LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK
31 DESEMBER 2016 dan 2015 (DIAUDIT)
30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (Tidak Diaudit)
Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 30 September 2017 (Tidak Diaudit) Dengan perbandingan untuk 31 Desember 2016 dan 2015 (di Audit)
Neraca Konsolidasian ...………..1 - 2
Laporan Laba Rugi Konsolidasian ...………3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ...………..4
Laporan Arus Kas Konsolidasian ...………5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian ...……….6
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2017 (TIDAK DIAUDIT)
DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 (Diaudit) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 30 Sept 2017 2016 2015
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2c,2k,3 9.763.865.837 7.629.273.703 9.387.795.541
Piutang usaha - bersih
Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu - ragu sebesar Rp 6.498.068.806 pada tahun 2017 dan Rp 6.498.068.806
pada tahun 2016 2d,4,10 12.803.986.030 10.138.432.984 12.107.903.743
Pihak berelasi 2e,5 4.662.185.767 4.929.692.607 5.023.626.773
Piutang lain-lain 6 6.152.811.385 5.234.343.917 5.519.725.373
Persediaan - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai persediaan sebesar pada Rp.
tahun 2017 dan
pada tahun 2016 2f,7,10 69.893.527.448 76.732.725.583 76.805.821.703
Biaya dibayar di muka 2g,14 196.750.275 187.528.966 180.302.952
Jumlah Aset Lancar 103.473.126.742 104.851.997.760 109.025.176.085
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih 2m,12 948.522.507 948.522.507 1.331.852.035
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 34.602.031.449 pada Sept 2017 dan
Rp 32.724.962.392 pada tahun 2016 2h,2i,2n,9 40.800.746.936 42.677.815.993 45.186.408.068
Jumlah Aset Tidak Lancar 41.749.269.443 43.626.338.500 46.518.260.103
JUMLAH ASET 145.222.396.186 148.478.336.260 155.543.436.188
* Dikonsolidasikan sejak tanggal 11 Juni 2009 (Catatan 1c)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
31 Desember
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 30 Sept 2017 2016 2015
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LANCAR
Hutang usaha 11 - 76.369.450
-Hutang pajak 2m,12 163.656.499 15.955.530 12.348.500
Uang muka penjualan 13 33.880.000 265.738.935 363.591.285
Biaya yang masih harus dibayar dan
hutang lain - lain 14 364.977.700 145.000.000 301.118.074
Jumlah Liabilitas Lancar 562.514.199 503.063.915 677.057.859
LIABILITAS TIDAK LANCAR Hutang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Sewa pembiayaan 2n,16 7.389.271.915 7.389.271.915 7.389.271.915
Pembiayaan kendaraan 16
Liabilitas diestimasi imbalan kerja karyawan 2l,15 2.621.275.423 2.621.275.423 3.292.758.019
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 10.010.547.338 10.010.547.338 10.682.029.934
JUMLAH LIABILITAS 10.573.061.537 10.513.611.253 11.359.087.793
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100,-Modal dasar - 2.500.000.000 saham; Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 1.200.000.000 saham 17 120.000.000.000 120.000.000.000 120.000.000.000
Tambahan modal disetor - bersih 18 82.628.400.000 82.628.400.000 82.628.400.000
Saldo laba
Rugi komprehensif lainnya - 1.030.042.715 108.261.569
Belum ditentukan penggunaannya (68.003.851.980) (65.720.656.888) (58.581.307.513)
134.624.548.020
137.937.785.827 144.155.354.056
Kepentingan non-pengendali 24.786.629 26.939.180 28.994.339
Jumlah Ekuitas 134.649.334.649 137.964.725.007 144.184.348.395
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 145.222.396.186 148.478.336.260 155.543.436.188
* Dikonsolidasikan sejak tanggal 11 Juni 2009 (Catatan 1c)
2
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 30 Sept 2017 30 Sept 2016
PENJUALAN BERSIH 2j,19 10.508.222.679 322.905.970
BEBAN POKOK PENJUALAN 2j,20 6.839.198.135 129.192.240
LABA KOTOR 3.669.024.544 193.713.730
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2j,21 (965.520.885) (135.950.400)
Beban Umum dan administrasi 2j,21 (4.950.393.385) (5.350.437.710)
Jumlah Beban Usaha (5.915.914.270) (5.486.388.110)
LABA (RUGI) USAHA (2.246.889.726) (5.292.674.380)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan bunga 2j 2.102.967
-Keuntungan selisih kurs 2k,2j 197.200
-Lain-lain - bersih 2j (40.758.084) (3.179.614)
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (38.457.917) (3.179.614) LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
PENGHASILAN (2.285.347.643) (5.295.853.994)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2m,12
Pajak kini
Pajak tangguhan
-Beban Pajak Penghasilan -
-LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (2.285.347.643) (5.295.853.994)
PENDAPATAN KEMPREHENSIP LAIN - -LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (2.285.347.643) (5.295.853.994)
Laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (2.283.195.092) (5.293.412.589)
Kepentingan non-pengendali (2.152.551) (2.441.405)
JUMLAH (2.285.347.643) (5.295.853.994)
LABA PER SAHAM DASAR
Laba (rugi) usaha 2o,25 (1,9) (4,4) Laba (rugi) komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas (1,9) (4,4)
* Dikonsolidasikan sejak tanggal 11 Juni 2009 (Catatan 1c)
3
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Modal Tambahan Penghasilan Saldo Laba
Ditempatkan Modal Disetor Komprehensif Belum Ditentukan Kepentingan
Catatan dan Disetor - Neto lain Penggunaannya Non-pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo Awal 31 Desember 2014 120.000.000.000 82.628.400.000 198.007.390 (50.409.636.000) 32.053.926 152.448.825.316
Beban komprehensif lain (89.745.821) (89.745.821)
Rugi komprehensif (8.171.671.513) (3.059.587) (8.174.731.100)
Saldo per 31 Desember 2015 120.000.000.000 82.628.400.000 108.261.569 (58.581.307.513) 28.994.339 144.184.348.395
Laba (rugi) bersih September 2016 (108.261.569) (5.293.412.589) (814.655) (5.402.488.813)
Saldo Awal 30 September 2016 120.000.000.000 82.628.400.000 (63.874.720.102) 28.179.684 138.781.859.582
Saldo, 1 Januari 2017 120.000.000.000 82.628.400.000 1.030.042.715 (65.720.656.888) 26.939.180 137.964.725.007
Beban komprehensif lain (1.030.042.715) - - (1.030.042.715)
Laba September 2017 - - (2.283.195.092) (2.152.551) (2.285.347.643) Saldo 30 September 2017 120.000.000.000 82.628.400.000 - (68.003.851.980) 24.786.629 134.649.334.649
* Dikonsolidasikan sejak tanggal 11 Juni 2009 (Catatan 1c)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
30 Sept 2017 30 Sept 2016
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 7.610.810.698 4.854.329.980
Pembayaran kepada pemasok (76.369.037) (52.429.128)
Pembayaran kepada karyawan (2.318.582.500) (2.728.469.000)
Kas yang diperoleh dari operasi 5.215.859.161 2.073.431.852
Pembayaran beban usaha (2.244.319.570) (4.232.432.883)
Pembayaran beban bunga (40.758.084) (3.051.628)
Pembayaran pajak penghasilan
dan pajak pertambahan nilai (147.700.912) 54.149.422 Pembayaran piutang lain-lain (650.960.628) 478.663.680
Penerimaan asset lain-lain
-Penghasilan bunga 2.102.967
-Penerimaan(pembayaran) lainnya 369.200 (3.179.614) Kas Bersih yang Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 2.134.592.134 (1.632.419.171) ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap - -Kas Bersih yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi - -ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (pembayaran) hutang bank - -Pembayaran hutang sewa pembiayaan - -Pembayaran hutang pembiayaan kendaraan - -Kas Bersih yang Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Pendanaan - -Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 2.134.592.134 (1.632.419.171) Kas dan Setara Kas Awal Periode 7.629.273.703 8.255.040.874 Kas dan Setara Kas Akhir Periode 9.763.865.837 6.622.621.703 (1.006.652.000)
* Dikonsolidasikan sejak tanggal 11 Juni 2009 (Catatan 1c)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1. U M U M
a. Pendirian dan Informasi Umum
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan
PT. Triwira Global Resources (PT. TGR)
PT. Triwira Insanlestari Tbk ("Perusahaan") didirikan di Indonesia pada tanggal 26 Oktober 1992 berdasarkan akta Notaris Erny Tjandrasasmita, SH., No. 185 yang diubah dengan akta perubahan No. 181 tanggal 20 Juni 2000, dan diperbaiki dengan akta perbaikan No. 142 tanggal 14 September 2000 oleh Notaris Dradjat Darmaji, SH., akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat keputusannya No. C-2368.HT.01.01.TH.2001 tanggal 16 Maret 2001. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 27 tanggal 26 Juli 2010 dari Notaris Lenny Janis Ishak,SH., mengenai perluasan kegiatan perusahaan di sektor komoditi pertambangan dan energi, dan akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusi Republik Indonesia dengan surat Keputusan No. AHU-41667 .AH.01.02. Tahun 2010 tanggal 24 Agustus 2010 (Catatan 18).
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan umum, impor-ekspor, pemborongan umum, keagenan, pelayanan jasa dan pertambangan.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Jl. Melawan No. 26/16, Jakarta Pusat dan mempunyai 2 (dua) kantor cabang yang berlokasi di Surabaya dan Balikpapan. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersial pada tahun 1993.
Pada tanggal 15 Januari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM &LK) dengan suratnya No. S-265/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas 300.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham dan harga penawaran Rp. 400 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Januari 2008 (Catatan 16)
Berdasarkan akta No. 10 tanggal 11 Juni 2009 dari Dr. Agus S. Suryadi, SH, M.H, M.Si, M.Kn, notaris di Jakarta, Perusahaan telah mendirikan PT. TGR dengan kepemilikan saham sebesar 99%. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-29544.AHA.01.01.Tahun 2009 tanggal 30 Juni 2009. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 16 tanggal 20 Desember 2011, mengenai penjualan saham milik Tuan Andreas Siswandi sejumlah 55 saham kepada Tuan Rudy Said dengan nominal Rp. 5.500.000. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesua keputusannya No. AHU-AH.01-41395 tahun 2011 tanggal 22 Desember 2011
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. UMUM - lanjutan
c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)
PT. Triwira Global Resources (PT. TGR)
d. Komisaris, Direksi dan Karyawan
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah.
2017 2016
Jumlah remunerasi yang dibayarkan kepada Direksi sebesar Rp. 270.000.000, dan Komisari Perusahaan adalah sebesar Rp. 225.000.000 pada periode September 2017 dan pada periode September 2016 Direksi adalah sebesar Rp. 270.000.000 dan Komisaris sebesar Rp. 225.000.000,. Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Entitas Anak masing-masing adalah 32 orang dan 37 orang (tidak diaudit)
Laporan keuangan konsolidasi telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G7, "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik", Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. PT. TGR berkedudukan di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Jl. Pangeran Jayakarta No. 93 BC, Jakarta Pusat dan kegiatan utamanya bergerak dalam bidang perdagangan komoditi hasil pertambangan dan energi, khususnya batubara.
Pada tanggal 30 September 2017 dan 2016, jumlah aset PT. TGR sebelum eliminasi masing-masing sebesar Rp 2.404.006.583 dan Rp 2.723.391.537.
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 berdasarkan akta No. 30 tanggal 25 Juli 2012 dari Notaris Lenny Janis Ishak S.H., adalah sebagai berikut:
Komisaris Independen Komisaris Utama
7
Tommy Lybianto Yudhi Asmara Hadi Yudhi Asmara Hadi
Henry Sinaga Bigner Situmorang Direksi Lo Khie Sin -Henry Sinaga Bigner Situmorang Komisaris Independen Komisaris Direktur Utama Direktur
Direktur Tidak Terafiliasi
Tommy Lybianto Komisaris Independen
b. Prinsip Konsolidasian
Prinsip-prinsip konsolidasi setelah tanggal 1 Januari 2011
c. Kas dan Setara Kas
d. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu
e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang berelasi
(i)
Entitas Anak mulai dikonsolidasi dari tanggal akuisisi, yang merupakan tanggal dimana Perusahaan memperoleh pengendalian, dan terus dikonsolidasi sampai pada tanggal terjadinya pelepasan pengendalian. Laporan keuangan Entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan entitas induk, menggunakan kebijakan akuntasi yang diterapkan secara konsisten. Semua saldo akun, pendapatan dan beban, laba dan rugi yang belum direalisasi serta deviden yang berasal dari transaksi intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh.
- mereklasifikasi ke laporan laba rugi atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba bagian yang diakui entitas induk atas pendapatan komprehensif lain
bagian yang diakui entitas induk atas pendapatan komprehensif lain
Perubahan dalam bagian kepemilikan Entitas Induk pada Entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas
Kerugian diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.
- mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan rugi laba
rugi laba
- menghentikan setiap komponen pendapatan kemprehensif lain yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali
- mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima
- mengakui setiap sisa investasi pada Entitas Anak terdahulu pada nilai wajar
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.
8
Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries);
Penyisihan piutang ragu ragu, jika ada ditentukan berdasarkan penelaahan atas akun piutang masing -masing pelanggan pada akhir tahun.
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas, saldo bank dan deposito berjangka pendek yang penempatannya kurang dari tiga bulan dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. - menghentikan pengakuan asset (termasuk setiap goodwil) dan liabilitas Entitas Anak
Perusahaan dan anak perusahaan telah melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagaimana didefinisikan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, "Pengungkapan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa", yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah sebagai berikut :
Jika Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak, maka Perusahaan : - menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa - Lanjutan
(ii) Perusahaan asosiasi (associated companies); (iii)
(iv)
(v)
f. Persediaan
g. Biaya Dibayar Di Muka dan Uang Muka
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode FIFO (First - In, First - Out). Penyisihan penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat biaya yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.
Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (iii) atau (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Perorangan yang memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu
Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
9
h. Aset Tetap Masa manfaat (tahun) Bangunan 25 Peralatan kantor 4 - 5 Kendaraan 5
i. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
Grup menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), "Aset Tetap". Selain itu, grup juga menerapkan ISAK No. 25 (2011), "Hak Atas Tanah". Perseroan telah memilih model biaya (cost model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama umur manfaat aset.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebakan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pengeluaran dalam jumlah yang signifikan dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam PSAK dikapitalisasi ke aset tetap bersangkutan. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau di jual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan secara prospektif PSK No. 48 (Revisi 2009, :Penurunan Nilai Aset".
PSAK No. 48 revisi menetapkan prosedur-prosedur yang diteterapkan entitas agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya. Suatu aset dicatat melebihi jumlah terpulihkannya jika jumlah tersebut melebihi jumlah yang akan dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan aset. Pada kasus demikian, aset mengalami penurunan nilai dan pernyataan ini mengisyarakan mengakui rugi penurunan nilai. PSAK yang direvisi ini juga menentukan kapan entitas membalik suatu rugi penurunan nilai dan pengungkapan yang diperlukan.
10
Jumlah terpulihakan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas (UPK) dikutrangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagaian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutandiakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai "rugi penurunan nilai". Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko sepesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Jumlah terpulihakan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas (UPK) dikutrangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagaian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutandiakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai "rugi penurunan nilai". Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko sepesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
j. Pengakuan Pendapatan dan Beban
k. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
a.
b.
c.
d.
l. Imbalan Kerja Karyawan
mata uang yang paling mempengaruhi harga jual untuk barang dan jasa, atau dari suatu negara yang kekuatan persaingan dan perundang-undangannya sebagian besar menentukan harga jual dari barang dan jasa;
mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, material dan biaya-biaya lain dari pengadaan barang atau jasa;
mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.
Perseroan mengadopsi program imbalan pasti yang tidak didanai dan mencatat imbalan kerja untuk memenuhi imbalan di bawah undang-undang Nomor 13 Tahun 2003
Beban imbalan kerja untuk pekerja harus diakui pada periode dimana imbalan diperoleh oleh pekerja, daripada ketika dibayar atau terutang.
Perseroan menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010). "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing". Dimaan Standar revisi mengatur pengukuran dan penyajian mata uang suatu entitas di mana pengukuran mata uang harus menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata uang dapat menggunakan mata uang selain mata uang fungsional.
PSAK revisi ini, memperkenalkan persyaratan untuk sepenuhnya mengakui perubahan dalam kewajiban (aset) imbalan pasti termasuk pengakuan segera dari biaya imbalan pasti termasuk biaya jasa lalu yang belum menjadi hak (vested), dan memerlukan pemilahan dari biaya imbalan pasti keseluruhan menjadi komponen-komponen dan membutuhkan pengakuan pengukuran kembali OCI (menghilangkan pendekatan "koridor"), meningkatkan pengungkapan tentang program imbal pasti, modifikasi akuntansi untuk pesangon, termasuk membedakan antara imbalan yang diberikan dalam pemberian jasa dan imbalan yang diberikan dalam pemutusan hubungan kerja, mengubah pengakuan dan pengukuran imbalan pesangon.
mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan (antara lain penerbitan instrumen utang dan ekuitas) dihasilkan;
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat eekonomi dan diperoleh oleh Perseroan dan jumlahnya dapat diukur secara andal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima atau piutang, setelah dikurangi retur dan potongan, diskon dagang dan rabat volume dan pajak pertambahan nilai (PPN).
Perseroan menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang fungsional dan mata uang pelaporan
Efektif 1 Januari 2015 , Perseroan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2014), "Imbalan Kerja" secara retrospektif. Selain itu, Perseroan juga mengadopsi ISAK No. 15, "PSAK 24: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya".
Dalam menentukan mata uang fungsional, entitas mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: Kriteria pengakuan pendapatan juga harus dipenuhi yaitu pada saat barang telah diirim kepada pelanggan atau jasa telah diserahkan dan Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Perseroan menerapkan PSAK No. 23 (Revisi 2010), "Pendapatan". PSAK revisi ini mengindentifikasi terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan, sehingga pendapatan dapat diakui, dan mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu, serta memberikan panduan praktis dalam penerepan kriteria mengenai pengakuan pendapatan.
l. Imbalan Kerja Karyawan - Lanjutan 1. 2. 3. Pengukuran m. Pajak Penghasilan
- Imbal balik aset program
Pengukuran kembali dari liabilitas atau aset imbalan pasti terdiri dari:
Biaya jasa diatribusikan ke periode sekarang dan masa lalu diakuui dalam laporan laba rugi bunga neto pada liabilitas atau aset imbalan pasti ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto pada awal periode diakui dalam laporan laba rugi;
- Keuntungan dan kerugian aktuaria;
Komponen biaya imbalan pasti diakui sebagai berikut:
- Setiap perubahan dalam dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan ke laba rugi pada periode berikutnya).
Sebelum biaya jasa lalu ditentukan, ada keuntungan atau kerugian pada penyelesaian diakui, kewajiban imbalan pasti atau aset disyaratkan untuk diukur kembali, namun entitas tidak disyaratkan untuk membedakan antar biaya jasa lalu yang dihasilkan dari kurtailmen dan keuntungan dan kerugian pada penyelesaian dimana transaksi ini terjadi bersama-sama.
Perseroan telah menggunakan metode perhitungan pajak penghasilan sesuai dengan PSAK No. 46 "Akuntansi Pajak Penghasilan", untuk mencerminkan perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan beban antara laporan keuangan menurut komersial dan laporan keuangan menurut pajak, terutama yang berhubungan dengan penyisihan piutang, penyisihan penurunan nilai persediaan, penyusutan aset tetap dan pengakuan beban dan liabilitas imbalan pasca kerja.
Pengukuran kewajiban (aset) imbalan pasti bersih mensyartkan penerapan metode penilaian aktuaria, atribusi imbalan untuk periode jasa, dan penggunaan asumsi aktuaria,. Nilai wajar aset program dikurangi dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dalam menentukan defisit bersih atau surplus.
Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada awal tanggal ketika perubahan program atau kurtailmen terjadi dan tanggal ketika entitas mengakuui setiap pesangon, atau biaya terkait restrukturisasi dalam PASAK No. 57. "Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontinjensi"
Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti diakui pada saat penyelesaian terjadi.
Benban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak penghasilan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian kecuali untuk transaksi yang diakui langsung ekuitas, diakui sebagai pendapatan komprehensif lain.
dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, diakui di OCI, (tidak direklasifikasi
Pajak tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca dan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan direalisasi atau pada saat kewajiban pajak tangguhan diselesaikan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Perusahaan menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2014), "Pajak Penghasilan". Perusahaan juga menerapkan ISAK No. 20, "Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sham". Penerapan standar-standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
n. Aset Sewa
o. Laba Bersih Per Saham Dasar
p. Biaya Emisi Efek Ekuitas
13
Saham biasa dapat diterbitkan atau jumlah saham biasa dapat berkurang, tanpa disertai perubahan pada arus kas atau aset lain atau pada liabilitas. Perubahan tersebut dapat berbentuk dividen saham, saham bonus, pemecahan saham atau penggabungan saham. Untuk perhitungan lab per saham, perusahaan tersebut dianggap seolah-olah sudah terjadi pada awal tahun pelaporan keuangan konsolidasian yang disajikan.
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran saham Perusahaan kepada masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun "Tambahan Modal Disetor - Bersih" (agio saham) yang
berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 18).
Sewa yang mengalihkan secara substansiial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikian asep kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa , sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembiayaan sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembiayaan sewa minimum dipisahkan antara yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan kepada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sea. Suatu sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dengan dasar garis lurus (straight-line method) selama masa sewa.
Perseroan menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), "Laba per Saham". PSAK No. 56 (Revisi 2011) ini menetapkan prinsip penentuan dan penyajian laba per saham, sehingga meningkatkan daya banding kinerja antar entitas berbeda pad aperiode pelaporan sama antar periode berbeda untuk entitas yang sama.
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan (Entitas Induk) dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode berjalan setelah dikurangi dengan saham yang dapat diperoleh kembali.
Perseroan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), "Sewa". Selain itu, Perseroan menerapkan ISAK No. 23 (2011, "Sewa Operasi - Insentif" dan ISAK No. 24 (2011), "Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa".
q. Informasi Segmen
r. Penggunaan Estimasi
3. KAS DAN SETARA KAS 30 Sept 31-Des
2017 2016
Kas
Rupiah 374.570.500 138.141.500
Dolar Amerika Serikat (US$
3,040.-pada tahun 2012 dan 2011) - -Cheque on hand -
-Jumlah Kas 374.570.500 138.141.500
Bank :
Rupiah
Bank Panin 9.389.295.337 7.491.132.203
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
-Jumlah Bank 9.389.295.337 7.491.132.203
Setara Kas
Deposito berjangka
Rupiah
-PT. Bank CIMB Niaga Tbk -
-Jumlah Kas dan Setara Kas 9.763.865.837 7.629.273.703
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun
Rupiah 11,0% - 11,3% 11,0% - 11,3%
14
Bentuk primer informasi keuangan atas pelaporan segmen disajikan berdasarkan segmen usaha dari Perusahaan, karena risiko dan tingkat imbalan dipengaruhi secara dominan oleh jenis produk yang dihasilkan Perusahaan. Pelaporan segmen sekunder ditentukan berdasarkan segmen geografis.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menyediakan produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait, dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lainnya.
Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu, dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.
Penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan. Oleh karena tidak adanya kepastian dalam membuat estimasi dan asumsi tersebut, maka terdapat kemungkinan hasil yang sebenarnya berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
4. PIUTANG USAHA - BERSIH 30 Sept 31-Des
2017 2016
Pihak ketiga :
Piutang 19.302.054.836 16.636.501.790
Jumlah Piutang Usaha - Kotor 19.302.054.836 16.636.501.790
Dikurangi penyisihan piutang usaha ragu - ragu (6.498.068.806) (6.498.068.806)
Pihak ketiga bersih 12.803.986.030 10.138.432.984
Pihak berelasi 6.152.811.385 4.929.692.607
Jumlah Piutang Usaha - Bersih 18.956.797.415 15.068.125.591
2017 2016
Belum jatuh tempo 4.825.513.709
-Lewat jatuh tempo
01 - 30 hari - 37.067.600 31 - 60 hari 6.755.719.193 85.673.200 61 - 90 hari 4.662.185.767 81.023.498 > 90 hari 3.058.636.167 16.432.737.492 Jumlah 19.302.054.836 16.636.501.790 Penyisihan piutang (6.498.068.806) (6.498.068.806) 12.803.986.030 10.138.432.984
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut :
2017 2016
Saldo awal tahun 6.498.068.806 6.498.068.806
Perubahan selama tahun berjalan -
-Saldo akhir tahun 6.498.068.806 6.498.068.806
5. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Analisis umur piutang usaha pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut :
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
Piutang usaha tersebut dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman bank (Catatan 10).
5. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI - Lanjutan
Piutang lain pihak berelasi
2017 2016 2017 2016
Universal Protecsindo 869.468.536 1.017.869.307 14,13% 20,65%
PT Hengtraco Protecsindo 1.509.344.222 1.523.758.998 24,53% 30,91%
PT Batu licin Baratama 1.319.752.837 1.425.188.244 21,45% 28,91%
Triwira Sejahtera 963.620.172 962.876.058 15,66% 19,53%
Universal Protecsindo 869.468.536 1.017.869.307
PT Hengtraco Protecsindo 1.509.344.222 1.523.758.998
PT Batu licin Baratama 1.319.752.837 1.425.188.244
Triwira Sejahtera 963.620.172 962.876.058
Jumlah 4.662.185.767 4.929.692.607
6. PIUTANG LAIN - LAIN 30 Sept 31-Des
2017 2016 Pihak ketiga Trans Pacific 6.152.811.385 5.234.343.917 Jumlah 6.152.811.385 5.234.343.917 7. PERSEDIAAN 2017 2016
Mesin dan otomotif 23.064.864.058 25.321.799.442
Hoist dan pengungkit 25.860.605.156 28.391.108.466
Peralatan keamanan 20.968.058.235 23.019.817.675
Jumlah 69.893.527.448 76.732.725.583
Jumlah Persediaan - Bersih 69.893.527.448 76.732.725.583
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut :
Pada tanggal 31 Maret 2017, persediaan tersebut telah diasuransikan kepada PT. Panin Insurance Tbk terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sebesar Rp 22.660.600.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut adalah bahwa PT. Hengtraco Protecsindo merupakan pemegang saham dari Perusahaan, sedangkan Tommy Lybianto dan Lo Khie Sin masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris Utama Perusahaan.
Jumlah Piutang lain (%)
Piutang kepada pihak ketiga tersebut tidak dikenakan bunga dan tidak memiliki jadwal pembayaran yang tetap.
Mengingat Nilai Persediaan Perseroan yang masih tinggi dan untuk menghindari akan adanya persediaan yang rusak atau usang, maka Peruseroan tidak melakukan pembelian atas persedian. Manajemen memutuskan utuk menjual persediaan yang ada sampai memungkinkan untuk melaukan pembelaian persediaan pada periode-periode berikutnya.
Persentase Terhadap Jumlah
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30-Sep 31-Des 2017 2016 196.750.275 187.528.966 -Jumlah 196.750.275 187.528.966 9. ASET TETAP
Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut :
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah 3.771.600.000 - - 3.771.600.000 Bangunan 53.447.013.688 - - 53.447.013.688 Peralatan kantor 5.305.623.700 - - 5.305.623.700 Kendaraan 3.829.502.800 - - 3.829.502.800 Jumlah 66.353.740.188 - - 66.353.740.188 Aset Sewa Kendaraan - - - -Bangunan 9.049.038.197 - - 9.049.038.197 Jumlah 9.049.038.197 - - 9.049.038.197 Jumlah Biaya Perolehan 75.402.778.385 - - 75.402.778.385
Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan 19.690.593.982 1.603.410.411 - 21.294.004.393 Peralatan kantor 5.303.436.200 2.187.500 - 5.305.623.700 Kendaraan 3.829.755.300 3.829.755.300 Jumlah 28.823.785.482 1.605.597.911 - 30.429.383.393 Aset Sewa Kendaraan - - - -Bangunan 3.901.176.910 271.471.146 - 4.172.648.056 3.901.176.910 271.471.146 - 4.172.648.056 Jumlah Ak. Penyusutan 32.724.962.392 1.877.069.057 - 34.602.031.449
Jumlah Tercatat 42.677.815.993 40.800.746.936
17 Lain-lain (Advance biaya perjalanan)
30 September 2017 Gaji dibayar dimuka
9. ASET TETAP - Lanjutan
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah 3.771.600.000 - - 3.771.600.000 Bangunan 53.447.013.688 - - 53.447.013.688 Peralatan kantor 5.305.623.700 - 5.305.623.700 Kendaraan 3.829.502.800 - - 3.829.502.800 Jumlah 66.353.740.188 - - 66.353.740.188 Aset Sewa Kendaraan - - - -Bangunan 9.049.038.197 - - 9.049.038.197 Jumlah 9.049.038.197 - - 9.049.038.197 Jumlah Biaya Perolehan 75.402.778.385 - - 75.402.778.385
Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan 17.552.713.434 2.137.628.048 - 19.690.341.482 Peralatan kantor 5.294.686.201 8.966.500 - 5.303.652.701 Kendaraan 3.829.755.300 - 3.829.755.300 Jumlah 26.677.154.935 2.146.594.548 - 28.823.749.483 Aset Sewa Kendaraan - - - -Bangunan 3.539.179.382 361.997.527 - 3.901.176.909 3.539.179.382 361.997.527 - 3.901.176.909 Jumlah Ak. Penyusutan 30.216.334.316 2.508.592.075 - 32.724.926.392
Jumlah Tercatat 45.186.444.069 42.677.851.993
18
Pada tanggal 30 September 2017 dan 2016, beban penyusutan aset tetap seluruhnya dibebankan ke beban umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp 1.877.069.057 dan Rp 2.508.592.075.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Perusahaan tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aset tetap.
Pada tanggal 31 Desember 2016, aset tetap berupa bangunan dan peralatan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya kepada PT. Panin Insurance, Tbk dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sebesar Rp 32.3 miliar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP - Lanjutan
10. HUTANG USAHA
2017 2016
PT Berlian Inti Persada - 76.369.450
Jumlah - 76.369.450
11. PERPAJAKAN 30-Sep 31-Des
2017 2016
a. Hutang pajak
Pajak penghasilan
PPh pasal 21 7.609.858 15.955.530
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Keluaran - bersih 156.046.641
-Jumlah 163.656.499 15.955.530
b. Beban (manfaat) pajak penghasilan
30-Sep 31-Des 2017 2016 Pajak kini Perusahaan -Anak Perusahaan - -Pajak tangguhan Perusahaan - -Anak Perusahaan - -Beban pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi konsolidasi - -Hutang usaha Perusahaan seluruhnya dalam mata uang Rupiah, dengan rincian hutang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut :
19
Pada tanggal 30 September 2017, Hak Guna Bangunan (HGB) Perusahaan masih memiliki sisa jangka
waktu 20 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat
diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Sebagian kendaraan diperoleh melalui fasilitas pembiayaan dari PT. Bank Panin Indonesia Tbk dengan jaminan kendaraan yang bersangkutan (Catatan 16).
Pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, rata-rata umur hutang usaha antara 1 hari sampai 30 hari.
11. PERPAJAKAN - Lanjutan
30-Sep 31-Des
2017 2016
Rugi sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi konsolidasian (2.069.956.844) (5.293.412.589) Laba (Rugi) Anak Perusahaan sebelum beban
pajak penghasilan - bersih (215.255.075) (2.441.405) Laba sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan (2.285.211.919) (5.295.853.994) Beda temporer :
Penyisihan penurunan nilai piutang
-Penyisihan imbalan pasca kerja
-Penyusutan -
-Estimasi kewajiban atas imbalan kerja karyawan - -Sewa pembiayaan -
-Jumlah -
-Beda tetap :
Bunga dan denda pajak - -Sumbangan dan representasi - -Beban pajak dan lain-lain -
-Entertainment -
-Amortisasi biaya emisi efek ekuitas - -Penghasilan yang pajaknya bersifat final -
-Jumlah -
Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan
-tahun berjalan (2.285.211.919) (5.295.853.994)
2017 2016
Taksiran penghasilan kena pajak
Perusahaan (2.069.956.844) (5.295.853.994)
Anak Perusahaan (215.255.075) (2.441.405)
Beban pajak penghasilan - tahun berjalan
-Perusahaan - -Anak Perusahaan - -Beban pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi konsolidasian - tahun berjalan - -Pajak penghasilan dibayar di muka
Perusahaan - -Anak Perusahaan -
-Jumlah -
-Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut :
Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran hutang pajak penghasilan adalah sebagai berikut :
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
11. PERPAJAKAN - Lanjutan
2017 2016
Rugi sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi konsolidasian (2.285.211.919) (5.295.853.994) Beban pajak penghasilan dengan
tarif pajak yang berlaku -
-c. Aset pajak tangguhan
30-Sep 31-Des
2017 2016
Aset pajak tangguhan
Penyisihan atas penurunan nilai piutang 1.652.717.351 1.652.717.351 Penyisihan atas penurunan nilai persediaan - -Penyisihan piutang ragu-ragu - -Estimasi atas kewajiban imbalan kerja karyawan 562.348.150 562.348.150
Jumlah 2.215.065.501 2.215.065.501
Kewajiban pajak tangguhan
Penyusutan (1.024.602.843) (1.024.602.843)
Sewa pembiayaan dan lain-lain (241.940.150) (241.940.150)
Jumlah (1.266.542.993) (1.266.542.993)
Aset pajak tangguhan - bersih 948.522.508 948.522.507
e. Administrasi
Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut :
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self - assessment). Untuk tahun pajak sebelum tahun 2008, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 10 (sepuluh) tahun sejak saat terhutangnya pajak, atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menetapkan bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak tersebut dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terhutangnya pajak.
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum beban pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :
12. PERPAJAKAN - Lanjutan
f. Perubahan Undang - Undang Pajak Penghasilan
13. UANG MUKA PENJUALAN
30-Sep 31-Des
2017 2016
PT. Berlian Inti Persada - 265.738.935
PT. Berkat Anugerah 33.880.000
-Jumlah 33.880.000 265.738.935
14. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR DAN HUTANG LAIN-LAIN
2017 2016
Biaya Gaji yang masih harus dibayar 355.977.700 -
Iuran OJK 9.000.000 -
Lain-lain - 145.000.000
Jumlah 364.977.700 145.000.000
15. LIABILITAS DIESTIMASI IMBALAN KERJA KARYAWAN
Tingkat diskonto : 11% per tahun Tabel mortalitas : TMI - 2 Male
Umur pensiun : 55 tahun
Akun ini merupakan uang muka/persekot penjualan yang diterima dari pelanggan pada tanggal 30 September 2017, terdiri dari :
Perusahaan mencataat estimasi kewajiban atas imbalan kerja karyawan berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit". Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut :
Pada bulan September 2008, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyetujui perubahan Undang - Undang Pajak Penghasilan yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009. Salah satu dari perubahan tersebut sehubungan dengan tarif pajak penghasilan badan. Sebelumnya, tarif pajak penghsilan badan bersifat progresif sebesar 10% dan 15% atas Rp 50 juta penghasilan kena pajak pertama dan kedua, dan berikutnya 30% atas penghasilan kena pajak lebih dari Rp 100 juta. Sesuai dengan perubahan Undang - Undang Pajak Penghasilan, tarif pajak penghasilan badan ditetapkan pada tarif tetap sebesar 28% dimulai sejak tanggal 1 Januari 2009 dan kemudian dikurangi menjadi 25% sejak tanggal 1 Januari 2010. Perhitungan pajak penghasilan tangguhan telah menggunakan tarif pajak baru tersebut.
Analisis kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai "Estimasi Kewajiban Atas Imbalan Kerja Karyawan" di neraca pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut :
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
15. ESTIMASI KEWAJIBAN ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN - Lanjutan
a. Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan 30-Sep 31-Des
2017 2016
Nilai kini kewajiban imbalan kerja 2.621.275.423 2.621.275.423 Biaya jasa lampau yang tidak diakui - -Koreksi aktuarial yang belum diakui - -Nilai bersih kewajiban yang diakui di neraca 2.621.275.423 2.621.275.423
b. Beban imbalan kerja karyawan
2017 2016
Biaya jasa kini 260.920.948 260.920.948
Biaya bunga 296.637.984 296.637.984
Kerugian aktuaria bersih yang diakui - -Amortisasi atas beban jasa masa lalu - -Beban yang diakui pada tahun berjalan 557.558.932 557.558.932
c. Mutasi nilai bersih atas kewajiban imbalan kerja karyawan
2017 2016
Saldo awal kewajiban neto 3.292.758.019 3.292.758.019
Beban tahun berjalan yang diakui
dalam laporan laba rugi 557.558.932 557.558.932
Koreksi aktuaria (1.229.041.528) (1.229.041.528)
Saldo akhir kewajiban bersih 2.621.275.423 2.621.275.423
16. SEWA PEMBIAYAAN
2017 2016
Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan 15.232.703.310 15.232.703.310
Bunga (7.843.431.395) (7.843.431.395)
Nilai tunai pembayaran minimum sewa pembiayaan 7.389.271.915 7.389.271.915 Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun - -Hutang Sewa Pembiayaan Jangka Panjang - Bersih 7.389.271.915 7.389.271.915 Sejak tahun 2000, Perusahaan memiliki perjanjian sewa menyewa bangunan untuk kegiatan operasional dan pemasaran, dengan jangka waktu selama 25 (dua puluh lima) tahun dan dikenakan tingkat bunga sebesar 12% per tahun, dimana penetapan harga sewanya ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak setiap 3 (tiga) tahun (Catatan 24f).
Pembayaran sewa minimum masa datang ( future minimum lease payment) sesuai perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut :
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa estimasi kewajiban tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
17. MODAL SAHAM
2017 dan 2016 Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Saham (Rp)
PT. Arthabuana Karya Mandiri 711.078.240 59,26% 71.107.824.000
PT. Hengtraco Protecsindo 173.150.000 14,43% 17.315.000.000
Lain-lain (masing-masing
dengan pemilikan < 5%) 315.771.760 26,31% 31.577.176.000
Jumlah 1.200.000.000 100,00% 120.000.000.000
a. Perubahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 1.000.000 menjadi Rp 100.
b. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 68.500.000.000 menjadi Rp 90.000.000.000. c.
a.
b.
Berdasarkan akta No. 4 tanggal 4 September 2007 dari Lenny Janis Ishak, SH, notaris di Jakarta, anggaran dasar Perusahaan telah dirubah, mengenai :
Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut :
Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan laporan No. W7.HT.01.10.12849 tanggal 14 September 2007.
Berdasarkan akta No. 6 tanggal 17 September 2007 dari Lenny Janis Ishak, SH, notaris di Jakarta, anggaran dasar Perusahaan telah dirubah, mengenai :
Perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka, sehingga nama Perusahaan menjadi PT. Triwira Insanlestari Tbk, serta mengubah seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal. Penyesuaian seluruh anggaran dasar Perusahaan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan sehubungan dengan rencana penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat melalui pasar modal sebanyak-banyaknya sejumlah 600.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham.
Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W7-10397.HT.01.04.TH.2007 tanggal 19 September 2007.
Berdasarkan akta No. 6 tanggal 12 Mei 2008 dari Lenny Janis Ishak, SH, notaris di Jakarta, telah terjadi perubahan jumlah saham Perusahaan yang akan ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum menjadi sejumlah 300.000.000 saham. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan laporan No. AHU-AH.01.10.13007 tanggal 27 Mei 2008.
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ENTITAS PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT) (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
17. MODAL SAHAM - Lanjutan
PENGELOLAAN MODAL
18. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut :
Jumlah Agio saham sehubungan dengan penawaran umum saham 90.000.000.000
Biaya emisi efek ekuitas (7.371.600.000)
Agio Saham - Bersih 82.628.400.000
Berdasarkan akta No. 27 tanggal 26 Juli 2010 dari Lenny Janis Ishak, SH, notaris di Jakarta, telah terjadi perubahan anggaran dasar Perusahaan, yaitu mengenai perluasan kegiatan Perusahaan di sektor komoditi pertambangan dan energi. Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-41667.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 24 Agustus 2010.
Akun ini merupakan agio saham, yaitu selisih antara jumlah harga jual dengan jumlah nilai nominal saham yang diterbitkan sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat, setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang berhubungan dengan penawaran umum saham tersebut. Berdasarkan akta No. 28 tanggal 26 Juli 2010 dari Lenny Janis Ishak, SH, notaris di Jakarta, telah terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan laporan No. AHU-AH.01.10-23191 tanggal 5 September 2010.
Perusahaan mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gering ratio), dengan membagi utang bersih dengan ekuitas bersih. Kebijakan Perusahaan adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari perusahaan terkemuka dalam industri sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional. Perusahaan menyertakan dalam utang bersih: utang bank jangka pendek, utang jangka panjang, dikurangi kas dan setara kas. Modal yang dikelola oleh manajemen adalah modal saham saldo laba.
25
Tujuan utama pengelolan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran deviden kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan, maupun proses pengelolaan modal pada tahun yang berakhir tanggal 30 Juni 2017 dan 2016.
Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang berlaku efektif sejak tanggal 16 Agustus 2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh kedalam dana cadangan yang tidak boleh diatribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham ("RUPS:)