• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Tindakan Kelas (5). docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penelitian Tindakan Kelas (5). docx"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini perkembangan masyarakat dan tuntunan pendidikan yang berkualitas begitu cepat. Akibatnya, tuntutan terhadap layanan pendidikan yang harus dilakukan oleh pendidikan pun harus meningkat lebih cepat. Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu cara yang strategis bagi pendidik untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks layanan di kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena adanya masalah yang dihadapi pendidik dalam proses pembelajaran di kelas.

PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.

Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas.

(2)

Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.

Dengan adanya Penelitian Tindakan Kelas, kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran akan dengan cepat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut, jika kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki dan kesulitannya dapat segera diatasi, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan dan hasil belajar peserta didik diharapkan akan meningkat. Selain itu, Penelitian Tindakan Kelas dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru, apakah selama ini metode, strategi dan teknik yang digunakan sudah sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Sehingga hasil belajar peserta didik dapat menjadi lebih baik.

B. RUMUSAN MASALH

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu :

1. Apa itu penelitian tindakan kelas (PTK)? Dan bagaimana pandangan para ahli tentang pengertian PTK?

2. Bagaimana karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK)? 3. Apa tujuan dan manfaat melakukan penelitian tindakan kelas?

4. Bagaimana langkah-langkah umum melakukan penelitian tindakan kelas (PTK)?\

(3)

C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat:

1. Memahami pengertian penelitian tindakan kelas 2. Mengetahui karakteristik penelitian tindakan kelas

3. Mengetahui tujuan dan manfaat melakukan penelitian tindakan kelas 4. Memahami langkah-langkah melakukan penelitian tindakan kelas 5. Mengehtahui model-model penelitian tindakan kelas yang ada saat ini 6. Memahami analisis dan pelaporan penelitian tindakan kelas

D. MANFAAT PENULISAN

(4)

BAB II

KERANGKA BERPIKIR DALAM PENULISAN

A. Metode Penulisan

Metode penulisan dalam makalah ini adalah dengan menggunakan metode Pustaka. Metode Pustaka adalah metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dangan alat baik berupa buku,maupun informasi dari internet.

B. Ruang Lingkup Kajian dan Pembahasan

Ruang lingkup kajian dan pembahasan pada makalah penelitian tindakan kelas meliputi pengertian tindakan kelas baik secara umum maupun dari para ahli, karakteristik PTK, tujuan dan manfaat PTK, ragam model PTK, sertaanalisis data dan pelaporan PTK.

C. Sumber Data dan Informasi

Sumber data dan informasi dalam penyusunan makalah ini diperoleh dari buku-buku tentang penelitian tindakan kelas, artikel terkait materi, dan internet.

D. Teknik Pengumpulan dan Penyajian Data dan Informasi

(5)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

PTK Tujuan & manfaat PTK

Analisis &

Penyajian data informasi pada makalah ini menggunakan penyajian data verbal. Penyajian data verbal itu sendiri merupakan penyajian dengan menggunakan kata-kata atau kalimat berupa narasi,dengan memperhatikan hal-hal seperti penggunaan bahasa yang tajam, tegas dan jelas.

E. Peta konsep kajian dan pembahasan

(6)

BAB III

KAJIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh gurudi dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinejanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Wardhani, 2010).

Penelitian tindakan kelas pada haikatnya merupakan riset-tindakan yang dilakukan secara siklik dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. PTK termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. PTK berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum. PTK lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya konstektual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi.

Beberapa ahli mempunyai pemahaman yang berbeda mengenai pengertian penelitian tindakan kelas. Berikut pengertian PTK menurut para ahli.

Lewin, PTK merupakan siasat guru dalam mengaplikasikan pembelajaran dengan berkaca pada pengalamnya sendiri atau dengan perbandingan dari guru lain.

(7)

Suyadi, PTK secara lebih sistematis dibagi menjadi tiga kata yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian yaitu kegiatan mengamati suatu objek tertentu dengan menggunakan prosedur tertentu untuk menemukan data dengan tujuan meningkatkan mutu. Kemudian tindakan yaitu perlakuan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Dan kelas adalah tempat di mana sekelompok peserta didik menerima pelajaran dari guru yang sama.

Sanjaya, Secara bahasa ada tiga istilah yang berkaitan dengan penelitian tindakan keleas (PTK), yakni penelitian, tindakan, dan kelas. Pertama, penelitian adalah suatu perlakuan yang menggunakan metologi untuk memecahkan suatu masalah. Kedua, tindakan dapat diartikan sebagai perlakuan yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki mutu. Ketiga kelas menunjukkan pada tempat berlangsungnya tindakan.

John Elliot, PTK adalah peristiwa sosial dengan tujuan untuk meningkatkan kualiatas tindakan di dalamnya. Di mana dalam proses tersebut mencakup kegiatan yang menimbulkan hubungan antara evaluasi diri dengan peningkatan profesional.

Kemmis dan Mc. Taggart, PTK adalah gerakan diri sepenuhnya yang dilakukan oleh peserta didik untuk meningkatkan pemahaman.

(8)

Berdasarkan beberapa pemahaman mengenai PTK diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu pengamatan yang menerapkan tindakan didalam kelas dengan menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian yang dilakukan dalam beberapa periode atau siklus. Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

B. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

Berdasarkan pada pengertian di atas, PTK memiliki karakterlistik

tersendiri sebagai pembeda dengan penelitian-penelitian lainya. Adapun beberapa karakter tersebut adalah:

1. PTK hanya dilakukan oleh guru yang memahami bahwa proses pembelajaran perlu diperbaiki dan ia terpanggil jiwanya untuk memberikan tindakan-tindakan tertentu untuk membenahi masalah dalam

proses pembelajaran dengan cara melakukan kolaborasi. Menurut Usman (dalam Daryanto,2011:2) guru dengan kompetensi tinggi merupakan

seorang yang memiliki kemampuan dan keahlian serta keterampilan dalam bidangnya. Sehingga Ia dapat melakukan fungsi dan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik dengan maksimal.

2. Refleksi diri, refleksi merupakan salah satu ciri khas PTK yang paling esensial. Dan ini sekaligus sebagai pembeda PTK dengan penelitian

(9)

sementara dalam PTK pengumpulan data dilakukan dengan refleksi diri. (Tahir,2012:80)

3. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di dalam “kelas” sehingga interaksi antara siswa dengan guru dapat terfokuskan secara maksimal. “Kelas” yang dimaksud di sini bukan hanya ruang yang berupa gedung, melainkan

“tempat” berlangsungnya proses pembelajaran antara guru dan murid. (Suyadi,2012:6)

4. PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran secara terus menerus. PTK dilaksakan secara berkesinambungan di mana setiap siklus mencerminkan peningkatan atau perbaikan. Siklus sebelumnya merupakan

patokan untuk siklus selanjutnya. Sehingga diperoleh model pembelajaran yang paling baik. (Daryanto,2011:6)

5. PTK merupakan salah satu indikator dalam peningkatan profesionalisme guru, karena PTK memberi motivasi kepada guru untuk berfikir Kritis dan sistematis, membiasakan guru untuk menulis, dan membuat catatan yang

dapat. Di mana semua itu dapat menunjang kemampuan guru dalam pembelajaran. (Daryanto,2011:6)

6. PTK bersifat fleksibel sehingga mudah diadaptasikan dengan keadaan kelas. Dengan demikian proses pembelajaran tidak monoton oleh satu model saja.(Tahir,2012:81)

(10)

data yang diperoleh hanya berlaku untuk kelas itu saja dan tidak dapat digeneralisasikan dengan kelas lain. (Tahir,2012:81)

8. PTK dalam pelaksanaannya terbikai dalam beberapa pembagian waktu atau siklus. (Sukardi,2011:212)

9. PTK tidak diatur secara khusus untuk memenuhi kepentingan penelitian

semata. melainkan harus disesuaikan dengan program pembelajaran yang sedang berjalan di kelas tersebut. (Sanjaya,2010:34)

Menurut Ibnu (dalam Aqib,2009:16) memaparkan bahwa PTK memiliki karakteristik dasar yaitu:

1. Dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan pada masalah yang dihadapi guru;

2. Adanya perpaduan dalam pelaksanaanya; 3. Peneliti sebagai media yang melakukan refleksi;

4. Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional;

5. Dalam pelaksanaannya terbagi beberapa siklus atau periode.

Menurut Richard Winter ada enan karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu:

1. Kritik Refleksi.

Salah satu langkah penelitian kualitatif pada umumya, dan khususnya penelitian tindakan kelas ialah adanya upaya refleksi terhadap

hasil observasi mengenai latar dan kegiatan suatu aksi. Hanya saja, di dalam(PTK) yang dimaksud dengan refleksi ialah suatu upaya evaluasi

(11)

pada taraf evaluasi terhadap perubahan-perubahan.Adapun menurut Schmuck (1997), yang dimaksud refleksi disini adalah refleksi dalam

pengertian melakukan introspeksi diri, seperti guru mengingat kembali apa saja tindakan yang telah dilakukan di dalam kelas, apa dampak dari tindakan tersebut, mengapa dampaknya menjadi demikian dan sebagainya.

2. Kritik Dialektis.

Dengan adanya kritik dialektif diharapkan penelitian bersedia

melakukan kritik terhadap fenomena yang ditelitinya. Selanjutnya peneliti akan bersedia melakukan pemerisaan terhadap :

a. Kontek hubungan secara menyeluruh yang merupakan suatu unit

walaupun dapat dipisahkan secarta jelas.

b. Struktur kontradiksi internal, maksudnya dibalik unut yang kelas yang

memungkinkan adanya kecenderungan mengalami perubahan meskipun sesuatu yang berada di balik unit tersebut bersifat stabil.

3. Kritik Kolaboratif.

Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) diperlukan hadirnya suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega,

mahasiswa, dan sebagainya. 4. Kritik Resiko.

Dengan adanya ciri resiko diharapkan dan dituntut agr peneliti

berani mengambil resiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung. Resiko yang mungkin ada diantaranya: Adanya tuntutan

(12)

5. Kritik Susunan Jamak.

Pada umumnya penelitian kuantitatif atau tradisional berstruktur

tunggal karena ditentukan oleh suara tunggal, penelitiannya. Akan tetapi, PTK memiliki struktur jamak karena jelas penelitian ini bersifat dialektis, reflektif, partisipasitif dan kolaboratif.

6. Kritik Internalisasi Teori dan Praktek.

Di dalam penelitian tindakan kelas (PTK), keberadaan antara teori

dan praktikbukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung dan keduanya berfungsi untuk mendukung transformasi.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas 1. Tujuan PTK

Berdassarkan karakteristik PTK di atas, maka tujuan guru melaksanakan PTK adalah dalam rangka memperbaiki cara-cara mengajar melalui penerapan metode baru atau tindakan baru yang ia temukan dan

diyakini karena metode bau ini telah teruji ternyata efektif meningkatkan hasil pembelajaran seperti yang diharapkan. Tujuan akhirnya melalui PTK

akan menghasilkan peningkatan baik kualitas proses maupun kualitas hasil belajar siswa. Dengan senantiasa memperbaiki cara-cara mengajarnya itu, guru diharapkan dapat memcahkan permasalahan nyata yang terjadi di

dalam kelas.

Disamping hal di atas, melalui PTK guru tidak sekedar bertujuan untuk

(13)

masalah yang dihadapinya. Secara lengkap tujuan PTK adalah sebagai berikut:

a) Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakn guru demi tercapainya tujuan pembelajaran yang bermutu. b) Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang

dilaksanakan oleh guru

c) Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah

pembelajaran dikelas agar pembelajaran bermutu.

d) Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memcahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi

siwa dan kelas yang diajarnya.

e) Mengeksplorasi dan membauhkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi

pembelajaran (misalnya pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

f) Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain

kemampuan inovatif guru.

g) Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris

kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi. Tujuan-tujuan di atas pada prinsipnya mengarah pada adanya

(14)

isi, mutu masukan, mutu proses, dan mutu hasil pendidikan dan pembelajaran di dalam kelas. Peningkatan pada spek-aspek ini pada

akhirnya dapat digunakan untuk meningkatkan professional guru dan menumbuhkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan

pembelajaran secara berkelanjutan. 2. Manfaat PTK

a. Manfaat PTK bagi Guru

Bagi guru, PTK mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut: 1) PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki

pembelajaran yang dikelolanya karena memang sasaran akhir PTK adalah perbaikan pembelajaran. Perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru karena ia sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kaulitas pembelajaran yang dikelolanya. Disamping itu, hasil PTK dapat disebarkan ke teman sejawat, sehingga mereka barangkali tergerak untuk mencobajan hasil tersebut atau paling tdak mencoba melakukan perbaikan bagi pembelajaran di kelasnya. 2) Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara professional karena dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Dengan perkataan lain, guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja professional.

(15)

mengatasi kelemahannya jelas-jelas merupakan guru yang penuh percaya diri.

4) Melaui PTK, guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan diri sendiri. Guru tidak hanya menerima hasil perbaikan yang ditemukan orang lain, namun ia sendiri adalah perancg dan pelaku perbaika tersebut, yang mengahsilkan berbagai teori dalam memperbaiki pembelajaran. Hasil yang ditemukan sendiri akan merupakan dorongan yang kuat bagi guru untuk terus-menerus melukakan perbaikan.

b. Manfaat PTK bagi Siswa dan Pembelajaran

Dengan adanya pelaksanaan PTK, kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran (baik strategi, teknik, konsep dan lain-lain) akan dengan cepat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut. Jika kelasalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan, menarik dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat.

Ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan perbaikan haisl belajar siswa. Kuduanya akan dapat terwujud, jika guru memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan PTK.

c. Manfaat PTK bagi Sekolah

(16)

meningkatkan kualitas pembelajaran mencerminkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

D. Langkah-Langkah Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas 1. Fokus Masalah

Kegiatan PTK sebelum pelaksanaan penyusunan rencana PTK merupakan kegiatan yang mendasari pelaksanaan PTK, yang berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

a. Identifikasi masalah

Kegiatan diawali dengan langkah mengidentifikasi bidang fokus masalah yang akan diteliti, bidang masalah diteliti dan dikembangkan. Dalam pendidikan dan kurikulum, bidang masalah yang dipilih adalah bidang masalah yang memiliki sumbangan paling besar terhadap mutu hasil pendidikan, khususnya mutu kemampuan dan pribadi siswa, misalnya implementasi kurikulum. Bidang tersebut masih mencakup secara luas, cakupannya dapat terdiri dari berbagai sub bidang atau segi, misalnya segi pembelajaran, segi praktik, pengelolaan kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler, penggunaan media, evaluasi, dll. Dalam segi pembelajaran masih terdapat lagi masalah-masalah yang bisa diidentifikasi dan dipilih sebagai fokus masalah, seperti pembelajaran pemecahan masalah, pembelajaran konstektual, eksprensial, pembelajaran inkuiri-diskaveri, pembelajaran kooperatif dll. Dalam pemilihan fokus masalah atau kegiatan yang ingin dipilih didasarkan atau urgensi dan mafaatnya, serta kemampuan diri dalam melaksanakan kegiatan pemecahan masalah tersebut.

b. Pengumpulan data

(17)

yang menjadi fokus masalah. Sebagai contoh masalah yang menjadi dasar adalah pembelajaran kooperatif (pembelajaran yang menekankan aktivitas siswa dalam pembelajaran). Dalam langkah ini seorang guru mengidentifikasi, menghimpun dokumen-dokumen, mengingat-ingat kegiatan pembelajaran, serta hasil pembelajaran yang berkenan dengan pemecahan masalah yang pernah dilakukannya. Topik-topik apa yang dibahas, bagaimana langkah-langkahnya, bagaimana kegiatan guru dan siswa, buku media, dan sumber belajar, keberhasilan yang dicapai, dll. c. Analisis dan interpretasi data

Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis secara kualitatif , diuraikan, dibandingkan, dikategorikan, disintesiskan, lalu diurutkan secara sistematis. Hasil analisis diinterpretasikan dalam arti diberi makna, baik makna umum maupun makna atau sendiri-sendiri.

d. Solusi permasalahan

Hasil masalah-masalah yang telah dijabarkan, kemudian dicarikan solusi untuk mencari/mengembangkan cara perbaikan, yang dapat dilakukan dengan mengkaji teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan, berdiskusi dengan teman (guru lain) atau dengan pakar, serta guru dapat menggali pengalaman sendiri. Pengembangan cara perbaikan atau tindakan harus sesuai dengan kemampuan dan komitmen guru sebagai peneliti pelaksana, kemampuan siswa, fasilitas yang tersedia, serta iklim belajar dan iklim kerja di sekolah.

2. Pelaksanaan PTK

Berdasarkan empat kegiatan awal, yaitu identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, dan solusi permasalahan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan langkah-langkah umum PTK yang merupakan satu daur atau siklus, yang terdiri dari kegiatan.

a. Perencanaan

(18)
(19)

d. Refleksi

Refleksi merupakan proses analisis data dan diskusi (keduanya selalu berlangsung tumpang tindih) untuk menentukan sejauh mana data yang dijaring menunjukkan keberhasilan strategi mengatasi masalah. Refleksi juga menunjukkan faktor-faktor apa saja yang mendukung keberhasilan strategi atau persoalan-persoalan tambahan apa yang muncul selama proses implementasi strategi. Analisis terhadap hasil observasi dilakukan dengan membandingkan data yang terjaring dengan kriteria keberhasilan yang telah ditargetkan. Sebagai contoh, sebuah strategi yang diarahkan untuk meningkatkan kemahiran para guru di sebuah Sekolah Dasar dalam pembelajaran melalui metode pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran kooperatif dianggap berhasil bila (1) para guru tersebut menyenangi pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) peneliti merasa nyaman menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) para guru semakin aktif dalam pembelajaran, (4) kemahiran guru menjalankan pembelajaran kooperatif tipe STAD TIK dalam aktivitas pembelajaran, seperti terungkap melalui penilaian siswa yang memberikan nilai rata-rata 4,6 (dalam skala 5) kepada guru melalui angket. Refleksi yang dilakukan melalui proses analisis data dan diskusi ini berfungsi untuk menilai kriteria keberhasilan yang mana yang sudah tercapai, mana yang belum tercapai dan apa yang menyebabkan kriteria itu belum tercapai. Hasil penilaian ini akan memperlihatkan unsur strategi yang perlu diperbaiki. Dengan demikian peneliti dan kolaborator dapat memperbaiki strategi tersebut secara optimal sehingga pengimplementasian strategi revisi ini nantinya dapat mencapai semua target keberhasilan.

E. Ragam Model Penelitian Tindakan Kelas

(20)

REVISED PLAN PLAN

ACT

OBSERVE REFLECT

ACT

SIKLUS I

SIKLUS II 1. Model Kurt Lewin; di depan sudah disebutnya bahwa PTK pertama kali

diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946. konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan ( planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) Observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting) (Lewin, 1990). Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (implementing), dan (3) Penilaian (evaluating).

2. Model Kemmis dan Taggart, mrupakan pengembangan dri komsep dasar yang diperkenalkan Kurt Lewin seperti yang diuraikan di atas. Pada model Kemmis & Taggart komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama. Model Kemiis & Taggart disajikan pada gambar berikut.

(21)

Gambar 1. Model Action Research Kemmis & Taggart

(22)

Gambar 2 Riset Aksi Model John Elliot

F. Analisis Data dan Pelaporan PTK 1. Analisis data

Salah satu ciri guru yang professional adalah mampu mangambil keputusan, baik sebelum, selama, maupun setelah pembelajaran berlangsung. Keputusan yang diambil didasarkan pada berbagai pertimbangan yang berasal dari berbagai sumber. Dalam kaitannya dengan PTK, sumber pertimbangan tersebut adalah data yang dikumpulkan baik melalui observasi maupun dengan teknik lain. Agar data bermakna sebagai dasar untuk mengambil keputusan, data tersebut harus dianalisis atau diberi makna.

(23)

tuntas. Dengan demikian, pada setiap pembelajaran akan terjadi interpretasi yang dimanfaatkan untuk melakukan penyesuaian, dan pada akhir paket perbaikan diadakan analisis data secara keseluruhan untuk menghasilkan informasi yang dapat menjawab hipotesis perbaikan yang dirancang guru.

Analisis data dapat dilakukan secara bertahap, pertama dengan menyeleksi dan mengelompokkan, kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Pada tahap pertama, data diseleksi, difokuskan jika perlu ada yang direduksi karena itu tahap ini sering disebut sebagai reduksi data. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Tahap kedua, data yang sudah terorganisasi ini didesskripsikan sehingga bermakna, baik dalam bentuk narasi, grafik, maupun tabel. Akhirnya, berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat ditarik kesimpulan dalam bentuk pertanyaan atau formula singkat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses analisis hasil PTK

1. Data penelitian tindakan kelas pada dasarnya dikumpulkan oleh guru yang berperan sebagai peneliti dan pengajar, dan jika perlu dapat dibantu oleh teman sejawat. Data tersebut lebih banyak bersifat kualitatif, meski ada juga yang berupa data kuantitatif.

2. Analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.

(24)

dibuat dalam bentuk uraian singkat, bagan alur, atau tabel sesuai dengan hakikat data yang dianalisis.

4. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif untuk menemukan persentase, dan nilai rata-rata. Penyajian hasil analisis dapat dilakukan dengan membuat tabel distribusi atau grafik.

5. Interpretasi data adalah upaya peneliti untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Interpretasi ini pada gilirannya akan menjadi temuan penelitian.

6. Analisis yang akurat dan cara penyajian yang tepat akan memungkinkan tafsiran/interpretasi hasil penelitian yang akurat dan valid itu. Oleh karena itu, guru harus sangat berhati-hati dalam melakukan analisis. Kekurang-akuratan dapat diminimalkan dengan melakukan “cross check” dengan sumber data atau dengan data lain yang sejenis.

7. Agar mampu melakukan analisis data, guru harus banyak melakukan latihan dan bekerja dalam kelompok.

2. Pelaporan PTK

Laporan PTK adalah laporan yang ditulis secara sistematis berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Laporan ini ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, harus diserahkan kepada pihak sponsor, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan.

(25)
(26)

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Halaman Judul Lembar Pengesahan Abstrak

Daftar Isi

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah (data awal dalam mengidentifikasi masalah, analisis masalah, dan pentingnya masalah dipecahkan).

2. Rumusan Masalah

3. Tujuan Penelitian

4. Manfaat Penelitian

B. Kajian Pustaka

C. Pelaksanaan Penelitian

1. Subjek Penelitian (Lokasi, waktu, mata pelajaran, kelas, dan karakteristik siswa)

2. Deskripsi per Siklus: (rencana, pelaksanaan, pengamatan/pengumpulan data/instrumen, refleksi)

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

(27)

 Judul penelitian hendaknya menggambarkan aktivitas perbaikan yang dilaksanakan sebagai fokus PTK.

 Abstrak memuat sari pati dari setiap komponen penelitian, mulai dari masalah, tujuan penelitian, pelaksanaan penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Dengan membaca abstrak, orang akan mendapat gambaran umum mengenai PTK yang dilaporkan.

 Pendahuluan memuat latar belakang munculnya masalah, analisis dan perumusan masalah, serta tujuan dan manfaat penelitian.

 Kajian pustaka menguraikan tentang berbagai teori/hasil penelitian yang terkait dengan masalah penelitian, yang dapat dijadikan acuan dalam merancang perbaikan dan membahas hasil penelitian.

 Pelaksanaan penelitian mengungkapkan tentang subjek penelitian, prosedur pelaksanaan per siklus, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, dan cara refleksi.

 Hasil Penelitian dan Pembahasan menyajikan hasil penelitian setiap siklus dengan data lengkap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pengamatan, refleksi, yang berisi penjelasan tentang keberhasilan dan kelemahan yang terjadi. Bagian ini didukung dengan tabel dan grafik, dan disertai dengan pembahasan mengapa hasilnya seperti itu.

 Kesimpulan dan saran berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

 Daftar Pustaka memuat semua sumber yang digunakan sebagai acuan, yang disusun berdasarkan abjad dengan menggunakan gaya penulisan tertentu

Dalam menulis laporan PTK, perlu diperhatikan berbagai ketentuan, seperti: (1) etika penulisan, (2) penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis, serta (3) berbagai ketentuan teknis.

(28)

penulis jujur terhadap diri sendiri dan orang lain dengan caramengungkapkan dan menafsirkan data/informasi apa adanya tanpa dicampuri oleh kepentingan pribadi. Keobjektifan menuntut penulis menyajikan informasi sebagaimana adanya, tanpa manipulasi, sehingga apa yang dibaca oleh pembaca memang benar adanya. Pengutipan berkaitan dengan mengutip atau menggunakan pendapat orang lain dalam tulisan. Dalam hal ini, penulis harus mencantumkan sumber kutipan dengan mengikuti aturan yang berlaku.

2) Penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis, menuntut penulis memperhatikan kaidah-kaidah bahasa tulis, sehingga tingkat keterbacaan laporan menjadi tinggi. Kaidah bahasa tulis paling tidak mencakup: (1) pilihan kata, (2) struktur kalimat, (3) paragraf, dan (4) ejaan. Kata/istilah yang digunakan dalam laporan seyogianya merupakan kata/istilah baku yang diketahui oleh umum, kalimat cukup lugas dan memenuhi unsur-unsur kalimat sempurna, paragraf merupakan paparan buah pikiran yang utuh, serta cara penulisan harus mengikuti aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

(29)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh

guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan 2. Menurut Ibnu (dalam Aqib,2009:16) memaparkan bahwa PTK

memiliki karakteristik dasar yaitu:

a. Dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan pada masalah yang dihadapi

guru;

b. Adanya perpaduan dalam pelaksanaanya;

c. Peneliti sebagai media yang melakukan refleksi;

d. Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional;

e. Dalam pelaksanaannya terbagi beberapa siklus atau periode.

3. Tujuan guru melaksanakan PTK adalah dalam rangka memperbaiki cara-cara mengajar melalui penerapan metode baru atau tindakan baru yang ia temukan dan diyakini karena metode bau ini telah teruji ternyata efektif meningkatkan hasil pembelajaran seperti yang diharapkan. Tujuan akhirnya melalui PTK akan menghasilkan peningkatan baik kualitas proses maupun kualitas hasil belajar siswa. Manfaat penelitian tindakan kelas dapat dirasakan oleh guru , siswa, dan sekolah itu sendiri.

4. Langkah-langkah pelaksanaan PTK diantaranya: - Fokus Masalah

(30)

d. Solusi permasalahan - Pelaksanaan PTK a. Perencanaan

b. Pelaksanaan (Tindakan) c. Observasi

d. Refleksi

5. Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, di antaranya: (1) Model Kurt Lewin, (2) Model Kemmis dan Mc Taggart, (3) Model John Elliot, dan (4) Model Dave Ebbutt.

6. Analisis data dapat dilakukan secara bertahap, pertama dengan menyeleksi dan mengelompokkan, kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Pada tahap pertama, data diseleksi, difokuskan jika perlu ada yang direduksi karena itu tahap ini sering disebut sebagai reduksi data. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Tahap kedua, data yang sudah terorganisasi ini didesskripsikan sehingga bermakna, baik dalam bentuk narasi, grafik, maupun tabel. Akhirnya, berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat ditarik kesimpulan dalam bentuk pertanyaan atau formula singkat.

7. Laporan PTK adalah laporan yang ditulis secara sistematis berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Laporan ini ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, harus diserahkan kepada pihak sponsor, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan.

(31)

Gambar

gambar berikut.
Gambar 2 Riset Aksi Model John Elliot

Referensi

Dokumen terkait

1) PTK adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan dengan melakukan perubahan ke arah perbaikan terhadap hasil pendidikan dan pembelajaran. 2) PTK adalah

Oleh karena itu, diharapkan dengan memilih masalah yang tepat, guru sebagai peneliti selain dapat melakukan perbaikan, peningkatan dan atau perubahan proses pembelajaran yang

Untuk mengetahui meningkatkan rasa percaya diri siswa siswi dalam percakapan berbahasa inggris melalui penggunaan alat peraga picture sequence di MTsN 1 kota Tangsel2.

Bagaimanan penerapan metode pembelajaran FIKSI (melihat fakta, mengumpulkan informasi dan menyusun aksi) yang dapat meningkatkan pencapaian pembelajaran siswa untuk tema harga

Masalah diangkat dari praktik pembelajaran keseharian yang dapat dirasakan oleh guru atau siswa atau keduanya.. Prinsip Pelaksanaan

Observasi adalah segala upaya merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan itu berlangsung dengan atau tanpa alat bantu. Dalam PTK,

SKRIPSI PTK UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK (MATEMATIKA KELAS VIII). (KODE

Penerapan Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas PTK adalah suatu penelitian yang perlu dibiasakan oleh guru-guru, karena melalui penelitian tindakan kelas akan ada perbaikan dan