• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN.pdf"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN

DAN PARASITOLOGI

TIM UKMPPD FK

Universitas Malahayati

(2)

Refreshing TEORI

Bahan dan Sumber Pembelajaran

SKDI 2012

Daftar Penyakit

Daftar Keterampilan klinis

(3)

Daftar Keterampilan Klinis dikelompokkan menurut

sistem tubuh manusia untuk

menghindari pengulangan.

Pada setiap keterampilan klinis ditetapkan tingkat

kemampuan yang harus dicapai di akhir pendidikan

dokter dengan menggunakan

(4)
(5)

Tingkat kemampuan 1 (

Knows

): Mengetahui dan

menjelaskan

Tingkat kemampuan 2 (

Knows How

): Pernah

melihat atau didemonstrasikan

Tingkat kemampuan 3 (

Shows

): Pernah

melakukan atau pernah menerapkan di

bawah supervisi

Tingkat kemampuan 4 (

Does

): Mampu

melakukan secara mandiri

4A.Keterampilan yang dicapai pada saat lulus dokter

4B.Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah seles

ai internsip dan/atau

(6)

Daftar Keterampilan SKDI 2012

No

Keterampilan

Tingkat

PEMERIKSAAN

FISIK

1

Inspeksi

kulit

4A

2

Inspeksi

membran

mukosa

4A

3

Inspeksi

daerah

perianal

4A

4

Inspeksi

kuku

4A

5

Inspeksi

rambut

dan

skalp

4A

6

Palpasi

kulit

4A

7

Deskripsi

lesi

kulit

dengan

perubahan

primer

dan

sekunder,

misal

ukuran,

distribusi,

penyebaran,

konfigurasi

4A

8

Deskripsi

lesi

kulit

dengan

perubahan

primer

dan

sekunder,

seperti

uku

distribusi,

penyebaran

dan

konfigurasi

(7)

No

Keterampilan

Tingkat

PEMERIKSAAN

TAMBAHAN

9

Pemeriksaan

dermografisme

4A

10

Penyiapan

dan

penilaian

sediaan

kalium

hidroksida

4A

11

Penyiapan

dan

penilaian

sediaan

metilen

biru

4A

12

Penyiapan

dan

penilaian

sediaan

Gram

4A

13

Biopsi

plong

(

punch

biopsy

)

2

14

Uji

tempel

(

patch

test

)

2

15

Uji

tusuk

(

prick

test

)

2

16

Pemeriksaan

dengan

sinar

UVA

(lampu

Wood)

4A

TERAPEUTIK

17

Pemilihan

obat

topikal

4A

18

Insisi

dan

drainase

abses

4A

19

Eksisi

tumor

jinak

kulit

4A

20

Ekstraksi

komedo

4A

21

Perawatan

luka

4A

22

Kompres

4A

23

Bebat

kompresi

pada

vena

varikosum

4A

24

Rozerplasty

kuku

4A

PENCEGAHAN

(8)

Tingkat Kemampuan 1: mengenali dan menjelaskan

Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis dan merujuk

Tingkat Kemampuan 3: mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal, dan

Merujuk:

3A. Bukan gawat darurat

Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi

pendahuluan

pada keadaan yang bukan gawat darurat

rujuk.

3B

.

Gawat darurat

Lulusan dokter mampu membuat

diagnosis

klinik

dan

memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan

nyawa atau

mencegah

keparahan

dan/atau kecacatan pada

pasien.

Tingkat Kemampuan 4: mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan secara

mandiri dan tuntas

4A.

Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter

4B.

Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atauDengan de

mikian didalam Daftar Penyakit ini level kompetensi tertinggi adalah

4A

(9)

Daftar Penyakit-SKDI 2012

Infeksi

Virus

1

Veruka

vulgaris

4A

2

Kondiloma

akuminatum

3A

3

Moluskum

kontagiosum

4A

4

Herpes

zoster

tanpa

komplikasi

4A

5

Morbili

tanpa

komplikasi

4A

6

Varisela

tanpa

komplikasi

4A

7

Herpes

simpleks

tanpa

komplikasi

4A

Infeksi

Bakteri

8

Impetigo

4A

9

Impetigo

ulseratif

(ektima)

4A

10

Folikulitis

superfisialis

4A

11

Furunkel,

karbunkel

4A

12

Eritrasma

4A

13

Erisipelas

4A

14

Skrofuloderma

4A

15

Lepra

4A

16

Reaksi

lepra

3A

(10)

Infeksi

Jamur

18

Tinea

kapitis

4A

19

Tinea

barbe

4A

20

Tinea

fasialis

4A

21

Tinea

korporis

4A

22

Tinea

manus

4A

23

Tinea

unguium

4A

24

Tinea

kruris

4A

25

Tinea

pedis

4A

26

Pitiriasis

vesikolor

4A

27

Kandidosis

mukokutan

ringan

4A

Gigitan

Serangga

dan

Infestasi

Parasit

28

Cutaneus

larva

migran

4A

29

Filariasis

4A

30

Pedikulosis

kapitis

4A

31

Pedikulosis

pubis

4A

32

Skabies

4A

(11)

Dermatitis

Eksim

34

Dermatitis

kontak

iritan

4A

35

Dermatitis

kontak

alergika

3A

36

Dermatitis

atopik

(kecuali

recalcitrant

)

4A

37

Dermatitis

numularis

4A

38

Liken

simpleks

kronik/neurodermatitis

3A

39

Napkin

eczema

4A

Lesi

Eritro-Squamosa

40

Psoriasis

vulgaris

3A

41

Dermatitis

seboroik

4A

42

Pitiriasis

rosea

4A

Kelainan

Kelenjar

Sebasea

dan

Ekrin

43

Akne

vulgaris

ringan

4A

44

Akne

vulgaris

sedang-berat

3A

45

Hidradenitis

supuratif

4A

46

Dermatitis

perioral

4A

47

Miliaria

4A

Penyakit

Vesikobulosa

48

Toxic

epidermal

necrolysis

3B

(12)

Penyakit

Kulit

Alergi

50

Urtikaria

akut

4A

51

Urtikaria

kronis

3A

52

Angioedema

3B

Penyakit

Autoimun

53

Lupus

eritematosis

kulit

2

Gangguan

Keratinisasi

54

Ichthyosis

vulgaris

3A

Reaksi

Obat

55

Exanthematous

drug

eruption,

fixed

drug

eruptio

n

4A

Kelainan

Pigmentasi

56

Vitiligo

3A

57

Melasma

3A

58

Albino

2

59

Hiperpigmentasi

pascainflamasi

3A

60

Hipopigmentasi

pascainflamasi

3A

(13)

Neoplasma

61

Keratosis

seboroik

2

62

Kista

epitel

3A

Tumor

Epitel

Premaligna

dan

Maligna

63

Squamous

cell

carcinoma

(Karsinoma

sel

skua

mosa)

2

64

Basal

cell

carcinoma

(Karsinoma

sel

basal)

2

Tumor

Dermis

65

Xanthoma

2

(14)

Tumor

Sel

Melanosit

67

Lentigo

2

68

Nevus

pigmentosus

2

69

Melanoma

maligna

1

Rambut

70

Alopesia

areata

2

71

Alopesia

androgenik

2

72

Telogen

eflluvium

2

73

Psoriasis

vulgaris

2

Trauma

74

Vulnus

laseratum,

punctum

4A

75

Vulnus

perforatum,

penetratum

3B

76

Luka

bakar

derajat

1

dan

2

4A

77

Luka

bakar

derajat

3

dan

4

3B

78

Luka

akibat

bahan

kimia

3B

79

Luka

akibat

sengatan

listrik

3B

(15)

Urtikaria

Reaksi vaskular di kulit akibat

bermacam-macam sebab,

biasanya ditandai dengan edema

setempat yang cepat timbul dan

menghilang perlahan-lahan

berwarna pucat dan kemerahan,

meninggi di permukaan kulit,

sekitarnya dapat dikelilingi halo

Etiologi: obat, makanan, gigitan

serangga, bahan

fotosensitizer

,

inhalan, kontaktan, trauma fisik,

infeksi, psikis, genetik, atau

(16)

Klasifikasi urtikaria

Berdasarkan waktu

Akut: Kurang dari 6 minggu

Kronik: lebih dari 6 minggu

Berdasarkan morfologi

Papular: berbentuk papul

Gutata: sebesar tetesan air

Girata: ukurannya

besar-besar

Berdasarkan luas:

Lokal

Generalisata

Angioedema: terkena

lapisan yang lebih dalam

daripada dermis atau

submukosa

Berdasarkan penyebab

– Karena reaksi imunologik

• Bergantung pada IgE (atopi, karena antigen spesifik)

• Ikut sertanya komplemen (reaksi sitotoksik, reaksi kompleks imun, defisiensi C1 esterase inhibitor)

• Reaksi alergi tipe IV

– Reaksi nonimunologik

• Langsung memicu sel mast

• Bahan yang menyebabkan perubahan metabolisme asam arakidonat

• Trauma fisik

(17)

Jenis Keterangan

Urtikaria adrenergik Urtikaria yang berhubungan dengan kenaikan konsentrasi noradrenalin dan adrenalin plasma. Dapat dipicu dengan pemberian adrenalin atau noradrenalin

Urtikaria kolinergik (bagian dari

urtikaria fisik)

Urtikaria yang dipicu karena kenaikan suhu tubuh sendiri dan keringat

Urtikaria dingin Urtikaria yang dipicu karena rangsangan dingin

Urtikaria fisik Kelompok urtikaria yang dipicu oleh rangsangan fisik dari luar. Gejala khas: dermografisme

(18)

Gejala:

Gatal, rasa terbakar, atau tertusuk

Eritema atau edema berbatas tegas, kadang

bagian tengah tampak lebih pucat

Besarnya dapat lentikular, numular, plakat

Pengobatan:

Menghindari penyebab

Antihistamin

(19)

Pemeriksaan Penunjang

Cryoglobulin, Hemolysin

THT, gigi, mencari fokus

infeksi bila ada

IgE, eosinofil,

komplemen

Prick test untuk alergen

inhalan

Eliminasi makanan

Histopatologi

Urtikaria fisik akibat

sinar

foto tempel

Mecholyl intradermal

Ice cube test utk

urtikaria dingin

(20)

Urtikaria

(21)

Skabies

Penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi

terhadap

Sarcoptes scabiei var. hominis

Transmisi: kontak langsung (

skin to skin

), tidak langsung (pakaian)

Kelainan kulit akibat terowongan tungau atau karena garukan

penderita

Gejala:

Pruritus nokturna

Menyerang manusia secara kelompok

Adanya terowongan (kunikulus) yang berwarna putih/keabuan,

lurus/berkelok, panjang 1 cm, pada ujung didapatkan papul/vesikel.

Predileksi: sela jari tangan, pergelangan tangan bag volar, siku luar,

lipat ketiak depan, areola mammae, umbilikus, bokong, genitalia

eksterna, perut bawah

Ditemukan tungau

Obat: sulfur presipitat 4-20%, benzil benzoat 20-25%, gameksan

1%, krotamiton 10%, permetrin 5%

(22)

Psoriasis vulgaris

Bercak eritema berbatas tegas dengan skuama kasar berlapis-lapis

dan transparan

Predileksi: skalp, perbatasan skalp-muka, ekstremitas ekstensor

(siku & lutut), lumbosakral

Khas: fenomena tetesan lilin, Auspitz sign, Kobner sign

Patofisiologi:

Genetik: berkaitan dengan HLA

Imunologik: diekspresikan oleh limfosit T, sel penyaji antigen dermal,

dan proliferasi keratinosit

peningkatan turn over epidermis

Pencetus: stress, infeksi fokal, trauma, endokrin, gangguan

metabolisme, obat, alkohol, dan merokok

Tata laksana:

Sistemik: KS, sitostatik (metotreksat), levodopa, etretinat, dll

Topikal: preparat ter, KS, ditranol, tazaroen, emolien, dll

PUVA (UVA + psoralen)

(23)
(24)

93. Trikomoniasis

Infeksi saluran urogenital bagian bawah oleh

Trichomonas vaginalis

, bisa

bersifat akut/kronik, penularan biasanya melalui hubungan seksual (dapat

juga melalui pakaian atau karena berenang)

Gejala klinis:

– Pada wanita:

• Sekret vagina seropurulen berwana kekuningan, kuning-hijau, berbau tidak enak, berbusa

• Dinding vagina kemerahan, terdapat abses yang tampak sebagai granulasi berwarna merah (strawberry appearance), dispareunia, perdarahan pascakoitus, perdarahan intermenstrual

– Pada laki-laki: gambaran klinis lebih ringan, mirip uretritis nongonore

Pemeriksaan:

– Sediaan basah : tropozoit bergerak aktif

– Pemeriksaan pewarnaan Giemsa

Pengobatan:

– Topikal: cairan irigasi (H2O, asam laktat), supositoria/gel trikomoniasudal

– Sistemik: metronidazol (2 g single dose atau 500 mg x 7 hari), tinidazol

(25)
(26)

Karakteristik beberapa IMS

Penyakit Karakteristik

Gonorrhea Duh purulen kadang-kadang disertai darah. Diplokokus gram negatif.

Trikomoniasis Duh seropurulen kuning/kuning kehijauan, berbau tidak enak, berbusa. Strawberry appearance.

Vaginosis bakterial Duh berbau tidak enak (amis), warna abu-abu homogen, jarang berbusa. Clue cells.

Kandidosis vaginalis Duh berwarna kekuningan, disertai gumpalan seperti kepala susu berwarna putih kekuningan. Sel ragi, blastospora, atau hifa semu.

(27)

Gonorrhea

Penyakit yang disebabkan infeksi

Neisseria

gonorrhoeae

Masa tunas 2-5 hari

Jenis infeksi:

Pada pria: uretritis, tysonitis, parauretritis, littritis,

cowperitis, prostatitis, vesikulitis, funikulitis, epididimitis,

trigonitis

Gambaran uretritis: gatal, panas di uretra distal, disusul

disuria, polakisuria , keluar duh yang kadang disertai darah,

nyeri saat ereksi

Pada wanita: uretritis, oarauretritis, servisitis, bartholinitis,

salpingitis, proktitis, orofaringitis, konjungtivitis (pada bayi

baru lahir), gonorrhea diseminata

(28)

Gonorrhea

Pemeriksaan:

Sediaan langsung: diplokokus gram negatif

Kultur: agar Thayer-Martin

Pengobatan

Diagnosis Pilihan pengobatan

Uncomplicated gonococcal infection of the cervix,

urethra, pharynx, or rectum

First line: Ceftriaxone (250 mg IM, single dose) or Cefixime (400 mg PO, single dose)

plus

Treatment for Chlamydia if chlamydial infection is not ruled out: Azithromycin (1 g PO, single dose) or Doxycycline (100 mg PO bid for 7 days)

Alternative: Ceftizoxime (500 mg IM, single dose) or

Cefotaxime (500 mg IM, single dose) or Spectinomycin (2 g IM, single dose) or Cefotetan (1 g IM, single dose) plus probenecid (1 g PO, single dose)or Cefoxitin (2 g IM, single dose) plus probenecid (1 g PO, single dose)

(29)

Herpes zoster

Penyakit yang disebabkan virus varicella zoster yang menyerang kulit dan

mukosa, merupakan reaktivasi setelah infeksi primer (varicella)

Predileksi: daerah torakal, unilateral, bersifat dermatomal

Gejala:

 Gejala prodromal sistemik (demam, pusing, malaise) & lokal (myalgia, gatal, pegal)

 Timbul eritema yang kemudian menjadi vesikel yang berkelompok dengan dasar eritematosa & edema, kemudian menjadi pustul dan krusta

 Pembesaran KGB regional

Herpes zoster oftalmikus: infeksi n.V-1

Sindrom Ramsay-Hunt: gangguan n. fasialis & otikus

Komplikasi: neuralgia pascaherpetik: nyeri yang timbul pada daerah

bekas penyembuhan lebih dari sebulan setelah sembuh

Pengobatan: acyclovir (pada herpes zoster oftalmikus dan pasien dengan

defisiensi imun)

(30)
(31)

Kandidosis

Kandidosis: penyakit jamur bisa bersifat akut/subakut disebabkan

oleh genus

Candida

Klasifikasi

Kandidosis mukosa: kandidosis oral,

perleche

, vulvovaginitis, balanitis,

mukokutan kronik, bronkopulmonar

Kandidosis kutis: lokalisata, generalisata, paronikia & onikomikosis,

granulomatosa

Kandidosis sistemik: endokarditis, meningitis, pyelonefritis, septikemia

Reaksi id (kandidid)

Faktor

Endogen: perubahan fisiologik (kehamilan, obesitas, iatrogenik, DM,

penyakit kronik), usia (orang tua & bayi), imunologik

Eksogen: iklim panas, kelembaban tinggi, kebiasaan berendam kaki,

kontak dengan penderita

(32)

Kandidosis kutis

Bentuk klinis:

Kandidosis intertriginosa: Lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat

paha, intergluteal, lipat payudara, sela jari, glans penis, dan

umbilikus berupa bercak berbatas tegas, bersisik, basah,

eritematosa. Dikelilingi ileh satelit berupa vesikel-vesikel dan

pustul-pustul kecil atau bula

Kandidosis perianal: Lesi berupa maserasi seperti dermatofit

tipe basah

Kandidosis kutis generalisata: Lesi terdapat pada

glabrous skin

.

Sering disertai glossitis, stomatitis, paronikia

Pemeriksaan: KOH (selragi, blastospora, hifa semu), kultur

di agar Sabouraud

Pengobatan: hindari faktor predisposisi, antifungal

(gentian violet 0,5-1%, nistatin, amfoterisin B, grup azole)

(33)

Morfologi koloni C.

albicans pada medium

padat agar Sabouraud

Dekstrosa

Bulat dengan

permukaan sedikit

cembung, halus, licin

Warna koloni putih

kekuningan dan berbau

asam seperti aroma

(34)

Pitiriasis rosea

Dermatitis eritroskuamosa yang disebabkan

oleh infeksi virus (

self-limiting disease

)

Bentuk klinis:

Dimulai dengan lesi inisial berbentuk eritema

berskuama halus dengan kolaret (

herald patch

)

Disusul dengan lesi yang lebih kecil di badan, paha

dan lengan atas, tersusun sesuai lipatan kulit

(

inverted christmas tree appearance

)

Pengobatan: simtomatik

(35)
(36)

Kusta/morbus Hansen

Penyakit infeksi kronik akibat infeksi

Mycobacterium leprae

Gejala klinis:

(37)

Tuberculoid

Few well-defined hypopigmented

hypesthetic macules with raised edges and varying in size from a few

millimeters to very large lesions covering the entire trunk.

 Erythematous or purple border and hypopigmented center. Sharply

defined, raised; often annular; enlarge peripherally. Central area becomes atrophic/depressed.

 Advanced lesions are anesthetic, devoid of skin appendages (sweat glands, hair follicles). test pinprick, temperature, vibration

 Any site including the face.

 May be a thickened nerve on the edge of the lesion; large peripheral nerve enlargement frequent (ulnar).

Lepromatous

 Skin-colored or slightly

erythematous papules/nodules.  Lesions enlarge; new lesions occur

and coalesce. Later: symmetrically distributed nodules, raised

plaques, diffuse dermal infiltrate, which on face results in loss of hair (lateral eyebrows and eyelashes) and leonine facies (lion's face).  Bilaterally symmetric involving

earlobes, face, arms, and buttocks, or less frequently the trunk and lower extremities.

 More extensive nerve involvement

(38)

Tipe Lesi Batas Permukaan BTA Lepromin

I Makula

hipopigmentasi

Jelas Halus agak berkilat, anestesi - + TT Makula eritematosa bulat/lonjong, bagian tengah sembuh Jelas Kering bersisik, anestesi - + kuat BT Makula eritematosa tidak teratur, mula-mula ada tanda kontraktur Jelas Kering bersisik, anestesi +/- + lemah BB Plakat, dome-shaped, punched-out Agak jelas Agak kasar, agak berkilat + -

BL Makula infiltrat merah Agak jelas

Halus berkilat

+ -

LL Makula infiltrat difus berupa nodus simetri, saraf terasa sakit

Tidak jelas

Halus berkilat

(39)

Pausibasilar Multibasilar

Lesi kulit

(makula datar, papul meninggi, nodus)

•1-5 lesi

•Hipopigmentasi/eritema

•Distribusi tidak simetris

•Hilangnya sensasi yang jelas

•>5 lesi

•Distribusi lebih simetris

•Hilangnya sensasi kurang jelas

Kerusakan saraf

(menyebabkan hilangnya sensasi/kelemahan otot yang dipersarafi)

Hanya satu cabang saraf Banyak cabang saraf

Pemeriksaan

Bakterioskopik: Ziehl-Neelsen

Histopatologik: sel datia Langhans, atau sel Virchow

(40)

Pemeriksaan sensibilitas

Jarum

nyeri

Kapas

raba

Rasa suhu bila belum jelas

(41)

Pitiriasis versikolor

Penyakit jamur superfisial yang kronik disebabkan

Malassezia furfur

Gejala:

Bercak berskuama halus yang berwarna putih sampai coklat

hitam, meliputi badan, ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas,

leher, muka, kulit kepala yang berambut

Asimtomatik – gatal ringan, berfluoresensi

Pemeriksaan: lampu Wood (kuning keemasan), KOH 20%

(hifa pendek, spora bulat: meatball & spaghetti

appearance)

Obat: selenium sulfida (shampoo), azole, sulfur presipitat

Jika sulit disembuhkan atau generalisata, dapat diberikan

ketokonazol 1x200mg selama 10 hari

(42)

Filariasis

Penyakit yang disebabkan cacing

Filariidae

, dibagi menjadi 3

berdasarkan habitat cacing dewasa di hospes:

Kutaneus:

Loa loa, Onchocerca volvulus, Mansonella streptocerca

Limfatik:

Wuchereria bancroftii, Brugia malayi, Brugia timori

Kavitas tubuh:

Mansonella perstans, Mansonella ozzardi

Fase gejala filariasis limfatik:

Mikrofilaremia asimtomatik

Adenolimfangitis akut: limfadenopati yang nyeri, limfangitis

retrograde, demam,

tropical pulmonary eosinophilia

(batuk, mengi,

anoreksia, malaise, sesak)

Limfedema ireversibel kronik

Grading limfedema (WHO, 1992):

Grade 1 - Pitting edema reversible with limb elevation

Grade 2 - Nonpitting edema irreversible with limb elevation

Grade 3 - Severe swelling with sclerosis and skin changes

Wayangankar S. Filariasis. http://emedicine.medscape.com/article/217776-overview

(43)
(44)
(45)

Pemeriksaan & tatalaksana filariasis

limfatik

Pemeriksaan penunjang:

Deteksi mikrofilaria di darah

Deteksi mikrofilaria di kiluria dan cairan hidrokel

Antibodi filaria, eosinofilia

Biopsi KGB

Pengobatan:

Tirah baring, elevasi tungkai, kompres

Antihelmintik (ivermectin, DEC, albendazole)

Suportif

Pengobatan massal dengan albendazole+ivermectin (untuk

endemik

Onchocerca volvulus

) atau albendazole+DEC (untuk

nonendemik

Onchocerca volvulus

) guna mencegah transmisi

Bedah (untuk kasus hidrokel/elefantiasis skrotal)

(46)

Wuchereria bancroftii

Brugia malayi

Brugia timori

Perbandingan panjang:lebar kepala 3:1

Inti tidak teratur Inti di ekor 5-8 buah

Perbandingan panjang:lebar kepala 2:1

Inti tidak teratur Inti di ekor 2-5 buah

Panjang:lebar kepala sama Inti teratur

(47)

Schistosoma

Penyakit : skistosomiasis= bilharziasis

Morfologi dan Daur Hidup

Hidup in copula di dalam pembuluh darah vena-vena

usus, vesikalis dan prostatika.

Di bagian ventral cacing jantan terdapat canalis

gynaecophorus, tempat cacing betina.

Telur tidak mempunyai operkulum dan berisi

mirasidium, mempunyai duri dan letaknya tergantung

spesies.

Telur dapat menembus keluar dari pembuluh darah,

bermigrasi di jaringan dan akhirnya masuk ke lumen

usus atau kandung kencing

(48)
(49)

Schistosoma japonicum

TELUR

BENTUK : BULAT AGAK LONJONG DNG

TONJOLAN DI BAGIAN

LATERAL DEKAT KUTUB

UKURAN : 100 x 65 µm

TELUR BERISI EMBRIO

TANPA OPERKULUM

SERKARIA

Schistosoma sp

(50)

Gejala klinis

Efek patologis tergantung jumlah telur yang

dikeluarkan dan jumlah cacing .

Keluhan : demam, malaise, berat badan

menurun

Pada infeksi berat

Sindroma disentri

Hepatomegali timbul lebih dini disusul

(51)

Infeksi cacing tambang

Disebabkan Ancylostoma

duodenale & Necator

americanus

Gejala:

Pruritus lokal pada tempat

yang mengalami invasi

Nyeri abdomen, diare,

muntah

Anemia defisiensi besi

Infeksi berat menyebabkan

pneumonitis (Loefflerlike

syndrome)

(52)
(53)
(54)

Nama cacing Cacing dewasa Telur Obat

Ascaris

lumbricoides

Mebendazole, pirantel pamoat

Taenia solium Albendazole,

prazikuantel, bedah Enterobius vermicularis Pirantel pamoat, mebendazole, albendazole Ancylostoma duodenale Necator americanus Mebendazole, pirantel pamoat, albendazole Schistosoma haematobium Prazikuantel Trichuris trichiura Mebendazole, albendazole

(55)

Cutaneous larva migrans (creeping

eruption)

Peradangan berbentuk linear,

berkelok-kelok, menimbul dan

progresif

Penyebab:

Ancylostoma

braziliense

dan

Ancylostoma

caninum

Larva masuk kulit, menimbulkan

rasa gatal dan panas, diikuti lesi

linear berkelok-kelok, menimbul,

serpiginosa membentuk

terowongan

Gatal hebat pada malam hari

Pengobatan: tiabendazole,

albendazole, cryotherapy, kloretil

(56)

Fascioliasis

Human fascioliasis is usually recognized as an

infection of the bile ducts and liver, but infection

in other parts of the body can occur.

In the early (acute) phase, symptoms can occur

as a result of the parasite's migration from the

intestine to and through the liver.

Symptoms can include gastrointestinal problems

such as nausea, vomiting, and abdominal

pain/tenderness. Fever, rash, and difficulty

breathing may occur.

(57)
(58)

Microscopy

A, B, C: Telur Fasciola hepatica. Pengecatan: iodine. A,B bentuk membulat; C. Terlihat operculum pada

(59)

Cutaneous Anthrax

95% of all cases globally

Incubation: 2 to 3 days

Spores enter skin through open wound or

abrasion

Papule

vesicle

ulcer

eschar

Case fatality rate 5 to 20%

Untreated – septicemia and death

Center for Food Security and Public Health, Iowa State University, 2011

(60)

Center for Food Security and Public Health, Iowa State University, 2011

Day 2

Day 6

Day 4

Day 6

Day 6

Day 10

(61)

The Organism

Bacillus anthracis

Large, gram-positive,

non-motile rod

Two forms

Vegetative, spore

Over 1,200 strains

Nearly worldwide distribution

Center for Food Security and Public Health, Iowa State University, 2011

(62)
(63)
(64)
(65)
(66)

Kelainan Penjelasan

Pemfigus vulgaris Penyakit kulit autoimun berbula kronik, menyerang kulit dan membran mukosa yang secara histologik ditandai dengan bula intraepidermal akibat proses akantolisis dan secara imunopatologik ditemukan antibodi terhadap komponen desmosom pada permukaan keratinosit jenis IgG, baik terikat maupun beredar dalam darah. Khas: bula kendur, bila pecah menjadi krusta yang bertahan lama, nikolsky sign (+)

Pemfigoid bulosa Perbedaan dengan pemfigus vulgaris: keadaan umum baik, dinding bula tegang , bula subepidermal, terdapat IgG linear

(67)

Pemphigus Vulgaris Bullous Pemphigoid

Paraneoplastic Pemphigus e.c Castleman tumor

Cleared when the tumor removed

Pemphigus Foliceus

Cicatricial Pemphigoid Pemphigus Vulgaris

(68)
(69)

Balantidium coli

~55

m

~70 x 45

m

(up to 200

m)

(70)

Most people who are infected with

Balantidium coli

remain asymptomatic. An

infected individual may have cysts or

trophozoites in their feces, but be free of any

other symptoms or complaints

Common symptoms of Balantidiasis include

chronic diarrhea, occasional dysentery

(diarrhea with passage of blood or mucus),

nausea, foul breath, colitis, abdominal pain

(71)
(72)
(73)
(74)
(75)

Immature Entamoeba histolytica

cyst (mature cysts have 4 nuclei)

Trophozoites of Entamoeba histolytica with ingested erythrocytes

(76)

Mixed amoebicide.

Drug of choice for intestinal &

extraintestinal amoebiasis.

Acts on trophozoites.

Has no effect on cysts.

Nitro group of metronidazole is reduced by

protozoan leading to cytotoxic reduced product

that binds to DNA and proteins resulting into

parasite death.

(77)
(78)
(79)

Definitive host (final h.) is a host in which a

parasite attains sexual maturity; harbours the

adult or sexually mature parasite (where the

sexual reproductive cycle take place).

Intermediate host harbours the immature or

asexual stages of the parasite.

Reservoir host an animal that harbours the same

species of parasites as man and constitute a

source of infection to him.

Vector is an arthropod that carriers a parasite to

its host

(80)

Malaria

Human: asexual stage (intermediate host)

Anopheles mosquito : sexual reproduction

(definitive host)

Referensi

Dokumen terkait

Di dalam takwa terdapat radar hati nurani yang melaluinya, manusia bisa membedakan mana yang benar dan salah, yang lurus dan sesat, dan akan melindungi

Pada lingkup kegiatan ini, penyedia jasa (Konsultan Pengawas) harus melakukan pemeriksaan dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan

Hal ini juga relevan dengan hasil penelitian Taswan (2003), bahwa perusahaan dengan kepemilikan institutional yang besar mengindikasikan kemampuan untuk memonitor

Beberapa studi kasus optimasi pelapisan material viskoelastik pada struktur pelat elastik akan dicoba diselesaikan dengan menggunakan metode yang telah dikembangkan dalam

View ke tapak berbicara tentang bagaimana pengunjung perpustakaan yang baru pertama kali datang ke kawasan Fakultas Teknik, dapat dengan mudah menemukan letak

Untuk kasus IEEE 30 bus pada pembebanan 800 MW, metode MIPSO dengan pendekatan CFBPSO mampu memberikan solusi paling optimal ekonomi dibanding dengan metode pendekatan

menunjukkan bahwa penggunaan dosis pupuk yang tinggi dan tanaman tomat yang ditanam secara monokultur dapat meningkatkan populasi kutukebul dan serangan penyakit virus

PT MITRA: UAD YOGYAKARTA, UPY YOGYAKARTA Sekretariat Pelaksana :.. WARSUTI NOOR AZIZAH P Guru Kelas PAUD/TK TK Masyitoh 25 Skj.. Tirtomartani, Kalasan, Sleman, D'1. Yoygakarta.