I
PROPOSAL
STUDI LAPANG TERINTEGRASI (SLT)
JUDUL
Studi Lapang Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal di Bali Berdasarkan Pengamatan Langsung
(03/12/2017)
DISUSUN OLEH :
MILA AGUSTIN CAHYANI (201410070311152)
DOSEN PEMBIMBING: HUSAMAH, S.Pd , M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGUARUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
II
HALAMAN PENGESAHAN
Judul:
Studi Lapang Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal di Bali Berdasarkan Pengamatan Langsung
Tanggal Pelaksanaan: 03 Desember 2017
Malang, 20 Oktober 2017 Menyetujui,
Dosen Pengampu Penyusun
Husamah, S.Pd , M.Pd Mila Agustin Cahyani
III
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan berkat-nya proses penyusunan “Proposal Studi Lapang Terintegrasi (SLT)” dapat diselesaikan tepat waktu.
Penulis sadar bahwa apa yang telah penulis peroleh tidak semata – mata hasil dari jerih payah penulis sendiri, tetapi hasil dari keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada:
1. Dr. Yuni Pantiwati, M. M., M.Pd selaku Ketua program studi pendidikan Biologi 2. Bapak Husamah, S.Pd., M.Pd selaku dosen pengampu mata kulia Studi lapang
Terintegrasi
3. Teman-teman panitia Studi Lapang terintegrasi (SLT), serta
4. Pihak – pihak yang tidak dapat penulis sebutkan, yang telah memberikan bantuan, doa dan dukungan yang berhubungan dengan Penyusunan Proposal ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan proposal ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan proposal ini.
Akhir kata penulis berharap semoga proposal ini bermanfaat bagi kita semua.
Malang, 20 Oktober 2017
IV DAFTAR ISI
Cover ... i
Halaman Pengesahan ... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar isi ... iv
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Kegiatan ... 1
1.2 Rumusan Kegiatan ... 3
1.3 Tujuan kegiatan ... 3
1.4 Manfaat kegiatan ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM INSTASI/TEMPAT KUNJUNGAN .... 4
2.1 Universitas Udayana ... 4
2.2 Bali Green School ... 5
2.3 Kebun Raya Bali ... 7
2.4 Bali Bird Park ... 9
Daftar Pustaka ... 10
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan
Perkembangan teknologi ini telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini juga diiringi dengan pemanfaatan teknologi pada segala bidang diantaranya di bidang pendidikan , perindustrian, maupun di bidang pariwisata. Pada bidang pariwisata, pemanfaatan teknologi diterapkan sebagai media informasi dan juga sebagai media promosi. Dengan memanfaatkan teknologi maka informasi dan komunikasi dapat dilakukan dengan cepat, efisien dan akurat sehingga akan sangat membantu para wisatawan sebelum memutuskan tujuan liburan mereka(Artawan & Crisnapati, 2015). Dengan cara berlibur dan belajar mahasiswa dapat memncari ilmu yang lebih luas dengan cara mencari tempat berlibur yang memiliki manfaat bagi pendidikan. Secara umum pengertian pendidikan adalah proses perubahan atau pendewasaan manusia, berawal dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak biasa menjadi biasa, dari tidak paham menjadi paham dan sebagainya. Pendidikan itu bisa didapatkan dan dilakukan dimana saja, bisa di lingkungan sekolah, masyarakat dan keluarga, dan yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana memberikan atau mendapat pendidikan dengan baik dan benar, agar manusia tidak terjerumus dalam kehidupan yang negatif. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjamin kelangsungan hidup negara, karena pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Dengan pendidikan kehidupan manusia menjadi terarah (Santika, dkk, 2017).
Pembelajaran IPA berkarakter maupun pembelajaran mata kuliah bermuatan etika adalah proses pendidikan holistik karena tidak saja untuk tujuan pembentukan kecerdasan, tetapi juga bertujuan untuk membentuk tingkah laku yang cerdas, membentuk moral dan watak atas nilai-nilai budaya yang luhur (Nugroho, 2012, Gunadi 2013 dalam Hudha dkk, 2016). Ilmu biologi merupakan kajian tentang kehidupan, dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas, dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang, dan subdisiplin. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi, dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil, dan vital. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar tidak banyak mengalami kesulitan, mengingat biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang obyek dan persoalannya banyak terjadi di lingkungan alam sekitar (Setyawan, dkk).
Agar dapat mencapai ilmu pengetahuan yang berlandasan tentang ilmu biologi berdasarkan pengambilan materi keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang di dapat pada kawasan wisata yang akan dituju dengan melibatkan pendidikan, maka hal itu yang melandasi dilaksanakan studi lapang terintegrasi. Mahasiswa harus disiapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi, yaitu manusia yang cerdas, sehat, jujur, beriman, beretika, berakhlak mulia, berkarakter, berwawasan luas serta memiliki kepedulian sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi. Jabatan guru dalam implementasinya adalah suatu jabatan profesi yang menghendaki etika, karakter, wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Sumarmo, 2003; Setyaningrum & Husamah, 2011; Hudha et al., 2014 dalam Pantiwati dkk, 2016).
2
Pulau Bali adalah salah satu dari sekian banyak pulau-pulau di Indonesia yang mempunyai kekayaan budaya dan mampu memeliharanya walaupun era globalisasi dengan segala dampaknya menerjang dengan intensitas yang tinggi, namun Bali yang dijuluki surganya wisata itu, masyarakatnya tetap konsisten dengan budayanya sendiri yang sudah diwariskan oleh nenek moyangnya dari berbagai generasi. Selain budaya dan wisata yang menonjol bali memiliki berbagai wisata yang dapat dijadikan edukasi, bali menjadi pilihan mahasiswa yang akan melaksanakan studi lapang terintegrasi, Adanya kegiatan SLT diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung atau minimal memiliki pengalaman berinteraksi dengan pengajar/dosen asing (luar negeri), dan lebih lanjut diharapkan mengembangkan kompetensi mahasiswa secara komprehensif (Sumarmo, 2003; Setyaningrum & Husamah, 2011; Hudha et al., 2014 dalam Pantiwati dkk, 2016).
3 1.2 Rumusan Kegiatan
1. Bagaimana kearifan lokal yang ada di Universitas Udayana Bali? 2. Apa saja koleksi tanaman yang ada di Kebun Raya Bali?
3. Bagaiamana manajement dan cara penataan Bali Green School? 4. Bagaiamana kearifan lokal yang ada di Bali Green School? 5. Apa saja koleksi burung yang ada di Bali Bird Park? 1.3 Tujuan kegiatan
Kegiatan ini bertujuan:
1. Mahasiswa dapat mendeskripsikan kearifan lokal di Universitas Udayana Bali 2. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengidentifikasikan Apa saja koleksi tanaman
yang ada di Kebun Raya Bali
3. Mahasiswa dapat mendeskripsikan Bagaiamana manajement Bali Green School 4. Mahasiswa dapat mendeskripsikan Bagaiamana kearifan lokal yang ada di Bali
Green School
5. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengidentifikasikan Apa saja koleksi burung yang ada di Bali Bird Park
1.4 Manfaat kegiatan
1. Setelah melakukan kagiatan Studi Lapang Terintegrasi ini mahasiswa mahasiswa menjadi kader-kader mahasiswa yang cerdas dan berwawasan konservasi tinggi 2. Memperoleh pengalaman tentang pembelajaran dan penjelajahan alam
3. Memperoleh daya penalaran dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah yang dihadapi
4. Menyediakan pengalaman melalui objek, tempat, situasi dan hubungan antar manusia yang tidak dapat disediakan di kelas
5. Mewujudkan kepedulian mahasiswa terhadap kekayaan alam yang dimiliki Indonesia
4 BAB II
GAMBARAN UMUM INSTASI/TEMPAT KUNJUNGAN 2.1 Universitas Udayana
Udayana merupakan kampus negeri di indonesia tertua di provinsi bali. Fakultas Sastra Universitas Udayana atau Unud ini merupakan cabang dari Universitas Airlangga Surabaya yang merupakan fakultas embrio (mungkin). Mungkin ini menunjukkan di Bali cabang ilmu pertama kali yang berkembang adalah ilmu yang berkaitan dengan budaya (baca: sastra) sesuai peran budaya dalam kehidupan masyarakat Bali? Pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan profil singkat dari Universitas Udayana Bali yang secara tidak langsung akan menjawab pertanyaan tersebut. Universitas Udayana secara sah berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962 dan merupakan perguruan tinggi tertua di daerah propinsi Bali. Tetapi sebelumnya, sejak tanggal 29 September 1958 di Bali sudah berdiri sebuah fakultas yang bernama Fakultas Sastra Udayana sebagai cabang dari Universitas Airlangga Surabaya.
Fakultas Sastra Udayana yang merupakan embrio dari Universitas Udayana secara resmi diakui sebagai bagian Universitas Airlangga sejak 1 Januari 1959. Peresmian Fakultas Sastra Udayana mempunyai arti yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan Universitas Udayana. Pada awal tahun 1960-an masyarakat Bali mengidam-idamkan adanya sebuah Perguruan Tinggi di daerah ini. Untuk mewujudkan keinginan masyarakat tersebut maka pada tanggal 12 Mei 1961 diadakanlah pertemuan di antara tokoh-tokoh pendidikan, para pejabat daerah dan pemuka masyarakat. Pertemuan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Purbatjaraka yang dibantu oleh seorang sekretaris yaitu Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.
Dalam perjalanan hingga sekarang, sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 204/0/1997, tanggal 22 Agustus 1997 Program Studi Kedokteran Hewan berubah status resmi menjadi Fakultas Kedokteran Hewan. Sehingga sampai tahun 2004, Universitas Udayana memiliki sembilan fakultas yaitu:
1. Fakultas Sastra 2. Fakultas Kedokteran 3. Fakultas Hukum 4. Fakultas Ekonomi 5. Fakultas Teknik 6. Fakultas Pertanian 7. Fakultas Peternakan 8. Fakultas MIPA
5 Visi Universitas Udayana
Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumberdaya manusia unggul, mandiri dan berbudaya.
Misi Universitas Udayana
1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi melalui sistem pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki moral / etika / akhlak dan integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat lokal, nasional, dan internasional.
2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kepentingan masyarakat dan bangsa; dan
3. Memberdayakan Unud sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan pengembangan Ipteks dan nilai budaya.
Tujuan Universitas Udayana
1. Menghasilkan lulusan bermutu yang memiliki kompetensi tinggi dalam penguasaan Ipteks
2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian dengan perkembangan Ipteks dan kepentingan masyarakat dan bangsa.
3. Mewujudkan kehidupan masyarakat akademis yang kondusif, berkualitas,dan mandiri melalui sistem manajemen pendidikan yang bermutu, transparan, demokratis dan berjiwa kewirausahaan
4. Menjalin kerjasama di berbagai bidang untuk meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi
5. Menumbuhkembangkan lembaga-lembaga fungsional dan profesional, yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan eksistensi Unud 2.2 Bali Green School
Green School atau sekolah hijau. Dinamai begitu karena konsep sekolah ini sendiri yang ramah lingkungan dan bangunannya yang rata-rata menggunakan bahan-bahan alam seperti bambu, alang-alang, dan tanah liat. Dirintis sejak tahun 2007 oleh John Hardy, seorang pengusaha jewerly atau perhiasan dan barang mewah dari Kanada yang telah membuka usahanya di Bali sejak tahun 1970-an dan Green School ini Dibangun sejak 2008 silam. hmmm salut deh sama mereka yang punya ide sekeren ini, untuk bikin sekolah yang menyatu dengan alam dan berhasil mewujudkannya.
Green School menyediakan fasilitas yang ramah lingkungan, menyegarkan, menyehatkan, penyediaan transportasi alternatif, tempat rekreasi pilihan, dan kesempatan bagi para pelajarnya. Keuntungannya sudah jelas, yaitu mengurangi gas-gas berbahaya bagi atmosfer, meningkatkan kemampuan belajar para siswa, meningkatkan kesehatan para siswa seperti menghindarkan penyakit diabetes, asma, atau penyakit pernapasan lainnya, meningkatkan kepekaan sosial, dan lain-lain.
6
Sekolah ini memberikan siswanya pendidikan tentang lingkungan yang menakjubkan dan memberikan kita pengertian bahwa hidup ini adalah holistik dan disini juga diberikan pendidikan yang relevan. Bangunannya, hanya menggunakan bambu, rumput gajah dan tanah liat. Semen yang digunakan hanya di beberapa tempat di yayasan. Pusat dan bangunan yang paling penting adalah “jantung dari sekolah”. Sekolah ini mungkin merupakan bangunan terbesar di dunia yang dibangun seluruhnya berbahan bambu. Dimensi nya adalah 18 meter dan tingginya 64 meter. Area umum sekolah mencakup berbagai struktur: bangunan apartemen, ruang kelas, gedung perkantoran, dan kafe. Sekolah mendapat listrik dari sumber energi yang ramah lingkungan: generator turbin hidrolik dan panel surya yang terpasang. Tampaknya mengingat cara kita mencemari bumi, setiap orang harus berkunjung ke sekolah ini.
Bahan-bahan bangunan dipilih hampir seluruhnya dari bambu. Meja, kursi, rak, dan lemari tempat menyimpan buku yang digunakan sehari-hari oleh anak didik semuanya terbuat dari bambu. Sedangkan atap bangunan dibuat dari ilalang. Melihat hal tersebut, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa memasuki sekolah ini seperti memasuki sebuah kompleks bangunan megah yang semuanya terbuat dari bambu dan ilalang dengan bentuk yang sangat indah dan khas. Semua ruangan seperti ruang pertemuan, ruang makan, ruang serba guna dan kamar kecil menampilkan keharmonisan antara bangunan buatan manusia dengan alam sekitarnya.
Jalan setapak yang menghubungkan bangunan satu dengan lainnya tidak diaspal. Batu kali dan cadas dibiarkan apa adanya. Demikian juga ruang kelas, didesain sedemikian rupa sehingga anak didik menikmati pelajaran seperti belajar di alam terbuka. Tak ada sekat atau dinding beton seperti kebanyakan sekolah saat ini sehingga udara segar bebas mengalir. Oleh karena halaman sekolah sangat luas, Green School memanfaatkannya untuk bercocok tanam secara organik. Sawah dan ladang dikerjakan dengan cara membajak dengan tangan.mereka tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Persis seperti petani Bali tempo dulu. Tanaman yang dibudidayakan juga asli tanaman lokal seperti singkong, ketela rambat, pisang, talas, kelapa, padi, dan sebagainya. Hasil bercocok tanam itu dipanen untuk dinikmati bersama oleh murid, guru, dan pengelola sekolah. Sisanya dijual di kantin sekolah sebagai makanan ringan organik. Teh dan kopi yang dijual juga tidak menggunakan gula putih, melainkan gula merah dari nira kelapa. Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. Ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan. Tenaga listriknya pun menggunakan energi listrik dari biogas yang berasal dari kotoran hewan, generator turbin air, serta panel surya. Di dalam areal kampus tersebut, mengalir Sungai Ayung yang gemercik airnya menjadi musik alami. Bangunan ramah lingkungan pun umumnya menghemat penggunaan air. Suasananya akan lebih menyehatkan karena akan berpengaruh pada tingkat kelembapan udara, ventilasi, dan filtrasi udara.
7
Adapun implementasi arsitektural yang ada demi mengusung sustainability dan green architecture pada Green School Bali ini adalah :
1. Pembentukan ruang kelas tanpa dinding pembatas. Dengan cara ini, diharapkan secara sosial dan interaksi, para murid dan guru dapat lebih peka dan intim dalam menjalin hubungan edukasi dan sosial yang konduktif dan berkualitas baik.
2. Banyaknya elemen distraksi / pengalih perhatian pada lingkungan kelas dan sekolah. Distraksi yang diperoleh dari keelokan alam dan detail arsitektural ini diharapkan menjadikan murid-murid terbiasa dengan distraksi tersebut dan mampu tetap berkonsentrasi dalam pembelajaran.
3. Bangunan tidak diberi penghawaan dengan Air Conditioner (AC) melainkan dengan kincir angin yang berada di terowongan bawah tanah, hal ini memungkinkan karena kondisi fisik lahan yang berkontur dan dekat dengan sungai dan hutan.
4. Tenaga listrik berasal dari biogas yang memanfaatkan kotoran hewan untuk nyala kompor dan sebagainya.
5. Tenaga listrik lainnya juga dengan menggunakan panel surya, sehingga tidak banyak boros dalam membutuhkan seumber energi elektrikal.
6. Adanya tambak udang dan peternakan sapi, mendukung adanya sumber energi alami dan bahan bakar (biogas) yang bisa digunakan tanpa polusi terlalu besar.
2.3 Kebun Raya Bali
Pada tahun 1958 pejabat senior di Bali meminta Pusat Penelitian Biologi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, untuk mempertimbangkan mendirikan sebuah taman botani yang memiliki peran ganda sebagai lembaga penelitian dan taman rekreasi. Direktur LIPI saat itu, Prof Dr Kusnoto Setiodiwiryo, memilih lokasi seluas 50 Ha berupa lahan yang dihutankan kembali yang digagas oleh Departemen Kehutanan di pusat dataran tinggi Bali yaitu Bedugul. Pada 15 Juli 1959 di Bali Botanical Garden secara resmi didirikan di lereng Bukit Tapak, Desa Candikuning dengan ketinggian 1250-1400 mdpl. Bali Botanical Garden kemudian disebut sebagai Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Arti Eka Karya mengacu pada Kebun Raya pertama yang dibuat sepenuhnya oleh orang Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia.
Bali Botanical Garden pada awalnya didirikan sebagai kumpulan spesies konifer (non-tumbuhan berbunga, atau gymnosperma) dari seluruh dunia, dan sebagai tempat rekreasi. Hal itu juga dilengkapi untuk kegiatan ilmiah, budaya dan teknis. Pengembangan berhenti sekitar tahun 1965 karena ketidak-amanan pada periode itu. Pada tahun 1970 taman mulai secara bertahap direhabilitasi. Pada 30 April 1975 restorasi itu selesai dan luas taman ini meningkat menjadi 129,2 Ha dan fungsi diperluas dari koleksi tumbuhan konifer dan memasukkan konservasi ex-situ tanaman dari dataran tinggi di Indonesia Timur. Pada tahun 1998, Kebun raya meliputi area seluas 154,5 Ha, dan pada tahun 2001 daerah itu diperluas lagi menjadi 157,5 Ha. Beberapa
8
koleksi spesial meliputi: anggrek, tanaman upacara, tanaman obat, kaktus, pakis, tanaman air dan pohon-pohon.
Lebih dari 2100 jenis tumbuhan yang tersimpan di Kebun raya Bali merupakan kekayaan yang sangat besar untuk penelitian dan gudang keunikan genetika tumbuhan. Tanaman ini akan sangat berguna untuk tujuan restorasi jika diperlukan. Salah satu fasilitas penelitian dan perbanyakan tanaman di Kebun Raya "Eka Karya" Bali adalah areal pembibitan seluas 1 ha yang dilengkapi dengan rumah kaca, bak persemaian dan lahan terbuka. Selain untuk koleksi, Pembibitan juga memperbanyak tanaman untuk re-introduksi, pembuatan taman dan untuk penjualan. Tanaman yang diperbanyak antara lain tanaman hias (Begonia spp ., Callistemon coccineus F. Muell, Phylodendron sp., Brunfelsia uniflora D. Don., Gerbera jamesonie Bolus, dll.), tanaman penghijauan (Altingia excelsa Noronha., Podocarpus imbricatus, Manglietia glauca Bl., Schima wallichii Choisy, Michelia alba DC., Michelia champaca L., Dysoxylum caulostachyum Miq., dll.), tanaman obat (Alstonia scholaris R. Br., Vitex trifolia L., Mentha arvensis L., dll.) dan tanaman upacara agama Hindu Bali (Hibiscus sp., Jasminum sambac Soland., Cordyline spp., Hydrangea macrophylla Ser., dll.). Pembibitan juga menjadi tempat aklimatisasi bagi tumbuhan hasil eksplorasi sebelum ditanam di lapangan serta lokasi persemaian biji hasil pertukaran dengan kebun raya atau instansi lain.
Pembuatan (Kompos Penambat Nitrogen) yang merupakan salah satu produk unggulan Kebun Raya "Eka Karya" Bali juga dilakukan di dalam areal Pembibitan. Di tempat ini, serasah daun dan rumput hasil pencukuran diolah menjadi kompos bermutu yang dengan penambahan bakteri Azotobacter mampu menambat Nitrogen bebas dari udara yang sangat dibutuhkan tanaman. Selain di Kebun Raya "Eka Karya" Bali sendiri, produk ini juga telah tersedia di beberapa toko pertanian dan swalayan Tiara Group di Bali. Fasilitas penelitian dan perbanyakan tanaman lainnya adalah Laboratorium. Saat ini, aktifitas di Laboratorium lebih dititikberatkan pada kegiatan penelitian dan perbanyakan menggunakan teknik in-vitro, khususnya untuk tanaman anggrek dan paku. Kebun Raya Bali memiliki kekayaan tumbuhan dari seluruh dunia dengan tema pertamanan yang beragam. Kebun ini juga dilengkapi dengan rumah kaca, kolam dan patung-patung. Sekolah dan Universitas dapat memanfaatkan kebun sebagai sarana pengajaran dan pembelajaran bagi guru dan siswa. Disini guru dan siswa dapat melihat, memegang sekaligus mencium berbagai keunikan bentuk dan aroma tanaman, sekaligus belajar berbagai habitat dan lingkungan hidupnya. Kebun Raya Bali juga memiliki Program Pendidikan Lingkungan dan Perkebunrayaan. Disini siswa akan dipandu oleh fasilitator untuk berkeliling kebun dan mempelajari berbagai isu yang berkaitan dengan tumbuhan, lingkungan, dan aspek budayanya. Program ini tersedia untuk berbagai tingkatan pendidikan dari SD, SMP dan SMU. Kebun Raya Bali terbuka sebagai tempat magang/kerja praktek, diklat, maupun penelitian bagi para mahasiswa, dosen, dan peneliti. Staf kami yang berpengalaman akan membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas, bimbingan, dan pelatihan.
9 2.4 Bali Bird Park
Taman Burung Bali (bahasa Inggris: Bali Bird Park) adalah atraksi wisata sekaligus tempat penangkaran berbagai jenis spesies burung di Indonesia maupun mancanegara. Taman Burung Bali berlokasi di Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Gianyar, Bali. Selain menampilkan kehidupan alami berbagai jenis burung, bermacam-macam fasilitas dan program spesial diselenggarakan dengan fungsi mendidik dan penangkaran. Taman burung Bali Bird Park terletak di Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar. Berwisata ke taman ini sangat cocok bagi pecinta satwa burung, terlebih lagi bagi anak-anak untuk lebih mengenal dan menyayangi lingkungan serta satwa sekitarnya. Lokasinya di jalur objek wisata Batubulan menuju ke arah Kintamani, jadi sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Keberadaan Bali Bird Park ini, menambah lengkapnya daftar wisata yang bisa anda kunjungi. Tidak hanya pantai ataupun pegunungan indah yang bisa saksikan, keunikan berbagai unggas langka bisa menjadikan pengalaman menarik, apalagi bagi anak-anak bisa menjadi tempat edukasi yang baik. Puncak kunjungan paling ramai, saat liburan sekolah, banyak sekolah yang mengagendakan tour mereka untuk singgah ke taman burung ini. Objek wisata Taman Burung Bali Bird Park ini memiliki sekitar 1000 ekor satwa unggas dari 250 spesies, dengan luas 2 hektar, anda bisa melihat cara pengembangbiakan satwa unggas ini, dari mulai bertelur sampai menetas. Untuk kenangan anda berkunjung ke tempat rekreasi tersebut anda bisa berphoto sama burung-burung cantik juga eksotik. Terdapat pula sejumlah telaga. Selain ikan, koleksi tanaman air, juga dihiasi burung air, angsa hitam, flaminggo, pelikan, dan lain-lain. Di tengah telaga terdapat teratai raksasa Victoria, tumbuhan tersebut sengaja didatangkan dari Florida Amerika Serikat.
Hutan di sekitar Taman Burung ini dirancang seperti hutan hujan, sehingga suasana di sini sangat menyejukkan, berkeliling menelusuri jalan setapak serta berliku, tidak akan merasa lelah apalagi jemu, karena tersaji dalam suasana damai, tenang serta serasi, terpadu harmonis antara manusia, satwa juga lingkungannya. Beberapa objek wisata yang bisa anda gabungkan saat melakukan perjalanan tour ke Bali Bird Park ini adalah, Goa Gajah, Tirta Empul, Kintamani dan Ubud. Ada juga Jalak Bali, satwa langka, keberadaannya sekarang sudah dilindungi pemerintah, yang merupakan salah satu burung ikon Pulau Dewata . Tingkat kunjungan pada hari-hari biasa ke lokasi Taman Burung ini antara 100 – 200 orang, peningkatan kunjungan akan terjadi diakhir pekan atau saat liburan. Jika wisatawan mau berkunjung ke sini bisa ikut Kintamani Tour dan mengikutkan program tournya ke sini, karena posisinya berada dalam satu arah perjalanan. Ataupun bisa sewa mobil di Bali tours Club, bisa setir sendiri ataupun menggunakan supir kami yang sudah berpengalaman di industri pariwisata.
10
DAFTAR PUSTAKA
Artawan & Crisnapati. 2015. Pengembangan Aplikasi Pengenalan Bunga Kebun Raya Eka Karya Bali Berbasis Markerless Augmented. Jurnal Karmapati. Vol 4 (3) : 1-12.
Hudha, A., Amin, M., Bambang, S & Akbar, S. (2016). STUDY OF INSTRUCTIONAL MODELS AND SYNTAX AS AN EFFORT FOR DEVELOPING ‘OIDDE’ INSTRUCTIONAL MODEL. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(2): 109-124.
Husamah. (2013). PEMBELAJARAN LUAR KELAS (OUTDOOR LEARNING). Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. http://research-report.umm.ac.id/index.php/research-report/article/view/1214/1425
Pantiwati, Yuni., Husamah., Hudha, Atok Miftachul. (2016). Pembelajaran OIDDE melalui Studi Lapang Terintegrasi Luar Negri (Slt-Ln) untuk Mengembangkan Kemampuan Pengambilan Keputusan Etis Calon Guru Biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. Malang: Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.
Santika, dkk. 2017. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (Jas) Berbasis Pelestarian Jalak Bali Terhadap Kepedulian Lingkungan Dan Hasil Peta Kognitif Siswa. Jurnal Santiaji Pendidikan, Vol 7 (1) : 56-65.
Setyawan, dkk. (2015). Identifikasi Keanekaragaman Dan Pola Penyebaran Makroalga Di Daerah Pasang Surut Pantai Pidakan Kabupaten Pacitan Sebagai Sumber Belajar Biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, Vol 1 (1) : 78-88.
11 Lampiran 1. Universitas Udayana
2. Bali Green School
12 3. Kebun Raya Bali
4. Bali Bird Park