• Tidak ada hasil yang ditemukan

kecerdasan emosional yang dimiliki setiap manusia 2 sehingga permasalahan pikiran dan perasaan yang dinyatakan dalam suatu tindakan atau perbuatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "kecerdasan emosional yang dimiliki setiap manusia 2 sehingga permasalahan pikiran dan perasaan yang dinyatakan dalam suatu tindakan atau perbuatan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pengalaman manusia atau orang di luar dirinya tak hanya terbatas dalam

keluarga, tapi juga meliputi teman sejawat, warga kampung dan sebagainya

sehingga sangatlah penting sebuah keterampilan sosial dikembangkan pada

diri manusia1 ketika berinteraksi dan bekerjasama antar sesama dengan bekal

kecerdasan emosional yang dimiliki setiap manusia2 sehingga permasalahan

yang ada disekelilingnya, dengan cepat manusia itu akan mengetahui tentang

pilihan-pilihan dan bagaimana keadaanya membuat suatu keputusan dan

menghadapi konsekuensinya.3

Pengertian dari Keterampilan sosial adalah keterampilan untuk mengatur

pikiran dan perasaan yang dinyatakan dalam suatu tindakan atau perbuatan

yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.4 Seperti halnya saat siswa

belajar IPS, siswa perlu dibelajarkan bagaimana bekerjasama dengan orang

lain.5 Tetapi, dalam realitanya keterampilan sosial khususnya di kalangan

pelajar masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III A

MI Darussalam Pagesangan-Surabaya bernama Ibu Siti Masruha, S.Pd.I,

keterampilan sosial pada siswa kelas III A MI Darussalam

1 Dany Haryanto (ed.), Mengembangkan Pembelajaran IPS Terpadu, (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2011), 8.

2 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), 97.

3 Charles Schaefer, Bagaimana Membimbing Anak Secara Efektif, (Jakarta: (Anggota IKAPI), 2003), 59.

4

Tim Pustaka Familia, Konsep Diri Positif, Menentukan Prestasi Anak, (Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI), 2006), 43.

5 Ahmad Susanto, Pengembangan Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2014), 28.

(2)

2

Surabaya tergolong (rendah). Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai yang

diperoleh dari 29 siswa hanya 17 siswa yang dapat mencapai KKM

sedangkan 12 siswa belum dapat mencapai rata-rata nilai KKM yang

ditetapkan yaitu 75. Jadi sangat terlihat sekali hasil persentase ketuntasan

belajarnya sebesar 59%.

Hal ini disebabkan siswa kurang memahami materi jenis-jenis pekerjaan

saat guru menjelaskan melaui media gambar dengan metode ceramah dan

beberapa siswa kurang aktif dalam penugasan secara berkelompok ketika

guru menggunakan metode diskusi. Hal ini yang melatar belakangi rendahnya

keterampilan sosial pada siswa kelas III A MI Darussalam

Pagesangan-Surabaya sehingga tidak boleh dibiarkan dan harus segera diatasi. Sebab, jika

permasalahan kecil ini dibiarkan, akan ada beberapa siswa yang tidak tuntas

selama proses pembelajaran sedang berlangsung. Strategi Permainan

Jeopardy adalah salah satu strategi permainan yang efektif dan efisien untuk

meningkatkan keterampilan sosial. Dengan hasil pengamatan keterampilan

sosial di kelas ketika proses pembelajaran melalui penggunaan Strategi

Permainan Jeopardy, keterampilan sosial IPS peserta didik diharapkan

meningkat dengan persentase ketuntasan belajar sebesar ≥ 72% dan

meningkatnya jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM 75.

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, Peneliti melakukan “Peningkatan

Keterampilan Sosial Dengan Menggunakan Strategi Permainan Jeopardy

Mata Pelajaran IPS Materi Jenis-Jenis Pekerjaan Pada Siswa Kelas III A MI Darussalam Pagesangan-Surabaya”.

(3)

3

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, dapat ditemukan

rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah penerapan strategi permainan jeopardy mata pelajaran IPS

materi jenis-jenis pekerjaan pada siswa kelas III A MI Darussalam

Pagesangan-Surabaya?

2. Bagaimana peningkatan keterampilan sosial dengan strategi permainan

jeopardy mata pelajaran IPS materi jenis-jenis pekerjaan pada siswa kelas

III A MI Darussalam Pagesangan-Surabaya?

C. Tindakan yang Dipilih

Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah pada siswa kelas III A MI

Darussalam Pagesangan-Surabaya, maka peneliti mengambil tindakan untuk

mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa melalui penggunaan Strategi

Permainan Jeopardy.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, dapat

ditentukan tujuan penelitian sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pelaksanaan strategi permainan jeopardy mata

pelajaran IPS materi jenis-jenis pekerjaan pada siswa kelas III A MI

Darussalam Pagesangan-Surabaya.

2. Untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial dengan strategi

permainan jeopardy mata pelajaran IPS materi jenis-jenis pekerjaan pada

(4)

4

E. Lingkup Penelitian

Sesuai dengan judul skripsi ini, maka lingkup penelitian diuraikan

sebagai berikut:

1. Subjek yang diteliti difokuskan pada siswa kelas III A MI Darussalam

Pagesangan-Surabaya semester genap tahun ajaran 2015-2016.

2. Penelitian difokuskan pada mata pelajaran IPS kelas III semester

genap materi jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan Strategi

Permainan Jeopardy.

3. Keterampilan Sosial

Keterampilan Sosial adalah kemampuan menangani dengan baik

ketika berhubungan dengan orang lain serta kecermatan membaca

situasi dan jaringan sosial; berinteraksi dengan lancar; serta

menggunakan keterampilan-keterampilan tersebut untuk

mempengaruhi, memimpin, mengatur, bermusyawarah,

menyelesaikan perselisihan, dan untuk bekerjasama dalam tim.6

4. Indikator Keterampilan Sosial

Beberapa Indikator Keterampilan Sosial diantaranya sebagai

berikut:

a. Berkontribusi memberikan gagasan kepada kelompok/membuat

laporan

b. Menjadi pendengar yang baik

c. Bersedia melakukan kompromi dan memecahkan konflik

6 Hery Wibowo, Fortune Favor The Ready Keberuntungan Berpihak kepada Orang-Orang yang

(5)

5

d. Mampu menjelaskan pendapatnya dengan jelas/menjawab

pertanyaan

e. Melakukan peran dengan baik

f. Mampu bertanya dengan baik.7

Indikator:

1) Mengemukakan pendapat kepada kelompok tentang materi

jenis-jenis pekerjaan.

2) Mendengarkan penjelasan kelompok diskusi tentang materi

jenis-jenis pekerjaan.

3) Mengompromikan berbagai pendapat dari anggota kelompok.

4) Menjelaskan pendapat kelompok tentang materi jenis-jenis

pekerjaan.

5) Menunjukkan peran sebagai anggota kelompok.

6) Mempertanyakan materi jenis-jenis pekerjaan.

7) Mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan.

8) Menyebutkan pekerjaan yang menghasilkan barang

9) Membedakan pekerjaan yang menghasilkan jasa

5. Mata Pelajaran IPS

S.Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan

fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial.8

6. Strategi Permainan Jeopardy

7 Endang R. Palupi (ed.), Pendidikan IPS di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka 2009), 3.43-3.45. 8

(6)

6

Strategi Permainan Jeopardy adalah permainan yang dirancang

seperti tayangan permainan TV, jawaban diberikan terlebih dahulu,

dan tantangannya adalah mengajukan pertanyaan yang cocok atau

benar.9

Terdapat enam langkah yang harus ditempuh dalam memahami

Permainan Jeopardy. Keenam langkah tersebut, yaitu: Buatlah tiga

sampai enam kategori pertanyaan untuk meninjau ulang; Buatlah

sekurang-kurangnya tiga jawaban (dan pertanyaan-pertanyaan yang

bersesuaian) untuk setiap kategori.10; Perlihatkan papan permainan

peninjauan kembali pada selembar kertas besar dan tebal; Bentuklah

tim beranggotakan tiga hingga enam orang siswa dan sediakan kartu

penjawab untuk tiap tim; Perintahkan tim untuk memilih kapten dan

pencatat nilai tim.11; Tinjauan beberapa aturan permainan sebagai

berikut: Kapten tim yang memegang kartu penjawab pertama

mendapatkan kesempatan untuk menjawab; Semua jawaban harus

diberikan dalam bentuk pertanyaan; Jika jawaban yang diberikan

benar, nilai angka untuk kategorinya akan diberikan.12

7. Standar Kompetensi

9 Ni’mal Fata (ed.), Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nusamedia & Nuansa Cendekia 2013), 258.

10

Bambang Sarwiji (ed.), Pembelajaran Aktif: 101 Strategi Untuk Mengajar Secara Aktif (Jakarta: Indeks 2013), 201-202.

11

Ni’mal Fata (ed.), Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nusamedia & Nuansa Cendekia 2013), 259.

12 Ni’mal Fata (ed.), Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nuansa Cendekia 2014), 259-260.

(7)

7

2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang.13

8. Kompetensi Dasar

2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan.14

F. Signifikansi Penelitian

1. Bagi Guru.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menempatkan Strategi

Permainan Jeopardy yang digunakan guru dengan tepat.

2. Bagi Siswa.

Harapan penulis, siswa lebih merespon guru pada proses belajar di

kelas

3. Bagi Sekolah.

Pembelajaran menggunakan Strategi Permainan Jeopardy diharapkan

dapat meningkatkan mutu pendidikan pada pembelajaran di sekolah

13 Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan

Menengah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI, (Jakarta: BSNP, 2006), 178. 14

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Students Teams AchievementDivision Untuk Meningkatkan Pembelajaran Konsep Dalam Mata Pelajaran IPS Materi Tokoh Pergerakan

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas

Judul skripsi : Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Mata Pelajaran IPS Materi Perkembangan Teknologi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group

Bagaimana meningkatkan percaya diri siswa kelas V SD N 2 Candinata pada mata pelajaran IPS materi mengenal jenis-jenis usaha kegiatan ekonomi di Indonesia

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.