• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH HUTANG PIHAK KETIGA TERHADAP SA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH HUTANG PIHAK KETIGA TERHADAP SA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH HUTANG-PIHAK KETIGA TERHADAP SALDO LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

INDONESIA (BEI) GLADYS A. TANARDI Universitas Atma Jaya Makassar

Abstrak

(2)

I. Pendahuluan

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan sudah seharusnya memperhatikan modal. Apalagi dalam persaingan bisnis saat ini yang mementingkan bagaimana kita menggunakan dana yang kita miliki secara efesien dan efektif. Besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan merupakan ukuran keberhasilan perusahaan dalam mengelola usahanya.

(3)

II. Tinjauan Pustaka

II.1Hutang

Hutang atau biasa disebut kewajiban atau liabilitas bisa diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayarkan kepada pihak tertentu. Menurut definisi yang dikemukakan Bambang Riyanto (2001:171): “Hutang adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan yang pada saatnya harus di bayar kembali”. Menurut Munawir (2007:18): “Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditur.”

Dalam Statement of Financial Accounting Concept No.6 yang terdapat pada buku Chariri dan Ghozali (2005 : 157), “hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa yang mendatang yang mungkin timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan ke entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu”.

Achmad Tjahjono (2009 : 152) berpendapat bahwa “hutang adalah kewajiban suatu perusahaan yang timbul dari transaksi pada waktu yang lalu dan harus dibayar dengan kas,barang atau jasa di masa yang akan datang”. Sedangkan dalam hal ini Al Haryono Jusup (2005 : 23) menyatakan bahwa “kewajiban merupakan hutang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada saat tertentu di masa yang akan datang”.

Hutang dapat terbagi menjadi dua kategori, yaitu: a. Hutang Jangka Pendek (Hutang Lancar)

Terkadang perusahaan meminjam uang untuk jangka pendek untuk kegiatan perusahaan, ini yang disebut sebagai hutang jangka pendek atau biasa disebut hutang lancar. Hutang jangka pendek menurut Reeve (2010 : 53) yaitu “ Kewajiban yang akan dibayarkan dari aset lancar dan jatuh tempo dalam waktu singkat (biasanya dalam 1 tahun atau satu siklus akuntansi, mana yang lebih panjang)”.

Niswonger, et al. (2000 : 441) berpendapat bahwa “kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dibayar dengan aktiva lancar serta jatuh tempo dalam jangka pendek, biasanya satu tahun”. Lebih jelas lagi Yusuf (2005 : 230) mendefinisikannya sebagai berikut “kewajiban lancar adalah hutang yang diharapkan akan dibayar (1) dalam jangka waktu satu tahun atau siklus akuntansi operasi normal perusahaan, (2) dengan menggunakan aktiva lancar atau hasil pembentukan kewajiban lancar yang lain”. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan yang harus dibayarkan kepada pihak tertentu yang jatuh temponya singkat yaitu kurang dari satu tahun dan harus dibayarkan dengan menggunakan aktiva lancar.

b. Hutang Jangka Panjang ( Hutang tidak Lancar)

(4)

dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama”. Baridwan (2000 : 365) mengatakan bahwa “hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar”. Serupa dengan pendapat yang diungkapkan oleh Gunadi (2005 : 83) bahwa “kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar”. Agus (2002 : 45) memberikan definisi hutang jangka panjang, yaitu “kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga, yang jatuh tempo atau harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun yang akan datang”. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan kepada pihak ketiga yang jatuh temponya relatif lama yaitu lebih dari satu tahun dan harus dibayarkan dari sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar.

II.2Saldo Laba

Setiap perusahaan yang beroperasi tentu menginginkan laba semaksimal mungkin. Suatu perusahaan dikatakan akan berhasil apabila dalam kegiatan operasionalnya memperoleh laba. Menurut Gade dan Wasif (2000 : 11), “laba yang diperoleh perusahaan adalah selisih antara pendapatan dan biaya”, apabila pendapatan melebihi biaya yang dikeluarkan berarti perusahaan mendapatkan laba dan sebaliknya jika biaya melebihi pendapatan berarti perusahaan menderita rugi. Oleh karena itu, laba adalah hasil pengurangan antara pendapatan dengan biaya, maka manajemen perusahaan harus dapat menentukan jumlah pendapatan yang akan dihasilkan dan jumlah biaya yang akan terjadi dalam periode yang bersangkutan.

II.3Kerangka Konseptual

Hubungan antara hutang-pihak ketiga terhadap laba usaha dapat digambarkan dalam kerangka sebagai berikut :

Untuk keperluan pembiayaan yaitu dalam rangka menjalankan aktivitas operasinya agar menghasilkan laba, suatu perusahaan harus mencari sumber dana yang tepat, misalnya dengan menerbitkan obligasi dan melakukan pinjaman dari pihak luar.

Hutang-Pihak Ketiga (X)

Saldo Laba

(Y)

Variabel

Independen Variabel

(5)

II.4Hipotesis

(6)

III. Metode Penelitian

III.1 Sampel dan Data

Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 143 perusahaan. Data yang digunakan adalah data dari laporan keuangan tahun 2010-2015 yang dipublikasikan di www.idx.co.id.

III.2 Pengukuran Variabel dan Model Penelitian

Variabel independen disini adalah hutang-pihak ketiga pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Sedangkan variabel dependen adalah jumlah saldo laba pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 24 untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.

3.3 Hasil Analisis

Setelah menguji hubungan antara hutang-pihak ketiga dan saldo laba, berikut adalah hasil yang ditemukan:

a. Analisis Koefisien Determinasi.

Analisis koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa

besar persentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Dari data di bawah ini ditemukan nilai R Square sebesar ,677 artinya sebesar 67,7% variabel hutang – pihak ketiga berpengaruh terhadap saldo laba. Selisih sebesar 32,3% (100%-67,7%) saldo laba dipengaruhi oleh faktor lain.

b. Annova

(7)

c. c. c. c. c. c. c. c. c. Coefficients

(8)

IV. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti bahwa terdapat pengaruh antara hutang-pihak ketiga dengan saldo laba. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa hipotesis dapat diterima karena hasilnya signifikan.

Keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini berupa keterbatasan data dan

kemungkinan kesalahan dalam metode pengambilan sampel. Penelitian ini hanya berpatokan pada data yang telah dikumpulkan dalam waktu beberapa bulan, sehingga keakuratan

penelitian ini sangat rendah.

(9)

V. Daftar Pustaka

Achmad Tjahjono. Akuntansi Suatu Pengantar 2, Cetakan 1. 2009. Yogyakarta: Ganbika.

Agus, Soekrisno, 2002. Auditing, Edisi 3, Cetakan 2, Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Al Haryono, Jusup. 2005. Dasar-dasar Akuntansi, Edisi 6. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.1

Asri, Marselinus. 2017. Pengaruh Konservatisma Akuntansi terhadap Kualitas Laba

dimoderasi Good Corporate Governace. Artikel. www.academia.edu diakses pada tanggal 14 Juli 2017.

Bambang, Riyanto, 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.

Baridwan, Zaki, 2000. IntermediateAccounting, Edisi 7, Cetakan 1, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi, Yogyakarta.

Chariri, Anis dan Imam Gozali, 2005. Teori Akuntansi, Edisi 3, Cetakan 1, Universitas Diponegoro, Semarang.

Fees, Reeve, Warren, 2005. Pengantar Akuntansi, Edisi 21, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Gunadi, 2005. Akuntansi Pajak, Edisi 1, Cetakan 1, PT Gramedia Widia Sarana Indonesia, Jakarta.

Kieso, Donald, E., Jerry J. Weygandt, Terry D. Warfield, 2002. AkuntansiIntermediate, Edisi 10, Cetakan ke-1, Jilid 1, Penerjemah Gina Gania dan Ichsan Setyo Budi, Erlangga, Jakarta.

Munawir, S., 2004. AnalisaLaporanKeuangan, Edisi 4, Cetakan 13, Liberty, Yogyakarta. Niswonger, Rollin, C., Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess, 2000. Prinsip -Prinsip Akuntansi, Edisi 19, Cetakan 1, Jilid 2, Penerjemah Alfonsus Sirait dan Helda Gunawan, Erlangga, Jakarta

(10)

VI. Lampiran

KODE

PERUSAHAAN Nama Perusahaan Manufaktur

INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk

SMBR Semen Baturaja Persero Tbk

SMCB Holcim Indonesia Tbk d.h Semen Cibinong Tbk SMGR Semen Indonesia Tbk d.h Semen Gresik Tbk

WTON Wijaya Karya Beton Tbk

AMFG Asahimas Flat Glass Tbk

ARNA Arwana Citra Mulia Tbk

IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk

MLIA Mulia Industrindo Tbk

TOTO Surya Toto Indonesia Tbk

ALKA Alaska Industrindo Tbk

ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk

BAJA Saranacentral Bajatama Tbk

BTON Beton Jaya Manunggal Tbk

CTBN Citra Turbindo Tbk

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk

INAI Indal Aluminium Industry Tbk

ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk

JPRS Jaya Pari Steel Tbk

KRAS Krakatau Steel Tbk

LION Lion Metal Works Tbk

LMSH Lionmesh Prima Tbk

NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk PICO Pelangi Indah Canindo Tbk

TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk

BRPT Barito Pasific Tbk

BUDI Budi Starch and Sweetener Tbk d.h Budi Acid Jaya Tbk

(11)

SRSN Indo Acitama Tbk

TPIA Chandra Asri Petrochemical

UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk

AKKU Alam Karya Unggul Tbk

AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk

APLI Asiaplast Industries Tbk

BRNA Berlina Tbk

FPNI Lotte Chemical Titan Tbk d.h Titan Kimia Nusantara Tbk d.h Fatra

IGAR Champion Pasific Indonesia Tbk d.h Kageo Igar Jaya Tbk

IMPC Impack Pratama Industri Tbk

IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk

SIAP Sekawan Intipratama Tbk

SIMA Siwani Makmur Tbk

TALF Tunas Alfin Tbk

TRST Trias Sentosa Tbk

YPAS Yana Prima Hasta Persada Tbk

CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk

JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk

MAIN Malindo Feedmill Tbk

SIPD Siearad Produce Tbk

SULI SLJ Global Tbk d.h Sumalindo Lestari Jaya Tbk

TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk

ALDO Alkindo Naratama Tbk

DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk

FASW Fajar Surya Wisesa Tbk

INKP Indah Kiat Pulp & paper Tbk

INRU Toba Pulp Lestari Tbk

KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

KDSI Kedaung Setia Industrial Tbk pindah dari sub sektor peralatan

SPMA Suparma Tbk

TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

AMIN Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk baru IPO 10-Des-2015

KRAH Grand Kartech Tbk

ASII Astra International Tbk

AUTO Astra Auto Part Tbk

BOLT Garuda Metalindo Tbk )baru IPO 07-Jul-2015

BRAM Indo Kordsa Tbk d.h Branta Mulia Tbk

GDYR Goodyear Indonesia Tbk

GJTL Gajah Tunggal Tbk

IMAS Indomobil Sukses International Tbk

INDS Indospring Tbk

LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk d.h Lippo Enterprises Tbk

MASA Multistrada Arah Sarana Tbk

NIPS Nippres Tbk

PRAS Prima alloy steel Universal Tbk

SMSM Selamat Sempurna Tbk

ADMG Polychem Indonesia Tbk

(12)

CNTX Centex Tbk

ERTX Eratex Djaya Tbk

ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk

HDTX Panasia Indo Resources Tbk d.h Panasia Indosyntec Tbk

INDR Indo Rama Synthetic Tbk

MYTX Apac Citra Centertex Tbk

PBRX Pan Brothers Tbk

POLY Asia Pasific Fibers Tbk d.h Polysindo Eka Persada Tbk

RICY Ricky Putra Globalindo Tbk

STAR Star Petrochem Tbk

TFCO Tifico Fiber Indonesia Tbk

SRIL Sri Rejeki Isman Tbk

SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk

TRIS Trisula International Tbk

UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk

BATA Sepatu Bata Tbk

BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk

IKBI Sumi Indo Kabel Tbk

JECC Jembo Cable Company Tbk

KBLI KMI Wire and Cable Tbk

KBLM Kabelindo Murni Tbk

SCCO Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk

VOKS Voksel Electric Tbk

PTSN Sat Nusa Persada Tbk

AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

ALTO Tri Banyan Tirta Tbk

CEKA Cahaya Kalbar Tbk

DLTA Delta Djakarta Tbk

ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

INDF Indofood Sukses Makmur Tbk

MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk

MYOR Mayora Indah Tbk

PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk

ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk

SKBM Sekar Bumi Tbk

SKLT Sekar Laut Tbk

STTP Siantar Top Tbk

ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk

GGRM Gudang Garam Tbk

HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

RMBA Bentoel International Investama Tbk

WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk

DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk

INAF Indofarma Tbk

(13)

SCPI Schering Plough Indonesia Tbk

SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

SQBI & SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk

TSPC Tempo Scan Pasific Tbk

ADES

Akasha Wira International Tbk d.h Ades Waters Indonesia Tbkbaru pindah sektor.

KINO Kino Indonesia Tbk baru IPO 11-Des-2015.

MBTO Martina Berto Tbk

MRAT Mustika Ratu Tbk

TCID Mandom Indonesia Tbk

UNVR Unilever Indonesia Tbk

CINT Chitose Internasional Tbk

KICI Kedaung Indag Can Tbk

Referensi

Dokumen terkait

Fungsi utama alat ini untuk memberikan informasi kepada pengendara berapa banyak ruang parkir yang masih tersedia di area parkir tersebut yang di tampilkan di LCD yang di letakan

Dalam menunjukkan bahwa kepala sekolah setiap aktivitas yang dilakukan membawa kondisi kerja yang kondusif agar seluruh para guru merasa dihargai, karena dengan kondisi kerja

Dalam keluarga inti, sebagian besar menggunakan kata sapaan “Papa dan Mama” untuk memanggil orang tua mereka , sedangkan panggilan untuk keluarga inti lainnya sebagian besar

Jadi jika menulis puisi harus dapat memilih kata-kata (diksi) yang indah dan menarik. Sebuah karya sastra disebut puisi jika mempunyai ketentuan-ketentuan tentang jumlah

Dari hasil interpretasi geologi dan pengujian geolistrik didapatkan hasil bahwa : Titik duga 2, potensi air tanah ada pada kedalaman 14–25 meter (ketebalan 11 meter), namun

Parameter yang digunakan unruk penentuan kawasan konservasi laut meliputi jenis substrat dasar perairan, jumlah jenis ikan karang, kelimpahan ikan karang, kedalaman, jarak dari

Dari hasil analisa hubungan karakteristik tenaga kerja dengan tingkat produktivitas aktual, ternyata kedua variabel tersebut saling berhubungan, dimana variabel

Struktur PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triwulan II dan III Tahun 2014 Jika dilihat dari komposisi dan peranan masing-masing sektor ekonomi pembentuk PDRB, sektor