• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNOLOGI BUDIDAYA UBI JALAR. Lanjutan...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEKNOLOGI BUDIDAYA UBI JALAR. Lanjutan..."

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI

BUDIDAYA UBI JALAR

(2)

PENANAMAN DAN JARAK TANAM

Di lahan kering : awal musim hujan

(Oktober)

Di lahan sawah : ditanam stlh padi

rendengan (padi gadu), pd awal musim

kemarau

Sistem tanam : tunggal (monokultur)

atau tumpang sari.

(3)

Sistem Monokultur

Buat larikan dangkal arah memanjang di

sepanjang puncak guludan dgn cangkul

sedalam 10 cm, atau buat lubang dgn tugal,

jarak antar lubang 25-30 cm.

Buat larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm

di kiri & kanan lubang tanam utk tmpt pupuk.

Tanam bibit ubi jalar ke dlm lubang atau

larikan hingga pangkal batang (setek)

terbenam tanah 1/2-2/3 bag. kmd padatkan

tanah dekat pangkal setek (bibit).

(4)

Sistem Tumpang Sari

• Tujuan : meningkatkan produksi dan pendapatan per satuan luas lahan.

• Jenis tanaman yg serasi ditumpangsarikan dgn ubi jalar adalah kacang tanah.

• Tata cara penanaman sistem tumpang sari

prinsipnya sama dgn sistem monokultur, hanya di antara barisan tanaman ubi jalar atau di sisi

guludan ditanami kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar 100 cm x 25-30 cm, dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm.

(5)

PEMUPUKAN

a. Pemupukan melalui perakaran

Pupuk Organik :

Dosis = 15-22 t/ha

Pemberian dilakukan pada saat

(6)

Pupuk Anorganik : • Dosis :

• 45-90 kg N/ha (100-200 kg Urea/ha); • 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha);

• 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha atau 75-100 SP-36 kg/ha ) • Pemberian :

1) 1/3 dosis Urea dan KCl serta semua SP-36 pada saat pertanaman bibit

2) umur 30-45 hst bersamaan dgn pengembalian tanah keprasan kedua sisi guludan.

• Cara pemberian : buat larikan/lubang tugal 7-10 cm dari kiri kanan lubang tanam, lalu masukan pupuk.

(7)

Rekomendasi lain

Pemupukan Dasar

• Pemupukan dilakukan bersamaan waktu tanam, dgn tujuan utk mempercepat pertumbuhan batang & perakaran.

Urea : 14 Kg/ Ha SP-36 : 18 Kg/ Ha KCl : 10 Kg/ Ha

Pemupukan Susulan

• Pemupukan dilakukan setelah 7 –15 hari sesudah penjugaran, dgn cara ditaburkan di kiri dan kanan guludan yg sudah dijugar.

Urea : 55-80 Kg/ Ha atau NPK : 300 Kg/Ha SP- 36 : 100 Kg/ Ha KCl : 100 Kg/Ha KCl : 150 - 250 Kg/ Ha

(8)

b. Pemupukan melalui daun

Pemupukan yg dilakukan dgn harapan bisa

menyediakan unsur hara yg terserap scr

maksimal oleh tanaman, juga dlm pupuk daun

terdapat beberapa unsur mikro disamping

(9)

PENYULAMAN

Untuk mengganti tanaman yg mati

dilakukan pd umur 3 minggu setelah

tanam.

(10)
(11)

PEMANGKASAN

Dilakukan bila tanaman terlalu rimbun,

dilakukan pd sulur-sulur tanaman yg

merayap dalam saluran-saluran di

sela-sela bedengan.

(12)

PENGAIRAN/PENYIRAMAN

Ubi jalar tergolong tahan kekeringan, fase

awal pertumb memerlukan air tanah yg

memadai.

Seusai tanam, guludan diairi selama 15-30

menit hingga tanah ckp basah, kmd airnya

dibuang.

Pengairan berikutnya masih diperlukan

secara kontinyu hingga tanaman berumur

1-2/3 bulan.

(13)

a. Umur 15 hari pertama usahakan kondisi tanah terus lembab.

b. Umur 1 - 3 bulan penyiraman dilakukan setiap 15 hari sekali.

c. Umur > 3 bulan penyiraman dilakukan setiap 20 hari sekali.

d. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen,

(14)

Bila hujan tjd pada siang/terik matahari

(terutama pada umur > 2 bulan) segera

lakukan penyiraman 2/3 tinggi guludan agar

kondisi tanah kembali stabil.

Ini berguna utk menghilangkan efek hangat

ditengah guludan yg cocok utk pertumbh

hama lanas.

(15)

Setelah melakukan pemupukan (usia tanaman

1,5 bulan) usahakan penyiraman dgn

perendaman, dan jangan melakukan

penyiraman disaat udara masih hangat (paling

baik pagi < pkl 09.00 WIB atau sore hari /

menjelang malam).

Hindari agar tanah tdk terlalu becek / air

menggenang.

(16)
(17)

PENYIANGAN

(PENGENDALIAN GULMA)

Penyiangan dilakukan utk mencegah

adanya persaingan memperebutkan

unsur hara antara gulma dgn tanaman

ubi, juga sbg upaya mencegah thd

serangan hama tikus.

Musim penghujan dillakukan ± 3 – 4 kali

Musim kemarau dilakukan ± 2 – 3 kali

(18)

Yang pertama dilakukan 3 mst vertikal

kedua sisi guludan dikepras, kmd tanah

keprasan dikembalikan sekaligus utk

menutup pupuk.

Yang kedua dilakukan pd 8 mst sekaligus

melakukan pembumbunan dan

pemutusan akar yg tumbuh dipermukaan

guludan.

(19)

Pengebatan

Pengebatan dilakukan dgn maksud

memutuskan akar

2

(bakal ubi

pengganggu) yg tumbuh dari ruas

2

menjalar.

Jgn lakukan pembalikan batang krn akan

merusak, lakukan hanya mengangkat

batang saja sampai akar pengganggu

putus dan kembalikan sejajar dgn arah

guludan.

(20)

Pengebatan bertujuan utk meningkatkan hasil

umbi

Dilakukan 3 minggu sekali, sebab pd tanaman

yg tumbuh subur dlm waktu 1 bulan akan

menjalar sepanjang 1-1,5 m.

Bila batang terus dibiarkan menjalar di atas

tanah dgn segera akan tumbuh akar di ketiak

2

daun.

Akar akan membentuk umbi

2

kecil yg

mengurangi cadangan makanan bg umbi di

batang utama.

(21)

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

Hama & penyakit utama yg menyerang ubi

jalar adalah hama Penggerak ubijalar; hama

Boleng atau Lanas; Tikus; Penyakit Kudis atau

Scab; Layu Fusarium; virus; dan penyakit

(22)

A. Hama

a) Penggerek Batang Ubi Jalar

• Stadium hama yg merusak adalah larva (ulat).

• Ciri : membuat lubang kecil memanjang pd batang hingga ke bagian ubi. Di dlm lubang tsb dpt ditemukan larva

Gejala: tjd pembengkakan

batang, bbrp bagian batang mudah patah, daun layu, dan akhirnya cabang-cabang

(23)

Larva dan pupa

(24)

Omphisa anastomosalis

Guen.

• Kelas : Insecta

• Order : Lepidoptera • Family : Pyralidae

• Adalah salah satu hama ubi jalar paling merusak di Asia tropis - subtropis dan Pasifik

• Dapat menimbulkan kerugian hasil > 30-50%

(25)

Pengendalian:

• (1) rotasi tanaman utk memutus siklus hama

• (2) pengamatan tanaman pd stadium umur muda thd gejala serangan hama: bila serangan hama

>5%, perlu dilakukan pengendalian secara kimiawi

• (3) pemotongan & pemusnahan bag. tanaman yg terserang berat

• (4) penyemprotan insektisida yg efektif & efisien spt Curacron 500 EC atau Matador 25 dgn

(26)

b) Hama Boleng atau Lanas

(Cylas formicarius Fabr.)

Imago hama ini

berupa kumbang

kecil yg bagian

sayap dan

moncongnya

berwarna biru,

namun toraknya

berwarna merah.

(27)

• Imago betina hidup pd permukaan daun sambil

meletakkan telur di tempat yg terlindung (ternaungi). Telur menetas menjadi

larva (ulat), selanjutnya ulat akan membuat gerekan pd batang atau ubi yg terdapat di permukaan tanah

(28)

• Gejala: tdp lubang-lubang kecil bekas gerekan yg

tertutup oleh kotoran

berwarna hijau & berbau menyengat. Hama ini

biasanya menyerang tanaman ubi jalar yg sudah berubi.

• Bila hama terbawa oleh ubi ke gudang

penyimpanan, sering merusak ubi hingga menurunkan kuantitas dan kualitas produksi secara nyata.

(29)

• Pengendalian:

(1) pergiliran / rotasi tanaman dgn jenis tanaman yg tdk sefamili dgn ubi jalar, misalnya padi-ubi jalar-padi

(2) pembumbunan utk menutup ubi yg terbuka

(3) pengambilan & pemusnahan ubi yg terserang hama cukup berat

(4) pengamatan/monitoring hama di pertanaman ubi jalar scr periodik: bila ditemukan tingkat serangan > 5 %, segera dilakukan tindakan pengendalian hama

secara kimiawi

(5) penyemprotan insektisida yg efektif-efisien, dgn konsentrasi anjuran

(6) penanaman jenis ubi jalar yg berkulit tebal dan bergetah banyak

(7) pemanenan tdk terlambat utk mengurangi tingkat kerusakan yg lebih berat.

(30)

c) Tikus (Rattus rattus sp.)

• Hama tikus biasanya menyerang tanaman ubi jalar yg

berumur cukup tua atau sdh pd stadium membentuk ubi. • Hama Ini menyerang ubi dgn cara mengerat dan memakan

daging ubi hingga mjd rusak scr tdk beraturan. Bekas gigitan tikus menyebabkan infeksi pd ubi dan kadang-kadang diikuti dgn gejala pembusukan ubi.

• Pengendalian:

• (1) sistem gerepyokan utk menangkap tikus dan langsung dibunuh;

• (2) penyiangan dilakukan sebaik mungkin agar tdk banyak sarang tikus disekitar ubi jalar;

• (3) pemasangan umpan beracun, seperti Ramortal atau Klerat.

(31)

B. Penyakit

a) Kudis atau Scab

Penyebab: cendawan E

batataslsinoe

• Gejala: adanya benjolan pada

tangkai serta urat daun, dan daun-daun berkerut seperti kerupuk. Tingkat serangan yang berat

menyebabkan daun tidak produktif dalam melakukan fotosintesis

sehingga hasil ubi menurun bahkan tidak menghasilkan sama sekali.

• Pengendalian: (1) pergiliran/ rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup penyakit; (2) penanaman ubi jalar bervarietas tahan penyakit kudis, seperti daya dan gedang; (3) kultur teknik budi daya secara

intensif; (4) penggunaan bahan tanaman (bibit) yang sehat.

(32)

b) Layu fusarium /

Fusarium wilt

(stem rot)

• Penyebab: jamur

Fusarium oxysporum f.sp. batatas

• Gejala: tanaman tampak

lemas, urat daun menguning, layu, dan akhirnya mati.

Cendawan fusarium dpt bertahan selama beberapa tahun dlm tanah.

• Penularan penyakit dpt tjd melalui tanah, udara, air, dan terbawa oleh bibit.

(33)

• Pengendalian:

(1) penggunaan bibit

sehat (bebas penyakit) (2) pergiliran /rotasi

tanaman yg serasi di suatu daerah dgn

tanaman bukan sefamili (3) penanaman jenis atau

varietas ubi jalar yg

tahan terhadap penyakit Fusarium.

(34)

c) Virus

• Beberapa jenis virus yg menyerang tanaman ubi jalar adalah Internal Cork, Chlorotic Leaf Spot, Yellow Dwarf.

• Gejala: pertumbuhan batang dan daun tidak

normal, ukuran tanaman kecil dgn tata letak daun bergerombol di bagian puncak, & warna daun

klorosis atau hijau kekuning-kuningan. Pd tingkat serangan berat, tanaman ubi jalar tdk

menghasilkan.

• Pengendalian: (1) penggunaan bibit sehat dan

bebas virus; (2) pergiliran/rotasi tanaman selama beberapa tahun, terutama di daerah basis

(endemis) virus; (3) pembongkaran/eradikasi tanaman untuk dimusnahkan.

(35)

Penyakit Lain-lain

• Penyakit-penyakit yg lain adalah, misalnya, bercak daun cercospora oleh jamur Cercospora batatas Zimmermann, busuk basah akar dan ubi oleh

jamur Rhizopus nigricans Ehrenberg, dan klorosis daun oleh jamur Albugo ipomoeae pandurata

Schweinitz.

• Pengendalian: dilakukan secara terpadu, meliputi perbaikan kultur teknik budi daya, penggunaan

bibit yang sehat, sortasi dan seleksi ubi di gudang, dan penggunaan pestisida selektif.

(36)

bercak daun cercospora oleh

jamur Cercospora batatas

(37)

busuk basah akar dan ubi oleh jamur

(38)

Pengendalian terpadu

a. Hama yang sering menyerang adalah hama boleng dan penggerek batang,

b. Pengendalian terpadu :

Secara kultur teknis, diantaranya mengatur waktu

tanam, rotasi tanaman, sanitasi lahan, &

penggunaan varietas tahan hama & penyakit. Penggunaan stek dr tanaman induk yg sehat. Perlakuan pencelupan stek ke dalam larutan

insektisida karbofuran dgn dosis sesuai anjuran selama 10 menit, pengairan yg cukup dan teratur, pembumbunan dan panen tepat waktu

(39)

Secara fisik dan mekanis

, yaitu dgn memotong

atau memangkas atau mencabut tanaman yg

sakit atau terserang hama dan penyakit cukup

berat, kumpulkan dan musnahkan.

Secara kimiawi

yaitu dengan menggunakan

pestisida secara selektif dan bijaksana

termasuk penangkapan serangga dewasa

jantan dengan seks feromon

(40)

c. Lakukan penyemprotan dgn Pestisida yg

ramah lingkungan serta sesuai dosis yg

dianjurkan, apabila terdapat serangan hama

atau penyakit. “Utamakan dahulu pestisida

nabati”

d. Penyemprotan dilakukan pagi (pkl 06.00 –

09.00) atau sore hari (16.00 – 18.00).

(41)

PANEN

• Waktu : didasarkan atas umur, jenis atau varietas • Usia panen ubi yg standar adalah 4,5 – 6,0 bulan. • Ubijalar genjah dpt dipanen pd umur 3–3,5 bulan,

sedangkan varietas berumur panjang (dalam) dipanen pd umur 4,5–5 bulan

• Panen dilakukan dgn cara memangkas batang ubijalar, kmdn menggali guludan dgn cangkul

/sekop/luku lalu umbinya diambil & dikumpulkan ditempat pengumpulan

• Diseleksi dan disortasi berdasarkan ukuran umbi & warna kulit dan disimpan dlm wadah atau goni

(42)

PANEN

• Waktu panen ubijalar didasarkan atas umur tanaman, jenis atau varietas

• Usia panen ubi yg standar adalah 4,5 – 6,0 bulan. • Ubijalar berumur pendek (genjah) dpt dipanen pd

umur 3–3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) dipanen pd umur 4,5–5 bulan • Panen dilakukan dgn cara memangkas batang

ubijalar, kmdn menggali guludan dgn cangkul

/sekop/luku lalu umbinya diambil & dikumpulkan ditempat pengumpulan

• Diseleksi dan disortasi berdasarkan ukuran umbi & warna kulit dan disimpan dlm wadah atau goni

(43)

TUGAS

Tulislah resume hasil penelitian tentang ubi

jalar.

Tulis tangan dalam kertas folio bergaris,

kumpulkan pada pertemuan kuliah y.a.d.

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Namun, di Desa Ciaruteun Udik sebagai sentra budidaya ubijalar, produktivitas ubi jalar terkendala pada kurangnya pengetahuan petani akan penggunaan input yang

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa di Tenjolaya dan Bantarjaya ditemukan 6 jenis penyakit yang sama, yaitu penyakit bercak daun cercospora , kudis, Sweet

Beberapa hama dan penyakit nanas yang sering dijumpai di Kecamatan Ngancar yaitu hama uret, kutu putih, tikus, kera, penyakit layu (MWP), busuk pangkal batang, bercak kelabu,

Bacillus endofit dalam formulasi medium dengan bahan baku ubi kayu dan air leri yang disimpan selama 2 bulan mampu menekan penyakit layu Fusarium pada intensitas penyakit,

Masalah yang sering terjadi dalam budidaya tanaman pisang antara lain: adanya serangan berbagai macam penyakit seperti layu fusarium, virus dan layu bakteri,

Beberapa hama dan penyakit nanas yang sering dijumpai di Kecamatan Ngancar yaitu hama uret, kutu putih, tikus, kera, penyakit layu (MWP), busuk pangkal batang, bercak kelabu,

Perlakuan waktu tanam U3 yang memberikan ruang tumbuh pada awal tanam tanaman ubi jalar karena interval tanam antara tanaman ubijalar dengan tanaman

Aktivitas Ekstrak Daun Ubi Jalar ungu terhadap Fusarium oxysporum Pengujian aktivitas antifungi ekstrak etanol 70%, ekstrak metanol, dan ekstrak n-heksana daun ubi jalar ungu