Disusun Oleh :
Chintia
Evie Luthfiyani
014201405095
Nai Maskanah
Regi
Tri Merdekawati
PRESIDENT UNIVERSITY
Jl. Ki HajarDewantara, Education Park, Kota Jababeka, Kab. Bekasi (17550) 10 Maret 2017
perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia usaha. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pelatihan dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. SARI ROTI Cikarang.
Pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan Kuesioner. Variabel penelitian adalah Pelatihan (X1), Motivasi (X2), dan kinerja karyawan (Y).
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Sari Roti Cikarang, Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Slovin dengan rumus know yang diambil dari data karyawan PT. Sari Roti Cikarang bagian produksi dan jumlah responden untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 64 orang.
Berdasarkan hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan.dan tidak dapat terbukti kebenarannya, motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan dapat terbukti kebenarannya.
Keyword : Pelatihan, Motiivasi, dan Kinerja karyawan
i
DAFTAR ISI
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Perumusan Masalah ... 7
1.3. Tujuan Penelitian ... 7
1.4. Manfaat Penelitian ... 7
Bab II Tinjauan Pustaka 2.1. Penelitian Terdahulu...9
2.2. Landasan Teori...11
2.2.1. Pelatihan...11
2.2.1.1.Pengertian Pelatihan...11
2.2.1.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelatihan ….12 2.2.1.3. Sasaran Pelatihan ……….13
2.2.1.4.Perlunya Pelatihan...13
2.2.1.5.Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Pelatihan……14
2.2.2. Motivasi...15
2.2.2.1.Pengertian Motivasi...15
2.2.2.2.Prinsip-Prinsip Motivasi Kerja...16
2.2.3. Kinerja Karyawan ... 24
2.2.3.1.Pengertian Kinerja Karyawan ... 24
2.2.3.2.Kriteria-Kriteria Kinerja Karyawan ... 25
2.2.4. Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan ... 26
2.2.5. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan ... 27
2.3 Previous Research……… 28
Bab III Metode Penelitian
3.1 Theoritical framework & Hypothesis ………..
Bab IV Result and Discussion
4.1 Kesimpulan
1.1. Latar Belakang Masalah
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang harus
diperhatikan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya. Oleh karena itu
dalam hal ini perusahaan dituntut kemampuan dalam mengelola sumber-sumber
daya secara terencana, terutama sumber daya manusia sebagai tenaga pelaksana
operasional perusahaan untuk menghasilkan daya guna dan hasil guna dalam
setiap kegiatan perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat
mempertahankan dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga
dapat mampertahankan eksistensinya dalam dunia usaha.
Kita yakin bahwa belum ada satu perusahaan pun yang dapat
mengoperasikan faktor produksi tanpa memanfaatkan tenaga kerja. Bahkan ada
semacam kecenderungan, makin besar perusahaan dari segi kuantitas dan
kualitas, makin besar jumlah kebutuhan akan tenaga kerja. Meskipun telah di
temukan teknologi baru berupa mesin-mesin otomatis dan komputerisasi berupa
perangkat keras maupun perangkat lunak, tetapi bagi sebagian besar perusahaan
belum dapat melaksanakan kegiatannya tanpa adanya tenaga kerja. Justru
dengan semakin modernnya peralatan produksi (mesin-mesin), kebutuhan
tenaga kerja professional juga akan meningkat.
Akan tetapi, ada kecenderungan dengan luasnya hubungan antar manusia
dalam pekerjaan, proses dan mekanisme kerja perusahaan makin besar. Hal ini
dapat dibuktikan pada perusahaan yang menggunakan mesin (peralatan) yang
serba modern dan otomatis, masih membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar,
terutama untuk tenaga operasional. Harus diakui bahwa semakin tinggi kuantitas
tenaga kerja, problema yang timbul semakin kompleks. Problema tersebut
menjadi tanggung jawab manajemen untuk mencari jalan keluarnya. Salah satu
jalan yang harus ditempuh manajemen tenaga kerja yang sekaligus merupakan
salah satu fungsinya adalah memberikan pelatihan kerja kepada tenaga kerja
(Sastrohadiwijoyo 2001:198)
Berdasarkan pendapat Andrew E. Sikula dapat dikemukakan bahwa
pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang
mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai non
manajerial mempelajari pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam tujuan
terbatas (Mangkunegara 2005:226)
Pendapat lain mengungkapkan bahwa pelatihan adalah salah satu usaha
untuk membantu karyawan dalam melaksanakan pekerjaan secara produktif dan
efisien (Flippo 1985:226). Sedangkan menurut Manullang (2004:203) pelatihan
diartikan sebagai imbalan kegiatan perusahaan yang didesain untuk
mamperbaiki atau meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap pegawai
sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga pegawai yang bersangkutan lebih
maju dalam melaksanakan tugas tertentu.
Pelatihan sering dianggap sebagai aktivitas yang paling dapat dilihat dan
paling umum dari semua aktivitas kepegawaian. Para majikan menyokong
karenanya lebih produktif, sekalipun manfaat-manfaat tersebut juga harus
diperhitungkan dengan waktu yang tersita ketika para pegawai sedang dilatih.
Motivasi adalah dorongan yang dimiliki individu untuk melakukan tindakan
tertentu berdasarkan kebutuhannya (Cascio, 1995). Dalam skala perusahaan
motivasi individu dapat dipahami sebagai dorongan untuk mencapai tujuan
perusahaan dan dirinya (Robbins, 2001). Motivasi biasanya timbul karena
adanya kebutuhan yang tidak terpuaskan atau kebutuhan yang belum dapat
terpenuhi. Kebutuhan ini akan menimbulkan tekanan dan tegangan sehingga
akan menciptakan dorongan atau upaya untuk memenuhi kebutuhannya
tersebut. Pada saat kebutuhan tersebut dapat terpuaskan maka individu akan
mengalami penurunan tekanan.
Motivasi dan prestasi kerja mempunyai hubungan yang positif
(Armstrong, 1989). Artinya meningkatnya motivasi akan menghasilkan lebih
banyak usaha dan prestasi kerja yang lebih baik. Meski demikian, masih dapat
diperdebatkan mengenai pengaruh positif motivasi terhadap prestasi kerja
ataukah perbaikan prestasi akan meningkatkan motivasi karena menimbulkan
Melalui pelatihan dan motivasi akan berpengaruh pada peningkatan
kinerja karyawan. Untuk mengikuti pelatihan diperlukan motivasi agar
memberikan hasil yang maksimal. Dengan adanya motivasi pelatihan ini maka
kinerja karyawan akan maningkat.
Kinerja adalah gabungan perilaku dengan prestasi dari apa yang
diharapkan dan pilihannya atau bagian syarat-syarat tugas yang ada pada
masing- masing individu dalam organisasi (Waldman, 1994). Pendapat lain
menunjukkan bahwa kinerja adalah kualitas dan kuantitas pekerjaan yang
diselesaikan oleh individu atau kelompok sesuai dengan tanggung-jawabnya
(Mangkunegara, 2001). Dari kedua definisi itu dapat disimpulkan bahwa kinerja
terdiri dari tiga komponen yaitu komponen kualitas, kuantitas dan efektifitas
dimana ketiga komponen ini tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang
lainnya. Oleh karena itu kinerja karyawan dapat dilihat dari sudut pandang
kualitas, kuantitas dan efektifitas.
Kualitas identik dengan mutu, mutu adalah karakteristik produk atau jasa
yang ditentukan oleh pemakai atau pelanggan dan diperoleh melalui pengukuran
proses perbaikan yang berkelanjutan (Sadikin, 2005). Artinya kualitas harus
dilihat dari persepsi pelanggan. Bagi pelanggan, kualitas merupakan atribut dari
suatu produk. Ada enam elemen dari kkuallitas produk yaitu performance,
durability, feature, reliability, consistency dan design (Irawan , 2002).
Kuantitas dapat diartikan sebagai jumlah pekerjaan yang diselesaikan
oleh seorang karyawan dalam suatu periode pada waktu tertentu. Kuantitas kerja
berkaitan dengan jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Penekanannya pada
produk yang dihasilkan dengan standar waktu tertentu. Standar ini merupakan
pedoman untuk melaksanakan suatu pekerjaan sehingga apabila ada karyawan
yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan maka karyawan tersebut telah mempunyai motivasi yang baik, dalam
artian karyawan tersebut telah berupaya untuk dapat memenuhi standar yang
ditetapkan. Peningkatan kuantitas hasil produksi akan tercapai apabila karyawan
tersebut mamiliki ketrampilan, keahlian dan perilaku yang baik.
Bernandin dan Russel (1993) mangemukakan ada enam kriteria primer
yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja karyawan yaitu :
1. Quality merupakan tingkat sejauh mana, proses atau hasil pelaksanaan
kegiatan mendekati tujuan yang diharapkan.
2. Quantity merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah,
jumlah unit atau jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
3. Timelines merupakan lamanya suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang
dikehendaki, dengan memperhatikan jumlah output lain serta waktu yang
tersedia.
4. Cost effectiveness adalah besarnya penggunaan sumber daya organisasi guna
mencapai hasil yang maksimal atau pengurangan kerugian dari setiap unit
penggunaan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya.
5. Need for supervision adalah kemampuan karyawan untuk dapat
melaksanakan fungsi pekerjaan tanpa memerlukan pengawasan seorang
supervisor untuk mencegah tindakan yang tidak didinginkan
6. Interpersonal impact merupakan kemampuan seorang karyawan untuk
memelihara harga diri, nama baik dan kemampuan kerja sama di antara
1.2.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang
menjadi pokok permasalahannya adalah :
1. Apakah ada pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT. SARI ROTI
CIKARANG ?
2. Apakah ada pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. SARI ROTI
CIKARANG ?
1.3.Tujuan Penelitian
3. Untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kinerja karywan pada PT. SARI
ROTI CIKARANG ?
4. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja karywan pada PT. SARI
ROTI CIKARANG ?
1.4.Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan yang bermanfaat
untuk membantu perusahaan dalam mengambil langkah-langkah dengan tujuan
meningkatkan kinerja karyawan yaitu dengan cara memberikan pelatihan yang
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Pengertian Pelatihan
Pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai non managerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas.
Karyawan professional seolah menjadi dambaan bagi setiap perusahaan, dimana karyawan adalah faktor yang berperan penting dalam perusahaan. Melalui pelatihan diharapkan karyawan bisa memenuhi standar ideal yang ditentukan oleh perusahaan dengan potensi yang dimiliki seorang karyawan baik ketrampilan, pengetahuan maupun sikap yang dapat ditingkatkan pada saat pelatihan.
2.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelatihan
1. Dukungan Manajemen puncak
2. Komitmen para spesialis dan generalis dalam pengelolaan SDM 3. Perkembangan teknologi
4. Kompleksitas organisasi 5. Gaya belajar
6. Kinerja fungsi-fungsi menejemen SDM lainnya
2.1.3 Sasaran Pelatihan
Sasaran pelatihan dan pengembangan SDM menurut Edy Sutrisno (2009:69) adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Produktivitas
Pelatihan dapat meningkatkan performance kerja pada posisi jabatan yang sekarang. Kalau level of performance-nya naik/meningkat, maka berakibat peningkatan pada produktivitas
2. Meningkatkan Mutu Kerja
Peningkatan baik kualitas maupun kuantitas. Tenaga kerja yang berpengetahuan jelas akan lebih baik dan akan lebih sedikit berbuat kesalahan dalam organisasi.
3. Meningkatkan ketepatan dalam perencanaan SDM
Pelatihan yang baik bisa mempersiapkan tenaga kerja untuk keperluan dimasa yang akan datang. Apabila ada lowongan-lowongan, maka akan secara mudah diisi oleh tenaga-tenaga dari dalam
Apabila perusahaan menyelenggarakan program pelatihan yang tepat, maka iklim dan suasana organisasi pada umumnya akan menjadi lebih baik. Dengan iklim kerja yang sehat, maka moral kerja juga akan meningkat.
5. Menjaga kesehatan dan keselamatan
Suatu pelatihan yang tepat dapat membantu menghindari timbulnya kecelakaan-kecalakaan akibat kerja. Selain dari pada itu lingkungan kerja akan menjadi lebih aman dan tentram.
6. Menunjang pertumbuhan pribadi
Dimaksudkan bahwa program pelatihan yang tepat sebenarnya member keuntungan kedua belah pihak yaitu perusahaan dantenaga kerja itu sendiri.
2.1.5 Perlunya Pelatihan
Setiap Organisasi, perlu mengadakan program pelatihan dan pengembangan karyawan untuk kemajuan organisasi. Perlunya diselenggarakan program pelatihan dan pengembangan diantaranya karena : 1. Karyawan baru butuh pengenalan pekerjaan.
2. Karyawan yang ditempatkan pada pekerjaan lama. 3. Kurang persiapan dalam mengangkat karyawan baru. 4. Fasilitas baru diberikan dalam kegiatan tertentu. 5. Penemuan atau alat dan cara baru.
6. Pengawas, administrator.
7. Hubungan dengan kantor lain dan dengan masyarakat.
8. Karyawan ingin menambah pengetahuan, keterampilan dan mengubah sikap
2.1.6 Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Pelatihan
Tujuan umum dan tujuan khusus pelatihan menurut Sedarmayanti (2013:170)adalah sebagai berikut :
a. Tujuan Umum Pelatihan
Tujuan umum pelatihan adalah meningkatkan produktivitas organisasi, dengan melalui berbagai kegiatan antara lain :
1. Mengembangkan pengetahuan sehinggga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional.
2. Mengembangkan keterampilan/keahlian, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan efektif.
3. Mengembangkan/merubah sikap, sehingga menimbulkan kemauan kerjasama dengan sesama karyawan dan manajemen (pimpinan).
b. Tujuan Khusus Pelatihan
5. Balas jasa tidak langsung. 6. Kesehatan dan keselamatan kerja.
7. Cegah kadaluarsa pengetahuan dan keterampilan. 8. Pengembangan diri.
2.3 PREVIOUS RESEARCH
Author (Year) Tittle The Result Of Research
Mareta Kemala pelatihan yang iikuti karyawan dikuti dengan baik sehingga karyawan dapat belajar langsung kelapangan dan tidak selamanya kinerja karyawan kurang
DAFTAR PUSTAKA...
Author (year) Tittle The Result Of Research
Lita Lestari,
- Pelatihan dan motivasi secara bersama-sama terhadap
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pelatihan kerja mereka yang akan berakibat pada peningkatan kinerja karyawan.
Effects of Human Resources Training on Employee Perceived Performance: Comparison of Somalia-Turkiye Telekommunication Bussinesses
As it was supported by the previous literature, the training provided to employees of an organization improved their perceived performance. The positive impacts of training on performance will be pointed out more in the upcoming years.
T. Rajeswari*; Dr. P.
Palanichamy, (2015)
Effects of employee training on the performance of North-American firms
Studi Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
Syahrul, Alfattory Rheza. "Pengaruh Disiplin Kerja dan Pelatihan Sangat berperan dalam Produktivitas Kerja Karyawan pada Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padang." Economica 5.1 (2016): 27-38. Web.
Sari, Mareta Kemala. "Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Account Officer (Ao) Kredit Komersial Bank Bri Sumatera Barat." Economica 2.1 (2015): 59-66. Web.
Lubis, Khairul Akhir. (2008). Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) Medan. Medan: Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.
Nursanti, Aldila. (2014). Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pemberian Intensif Terhadap Kinerja Karyawan CV Kedai Digital Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Abdulahi, Burhan, and Ebru Aykan. "Effects of Human Resources Training on Employee Perceived Performance: Comparison of Somalia-Turkiye Telekommunication
Bussinesses." Archives of Business Research 4.6 (2016): n. pag. Web.
Rajeswari, T. Rajeswari T., and Dr. P. Palanichamy Dr. P. Palanichamy. "Impact of Training and Development on Employee Performance in Select Public Sector organizations." International Journal of Scientific Research 3.4 (2012): 1-3. Web.
BAB III
Metode Penelitian
Theoritical framework & Hypothesis
Theoritical Framework menggambarkan keterkaitan antar lebih dari satu variabel yang dianggap terintegrasi pada dinamika situasi yang sedang diteliti atau diinvestigasi.
Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan produksi PT Sari Roti Cikarang.
memadai sebagai hasil dari pelatihan dapat menguntungkan bagi karyawan maupun pihak perusahaan itu sendiri.
Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan produksi PT Sari Roti Cikarang
Motivasi merupakan suatu dorongan yang tidak kalah penting untuk membangkitkan semangat karyawan dalam meningkatkan kinerja yang baik bagi suatu perusahaan. Perusahaan yang dianggap serius menunjukan kepeduliannya terhadap para karyawan dengan memberikan motivasi baik berupa dukungan moril ataupun bonus berupa uang dan lain-lain terhadap hasil kinerja karyawan merupakan faktor penting yang dapat menciptakan kondisi kerja yang memadai bagi karyawan.
Pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kinerja karyawan produksi PT Sari Roti Cikarang
Dengan adanya pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi karyawan untuk memahami aturan yang ada serta tujuan yang harus dicapai karyawan produksi dalam performance kerja yang akan dinilai atasan, serta pengaruh motivasi yang diberikan perusahaan untuk mengayomi karyawan-karyawannya. Karyawan produksi PT Sari Roti akan memiliki kinerja yang baik.
Independent variable Dependent variable Pelatihan(X1)
Motivasi(X2)
Kinerja Karyawan Produksi PT Sari Roti
keahlian tertentu serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawab dengan semakin baik sesuai dengan standar (Kaswan 2011:77)
Kinerja atau prestasi kinerja seorang karyawan pada dasarnya adalah hasil kerja seseorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan kemungkinan, misalnya standar, target atau sasaran atau kinerja yang telah ditentukan terlebih dahulu dan elah disepakati bersama ( Srimulyono 199:33)
Motivasi terbentuk dari sikap (attituade) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan. Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal (Mangkunegara 2005:61)
Definisi Operasional Variabel Penelitian Karyawan Produksi PT Sari Roti Cikarang. Yang dimaksud kinerja karyawan produksi PT Sari Roti Cikarang adalah hasil kerja dari karyawan produksi tersebut, pencapaian serta prestasi-prestasi dari karyawan-karyawan tersebut.
Variabel Independen
Variabel independen yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain, variabel ini dinyatakan dalam tanda X. Variabel independen dalam penelitian ini ada dua yaitu:
1. Pelatihan
Pelatihan adalah latihan ataupun arahan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya agar karyawan memahami peraturan serta cara kerja yang sesuai dengan standar yang ada demi mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
2. Motivasi
Hypothesis
Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Hipotesa merupakan kristalisasi dari kesimpulan teoritik yang diperoleh dari telaah pustaka. Secara statistik hipotesis merupakan pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian.
H1 : Pelatihan bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Sari Roti Cikarang
H2 : Motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Sari Roti Cikarang
H3 : Pelatihan dan motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Sari Roti Cikarang
Type of Research
0 Kuantitatif : Penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif cenderung menggunakan analisis.
Kelebihan
1. Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih
akurat dan sulit dibantah
2. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner
3. Kejadian serempak dapat diamati dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer
4. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap moleh alat pengumpul data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian
Kelemahan
1. Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat 2. Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan
3. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi, terutama yang menyangkut kehidupan pribadi yang sangat rahasia
4. Observasi sering menemukan observer yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu dia sedang di observasi
5. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam keadaan tertentu sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan.
Sari Roti Cikarang.
0 Sample adalah bagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang relatif sama dan dianggap dapat mewakili populasi dengan tingkat kesalahan yang masih dapat di toleransi. Adapun sample dalam penelitian ini adalah karyawan produksi PT Sari Roti Cikarang.
0 Adapun cara menentukan sampel kami menggunakan rumus known.
0 Slovin n = N
1 + Ne²
= 180
1 + 180. 0,1²
= 180
2,8
= 64
Pengumpulan data
0 Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis atau daftar pertanyaan yang tersusun dengan baik yang digunakan untuk alat pengumpulan data melalui survei. Masalah penelitian harus dirumuskan secara jelas sebelum menyusun kuesioner
0 Tujuan pembentukan kuesioner sebagai alat memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian dan penjabaran dari hipotesis serta mendapatkan data yang relevan
2. Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain. 3. Pembuatan evaluasi progam bimbingan
4. Untuk mengambil sampling sikap/pendapat dari responden
Subjek dan Objek Penelitian
Bekasi, Maret 2017
Hal : Mohon Bantuan Pengisian Kuisioner Kepada Yth :
Bapak/ Ibu Di
Tempat,
DenganHormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa kami bermaksud mengadakan penelitian pada karyawan PT.Sari Roti Cikarang . Penelitian ini dilaksanakan dalam tugas mata kuliah Research Methodology sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian studi pada program Sarjana Ekonomi, jurusan Managemet. Tentang “PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PRODUKSI DI PT SARI ROTI CIKARANG” Sehubungan dengan maksud di atas, kami sangat mengharapkan bantuan Saudara untuk bersedia mengisi instrumen penelitian ini sesuai dengan pendapat dan pengalaman yang dimiliki. Instrumen ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak seorangpun dapat menelusuri sumber informasinya. Oleh karena itu saudara diharapkan dapat memberikan jawaban sejujur-jujurnya
sesuai dengan keadaan sesungguhnya.
Hormat Kami,
(Chintia,Evie,Nay Regi,Tri)
ANGKET
A. PENGANTAR
Dalam angket yang kami buat dan diedarkan kepada anda dengan maksud untuk mendapatkan informasi yang bselengkap-lengkapnya guna menyelesaikan penelitian dengan judul: (PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PRODUKSI DI PT SARI ROTI CIKARANG). Sehubungan diminta untuk memberikan tanggapan atas pernyataan yang ada pada angket ini sesuai dengan keadaan, pendapat dan perasaan saudara, bukan berdasarkan pendapat umum atau pendapat orang lain. Dalam pengisian jawaban atas pertanyaan di bawah ini tidak ada jawaban yang benar atau salah akan tetapi yang terpenting anda menjawab semua pertanyaan yang ada. Jawaban yang anda berikan semata-mata hanya untuk kepentingan akademis.
Pertanyaan berikut memiliki lima alternatif jawaban, yaitu :
SS : Sangat Setuju, apabila pernyataan yang ada benar-benar menggambarkan keadaan, pendapat dan perasaan saudara.
S : Setuju, apabila pernyataan sesuai dengan keadaan, pendapat dan perasaan saudara. RR : Ragu- Ragu, apabila pernyataan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan keadaan, pendapat dan perasaan saudara.
TS : Tidak Setuju, apabila pernyataan tersebut tidak sesuai dengan keadaan, pendapat dan perasaan saudara.
STS : Sangat Tidak Setuju, apabila pernyataan tersebut benar-benar tidak menggambarkan keadaan, pendapat dan perasaan saudara.
Atas partisipasinya dan kerja sama, kami ucapkan terima kasih.
ANGKET
Variabel Pelatihan SS S RR TS STS
1.Lebih memahami prosedur kerja dengan baik
2. Mampu mengantisipasi masalah dalam pekerjaan
3.Membangun loyalitas pada perusahaan 4. Menerapkan materi training terhadap pekerjaan
5.Menjadikan training sebagai acuan untuk belajar agar lebih baik
Variabel Kinerja SS S RR TS STS
1.Kemampuan saya mencapai tujuan dan sasaran yang ditentukan sudah baik.
2.Saya menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik
3.Saya dapat melaksanakan pekerjaan tepat waktu
4.Saya berusaha lebih keras daripada yang seharusnya
5.Kualitas hasil pekerjaan saya sangat baik
Variabel Motivasi SS S RR TS STS
1. Menjadi termotivasi dengan adanya promosi jabatan
2. Semakin termotivasi dengan adanya tunjangan dan bonus yang diberikan 3. Mampu mengakui kelebihan dan kelemahan dalam diri
tinggi
BAB IV