• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mitigasi Risiko Pada Proses Pengadaan Ba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mitigasi Risiko Pada Proses Pengadaan Ba"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Mitigasi Risiko Pada Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Meutia Layli (15919037) [email protected]

Magister Akuntansi / Universitas Islam Indonesia

Seluruh perusahaan pasti akan memerlukan barang dan jasa untuk menunjang kegiatan produksi ataupun kegiatan lainnya dalam perusahaan. Perusahaan akan mengadakan kegiatan pengadaan untuk memperoleh barang dan jasa tersebut. Berbagai jenis risiko akan dihadapi oleh bagian pengadaan yang mungkin akan muncul pada proses bisnisnya, dan mengakibatkan dampak yang tidak baik, bahakan menganggu kelancaran dalam menjalankan proses bisnis kegiatan pengadaan. Hal ini menyebabkan pemilik proses bisnis dari proses bisnis (bagian pengadaan) harus bertanggung jawab untuk mengelola risiko beserta penyebabnya, yang biasa disebut dengan manajemen risiko. Namun, semakin hari mengelola risiko semakin bertambah sulit dan kompleks yang disebabkan munculnya berbagai persoalan dan dapat menggagalkan kontrak pengadaan atau tidak tercapainya output kontrak pengadaan yang optimal.

(2)

Tahap Input:

a. Dokumen acuan, yaitu dokumentasi pekerjaan yang pernah dilaksanakan sebelumnya, beberapa peraturan terkait, serta prosedur yang berlaku

b. Lingkup pekerjaan, yang merupakan batasan yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan pekerjaan, seperti anggaran, waktu, dan spesifikasi pekerjaan

c. Rencana pengelolaan risiko, yaitu terkait dengan informasi pembagian tugas dan tanggung jawab berbagai pihak yang terlibat, ketetentuan aktifitas pengelolaan risiko, kategori risiko, definisi probabilitas dan dampak risiko, serta matriks probabilitas dampak risiko.

d. Daftar risiko, yaitu hal-hal yang ada pada daftar risiko dan perlu untuk dilakukan pengelolaa risiko

Tahap metode dan instrumen:

a. Asesmen probabilitas dan dampak risiko, yait langkah untuk mengetahui kecenderungan yang spesifik dari risiko

b. Matriks probabilitas dan dampak risiko, yang dilakukan dengan memperhatikan tingkat probabiitas dan dampak risiko tersebut

c. Asesmen kualitas data risiko, diperlukan data yang akurat dan diyakini untuk dapat memenuhi kriteria tersebut

d. Klasifikasi risiko, dapat dilakukan dengan dasar sumber risiko atau tahapan pekerjaan yang terpengaruh oleh risiko

e. Asesmen tingkat urgensi risiko, dilakukan dengan memperhatikan penanganan pada waktu yang dibutuhkan pada gejala awal yang uncul, dan tingkat risiko

(3)

a. Daftar Risiko (diperbarui), daftar yang akan menampilkan daftar risiko yang disusun dengan memperhatikan analisa risiko dengan cara kualitatif, sehingga akan menampilkan data seperti berikut: 1. Skala prioritas risiko pekerjaan

2. Kelompok risiko berdasar klasifikasi

3. Daftar risiko yang membutuhkan penanganan 4. Daftar risiko yang membutuhkan analisa

5. Daftar risiko yang menurut skala prioritas tidak penting, namun tetap dimonitoring

6. Pola kecenderungan (trend) atas hasil analisa risiko

Sumber:

https://docs.google.com/viewerng/viewer?

url=http://mmt.its.ac.id/download/SEMNAS/SEMNAS

%2520XIX/MI/19.%2520Chendrasari%2520Wahyu

%2520Oktavia.pdf&hl=en_US

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini akan dilakukan analisis risiko dan merancang aksi mitigasi risiko dengan mengaplikasikan model House of Risk (HOR).. Pemetan aktivitas

5 Mendokumen tasikan sebagai risiko dapat diterima Daftar risiko dengan nilai risiko yang sudah dipisahkan tingkat risikonya dari tertinggi sampai terendah

Dari API RBI 581 maka langkah mitigasi yang cocok digunakan untuk mengurangi besarnya konsekuensi kegagalan adalah inventory blowdown, sehingga besarnya

Hasil perlakuan risiko dilakukan dengan mengisi daftar checklist yang tersedia. Perilaku risiko merupakan bagaimana cara perusahaan mengelola dan memperlakukan risiko. Di dalam

Kemudian untuk menampilkan hasil evaluasi risiko setiap tingkatan rantai pasok dapat dilakukan dengan mengklik menu Risiko SCM, sehingga akan tampil tampilan sistem

Hal tersebut merupakan salah satu risiko audit yang masuk dalam jenis risiko deteksi karena dengan penolakan kerjasama agen akan menjadikan tim

Dengan menggunakan analisa kualitatif ( Qualitative analysis ) dan kuantitatif ( Quantitative analysis ) yang hanya terbatas pada Biaya, hasil dari perhitungan didapat risiko

Analisa risiko dimaksudkan untuk mengukur risiko dengan cara melihat potensial terjadinya seberapa besar severity (kerusakan) dan probabilitas terjadinya risiko tersebut. Penentuan