• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rezim Politik dan Pertumbuhan Ekonomi An

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rezim Politik dan Pertumbuhan Ekonomi An"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

FADILLA SARASWATI & BUNGA HAYATI

Rezim Politik dan Pertumbuhan Ekonomi

Rezim suatu negara pasti mempengaruhi kondisi perekonomian negara tersebut. Dalam tulisannya, Adam Przeworski dan Fernando Limongi memperlihatkan argumen-argumen yang mendukung serta menolak rezim politik dictator dan rezim politik demokratis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

(2)

FADILLA SARASWATI & BUNGA HAYATI

Dilain pihak ada argument yang mendukung bahwa rezim yang diktator mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena menciptakan perekonomian yang stabil. Negara yang kuat juga mampu menekan tingginya angka konsumsi, sehingga meningkatkan jumlah investasi. Dan penekanan terhadap angka konsumsi itu tidak dapat diwujudkan di negara demokratis. Negara demokrasi membuka kesempatan untuk mengintervensi hak milik orang lain sehingga perekonomian menjadi tidak stabil. Untuk mengatasinya diperlukan negara yang kuat untuk menjaga dan melindungi hak milik dari gangguan-gangguan pribadi/swasta. Namun sejatinya ini adalah sebuah dilema dimana kekuatan negara diperlukan tetapi justru kekuatan itu juga menjadi ancaman yang potensial pula.

Bukti statistik yang ditemukan oleh Przeworski dan Limongi merangkum 18 studi dan dihasilkan 21 temuan, 8 temuan mendukung bahwa demokrasi mendorong pertumbuhan, 8 penemuan lainnya mendukung autoritarianisme mendorong pertumbuhan, dan 5 lainnya tidak memperlihatkan perbedaan. Tapi bukti statistik itu tidak mendukung studi yang dihasilkan sehingga membuat kecacatan dalam studinya. Sebagian kritikus beranggapan kalau kediktatoran lebih baik dalam memobilisasi tabungan, disisi lain pembela demokrasi berpendapat kalau demokrasi lebih baik dalam mengelola investasi. Dan kedua hal tersebut benar adanya. Hingga di akhir muncul pemikiran kalau sebenarnya rezim politik dan pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya tidak ada hubungannya. Politik memang mempengaruhi perekonomian, tapi rezim sendiri belum tentu mempengaruhi pembangunan.

Sampai sekarang perdebatan tentang rezim mana yang lebih baik dalam mendukung pembangunan ekonomi belum ditemukan jawabannya. Karena hasil dari penelitian-penelitiannya belum ada yang benar mendukung rezim otoriter ataupun yang benar-benar mendukung rezim diktator. Sehingga masih dibuka kesempatan yang selebar-lebarnya untuk meneliti lebih lanjut.

Bibliography

(3)

FADILLA SARASWATI & BUNGA HAYATI

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat disimpulkan konsumsi mampu mendorong pertumbuhan sehingga pemerintah Indonesia dapat menggunakan konsumsi sebagai stimulus permintaan agregat. Dengan

Dengan demikian dapat disimpulkan konsumsi mampu mendorong pertumbuhan sehingga pemerintah Indonesia dapat menggunakan konsumsi sebagai stimulus permintaan agregat.. Dengan

Justru Al-Ghazalilah yang melakukannya, karenanya Mernissi menganggap bahwa bahwa ada kekeliruan dari para pemikir Islam, yang tidak melihat poligami sesungguhnya

Dalam model Solow, tabungan akan mendorong pertumbuhan untuk sementara, tetapi pengembalian modal yang kian menurun pada akhirnya akan mendorong

Jelas, dengan memperhitungkan bahwa teori kebudayaan lebih bersifat idealistis (berangkat dari dalam pemikiran), sedangkan teori struktural lebih bersifat

Teori ini merupakan hasil pemikiran R. Teori ini juga berdasarkan hipotesa Malthus bahwa penduduk suatu negara akan cenderung meningkat apabila pendapatan per kapita

Kinerja  KAPET  Palapas  dalam  kurun  waktu  2008‐2012  masih  belum  mampu  menunjukkan  kinerja  yang  positif  dan  masih  belum  mampu  untuk  dapat 

Masalah ekonomi yang meliputi kesenjangan sosial, keengganan terhadap hutang riba yang dipraktekan dalam konteks pinjaman luar negeri yang ditopang oleh rezim neoliberalisme