan .yangberkelanjutan,
pefusahaan
harus
mengidentifikasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan
lebih
efektif
dari
yang dilakukan oleh pesaingnya (Da,v, 1994). Sebagian besarliteratur terkait
orientasi pasar menjelaskan sejauhmana perusahaanakan
bedaku, ataucenderung
untuk
berlaku,
sesuai dengan konsep pemasaran(I{irca dan
Hult,
2009;I{ohli
danJaworski, 1990). Selama ini, orientasipasar
dikonseptualisasikandari
perspektifperilaku dan budaya (Homburg dan Pflesser,
2000). Perspektif perilaku
menitikberatkan pada aktifitas perusahaan yang berhubungandengan memperoleh dan mendiseminasi serta
merespon atas
informasi
yang dikumpulkandipasar
(mis:
I{ohli
dan
Jaworski,
1990).Perspektif budaya memfokuskan pada norma
dan nilai perusahaan yang mendorong perilaku anggotanya agar konsisten dengan orientasi
terhadap pasar @eshpand6 dan \Webster,1,993;
Narver dan Slater, 1990).
Dalam penelitian ini, responsifitas perusahaan
merupakan
pengembangan
dari
konseporientasi pasar yang mendasatakanpada kedua
perspektif
tersebut. I{ecepatan merupakankunci utama dari responsifitas perus ahaan, dan
penelitian
ini
mengadopsi pendapat
dariHomburg
dkk.
(2007) bahwa responsifitasterhadap pesaing adalah sejauh mana sebuah
organisasi
mefespon
secara
cepat
akanperubahan
yang dilakukan
oleh
pesaing.sedangkan responsifitas terhadap pelanggan adalah sejauh mana perusahaan secara cepat
perubahan yang terkait dengan pelanggan.
2.3.
Orientasi KewirausahaanPerusahaan
petlu
mengadopsi
pemikiran entrepreneurial untuk mengeksplor pasar yangsedang
tumbuh
atau
kebutuhan konsumenvang tidak terpenuhi (Atuahene-Gima dan I{o,
200I).
Schindehutte,Morris, dan
I{ocak (2008) mengindikasikan bahwa perilaku yangmendorong
pasar
merupakan esensi
dari tindakan yang ent{epreneurial, merefleksikantingginya
jiwa
kewirausahaan.
Orientasikewirausahaan metupakan pfoses, praktek,
dan
aktifitas
pengambilan keputusan yang mengarah pada masuknya perusahaan ke pasarbaru
atatt menawarkanhal
baru
di
pasar(Lumpkin
dan
Dess, 1996).
I{atenanva,orientasi kewirausaha
n
sangat penting dalam proses kewirausahaan pefusahaan, termasuk didalamnva menyadaridan
mengeksploitasipeluang vang ada (Schindehutte dkk., 2008).
S ebagian besar kons ep orientasi kewiraus ahaan
menggunakan
3 dimensi
dalam
menlelaskannya:
proaktif, inovatif,
dan pengambilanresiko
(I{reiser,
Marino,
danWeaver,2002; Matsuno dkk. 2002).
Jutnal
Ssktco dan l/icianaf Sisten Organisasi KognitiJ dan,4fektif tlan Pengarahnla terhadap Kinerya Apotek di Surabqta: Efek Moderasi Oientasi
Keniralsahaan
Proaktif
merupakafl seiauhmana perusahaanmengantisipasi
kebutuhan
dan
perubahan pasardi
masadepan (Kreiser
dkk',
2002;L.rmpkin
dan Dess, 1996) dengan "mencari peluang baru yang mungkin atau tidak terkaitd.ttg^
oPerasi Yang ada
s^at
ini,
memperkenalkan produk baru dan merk lebih
awal
dan
pesaing,
dan
sec^ra
stfategismengurangi operasi yang sudah m^t^trg ^taLr
d.idalam tahapanmenurun dari daur hidupnya"
(\hnkatraman,
1.989; inal. 949). Inovatifitas merupakan seiauhmana perusahaan tedibatdan
mewuiudkanide baru'
kebaruan yangtinggi,
eksperimentasi,dan
kreatifitas yang^kii
layznan,dan proses baru (I-umpkin danmengarah pada terciptanya
produk,Dess,1996; Wang, 2008). Mengambil
resikomerupakan
seiauhmana perusahaan mau membuat komitment sumberdaya yang besardan
beresiko karena zdanya peluang untuk gagal,biladilakukan (Boso, Stoty, dan Cadogan'201,3).
2.4.
PengembanganHiPotesis
Para
peneliti
dalam strategi
betsaing
menekankan
pentingnya
kognisi'
misalnyaPorter
(1980,hal. 72)
menyatakan hahwaorganisasi membutuhkan "beberapa sistem
inieliien bagi
pesaing"
guna
menganalisislingkungan persaingan secar^ sukses' Begitu
jug^
banyak
penelitian empiris
yangminyatakan
bahwa
dalam
pengambilankeputusan bersaing,
kognisi
sangat
dibutuhkan. Seperti yang disampaikan oleh Clark dan Montgomery (1999) bahwa manaier
menggunakan
proses
kategorisasi
dalam mengidentifikasikan pesaing-pesaingnya'Perbedaan
model mental
inilah
y^ngmenjadikan patamanaier dalam suatu industri
menggunakan proses
yang berbeda
dalam menanggapmyadan
menghasilkan respon yang berbeda pula (Daniels, Johnson, dan DeChernatony 2002).
Pzda level
organisasi,Ghoshal
dan
\Westney(1991)
melaporkanbahwa
perusahaanakan
lebih
memahami lingkungannyabila
mereka mengumpulkandan
mengintetpretasikaninformasi
tentangpesaingnya.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pemrosesal
informasi yang
terkait
dengan pesaing lebil menitikberatkan padakognisi
dibandingkarafeksi,
mengingat ketersediaan sumberdayuntuk
memprosesnyalebih tinggi
(Shiv dar Fedorikhin, 1'999).Selanjutnya,
pesaing tentunya
tidak
aka:bersedia untuk berbagi informasi tentang akl
yang
telah
^t^u ^k^n
mereka lakukan sertalasin dibaliknya (Homburg dkk., 2007)' Hr
ini
meniadikan informasi yang reliabel tetkadengan pesaing susah
didaPatka
(A4ontgomety,
Moore, dan
Urbany,
2005 menjadikan mekanisme petolehan infotma melalui sistem dan prosedur yang baku damendorong penggunaan kognisi. Selain it'
ketidakpastian akan
tindakan
pesainmeniadikannya susah
untuk
diprediksi
dadiatasi, sehingga perusahaan akan tergantur pada sinyal-sinyal yang samar dan komplel
ircta"fq
Elfenbein, dan Staw, 2010). Semaktinggi
ketidakpastiany^ng
dihadapi
tetkzdengan tindakan
pesaing, semakin gencperosahaan untuk memperoleh informasi dr
memprosesnya (Chen, Su,
dan
Tsai, 200'Sehingga
fungsi
sistem
organisasi
yalkognitif
dalam
mengarahkan
resP(perosuhaun tethadap tindakan pesaing ak'
mendominasi dibandingkan
y^ng
afektSehingga,
H,:
Responsfrtas apotek terbadap pesaing san, dipengaruhi secara positif oleh sistem organiskognitrf diban dingkanl ang {e kttf.
Pada
industri yang
membutuhkan tingl kepercayaantinggi,
seperti apotek
yx menjuai obat, keperczyaan^trtara pembeli
d
penjual sangat dipengaruhi oleh aspek sot dari hubung
n
yang ada (Schultz and Flva2002).
I{atakteristik
tenag
peniual
yamembantu dalam
interaksi
sosial, misah emotional intelligence S'ozel1,Pettiiohn,
c Parker, 2004), kemampuanuntuk
mengel minat pelanggan dalam bersosialisasi maugsikap
yang
positif
terhadap
pelangp (Sharma,tggg), telah
menunjukkan dameningkatkan
efektifitas
dati
hubunldengan pelanggan.
Interaksi
sosialini
i'penting dalam mengembangkan layznzn y
Jutnal
5'nkon dan Ltidanaf Sisten Organisa.ri Ko.qnittf dan AJektif dan Pengaruhn-ya terbadap knerfa,lpotek di .lmabaya: Efek L[oderasi Oientav
Keuirau.e ahaan
ditav'arkan karena pertemuan secafa regular
dengan pelanggan akan membantu pefusahaan
untuk
mengidentifikasi
keinginan
dankebutuhan mereka
(mis:
I{oufteros,
Vonderembse, dan Jayaram, 2005; Sethi, 2000).
Penelitian
dalam bidang psikologi
iogumenuniukkan nilai
positif
dari interaksi social"perasaan dapat
dilihat
...
sebagai pendarangutama dari banyak tanggapan (yang dilakukan
perusahaan) " (Forgas 2003,hal. 597).
Selain itu, apotek iuga sedng mendapati situasi
yangmembutuhkan keputusan vang spontan di
saat pelanggan membutuhkan (Homburg dkk., 20()7).
Lebih
khusus, pegawai apotek yangsering berinteraksi dengan pelanggan sering
tidak
memiliki waktu
untuk
menggaliinformasi
lebih
dalam
dan
memprosesnya, sehingganilai dan
keyakinanyang
dimiJiki perusahaan akan mengarahkan mereka untuk mengambil keputusan. Haiini
sesuai denganteori
perulaiankognitif
bahwa ketersediaansumberdal,a
untuk
memproses bagatmana sebuahinformasi
diproses, apakah dominanakan
diproses secarakognitif
atau
afektif (Lazarus, 1.991). Bilamana sumberdava untuk memproses terbatas, afektif memiliki dampak yang besar terhadap perilaku, dan sebaliknyakognitrf akan lebih berperan bilamana
kognitif
digunakan mengingat sumberdalra waktu yangada (Shiv dan Fedorikhin, 1 999).
Dalam
banr,ak situasi, pelanggan memilikikeinginan )rang tlnggi untuk betbagi informasi terkait keinginan dan kebutuhannl'a (Cannon
dan
Perreault, 1999). Tentunya
berbagiinformasi tersebut
berpengaruh
terhadapbagaimana organisasi
akan
mempfosesnya.I{ebutuhan
organisasiuntuk
mendapatkaninformasi akan
terkurangt(Homburg
dkk., 2007) dan mekanismeuntuk
memprosesnyaakan berkurang karena pelanggan ingin segera
ditanggapr (Thomke dan
Von Hippel,
2002).I{onsekuensinya, ketersediaan
}'ang
mudahdan keinginan yang rendah untuk menganalisis
menjadikan sistem afektif akan lebih dominan
untuk
digunakan
dalam
membentuk
responsifitas terhadap keinginan pelanggan. Sehingga,
Hr:
Responsiftas apatek terhadap pelanggan sangat dipengaruhi secara positlf oleh sisten organisasioft
ktif
di b an di ngkan 1 a ng kogn i trf.I{onsisten dengan literatur orientasi pasat (mis:
I{ohli
dan Jaworski,
1990;Homburg
andPflesser 2000) dan berdasarkan rekomendasi
dari
Lehmann (2004),
penelitian
ini
mendefisnikan
kinerja apotek menjadi
duadimensi,
yakni kinerja
pasardan
keuangan.I{inerja
pasar adaTah efektifitas dari aktifitas-aktifitas pemasaran yang dilakukan oleh apotek tetkait dengan sasaran-sasaran pasar, misalnyakepuasan pelanggan,
pertumbuhan,
dan pangsa pasar (Homburg dan Pflesser, 2000);sedangkan
kinerja
keuanganterkait
dengankinerja
keuangandari
apotek dibandingkan pesaing, misalnyaterkait
denganlaba
yang dihasilkan, pertumbuhan 7aba, danretutn
onsales (Homburg dkk., 2007).
Sesuai dengan prediksi
teori
sistem terbuka, responsifitas petusahaan terhadap pesaing danpelanggan akan berpengaruh secara
positif
terhadap
kinerja
pemasarandan
keuanganapotek
yang
i.tg"
telah
dibuktikan
dalam beberapa penelitian, misalnya Jayachandran,Hewett,
dan
I{aufman
(2004)
maupunHomburg
dkk.
(2007).Hal
yang sama jugadisampaikan
oleh
$7hite,
Yaradarajan, danDacin (2003, hal. 63) bahwa
"untuk
bertahandan
sejahtera dalam pasar yang kompetitif, perusahaan harus merespon secarakonunp
terhadap peluang dan ancaman )'ang terdapat
pada lingkungan
yang
selalu
berubah."Responsifitas
tersebut akan
menjadikan perusahaan adaptabledan
selalu berkineria diatas rata-rata (Reeves danDeimle4
201I).Sehingga,
H,:
Responsiftas apolek lerhadap (a) tindakanyng dilakukan pesaing maupan(b)
kebatahan p e langgan b erp engaru h po sitrf
terh adap kl n e ri aperasahaan.
Seperti yang dijealskan sebelumnya, apotek merupakan industri yang memiliki sumberdaya
dan
pasaryang
sama, sehingga dinamika kompetisr vang ada sangatlahunggi
(Chen,1996).
Meskipun
petusahaan memiliki
responsifitas
yang
tinggi,
baik
terhadap undakan yang dilakukan oleh pesaing maupun kebutuhan baru 1'angdimiliki
oleh pelanggan,namun bilamana apotek (pengelolanya) kurang
aktif
dalam menghasilkan ide-idebatu
danI Jurnal
27
| \l"nrj.-en leknologi lV,r)lj,No.
I
2014-f trkora rlan I'idana/ Sisten Or,qanisasi Kognitl dan A;t'ektif dan Pengarahnla terhadap lSnerja Apotek di Sarabay: Efek Moderasi Oientast Kat,jrat,rahaan
solusi
kreatif
-
inovatifitas (Lumpkin
danDess, 1996), tentunya kinerja yang diharapkan
udak akan terczpal Sebaliknya, responsifitas yang
tinggi diiringi
kemampuan perusahaanmenghasilkan
produk yang memiliki
nilai kebaruan yang tinggi akan menghasllkanfrst'
mauer aduantage dan kinerja yang tinggi (Suarez
danLanzolla,2}}7).
Hal yang sama juga teriadi bilamana pengelola apotek berani mengambil resiko dan proaktif. Pengelola
apotek
yang berani
mengambil resiko akan mengambil peluang yang ada dipasar, meskipun
kecil,
dengan
hatapanmendapatkan hasil yang lebih besar dari biaya
yang digunakannya (I-umpkin dan Dess, 1996)'
Setiap tindakan pesaing at^tr
kebutuhanpelanggan
akan
suatu layananakan
segeraditespon dengan mengambil keputusan guna mengkapitalisasinya, sehingga kinerja apotek akan iauh
lebih tinggi
dibandingkan apotek yang pengelolanya kurang mengambil resiko.Pengelola vang
proaktif
juga akan meniadikanapotek selalu
mengambil
inisiatif
untukberkompetisi secara
agresif
dengan apotek yang iain (Boso dkk., 2013). Halini
iaga akan mendorong perusahaan selalu didepan dzlarn produk at^ulay^nanbaru, sehingga dihaiapkankinerjanya
akan
selalu
diatas
rata-rata.Sehingga,
Hr:
Pengaruh responsiftas apotek terhadapk)
tindakan
yng
dilakukan pesaing naapwn (b)kebutu h an p e langgan n emp unlai p engaru h pa
sitf
yang lebib kuat bilamana pengelo/an1a nemiliki orientasi kewirausahaan tinggt dibandingkanJdng rendah.
3.
MetodePenelitian
Obyek
penelitian
ini
adzlahapotek
yangberoperasi
di
kota
SurabayaTimur,
dimana densitasapotek
lebih tinggi
dibandingkankawasan lain di Surabaya. Jumlah keseluruhan
apotek yang beropetasi seban,vak 179 buah,
namun riset
ini
hanya menyasaf pada apotekyang dikelola
secaramandiri
dan
bukantermasuk apotek ;t'ranchise atau apotek rumah
sakit dan
klinik,
sehinggatotal
apotek yang disasar sebanyak 171 baah.Apotek
wanlzba memiliki iarrngan yang luas dalam perputaranobat-obatan, sementara apotek
rumah
sakitdan klinik merupakan bagian dari rumah sakir
dan
klinik
yang selalu ramt
dengan pasienMaka dari
itu,
apotek mandiri (perseorangan'dipilih karena pengelola apotek mandiri harur
melakukan pengambilan keputusan
darstrategi secar^ mandiri
untuk
dapat bertahardalam
iangka
waktu yang panjang
padtpersaingan yang ketat
ini.
Responden yanldisasar
zdalahpemilik
apotek,
pengelolr(manajer)
apotek,
atauPun pegawai
yan{ditun
juk
oleh
keduanl'a
dikatenakar
mengetahui
kondisi
apotek; yang menerimr kuesioner dan diberikanwaktu
satu minggt untuk menyele s aik anny a. I{ue sioner yang telaiterisi akan diambil oleh peneliti dengan tetlebil
dahulu
melakukan
konfirmasi
kepad responden.Riset
ini
menggunakan
3
item
Y^n,dikembangkan
oleh I{ohli,
Jaworski,
da:I{umar
(1993)dan Moorman
(1995) gunmengukur dimensi mendapatkan informas
sedangkan diseminasi informasi (3 item) jug
mengadaptasikan penelitian
I{ohli
dkk. (1993Adapun
analisis(3 item)
dan
penfimpanainformasi (3 item)
menggunakanitem
yandikembangkan
oleh
Homburg
dkk.
(2007Lima item
yang digunakanuntuk
mengukt sistem otganisasiyang
afektif
mengadop penelitian yang dilakukan oleh Deshpande da\Webster (1989). Guna mengukur responsifitz
pada pesaing
dan
pelanggan,
riset
irmengadopsi
item
yang
dikembangkan oleHomburg dkk.
(2007) yang terinspirasi oleJayachandran
dkk.
(2004).
Untuk
kiner pemasaran,3
item
diadopsidari
penelitiaHomburg
dan Pflesser (2000), sedangkanitem
kinerja
keuangan mengadopsi
dapenelitian Homburg dkk. (2007).
Semua
item
tersebutdiukur
menggunakan skalaLikert,
dengan angka1
menuniukkz tidak setuju dan angka 5 menuniukkan setuiTerkait dnegan orientasi kewitausahaan, ris
ini
mengadopsi5
item
yang diadopsi dzNaman
dan
Slevin
(1993)
dan
diuk' menggunakan6
skala Likert, dengan angkamenuniukkari sangat tidak setuju dan angka
menuniukkan sangat seruju.
Jurnai
Manajemen Teknologi
|ukoco dan Viciana/ .listem Organisa.ri Kogniti;f dan AfektiJ dan Pengarahnla terhadap Kinerya Aponk di .larabay: Efek trIaderasi Oientau
Keairausahtan
Riset
ini
juga
menggunakafllima
variabelsebagai kontrol: lama berdiri, ienis konsumen
in"g
dilayani, jumlah
peniualan,
jumlahpegawai,
dan
pemilik/manajer.
Menurut
Homburg dkk.
(2007), keempatfaktor
yang pertama harus dikontrol terkait dengan kinerja perusahaan, sedangkan status sebagai pemiJiki atau mznajer dijadikan kontrol untuk meLihatapakah ada perbedaan respon yang diberikan
oleh manajer dengan pemilik.
Guna
mengurangi
common-method uariail(e(CMV),riset ini melakukan b a lan ci ng order, yakni menguf
utkan
peftanyaan
tidak
secaf aberurutan (kinerja
di
awal,diikuti
oleh sistemorganisasi,
orientasi
kewirausahaan, dan responsifitaspada
pesaingdan
pelanggan.Penggunaan sumber pefi^nya^n yang berbeda
serta
skala pengukuranyang
berbeda jugamerupakan salah satu upaya untuk mengurangJ.
CMV
sesuai dengan sarandari
Podsakoff, Macl(enzie, Lee, dan Podsakoff (2003).Terdapat
I13
responden
yang
mengrsikuesioner dengan response rate sebesar 66,080/0.
Responden wanita cukup dominan (78,80%), dengan umur diatas 30 tahun lebih dad B5%.
Latar
belakang pendidikan sebagai apoteker diatas 90%0, dengan4
orang bergelar masterdan
doktor.
E,mpat
puluh
enam
orang mengelola apoteknya sendiri, sedangkan 67orang (59,300/o) menjadi pengelola apotek
milik
orang lain. Pemilik apotek yang bukan apoteker
sebanyak 61. orang (540/o), sedangkan apotek yang dimiliki oleh apoteker sebanvak 52 buah.
Terdapat
22
apotek yangmemiliki
proporsi penjualan obat tesep dokter (ORD) lebih besardas. ouer the coanter (OTC), sedangkan 53 buah memiiiki proporsi yang sebaliknya. Adapun 38
buah apotek memiliki proporsi yang seimbang.
Apotek
dengan pegawaiantan
3-5
orangsebanyak 65 buah, adapun yang memiliki lebih
dari 1,0 orang sebnayak 1B buah. Empat puluh
Sembilan
orang
telah
bertindak
sebagaipengelola apotek
lebih
dari6
tahun, sisanyaberagam
vang didominasi
oleh
4-6
tahunpengalaman.
Apotek
yang telah beroperasilebih
dari
10tahun sebanyak 41 buah, diikuti 3-6 tahun (34
buah),
7-10 tahun (30
buah),
dan
sisanyakurang
dari
3
tahun. Sebagian besar apotek(41,60oh) memiliki konsumen antara 25 hrngga
50 orang, dan proporsi yang memiliki jumlah konsumen lebih dari jumlah tersebut sebanyak
30,100/o.
Dua
belas apotek
memiliki
penghasilan diatas 100 juta rupiah, 28 apotek berpenghasilan
51-100
juta, dan
sisanyamemiliki
pendapatan dibawahnya. Terkaitdengan pangsa pasar, lebih dari 50% memiliki pangsa pasar kurang
dari
5o/o dan hanya 7apotek yang memiliki pangsa pasar diatas 2006
di daerah operasinya.
4.
Analisis
Pendekatan partial least square (Smart PLS 2.0;
Chin,
1998) digunakanuntuk
memodelkanjalur yang mengestimasikan pengukuran dan
pafametef-p al:ametef stfuctufal dalam structural
e q a a ti o n m o d e/ (S END \<ar ena dalam p enelitian ini
menggunakan variabel
reflektif
(modal sosialkognitif,
struktural,
dan
relasional; berbagipe
ngetahuan,
dan
interdependensi)
danformatif
(kinerja hubungan) secara betsam^ n.Untuk
mengukurproperty psikometri
dariinstrument penelitian. riset
ini
menggunakanprosedur yang
digunakan
oleh
I{leijnen,Ruyter,
and
\Wetzels (2007), menggunakan indikator reflektif pada seluruh konstruk (lihat Tabell).
Model
null
t^np^
hubungan
struktural
diestimasikan,
dan
reliabilitas
dievaluasi dengan t^ta-rata composite scale reliabililt (CR)dan auerage uariance extracted (AVE) (Chin, 1998;
Fornell and
Larcker,
1981).Untuk
semuapengukuran, semua nilai CR diatas 0,700 dan
AVE, juga diatas 0,500 (Fornell and Larcker, 1981). Selain itw, conuergent ualidi4, dievaluasi
dengan meLihat pada standardiqed laadings dad pengukuran yang digunakan (Chin, 1998), dan
semuariya menunjukkan angka lebih dari 0,500.
Satu
item
pada orientasi kewirausahaan yangmemiliki loadings dibawah 0,500 dihapus dalam penghitungan lebi h lani u t.
Jurnal
Nlanajemen Teknologi Vol.13 I No.1 2011
S tr ka;a da, I -iiana i S isten Or.qanisasi Kognilyf dan Afeknf dan Pengaruhnya terhadap Kinerya Apotek di Surabaya: Efek Moderasi Oientasi ku'irnrcal:aan
Tabel 1. Validitas dan Reliabilitas Variabel Penelitian
Composite Cronbach's u
reliabil
Perusahaan kami dan Astra ....,.
lGCompl/
Kami mengumpulkan informasi teniang,'.... secara sistematislGCustl
dan terus-meneruslGCompZ
Kami mengumpulkan informasitentang
secaralGCust2
menyeluruhlGComp3/
Kami mengamati perilaku '....' secara s$emats danterus-lGCu$3
menerusMendiseminasi infornnsi
lDCompl
/
Pegawai kami menghabisl€n waktu yang culflp untukbertu ka r pe rkemba ngan terbaru terkait ...,.. den gan peg awai lain dalam 1 apotek
0,913/ 0,922 0,937/ 0,943
0,9211
0,901
O,BBZ 0,867 0,853/ 0,843 0,876/ 0,867
0,892 0,892
O,BB6/
O,886
0,906/ 0,906 0,957/ 0,866 0,943/ 0,977
0,90 1/
0,866
0,945/ 0,935
0,903/ 0,893
0,9231 0,905
0,9 54/ 0,%4
0,9121
0,906
0,840/
0,B34
0,876/
0,B75
0,926/ 0,916 lDCustl
lDCust2 lDComp3/ lDCust3
lSCompZ lSCu$2 lSComp3/ lSCu$3
lDComp2/
Kami secara terafur mengedarkan dokumen yang memberikaninformasi relevan mengenai ,,....
Semua pegawai apotek kami secara terafur menerima
informasi terkait dengan perkembangan yang dimiliki oleh Menganalisis lnformasi
lACompl/
Kami menganaliss informasi tentang ...". secara sistematislACusll
dan teraturlACompZ
Pemilik Apotek secara periodik menganalisis danlACusl2
menginterpretasikan informasiyang terkumpul tenhng .. '. 'lAComp3/
Pegawai apotek kami secara teratur bertemu untuklACu$3
menganalisisperubahanterkait..'...Menyimpan infomasi
lSCompl/
Kami menyimpan dan memperbarui informasi tentang ..."'lSCuSi
kami dalam sistem informasi yang sesuai (contoh: data base)secara sistematis dan teratur
Kami menympan dan memperbarui informasi tentang '.'...
tcami dalam dokumen-dokumen yang sesuai secara sistematls dan teratur
Semua pegawai apotek kami memiliki akses dan menlmpan
9Ftem Kognitif
_
"Mendapatkan informasi
informasi vanq tersedia Sistem Afektif
SAComp'1/ SACustl SACompZ SACust2 SAComp3/ SACust3 SAComp4/ SACust4 SAComp5/ SACust5
Kami sadar
bahwa
adalah faktor penting yang mempengaruhi lqesuksesan apotek kamiKami menekankan aktivitas terkaii ... dan sukses Kami memiliki budaya yang berorientasi pada ... ... kami adalah titik uhma dari aktivitas apotek kami
0,655/ 0,648 0,896/ 0,899 0,901/ 0,899 0,904/ 0,904 0,83'1/
0,918/ 0,923
0,876/ 0,896
Kami memiliki strategi yang berdasar pada pemahaman
il
Jurnal
Manajemen Teknologi Vol.13 lNo.1 12014
J'trkon dan Viciana/ .li:ten Organisasi Kognittf dan AJekttJ dan Pengarahnya terhadap Kineja Apotek di Sarabay: EJik Moderasi Oientast
Keuirausaltaan
Tabel 1. Validitas dan Reliabilitas Variabel Penelitian (Sambungan)
Responsifitas Perusahaan
Hubungan perusahaan kamidengan dengan Astra telah meningkafl(an ...
ResCompl/ Kami merespon secara cepat jika sesuatu yang penting terjadi
ResCu$1
pada...l€miResComp2/ Kami secara cepat mengimplementasikan aktiVhsaktivitas ResCu
st2
ya ng terka it de ng an . . . kamiResComp3/ Jika tindakan kami yang terkait dengan
...
tidakResCusl3
menghasilkanefek yang
diinginkan,kami
segeramenggant nya
ResComp4/ Kami bereaksi secara cepat terhadap perubahan mendasar
ResCust4
pada... kami0,956/ 0,868
0,9271
0,901 0.933/
0,912 0.924t 0,886
0,965/ 0,895
0,951/ 0,915
Odentasi Kewirausahaan
EO'1
E02 E03 E04 E05
Kami memulai suatu aksidan direspon/diikuli oleh apotek lain
Kami selalu mengubah/memperbarui bentuk pelapnan kami terhadap pelanggan
Kami dengan cepat memperkenallen obat baru di apotek kami
Kami sangat memperhatikan pemasaran obat dan pelayanan di apotek kami
Kami memiliki kecenderungan yang kuat untuk mengambil tndakan vanq berisiko tinqqi
0,762 0,852 0,571
0,5 50
0,245
0,783 0,690
Kinerja Perusahaan Kinerja pemasaran
Selama 3 tahun terakhrr terkait dengan pesaing anda, bagaiman kinerja apotek anda dalam: MPFl Menin gkatkan kepuasan pel ang gan 0,897
0,8%
0,913
0,857MPF2
Mendapafl<an pertumbuhan penjualanMPF3 Mendapafl<an/mengamankan pangsa pasaryang
diharapkan
0.856 Kinerja keuarganFPF,1 Mendapat<an laba png diharapkan
0,969
0,864 0,9580,789
FPF2
Mendapafl<an pertumbuhan laba yang diharapkanCatatan: ltem pertanyaan yang tercetak miring dihapus untuk analisis lebih lanjut dikarenakan outer loadings yang rendah
FPF3 Me4,apailran req{l on sa
Menurut Ghozali
Q01.1),variabel
denganindikator
formatif
tidak
dapat
dianalisisdengan hanya
melihat
conuegent ualidi4t dan composite reliabili4,sepertr halnva
konstruk reflektif. Untuk itu, analisis tambahan denganmenilai koefisien regresi
dan
signifikansJ.nl'adilakukan
untuk kinerja
perusahaan. Hasil analisisjuga
menuniukkan bahwa koefislen regresinvamemiliki
tingkat signifikansi yang diharapkan, sehingga semuavadabel
yangdigunakan
dalam penelitian
ini
memiliki validitas dan reliabilitas yang diharapkan.Untuk mengecek dampak dari potensi common ruethad uaiance
(CM\D
daiam penelitianini,
2langkah pengujian dilakukan.
Pertama,menggunak zn uii H ar m a n' s o n e -fo c ta r te s I dengan
menempatkan semua
item
pertanyaan dzlamp ri n ctp a / ca np o n e nt fa ctor an a
!
si s (Podsakoff
danOrgan, 1986). Hasilnya menunjukkan bahwa
tidak
ada
satu faktor yang
mendominasi. (terdapat6
faktor
yang
dihasilkan dengan64,8900/o adalah
latal
uaiance,dan
faktorpertama mempunyai
19,09Io/o variance).I{edua,
.tji
discriminantualiditl
dilakukanmengikuti prosedur yang dikembangkan oleh
Fornell and Larcker
(1981). Bilamana nilai AVE,untuk
setiap variabellebih
besar dari kuadrat korelasi variabel tersebut, mzka dapatdikatakan bahwa
^rrta;r
variabel
penelitianmemiliki
discriminant
ualiditl. Tabel
2menunjukkan hasil tersebut dan terlihat bahr,va
nilai masing-masing AVE,lebih besar dari nilai
kuadrat dart
korelasi
variabel-vatiabel
penelitian.
Jutnal
Manajemen Teknologi Vo1.13 jNo.1 12014 0,481
G
.E
m
'o a, qp.l +c
iti Ci !bo !;, ;'-! r)
jE
s^ dN f4u >n}.;
5o 'oy -Od *rc do. c.rT&
!C ql 6U5 bDU dtr >N h0i
!;
dC '!6 ld H.k.-trd -! M'd dp Ot E! J-!
Sukoru dan ltinanaf Ststem Organnasi Kognitrf dan Afektif dan Pengaruhnla terhadap knerja,4potek di Sarabay: Efek Moderasi Oiental
Keuirat.rahaan
b- q) :1" !o q) ro \tr lcJ t+ \t \f cD (0
e9o)r{)c)\fF\-F(6(o(66) oc\FaaooaossQGD
s s Q \f F Q lt\ O F\ o.) (O CO r
!- \ \t Q e c,o (o (c) <o rO cr) (t tI)
qqqQq\\\.:o?c-.'qnt
eD 1..- cD c') O c\l ts C\ F tc) (g <- Lr)
Y' !9 \f ia Q c\l c\ c\r c\ o o) si o
QQFOQFFFSCDT-u)<-\f fr, SD cD F F- O t- a 6D C\t rf tr)
e r11 F- e ql s <rt F N F- rri o, <>
qqqqq-q-q\q\e'.,qqn
F- cD Fr F Q (b \t cF) @ o o <D € C\stsc|AC!C\C\6lt1+1+Or_
OOOOO\ftf)\fu)(c>(')$-(O A N O (() cD (D l- O OOOOO\ftf)\fu)(c>(')$-(O O) O C\l
aaaQAc\lGlOtr)-il-.+O-oaoQo(o\tooCo(ocD+c\
\ cD l-- !- Q (Y) r<f O + oO cO cr) €) c\tsFQ|c'c\tOL()N.sf.sfor
qqqqq\tqaq\c9a?i-s9 Q q-{ Q !0 (') O O) O (O O) O c\r
99999olc)@Los=to'_ OOOQOaT(oF(O(OC).trc\
(o c\l : (\l crl ro c\ () (o o rf (o (ooqF-c!cf)N(f)o)ro(oCf)
-:c!ic!qqqqqclqc.l
n
q
r.o \fa
aRNd€>p>3sgs
qqq
iqqqq?<?-;q
38439€5SERS8=
\\
c-qTc?"-:q":cr{c?qg.
8d38F=:?:gES3
I c q
-q
a Y -. Y ". n q ':
T
-: o) o c.) 9? (o trl (o Lo (g ro cD 9\.1
q(o=;q\|r-@F@6=o90
c q n "! T q - q -. i - - q
SHHSSRRSfrSgHE
O (\l 6 O) .<f,
- o - o F- sf - cr) C\l .{' (O r @ O) (.o O) @ Lr) \- (ri co
c2
*: -
c?
q q
cD <?cl ": -q ":
oqC\l C\l (\l C\
- <t CO $ C.) S lf) rf) \f
c (ttc
P-ES
'Fcco)
'=iX'6(s=c.c
F.
eE
8-t
-sE
l€c
€-s*€-s*F-E'EE
i p*gq=-8=-Bg-gE€
l.=
+3As-RE
F=g€E
H
lE E
g
g
f
-9'
.
--
(u
a
o-l:=tt=EEEEbb.e.o
lF
E
€ €
E E
.E
6 d
* * ;
a
15
e
E;
s
3
3-3
#
e e 5
€
I a/, (\a
o
oo (\t ci en st EI (E (! &, IEo
c
o
o-dt -o6 L CI a d O ri o ! I c3a
U (l O. st q O.i
O c(I.
32 IurnaiSakoto dan Vicianaf ,\'isten Organisati Kagnitif dan Afektif dan Pengaruhtrya terhadap Kinerja Apotek di Sarabay: Efek Moderasi Orientas.t.
Keairuuvhaan
Untuk
menguii hipotesis,
riset
ini
menggunak
^n ., tra ctu rLt / e q tl a ti 0 il m 0 d e li ng dengan
metode pdrtidl least quare (PLS) menggunakan
Smart PLS 2.0 (Chin, 1998). Mengingat dua
variabel merupakan variabel
formatif
(kinerja hubungan dan variabel kontrol), peng€lunaanPLS tepat dalam menganaLisis model penelitian
yang
menggunakanvariabel
teflektif
danfotmatif.
Prosedur yang digunakan denganmenghasilkan sub-sampel 300 dari kasus yang
dipilih
secara random, dengan penggantian,dan
data aslinya.I{oefisien
jalur
kemudian dihasilkanuntuk
sub-sampel yang tetpiJih.r-statistik
dihitung
untuk
semua
koefisien,berdasarkan stabilitas antar sub-sampel yang
mengindikasikan
jalur
mana.y^ng
signifikansecara statistik.
Penelitian
ini
menggunakan second-order factoruntuk sistem organisasi yang kognitif, baik bagi
pesaing
dan
pelanggan,
maupun
kinerja perusahaan.Prosedur
ini
ingu
konsisten denganlang
dilakukanoleh Homburg
dkk.(2007) guna mengelola jumlah parameter yang
digunakan dan pada saat yan€l sama menjaga
maltifaceted
nature
tf
construct
(Little,
Cunningham, Shahar, dan
\fidaman,
2002),dilakukan ttem p arce linguntuk variabel-variabel
tersebut.
Hal
ini
i.rg,
ditunjang
dengan
tingginyaCronbach's Alpha (diatas 0,700) untuk masing-masing dimensi seperti yang disajikan pada Tabel1.
Hasil
analisis menunjukkanbahwa
sistemorganisasi
afektif
(f1r=0,261,t -
2,294)memiliki
pengaruh
yang
lebih
besar dibandingkan sistem organisasi yang kogniuf(f3 r= 0,1, 9 0, t= 1,832), s ehingga H, terkonfirma si
dalam penelitian
ini.
Hipotesis
kedua memprediksi bahwa responsifitas perusahaanpada pesaingnya dipengaruhi secara dominan
oleh
sistem
organisasi
yang
kognitif
dibandingkan
afektif. Hasil
analisis
menunjukkan bahwa
pengaruh
sistemorganisasi yang
kognilf
(11.=9,362, t=3,776)dan
afektif
(po=0,426,t=4,295)
memilikitingkat
signifikansi yang sama, sehingga H"dalam penelitian
ini
tidak
terkonfirmasi.Hipotesis ketiga menyatakan bahwa pengaruh responsifitas perusahaan pada tindakan yang
dilakukan pesaing maupun yang dibutuhkan
pelanggan
berkontribusi
positif
terhadapkiner
ja
perus
ahaan.
Hasil
analisis
menunjukkan
bahwa responsifitas
padapesaing berpengaruh secara
positif
tethadapkinerja
perusahaan (f3r=0,198,t-
2,305),sedangkan responsifitas pada pelanggan tidak
berpengaruh secara
signifikan
(fj,,=0,1,0I, t=0,755), sehingga hanya H." yang terdukung.R2:0,374
Jutnal
Nlanajemen Teknologi Vol.13 lNo.1 12014
R2:0
0:0,I s
R1-0.170
Catatan: ' menunjukkan p<0,100, - menunjukkan p<0,05, " menunjukkan p<0,01, '"^ mcnunjukkan p<0,001
Sistem Kognitif
Respon pada Pesaing
Sistem Afektif
Kewirausahaan
Respon pada Pelanggan
Sistem Afektif
Pelanggan
Gambar 1. Model Penelitian
Stkoco 1an Viciana/ Sisten Organisasi Kognitif rtan,A;t'ekti;f d.an Pengarubnla terhadap l(ineia A1>otek di SarabEa: E;t'ek Moderasi Orunta'
Keuirattsahaan
Hipotesis
keempat menyatakan
bahwapengaruh
positif
responsifitas perusahaanpada pesaing dan pelanggan akan dimoderasi oleh orientasi kewiraus ahaan y zngdimiliki oleh
pengelola, semakin
tinggi
otientasi
kewirausah^an
m
ka pengaruh tersebut akansemakin menguat. Guna menguiinya, riset
ini
mengikuti prosedur yang digunakan oleh Gray dan Meister Q004), risetini
memodelkannyadengan mengintetaksikan
vartab
el responsifitaspada
pesaingdan
pelanggandengan orientasi
kewirausahaan
sebagaimoderator
dengan
menggunakan metodecentering seperti yang disarankan oleh Fraziet,
Tix danBarron (2004).
Misalnya,
untuk
menielaskan
bagaimanapengaruh
tingkat orientasi
kewirausahaan tethadap hubungan^nt^r^ responsifitas pada pesaing dengan kinerja petusahaan, riset
ini
menciptakan
n
m
vadabel interaksi
baru dengan responsifitas pada pesaingsorientasikewirausahaan.
Mengingat
variabel
responsifitas
pada
pesaing
dan
orientasi kewirausahaan(1item
dihapus katena loading yang rendah) masing-masing memiliki 4 item,maka terdap at1'6 rtemhasil interaksi keduanya'
Intetaksi
antat^ responsifitaspada
pesaingdengan
orientasi
kewirausahaan tidak
signifikan (Fr=-0,115,
t
=
0,895), begitu jugainteraksi afltar^ responsifitas pada pelanggan dengan orientasi kewirausahaan (pr=-0,115,
t=0,895);
sehingga
H*
tidak
terdukung'Adapun pengaruh variabel
kontroi
terhadapkinerja
petusahaanjngu
signifikan,
yakniiumlah pegawai dan penjualan serta jenis obat
yang
dibeli
konsumen berpengaruh secarapositif dan signifikan terhadap kinerja apotek'
5.
KesimPulanPenelitian
ini
dapat
disimpulkan
sebagaiberikut: Pertama, peneliuan
ini
menuniukkanbahwa sistem organisasi yang kognitif memiliki
kontribusi yang
sama signifikannya dengansistem
organisasi
yang
afektif
dalammembentuk
responsifitas perusahaan pzdapesaing.
Jurnal
Manajemen Teknologi Vo1.13 lNo.1 12014
Hasil
ini
bertentangan dengan argumensebelumnya bahwa pemtosesan informasi y
komprehensif terkait dengan tindakan pesr
akan
mendorong
organisasi menggunasistem
organisasikognitif lebih
domi dibandingkanafektif
(Homburgdkk.,
2(Shiv dan Fedodkhin, 1999). Hal
ini
munl dikarenakanindustri
apotek
diatur
denbanyak regulasi oleh pemerintah maupun e
profesi
dranlan apoteker meniadikan kesistem,
baik kognitif dan
afektif,
berprdalam
membentuk responsifitas
terhapesaing sama kuatnya. Selain
itu,
mengir responden penelitianini
adalah pengelola pemilik apotek yang notabene sebagian blulusan
Fakultas
Fatmasi.
Univers
Airlangga, maka interaksi sosial dan emosi
ant^t
^poteker sangat
tinggi
sehinggasis
organisasi
afektif
iogu
berperan
dtmembentuk responsifitas terhadap pesainp
Yang
kedua, penelitianini
mengkonfir: bahwa sistem organisasi afektif lebih domdalam membentuk resPonsifitas
^Pterhadap pelanggan dibandingkan
sylorganisasi
kogrutif.
Hal
ini
seialan derpenemuan
Homburg
dkk.
(2007)
btnofma
atau ntfat organisasi berperan dorrmembentuk tesponsifitas
apotek
terhkebutuhan pelanggan
dibandinP
pemrosesan informasi yang meteka lakr Interaksi sosial yang tinggi dengan pelan
(mis: I(oufteros dkk.,
2005; Sethi,
2kebutuhan untuk mengambil keputusan s
spontan (Shiv
dan
Fedorikhin,
1'999),kerelaan
untuk
Pelangganuntuk
beinformasi
secaraterbuka
(Cannon Perteault, 1999;Thomke dan
Von
Hj2002) meniadikan perusahaan menggur
afeksinya dibandingkan kognisinya
cmenanggapi kebutuhan Pelanggan'
I{etiga,
penelitianini
menuniukkan bresponsifitas terhadap pesaing berkont:
positif
terhadapkineria
apotek, sedatresponsifitas terhadap
pelanggansignifikan.
Hasil
ini
hanya mengkonfisebagian dari penemuan Homburg dkk. (
maupun
Jayachandrandkk.
(2004).H
dimungkinkan karena
Pelanggan
a1.lukaco dan Vicianaf .\'is/em Organisasi Kognitif dan AJiktif dan Penganrhnla terbadap knerya Apotek di Sarabay: Efek il[oderasi Orientasi Kuuitau.raltaan
sebagian besar merupakan rujukan dari dokter,
*sehingga mereka tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja apotek. Meskrpun
apotek
i.,gu
dapat meniual
OTC,
namun proporsinya masihrelatif
kecil dibandingkanORD.
Guna
meningkatkankinerja
apotek,tentunya berinteraksi
secara
sosial
danemosional dengan dokter perujuk obat akan
lebih efektif.
I{eempat, peneLitian
ini
menemukan bahwaorientasi
kewirausah^aflyang
dimiliki
olehpengelola
^ta:u
pemilik
tidak
memoderasisecara
signifikan
pengaruh
respnsifitasperusahaan
pada
pesaing
dan
pelanggan terhadapkinerja
apotek. Nleskipun
dalam penelitian ini telah memisahkan pemiJik apotekyang
berlatar belakang apotekerdan
non-apoteker (pebisnis), namun dlant^ta keduanyatidak terdapat perbedaan yang signifikan ant^ra
r^ta-t^t^
keduanyaterkart
dengan odentasikewirausahaan.
Dengan kata
lain,
orientasikewiraus ah aan diantar a pemilik atau p engelola
apotek di Surabaya memiliki level yalg
tn-u.
Hasil
peneJitianini
mempunvai
implikasimanajerial
sebagaiberikut:
Pertama,
pra
manajet periu mengembangkan tesponsifitas terhadap pesaing yang berkontribusi
positif
terhadap kinerja apotek. Hasil penelitran
ini
menunjukkan bahwa pemrosesan informasi secara
kognitif
dan
afektif
meningkatkanresponsifitas
apotek
terhadap
tindakanpesaing.
I{edua, meskipun dalam penelinan rni terlihat bahwa responsifitas terhadap pelanggan tidak
berpengaruh
secara
signifikan
terhadapkinerja, namun sistem organisasi
kognitif
danafekuf
perlu didorong,
mengingat belum banyak apotek yang menggunakan keduanyasebagai sumber informasi sebelum keputusan
diambil.
Riset
ini
berpendapat
bahwa responsifitas pelanggan bisa diiadikan dasarbagi perusahaan
untuk
membedakan dirinyadengan
apotek
lain
yan€!nantinva
akanmeniadikan keunggulan bersaing
dalammemperebutkan pelanggan [X/u dkk., 2013).
I{etrga,
pengelola atau
pemilik
dapatbenchmarking pada
industri
apotekdi
negaralain,
misalnyaUSA
denganCVS
Pharmacy,yang berevolusi tidak hanya menjual ORD dan
OTC,
namun mengombinasikannya denganconuenience store sehtngga pendapatan menjadi lebih tinggi.
Meskipun peneJ,itian ini telah dilakukan dengan
baik,
namun
masih
terdapat
beberapa keterbatasan. Pertama, penelitianini
terbatashanya
pada apotek
di
Surabaya. Tentunya dengan mendistribusikan kuesioner ke daerahlain
maupun
industri
lainnya
akanmeningkatkan generalizability
dari
hasrlpenehtian
iru.
I{edua,
penggunaan sumbertunggal
(pengelola
atav
pemilik)
,vangmenjawab semua
variabel penelitian
yangdigunakan meningkatkan
potensi
c0mm0ntnetltad uariance
(Podsakoff
dkk.,
2003).Penelitian
kedepan
diharapkan
dapat menggunakan sumber yang berbeda, baik dari pihak apotek maupun data sekunder lainnya(misal:
laporan
penjualan
dari
PBF
^tau produsen obat). I{etiga, mengingat orientasi kewirausahaan terbentuk dalam jangka waklu
yang lama, tentunya menggunakan rass-sectiona/
netbod
ttdak
dapat
meng-capture fenomena tersebut. Untukitu,
penelitiankualitatif
vanglongitudinal akan dapat memberikan gambaran
yang jelas terkait
dengan
proses
pembentukannya dan pengaruhnya terhadap kinerja apotek.
DaftarPustaka
Ardia, H. (2013). BPJS Berjalan,40o/o Revenue
Ritel
Farmasi
Terancam
Hilang.
l:
t t
p
: I /
u, LL,lv
"
b
i
s n
i
.rf a l; nr" u tn f i
d
ex.p hp I b t ri tc I ltpl s-h e ry't /an-4 {} rt re nu e- ritr lfa ru as i- lert n ta n - b i la ng.Diakses pada tanggal 18 Februart2014.
Atuahene-Gima,
I{.,
&
I(o,
A.
(2001).An
Eempirical Investigation
of
the
E,ffecto
f Market
Orientation
and
Entrepreneurship Orientation
Alignment
on
Product
Innovation.O rgani qoti o n 5' ri e n ce, 1 2 (1), 5 4-7 4.
Jurnal
Nfana]emen Teknologi Vo1.13 lNo.1 12014
Strkoco tlan l,'iciana/ Sistem Or2anisasi Kogniti.f tlan Afektif dan Pengruhrya terhadap Kinerya Apotek di Sarabay: Efek Maderasi Oia Keniraasdhaan
Banirestu,
H.
(201,3).CEO
I{imia
Farma: TransformasiApotek
meniadi JannganHealth
Care Provider. Malalah
SwaOnline: http:l / nua.co.idf rco-inleruieu.'f
rca-ki n i aJ"arn a - tran sJrt r ttt a-ri - ap o / e k- rt e nj a d i -.faringan-bealtb-rcrt prouider Diakses pada
tanggal 1 B F eb tuari 20 1 4.
Beyer, J.
M.
&
Nino,
D.
(2001). Culture as aSoutce, Expression and Reinforcer
of
Emotions tn Orgatizztions," in E n oti o n sat Work: T he ory' Res earch an d App licatio n s i n
Management, RoY
L.
PaYne and CarY L.Cooper, eds. Chichester, UI{: John \X/iley
& Sons, 173-97.
Boso, N., Story,
V
M.,&
Cadogan,J.\(
(2013).Entrepreneurial
Orientation,
MatketOrientation,
Network Ties,
and Performance: Studyof
Enttepreneurial Firms in a Developing Economy. Journalof B usine ss Venturing 28 (6),7 0B-7 27 . Cannon, J. P.
&
PerreaultJt.,
$il
D.
(1999).Buyer-Seller Relationships
in
BusinessMarkets. Joarnal
of
Marketing Research,36Q\ovemb er),439-60.
Chen,
MJ.
(1996). Competitor Analysis andIntet-firm
RivalrY: Towards
aTheoretical
Integration.
Academl oJ Man age m e n t Re uie w, 21', 1, 00 -1' 3 4.Chen, M.-J.,
St, K.,
&
Tsai,
r'Xl
Q007).Competitive Tension:
The
Awareness-Motivation-Capability
Perspective'Acadenl
of
Managenent Journal,50
(1), 101-1 1 B.Chin, \Xl
\il
(1998). The Partial Least SquaresApproach
for
Structural
EquationModeling. In: Modern Methodsfor Bu.tiness Research,ed. G.A. Marcoulides. Mahwah'
NJ,
Lawrence
Etlbaum
Associates, 295-336.Clark,
B.
&
Montgomery,
D.
B'
(1999).Managerial
Identification
of
Competitors. Journal
of
Marketing,63fluly),67-83.
Daniels, K.,Johnson, G.,
&
de Chernatony, L. (2002).Task and Institutional Influenceson
Managers'
Mental Models of
Competitio
n.
Organilalion S tu dies, 23 (1), 31.-62.Day, G. S. (1994). The Capabilities
of
Matket-Driven
Organizations. Journal
of
M arke ti ng 5 8 (October), 37 -52.
Deshpand6,
R.
&
$TebsterJr.,
F'E.
(1 Orgarizanonal Culture and Mark Defining the Research Agenda. JoarM a rke ti ng 53 Q anuary), 3-1 5 .
Eppler,
M.J.&
Mengis,J. Q004). The Coof
Information Ovedoad:A
RevirLiter^tare
from
Organization ScAccounting, Marketing,
and
R Disciplines. T he Infornation S ociefl ,325-44.
Forgas, J.
P.
(2003). Affective InfluencAttitudes andJudgments, in Handl Alfectiue Sciences, Richard
J.
DavI{laus R. Scherer, and H.
Hill
Gold eds.Oxford:
Oxford
UniversiT 596-618.Fornell, C.,
&
Larcker, D.F. (1981). EvaiStructural Equation
ModelsUnobservable
Variables
Measurement Errof. Joarnal of Ma
Research, 1 8(1), 39-50.
Frazier,P. A., Tix, A. P., &
Batron,I{.
E,. (Testing Moderator and Mediatot
I
in
Counseling PsychologY ResJournal
of
Counseling PsYcholol1,15-1,34.
Ghozab.,
I.
(201,1).Structural
E,qModelling Metode
Alternatif
cPartial Least
Square.Edisi
3.Penerbit
Universitas
DiPonrSemarang.
Ghoshal,
S.
&
Westney,
D'E,.
(Organtzrng
ComPetitor Ar
Systems. Strategic Management
"
12(1),1,7-31.
Hansen,
M. T. &
Haas,
M.
R.Competing for Attention in
l{no'
Markets: Electronic
Docr
Dissemination
in a
Manag
Consulting
ComPanY. AdminiS cien ce pu arte
rfi
, 46 (1), 1' -28.Homburg, C. & Pflesser, C. (2000). A
M
laye
r
Model
of
Market-or
Orgarizanonal
Culture:
MeasuIssues
and
Performance
OutJoarnal
of
Marketing
Ret37 Q'dovemb er), 449 -62.
Homburg, C., Grozdanovic,
M.
&
I{a
M. (2007). ResPonsiveness to Cus
and Competitors:The Role
of A
and Cognitive Organtzational SJ o arn a I of M arke ting, 7 1' (7) : 1 8-3 8.
Jurnal
SukocodanViciana/ SistenOrgantsaiKognitif dan,4fekti;f danPengaruhnlaterhadapknaTaApotekdi.\'arabala:EJiktrfodera:iOientasi
Knyirau.raltaau
Hult, T.G.,I{etchenJr., D.,
&
Slater, S. (2005).Market Orientation and
Performance:'
An Integration of
Disp
^{^te
Apptoache s. S trategic Management Jzarndl,
26(12),1173-81.
Jaworski, B. J.
&
I{ohli,
A. K.
(1993). MarketOrientation: Antecedents
and
Consequences. Journal
of
Marketing,57flu\),53-70.
Jayachandran, S., Hewett,
K.,
&
I{aufman, P.Q00 4). Customer Response Capabilitf in
a Sense-and-respond Era:
The
Roleof
Customer I(nowledge Prccess. Journal af
the Acadenl
af
Marketing Science, 32(3),219-233.
Johnson, R. A.,I{ast, F. E., & Rosenzweig,J. E. (1963). The Theory and Management of
51 s te n s. New York: McGraw-Hill.
I{ast,
F.
E.
&
Rosenzweig,J.
E.
(1970).Organiqation and Management:
A
SlstensApp ro ac h. New York: McGraw-Hill.
Katz, D.
&
I(ahn, R.
L.
(1978). The SacialPycbology
of
Organirytions. 2"u ed. NewYork: John \7iley & Sons.
I{eh,
H.
T., Nguyen,T. T. M.,
&
Ng, H.
P.(2007). The Effects
of
Entrepreneurial Odentation and Marketing Information on the Performa