Pemetaan persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai pengawas, konsultan, dan katalis (studikKasus di Hotel Santika Premier Jogja)
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PEMETAAN PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL SEBAGAI PENGAWAS, KONSULTAN, DAN KATALIS (Studi Kasus di Hotel Santika Premier Jogja) SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi. oleh Alfonsus Rodriguez Hartono Heru Sukoco NIM : 112114137. PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018. i.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Skripsi. PEMETAAN PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL SEBAGAI PENGAWAS, KONSULTAN, DAN KATALIS (Studi Kasus di Hotel Santika Premier Jogja) Alfonsus Rodriguez Hartono Heru Sukoco NIM: 112114137. Telah disetujui oleh:. Dosen Pembimbing. Tanggal: 1 Oktober 2018. Drs. Y.P. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA. ii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Kupersembahkan Skripsi ini untuk: 1. Ayah dan ibuku, kedua kakakku dan adikku, serta eyang putriku 2. Teman-teman Akuntansi FE USD Angkatan 2011 dan seluruh civitas akademika FE USD 3. Keluarga keduaku, OMK St. Mikhael Maguwo 4. Tuhan, karena segalanya dapat kulalui di dalam Dia, yang telah menghadirkan kalian semua dalam hidupku. iv.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul: PEMETAAN PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL SEBAGAI PENGAWAS, KONSULTAN, DAN KATALIS (Studi Kasus di Hotel Santika Premier Jogja) yang telah diuji pada tanggal 8 Oktober 2018 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah – olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya. Apabila saya melakukan hal tersebut di atas baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin, atau meniru tulisan orang lain seolah – olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. Sleman, 31 Oktober 2018 Yang membuat pernyataan,. (Alfonsus R. Hartono Heru S.). v.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Alfonsus Rodriguez Hartono Heru Sukoco NIM. : 112114137. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PEMETAAN PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL SEBAGAI PENGAWAS, KONSULTAN, DAN KATALIS (Studi Kasus di Hotel Santika Premier Jogja) Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan hak kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolah dalam bentuk pangkalan, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Sleman, 31 Oktober 2018 Yang menyatakan. (Alfonsus R. Hartono Heru S.). vi.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih sebesarbesarnya kepada: 1. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengikuti segala proses dan kegiatan di kampus untuk berkembang secara akademik dan non akademik. 2. Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA. C.A., selaku Kaprodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma sekaligus sebagai Dosen Pembimbing yang telah membantu serta membimbing penulis dengan sabar untuk menyelesaikan skripsi ini 3. Almarhum ayah F.X. Djarot Suharyono dan Ibu Yuliana Sawitri Budiantini, serta Eyang Cecilia Slamet Lestari selaku orangtua yang telah memberikan kasih sayang, doa, semangat, dukungan moral dan materi.. vii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4. Kakak Eusebius Purwono Jati dan Diella Avy, serta Christophorus Sandra dan Joanna Maria Vianney Raditawati, adik G. Prasetyo Jati Nugroho, para keponakan Tia, Abi, dan Caroline yang telah mengisi hari – hari di rumah. 5. Teman – teman akuntansi 2011 baik yang sudah lulus duluan maupun yang masih menemani berjuang, Benediktus Galang Tito, dan Arnold Ega Pradipta terima kasih atas semangat dan informasi – informasi yang telah kalian berikan. 6. L. Cahya Satria, Ign. Nyoman Bhayu P., Bartholomew Irbian D., Stanislaus Kostka Garin Loka, dan teman – teman OMK St. Mikhael Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo yang telah memberikan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri, dan selalu ada selayaknya keluarga kedua. 7. Ibu Indarini Triastiwi selaku Accounting Manager Hotel Santika Premier Jogja yang telah berkenan membantu dalam penelitian skripsi ini. 8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Sleman, 31 Oktober 2018. (Alfonsus R. Hartono Heru S.). viii.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... v KATA PENGANTAR ................................................................................................ vii DAFTAR ISI ................................................................................................................ ix DAFTAR TABEL ....................................................................................................... xii ABSTRAK ................................................................................................................. xiii BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1 A. Latar Belakang Masalah ...................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 3 C. Batasan Masalah.................................................................................................. 3 D. Tujuan Penelitian ................................................................................................ 3 E. Manfaat Penelitian .............................................................................................. 3 F. Sistematika Penulisan ......................................................................................... 4 BAB II. LANDASAN TEORI ........................................................................................ 6 A. Persepsi ............................................................................................................... 6 B. Audit.................................................................................................................... 8 C. Jenis – Jenis Audit............................................................................................... 9 D. Jenis – Jenis Auditor ........................................................................................... 11. ix.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. E. Audit Internal ...................................................................................................... 15 F. Fungsi dan Efektivitas Audit Internal ................................................................. 15 G. Peran Auditor Internal ......................................................................................... 17 H. Ruang Lingkup Auditor Internal ......................................................................... 20 I. Wewenang, dan Tanggung Jawab serta Kebebasan Auditor Internal ................. 21 BAB III. METODE PENELITIAN................................................................................. 23 A. Jenis Penelitian .................................................................................................... 23 B. Subyek dan Objek Penelitian .............................................................................. 23 C. Teknik Pengambilan Sampel............................................................................... 24 D. Metode Pengumpulan Data ................................................................................. 24 E. Teknik Analisis Data ........................................................................................... 25 BAB IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ........................................................ 29 A. Sejarah ................................................................................................................. 29 B. Profil Perusahaan ................................................................................................ 32 C. Bagian/Divisi Accounting ................................................................................... 35 D. Auditor Internal Hotel Santika Premier Jogja ..................................................... 37 BAB V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...................................................... 38 A. Karakteristik Responden ..................................................................................... 38 B. Pengujian Instrumen............................................................................................ 41 C. Deskripsi Data ..................................................................................................... 44 D. Analisis Data ....................................................................................................... 50 E. Pembahasan ......................................................................................................... 52 BAB VI. PENUTUP ....................................................................................................... 55 A. Kesimpulan ......................................................................................................... 55 x.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Keterbatasan Penelitian ....................................................................................... 55 C. Saran .................................................................................................................... 55 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 57 LAMPIRAN .................................................................................................................... 59 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ........................................ 60 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ........................................................ 61 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ............................................. 62 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja............................................. 63 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Divisi ..................................................... 64 6. Uji Validitas dengan IBM Statistics 22............................................................... 65 7. Uji Reabilitas dengan IBM Statistics 22 ............................................................. 66 8. Tabel Frekuensi Jawaban 12 Responden ............................................................ 67 9. Pendukung Keaslian Data ................................................................................... 71 10. Kuesioner ............................................................................................................ 72. xi.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Halaman Tabel 2.1: Pebedaan Pokok Tiga Peran Auditor Internal ............................................. 18 Tabel 3.1: Skor Alternatif Jawaban pada Kuesioner dengan Skala Likert ................... 25 Tabel 3.2: Cara Rekapitulasi Skor untuk Setiap Jawaban Kuesioner .......................... 26 Tabel 3.3: Cara Perhitungan Peringkat Jawaban Responden Berdasarkan Tabel Rekapitulasi Skor ......................................................................................................... 27 Tabel 5.1: Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................................ 38 Tabel 5.2: Karakteristik Responden Berdasarkan Usia................................................ 38 Tabel 5.3: Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ..................................... 39 Tabel 5.4: Karakteristik Responden Berdasarkan Posisi Kerja ................................... 40 Tabel 5.5: Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja .................................... 41 Tabel 5.6: Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian .................................................... 42 Tabel 5.7: Hasil Uji Reabilitas Instrumen Penelitian Berdasar Reability Statistics..... 42 Tabel 5.8: Hasil Uji Reabilitas Instrumen Penelitian Berdasar Item–Total Statistics ....................................................................................................................... 43 Tabel 5.9: Hasil Rekapitulasi Jawaban Responden atas Pernyataan terkait Peran Pengawas/ Watchdog ................................................................................................... 44 Tabel 5.10: Hasil Rekapitulasi Jawaban Responden atas Pernyataan terkait Peran Konsultan ........................................................................................................... 46 Tabel 5.11: Hasil Rekapitulasi Jawaban Responden atas Pernyataan terkait Peran Katalis ................................................................................................................ 48 Tabel 5.12: Perhitungan Skor Rekapitulasi Jawaban Responden Berdasarkan Tabel 5.9 – 5.11 ............................................................................................................ 50 Tabel 5.13: Perhitungan Peringkat Jawaban Responden Berdasarkan Tabel 16 ......... 51. xii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK. PEMETAAN PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL SEBAGAI PENGAWAS, KONSULTAN, DAN KATALIS (Studi Kasus di Hotel Santika Premier Jogja) Alfonsus Rodriguez Hartono Heru Sukoco NIM: 112114137 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi karyawan tentang peran auditor internal. Luasnya peran auditor internal memungkinkan adanya perbedaan persepsi pada karyawan. Persepsi karyawan terhadap peran auditor internal ini perlu diketahui agar auditor internal mampu menyamakan persepsi karyawan dengan peran yang ingin dijalankan oleh auditor internal sehingga terdapat sinergi antara auditor internal dan karyawan. Penelitian ini merupakan studi kasus pada Hotel Santika Premier Jogja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan pada bagian accounting karena hanya pada bagian ini yang mendapat perhatian auditor internal.Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh ini berarti yang menjadi sampel adalah seluruh populasi dalam bagian accounting yang memiliki jumlah anggota 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 15 item pertanyaan yang menggunakan skala Likert satu sampai empat. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menghitung total skor untuk setiap peran kemudian melihat skor rata – rata per item untuk mengetahui bagaimana persepsi karyawan terhadap peran Auditor Internal Hotel Santika Premier Jogja. Hasil analisis data menunjukkan peran auditor internal yang paling dominan adalah sebagai pengawas dengan persentase sebesar 93,2%. Peran dominan kedua adalah sebagai konsultan dengan persentase sebesar 92,7%. Peran dominan ketiga adalah sebagai katalis dengan persentase sebesar 81%. Kata kunci: Auditor Internal, Katalis, Konsultan, Pengawas, Persepsi Karyawan.. xiii.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE MAPPING OF EMPLOYEES’ PERCEPTION ABOUT INTERNAL AUDITOR’S ROLE AS A WATCHDOG, CONSULTANT, AND CATALYST (Case Study at Hotel Santika Premier Jogja) Alfonsus Rodriguez Hartono Heru Sukoco NIM: 112114137 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2018. The purpose of this study was to determine employees’ perceptions about internal auditor’s role. The extent of internal auditor’s role allows for differences in employees’ perceptions. Employees’ perceptions towards internal auditor’s role need to be known so that internal auditor are able to equalize employee perceptions with the role that the internal auditor wants to carry out so there is a synergy between internal auditors and employees. This research was a case study at Jogja Premier Santika Hotel. Subjects in this study were employees in the accounting division because only in this section the internal auditor put the attention. The sampling technique using saturation sampling it means the sample were the whole population in accounting division which has 12 member in total. Data collected using questionnaire technique with 15 statements that using one up to four Likert scale. The data analysis technique uses descriptive analysis by calculating total score for each role then looking at the average score per item to find out how the employee’s perception towards the role of Internal Auditor of Santika Premier Hotel Jogja. The result of data analysis shows that the most dominant role of internal auditors is as a Watchdog with a percentage of 93.2%. The second dominant role is as a consultant with a percentage of 92.7%. The third dominant role is as a catalyst with a percentage of 81%. Keywords: Catalyst, Consultant, Employee Perception, Internal Auditor, Watchdog.. xiv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Setiap organisasi memiliki tujuan strategis, untuk memenuhi tujuan tersebut, manajemen perlu membuat strategi. Pengendalian intern akan diperlukan agar strategi manajemen dapat dijalankan sesuai tujuan. Strategi akan efektif apabila personil atau karyawan dapat menunjukkan kinerja yang sesuai atau bahkan melampaui harapan perusahaan. Manusia merupakan faktor kunci dari suatu sistem pengendalian. Orang – orang dengan tujuan yang tidak sejalan dengan tujuan organisasi akan mampu merusak sistem tersebut karenanya diperlukan adanya suatu unit yang bekerja secara independen untuk dapat memastikan bahwa sistem dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya sehingga diharapkan karyawan mampu bekerja dengan optimal. Unit tersebut adalah auditor internal. Auditor internal pada masa lampau sering dianggap sebagai polisi, ini karena peran auditor internal berfokus pada aspek – aspek pengendalian internal sehingga pekerjaan auditor internal hanya terbatas untuk memastikan ketaatan terhadap prosedur dan peraturan yang berlaku. Namun adanya pertumbuhan ekonomi, kompleksitas organisasi, dan meningkatnya persaingan membuat manajemen memerlukan peran lebih dari auditor internal sehingga peran auditor internal berkembang menjadi lebih luas, tidak hanya sekadar. 1.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pengawas tapi lebih berperan sebagai konsultan yang diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat (advice) dalam pengelolaan sumber daya secara ekonomis, efisien, dan efektif. Atau bahkan berperan sebagai katalis yang terlibat aktif dalam setiap proses di perusahaan yang diharapkan dapat membimbing manajemen dalam mengenali risiko – risiko yang mengancam pencapaian tujuan organisasi sehingga mampu meminimalisir risiko dan mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Luasnya peran auditor internal tersebut menimbulkan perbedaan persepsi terhadap peran auditor internal, bisa jadi terdapat perbedaan persepsi terhadap peran auditor internal pada suatu unit kerja dengan unit kerja lainnya, karenanya perlu diketahui bagaimana persepsi karyawan terhadap peran auditor internal yang sedang berlangsung dalam perusahaan sehingga terdapat kesepahaman antara auditor internal dan karyawan agar keduanya dapat saling bersinergi untuk memaksimalkan kinerja perusahaan. (Simbolon 2010) Hotel Santika Premier Jogja adalah salah satu perusahaan di Provinsi D. I. Y. yang memiliki unit audit internal. Auditor internal di Hotel Santika Premier Jogja hanya berfokus pada kinerja karyawan pada bagian accounting berkaitan dengan tugasnya untuk membuat laporan keuangan. Karenanya penelitian ini akan memetakan bagaimana persepsi karyawan pada bagian accounting tentang peran Auditor Internal Hotel Santika Premier Jogja.. 2.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah, luasnya peran auditor memungkinkan adanya perbedaan persepsi pada karyawan karenanya rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana persepsi karyawan pada bagian accounting tentang peran Auditor Internal Hotel Santika Premier Jogja. C. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah peranan auditor internal bagi karyawan pada bagian accounting dalam tugasnya untuk menyusun laporan keuangan. D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran auditor internal berdasarkan persepsi karyawan, apakah sebagai pengawas/watchdog, konsultan, atau sebagai katalisator. E. Manfaat Penelitian 1. Penelitian. ini. diharapkan. mampu. memberikan. kontribusi. bagi. pengetahuan di bidang Akuntansi terkait peran auditor internal, baik sebagai pengawas, konsultan, maupun katalis. 2. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan terkait peran auditor internal bagi perusahaan.. 3.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. F. Sistematika Penulisan 1. Bab I Pendahuluan Bab ini merupakan landasan dari penelitian ini. Bab ini menyajikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. 2. Bab II Landasan Teori Bab ini berisi teori – teori yang menjadi acuan dalam penelitian. Bab ini menyajikan teori persepsi, definisi audit, jenis – jenis audit, jenis – jenis auditor, fungsi dan aktifitas audit internal, peran auditor internal, ruang lingkup audit internal, wewenang dan tanggung awab serta kebebasan auditor internal. 3. Bab III Metode Penelitian Bab ini berisi pedoman tentang bagaimana data diperoleh dan diolah. Di dalam bab ini berisi objek penelitian, metode dan desain penelitian, teknik pengambilan sampel, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data. 4. Bab IV Gambaran Umum Perusahaan Bab ini berisi informasi mengenai perusahaan di mana penelitian ini dilaksanakan. Bab ini menyajikan tentang sejarah dan profil perusahaan.. 4.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Bab V Analisis Data dan Pembahasan Bab ini berisi tentang proses pengolahan data sehingga mampu memberikan informasi. Di dalamnya berisi karakteristik responden, pengujian instrumen, deskripsi data, analisis data, pembahasan. 6. Bab VI Penutup Bab ini merupakan bagian akhir dari penelitian ini, di dalamnya berisi kesimpulan, keterbatasan penelitian, saran.. 5.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. A. Persepsi a. Pengertian Persepsi Pengertian persepsi menurut Kreitner dan Kinicki (dalam Priantinah dan Adhisty 2012) “Persepsi adalah proses kognitif yang memungkinkan kita dapat menafsirkan dan memahami lingkungan di sekitar kita”. Penafsiran tersebut merupakan pandangan kita tentang lingkungan atau tempat di mana kita berada. Menurut Matlin dan Solso dalam Suharnan (dalam Priantinah dan Adhisty 2012) “Persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki (yang disimpan di. dalam. ingatan). untuk. mendeteksi. atau. memperoleh. dan. menginterpretasi stimulus (rangsangan) yang diterima oleh alat indera seperti mata, telinga dan hidung”. Menurut Walgito (dalam Priantinah dan Adhisty 2012), terjadinya persepsi merupakan sesuatu yang terjadi dalam tahap-tahap berikut: a. Tahap pertama, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses fisik, merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat inderamanusia.. 6.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. b. Tahap kedua, merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis yang merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh alat indera atau reseptor melalui saraf-saraf sensoris. c. Tahap ketiga, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologis, merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima alat indera atau reseptor. d. Tahap keempat, merupakan hasil perolehan dari proses persepsi, berupa tanggapan dan perilaku. b. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Terbentuknya persepsi dimulai dengan pengamatan yang melalui proses hubungan melihat, mendengar, menyentuh, merasakan, dan menerima. sesuatu. hal. yang. kemudian. seseorang. menseleksi,. mengorganisasi, dan menginterpretasikan informasi yang diterimanya menjadi suatu gambaran yang berarti. Terjadinya pengamatan ini dipengaruhi oleh pengalaman masa lampau dan sikap seseorang dari individu. Dan biasanya persepsi ini hanya berlaku bagi dirinya sendiri dan tidak bagi orang lain. Selain itu juga persepsi ini tidak bertahan seumur hidup dapat berubah sesuai dengan perkembangan pengalaman, perubahan kebutuhan, dan sikap dari seseorang baik laki-laki maupun perempuan (Riadi 2012).. 7.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Audit Elder (2011:4) menyebutkan bahwa audit adalah pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen. Auditing adalah proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi – asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi – asersi tersebut dengan kriteria yang ditetapkan dan mengkomunikasikan hasil – hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan (Messier 2014: 12). Hal tersebut didukung oleh Hery (2016:10) yang dalam bukunya menyebutkan pengauditan (auditing) didefinisikan sebagai suatu proses yang sistematis untuk memperolah dan mengevaluasi (secara obyektif) bukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan – tindakan dan kejadian ekonomi, dalam menentukan tingkat kepatuhan antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan. Berdasarkan definisi – definisi audit di atas, terdapat 5 poin utama, yaitu: (1) proses yang sistematis, (2) memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif, (3) asersi tentang tindakan – tindakan dan kejadian ekonomi, (4) tingkat kepatuhan antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan, (5) mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan.. 8.
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. C. Jenis – Jenis Audit 1. Audit Laporan Keuangan Hery (2016:13) menyampaikan bahwa audit laporan keuangan dilakukan untuk menentukan apakah laporan keuangan klien secara keseluruhan telah sesuai dengan standar akuntansiyang berlaku. Laporan keuangan yang diaudit biasanya meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas, termasuk ringkasan kebijakan akuntansi dan informasi penjelasan lainnya. 2. Audit Pengendalian Internal Hery (2016:13) menyebutkan bahwa audit pengendalian internal dilakukan untuk memberikan pendapat mengenai efektivitas pengendalian internal yang diterapkan klien. Karena tujuan dan tugas yang ada dalam melaksanakan audit pengendalian internal dan audit laporan keuangan saling terkait, maka standar audit untuk perusahaan publik mengharuskan audit terpadu atas pengendalian internal dan laporan keuangan.. Hal. tersebut didukung oleh Messier (2014: 235) bahwa: … meskipun kedua audit tersebut harus terpadu, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan auditor dalam audit PIPK (Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan) adalah menyatakan opini atas keefektifan pengendalian internal peusahaan atas pelaporan keuangan, sementara tujuan audit laporan keuangan adalah untuk menyatakan opini apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum (PABU).. 9.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. Audit Operasional Tentang audit operasional, Messier (2014:38) menyampaikan bahwa: Audit operasional merupakan examination secara sistematis terhadap sebagian atau semua kegiatan organisasi untuk mengevaluasi apakah sumber – sumber daya telah digunakan secara efektif dan efisien. Tujuan dari audit operasional adalah untuk menilai kinerja, mengidentifikasi wilayah – wilayah untuk perbaikan, dan mengembangkan rekomendasi. …, audit operasional sering mensyaratkan auditor untuk mengidentifikasi atau menciptakan tujuan, kriteria terukur untuk menilai efektifitas dan efisiensi. … Menurut Hery (2016:13), audit operasional dilakukan untuk mereview (secara sistematis) sebagian atau seluruh kegiatan organisasi dalam rangka mengevaluasi apakah sumber daya yang tersedia telah digunakan secara efektif dan efisien. Hasil akhir dari audit operasional adalah berupa rekomendasi kepada manajemen terkait perbaikan operasi. Jenis audit ini sering juga disebut sebagai audit kinerja atau audit manajemen. 4. Audit Kepatuhan/Ketaatan Menurut Messier (2014: 38), “Sebuah audit kepatuhan menentukan sejauh mana aturan, kabijakan, hukum, perjanjian, atau peraturan pemerintah telah ditaati oleh entitas yang diaudit”. Demikian pula Hery (2016:13). menyebutkan. bahwa. audit. ketaatan. dilakukan. untuk. menentukan sejauh mana aturan, kebijakan, hukum, perjanjian, atau peraturan peerintah telah ditaati oleh entitas yang diaudit. Sebagai contoh,. 10.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. auditor memeriksa perjanjian yang dibuat dengan bankir atau pemberi pinjaman lainnya untuk memastikan bahwa perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dalam perjanjian utang. Contoh lain adalah pemeriksaan pengembalian pajak dalam rangka mematuhi undang-undang pajak. 5. Audit Forensik Messier (2014: 39) menyampaikan bahwa tujuan sebuah audit forensik adalah mendeteksi atau mencegah aktivitas kecurangan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hery (2016:13), yang menyebutkan bahwa audit forensik dilakukan untuk mendeteksi atau mencegah aktivitas kecurangan. Penggunaa auditor untuk melakukan audit forensik telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa contoh di mana audit forensik mungkin dilakukan adalah meliputi pemeriksaan dalam hal terjadinya kecurangan bisnis (atau penipuan oleh karyawan), penyidikan pidana, perselisihan antara pemegang saham dan manajemen, serta lain sebagainya. D. Jenis – Jenis Auditor 1. Auditor Pemerintah Auditor pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit atas keuangan Negara pada instansi – instansi pemerintah. Di Indonesia, audit ini dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK tidak tunduk pada pemerintah sehingga diharapkan dapat melakukan audit 11.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. secara independen. Hasil audit yang dilakukan BPK disampaikan kepada DPR RI sebagai alat kontrol atas pelaksanaan keuangan negara. Selain BPK ada juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang merupakan auditor internal atau satuan pengawas intern pada BUMN/BUMD. Satuan pengawas intern (SPI) ini bertanggung jawab atas penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) di BUMN/BUMD dalam rangka peningkatan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan publik maupun pembangunan nasional (Hery 2016:2). 2. Auditor Forensik Menurut Hery (2016:2–3), profesi auditor forensik muncul seiring perkembangan cabang khusus disiplin ilmu akuntansi, yaitu akuntansi forensik. Akuntansi forensik adalah suatu disiplin ilmu yang menggunakan keahlian. auditing,. akuntansi,. dan. investigasi. untuk. membantu. menyelesaikan sengketa keuangan dan pembuktian atas dugaan telah terjadinya tindakan fraud (kecurangan). Dalam praktik, penegak hukum sering meminta bantuan auditor untuk memberikan jasa audit terkait pengungkapan atas suatu kejahatan kerah putih (white – collar crime) dan memberikan pernyataan pendapat sebagai seorang ahli di pengadilan. Jasa audit khusus tersebut dinamakan sebagai audit investigasi, dan dalam perkembangannya lebih dikenal sebagai audit forensik mengingat subjeknya berhubungan dengan proses litigasi. Pelaksananya (orang yang melakukan audit investigasi) disebut sebagai auditor forensik. Messier 12.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (2014: 37) menambahkan bahwa auditor forensik dipekerjakan oleh perusahaan, instansi pemerintah, kantor akuntan publik, dan perusahaan jasa konsultasi dan investigasi. Mereka secara khusus dilatih dalam mendeteksi, menyelidiki, dan mencegah kecurangan dan kejahatan kerah putih (white – collar crime). Beberapa contoh situasi di mana auditor forensic sering terlibat meliputi: a. Merekonstruksi catatan akuntansi yang tidak lengkap atau rusak untuk menyusun klaim asuransi atas penilaian persediaan. b. Menyelidiki aktivitas pencucian uang dengan merekonstruksi transaksi tunai. c. Menginvestigasi. dan. mendokumentasikan. penggelapan. dan. negosiasi penyelesaian akuntansi. 3. Auditor Eksternal Hery (2016:5) menyebutkan bahwa auditor eksternal sering disebut sebagai auditor independen atau akuntan publik bersertifikat (Certified public Accountant). Seorang auditor eksternal dapat bekerja sebagai pemilik dari sebuah Kantor Akuntan Publik (KAP) atau sebagai anggotanya. Beberapa auditor disebut “eksternal” atau “independen” karena mereka memang bukan merupakan karyawan dari entitas yang diaudit. Auditor eksternal merupakan orang luar perusahaan (pihak yang independen), yang melakukan pemeriksaan untuk memberikan pendapat. 13.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (opini) mengenai kewajaran laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen perusahaan klien. Laporan auditor eksternal berisi opini mengenai kewajaran laporan keuangan, selain itu juga berupa management letter yang berisi pemberitahuan kepada pihak manajemen klien mengenai kelemahan – kelemahan yang ada dalam sistem pengendalian intern beserta saran perbaikannya. Di samping audit finansial, mereka juga melakuakan audit ketaatan, operasional, dan forensik untuk beberapa entitas. 4. Auditor Internal Auditor internal adalah auditor yang bekerja pada satu manajemen perusahaan sehingga berstatus sebagai karyawan dari perusahaan tersebut. Auditor internal merupakan bagian yang integral (tidak dapat dipisahkan) dari struktur organisasi perusahaan, di mana perannya adalah memberikan pengawasan serta penilaian secara terus menerus. Auditor internal memiliki kepentingan atas efektivitas pengendalian internal di satu perusahaan (Hery 2016:4).. 14.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. E. Audit Internal Institute of Internal Auditors (IIA) mendefinisikan audit internal sebagai berikut: Internal auditing is an independent, objective assurance and consulting activity designed to add value and improve an organization's operations. It helps an organization accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined approach to evaluate and improve the effectiveness of risk management, control, and governance processes. Terjemahan secara bebas dari definisi di atas adalah sebagai berikut, pemeriksaan. intern. adalah. aktivitas. pengujian. yang. memberikan. keandalan/jaminan yang independen, yang objektif serta aktivitas konsultasi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan melakukan perbaikan terhadap operasi organisasi (Akmal 2007:3). F. Fungsi dan Aktifitas Audit Internal Berdasarkan Standar Profesional Audit Internal (Hery 2016:238), fungsi pemeriksaan intern adalah untuk meyakinkan keandalan informasi, kesesuaian dengan kebijaksanaan, rencana, prosedur dan peraturan perundangundangan, perlindungan terhadap asset, penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien, dan pencapaian tujuan. Keseluruhan tujuan pemeriksaan intern adalah untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggung jawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kagiatan atau hal-hal yang diperiksa. Untuk mencapai. 15.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. keseluruhan tujuan ini, maka auditor internal harus melakukan beberapa aktivitas sebagai berikut. a. Memeriksa dan menilai baik buruknya pengendalian atas akuntansi keuangan dan operasi lainnya. b. Memeriksa sampai sejauh mana hubungan para pelaksana terhadap kebijakan, rencana dan prosedur yang telah ditetapkan. c. Memeriksa sampai sejauh mana asset perusahaan dipertanggung jawabkan dan dijaga dari berbagai macam bentuk kerugian. d. Memeriksa kecermatan pembukuan dan data lainnya yang dihasilkan oleh perusahaan. e. Menilai prestasi kerja para pejabat/pelaksana dalam menyelesaikan tanggung jawab yang telah ditugaskan. Aktivitas audit internal pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam dua macam bentuk sebagai berikut. i.. Financial Auditing Kegiatan ini antara lain mencakup pengecekan atas kecermatan dan kebenaran segala data keuangan, mencegah terjadinya kesalahan atau kecurangan dan menjaga kekayaan perusahaan. Tugas – tugas ini dapat dilaksanakan tanpa suatu evaluasi yang memerlukan penelitian lebih mendalam dan hasil audit ini diukur engan tolak ukur yang mudah, yaitu. 16.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. “benar” atau “salah”. Dengankata lain, audit keuangan berusaha untuk memverifikasi adanya aset dan untuk memperleh kepastian bahwa terhadap aset itu telah diadakan pengamanan yang tepat. Di samping itu yang lebih penting lagi adalah bahwa keserasian dari sistem pembukuan serta pembuatan laporan akan diperiksa dalam financial auditing ini. ii.. Operational Auditing Kegiatan pemeriksaan lebih ditujukan pada bidang operasional untuk dapat memberikan rekomendasi yang berupa perbaikan dalam cara kerja, sistem pengendalian dan sebagainya. Pada perkembangan fungsi (peran) audit internal saat ini, auditor internal sepertinya sedikit mengurangi egiatan pemeriksaan dalam bidang keuangan, dan lebih banyak perhatiannya diberikan pada kegiatan pemeriksaan operasional. Namun intinya adalah bahwa pemeriksaan operasional ini meliputi perluasan dari pemeriksaan intern pada semua operasi perusahaan, dan tida membatasi diri pada kegiatan keuangan dan akuntansi semata, oleh karena aktivitas keuangan dan akuntansi berhubungan erat dengan hapir semua aktivitas yang berlangsung dalam perusahaan.. G. Peran Auditor Internal Berikut ini akan di paparkan peran auditor internal menurut Simbolon (2010). Peran AI sebagai watchdog telah berlangsung lama sekitar tahun 1940-an, sedangkan peran sebagai konsultan baru muncul sekitar tahun 1970-. 17.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. an. Adapun peran internal auditor sebagai katalist baru berkembang sekitar tahun 2000-an. Perbedaan pokok ketiga peran AI tersebut sebagai berikut :. Tabel 2.1: Perbedaan Pokok Tiga Peran Auditor Internal URAIAN WATCHDOG CONSULTANT CATALIST Proses Audit kepatuhan Audit operasional Quality Assurance (Compliance Audit) Fokus Adanya Variasi Penggunaan sumber Nilai (Values) (penyimpangan, daya (resources) kesalahan atau kecurangan, dll) Impact Jangka pendek Jangka menengah Jangka panjang Sumber: Simbolon, Harry Andrian. 2010. 1. Peran Watchdog Peran watchdog bertujuan untuk memastikan ketaatan/kepatuhan terhadap ketentuan, peraturan atau kebijakan yang dilakukan adalah compliance audit dan apabila terdapat penyimpangan dapat dilakukan koreksi terhadap sistem pengendalian manajemen. Peran watchdog biasanya menghasilkan saran/rekomendasi yang mempunyai impact jangka pendek, misalnya perbaikan sistem dan prosedur atau internal control.. 2. Peran Konsultan Peran AI sebagai konsultan diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat (advice) dalam pengelolaan sumber daya (resources) organisasi sehingga dapat membantu tugas para manajer operasional. Audit yang dilakukan adalah operational audit/performance audit, yaitu. 18.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. meyakinkan bahwa organisasi telah memanfaatkan sumber daya organisasi secara ekonomis, efisien dan efektif (3E) sehingga dapat dinilai apakah manajemen telah menjalankan aktivitas organisasi yang mengarah pada tujuannya. Rekomendasi yang dibuat oleh auditor biasanya bersifat jangka menengah. Aplikasi nyata peran ini dalam perusahaan adalah penerapan Control Self Assesment (CSA) yang telah berjalan baik di beberapa perusahaan besar hinga saat ini.. 3. Peran Katalis Peran AI sebagai katalis berkaitan dengan quality assurance, sehingga AI diharapkan dapat membimbing manajemen dalam mengenali risiko-risiko yang mengancam pencapaian tujuan organisasi. Quality assurance bertujuan untuk meyakinkan bahwa proses bisnis yang dijalankan telah menghasilkan produk/jasa yang dapat memenuhi kebutuhan customer. Dalam peran katalis, AI bertindak sebagai fasilitator dan agent of change. Impact dari peran katalis bersifat jangka panjang, karena fokus katalis adalah nilai jangka panjang dari organisasi, terutama berkaitan dengan tujuan organisasi yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan pemegang saham. Penerapan risk management dan risk based audit adalah salah satu contoh peran AI sebagai katalis.. 19.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. H. Ruang Lingkup Audit Internal Lingkup pekerjaan pemeriksaan intern dalam standar professional pemeriksaan intern yang dikeluarkan IIA (dalam Akmal 2007:9) dirumuskan secara singkat sebagai pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan kefektifan pengendalian manajemen dan kualitas pertanggung jawaban manajemen. Hal tersebut sesuai dengan teori pada buku karya Hery (2016:270) bahwa lingkup pekerjaan audit internal meliputi pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan kefektifan sistem pengendalian internal yang dimiliki oleh organisasi. tujuan peninjauan terhadap kecukupan dan keefektifan suatu sistem pengendalian internal adalah untuk menentukan apakah system yang telah ditetapkan dapat memberikan kepastian yang layak bahwa tujuan dan sasaran organisasi dapat tercapai secara efisien dan ekonomis, serta untuk memastikan apakah sistem tersebut telah berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Tujuan utama pengendalian internal adalah meyakinkan: 1. Keandalan informasi. 2. Kesesuaian dengan berbagai kebijakan, rencana, prosedur, dan ketentuan perundang – undangan. 3. Perlindungan terhadap aset organisasi. 4. Penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien. 5. Tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Sistem informasi akan menyediakan data yang dipergunakan untuk pengambilan keputusan dan pengendalian. Karena itu, auditor internal 20.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. haruslah menguji sistem informasi tersebut, dan menentukan apakah berbagai catatan, laporan finansial, dan laporan operasional perusahaan mengandung informasi yang akurat, dapat dibuktikan kebenarannya, tepat waktu, lengkap, dan berguna. I. Wewenang, dan Tanggung Jawab serta Kebebasan Auditor Internal Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab aktivitas audit internal harus didefinisikan secara formal dalam suatu piagam audit internal, dan harus sesuai dengan Definisi Audit Internal, Kode Etik, dan Standar. Menurut Akmal (2007:10) wewenang tersebut harus memberikan keleluasaan bagi pemeriksa intern untuk melakukan pemeriksaan terhadap catatan – catatan, harta milik operasi/aktivitas yang telah selesai ataupun sedang berjalan, da para pegawai perusahaan/organisasi. Tanggung jawab pemeriksa intern adalah memberikan rekomendasi atau saran – saran kepada pimpinan berdasarkan pemeriksaan atau jasa konsultasi, mengkoordinasikan kegiatan – kegiatan untuk mencapai tujuan pemeriksaan, dan mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dengan hasil yang terbaik. Kebebasan atau independensi merupakan hal yang esensial bagi efektivitas pemeriksa intern. Kebebasan ini terutama diperoleh melalui status organisatoris dari fungsi pemeriksa intern ditambah dengan dukungan pimpinan terhadapnya yang merupakan factor penentu bagi jangkauan, nilai, dan keberhasilan pemeriksa intern.. 21.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kebebasan yang dimiliki pemeriksa intern adalah kebebasan relatif yaitu kebebasan yang terbatas pada organisasi di mana pemeriksa intern bekerja. Untuk pemeriksa intern, kebebasan secara absolut adalah tidak mungkin. Kebebasan secara absolut berarti bebas dari segala ketergantungan, termasuk kebebasan dalam hal keuangan. Selama pemeriksa intern merupakan bagian dari badan usaha dan selama itu perlu kehidupannya tergantung pada badan usaha tersebut. Oleh karena itu, ia harus melepaskan sebagian dari kebebasannya. Tujuan yang ingin dicapai adalah melindungi pemeriksa agar tidak terpaksa melakukan kompromi terhadap tujuan pemeriksaannya.. 22.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan merupakan studi kasus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berusaha untuk mengetahui peran auditor internal yang sedang berlangsung pada perusahaan berdasarkan pada analisis persepsi karyawan terhadap peran auditor, apakah sebagai pengawas, konsultan, atau katalis. B. Subyek dan Objek Penelitian 1. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan yang kinerjanya berada dalam lingkup kerja auditor internal, dengan kata lain, seluruh karyawan atau staff pada divisi atau bagian dalam struktur organisasi perusahaan yang proses kinerjanya mendapat “sentuhan” dari auditor internal. Subyek dalam studi kasus yang dilakukan pada Hotel Santika Premier Jogja adalah seluruh karyawan atau staff pada bagian accounting saja karena hanya pada bagian tersebut yang kinerjanya diaudit oleh auditor internal.. 23.
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah persepsi karyawan atau staff pada bagian accounting yang kemudian dianalisis untuk memperoleh informasi tentang apa peran auditor internal yang dominan terjadi pada divisi accounting di Hotel Santika Premier Jogja C. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. (Sugiyono 2012:85). D. Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara Metode wawancara ditujukan pada pihak Manajemen dengan tujuan agar peneliti memperoleh informasi mengenai informasi umum dan latar belakang perusahaan, serta informasi mengenai bagian/divisi apa saja yang dapat dijadikan sebagai subyek penelitian. 2. Kuesioner Metode kuesioner digunakan sebagai pengganti proses wawancara terhadap karyawan, hal tersebut dilakukan karena diasumsikan jumlah karyawan tidak sedikit sehingga pemerolehan data dari karyawan akan lebih efisien dibanding mewawancarai karyawan satu per satu.. 24.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan bobot skor 1 – 4: Tabel 3.1: Skor Alternatif Jawaban pada Kuesioner dengan Skala Likert Alternatif Jawaban Skor Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tidak Setuju (TS) 2 Setuju (S) 3 Sangat Setuju (SS) 4. E. Teknik Analisis Data 1. Pengujian Instrumen Penelitian a. Uji Validitas Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur dan inferensi yang dihasilkan mendekati kebenaran (Sarwono 2015: 247). Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan program IBM SPSS Statistics 22. b. Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil pengukuran tertentu di setiap kali pengukuran dilakukan terhadap hal yang sama. Oleh karena itu, reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya (Sarwono 2015: 248).. 25.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan program IBM SPSS Statistics 22 2. Pengolahan Data a. Menghitung total skor untuk setiap peran auditor Setiap jawaban pada kuesioner akan diberi skor, yaitu skor 4 untuk jawaban “Sangat Setuju”, skor 3 untuk jawaban “Setuju”, skor 2 untuk jawaban “Tidak Setuju”, dan skor 1 untuk jawaban “Sangat Tidak Setuju” kemudian skor tersebut direkapitulasi ke tabel berikut: Tabel 3.2: Cara Rekapitulasi Skor untuk Setiap Jawaban Kuesioner Skor Pengawas Konsultan Katalis s. f1. s×f1. f2. s×f2. f3. 1 TS 2 S 3 SS 4 Jumlah ∑f1 ∑(s×f1) ∑f2 ∑(s×f2) ∑f3 Sumber: Adaptasi dariWicaksono(2016). s×f3. STS. s. ∑(s×f3). : Pilihan skor (STS=1, TS=2, S=3, SS=4). f1 : Frekuensi jawaban terkait peran AI sebagai Pengawas f2 : Frekuensi jawaban terkait peran AI sebagai Konsultan f3 : Frekuensi jawaban terkait peran AI sebagai Katalis. 26.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. b. Menentukan peringkat jawaban responden Hal ini bertujuan untuk mengetahui peran auditor internal mana yang paling dominan. Peringkat tersebut ditentukan berdasarkan penjumlahan skor antara jawaban responden yang bersifat positif atau “setuju” (S) dan “sangat setuju” (SS) saja, karena jawaban “sangat tidak setuju” (STS) dan jawaban “tidak setuju” (TS) dianggap tidak mendukung peran AI sehingga tidak perlu dimasukkan dalam perhitungan penentuan peringkat. Skor jawaban “sangat tidak setuju” (STS) dan jawaban ”tidak setuju” (TS) berperan dalam perhitungan rata – rata skor jawaban responden. Tabel 3.3: Cara Perhitungan Peringkat Jawaban Responden Berdasarkan Tabel Rekapitulasi Skor Persentase Peringkat Skor rata-rata Jumlah skor S Peran AI (%) dan SS jawaban (2) (3) (4) (1) (5) Pengawas Konsultan Katalis. Sumber: Adaptasi dari Wicaksono (2016) Keterangan: Kolom (1) : Peran auditor internal (AI) Kolom (2) : Hasil penjumlahan skor jawaban setuju (S) dan jawaban sangat setuju (SS) Kolom (3) : Kolom (2) : Total skor masing – masing peran AI Kolom (4) : Urutan peringkat peran AI berdasarkan Kolom (3) Kolom (5) : Skor rata – rata jawaban (hasil perhitungan ( (s×f) / f ) pada masing masing peran AI). 27.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Skor rata – rata jawaban responden digunakan untuk mengetahui sejauh mana responden setuju atau tidak setuju terhadap peran auditor internal seperti yang dimaksud dalam kuesioner 3. Penarikan Kesimpulan Kesimpulan terkait peran auditor internal mana yang dominan terjadi di perusahaan ditentukan berdasarkan peringkat peran auditor internal pada tabel perhitungan peringkat jawaban responden.. 28.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. A. Sejarah 1. Santika Indonesia Hotels & Resort Sejarah Santika Indonesia Hotels & Resorts dapat ditelusuri kembali ketika Kompas-Gramedia Group, perusahaan media terbesar di Indonesia, mengembangkan portofolio bisnis ke sektor perhotelan di tahun 1981. PT Grahawita Santika didirikan sebagai pemilik dan pengelola Santika Indonesia Hotels & Resorts. Hotel pertama yang beroperasi adalah Hotel Santika Bandung dan setelah itu mulai mengembangkan sayap bisnis perhotelan ke kota-kota strategis lainnya di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Cirebon, Surabaya, Jogjakarta, Pontianak, Kuta dan Seminyak Bali, Manado , Makassar dan lain-lain. PT. Grahawita Santika didirikan untuk mengelola bisnis perhotelan di bawah Kelompok Kompas Gramedia pada tanggal 22 Agustus 1981. Hotel Soeti adalah hotel pertama yang dibeli dari pemiliknya, Ibu Soetiyah Pudjosuwarno. Cikal bakal Hotel Santika ini terletak di Jalan Sumatra No. 5254, Bandung. Pada tahun 1988, hotel sederhana dengan 33 kamar yang dibangun di area seluas 3.200 meter persegi ini direnovasi menjadi 70 kamar. Setelah renovasi tersebut selesai, hotel ini diresmikan sebagai Hotel Santika. 29.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Bandung berbintang tiga oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, Susilo Sudarman pada tanggal 27 Maret 1989. Hotel Santika Bandung inilah yang menjadi pelopor pendirian Santika Indonesia Hotels & Resorts. Latar belakang pendirian Hotel Santika ini disebabkan pembredelan harian Kompas pada tahun 1978. Oleh karena itu, para pendiri Kelompok Kompas Gramedia harus memikirkan diversifikasi unit bisnis di luar bisnis intinya sebagai media komunikasi. Mereka membuat rencana untuk mencegah pemecatan massal. Jika suatu hari harian Kompas akan dibredel kembali, masih ada anak perusahaan yang bisa menyokong karyawan mereka. Beberapa bisnis mulai dilakukan, termasuk di antaranya adalah industri perhotelan. Pada awalnya, rencana pendirian sebuah hotel tidak disetujui oleh pihak manajemen, karena pada saat itu bisnis hotel dianggap memiliki konotasi yang negatif serta Return of Investment dinilai berjalan lamban. Bagaimanapun juga, Bapak Binawarna Sardjan, anggota Tim Investasi Kelompok Kompas Gramedia pada saat itu, bisa meyakinkan Ketua Tim Investasi Kelompok Kompas Gramedia, Bapak Indra Gunawan, untuk menyetujui rencana pendirian hotel. Berkat kegigihan dan kerja keras Bapak Binawarman Sardjan, maka Hotel Santika berhasil didirikan. Beberapa tahun setelah Hotel Santika yang pertama diresmikan dan dikelola, Hotel Santika pun berhasil mengembangkan sayapnya dan mencapai lebih dari 40 properti yang tersebar di Indonesia. Sesuai dengan brand valuenya, yaitu “Indonesian Home” dan motto pelayanannya, yaitu “Hospitality. 30.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. from the Heart”, Santika Indonesia Hotels & Resorts selalu menonjolkan nilai kebudayaan Indonesia, termasuk sisi keramah-tamahannya kepada seluruh tamunya 2. Hotel Santika Premier Jogja Tahun 1990, Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai hotel kelima di dalam jajaran Santika Indonesia Hotels & Resorts. Hotel Santika Premiere Jogja resmi dibuka pada tanggal 17 Desember 1990. Hotel ini didesain dengan sentuhan arsitektur Kraton Jogja. Hotel Santika Premiere Jogja memiliki 148 kamar Tahun 2006, PT. Grahawita Santika telah berhasil memposisikan dirinya dan diakui di sektor perhotelan serta memiliki segmen pasar tersendiri. Menggabungkan unsur tradisi setempat dan sentuhan alami, PT. Grahawita Santika berusaha menyediakan berbagai macam akomodasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Terdiri dari The Royal Collection, properti villa-villa mewah yang mengedepankan personal service. Kemudian The ANVAYA, brand hotel terbaru untuk segmen hotel bintang 5, Hotel Santika Premiere untuk segmen hotel bintang 4, Hotel Santika untuk segmen hotel bintang 3 dan Amaris Hotel untuk hotel berkonsep smart hotel berbintang 2.. 31.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Visi perusahaan adalah menjadi jaringan hotel pilihan utama yang terbesar di Indonesia dan tersebar di Asia Tenggara, dengan menyajikan produk bermutu mewujudkan sentuhan Indonesia melalui pelayanan dari hati. B. Profil Perusahaan Santika Indonesia Hotels & Resorts, di bawah pengelolaan PT Grahawita Santika, didirikan pada tahun 1981. Dimulai dengan membeli, membangun serta merenovasi jaringan Hotel-hotel Santika. Sebagai penanggungjawab dari Hotel-hotel Santika yang tersebar di seluruh Indonesia, PT Grahawita Santika menawarkan para pelaku bisnis ataupun rekreasi untuk mencari alternatif yang mampu memenuhi kebutuhan perjalanan mereka. Santika Indonesia Hotels & Resorts menyediakan pelayanan yang kental dengan keramahtamahan khas Indonesia. Santika Indonesia Hotels & Resorts juga menyediakan pusat bisnis yang menyajikan ruangan-ruangan yang dilengkapi dengan peralatan berteknologi moderen dan ruang tamu. Terverifikasi oleh standar internasional ISO 9001/2008, Santika Indonesia Hotels & Resorts menyajikan kenyamanan, pelayanan dan keamanan terbaik. Sentuhan keramahan Indonesia yang diwujudkan melalui sikap dan perilaku berstandar tinggi dalam pelayanan hotel. Sebagai panutan dalam industri perhotelan yang sangat kompetitif, Santika Indonesia Hotels & Resorts menyediakan fasilitas dan layanan kelas atas yang dikombinasikan dengan akses-akses yang mudah menuju destinasi-destinasi utama, seperti bandara, area rekreasi serta pusat komersial dan budaya.. 32.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berlandaskan pada visi perusahaan untuk menjadi jaringan hotel pilihan utama, Santika Indonesia Hotels & Resorts akan terus meningkatkan nilai lebih kepada seluruh pemangku kepentingan dengan mengkombinasikan kualitas profesionalisme dan pelayanan dari hati. Nilai-nilai yang dibentuk pada brand Santika Indonesia Hotels & Resorts menekankan pada citra ‘Indonesian Home’, yaitu suatu cerminan pelayanan kepada semua tamu bernuansa Indonesia. Dengan fasilitas dan pelayanan yang disajikan, Santika Indonesia Hotels & Resorts berusaha memanjakan para tamu dengan tradisi unik dari daerah setempat serta mewujudkan pelayanan dengan sentuhan spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan tamu sehingga memberikan rasa puas. Sebagai manajemen perhotelan perusahaan terkemuka di Indonesia, PT Grahawita Santika memberikan berbagai layanan kepada mitra, klien dan investor. Perusahaan selalu beruaha untuk mempertemukan kebutuhan akomodasi bisnis ataupun rekreasi yang diselaraskan dengan nilai-nilai yang dimiliki Amaris Hotel, Hotel Santika, Hotel Santika Premiere, The ANVAYA, The Samaya dan The Kayana. Terdapat 6 brand yang dikelola oleh Santika Indonesia Hotels & Resorts, yaitu : 1. The Samaya The Samaya adalah kategori boutique villa mewah yang dimiliki oleh Santika Indonesia Hotels & Resorts. Properti ini mengutamakan. 33.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. keunikan yang berkelas, kemewahan dan aspek pribadi dalam penentuan tata ruang yang luas. The Samaya sangat identik dengan eksotisme dan keindahan. 2. The Kayana Selain The Samaya, The Kayana juga merupakan boutique villa yang mengedepankan unsur kemewahan dan personal service. Setiap tamu akan dibantu dengan para karyawan terlatih yang selalu bersedia melayani. 3. The ANVAYA The ANVAYA adalah brand hotel berbintang 5. Hotel dengan desain eksterior, interior dan fasilitas yang identik dengan kemewahan. The ANVAYA tampil khas, unik dan mempesona; bernuansa Indonesia sesuai dengan daerah di mana hotel tersebut berlokasi. 4. Santika Premiere Hotel Santika Premiere merupakan hotel kategori bintang 4 dengan memakai gaya konstruksi dan interior dengan sentuhan yang luwes dan disesuaikan dengan tren yang ada. Sentuhan kemewahan jelas terlihat dan terasa di semua unit Hotel Santika Premiere sehingga memberikan rasa nyaman yang berkelas kepada semua tamu hotel.. 34.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Santika Hotel Santika menawarkan suasana hotel kategori bintang 3. Baik fasilitas ataupun perlengkapan pendukung lainnya disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku bisnis ataupun rekreasi, dengan menawarkan rangkaian akomodasi yang sangat beragam. 6. Amaris Amaris Hotel berkonsep smart hotel, yakni cermat dan efisien dari segi biaya, tanpa mengurangi kualitas pada kelasnya. Fasilitas hotel didesain sedemikian rupa sehingga operasional hotel menjadi lebih efisien dan praktis. C. Bagian/Divisi Accounting Karyawan pada bagian/divisi accounting merupakan subyek dalam penelitian ini. Berikut adalah posisi kerja yang ada di bagian/divisi accounting di Hotel Santika Premier. 1. Accounting Manajer Tugas utama accounting manajer adalah memimpin penyusunan laporan keuangan untuk memastikan penerapan pedoman sistem akuntansi yang telah ditetapkan agar menghasilkan laporan keuangan yang berguna bagi Manajemen karenanya seorang manajer akuntansi perlu mengatur dan mengawasi penugasan yang diberikan kepada bawahannya. 35.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. General Cashier/GC Tugas utama General cashier adalah mengelola petty cash di sebuah hotel, sehingga semua transaksi pembelian yang dilakukan secara cash dan pengeluaran uang untuk pembayaran hutang dan pembayaran pajak, air, listrik, telepon akan direkapitulasi oleh seorang General cashier. 3. Account Receivable Staff (Staff Piutang)/AR Tugas utama seorang AR adalah mengelola piutang hotel yang berasal dari transaksi reservasi dan booking kamar. Seorang AR ini juga memiliki tugas untuk menagih piutang apabila piutang tersebut sudah memasuki jatuh tempo dan mencatat transaksi pembayaran dengan menggunakan EDC maupun menggunakan giro check. 4. Account Payable Staff (Staff Bagian Hutang)/AP Tugas utama seorang AP adalah mengelola utang hotel. Seorang AP akan melakukan pelunasan atau pembayaran sebagian kepada supplier apabila utang tersebut sudah memasuki jatuh tempo. Semua pembelian yang dilakukan secara kredit akan diproses oleh AP. 5. Book Keeper Tugas utama seorang Book keeper adalah membuat laporan keuangan berdasarkan data dari staff AR, Staff AP, Staff IA, staff GC dan sub divisi logistik.. 36.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Night Auditor Tugas utama night auditor adalah memonitor semua transaksi terkait tamu, di antaranya memeriksa benar tidaknya semua transaksi yang masuk, baik yang menyangkut account tamu maupun yang bukan tamu, memonitor batas kredit tamu. Bila over, segera menginformasikan kepada Credit. Department,. membuat. laporan. untuk. memanajemen. dan. departemen lain 7. Income Auditor Tugas utama income auditor adalah mencocokkan semua hasil penjualan tunai dan mengoreksi kembali pekerjaan night auditor D. Auditor Internal Hotel Santika Premier Jogja Auditor internal pada Hotel Santika Premier Jogja berstatus korporat milik PT Grahawita Santika selaku perusahaan induk yang berpusat di Jakarta dan aktivitas audit dilakukan pada waktu yang tidak pasti. Sejauh ini, aktivitas audit dilaksanakan oleh accounting manager dibantu oleh night auditor dan income auditor.. 37.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. A. Karekteristik Responden Bagian ini berisi data yang menginformasikan tentang responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, posisi kerja/jabatan, dan masa kerja 1. Jenis Kelamin Tabel 5.1: Karakeristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki – Laki 4 33,3 Perempuan 8 66,7 Jumlah 12 Sumber: Data primer diolah Tabel. 5. 100. mengelempokkan. responden. berdasarkan. jenis. kelaminnya, yaitu laki – laki dan perempuan. Dari 12 orang responden terdapat 4 orang laki – laki atau 33,3% dan perempuan sebanyak 8 orang atau 66,7%. 2. Usia Tabel 5.2: Karakeristik Responden Berdasarkan Usia Kelompok Usia Frekuensi Persentase (%) 21 – 30 tahun 0 0 31 – 40 tahun 2 16,7 41 – 50 tahun 6 50 ≥ 51 tahun 4 33,3 Jumlah 12 Sumber: Data primer diolah. 100. 38.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 6 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan usia dengan interval 10 tahun. Karakteristik ini dibedakan menjadi 4 kelompok usia, yang pertama adalah kelompok usia 21 – 30 tahun. Kebetulan tidak ada responden yang termasuk dalam kelompok usia ini atau bisa dikatakan jumahnya nol (0). Kelompok usia yang kedua adalah 31 – 40 tahun, dalam kelompok usia ini terdapat 2 orang atau 16,7% dari 12 orang total responden. Kelompok usia yang ketiga adalah 41 – 50 tahun. Mayoritas responden berada dalam kelompok usia ketiga ini, yaitu sebanyak 6 orang atau 50% dari 12 orang total responden. Kelompok usia keempat atau yang terakhir adalah untuk responden yang berusia sama dengan atau lebih dari 51 tahun, dalam kelompok usia ini terdapat 4 orang responden atau 33,3% dari 12 orang total responden 3. Pendidikan Tabel 5.3: Karakeristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Frekuensi Persentase (%) SMA/Sederajat 0 0 Diploma 7 58,3 S1 5 41,7 S2 0 0 Jumlah 12 Sumber: Data primer diolah. 100. Tabel 7 mengelompokkan reponden ke dalam 4 kelompok pendidikan,. yang. pertama. kelompok. pendidikan. SMA/Sederajat,. kelompok ini menunjukkan responden dengan pendidikan akhir SMA atau yang sederajat. Kedua, kelompok pendidikan Diploma, kelompok ini menunjukkan responden dengan gelar Diploma. Ketiga, kelompok. 39.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pendidikan S1, kelompok ini menunjukkan responden dengan pendidikan akhir Strata 1 atau S1. Keempat atau yang terakhir adalah kelompok pendidikan S2, kelompok ini menunjukkan responden yang telah menempuh. pendidikan. terakhir. bergelar. Master.. Berdasarkan. pendidikannya, tidak terdapat responden yang termasuk dalam kelompok pendidikan SMA/Sederajat, begitu pula dengan kelompok pendidikan S2. Mayoritas responden bergelar Diploma dengan jumlah 7 orang atau 58,3% dari 12 orang total responden, sedangkan responden dengan pendidikan akhir S1 berjumlah 5 orang atau 41,7% dari 12 orang total responden. 4. Posisi Kerja/Jabatan Tabel 5.4: Karakeristik Responden Berdasarkan Posisi Kerja Posisi Kerja Frekuensi Persentase (%) Accounting Manager 1 8,3 General Cashier 1 8,3 AP 2 16,7 AR 2 16,7 Book Keeper 1 8,3 Staff 5 41,7 Jumlah Sumber: Data primer diolah. 12. 100. Tabel 8 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jabatannya. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 6 posisi kerja/jabatan dalam bagian/divisi Accounting pada Hotel Santika Premier Jogja, yaitu Accounting Manajer sejumlah 1 orang atau 8,3%, General Cashier sejumlah 1 orang atau 8,3%, Account Payable (AP) sejumlah 2 orang atau 16,7%, Account Receivable (AR) sejumlah 2 orang atau 16,7%,. 40.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Book Keeper sejumlah 1 orang atau 8,3%, sedangkan 5 orang atau 41,7% sisanya menjabat sebagai Staff. 5. Masa Kerja Tabel 5.5: Karakeristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja Frekuensi Persentase (%) ≤ 10 tahun 2 16,7 11 – 20 tahun 5 41,7 21 – 30 tahun 5 41,7 ≥ 31 tahun 0 0 Jumlah 12 Sumber: Data primer diolah. 100. Tabel 9 mengelompokan 12 responden berdasarkan masa kerjanya. Terdapat 5 kelompok masa kerja dengan interval 10 tahun. Kelompok masa kerja yang pertama menunjukkan responden yang telah bekerja bagi perusahaan selama kurang dari atau sampai dengan 10 tahun, dalam kelompok ini terdapat 2 orang responden atau 16,7%. Kelompok masa kerja yang kedua adalah 11 – 20 tahun, dalam kelompok ini terdapat 5 orang responden atau 41,7%. Kelompok masa kerja ketiga adalah 21 – 30 tahun, dalam kelompok ini terdapat 5 rang responden atau 41,7% B. Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan toleransi kesalahan sebesar 10% atau menggunakan probabilitas sebesar 0,1. Nilai ri butir – butir pertanyaan yang dihitung harus lebih tinggi dari. 41.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 0,240 agar dapat dikatakan valid dan sama dengan atau lebih besar dari 0,8 agar dapat dikatakan reliabel (Sarwono 2015: 253). Tabel 5.6: Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian No. ri Standar Keterangan Pernyataan 1 0,445 0,240 Valid 2 0,372 0,240 Valid 3 0,608 0,240 Valid 4 0,764 0,240 Valid 5 0,821 0,240 Valid 6 0,399 0,240 Valid 7 0,582 0,240 Valid 8 0,628 0,240 Valid 9 0,541 0,240 Valid 10 0,473 0,240 Valid 11 0,842 0,240 Valid 12 0,655 0,240 Valid 13 0,787 0,240 Valid 14 0,819 0,240 Valid 15 0,931 0,240 Valid Sumber: Data primer diolah 2. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini mengacu pada tulisan Sarwono (2015: 249) menggunakan rumus Cronbach’s Alpha dengan ketentuan bahwa suatu butir pertanyaan mempunyai reliabilitas, jika: a. Nilai Cronbach’s Alpha tidak boleh negatif b. Nilai Cronbach’s Alpha hasil penghitungan sama atau lebih besar dari 0,8. Ambang bawah nilai Cronbach’s Alpha yaitu antara 0,6 – 0,7. Dengan demikian, nilai Cronbach’s Alpha hitung dari data tidak boleh lebih kecil dari ambang tersebut.. 42.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Hanya keluaran yang diperlukan saja yang dibahas pada pengujian reliabilitas instrumen ini, yaitu keluaran Reliability Statistics dan Item Total Statistics Tabel 5.7: Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Berdasar Reliability Statistics Cronbach’s Alpha N of items 0,924. 15. Sumber: Data primer diolah, Reliability Statistics terlampir Tabel 11 digunakan untuk melihat niai Cronbach’s Alpha secara keseluruhan. Nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,924; artinya secara keseluruhan butir – butir pertanyaan sudah reliabel Tabel 5.8: Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Berdasar ItemTotal Statistics Cronbach’s No. Alpha If Item Standar Keterangan Pernyataan Deleted 1 0,924 0,8 Reliabel 2 0,925 0,8 Reliabel 3 0,919 0,8 Reliabel 4 0,915 0,8 Reliabel 5 0,913 0,8 Reliabel 6 0,925 0,8 Reliabel 7 0,921 0,8 Reliabel 8 0,919 0,8 Reliabel 9 0,921 0,8 Reliabel 10 0,923 0,8 Reliabel 11 0,911 0,8 Reliabel 12 0,918 0,8 Reliabel 13 0,914 0,8 Reliabel 14 0,912 0,8 Reliabel 15 0,914 0,8 Reliabel Sumber: Data primer diolah, Item-Total Statistics terlampir. 43.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 12 menunjukkan bahwa seluruh nilai Cronbach’s Alpha pada setiap butir pertanyaan lebih besar dari 0,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua butir pertanyaan pada kuesioner sudah reliabel. C. Deskripsi Data 1. Peran Pengawas/ Watchdog Tabel 5.9: Hasil Rekapitulasi Jawaban Responden atas Pernyataan terkait Peran Pengawas/Watchdog Frekuensi Jawaban Nomor Jumlah Pernyataan STS % TS % S % SS % 66,7 33,3 1 0 0 8 4 12 58,3 41,7 2 0 0 7 5 12 58,3 33,3 3 0 1 8,3 7 4 12 66,7 4 0 1 8,3 8 3 25 12 33,3 33,3 5 1 8,3 4 4 3 25 12 1 6 34 19 60 Jumlah (f1) Sumber: Data primer diolah Tabel di atas menunjukkan jawaban responden atas pernyataan nomor 1 hingga nomor 5. Pernyataan – pernyataan tersebut terkait dengan peran auditor internal sebagai pengawas/ watchdog. Pernyataan nomor 1 menyebutkan bahwa orientasi auditor banyak dilakukan pemeriksaan pada tingkat ketaatan para pelaksana pada ketentuan – ketentuan yang ada. Atas pernyataan tersebut, 8 orang atau 66,7% responden menyatakan setuju dan 4 orang atau 33,3% responden menyatakan sangat setuju.. 44.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Pernyataan nomor 2 menyebutkan bahwa auditor internal berfokus pada penyimpangan yang perlu dikoreksi, keterlambatan, dan kesalahan. Atas pernyataan tersebut, 7 orang atau 58,3% responden menyatakan setuju dan 5 orang atau 41,7% responden menyatakan sangat setuju. Pernyataan nomor 3 menyebutkan bahwa auditor internal menghasilkan saran atau rekomendasi yang memberikan dampak jangka pendek, seperti perbaikan sistem dan prosedur atau internal control. Atas pernyataan tersebut, 1 orang atau 8,3 % responden menyatakan tidak setuju, 7 orang atau 58,3% responden menyatakan setuju, dan 4 orang 33,3% responden menyatakan sangat setuju. Pernyataan nomor 4 menyebutkan bahwa auditor internal membantu perusahaan dalam mencapai tujuan jangka pendek. Atas pernyataan tersebut,. 1 orang atau 8,3% responden menyatakan tidak. setuju, 8 orang atau 66,7% responden menyatakan setuju, dan 3 orang atau 25% responden menyatakan sangat setuju. Pernyataan nomor 5 menyebutkan bahwa peran auditor internal seperti halnya polisi bagi perusahaan. Atas pernyataan tersebut, 1 orang atau 8,3% responden menyatakan sangat tidak setuju, 4 orang atau 33,3% responden menyatakan tidak setuju, 4 orang atau 33,3% responden menyatakan setuju, 3 orang atau 25% responden menyatakan sangat setuju.. 45.
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Peran Konsultan Tabel 5.10: Hasil Rekapitulasi Jawaban Responden atas Pernyataan terkait Peran Konsultan Frekuensi Jawaban Nomor Jumlah Pernyataan STS % TS % S % SS % 58,3 41,7 6 0 0 7 5 12 7 0 3 25 6 50 3 25 12 16,7 58,3 8 0 2 7 3 25 12 16,7 58,3 9 0 2 7 3 25 12 0 66,7 33,3 10 0 8 4 12 0 7 35 18 60 Jumlah (f2) Sumber: Data primer diolah Tabel 14 menunjukkan jawaban responden atas pernyataan nomor 6 hingga nomor 10. Pernyataan – pernyataan tersebut terkait dengan peran auditor internal sebagai konsultan. Pernyataan nomor 6 menyebutkan bahwa auditor internal membantu satuan kerja operasional dalam mengelola risiko dengan mengidentifikasi masalah dan memberikan saran untuk tindakan perbaikan.Atas pernyataan tersebut, 7 orang atau 58,3% responden menyatakan setuju dan 5 orang atau 41,7% responden menyatakan sangat setuju. Pernyataan nomor 7 menyebutkan bahwa auditor internal berfokus pada penggunaan sumber daya secara ekonomis, efisien, dan efektif (3E). Atas pernyataan tersebut, 3 orang atau 25% responden menyatakan tidak setuju, 6 orang atau atau 50% responden menyatakan setuju, dan 3 orang atau 25% reponden menyatakan sangat setuju.. 46.
(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Pernyataan nomor 8 menyebutkan bahwa auditor internal memberi nasihat (advice) dalam pengelolaan sumber daya (resources) organisasi sehingga dapat membantu tugas para manajer operasional. Atas penyataan tersebut 2 orang atau 16,7% responden menyatakan tidak setuju, 7 orang atau 58,3% orang menyatakan setuju, dan 3 orang atau 25% responden menyatakan sangat setuju. Pernyataan nomor 9 menyebutkan bahwa rekomendasi yang diberikan auditor internal biasanya bersifat jangka menengah. Atas penyataan tersebut 2 orang atau 16,7% responden menyatakan tidak setuju, 7 orang atau 58,3% responden menyatakan setuju, dan 3 orang atau 25% responden menyatakan sangat setuju. Pernyataan nomor 10 menyebutkan bahwa auditor internal memiliki fungsi sebagai pemeriksa sekaligus sebagai mitra manajemen. Atas pernyataan tersebut, 8 orang atau 66,7% responden menyatakan setuju dan 4 orang atau 33,3% responden menyatakan sangat setuju.. 47.
Gambar
Dokumen terkait
Maksud dan tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui mode shapes, besar displacement, dan besar tegangan yang terjadi pada jembatan cable stayed saat
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pemberian imunisasi Hepatitis B yang diberikan selama 3 kali terhadap pembentukan Antibody Anti HBs pada
[r]
Pembelajaran yang melibatkan aktivitas siswa dalam pemecahan masalah melalui mengajukan masalah, menyajikan hipotesis, menguji hipotesis dengan kegiatan eksperimen
Saya / kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa semua keterangan yang saya / kami berikan dalam aplikasi ini adalah benar dan akurat serta merupakan data terkini.
Hasil dari melihat latar belakang dan indentifikasi masalah menunjukan bahwa siswa ektrakurikuler sepakbola di SMA N 3 Pekanbaru masih belum memiliki kondisi
Teknologi informasi (TI) yang diatur oleh suatu organisasi merupakan suatu proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi agar dapat mencapai tujuannya dengan
Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, semua Peraturan Perundangan-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1998