Diare
Diare
Akut
Akut
dengan
dengan
Dehidr
Dehidr
asi
asi
Ringan-Sedang
Ringan-Sedang
Disusun oleh :
Disusun oleh :
Dr. Andi Aso Sudarmin
Dr. Andi Aso Sudarmin
Dokter pendamping : Dokter pendamping :
Dr. Lia Febriyani Dr. Lia Febriyani
Program Internsip Dokter Indonesia Program Internsip Dokter Indonesia
RSUD Sukadana, Lampung Timur RSUD Sukadana, Lampung Timur
2013 2013
Portofolio
Status
Status Pasien
Status Pasien
Identitas pasien Identitas pasien •
• Nama penderita Nama penderita : : An. An. AA
•
• Umur Umur : : 7,5 7,5 bulanbulan •
• Jenis kelamin Jenis kelamin : : Laki-lakiLaki-laki •
• Alamat Alamat : Sukadana Timur: Sukadana Timur
•
• Tanggal masuk Tanggal masuk : : 30 30 Juli Juli 20132013
•
Anamnesis
Anamnesis
Dilakukan Allo anamnesis dengan Ibu pasien Dilakukan Allo anamnesis dengan Ibu pasien pada tanggal 30 juli 2013 pukul 23.50 wib
pada tanggal 30 juli 2013 pukul 23.50 wib :: Keluhan utama : Keluhan utama : Mencret Mencret Keluhan tambahan : Keluhan tambahan : Demam dan muntah Demam dan muntah
Anamnesis
Anamnesis
2hr SMRS : 2hr SMRS : Mencret 3x/hr, seperti Mencret 3x/hr, seperti air menyemprot, air menyemprot, berwarna kun berwarna kuning,ing, terdapat lendir(-) ampas terdapat lendir(-) ampas ), bau asam ), busa ), bau asam ), busa(-), darah (-) . ), darah (-) .
1 hr SMRS : 1 hr SMRS : Mencret
Mencret >5x/hari, >5x/hari, dgndgn jumlah ½ gelas
jumlah ½ gelas airair mineral
mineral
Muntah + >7x/hari Muntah + >7x/hari setiap makan dan setiap makan dan
minum. minum.
Saat di IGD RS Saat di IGD RS Mencret (+) saat dibuka Mencret (+) saat dibuka
popok popok Demam
Demam (+), (+), air air mata mata (-)(-)
Berobat ke klinik : Berobat ke klinik : Kaolin pectin, Kaolin pectin, metoclpramid, metoclpramid, bronchitin dan bronchitin dan kortimoksazol kortimoksazol
Riwayat Penyakit sekarang Riwayat Penyakit sekarang
RS RS
Anamnesis
Anamnesis
Riwayat penyakit dalam keluarga Riwayat penyakit dalam keluarga •
• Tidak adaTidak ada
Riwayat kehamilan ibu Riwayat kehamilan ibu •
• Perawatan antenataPerawatan antenatal l : : rutin rutin kontrol kontrol dibidandibidan
•
• Penyakit Kehamilan : tidak adaPenyakit Kehamilan : tidak ada
•
• Obat-obat yang diminum : tidak adaObat-obat yang diminum : tidak ada
Riwayat Kelahiran Riwayat Kelahiran •
• Lahir spontan dibidan dengan usia cukup bulanLahir spontan dibidan dengan usia cukup bulan
Riwayat penyakit yang pernah diderita Riwayat penyakit yang pernah diderita •
Anamnesis
Anamnesis
Riwayat Imunisasi Riwayat Imunisasi Interpretasi : Interpretasi :Imunisasi dasar pada pasien tidak lengkap Imunisasi dasar pada pasien tidak lengkap
Jenis imunisasi
Jenis imunisasi DasarDasar UlanganUlangan BCG BCG XX DPT/DT DPT/DT -- XX -- -- --Polio Polio -- XX -- -- --Campak Campak -- --Hepatitis B Hepatitis B -- -- -- -- --
--Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal
30
30 juli juli 2013 2013 :: Keadaan
Keadaan umum umum : Tampa: Tampak sakit sedk sakit sedang, rewelang, rewel Kesadaran
Kesadaran : : Compos Compos mentis, mentis, menangis menangis kuatkuat Tanda
Tanda Vital Vital ::
•
• N : 118x/menit, kuat, teratur, isi cukupN : 118x/menit, kuat, teratur, isi cukup
•
• RR : 24 x /menit, teraturRR : 24 x /menit, teratur
•
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
Data Antropometri : Data Antropometri : •
• Berat badan Berat badan (BB) (BB) : : 9 9 kgkg •
• Tinggi badan Tinggi badan : : ± ± 70 70 cmcm
•
• Status giziStatus gizi
Berdasarkan BB terhadap usia (Kurva Berdasarkan BB terhadap usia (Kurva
NCHS-CDC): CDC): • • BB terukur: 9 kgBB terukur: 9 kg • • BB Ideal: 8,8 kgBB Ideal: 8,8 kg = 9/8,8 x 100% = = 9/8,8 x 100% = 102%102% •
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
•
• Kepala : Normocephal, warna rambut hitamKepala : Normocephal, warna rambut hitam merata,
merata, tidak tidak mudah mudah dicabut, dicabut, ubunubun ubun
ubun besar besar sudah sudah menutup menutup dan dan tidaktidak cekung
cekung
•
• MataMata : : Mata sedikit Mata sedikit cekung, cekung, CA CA -/-, -/-, SI SI -/-
-/-•
• MulutMulut : : Mukosa Mukosa bibir bibir keringkering
•
• Abdomen Abdomen Inspeksi
Inspeksi : : DatarDatar Auskul
Auskul : Bising usus (+) normal: Bising usus (+) normal Palpasi
Palpasi : : Supel, Supel, nyeri nyeri tekan tekan (-), (-), turgor turgor cukupcukup Perkusi
P
P
emeriksa
emeriksa
an
an
P
P
enunjan
enunjan
g
g
•
P
P
emeriksa
emeriksa
an
an
Anjuran
Anjuran
Cek Laboratorium : Cek Laboratorium : •
• Darah lengkap,Darah lengkap,
•
• UrinalisaUrinalisa •
• FL (Kultur feces)FL (Kultur feces) •
Diagnosis Kerja
Diagnosis Kerja
•
• Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan -Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan
-Sedang Sedang
Diagnosis Banding
Diagnosis Banding
•
• Diare akut dehidrasi ringan sedang ec bakteriDiare akut dehidrasi ringan sedang ec bakteri
•
• Diare akut dehidrasi ringan sedang ec virusDiare akut dehidrasi ringan sedang ec virus
•
Penatalaksanaan (1)
Penatalaksanaan (1)
Medikamentosa : Medikamentosa : •
• IVFD KAEN 3A mikro 20 tpmIVFD KAEN 3A mikro 20 tpm
•
• Zink 20 mg tab 1 x 1 tab POZink 20 mg tab 1 x 1 tab PO •
• Paracetamol 125 mg syrup, Paracetamol 125 mg syrup, 4 x cth I PO 4 x cth I PO prnprn •
• Domperidon 5 mg syrup 3 x ½ cthDomperidon 5 mg syrup 3 x ½ cth
•
• Probiotik 2x 1 sachet PO ( tidak ada)Probiotik 2x 1 sachet PO ( tidak ada)
•
Penatalaksanaan (2)
Penatalaksanaan (2)
Non Medikamentosa : Non Medikamentosa : •
• Timbang BB tiap hariTimbang BB tiap hari
•
• Edukasi Orang tuaEdukasi Orang tua •
F
F
ollow
ollow
up :
up :
Tanggal
Tanggal Perjalanan Perjalanan penyakit penyakit TerapiTerapi 31/07/13
31/07/13
R. Anak R. Anak
S : Demam (-), mu
S : Demam (-), muntah (+)1x, ntah (+)1x, minum mau, BAminum mau, BAB (+) 1x cairB (+) 1x cair (sudah ada ampas)
(sudah ada ampas) O :KU: TSS, CM, rewel O :KU: TSS, CM, rewel TTV: TTV: RR: RR: 26x/mnt 26x/mnt N: N: 114x/mnt114x/mnt S: 37,6 S: 37,6ooC C BB: BB: 9 9 kgkg
Mata: palpelbra sedikit cekung Mata: palpelbra sedikit cekung Mulut: mukosa bibir kering Mulut: mukosa bibir kering Lain-lain dbn
Lain-lain dbn
A : Diare Akut dgn de
A : Diare Akut dgn dehidrasi ringan-sedahidrasi ringan-sedangng
R/ IVFD KaEN 3A
R/ IVFD KaEN 3A 35tpm 35tpm mikro
mikro R/ Zink
R/ Zink tab tab 1 X 1 X 20 mg20 mg R/ Ampicilin 4 X 250 mg R/ Ampicilin 4 X 250 mg R/ Gentamisin 2 X 20 mg R/ Gentamisin 2 X 20 mg 01/08/13 01/08/13 R. Anak R. Anak S : Demam (-), mu
S : Demam (-), muntah (+)1x, ntah (+)1x, minum mau, BAminum mau, BAB (+) 1x cairB (+) 1x cair (sudah ada ampas)
(sudah ada ampas) O :KU: TSS, CM, rewel O :KU: TSS, CM, rewel TTV: TTV: RR: RR: 26x/mnt 26x/mnt N: N: 110x/mnt110x/mnt S: 36,5 S: 36,5ooC C BB: BB: 9 9 kgkg
Mata: palpelbra sedikit cekung Mata: palpelbra sedikit cekung Mulut: mukosa bibir kering Mulut: mukosa bibir kering Lain-lain dbn
Lain-lain dbn
A : Diare Akut dgn de
A : Diare Akut dgn dehidrasi ringan-sedahidrasi ringan-sedangng
R/ Terapi lanjut R/ Terapi lanjut
Prognosis
Prognosis
•
• Ad vitam Ad vitam : ad bonam: ad bonam
•
• Ad fungsionam Ad fungsionam : ad bonam: ad bonam
•
Tinjauan Pustaka
Definisi
Definisi
•
• Diare dapat didefinisikan sebagai Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnyameningkatnya
frekuensi buang air besar dan berubahnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. •
• Diare akut adalah buang air Diare akut adalah buang air besar lembek ataubesar lembek atau bahkan dapat berupa air saja, ta
bahkan dapat berupa air saja, tanpa terlihatnpa terlihat
darah, dan dengan frekuensi tiga kali atau lebih darah, dan dengan frekuensi tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan
sering dari biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 7 hari.
Epidemiologi
Epidemiologi
Causes of Death in Children Under 5 Years
Causes of Death in Children Under 5 Years
Basic Health Research (Riskesdas), 2007 Basic Health Research (Riskesdas), 2007
Septicemia Septicemia Drowning Drowning Tetanus Tetanus Congenital
Congenital heart anomalyheart anomaly & hydrocephalus
& hydrocephalus Necroticans
Necroticans Entero ColitisEntero Colitis Malaria Malaria Malnutrition Malnutrition Leukemia Leukemia DHF DHF Measles Measles TB TB GI disorder GI disorder Others Others 13% 13% DiarrhoeaDiarrhoea 28% 28% PNEUMONIA PNEUMONIA 20% 20% Meningitis/ Meningitis/ encephalitis encephalitis 9% 9% DIARRHEA DIARRHEA 28% 28% PNEUMONI PNEUMONI A A 20% 20%
Etiology Of U5
Etiology Of U5 Diarrhea In Indonesia
Diarrhea In Indonesia
80% 80% 5% 5% 1% 1% 5% 5% 3% 3% 1% 1% 1% 1% 1% 1% 2% 2% 1% 1% 5% 5% R RVV Shigella Shigella A
Aeromeromonasonas
Salmonella
Salmonella
Campylobacter
Campylobacter
S.
S. EEnternteritidisitidis
Giardia Lamblia Giardia Lamblia Mixed (RV+Salmonella) Mixed (RV+Salmonella) Mixed (RV+Campylobacter) Mixed (RV+Campylobacter)
Mixed (RV+Ve Inaba)
Mixed (RV+Ve Inaba)
Hospital Surveillance at Sardjito hospital BY Ministry of Health & Hospital Surveillance at Sardjito hospital BY Ministry of Health & NAMRU2 research, 2005
Patofisiologi
Patofisiologi
Mekanisme dasar yang
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnyamenyebabkan timbulnya diare:
diare:
1.Gangguan osmotik 1.Gangguan osmotik
Makanan/zat tidak dapat diserap
Makanan/zat tidak dapat diserap tekanantekanan
osmotikdalam rongga usus meningkat
osmotikdalam rongga usus meningkat
pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus
usus
Isi rongga usus yang berlebihan
Isi rongga usus yang berlebihan merangsang merangsang usus untuk mengeluarkannya
Patofisiologi
Patofisiologi
2. Gangguan sekresi 2. Gangguan sekresi
Rangsangan tertentu ( toksin ) pada dinding Rangsangan tertentu ( toksin ) pada dinding usus
usus peningkatan sekresi air dan elektrolit ke peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus
dalam rongga usus diare sekretorik timbul diare sekretorik timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus karena terdapat peningkatan isi rongga usus 3. Gangguan motilitas usus
3. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik
Hiperperistaltik berkurangnya kesempatan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap
usus untuk menyerap makananmakanan diare. diare. Bila peristaltik usus menurun
Bila peristaltik usus menurun bakteri tumbuh bakteri tumbuh berlebihan
P
P
atogenesis
atogenesis
Diare
Diare
Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah
Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah
berhasil melewati rintangan asam lambung
berhasil melewati rintangan asam lambung
Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi)
Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi) di dalam usus halusdi dalam usus halus
Oleh jasad renik dikeluarkan toksin ( toksin diaregenik)
Bila diare berlanjut sampai 2 minggu/
Bila diare berlanjut sampai 2 minggu/ lebih, kehilangan BB atau tidaklebih, kehilangan BB atau tidak
bertambah selama masa tersebut
bertambah selama masa tersebut
Diare Kronik
Diare Kronik
Bila diarenya menetap dalam 2 minggu/ lebih dan
Bila diarenya menetap dalam 2 minggu/ lebih dan disertai gangguandisertai gangguan
pertumbuhan pertumbuhan Diare Akut Diare Akut Diare persisten Diare persisten Melanjutnya Kerusakan Melanjutnya Kerusakan mukosa mukosa Perbaikan mukosa Perbaikan mukosa yang terlambat yang terlambat
Patogenesis Virus
Patogenesis Virus
VIRUS VIRUS
EPITEL USUS HALUS EPITEL USUS HALUS
MERUSAK BAGIA
MERUSAK BAGIAN APIKAL VILI N APIKAL VILI USUS HALUSUSUS HALUS
DIGANTI DENGAN BAGIAN KRIPTA YANG BELUM DIGANTI DENGAN BAGIAN KRIPTA YANG BELUM MATANG BERBENTUK KUBOID / GEPENG
MATANG BERBENTUK KUBOID / GEPENG SALURAN DIGESTIF
SALURAN DIGESTIF
FUNGSI PENYERAPAN AIR & MAKAN TIDAK FUNGSI PENYERAPAN AIR & MAKAN TIDAK BAIK
BAIK
DIARE OSMOTIK DIARE OSMOTIK
Patogenesis Bakteri
Patogenesis Bakteri
BAKTERI BAKTERI TRAKTUS DIGESTIF TRAKTUS DIGESTIFMERANGSANG EPITEL USUS MERANGSANG EPITEL USUS
PE
PE AN AKTIVITAS ENZIM ADENIL SIKLASE AN AKTIVITAS ENZIM ADENIL SIKLASE
MERANGSANG SEKRESI Cl, Na & H
MERANGSANG SEKRESI Cl, Na & H22O dan MENGHAMBATO dan MENGHAMBAT aBSORPSI Cl, Na & H
aBSORPSI Cl, Na & H22O DARI LUMEN USUS KE DALAM SELO DARI LUMEN USUS KE DALAM SEL
HIPEROSMOLAR HIPERPERISTALTIK HIPEROSMOLAR HIPERPERISTALTIK
USUS USUS
Faktor Resiko
Faktor Resiko
•
• Tidak memberikan ASI sampai 2 Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun.Tahun.
•
• Status gizi kurang dan gizi buruk.Status gizi kurang dan gizi buruk.
•
• Imunodefesiensi /ImunosupresiImunodefesiensi /Imunosupresi •
• Pengunaan botol susu tidak hyginePengunaan botol susu tidak hygine •
Manifestasi Klinis
Manifestasi Klinis
Gejala klinis :Gejala klinis :
•
• Cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkatCengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat
•
• Nafsu makan biasanya tidak adaNafsu makan biasanya tidak ada timbul diare timbul diare
•
• Tinja cair mungkin disertai lendir dan atau darahTinja cair mungkin disertai lendir dan atau darah
•
• Warna tinja Warna tinja kehijau-hijauan (tercampur empedu) kehijau-hijauan (tercampur empedu)
•
• Anus dan d Anus dan daerah sekitaaerah sekitarnya lecet ( serinrnya lecet ( sering defekasi)g defekasi)
•
• Muntah (sebelum/ sesudah diare)Muntah (sebelum/ sesudah diare) lambung meradang atau lambung meradang atau ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit
ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit Pemeriksan fisik :
Pemeriksan fisik :
•
• Penurunan berat badanPenurunan berat badan
•
• Ubun-ubun besar cekungUbun-ubun besar cekung
•
• Palpebra cekungPalpebra cekung
•
• Selaput lendir bibir dan mulut nampak keringSelaput lendir bibir dan mulut nampak kering
•
• Berat badanBerat badan
•
Kriteria Diagnosis
Kriteria Diagnosis
Derajat Dehidrasi Derajat Dehidrasi
Kehilangan Berat Badan Kehilangan Berat Badan •
• Dehidrasi ringan :Dehidrasi ringan :
Bila terjadi penurunan berat badan 2
Bila terjadi penurunan berat badan 2 ½%-5%½%-5%
•
• Dehidrasi sedang :Dehidrasi sedang :
Bila terjadi penurunan berat badan 5-10% Bila terjadi penurunan berat badan 5-10% •
• Dehidrasi berat :Dehidrasi berat :
Bila terjadi penurunan berat badan >
Kriteria Diagnosis
Kriteria Diagnosis
Bagian Tubuh
Bagian Tubuh NILAINILAI Yang Diperiksa Yang Diperiksa 00 11 22 Keadaan Umum Keadaan Umum Turgor Turgor Mata Mata UUB UUB Mulut Mulut Denyut Nadi Denyut Nadi Sehat Sehat Normal Normal Nomral Nomral Normal Normal Normal Normal Kuat < 120 Kuat < 120 Gelisah cengeng, Gelisah cengeng, apatis, ngantuk apatis, ngantuk Sedikit, kurang Sedikit, kurang Sedikit cekung Sedikit cekung Sedikit cekung Sedikit cekung Kering Kering Sedang (120-140) Sedang (120-140) Mengigau, Mengigau, koma/syok koma/syok Sangat kurang Sangat kurang Sangat cekung Sangat cekung Sangat cekung Sangat cekung Kering, sianosis Kering, sianosis Lemah > 140 Lemah > 140 Score :
Score : 0-2 dehidrasi ringan/ 3-6 0-2 dehidrasi ringan/ 3-6 dehidrasi sedang/ 7-1dehidrasi sedang/ 7-12 Dehidrasi berat2 Dehidrasi berat
Skor Mourice King Skor Mourice King
Kriteria Diagnosis
Kriteria Diagnosis
Derajat Dehidrasi MTBS (Management Terpadu Balita Sakit) Derajat Dehidrasi MTBS (Management Terpadu Balita Sakit)
Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut: Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut:
-- letargis atau tidak sadarletargis atau tidak sadar
-- mata cekungmata cekung
-- tidak bisa minum atau malas minumtidak bisa minum atau malas minum
-- Cubitan kulit perut kembalinya sangatCubitan kulit perut kembalinya sangat
lambat lambat
DEHIDRAS
DEHIDRASI BEI BERARATT
Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut: Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut:
-- Gelisah, rewel/ marahGelisah, rewel/ marah
-- Mata cekungMata cekung
-- Haus, minum dengan lahapHaus, minum dengan lahap
-- Cubitan kulit perut kembalinya lambatCubitan kulit perut kembalinya lambat
DEHIDRASI DEHIDRASI
RINGAN/SEDANG RINGAN/SEDANG
Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan
sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang
T
Kriteria Diagnosis
Kriteria Diagnosis
Gejala Klinik
Gejala Klinik TanpaTanpa Dehidrasi Dehidrasi (<5% BB) (<5% BB) Dehidrasi ringan-sedang Dehidrasi ringan-sedang (5-10% BB) 10% BB) Dehidrasi berat Dehidrasi berat (>10% BB) (>10% BB) AnamnesaAnamnesa DiareDiare MuntahMuntah Rasa hausRasa haus UrinUrin ≥ 4 X/hari ≥ 4 X/hari Sedikit Sedikit Normal Normal Normal Normal 4 4 – – 10 X perhari 10 X perhari Beberapa kali Beberapa kali Rasa haus ada Rasa haus ada Sedikit Sedikit 10 X perhari 10 X perhari Sangat sering Sangat sering
Tidak dapat minum Tidak dapat minum
Tidak ada urin dalam 6 jam Tidak ada urin dalam 6 jam
Pemeriksaan UmumPemeriksaan Umum Keadaan umumKeadaan umum Air mataAir mata
MataMata
Mulut dan lidahMulut dan lidah PernapasanPernapasan Cubitan kulitCubitan kulit Denyut nadi/mntDenyut nadi/mnt
Ubun-ubun Ubun-ubun Sehat, aktif Sehat, aktif Ada Ada Normal Normal Basah Basah Normal Normal Kembali cepat Kembali cepat Kuat <120 Kuat <120 T
Tampak sakit, ampak sakit, mengantuk, lesumengantuk, lesu Tidak ada Tidak ada Cekung Cekung Kering Kering Cepat Cepat Kembali< 2 detik Kembali< 2 detik Sedang (120-140) Sedang (120-140) Cekung Cekung
Sangat mengantuk, tidak
Sangat mengantuk, tidak sadar, lemahsadar, lemah Tidak ada
Tidak ada
Kering dan cekumg Kering dan cekumg Sangat kering
Sangat kering Cepat dan dalam Cepat dan dalam Sangat lambat
Sangat lambat(≥2 detik)(≥2 detik) Lemah >140
Lemah >140 Sangat cekung Sangat cekung
tanda dan
tanda dan
gejala
gejala
Rotavirus EIEC
Rotavirus EIEC ETEC ETEC Salmonella Salmonella Shigella Shigella V.choleraeV.cholerae
Mual dan Mual dan muntah muntah Dari Dari permulaan permulaan - - +
- - + jarang jarang jarangjarang panas
panas + + - - + + + + + + - -sakit
sakit tenesmus tenesmus Kadang- Kadang-kadang kadang Tenesmus Tenesmus kram kram Tenesmus Tenesmus kolik pusing kolik pusing T
Tenesmus enesmus kolikkolik pusing
pusing
kolik kolik Gej. lain
Gej. lain SeringSering distensi distensi abdomen abdomen hipotensi Bakteriemia, hipotensi Bakteriemia, toksemia toksemia sistemik sistemik Dapat ada Dapat ada kejang kejang FESES FESES - volume
- volume sedang sedang banyak banyak sedikit sedikit sedikit sedikit sedikit sedikit SangatSangat banyak banyak - frekuensi
- frekuensi SampaiSampai 10/lebih 10/lebih
sering
sering sering sering sering sering Sering Sering sekali sekali Hampir Hampir terusterus menerus menerus
--KonsistensiKonsistensi berair berair berair berair kental kental berlenberlendir dir kental kental berairberair - mukus
- mukus jarang jarang + + + + ++ sering sering flacksflacks -
- darah darah - - - - ++ Kadang Kadang seringsering - bau
- bau - - Bau Bau tinja tinja TidakTidak spesifik spesifik Bau telur Bau telur busuk busuk T
Tak ak berbau berbau anyiranyir -warna
-warna Hijau Hijau kuning kuning TidakTidak berwarna berwarna
hijau
hijau hijau hijau hijauhijau -leukosit
-leukosit - - - - + + + + + + - -- sifat lain
- sifat lain Tinja sepertiTinja seperti air cucian air cucian
P
P
emeriksa
emeriksa
an
an
P
P
enunjan
enunjan
g
g
•
• DarahDarah
Darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas Darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan tes
darah, glukosa darah, kultur dan tes kepekaankepekaan terhadap antibiotik.
terhadap antibiotik. •
• UrinUrin
Urin lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap Urin lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotik.
antibiotik. •
• TinjaTinja
Pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik. Pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik. •
Tatalaksana diare
Tatalaksana diare
Lima Lintas Tatalaksana Diare : Lima Lintas Tatalaksana Diare : 1.
1. RehidrasiRehidrasi 2.
2. Dukungan nutrisiDukungan nutrisi 3.
3. Suplemetasi ZincSuplemetasi Zinc 4.
4. Antibiotik seletif Antibiotik seletif 5.
1. Rehidrasi
1. Rehidrasi
Terapi A :
Terapi A :Tanpa dehidrasiTanpa dehidrasi
•
• Berikan cairan lebih >>Berikan cairan lebih >>
•
• Makanan tetap diberikan untuk mencegah kurang giziMakanan tetap diberikan untuk mencegah kurang gizi
•
• Preparat Zinc : < 6 bulanPreparat Zinc : < 6 bulan 10 mg 10 mg
> 6 bulan
> 6 bulan 20 mg selama 10 20 mg selama 10 –– 14 hari 14 hari •
• Awasi bila dehidrasi (monitoring Awasi bila dehidrasi (monitoring bila tidak membaikbila tidak membaik
dlm 3 hari atau: dlm 3 hari atau:
▫
▫ BAB lebih seringBAB lebih sering
▫
▫ Muntah terus menerusMuntah terus menerus
▫
▫ Rasa haus yg nyataRasa haus yg nyata
▫
▫ DemamDemam
▫
1. Rehidrasi
1. Rehidrasi
Usia Usia < < 4 4 bln bln 44 ––11 11 bln bln 1212 –– 23 23 bln bln 2- 2- 4 4 thn thn 55 –– 14 thn 14 thn ≥ 15 thn≥ 15 thn BB BB < < 5 5 kg kg 55 –– 7,9 7,9 kg kg 88 –– 10,9 10,9 kg kg 11 11 –– 15,9 15,9 kg kg 1616 –– 29,9kg 29,9kg ≥ 30 kg ≥ 30 kg Jml Jml 200200 –– 400ml 400ml 400 400 –– 600ml 600ml 600 600 –– 800 800 ml ml 800 800 –– 1200ml 1200ml 1200 1200–– 2200 ml 2200 ml 2200 2200–– 4000 ml 4000 mlTabel. CRO dalam 3 jam pertama Tabel. CRO dalam 3 jam pertama
Terapi B :
1. Rehidrasi
1. Rehidrasi
Apakah saudara dapatApakah saudara dapatmenggunakanmenggunakan cairan IV segera? cairan IV segera?Mulai beri cairan IV
Mulai beri cairan IV segera. segera. Bila penderita bisaBila penderita bisa minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai. minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai. Berikan 100 mL/kgBB cairan RL (atau NS, atau Berikan 100 mL/kgBB cairan RL (atau NS, atau Ringer Asetat) sebagai berikut :
Ringer Asetat) sebagai berikut : Usia
Usia Pemberian Pemberian 1 1 KemudianKemudian 30
30 mL/kgBB mL/kgBB 70 70 mL/kgBBmL/kgBB By
By < < 1 1 thn thn : 1 : 1 jam jam 5 5 jamjam Anak
Anak 1-5 1-5 thn thn : : 30 30 menit menit 2 2 ½ ½ jamjam Ulangi bila denyut nadi lemah atau tidak teraba. Ulangi bila denyut nadi lemah atau tidak teraba. Nilai kembali penderita tiap 1-2
Nilai kembali penderita tiap 1-2 jam. jam. Bila rehidrasiBila rehidrasi belum tercapai, percepat tetesan IV.
belum tercapai, percepat tetesan IV.
Juga berikan oralit (5 mg/kgBB/jam) bila penderita Juga berikan oralit (5 mg/kgBB/jam) bila penderita masih bisa minum, biasanya setelah 3-4 jam (bayi) masih bisa minum, biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak).
atau 1-2 jam (anak).
Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak), nilai ulang Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak), nilai ulang penderita menggunakan
penderita menggunakan tabel tabel penilaian. penilaian. LaluLalu pilihlah rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C) pilihlah rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C) untuk melanjutkan terapi.
untuk melanjutkan terapi.
-- Kirim penderita untuk terapi intravena.Kirim penderita untuk terapi intravena.
-- Bila penderita bisa minum, sediakan oralit danBila penderita bisa minum, sediakan oralit dan
tunjukkan cara memberikannya selama perjalanan. tunjukkan cara memberikannya selama perjalanan.
Ya Ya
-- Mulai rehidrasi mulut dengan oralit melalui pipaMulai rehidrasi mulut dengan oralit melalui pipa
nasogastri
nasogastrik k atas mulut. atas mulut. Berikan 20 Berikan 20 mL/kgBB/jammL/kgBB/jam selama 6 jam (total 120 mL/kgBB).
selama 6 jam (total 120 mL/kgBB).
-- Nilailah penderita tiap 1-2 jam :Nilailah penderita tiap 1-2 jam :
Bila muntah / perut kembung, berikan cairanBila muntah / perut kembung, berikan cairan
perlahan. perlahan.
Bila rehidrasi tidak tercapai selama 3 jam, rujukBila rehidrasi tidak tercapai selama 3 jam, rujuk
penderita untuk terapi IV. penderita untuk terapi IV.
Setelah 6 jam, nilai kembali penderita dan pilih Setelah 6 jam, nilai kembali penderita dan pilih Apakah ada terapi IV
Apakah ada terapi IV terdekat terdekat (dalam 30 menit) ? (dalam 30 menit) ?
Apakah saudara dapat Apakah saudara dapat menggunakan pipa menggunakan pipa nasogastrik untuk nasogastrik untuk rehidrasi ? rehidrasi ? Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Segera rujuk anak Segera rujuk anak untuk rehidrasi untuk rehidrasi Catatan
Catatan : :
•
•Bila Bila mungkin, mungkin, amatiamati
penderita sedikitnya 6 penderita sedikitnya 6 jam
jam setelah setelah rehidrasirehidrasi untuk memastikan bahwa untuk memastikan bahwa ibu dapat mengembalikan ibu dapat mengembalikan cairan yang hilang dengan cairan yang hilang dengan memberi oralit.
memberi oralit.
•
•Bila usia > 2 thn,Bila usia > 2 thn,
pikirkan kemungkinan pikirkan kemungkinan kolera dan berikan kolera dan berikan antibiotik yang tepat antibiotik yang tepat secara oral setelah anak secara oral setelah anak sadar.
sadar.
Terapi C
Terapi C
2. Dukungan Nutrisi
2. Dukungan Nutrisi
•
• Makanan tetap diteruskan sesuai usia anakMakanan tetap diteruskan sesuai usia anak
dengan menu yang sama pada waktu anak sehat dengan menu yang sama pada waktu anak sehat sebagai pengganti nutrisi yang hilang, serta sebagai pengganti nutrisi yang hilang, serta mencegah tidak terjadi gizi buruk.
mencegah tidak terjadi gizi buruk. •
• ASI ASI tetap tetap diberikan diberikan pada pada diare diare cair cair akutakut
(maupun pada diare akut berdarah) dan (maupun pada diare akut berdarah) dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dari diberikan dengan frekuensi lebih sering dari biasanya.
3. Suplemen Zinc
3. Suplemen Zinc
Efek zinc antara lain : Efek zinc antara lain :
•
• Zinc berperan sebagai anti-oksidanZinc berperan sebagai anti-oksidan, ‘, ‘ berkompetisi berkompetisi’’
dengan tembaga (Cu) dan besi (Fe) yang dapat dengan tembaga (Cu) dan besi (Fe) yang dapat menimbulkan radikal bebas.
menimbulkan radikal bebas.
•
• Zinc menghambat sintesisZinc menghambat sintesis Nitric Oxide Nitric Oxide (NO). (NO). Dengan pemberian zinc, diharapkan NO tidak Dengan pemberian zinc, diharapkan NO tidak
disintesis secara berlebihan sehingga tidak terjadi disintesis secara berlebihan sehingga tidak terjadi kerusaan jaringan dan tidak terjadi hipersekresi. kerusaan jaringan dan tidak terjadi hipersekresi.
•
Probiotik
Probiotik
•
• Probiotik: Kuman konsumsi PO Probiotik: Kuman konsumsi PO dengan manfaatdengan manfaat
positif bagi kesehatan (bakteri genus positif bagi kesehatan (bakteri genus Bifidobacteria
Bifidobacteria dan dan Lactobacillus Lactobacillus)) •
• Mempersingkat lama diare pada anakMempersingkat lama diare pada anak •
• Cegah diare pada bayi baikCegah diare pada bayi baik
▫
▫ Nosokomial (33,3%Nosokomial (33,3% 6,7%) 6,7%)
▫
▫ Rotavirus (17,7 %Rotavirus (17,7 % 2,2%) 2,2%)
▫
4. A
4. A
ntibiotik
ntibiotik
Selektif
Selektif
•
• Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair
akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera. Pemb
berdarah dan kolera. Pemberian antibiotic yangerian antibiotic yang tidak rasional, akan memperpanjang lamanya tidak rasional, akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu
diare karena akan mengganggu keseimbangankeseimbangan flora usus
4. An
4. An
tibiotik
tibiotik
Selektif
Selektif
Penyebab
Penyebab Antibiotik pili Antibiotik pilihanhan Alternatif Alternatif Kolera
Kolera TetracyclinTetracyclin 12,5 mg/kgBB 12,5 mg/kgBB
4x sehari selama 3 hari 4x sehari selama 3 hari
Erythromycin Erythromycin 12,5 mg/kgBB 12,5 mg/kgBB
4x sehari selama 3 hari 4x sehari selama 3 hari Shigella dysentery
Shigella dysentery CiprofloxacinCiprofloxacin 15 mg/kgBB 15 mg/kgBB
2x sehari selama 3 hari 2x sehari selama 3 hari
Ceftriaxone Ceftriaxone 50-100 mg/kgBB 50-100 mg/kgBB
4x sehari selama 5 hari 4x sehari selama 5 hari Amoebiasis
Amoebiasis MetronidazoleMetronidazole 10 mg/kgBB
10 mg/kgBB
3x sehari selama 5 hari 3x sehari selama 5 hari (10 hari pada kasus berat) (10 hari pada kasus berat) Giardiasis
Giardiasis MetronidazoleMetronidazole 5 mg/kgBB
5 mg/kgBB
3x sehari selama 5 hari 3x sehari selama 5 hari
5. N
5. N
asihat
asihat
Kepada
Kepada
Or
Or
ang T
ang T
ua
ua
•
• Nasehat kepada orang tua untuk segeraNasehat kepada orang tua untuk segera
membawa anak kembali ke
membawa anak kembali ke petugas kesehatanpetugas kesehatan jika ada demam, tinja be
jika ada demam, tinja berdarah, muntahrdarah, muntah berulang, makan ata
berulang, makan atau minum sedikit, sangatu minum sedikit, sangat haus, diare makin sering
haus, diare makin sering atau belum membaikatau belum membaik dalam 3 hari.
dalam 3 hari. •
• Indikasi rawat inap pada Indikasi rawat inap pada diare akut berdarahdiare akut berdarah
adalah malnutrisi, usia <
adalah malnutrisi, usia < 1 tahun, menderita1 tahun, menderita campak pada 6 bulan terakhir,
campak pada 6 bulan terakhir, adanya dehidrasi,adanya dehidrasi, dan disentri yang disertai dengan komplikasi.
An. A 7,5 bln An. A 7,5 bln ♂♂ Mencret 3-5x/hr sejak Mencret 3-5x/hr sejak 2 SMRS 2 SMRS Muntah Muntah BAB cair, BAB cair, sedikit sedikit ampas, ampas, kuning kuning Demam Demam Analisis Kasus Analisis Kasus Anamnesis Anamnesis Px fisik Px fisik Px Lab Px Lab Mukosa bibir Mukosa bibir kering kering Rewel Rewel Mata sedikit Mata sedikit Cekung
Cekung TurgorTurgorcukupcukup
Tanda-tanda dehidrasi Tanda-tanda dehidrasi ringan - sedang ringan - sedang Suhu Suhu 38 3800CC Susp Susp Diare akut Diare akut ec virus ec virus Diare akut Diare akut Minum Susu Minum Susu formula + ASi formula + ASi mau mau
Pemeriksaan anjuran DL, UL, FL, elektrolit
Pemeriksaan anjuran DL, UL, FL, elektrolit
Diare akut dgn Diare akut dgn dehidrasi ringan-sdg dehidrasi ringan-sdg Air mata (-) Air mata (-) HR 118 HR 118
Reference
Reference
•
• Subagyo B, Santoso BN. Diare Akut dalam BukuSubagyo B, Santoso BN. Diare Akut dalam Buku
Ajar
Ajar Gastroenterologi-Hepatologi Gastroenterologi-Hepatologi IDAI IDAI Jilid Jilid 1.1. Edisi pertama. Cetakan ke dua. 2011: 87-116.
Edisi pertama. Cetakan ke dua. 2011: 87-116. •
• Draft Panduan Pelayanan Medis DepartemenDraft Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak
Ilmu Kesehatan Anak RSCM.JakartaRSCM.Jakarta.2007.2007 •
• Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak DiBuku Saku Pelayanan Kesehatan Anak Di
Rumah Sakit. Diare. WHO Rumah Sakit. Diare. WHO •
• Modul pelatihan Diare. UKK GastroHepatologiModul pelatihan Diare. UKK GastroHepatologi IDAI ed 1.2009
Terima Kasih atas perhatiannya
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Farmakologi Farmakologi • • IVFD RL 35 tpmIVFD RL 35 tpm KebutuhanKebutuhan cairan cairan : : BB BB = = 9 kg9 kg -> 9 kg pertam -> 9 kg pertama a : 9 x 100 = 900 : 9 x 100 = 900 cccc ---= 900 cc/24 jam = 900 cc/24 jam -> Tetes per menit : 900 x 60
-> Tetes per menit : 900 x 60
--- =37,4
--- =37,4 35 tpm35 tpm
24 x 60 24 x 60
1. Host (child) factors 1. Host (child) factors
▫
▫ < 12 months of age< 12 months of age
▫
▫ Low birth weight (<2500 gram)Low birth weight (<2500 gram)
▫
▫ Malnourished Malnourished children/infachildren/infantsnts
▫
▫ Impaired cell-mediated immunityImpaired cell-mediated immunity
▫
▫ In association with respiratory tract infectionIn association with respiratory tract infection
2. Maternal factors 2. Maternal factors
▫
▫ Young age and lim Young age and limited motheriited mothering experienceng experience
▫
▫ Maternal educational status, knowledge, attitude & behaviour aboutMaternal educational status, knowledge, attitude & behaviour about
hygiene, health, and nutrition
hygiene, health, and nutrition
(cit.
3. Feedi
3. Feeding practicesng practices
▫
▫ Recent introduction of animal milksRecent introduction of animal milks
▫
▫ Use of feeding Use of feeding bottles and teats or bottles and teats or dummies (pacifidummies (pacifiers)ers)
4. Microbial is
4. Microbial isolates during eolates during episodespisodes
▫
▫ EnteroadherEnteroadherent ent EscherichiEscherichia a coli coli (EAEC), (EAEC), EnteroaggrEnteroaggregative egative E. E. colicoli
(EaggEC), Enteropathogenic E. coli (EPEC)
(EaggEC), Enteropathogenic E. coli (EPEC)
▫
▫ ShigellaShigella
▫
▫ CryptosporidiumCryptosporidium
▫
▫ Multiple enteric pathogensMultiple enteric pathogens
Risk factors :
5. Previous epi
5. Previous episodes of infectionssodes of infections
▫
▫ Recent episode(s) of acute diarrheaRecent episode(s) of acute diarrhea
▫
▫ Previous episode(s) of persistent diarrheaPrevious episode(s) of persistent diarrhea
6. Use of drugs at previous time 6. Use of drugs at previous time
▫
▫ Antimoti Antimotilitylity reduce motility of reduce motility of gastrointestingastrointestinalal
▫
▫ Antimicr Antimicrobialobial
(cit.
Pada dehidrasi berat, pasien dapat mengalami Pada dehidrasi berat, pasien dapat mengalami
asidosis metabolik. asidosis metabolik.
Asidosis metabolik terjadi karena : Asidosis metabolik terjadi karena : 1.
1. Kehilangan bikarbonat >> melalui tinjaKehilangan bikarbonat >> melalui tinja 2.
2. Ketosis kelaparanKetosis kelaparan 3.
3. Produk-produk metabolik asam tidak dapatProduk-produk metabolik asam tidak dapat dikeluarkan
dikeluarkan oliguria/ anuria oliguria/ anuria 4.
4. Pindahnya ion natrium cairan ekstrasel kePindahnya ion natrium cairan ekstrasel ke cairan intrasel
cairan intrasel 5.
Gambaran Klinik Asidosis Metabolik Gambaran Klinik Asidosis Metabolik •
• Hiperventilasi ( pernafasan cepat dan dalam/Hiperventilasi ( pernafasan cepat dan dalam/
Kussmaul Kussmaul •
• Terkadang diikuti syok, mual, muntah,Terkadang diikuti syok, mual, muntah,
anoreksia anoreksia
•
• Bila asidosis hanya sedikit dan cukup cairanBila asidosis hanya sedikit dan cukup cairan
elektrolit ( CO2 combining power tidak kurang elektrolit ( CO2 combining power tidak kurang dari 40 vol % atau 18 mEq/liter)
dari 40 vol % atau 18 mEq/liter) dikoreksi dikoreksi oleh homeostasis tubuh sendiri
oleh homeostasis tubuh sendiri •
• Bila dibawah nilai diatasBila dibawah nilai diatas dikoreksi dengan dikoreksi dengan
natrium laktat atau natrium bikarbonat natrium laktat atau natrium bikarbonat
B. Derajat Dehidrasi menurut Tonisitas Cairan
B. Derajat Dehidrasi menurut Tonisitas Cairan
1.
1.
Dehidrasi isotonik
Dehidrasi isotonik
Kadar Na dalam plasma 130
Kadar Na dalam plasma 130
––150 mEq/L
150 mEq/L
2.
2. Dehidrasi
Dehidrasi hipotonik
hipotonik
Kadar Na dalam plasma <130 mEq/L
Kadar Na dalam plasma <130 mEq/L
3.
3. Dehidrasi
Dehidrasi hipertonik
hipertonik
Kadar Na dalam plasma 130
P
P
ert
ert
aha
aha
nan
nan
T
T
ubu
ubu
h
h
•
• Flora normalFlora normal
-- Sejumlah bakteri yang normal berada dalamSejumlah bakteri yang normal berada dalam
usus yang berfungsi mencegah kolonisasi kuman usus yang berfungsi mencegah kolonisasi kuman enterik patogen
enterik patogen
-- > 99% merupakan bakteri > 99% merupakan bakteri anaerobanaerob
-- pH asam dan asam lemak volatil dihasilkan olehpH asam dan asam lemak volatil dihasilkan oleh flora normal
flora normal •
• Asam lambung Asam lambung
-- pH asam merupakan barier terhadap kumanpH asam merupakan barier terhadap kuman enterik patogen
enterik patogen
P
P
ert
ert
aha
aha
nan
nan
T
T
ubu
ubu
h
h
(cont’d)
(cont’d)
•
• Motilitas ususMotilitas usus
-- Peristaltik normal: mekanisme utama untukPeristaltik normal: mekanisme utama untuk membersihkan bakteri dari usus kecil
membersihkan bakteri dari usus kecil bagianbagian
proksimal proksimal •
• ImunitasImunitas
-- Respon imun selular dan produksi Respon imun selular dan produksi antibodi:antibodi: berperan penting dala
berperan penting dalam melindungi host yangm melindungi host yang rentan terhadap infeksi enterik.
•
• Mula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhuMula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau bahkan tidak ada, lalu kemudian
bahkan tidak ada, lalu kemudian timbul diare.timbul diare.
•
• Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. WarnaTinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. Warna tinja makin lama berubah menjadi kehijauan karena tinja makin lama berubah menjadi kehijauan karena tercampur dengan empedu.
tercampur dengan empedu.
•
• Anus dan daerah sekitarnya menjadi lecet karena seringnya Anus dan daerah sekitarnya menjadi lecet karena seringnya defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang makin banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Bila pasien telah tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Bila pasien telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka gejala kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka gejala dehidrasi mulai tampak. Berat badan turun, turgor kulit dehidrasi mulai tampak. Berat badan turun, turgor kulit berkurang, ma
berkurang, mata dan ta dan ubun-ubun ubun-ubun besar besar dapat menjadi dapat menjadi cekung,cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit menjadi kering.
Dehidrasi
Dehidrasi
•
• Penderita dengan diare cair mengeluarkanPenderita dengan diare cair mengeluarkan
sejumlah ion natrium, klorida, kalsium dan sejumlah ion natrium, klorida, kalsium dan bikarbonat.
bikarbonat. Semua Semua akibat akibat diare diare cair cair disebabkandisebabkan karena kehilangan cairan dan elektrolit tubuh karena kehilangan cairan dan elektrolit tubuh melalui tinja. Kehilangan sejumlah air dan melalui tinja. Kehilangan sejumlah air dan
elektrolit bertambah bila ada muntah,
elektrolit bertambah bila ada muntah,
kehilangan air juga meningkat bila ada panas. kehilangan air juga meningkat bila ada panas.
Dehidrasi
Dehidrasi
Dehidrasi adalah keadaan paling berbahaya Dehidrasi adalah keadaan paling berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan volume karena dapat menyebabkan penurunan volume darah , kolaps kardiovaskuler dan kematian bila darah , kolaps kardiovaskuler dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. Ada 3 macam tidak diobati dengan tepat. Ada 3 macam dehidrasi, yaitu:
dehidrasi, yaitu: •
• Dehidrasi isotonik Dehidrasi isotonik •
• Dehidrasi hipertonik (hipernatremik)Dehidrasi hipertonik (hipernatremik) •