• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diare Akut Dgn Dehidrasi Ringan Sedang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Diare Akut Dgn Dehidrasi Ringan Sedang"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

Diare

Diare

Akut

Akut

dengan

dengan

Dehidr

Dehidr

asi

asi

Ringan-Sedang

Ringan-Sedang

Disusun oleh :

Disusun oleh :

Dr. Andi Aso Sudarmin

Dr. Andi Aso Sudarmin

Dokter pendamping : Dokter pendamping :

Dr. Lia Febriyani Dr. Lia Febriyani

Program Internsip Dokter Indonesia Program Internsip Dokter Indonesia

RSUD Sukadana, Lampung Timur RSUD Sukadana, Lampung Timur

2013 2013

Portofolio

(2)

Status

(3)

Status Pasien

Status Pasien

Identitas pasien Identitas pasien •

Nama penderita Nama penderita : : An. An. AA

• Umur Umur : : 7,5 7,5 bulanbulan •

• Jenis kelamin Jenis kelamin : : Laki-lakiLaki-laki •

 Alamat  Alamat : Sukadana Timur: Sukadana Timur

Tanggal masuk Tanggal masuk : : 30 30 Juli Juli 20132013

(4)

Anamnesis

Anamnesis

Dilakukan Allo anamnesis dengan Ibu pasien Dilakukan Allo anamnesis dengan Ibu pasien pada tanggal 30 juli 2013 pukul 23.50 wib

pada tanggal 30 juli 2013 pukul 23.50 wib :: Keluhan utama : Keluhan utama : Mencret Mencret Keluhan tambahan : Keluhan tambahan : Demam dan muntah Demam dan muntah

(5)

Anamnesis

Anamnesis

2hr SMRS : 2hr SMRS : Mencret 3x/hr, seperti Mencret 3x/hr, seperti air menyemprot, air menyemprot,  berwarna kun  berwarna kuning,ing, terdapat lendir(-) ampas terdapat lendir(-) ampas ), bau asam ), busa ), bau asam ), busa

(-), darah (-) . ), darah (-) .

1 hr SMRS : 1 hr SMRS : Mencret

Mencret >5x/hari, >5x/hari, dgndgn  jumlah ½ gelas

 jumlah ½ gelas airair mineral

mineral

Muntah + >7x/hari Muntah + >7x/hari setiap makan dan setiap makan dan

minum. minum.

Saat di IGD RS Saat di IGD RS Mencret (+) saat dibuka Mencret (+) saat dibuka

popok popok Demam

Demam (+), (+), air air mata mata (-)(-)

Berobat ke klinik : Berobat ke klinik : Kaolin pectin, Kaolin pectin, metoclpramid, metoclpramid,  bronchitin dan  bronchitin dan kortimoksazol kortimoksazol

Riwayat Penyakit sekarang Riwayat Penyakit sekarang

RS RS

(6)

Anamnesis

Anamnesis

Riwayat penyakit dalam keluarga Riwayat penyakit dalam keluarga •

• Tidak adaTidak ada

Riwayat kehamilan ibu Riwayat kehamilan ibu •

Perawatan antenataPerawatan antenatal l : : rutin rutin kontrol kontrol dibidandibidan

Penyakit Kehamilan : tidak adaPenyakit Kehamilan : tidak ada

Obat-obat yang diminum : tidak adaObat-obat yang diminum : tidak ada

Riwayat Kelahiran Riwayat Kelahiran •

Lahir spontan dibidan dengan usia cukup bulanLahir spontan dibidan dengan usia cukup bulan

Riwayat penyakit yang pernah diderita Riwayat penyakit yang pernah diderita •

(7)

Anamnesis

Anamnesis

Riwayat Imunisasi Riwayat Imunisasi Interpretasi : Interpretasi :

Imunisasi dasar pada pasien tidak lengkap Imunisasi dasar pada pasien tidak lengkap

Jenis imunisasi

Jenis imunisasi DasarDasar UlanganUlangan BCG BCG XX DPT/DT DPT/DT -- XX -- -- --Polio Polio -- XX -- -- --Campak  Campak  -- --Hepatitis B Hepatitis B -- -- -- -- --

(8)

--Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal

30

30 juli juli 2013 2013 :: Keadaan

Keadaan umum umum : Tampa: Tampak sakit sedk sakit sedang, rewelang, rewel Kesadaran

Kesadaran : : Compos Compos mentis, mentis, menangis menangis kuatkuat Tanda

Tanda Vital Vital ::

• N : 118x/menit, kuat, teratur, isi cukupN : 118x/menit, kuat, teratur, isi cukup

• RR : 24 x /menit, teraturRR : 24 x /menit, teratur

(9)

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Data Antropometri : Data Antropometri : •

• Berat badan Berat badan (BB) (BB) : : 9 9 kgkg •

Tinggi badan Tinggi badan : : ± ± 70 70 cmcm

• Status giziStatus gizi

Berdasarkan BB terhadap usia (Kurva Berdasarkan BB terhadap usia (Kurva

NCHS-CDC): CDC): • • BB terukur: 9 kgBB terukur: 9 kg • • BB Ideal: 8,8 kgBB Ideal: 8,8 kg = 9/8,8 x 100% = = 9/8,8 x 100% = 102%102% •

(10)

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

• Kepala : Normocephal, warna rambut hitamKepala : Normocephal, warna rambut hitam merata,

merata, tidak tidak mudah mudah dicabut, dicabut, ubunubun ubun

ubun besar besar sudah sudah menutup menutup dan dan tidaktidak cekung

cekung

MataMata : : Mata sedikit Mata sedikit cekung, cekung, CA CA -/-, -/-, SI SI -/-

-/-•

• MulutMulut : : Mukosa Mukosa bibir bibir keringkering

• Abdomen Abdomen Inspeksi

Inspeksi : : DatarDatar  Auskul

 Auskul : Bising usus (+) normal: Bising usus (+) normal Palpasi

Palpasi : : Supel, Supel, nyeri nyeri tekan tekan (-), (-), turgor turgor cukupcukup Perkusi

(11)

P

P

emeriksa

emeriksa

an

an

P

P

enunjan

enunjan

g

g

(12)

P

P

emeriksa

emeriksa

an

an

Anjuran

Anjuran

Cek Laboratorium : Cek Laboratorium : •

Darah lengkap,Darah lengkap,

• UrinalisaUrinalisa •

• FL (Kultur feces)FL (Kultur feces) •

(13)

Diagnosis Kerja

Diagnosis Kerja

Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan -Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan

-Sedang Sedang

(14)

Diagnosis Banding

Diagnosis Banding

Diare akut dehidrasi ringan sedang ec bakteriDiare akut dehidrasi ringan sedang ec bakteri

Diare akut dehidrasi ringan sedang ec virusDiare akut dehidrasi ringan sedang ec virus

(15)

Penatalaksanaan (1)

Penatalaksanaan (1)

Medikamentosa : Medikamentosa : •

IVFD KAEN 3A mikro 20 tpmIVFD KAEN 3A mikro 20 tpm

• Zink 20 mg tab 1 x 1 tab POZink 20 mg tab 1 x 1 tab PO •

• Paracetamol 125 mg syrup, Paracetamol 125 mg syrup, 4 x cth I PO 4 x cth I PO prnprn •

Domperidon 5 mg syrup 3 x ½ cthDomperidon 5 mg syrup 3 x ½ cth

Probiotik 2x 1 sachet PO ( tidak ada)Probiotik 2x 1 sachet PO ( tidak ada)

(16)

Penatalaksanaan (2)

Penatalaksanaan (2)

Non Medikamentosa : Non Medikamentosa : •

Timbang BB tiap hariTimbang BB tiap hari

• Edukasi Orang tuaEdukasi Orang tua •

(17)

F

F

ollow

ollow

up :

up :

Tanggal

Tanggal Perjalanan Perjalanan penyakit penyakit TerapiTerapi 31/07/13

31/07/13

R. Anak R. Anak

S : Demam (-), mu

S : Demam (-), muntah (+)1x, ntah (+)1x, minum mau, BAminum mau, BAB (+) 1x cairB (+) 1x cair (sudah ada ampas)

(sudah ada ampas) O :KU: TSS, CM, rewel O :KU: TSS, CM, rewel TTV: TTV: RR: RR: 26x/mnt 26x/mnt N: N: 114x/mnt114x/mnt S: 37,6 S: 37,6ooC C BB: BB: 9 9 kgkg

Mata: palpelbra sedikit cekung Mata: palpelbra sedikit cekung Mulut: mukosa bibir kering Mulut: mukosa bibir kering Lain-lain dbn

Lain-lain dbn

 A : Diare Akut dgn de

 A : Diare Akut dgn dehidrasi ringan-sedahidrasi ringan-sedangng

R/ IVFD KaEN 3A

R/ IVFD KaEN 3A 35tpm 35tpm mikro

mikro R/ Zink

R/ Zink tab tab 1 X 1 X 20 mg20 mg R/ Ampicilin 4 X 250 mg R/ Ampicilin 4 X 250 mg R/ Gentamisin 2 X 20 mg R/ Gentamisin 2 X 20 mg 01/08/13 01/08/13 R. Anak R. Anak S : Demam (-), mu

S : Demam (-), muntah (+)1x, ntah (+)1x, minum mau, BAminum mau, BAB (+) 1x cairB (+) 1x cair (sudah ada ampas)

(sudah ada ampas) O :KU: TSS, CM, rewel O :KU: TSS, CM, rewel TTV: TTV: RR: RR: 26x/mnt 26x/mnt N: N: 110x/mnt110x/mnt S: 36,5 S: 36,5ooC C BB: BB: 9 9 kgkg

Mata: palpelbra sedikit cekung Mata: palpelbra sedikit cekung Mulut: mukosa bibir kering Mulut: mukosa bibir kering Lain-lain dbn

Lain-lain dbn

 A : Diare Akut dgn de

 A : Diare Akut dgn dehidrasi ringan-sedahidrasi ringan-sedangng

R/ Terapi lanjut R/ Terapi lanjut

(18)

Prognosis

Prognosis

 Ad vitam  Ad vitam : ad bonam: ad bonam

 Ad fungsionam  Ad fungsionam : ad bonam: ad bonam

(19)

Tinjauan Pustaka

(20)

Definisi

Definisi

Diare dapat didefinisikan sebagai Diare dapat didefinisikan sebagai meningkatnyameningkatnya

frekuensi buang air besar dan berubahnya frekuensi buang air besar dan berubahnya konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. •

• Diare akut adalah buang air Diare akut adalah buang air besar lembek ataubesar lembek atau  bahkan dapat berupa air saja, ta

 bahkan dapat berupa air saja, tanpa terlihatnpa terlihat

darah, dan dengan frekuensi tiga kali atau lebih darah, dan dengan frekuensi tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam dan

sering dari biasanya dalam 24 jam dan  berlangsung kurang dari 7 hari.

(21)

Epidemiologi

Epidemiologi

Causes of Death in Children Under 5 Years

Causes of Death in Children Under 5 Years

Basic Health Research (Riskesdas), 2007 Basic Health Research (Riskesdas), 2007

Septicemia Septicemia Drowning Drowning Tetanus Tetanus Congenital

Congenital heart anomalyheart anomaly & hydrocephalus

& hydrocephalus Necroticans

Necroticans Entero ColitisEntero Colitis Malaria Malaria Malnutrition Malnutrition Leukemia Leukemia DHF DHF Measles Measles TB TB GI disorder GI disorder Others Others 13% 13% DiarrhoeaDiarrhoea 28% 28% PNEUMONIA PNEUMONIA 20% 20% Meningitis/ Meningitis/ encephalitis encephalitis 9% 9% DIARRHEA DIARRHEA 28% 28% PNEUMONI PNEUMONI  A  A 20% 20%

(22)

Etiology Of U5

Etiology Of U5 Diarrhea In Indonesia

Diarrhea In Indonesia

80% 80% 5% 5% 1% 1% 5% 5% 3% 3% 1% 1% 1% 1% 1% 1% 2% 2% 1% 1% 5% 5% R RVV Shigella Shigella  A

 Aeromeromonasonas

Salmonella

Salmonella

Campylobacter 

Campylobacter 

S.

S. EEnternteritidisitidis

Giardia Lamblia Giardia Lamblia Mixed (RV+Salmonella) Mixed (RV+Salmonella) Mixed (RV+Campylobacter) Mixed (RV+Campylobacter)

Mixed (RV+Ve Inaba)

Mixed (RV+Ve Inaba)

Hospital Surveillance at Sardjito hospital BY Ministry of Health & Hospital Surveillance at Sardjito hospital BY Ministry of Health & NAMRU2 research, 2005

(23)
(24)

Patofisiologi

Patofisiologi

Mekanisme dasar yang

Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnyamenyebabkan timbulnya diare:

diare:

1.Gangguan osmotik 1.Gangguan osmotik

Makanan/zat tidak dapat diserap

Makanan/zat tidak dapat diserap tekanantekanan

osmotikdalam rongga usus meningkat

osmotikdalam rongga usus meningkat 

pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus

usus

Isi rongga usus yang berlebihan

Isi rongga usus yang berlebihan  merangsang merangsang usus untuk mengeluarkannya

(25)

Patofisiologi

Patofisiologi

2. Gangguan sekresi 2. Gangguan sekresi

Rangsangan tertentu ( toksin ) pada dinding Rangsangan tertentu ( toksin ) pada dinding usus

usus  peningkatan sekresi air dan elektrolit ke peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus

dalam rongga usus  diare sekretorik timbul diare sekretorik timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus karena terdapat peningkatan isi rongga usus 3. Gangguan motilitas usus

3. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik

Hiperperistaltik  berkurangnya kesempatan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap

usus untuk menyerap makananmakanan  diare. diare. Bila peristaltik usus menurun

Bila peristaltik usus menurun  bakteri tumbuh bakteri tumbuh  berlebihan

(26)

P

P

atogenesis

atogenesis

Diare

Diare

Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah

Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah

 berhasil melewati rintangan asam lambung

 berhasil melewati rintangan asam lambung

Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi)

Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi) di dalam usus halusdi dalam usus halus

Oleh jasad renik dikeluarkan toksin ( toksin diaregenik)

(27)

Bila diare berlanjut sampai 2 minggu/

Bila diare berlanjut sampai 2 minggu/ lebih, kehilangan BB atau tidaklebih, kehilangan BB atau tidak

 bertambah selama masa tersebut

 bertambah selama masa tersebut

Diare Kronik

Diare Kronik

Bila diarenya menetap dalam 2 minggu/ lebih dan

Bila diarenya menetap dalam 2 minggu/ lebih dan disertai gangguandisertai gangguan

pertumbuhan pertumbuhan Diare Akut Diare Akut Diare persisten Diare persisten Melanjutnya Kerusakan Melanjutnya Kerusakan mukosa mukosa Perbaikan mukosa Perbaikan mukosa  yang terlambat  yang terlambat

(28)

Patogenesis Virus

Patogenesis Virus

 VIRUS  VIRUS

EPITEL USUS HALUS EPITEL USUS HALUS

MERUSAK BAGIA

MERUSAK BAGIAN APIKAL VILI N APIKAL VILI USUS HALUSUSUS HALUS

DIGANTI DENGAN BAGIAN KRIPTA YANG BELUM DIGANTI DENGAN BAGIAN KRIPTA YANG BELUM MATANG BERBENTUK KUBOID / GEPENG

MATANG BERBENTUK KUBOID / GEPENG SALURAN DIGESTIF

SALURAN DIGESTIF

FUNGSI PENYERAPAN AIR & MAKAN TIDAK FUNGSI PENYERAPAN AIR & MAKAN TIDAK BAIK

BAIK

DIARE OSMOTIK DIARE OSMOTIK

(29)

Patogenesis Bakteri

Patogenesis Bakteri

BAKTERI BAKTERI TRAKTUS DIGESTIF TRAKTUS DIGESTIF

MERANGSANG EPITEL USUS MERANGSANG EPITEL USUS

PE

PE AN AKTIVITAS ENZIM ADENIL SIKLASE AN AKTIVITAS ENZIM ADENIL SIKLASE

MERANGSANG SEKRESI Cl, Na & H

MERANGSANG SEKRESI Cl, Na & H22O dan MENGHAMBATO dan MENGHAMBAT aBSORPSI Cl, Na & H

aBSORPSI Cl, Na & H22O DARI LUMEN USUS KE DALAM SELO DARI LUMEN USUS KE DALAM SEL

HIPEROSMOLAR HIPERPERISTALTIK HIPEROSMOLAR HIPERPERISTALTIK

USUS USUS

(30)

Faktor Resiko

Faktor Resiko

Tidak memberikan ASI sampai 2 Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun.Tahun.

Status gizi kurang dan gizi buruk.Status gizi kurang dan gizi buruk.

• Imunodefesiensi /ImunosupresiImunodefesiensi /Imunosupresi •

• Pengunaan botol susu tidak hyginePengunaan botol susu tidak hygine •

(31)

Manifestasi Klinis

Manifestasi Klinis

Gejala klinis :

Gejala klinis :

• Cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkatCengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat

• Nafsu makan biasanya tidak adaNafsu makan biasanya tidak ada  timbul diare timbul diare

• Tinja cair mungkin disertai lendir dan atau darahTinja cair mungkin disertai lendir dan atau darah

•  Warna tinja Warna tinja  kehijau-hijauan (tercampur empedu) kehijau-hijauan (tercampur empedu)

•  Anus dan d Anus dan daerah sekitaaerah sekitarnya lecet ( serinrnya lecet ( sering defekasi)g defekasi)

• Muntah (sebelum/ sesudah diare)Muntah (sebelum/ sesudah diare)  lambung meradang atau lambung meradang atau ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit

ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit Pemeriksan fisik :

Pemeriksan fisik :

• Penurunan berat badanPenurunan berat badan

• Ubun-ubun besar cekungUbun-ubun besar cekung

• Palpebra cekungPalpebra cekung

• Selaput lendir bibir dan mulut nampak keringSelaput lendir bibir dan mulut nampak kering

• Berat badanBerat badan

(32)

Kriteria Diagnosis

Kriteria Diagnosis

Derajat Dehidrasi Derajat Dehidrasi

Kehilangan Berat Badan Kehilangan Berat Badan •

• Dehidrasi ringan :Dehidrasi ringan :

Bila terjadi penurunan berat badan 2

Bila terjadi penurunan berat badan 2 ½%-5%½%-5%

Dehidrasi sedang :Dehidrasi sedang :

Bila terjadi penurunan berat badan 5-10% Bila terjadi penurunan berat badan 5-10% •

• Dehidrasi berat :Dehidrasi berat :

Bila terjadi penurunan berat badan >

(33)

Kriteria Diagnosis

Kriteria Diagnosis

Bagian Tubuh

Bagian Tubuh NILAINILAI Yang Diperiksa Yang Diperiksa 00 11 22 Keadaan Umum Keadaan Umum Turgor Turgor Mata Mata UUB UUB Mulut Mulut Denyut Nadi Denyut Nadi Sehat Sehat  Normal  Normal  Nomral  Nomral  Normal  Normal  Normal  Normal Kuat < 120 Kuat < 120 Gelisah cengeng, Gelisah cengeng, apatis, ngantuk  apatis, ngantuk  Sedikit, kurang Sedikit, kurang Sedikit cekung Sedikit cekung Sedikit cekung Sedikit cekung Kering Kering Sedang (120-140) Sedang (120-140) Mengigau, Mengigau, koma/syok  koma/syok  Sangat kurang Sangat kurang Sangat cekung Sangat cekung Sangat cekung Sangat cekung Kering, sianosis Kering, sianosis Lemah > 140 Lemah > 140 Score :

Score : 0-2 dehidrasi ringan/ 3-6 0-2 dehidrasi ringan/ 3-6 dehidrasi sedang/ 7-1dehidrasi sedang/ 7-12 Dehidrasi berat2 Dehidrasi berat

Skor Mourice King Skor Mourice King

(34)

Kriteria Diagnosis

Kriteria Diagnosis

Derajat Dehidrasi MTBS (Management Terpadu Balita Sakit) Derajat Dehidrasi MTBS (Management Terpadu Balita Sakit)

Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut: Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut:

-- letargis atau tidak sadarletargis atau tidak sadar

-- mata cekungmata cekung

-- tidak bisa minum atau malas minumtidak bisa minum atau malas minum

-- Cubitan kulit perut kembalinya sangatCubitan kulit perut kembalinya sangat

lambat lambat

DEHIDRAS

DEHIDRASI BEI BERARATT

Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut: Terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda berikut:

-- Gelisah, rewel/ marahGelisah, rewel/ marah

-- Mata cekungMata cekung

-- Haus, minum dengan lahapHaus, minum dengan lahap

-- Cubitan kulit perut kembalinya lambatCubitan kulit perut kembalinya lambat

DEHIDRASI DEHIDRASI

RINGAN/SEDANG RINGAN/SEDANG

Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan

sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang

T

(35)

Kriteria Diagnosis

Kriteria Diagnosis

Gejala Klinik 

Gejala Klinik  TanpaTanpa Dehidrasi Dehidrasi (<5% BB) (<5% BB) Dehidrasi ringan-sedang Dehidrasi ringan-sedang (5-10% BB) 10% BB) Dehidrasi berat Dehidrasi berat (>10% BB) (>10% BB)   AnamnesaAnamnesa  DiareDiare  MuntahMuntah  Rasa hausRasa haus  UrinUrin ≥ 4 X/hari ≥ 4 X/hari Sedikit Sedikit  Normal  Normal  Normal  Normal 4 4 –  –  10 X perhari 10 X perhari Beberapa kali Beberapa kali Rasa haus ada Rasa haus ada Sedikit Sedikit 10 X perhari 10 X perhari Sangat sering Sangat sering

Tidak dapat minum Tidak dapat minum

Tidak ada urin dalam 6 jam Tidak ada urin dalam 6 jam

 Pemeriksaan UmumPemeriksaan Umum  Keadaan umumKeadaan umum  Air mataAir mata

 MataMata

 Mulut dan lidahMulut dan lidah  PernapasanPernapasan  Cubitan kulitCubitan kulit  Denyut nadi/mntDenyut nadi/mnt

Ubun-ubun Ubun-ubun Sehat, aktif  Sehat, aktif  Ada Ada  Normal  Normal Basah Basah  Normal  Normal Kembali cepat Kembali cepat Kuat <120 Kuat <120 T

Tampak sakit, ampak sakit, mengantuk, lesumengantuk, lesu Tidak ada Tidak ada Cekung Cekung Kering Kering Cepat Cepat Kembali< 2 detik  Kembali< 2 detik  Sedang (120-140) Sedang (120-140) Cekung Cekung

Sangat mengantuk, tidak

Sangat mengantuk, tidak sadar, lemahsadar, lemah Tidak ada

Tidak ada

Kering dan cekumg Kering dan cekumg Sangat kering

Sangat kering Cepat dan dalam Cepat dan dalam Sangat lambat

Sangat lambat(≥2 detik)(≥2 detik) Lemah >140

Lemah >140 Sangat cekung Sangat cekung

(36)

tanda dan

tanda dan

gejala

gejala

Rotavirus EIEC

Rotavirus EIEC ETEC ETEC Salmonella Salmonella Shigella Shigella V.choleraeV.cholerae

Mual dan Mual dan muntah muntah Dari Dari permulaan permulaan - - +

- - +  jarang  jarang jarangjarang panas

panas + + - - + + + + + + - -sakit

sakit tenesmus tenesmus Kadang- Kadang-kadang kadang Tenesmus Tenesmus kram kram Tenesmus Tenesmus kolik pusing kolik pusing T

Tenesmus enesmus kolikkolik pusing

pusing

kolik kolik Gej. lain

Gej. lain SeringSering distensi distensi abdomen abdomen hipotensi Bakteriemia, hipotensi Bakteriemia, toksemia toksemia sistemik sistemik Dapat ada Dapat ada kejang kejang FESES FESES - volume

- volume sedang sedang banyak banyak sedikit sedikit sedikit sedikit sedikit sedikit SangatSangat banyak banyak - frekuensi

- frekuensi SampaiSampai 10/lebih 10/lebih

sering

sering sering sering sering sering Sering Sering sekali sekali Hampir Hampir terusterus menerus menerus

--KonsistensiKonsistensi berair berair berair berair kental kental berlenberlendir dir kental kental berairberair - mukus

- mukus  jarang jarang + + + + ++ sering sering flacksflacks -

- darah darah - - - - ++ Kadang Kadang seringsering - bau

- bau - - Bau Bau tinja tinja TidakTidak spesifik spesifik Bau telur Bau telur busuk busuk T

Tak ak berbau berbau anyiranyir -warna

-warna Hijau Hijau kuning kuning TidakTidak berwarna berwarna

hijau

hijau hijau hijau hijauhijau -leukosit

-leukosit - - - - + + + + + + - -- sifat lain

- sifat lain Tinja sepertiTinja seperti air cucian air cucian

(37)

P

P

emeriksa

emeriksa

an

an

P

P

enunjan

enunjan

g

g

DarahDarah

Darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas Darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan tes

darah, glukosa darah, kultur dan tes kepekaankepekaan terhadap antibiotik.

terhadap antibiotik. •

UrinUrin

Urin lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap Urin lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotik.

antibiotik. •

• TinjaTinja

Pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik. Pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik. •

(38)

Tatalaksana diare

Tatalaksana diare

Lima Lintas Tatalaksana Diare : Lima Lintas Tatalaksana Diare : 1.

1. RehidrasiRehidrasi 2.

2. Dukungan nutrisiDukungan nutrisi 3.

3. Suplemetasi ZincSuplemetasi Zinc 4.

4.  Antibiotik seletif Antibiotik seletif 5.

(39)

1. Rehidrasi

1. Rehidrasi

Terapi A :

Terapi A :Tanpa dehidrasiTanpa dehidrasi

• Berikan cairan lebih >>Berikan cairan lebih >>

• Makanan tetap diberikan untuk mencegah kurang giziMakanan tetap diberikan untuk mencegah kurang gizi

Preparat Zinc : < 6 bulanPreparat Zinc : < 6 bulan  10 mg 10 mg

> 6 bulan

> 6 bulan  20 mg selama 10 20 mg selama 10 –– 14 hari 14 hari

 Awasi bila dehidrasi (monitoring  Awasi bila dehidrasi (monitoring bila tidak membaikbila tidak membaik

dlm 3 hari atau: dlm 3 hari atau:

▫ BAB lebih seringBAB lebih sering

▫ Muntah terus menerusMuntah terus menerus

▫ Rasa haus yg nyataRasa haus yg nyata

▫ DemamDemam

(40)

1. Rehidrasi

1. Rehidrasi

Usia Usia < < 4 4 bln bln 44 ––11 11 bln bln 1212 –– 23 23 bln bln 2- 2- 4 4 thn thn 55 –– 14 thn 14 thn ≥ 15 thn≥ 15 thn BB BB < < 5 5 kg kg 55 –– 7,9 7,9 kg kg 88 –– 10,9 10,9 kg kg 11 11 –– 15,9 15,9 kg kg 1616 –– 29,9kg 29,9kg ≥ 30 kg ≥ 30 kg Jml Jml 200200 –– 400ml 400ml 400 400 –– 600ml 600ml 600 600 –– 800 800 ml ml 800 800 –– 1200ml 1200ml 1200 1200–– 2200 ml 2200 ml 2200 2200–– 4000 ml 4000 ml

Tabel. CRO dalam 3 jam pertama Tabel. CRO dalam 3 jam pertama

Terapi B :

(41)

1. Rehidrasi

1. Rehidrasi

Apakah saudara dapatApakah saudara dapatmenggunakanmenggunakan cairan IV segera? cairan IV segera?

Mulai beri cairan IV

Mulai beri cairan IV segera. segera. Bila penderita bisaBila penderita bisa minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai. minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai. Berikan 100 mL/kgBB cairan RL (atau NS, atau Berikan 100 mL/kgBB cairan RL (atau NS, atau Ringer Asetat) sebagai berikut :

Ringer Asetat) sebagai berikut : Usia

Usia Pemberian Pemberian 1 1 KemudianKemudian 30

30 mL/kgBB mL/kgBB 70 70 mL/kgBBmL/kgBB By

By < < 1 1 thn thn : 1 : 1 jam jam 5 5 jamjam Anak

Anak 1-5 1-5 thn thn : : 30 30 menit menit 2 2 ½ ½ jamjam Ulangi bila denyut nadi lemah atau tidak teraba. Ulangi bila denyut nadi lemah atau tidak teraba. Nilai kembali penderita tiap 1-2

Nilai kembali penderita tiap 1-2 jam. jam. Bila rehidrasiBila rehidrasi belum tercapai, percepat tetesan IV.

belum tercapai, percepat tetesan IV.

Juga berikan oralit (5 mg/kgBB/jam) bila penderita Juga berikan oralit (5 mg/kgBB/jam) bila penderita masih bisa minum, biasanya setelah 3-4 jam (bayi) masih bisa minum, biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak).

atau 1-2 jam (anak).

Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak), nilai ulang Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak), nilai ulang penderita menggunakan

penderita menggunakan tabel tabel penilaian. penilaian. LaluLalu pilihlah rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C) pilihlah rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C) untuk melanjutkan terapi.

untuk melanjutkan terapi.

-- Kirim penderita untuk terapi intravena.Kirim penderita untuk terapi intravena.

-- Bila penderita bisa minum, sediakan oralit danBila penderita bisa minum, sediakan oralit dan

tunjukkan cara memberikannya selama perjalanan. tunjukkan cara memberikannya selama perjalanan.

Ya Ya

-- Mulai rehidrasi mulut dengan oralit melalui pipaMulai rehidrasi mulut dengan oralit melalui pipa

nasogastri

nasogastrik k atas mulut. atas mulut. Berikan 20 Berikan 20 mL/kgBB/jammL/kgBB/jam selama 6 jam (total 120 mL/kgBB).

selama 6 jam (total 120 mL/kgBB).

-- Nilailah penderita tiap 1-2 jam :Nilailah penderita tiap 1-2 jam :

Bila muntah / perut kembung, berikan cairanBila muntah / perut kembung, berikan cairan

perlahan. perlahan.

Bila rehidrasi tidak tercapai selama 3 jam, rujukBila rehidrasi tidak tercapai selama 3 jam, rujuk

penderita untuk terapi IV. penderita untuk terapi IV.

Setelah 6 jam, nilai kembali penderita dan pilih Setelah 6 jam, nilai kembali penderita dan pilih Apakah ada terapi IV

Apakah ada terapi IV terdekat terdekat (dalam 30 menit) ? (dalam 30 menit) ?

Apakah saudara dapat Apakah saudara dapat menggunakan pipa menggunakan pipa nasogastrik untuk nasogastrik untuk rehidrasi ? rehidrasi ? Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Segera rujuk anak Segera rujuk anak untuk rehidrasi untuk rehidrasi Catatan

Catatan : :

•Bila Bila mungkin, mungkin, amatiamati

penderita sedikitnya 6 penderita sedikitnya 6  jam

 jam setelah setelah rehidrasirehidrasi untuk memastikan bahwa untuk memastikan bahwa ibu dapat mengembalikan ibu dapat mengembalikan cairan yang hilang dengan cairan yang hilang dengan memberi oralit.

memberi oralit.

•Bila usia > 2 thn,Bila usia > 2 thn,

pikirkan kemungkinan pikirkan kemungkinan kolera dan berikan kolera dan berikan antibiotik yang tepat antibiotik yang tepat secara oral setelah anak secara oral setelah anak sadar.

sadar.

Terapi C

Terapi C

(42)

2. Dukungan Nutrisi

2. Dukungan Nutrisi

Makanan tetap diteruskan sesuai usia anakMakanan tetap diteruskan sesuai usia anak

dengan menu yang sama pada waktu anak sehat dengan menu yang sama pada waktu anak sehat sebagai pengganti nutrisi yang hilang, serta sebagai pengganti nutrisi yang hilang, serta mencegah tidak terjadi gizi buruk.

mencegah tidak terjadi gizi buruk. •

 ASI  ASI tetap tetap diberikan diberikan pada pada diare diare cair cair akutakut

(maupun pada diare akut berdarah) dan (maupun pada diare akut berdarah) dan diberikan dengan frekuensi lebih sering dari diberikan dengan frekuensi lebih sering dari  biasanya.

(43)

3. Suplemen Zinc

3. Suplemen Zinc

Efek zinc antara lain : Efek zinc antara lain :

Zinc berperan sebagai anti-oksidanZinc berperan sebagai anti-oksidan, ‘, ‘ berkompetisi berkompetisi’’

dengan tembaga (Cu) dan besi (Fe) yang dapat dengan tembaga (Cu) dan besi (Fe) yang dapat menimbulkan radikal bebas.

menimbulkan radikal bebas.

• Zinc menghambat sintesisZinc menghambat sintesis Nitric Oxide Nitric Oxide (NO). (NO). Dengan pemberian zinc, diharapkan NO tidak Dengan pemberian zinc, diharapkan NO tidak

disintesis secara berlebihan sehingga tidak terjadi disintesis secara berlebihan sehingga tidak terjadi kerusaan jaringan dan tidak terjadi hipersekresi. kerusaan jaringan dan tidak terjadi hipersekresi.

(44)

Probiotik

Probiotik

Probiotik: Kuman konsumsi PO Probiotik: Kuman konsumsi PO dengan manfaatdengan manfaat

positif bagi kesehatan (bakteri genus positif bagi kesehatan (bakteri genus  Bifidobacteria

 Bifidobacteria dan dan Lactobacillus Lactobacillus)) •

• Mempersingkat lama diare pada anakMempersingkat lama diare pada anak •

• Cegah diare pada bayi baikCegah diare pada bayi baik

Nosokomial (33,3%Nosokomial (33,3%  6,7%) 6,7%)

▫ Rotavirus (17,7 %Rotavirus (17,7 %  2,2%) 2,2%)

(45)

4. A

4. A

ntibiotik

ntibiotik

Selektif

Selektif

 Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair

akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare akut kecuali dengan indikasi yaitu pada diare  berdarah dan kolera. Pemb

 berdarah dan kolera. Pemberian antibiotic yangerian antibiotic yang tidak rasional, akan memperpanjang lamanya tidak rasional, akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu

diare karena akan mengganggu keseimbangankeseimbangan flora usus

(46)

4. An

4. An

tibiotik

tibiotik

Selektif

Selektif

Penyebab

Penyebab  Antibiotik pili Antibiotik pilihanhan  Alternatif  Alternatif  Kolera

Kolera TetracyclinTetracyclin 12,5 mg/kgBB 12,5 mg/kgBB

4x sehari selama 3 hari 4x sehari selama 3 hari

Erythromycin Erythromycin 12,5 mg/kgBB 12,5 mg/kgBB

4x sehari selama 3 hari 4x sehari selama 3 hari Shigella dysentery

Shigella dysentery CiprofloxacinCiprofloxacin 15 mg/kgBB 15 mg/kgBB

2x sehari selama 3 hari 2x sehari selama 3 hari

Ceftriaxone Ceftriaxone 50-100 mg/kgBB 50-100 mg/kgBB

4x sehari selama 5 hari 4x sehari selama 5 hari  Amoebiasis

 Amoebiasis MetronidazoleMetronidazole 10 mg/kgBB

10 mg/kgBB

3x sehari selama 5 hari 3x sehari selama 5 hari (10 hari pada kasus berat) (10 hari pada kasus berat) Giardiasis

Giardiasis MetronidazoleMetronidazole 5 mg/kgBB

5 mg/kgBB

3x sehari selama 5 hari 3x sehari selama 5 hari

(47)

5. N

5. N

asihat

asihat

Kepada

Kepada

Or

Or

ang T

ang T

ua

ua

Nasehat kepada orang tua untuk segeraNasehat kepada orang tua untuk segera

membawa anak kembali ke

membawa anak kembali ke petugas kesehatanpetugas kesehatan  jika ada demam, tinja be

 jika ada demam, tinja berdarah, muntahrdarah, muntah  berulang, makan ata

 berulang, makan atau minum sedikit, sangatu minum sedikit, sangat haus, diare makin sering

haus, diare makin sering atau belum membaikatau belum membaik dalam 3 hari.

dalam 3 hari. •

Indikasi rawat inap pada Indikasi rawat inap pada diare akut berdarahdiare akut berdarah

adalah malnutrisi, usia <

adalah malnutrisi, usia < 1 tahun, menderita1 tahun, menderita campak pada 6 bulan terakhir,

campak pada 6 bulan terakhir, adanya dehidrasi,adanya dehidrasi, dan disentri yang disertai dengan komplikasi.

(48)

 An. A 7,5 bln  An. A 7,5 bln ♂♂ Mencret 3-5x/hr sejak Mencret 3-5x/hr sejak 2 SMRS 2 SMRS Muntah Muntah BAB cair, BAB cair, sedikit sedikit ampas, ampas, kuning kuning Demam Demam  Analisis Kasus  Analisis Kasus  Anamnesis  Anamnesis Px fisik Px fisik Px Lab Px Lab Mukosa bibir Mukosa bibir kering kering Rewel Rewel Mata sedikit Mata sedikit Cekung

Cekung TurgorTurgorcukupcukup

Tanda-tanda dehidrasi Tanda-tanda dehidrasi ringan - sedang ringan - sedang Suhu Suhu 38 3800CC Susp Susp Diare akut Diare akut ec virus ec virus Diare akut Diare akut Minum Susu Minum Susu formula + ASi formula + ASi mau mau

Pemeriksaan anjuran DL, UL, FL, elektrolit

Pemeriksaan anjuran DL, UL, FL, elektrolit

Diare akut dgn Diare akut dgn dehidrasi ringan-sdg dehidrasi ringan-sdg  Air mata (-)  Air mata (-) HR 118 HR 118

(49)

Reference

Reference

Subagyo B, Santoso BN. Diare Akut dalam BukuSubagyo B, Santoso BN. Diare Akut dalam Buku

 Ajar

 Ajar Gastroenterologi-Hepatologi Gastroenterologi-Hepatologi IDAI IDAI Jilid Jilid 1.1. Edisi pertama. Cetakan ke dua. 2011: 87-116.

Edisi pertama. Cetakan ke dua. 2011: 87-116. •

• Draft Panduan Pelayanan Medis DepartemenDraft Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Ilmu Kesehatan Anak RSCM.JakartaRSCM.Jakarta.2007.2007 •

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak DiBuku Saku Pelayanan Kesehatan Anak Di

Rumah Sakit. Diare. WHO Rumah Sakit. Diare. WHO •

• Modul pelatihan Diare. UKK GastroHepatologiModul pelatihan Diare. UKK GastroHepatologi IDAI ed 1.2009

(50)

Terima Kasih atas perhatiannya

(51)

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan

Farmakologi Farmakologi • • IVFD RL 35 tpmIVFD RL 35 tpm Kebutuhan

Kebutuhan cairan cairan : : BB BB = = 9 kg9 kg -> 9 kg pertam -> 9 kg pertama a : 9 x 100 = 900 : 9 x 100 = 900 cccc ---= 900 cc/24 jam = 900 cc/24 jam -> Tetes per menit : 900 x 60

-> Tetes per menit : 900 x 60

--- =37,4

--- =37,4  35 tpm35 tpm

24 x 60 24 x 60

(52)

1. Host (child) factors 1. Host (child) factors

▫ < 12 months of age< 12 months of age

▫ Low birth weight (<2500 gram)Low birth weight (<2500 gram)

▫ Malnourished Malnourished children/infachildren/infantsnts

▫ Impaired cell-mediated immunityImpaired cell-mediated immunity

▫ In association with respiratory tract infectionIn association with respiratory tract infection

2. Maternal factors 2. Maternal factors

▫  Young age and lim Young age and limited motheriited mothering experienceng experience

▫ Maternal educational status, knowledge, attitude & behaviour aboutMaternal educational status, knowledge, attitude & behaviour about

hygiene, health, and nutrition

hygiene, health, and nutrition

(cit.

(53)

 3. Feedi

 3. Feeding practicesng practices

▫ Recent introduction of animal milksRecent introduction of animal milks

▫ Use of feeding Use of feeding bottles and teats or bottles and teats or dummies (pacifidummies (pacifiers)ers)

 4. Microbial is

 4. Microbial isolates during eolates during episodespisodes

▫ EnteroadherEnteroadherent ent EscherichiEscherichia a coli coli (EAEC), (EAEC), EnteroaggrEnteroaggregative egative E. E. colicoli

(EaggEC), Enteropathogenic E. coli (EPEC)

(EaggEC), Enteropathogenic E. coli (EPEC)

▫ ShigellaShigella

▫ CryptosporidiumCryptosporidium

▫ Multiple enteric pathogensMultiple enteric pathogens

Risk factors :

(54)

 5. Previous epi

 5. Previous episodes of infectionssodes of infections

▫ Recent episode(s) of acute diarrheaRecent episode(s) of acute diarrhea

▫ Previous episode(s) of persistent diarrheaPrevious episode(s) of persistent diarrhea

6. Use of drugs at previous time 6. Use of drugs at previous time

▫  Antimoti Antimotilitylity  reduce motility of  reduce motility of gastrointestingastrointestinalal

▫  Antimicr Antimicrobialobial

(cit.

(55)

Pada dehidrasi berat, pasien dapat mengalami Pada dehidrasi berat, pasien dapat mengalami

asidosis metabolik. asidosis metabolik.

 Asidosis metabolik terjadi karena :  Asidosis metabolik terjadi karena : 1.

1. Kehilangan bikarbonat >> melalui tinjaKehilangan bikarbonat >> melalui tinja 2.

2. Ketosis kelaparanKetosis kelaparan 3.

3. Produk-produk metabolik asam tidak dapatProduk-produk metabolik asam tidak dapat dikeluarkan

dikeluarkan  oliguria/ anuria oliguria/ anuria 4.

4. Pindahnya ion natrium cairan ekstrasel kePindahnya ion natrium cairan ekstrasel ke cairan intrasel

cairan intrasel 5.

(56)

Gambaran Klinik Asidosis Metabolik Gambaran Klinik Asidosis Metabolik •

Hiperventilasi ( pernafasan cepat dan dalam/Hiperventilasi ( pernafasan cepat dan dalam/

Kussmaul Kussmaul •

Terkadang diikuti syok, mual, muntah,Terkadang diikuti syok, mual, muntah,

anoreksia anoreksia

(57)

Bila asidosis hanya sedikit dan cukup cairanBila asidosis hanya sedikit dan cukup cairan

elektrolit ( CO2 combining power tidak kurang elektrolit ( CO2 combining power tidak kurang dari 40 vol % atau 18 mEq/liter)

dari 40 vol % atau 18 mEq/liter)  dikoreksi dikoreksi oleh homeostasis tubuh sendiri

oleh homeostasis tubuh sendiri •

Bila dibawah nilai diatasBila dibawah nilai diatas  dikoreksi dengan dikoreksi dengan

natrium laktat atau natrium bikarbonat natrium laktat atau natrium bikarbonat

(58)

B. Derajat Dehidrasi menurut Tonisitas Cairan

B. Derajat Dehidrasi menurut Tonisitas Cairan

1.

1.

Dehidrasi isotonik

Dehidrasi isotonik

Kadar Na dalam plasma 130

Kadar Na dalam plasma 130

––

 150 mEq/L

 150 mEq/L

2.

2. Dehidrasi

Dehidrasi hipotonik

hipotonik

Kadar Na dalam plasma <130 mEq/L

Kadar Na dalam plasma <130 mEq/L

3.

3. Dehidrasi

Dehidrasi hipertonik

hipertonik

Kadar Na dalam plasma 130

(59)

P

P

ert

ert

aha

aha

nan

nan

T

T

ubu

ubu

h

h

• Flora normalFlora normal

-- Sejumlah bakteri yang normal berada dalamSejumlah bakteri yang normal berada dalam

usus yang berfungsi mencegah kolonisasi kuman usus yang berfungsi mencegah kolonisasi kuman enterik patogen

enterik patogen

-- > 99% merupakan bakteri > 99% merupakan bakteri anaerobanaerob

-- pH asam dan asam lemak volatil dihasilkan olehpH asam dan asam lemak volatil dihasilkan oleh flora normal

flora normal •

• Asam lambung Asam lambung

-- pH asam merupakan barier terhadap kumanpH asam merupakan barier terhadap kuman enterik patogen

enterik patogen

(60)

P

P

ert

ert

aha

aha

nan

nan

T

T

ubu

ubu

h

h

(cont’d)

(cont’d)

Motilitas ususMotilitas usus

-- Peristaltik normal: mekanisme utama untukPeristaltik normal: mekanisme utama untuk membersihkan bakteri dari usus kecil

membersihkan bakteri dari usus kecil bagianbagian

proksimal proksimal •

ImunitasImunitas

-- Respon imun selular dan produksi Respon imun selular dan produksi antibodi:antibodi:  berperan penting dala

 berperan penting dalam melindungi host yangm melindungi host yang rentan terhadap infeksi enterik.

(61)

• Mula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhuMula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau  bahkan tidak ada, lalu kemudian

 bahkan tidak ada, lalu kemudian timbul diare.timbul diare.

• Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. WarnaTinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. Warna tinja makin lama berubah menjadi kehijauan karena tinja makin lama berubah menjadi kehijauan karena tercampur dengan empedu.

tercampur dengan empedu.

•   Anus dan daerah sekitarnya menjadi lecet karena seringnya  Anus dan daerah sekitarnya menjadi lecet karena seringnya defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang makin banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Bila pasien telah tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Bila pasien telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka gejala kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka gejala dehidrasi mulai tampak. Berat badan turun, turgor kulit dehidrasi mulai tampak. Berat badan turun, turgor kulit  berkurang, ma

 berkurang, mata dan ta dan ubun-ubun ubun-ubun besar besar dapat menjadi dapat menjadi cekung,cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit menjadi kering.

(62)

Dehidrasi

Dehidrasi

Penderita dengan diare cair mengeluarkanPenderita dengan diare cair mengeluarkan

sejumlah ion natrium, klorida, kalsium dan sejumlah ion natrium, klorida, kalsium dan  bikarbonat.

 bikarbonat. Semua Semua akibat akibat diare diare cair cair disebabkandisebabkan karena kehilangan cairan dan elektrolit tubuh karena kehilangan cairan dan elektrolit tubuh melalui tinja. Kehilangan sejumlah air dan melalui tinja. Kehilangan sejumlah air dan

elektrolit bertambah bila ada muntah,

elektrolit bertambah bila ada muntah,

kehilangan air juga meningkat bila ada panas. kehilangan air juga meningkat bila ada panas.

(63)

Dehidrasi

Dehidrasi

Dehidrasi adalah keadaan paling berbahaya Dehidrasi adalah keadaan paling berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan volume karena dapat menyebabkan penurunan volume darah , kolaps kardiovaskuler dan kematian bila darah , kolaps kardiovaskuler dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. Ada 3 macam tidak diobati dengan tepat. Ada 3 macam dehidrasi, yaitu:

dehidrasi, yaitu: •

• Dehidrasi isotonik Dehidrasi isotonik  •

• Dehidrasi hipertonik (hipernatremik)Dehidrasi hipertonik (hipernatremik) •

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini dengan mengamati frekuensi diare, konsistensi tinja, dan volume diare sejak diberi asam folat didapati perbedaan yang bermakna durasi

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang.. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan

PENGARUH PEMBERIAN MADU PADA ANAK YANG MENDERITA DIARE AKUT CAIR DENGAN DEHIDRASI RINGAN SEDANG Effect of honey supplementation in children with acute watery diarrhea and

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya ( ≥ 3 kali/ hari) disertai perubahan konsistensi tinja

· Diare oleh karena infeksi bakteri invasif menyebabkan mukosa usus rusak, produksi laktase menurun, laktosa dalam makanan tidak dicerna dengan baik,

disertai dengan perubahan konsisitensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lender dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu, sedangkan diare kronis sering kali

Pemberian makanan selama diare bertuuan untuk memberikan giCi #ada  #enderita terutama #ada anak agar teta# kuat dan tumbu- serta men3ega-  berkurangna berat

Uuji statistik pengaruh pemberian oralit 200 dengan kelompok kontrol terhadap lama perawatan menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lama perawatan dengan