• Tidak ada hasil yang ditemukan

21. press release kontrak baru september 2017 28092017 ir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "21. press release kontrak baru september 2017 28092017 ir"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PRESS RELEASE KINERJA 8 BULAN 2017 & KONTRAK SEP’2017 1

  

Kinerja dan Posisi Keuangan PTPP 8 Bulan 2017 Tetap Solid,

78% dari Target Kontrak Baru Sudah Tercapai

Jakarta, 2 Oktober 2017 – PT PP (Persero) Tbk (“Perseroan”, “PTPP”), perusahaan konstruksi dan

investasi terkemuka di Indonesia mengumumkan hasil kinerja Delapan Bulan selama tahun 2017 (“8 Bulan 2017”), posisi keuangan per 31 Agustus 2017, dan realisasi kontrak baru hingga akhir September 2017.

Kinerja Keuangan yang Solid

Pendapatan Konsolidasi Perseroan per 8 Bulan 2017 mencapai Rp11,5 Triliun, atau tumbuh sebesar 19% secara year-on-year dibandingkan pencapaian per 8 Bulan 2016 sebesar Rp9,7 Triliun. Kontribusi dari Divisi Konstruksi dan EPC di Induk Perusahaan mencapai sebesar 76,2% dari total Pendapatan Konsolidasi PTPP sebelum eliminasi, sedangkan 23,8% sisanya disumbangkan oleh entitas-entitas Anak PTPP.

Perseroan berhasil meraih Laba Bersih per 8 Bulan 2017 sebesar Rp836 Miliar dibandingkan dengan pencapaian sebesar Rp530 Miliar per 8 Bulan 2016, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 58% secara

year-on-year. Pencapaian ini terutama didorong oleh kemampuan operasional Perseroan, di mana Laba Usaha PTPP selama 8 Bulan 2017 berhasil mencapai Rp1,3 Triliun. Sebagai catatan, Perseroan mencatat Laba Usaha per Semester I 2017 sebesar Rp889 Miliar.

“Perseroan akan terus mengejar keunggulan operasional untuk menjaga baik pertumbuhan pendapatan maupun kualitas laba di tengah pasar konstruksi yang kompetitif,” lanjut Tumiyana.

Posisi Keuangan yang Sehat dan Kuat

Per 31 Agustus 2017, posisi Kas dan Setara Kas termasuk Investasi Jangka Pendek Perseroan mencapai Rp5,7 Triliun dengan Total Utang Berbunga (Interest Bearing Debt) sebesar Rp7,9 Triliun dan Modal sebesar Rp11,9 Triliun. Dengan demikian, rasio gearing dan net gearing per 31 Agustus 2017 masing-masing mencapai 0,66x dan 0,18x.

(2)

PRESS RELEASE KINERJA 8 BULAN 2017 & KONTRAK SEP’2017 2

“Perseroan berkomitmen untuk menjaga kesehatan keuangan dan leverage tetap terkendali, sehingga PTPP dapat terus tumbuh dalam koridor keuangan yang sehat,” ujar Tumiyana.

Selain itu, penilaian dari pihak ketiga, misalnya lembaga rating, juga menunjukkan kekuatan keuangan Perseroan. Tumiyana menyatakan, “PTPP memiliki rating korporasi serta Obligasi dan Medium-Term Notes

(MTN) Single A Plus (“A+”) dengan outlook “Stabil” dari Lembaga Rating Pefindo, upgrade (lebih baik) dari tahun-tahun sebelumnya Single A (“A”). “Perbaikan rating ini menunjukkan tingkat kesehatan dan kekuatan keuangan Perseroan dari pihak yang independen”, lanjut Tumiyana.

Pencapaian Kontrak Baru

Sampai dengan akhir September 2017, kontrak baru Perseroan berhasil mencapai Rp31,9 Triliun atau tumbuh sebesar 40,5% dibandingkan dengan Rp22,7 Triliun yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Pencapaian kontrak baru sebesar 78,6% dari total target Perseroan selama 2017 menunjukkan PTPP tetap on the right track.” ujar Tumiyana.

Kontribusi kontrak baru tersebut masing-masing berasal dari Induk Perseroan sebesar Rp28,1 Triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp3,8 Triliun. Beberapa proyek yang berhasil diraih oleh PTPP selama bulan September, di antaranya: Bandar Udara Kulonprogo Yogyakarta sebesar Rp6,5 Triliun, Transmart Bali Rp497 Miliar, dan Jalan Tol Gempol-Pasauruan Rp423,5 Miliar.

Dari sisi komposisi kepemilikan (project owner) perolehan kontrak baru sampai dengan akhir September 2017 didominasi oleh BUMN sebesar 60,8%, disusul oleh Swasta 28,9% dan Pemerintah 10,2%. Dengan perolehan kontrak proyek Bandara Yogyakarta di bulan September 2017, komposisi kontrak baru Perseroan berdasarkan tipe pekerjaan adalah sebagai berikut: Gedung (29,6%), Pelabuhan dan Bandara (28,5%), EPC (22,5%), Jalan dan Jembatan (16,5%), dan Irigasi (2,6%).

“Eksposur PTPP terhadap proyek Pemerintah tidak signifikan, sedangkan dari sisi tipe pekerjaan, kontrak baru yang diraih sangat terdiversifikasi, sehingga portofolio kontrak baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba dan mendorong profitabilitas Perseroan yang lebih baik,” tutup Tumiyana.

(3)

PRESS RELEASE KINERJA 8 BULAN 2017 & KONTRAK SEP’2017 3 Sekilas Mengenai PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan investasi BUMN terdepan di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Perseroan memiliki beberapa lini bisnis yang terdiri dari Konstruksi, Properti dan Realti, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Urban, Presisi, Infrastruktur dan Energi. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Infrastruktur Minyak Bumi dan Gas, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. Perseroan merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly

Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas

hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi: PT PP (Persero) Tbk

Nugroho Agung Sanyoto Sekretaris Perusahaan Tel: 021-8778 4137

Referensi

Dokumen terkait

Perseroan berharap bisa meraih pendapatan hingga akhir 2017 sebesar Rp1.51 triliun atau tumbuh 20% dibandingkan akhir tahun lalu dimana pendorong utama masih dari

Hingga 1H17 pencapaian laba bersih perseroan telah mencerminkan 66,5% dari target laba bersih tahun ini yang diperkirakan sebesar USD33,60 juta atau tumbuh 107% dari tahun

Laba bersih Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini tumbuh 56,7% mencapai Rp.10,4 triliun dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar

• Perseroan alami penurunan penjualan bersih sebesar 52,15 persen menjadi US$153,50 juta per Juni 2013 dibandingkan dengan penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang

Capital Financial Indonesia (CASA): Perseroan meraih pendapatan sebesar Rp1,26 triliun hingga periode 31 Maret 2017 naik tajam 152,7 % jika dibandingkan dengan

Bank Permata, yang 44,6% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat kerugian bersih sebesar Rp1,2 triliun sepanjang sembilan bulan pertama dibandingkan dengan laba

Perseroan menargetkan transaksi kartu kredit pada tahun 2014 mencapai Rp 1,6 triliun per bulan dengan tambahan Rp100 miliar melalui kerja sama dengan AirAsia dibandingkan tahun 2013