Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3

24 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sudah banyak diterapkan diberbagai tempat kerja (industri). Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman, dan tujuan akhirnya adalah mencapai produktivitas setinggi-tingginya. Upaya K3 diharapakan dapat mencegah dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat melakukan pekerjaan. Maka dari itu K3 mutlak untuk dilaksanakan pada setiap jenis bidang pekerjaan tanpa kecuali.

Saat ini sering terjadi kecelakaan kerja di bidang industri Kelistrikan yang dapat menyebabkan kematian pada lapangan kerja. Bahkan hingga saat ini, kecelakaan kerja di bidang industri Kelistrikan menjadi momok yang menakutkan di kalangan pekerja industri.

Maka untuk membantu pekerja yang takut akan kejadian itu ataupun yang trauma maka memang sangat penting di paparkannya Kesehatan dan Keselamatan Kerja di bidang Kelistrikan itu guna menunjang karir para pekerja supaya tidak perlu lagi merasa takut jika mengikuti setiap keselamatan yang diberitahukan.

Listrik merupakan aliran elektron dari sebuah objek melalui konduktor (penghantar listrik yang baik), elektron juga merupakan partikel terluar dari atom yang bermuatan negatif.

Sedangkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam bidang Kelistrikan adalah pemahaman tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam penerapannya pada bidang Kelistrikan untuk menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai tujuan penggunanya dan mencegah timbulnya bahaya akibat listrik, seperti bahaya sentuh langsung, bahaya sentuh tidak langsung, dan kebakaran.

Perasaan takut ataupun trauma dari serangan listrik yaitu adanya kerusakan yang disebabkan oleh aliran listrik yang tinggi maupun rendah yang mengaliri tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun terganggunya fungsi organ.

(2)

Oleh karena itu, sangat diperlukan pengetahuan dan penerapan ilmu tentang kesehatan dan keselamatan kerja pada bidang industri Kelistrikan yang bertujuan untuk menekan serendah mungkin tingkat resiko kecelakaan kerja yang terjadi pada pekerja sehingga efisiensi hasil kerja lebih optimal.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan dipaparkan berbagai faktor keselamatan dan kesehatan kerja pada bidang kelistrikan. Dimana hal ini sangat perlu untuk diterapkan dalam pekerjaan yang di maksud di atas. Hal yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut:

1. Apa manfaat energy listrik bagi kehidupan manusia ? 2. Apa aspek-aspek pencegahan kecelakaan listrik ? 3. Apa efek arus listrik terhadap tubuh manusia ?

4. Apa factor-faktor yang menentukan efek arus listrik terhadap tubuh manusia ? 5. Apa langkah-langkah aman bekerja pada instalasi listrik ?

6. Apa prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bidang kelistrikan ?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui manfaat energy listrik bagi kehidupan manusia. 2. Untuk mengetahui aspek-aspek pencegahan kecelakaan listrik. 3. Untuk mengetahui efek arus listrik terhadap tubuh manusia.

4. Untuk mengetahui factor-faktor yang menentukan efek arus listrik terhadap tubuh manusia.

5. Untuk mengetahui langkah-langkah aman bekerja pada instalasi listrik.

6. Untuk mengetahui prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bidang kelistrikan.

1.4 Batasan Masalah

(3)

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Manfaat Energi Listrik Bagi Kehidupan Manusia

2.1.1 Pengertian Energi Listrik

Gambar 1. Energi Listrik

(4)

(positif atau negatif) dalam zat cair atau gas. Energi listrik dinamis dapat diubah menjadi

energi lain dengan tiga komponen dasar, sesuai dengan sifat arus listriknya. (3)

Ada dua jenis arus listrik yaitu arus listrik searah atau biasa disebut arus DC dan arus listrik bolak-balik atau yang biasa disebut arus AC.

Satuan arus listrik adalah ampere ( A ), tegangan listrik mempunyai satuan volt ( V ) dan daya listrik memiliki satuan watt ( W ).

Energi listrik sangat bermanfaat dalam menunjang kerja manusia. Energi listrik dapat dihasilkan dari sumber energi alam seperti angin atau panas matahari dan telah menjadi kebutuhan yang paling banyak digunakan di dunia sejak penemuannya.

Bahan bakar fosil dan batu bara adalah contoh dari jenis gas yang juga dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Petir juga bentuk lain dari listrik.

Baterai juga merupakan salah satu contoh kecil dari manfaat listrik. Tapi baterai diperlukan untuk dikenakan pada listrik dengan voltage kecil, dan apabila diperlukan, dapat sangat berguna dalam melayani tujuannya. Pengadaan listrik pada peralatan

elektronik kecil, misalnya jam dinding, remote tv, handphone, dan lain sebagainya (2)

Pada dasarnya listrik sangat bermanfaat, namun pada saat yang sama berbahaya terutama ketika listrik hidup terkena lingkungan.

Kita lihat di dalam rumah kita diberbagai sudut, banyak alat yang menggunakan listrik karena listrik sangat berguna bagi manusia. Listrik mempunyai manfaat yang sangat besar, kita bisa menggunakannya untuk memasak, untuk menyalakan lampu, menghidupkan radio dan berbagai macam yang lain.

2.1.2 Manfaat listrik bagi kehidupan manusia

Dalam pemanfaatannya listrik dibedakan menjadi tiga, yaitu : A. Listrik sebagai penghasil cahaya

(5)

panas dan mengakibatkan lampu berpijar (bersinar). Kawat wolfram ini bersifat halus dan berhambatan tinggi.

B. Listrik sebagai penghasil panas

Jika listrik sebagai penghasil panas kita aplikasikan pada alat yang menggunakan elemen pemanas. Biasanya digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti untuk memasak (kompor listrik), untuk menanak nasi (magic com), untuk menyetrika (setrika listrik), dan masih banyak lagi alat yang menggunakan pemanas. Cara kerjanya ialah bila arus mengalir pada nikel atau elemen pemanas maka akan mengakibatkan panas.

C. Listrik sebagai penghasil gerak

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai berbagai macam kebutuhan yang menggunakan listrik untuk menghasilkan gerak. Contohnya motor, mobil, kipas angin dan lain-lain. Alat ini menghasilkan gerak untuk memudahkan manusia dalam segala aktivitasnya. Cara kerjanya yaitu bila arus mengalir pada rangkaian motor. Kemudian motor berputar dan menghasilkan angin dengan cara diberi baling-baling pada ujung motor.

2.2 Aspek – Aspek Pencegahan Kecelakaan Listrik

Mencegah terjadinya kecelakaan adalah hal yang lebih penting dibandingkan dengan mengatasi terjadinya kecelakaan hal ini disebabkan karena kecelakaan dapat merugikan berupa material dan dapat menimbulkan kematian.oleh sebab itu pencegahan

jauh lebih penting di bandingkan mengatasi kecelakaan. (1)

Pada pekerjaan atau kegiatan yang berhubungan dengan listrik hendaknya kita perlu memperhatikan hal-hal apa saja yang harus kita lakukan untuk mencegah kecelakaan yang diakibatkan oleh listrik, agar kita terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh listrik.

2.2.1 Pencegahan kecelakaan listrik

Berikut ini adalah aspek-aspek pencegahan kecelakaan listrik, yaitu : A. Proteksi dari kejut listrik

- Proteksi dari sentuhan langsung

Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian aktif instalasi (sentuh langsung) dengan salah satu cara di bawah ini:

(6)

b) Membatasi arus yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil

- Proteksi dari sentuh tak langsung

Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian konduktif terbuka dalam keadaan gangguan (sentuh tak langsung) dengan salah satu cara di bawah ini:

a) Mencegah mengalirnya arus gangguan melalui badan manusia atau ternak;

b) Membatasi arus gangguan yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus kejut listrik;

c) Pemutusan suplai secara otomatis dalam waktu yang ditentukan pada saat terjadi gangguan yang sangat mungkin menyebabkan mengalirnya arus melalui badan yang bersentuhan dengan bagian konduktif terbuka, yang nilai arusnya sama dengan atau lebih besar dari arus kejut listrik.

CATATAN :

“ Untuk mencegah sentuh tak langsung, penerapan metode ikatan penyama potensial adalah salah satu prinsip penting untuk keselamatan.”

B. Proteksi dari efek termal

Instalasi listrik harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak ada risiko tersulutnya bahan yang mudah terbakar karena tingginya suhu atau busur api listrik. Demikian pula tidak akan ada risiko luka bakar pada manusia maupun ternak selama perlengkapan listrik beroperasi secara normal.

C. Proteksi dari arus lebih

Manusia atau ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari cedera, dan harta benda diamankan dari kerusakan karena suhu yang berlebihan atau stres elektromekanis karena arus lebih yang sangat mungkin timbul pada penghantar aktif. Proteksi ini dapat dicapai dengan salah satu cara di bawah ini:

(7)

b) Pembatasan arus lebih maksimum, sehingga nilai dan lamanya yang aman tidak terlampaui.

D. Proteksi dari arus gangguan

Penghantar, selain penghantar aktif, dan bagian lain yang dimaksudkan untuk menyalurkan arus gangguan harus mampu menyalurkan arus tersebut tanpa menimbulkan suhu yang berlebihan.

CATATAN :

a) Perhatian khusus harus diberikan pada arus gangguan bumi dan arus bocoran;

b) Untuk penghantar aktif yang memenuhi 2.1.4.1, terjamin proteksinya dari arus lebih yang disebabkan oleh gangguan.

E. Proteksi dari tegangan lebih.

Manusia atau ternak harus dicegah dari cedera dan harta benda harus dicegah dari setiap efek yang berbahaya akibat adanya gangguan antara bagian aktif sirkit yang disuplai dengan tegangan yang berbeda.

Manusia dan ternak harus dicegah dari cedera dan harta benda harus dicegah dari kerusakan akibat adanya tegangan yang berlebihan yang mungkin timbul akibat sebab lain (misalnya: fenomena atmosfer atau tegangan lebih penyakelaran).

2.2.2 Syarat-syarat umum instalasi listrik

Disamping persyaratan umum instalasi listrik dan peraturan mengenai kelistrikan yang berlaku harus di perhatikan pula syarat-syarat dalam pemasangan antara lain :

(8)

Artinya instalasi listrik harus direncanakan sesederhana mungkin sehingga harga dari ongkos pemasangan,pemeliharaan semurah mungkin. Sebagai contoh : arus yang bocor yang meyebabkan arus listrik dapat mengalir di permukaan tembok dan dengan itu pula dapat menjadi tambahan perbaikan yang cukup mahal.

b. Syarat Keamanan

Artinya instalasi listrik harus tidak membahayakan keselamatan bagi manusia, peralatan, serta benda-benda dan bangunan dari bahaya listrik. Selain itu syarat keamanan juga terbagi atas 2 macam yaitu :

1. Syarat keamanan (perencanaan kerja)

Instalasi listrik harus di buat sedemikian rupa sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil, aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan dan benda-benda sekitarnya dari kerusakan akibat adanya gangguan seperti : gangguan hubungan singkat, tegangan lebih, beban lebih dsb.

Agar instalasi listrik tidak membahayakan jiwa manusia, maka pemasangan instalasinya harus memenuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan disamping itu, untuk mengamankan instalasi listrik dari kerusakan-kerusakan akibat gangguan seperti hubungan singkat, beban lebih maupun tegangan lebih (akibat sambaran petir) maka pada instalasi tersebut di pasang alat-alat pengaman yang sesuai misalnya sekring, pemutus daya dsb.

2. Syarat keamanan (kelangsungan kerja)

Kelangsungan Pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik,jadi instalasi listrik harus direncanakan sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputus atau terhentinya aliran listrik,jika masih tetap ada gangguan-gangguan yg terjadi mengakibatkan terhentinya aliran listrik maka harus cepat diperbaiki keandalan bebannya,keandalan beban dapat dibagi menjadi beberapa tingkat yaitu :

(9)

 Beban yang memerlukan keandalan yang sangat tinggi walaupun terhenti aliran listrik tidak dapat meyebabkan kematian. Sebagai contoh : gangguan tegangan yang berlebihan seperti koslet dan overload.

3. Syarat keandalan

Artinya instalasi listrik harus memiliki kerja yang sangat baik dan kekuatan yang oktimal sehingga tidak membahayakan dan merugikan pengguna listrik.Keandalan dibagi menjadi beberapa kategori yaitu :

a. Keandalan yang sangat-sangat tinggi, misalnya : instalasi untuk rumah sakit harus direncanakan semaksimal mungkin karena terhentinya aliran listrik dapat meyebabkan kematian.

b. Keandalan yang sangat tinggi, misalnya : instalasi untuk industri yang harus direncanakan secara baik karena terhentinya aliran listrik dapat meyebabkan kerusakan dan meyebabkan kerugian.

c. Keandalan yang baik, misalnya : instalasi pabrik-pabrik harus direncanakan dengan baik bila terhentinya aliran listrik akan menimbulkan kerugian.

d. Instalasi yang mutu nya terjamin hal ini berarti konsumen mendapat aliran listrik degan ukuran yang normal, yaitu kerugian tegangan (normal) = 2%

Keandalan yang mudah di perluas, Sebagai contoh : sambungan yang tidak bagus Standar keselamatan kerja Dalam pengolongan sebagai keselamatan kerja antaranya :

a. Pelindungan badan meliputi : pelindung mata, tangan, hidung, kaki, kepala dan telinga.

b. Pelindung mesin sebagai tindakan untuk melindungi mesin dari bahaya yang mungkin timbul dari luar atau dari dalam atau dari pekerja itu sendiri.

(10)

Pengaman ruangan meliputi: pelindung kebakaran,sistem alarm air

hidram, penerangan yang cukup, fentilasi yang baik dsb. Dan agar

keselamatan kerja terjalin maka harus melaksanakan kewajiban antara

lain: harus di berikan instruksi dengan benar kepada anak buah secara

tepat dan aman untuk tiap-tiap bagian yang akan di kerjakan,jika

terjadinya kecelakaan, seorang instruksi berkewajiban menyelidiki

terjadinya sebab-sebab kecelakaan dan kerusakan yang terjadi.

2.3 Efek Arus Listrik Terhadap Tubuh Manusia

Kesetrum (tersengat listrik) dalam bahasa Indonesianya adalah istilah yang sering digunakan oleh orang awam dan tersengat listrik dapat mengakibatkan kaget, shock, sesak nafas, terengah-engah, tekanan darah menurun, pusing, mual, muntah, terbakar,

bahkan nyawa pun bias lenyap dalam seketika

.

(5)

Ketika seseorang tersengat listrik maka terjadi perpindahan elektron secara berantai dari setiap atom yang terpengaruh di tubuhnya. Atom adalah bagian terkecil dari sutu unsur, sedangkan unsur ialah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Atom dalam rubuh manusia berarti bagian terkecil dari unsur-unsur yang menyusun tubuh manusia. Perlu diketahui pula bahwa elektron ialah penyusun atom

yang bermuatan negatif. Arus listrik merupakan aliran elektron. (6)

Lampu di rumah-rumah bisa menyala karena ada elektron yang diberi jalan melewati dan memanaskan kawat pijar di dalam bola lampu hingga menyala. Semua arus listrik akan menjalani siklus mulai dari tempat pemberangkatan listrik di pembangkit listrik lalu melewati alat-alat listrik di rumah-rumah, dan kemudian berakhir di tanah/bumi (ground). Tubuh manusia merupakan konduktor sehingga apabila salah satu anggota tubuh menyentuh listrik dan anggota tubuh lain menyentuh tanah (ground), maka akan mengalir arus listrik melalui tubuh.

Tubuh manusia merupakan jalan tercepat bagi arus listrik untuk mencapai ground. Apabila terdapat hambatan dalam tubuh, maka sebagian energi untuk perpindahan elektron tersebut berubah menjadi energi panas. Rasa sakit yang dialami merupakan akibat perpindahan elektron yang merangsang saraf-saraf secara berlebihan.

(11)

Arus minimal yang bisa dirasakan oleh manusia adalah sekitar 1 mA. Arus ini bisa menimbulkan pada jaringan atau fibrilasi jika cukup tinggi. Kematia yang disebabkan oleh kejutan listrik dapat disebut dengan elektrokusi. Umumnya, arus yang mencapai 100 mA adalah fatal jika melewati bagian sensitif dari badan.

Tanah merupakan penghantar yang baik, karena tanah biasanya lembab, atau biasanya juga ada hubungan dengan netral (ground) untuk beberapa instalasi atau karena instalasinya jelek. Maka dari itu digunakan sepatu safety saat mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan listrik.

Jantung sebagai organ tubuh yang paling rentang terhadap pengaruh aliran arus listrik. Ada empat batasan jika kita tersengat arus listrik :

1. (0,1 mA – 0,5 mA) : Jantung tidak berpengaruh sama sekali bahkan dalam jangka waktu yang lama.

2. (0,5 mA – 10 mA) : Jantung bereaksi dan rasa kesemutan muncul di permukaan kulit. Diatas 10 mA – 200 mA jantung sampai jangka waktu maksimal 2 detik. 3. (200 mA – 500 mA ) : Jantung merasakan sengatan kuat dan terasa

sakit, jika melewati 0,5 detik masuk daerah bahaya.

4. ( diatas 500 mA ) : Jantung akan rusak dan secara permanen dapat merusak sistem peredaran darah serta berakibat kematian.

Faktor yang berpengaru ada dua, yaitu besarnya arus mengalir ke tubuh dan lama waktu menyentuh. Tubuh manusia memiliki tahanan Rk sebesar 1000Ω = 1kΩ, dan pada saat tangan menyentuh tegangan PLN 220 V, arus yang mengalir sebesar :

Arus 1k sebesar 200 mA dalam hitungan milidetik tidak membahayakan jantung, tetapi di atas 0,2 detik sudah berakibat fatal, bisa melukai bahkan bisa mematikan.

Bahaya / dampak sengatan listrik pada manusia :

a. Psychological Shock (Kejutan Listrik)

Besar shock yang dirasakan akibat sengatan listrik sangat bergantung kepada besarnya tegangan, durasi, arus, jalur aliran, frekuensi, dan lain-lain. Kaget atau kejutan listrik sudah mulai dapat dirasakan untuk DC 5 – 10 mA dan untuk AC 1 – 10 mA pada

frekuensi 60 Hz. (5)

b. Ventricular Fibrillation (Fibrilasi Otot Jantung)

(12)

Fibrillation adalah kontraksi serat otot jantung yang cepat, tidak beraturan, tidak singkron jika terkena arus yang cukup besar (frekuensi 50 – 60 Hz) untuk AC dengan arus 60 mA dan 300 – 500 mA untuk DC, tapi bila aliran listrik langsung berada di jalur menuju jantung, arus lebih kecil dari 1 mA sudah dapat menyebabkan Fibrillation). Hal ini dapat berbahaya karena sel-sel otot bergerak tidak beraturan sehingga jantung mengalami gangguan saat menjalankan fungsinya sebagai alat pemompa darah. Bila besar arus yang masuk mengacaukan jantung melebihi 200 mA maka otot jantung sudah tidak dapat digerakkan lagi yang menyebabkan kematian manusia.

c. Burns (Luka Bakar)

Luka bakar diakibatkan pemanasan jaringan akibat menerima tegangan tinggi 500 – 1000 Volt. Bahkan pada tegangan 16 Volt bisa berakibat fatal pada manusia jika terkena organ penting seperti jantung.

d. Neurological Effect

Sengatan listrik juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf jika terutama jantung dan paru-paru. Sengatan listrik yang tidak mematikan bisa menyebabkan Neuropathy (gangguan, kerusakan, ketidak seimbangan dalam sistem saraf peripheral). Gejala penderita Neuropathy adalah otot bekerja lemah, tegang dan kejang. Kehilangan keseimbangan dan koordinasi juga muncul.

2.4 Faktor – Faktor yang Menentukan Efek Arus Listrik Terhadap Tubuh

Manusia

(13)

1. Ukuran fisik bidang kontak

Semakin besar dan luas bidang kontak antara tubuh dan perlengkapan listrik, semakin rendah hambatan instalasinya, semakin banyak arus listrik yang mengalir

melewati tubuh dan akibatnya semakin parah. (1)

2. Kondisi tubuh

Kondisi tubuh korban maksudnya kondisi kesehatan korban. Apabila yang terkena sengatan listrik tersebut dalam keadaan sakit akibatnya tentu akan lebih parah dari korban yang dalam kondisi prima.

3. Hambatan / tahanan tubuh

Ketika kulit manusia dalam kondisi kering, tahanan tubuh menjadi tinggi dan cukup untuk melindungi bahaya sengatan listrik. Namun, kondisi kulit benar-benar kering sangat jarang dijumpai, kecendrungannya setiap orang akan mengelurkan keringat walaupun hanya sedikit. Oleh karena itu tubuh dianggap selalu basah sehingga tahanan menjadi rendah dan kemungkinan terkena sengatan menjadi tinggi.

Tahanan tubuh ini dipengaruhi pula oleh jenis kelamin wanita dewasa memiliki tahanan tubuh yang berbeda dengan laki-laki dewasa. Tahanan tubuh wanita dewasa lebih rendah dibandingkan tahanan tubuh laki-laki dewasa. Oleh karena itu arus listrik yang mengalir ke tubuh wanita dewasa cenderung lebih besar dan akibatnya tentu lebih parah.

4. Jumlah miliampere

Miliampere adalah satuan yang digunakan untuk mengukur arus listrik. Semakin besar arus listrik yang melewati tubuh manusia, semakin besar pula resiko sengatan yang ditimbulkan bagi tubuh manusia. Batas ambang sengatan listrik dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Batas Arus

Pengaruh yang mungkin pada tubuh manusia

(14)

1 mA Level persepsi, terasa adanya arus listrik sedikit.

5 mA Merasa terkejut, tidak menyakitkan tapi mengganggu.

6-30 mA Sakit dan sangat mengejutkan, otot kehilangan control.

50-150 mA Sakit yang hebat, pernapasan tertahan, otot berkontraksi keras dan tidak sanggup lagi melepaskan penghantar, mungkin terjadi kematian.

1000-4300 mA Ventricular fibrillation (jantung kehilangan irama denyut), kontraksi otot dan kerusakan syaraf terjadi. Sangat mungkin terjadi kematian.

10.000 mA Kegiatan jantung tertahan, terbakar hebat, dan terjadi kematian

5. Bagian tubuh yang dialiri arus

Ketika tubuh tersengat listrik, arus listrik akan mengalir melewati tubuh. Apabila arus listrik tersebut melewati bagian-bagian vital seperti jantung, sengatan listrik akan sangat berbahaya dan menyebabkan kematian.

6. lamanya arus mengalir.

(15)

Gambar 2. Aliran Listrik Sentuh Langsung

Model terjadinya aliran ke tubuh manusia dapat dilihat pada gambar 2. Sumber listrik AC mengalirkan arus ke tubuh manusia sebesar Ik, melewati tahanan sentuh tangan Rut, tubuh manusia

Rki dan tahanan pijakan kaki Ru2. Tahanan tubuh manusia

rata-rata 1000 ?, arus yang aman tubuh manusia maksimum 50mA, maka besarnya

tegangan sentuh adalah sebesar :

UB = Rk. Ik = 1000 ? x 50 mA = 50 V

Mengapa tegangan Akumulator 12V tidak menyengat saat dipegang terminal positip dan terminal negatifnya, karena tubuh manusia baru merasakan pengaruh tegangan listrik diatas 50V.

Faktor yang berpengaruh ada dua, yaitu besarnya arus mengalir ketubuh dan lama waktunya menyentuh. Tubuh manusia rata-rata memiliki tahanan Rk sebesar 1000 ? = 1k ?, dan pada saat tangan menyentuh tegangan PLN 220V (gambar 3), arus yang

(16)

Gambar 3. Tahanan Tubuh Manusia

Ik = U/Rk =220V/1000 ? = 220mA

Arus Ik sebesar 200mA dalam hitungan milidetik tidak membahayakan jantung, tetapi diatas 0,2 detik sudah berakibat fatal bisa melukai bahkan bisa mematikan.

Tegangan sentuh bisa terjadi dengan dua cara, yaitu:

- Cara pertama tangan orang menyentuh langsung kawat beraliran listrik gambar 4a. -

Cara kedua tegangan sentuh tidak langsung, ketika terjadi kerusakan isolasi

(17)

Gambar 4a.

Tegangan Sentuh Langsung

(18)

Kerusakan isolasi bisa terjadi pada belitan kawat pada motor listrik, generator atau transformator. Isolasi yang rusak harus diganti karena termasuk kategori kerusakan permanen. Bahaya listrik akibat tegangan sentuh langsung dan tidak langsung, keduanya sama berbahayanya. Tetapi dengan tindakan pengamanan yang baik, akibat tegangan sentuh yang berbahaya dapat diminimalkan.

2.5 Lima langkah Aman Pada Instalasi Listrik

Untuk mengurangi dampak negatif dari listrik dalam penggunaan serta ketika memasang instalasinya terdapat beberapa langkah aman untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja yang tidak diinginkan ketika bekerja pada instalasi listrik.

1. SWITCH OFF

Mengubah semua posisi peralatan hubung (sakalar) dan alat pengaman dari on

menjadi off. (4)

2. PASTIKAN BAHWA ARUS LISTRIK BENAR-BENAR TIDAK DAPAT DISAMBUNG LAGI

Memastikan arus listrik benar-benar tidak dapat disambung lagi dapat dilakukan dengan cara mengunci kembali panel hubung bagi sesudah melakukan switch off dan membawa kunci panel ke tempat kerja. selain itu untuk pasang juga tanda-tanda bahaya peringatan yang mencolok dan dapat menarik perhatian.

3. PASTIKAN BAHWA TEGANGAN BENAR-BENAR SUDAH TIDAK ADA

Memastikan tegangan benar-benar sudah tidak ada dapat dilakukan dengan menggunakan voltage tester/ test pen. untuk lebih menjamin bahwa tegangan sudah tidaka ada gunakan alat ukur tegangan AC atau volt meter AC.

4. HUBUNG SINGKATKAN KONDUKTOR FASA DENGAN KONDUKTOR NETRAL ATAU KONDUKTOR FASA DENGAN FASA DAN BUMIKAN

(19)

5. TUTUP SEMUA BAGIAN YANG TERPAKSA HARUS TETAP BERTEGANGAN KARENA KEBUTUHAN PEKERJAAN TERTENTU

Sesudah melaksanakan pekerjaan perbaikan ataupun pengembangan instalasi, bungkus semua bagian instalasi yang tetap aktif (bertegangan) karena diperlukan untuk pekerjaan.

2.6 Prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Bidang Kelistrikan

Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (FIRST AID) adalah usaha pertolongan atau perawatan darurat pendahuluan di tempat kerja yg diberikan kepada

seseorang yg mengalami sakit atau kecelakaan yg mendadak

.

(7)

Pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada korban yang mendapat kecelakaan dengan cepat dan tepat sebelum dibawa ke tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit).

P3K tidak menggantikan usaha pertolongan medis oleh yang berwewenang, akan tetapi hanya secara sementara (darurat) membantu penanganan korban sampai tenaga medis diperlukan, didapatkan atau sampai ada perbaikan keadaan korban. Bahkan sebagian besar kecelakaan atau kesakitan hanya memerlukan pertolongan pertama saja.

(20)

Pertolongan pertama pada korban kesetrum/ luka bakar elektrik, sambil menunggu bantuan medis, sebaiknya amati lebih dulu korban dan jangan menyentuhnya karena berisiko tersengat juga. Luka bakar akibat sengatan listrik dapat tidak tampak pada permukaan tubuh korban, namun kerusakan organ dalam seperti gangguan irama hingga henti jantung dapat terjadi dan kejutan yang dihasilkan oleh sengatan listrik dapat menyebabkan korban terlempar jauh sehingga dapat menyebabkan perlukaan lain, seperti

patah tulang, lebam, dan trauma tumpul dada serta perut.

(8)

Sementara menunggu bantuan medis saat menolong korban sengatan listrik lakukan:

1. Amati lebih dulu. Jangan sentuh korban. Korban mungkin masih berkontak dengan aliran listrik, menyentuh korban dapat meningkatkan risiko kejadian ikut tersengat listrik. Cari sumber listrik.

2. Matikan sumber listrik, bila memungkinkan. Bila tidak memungkinkan, jauhkan dari korban dan penolong. Gunakan alat pelindung diri terlebih dahulu , jauhkan dengan menggunakan objek isolator, seperti plastik atau kayu.

3. Periksa tanda sirkulasi . Bila tidak ada nafas, lakukan resusitasi jantung paru.

4. Cegah syok. Posisikan korban berbaring dengan kepala lebih rndah dari batang tubuh, bila memungkinkan, tinggikan kaki.

5. Tutup area yang terkena sengatan.Jika korban bernafas, tutup bagian yang terkena dengan kassa steril bila tersedia atau dengan kain bersih. Jangan gunakan selimut atau handuk karena dapat menempel pada luka.

6. Segera bawa ke Rumah Sakit begitu pertolongan medis datang.

PENCEGAHAN DI RUMAH

 Jauhkan alat-alat listrik ataupun stop kontak dari jangkauan anak-anak.

 Selalu matikan alat-alat listrik bila sudah tidak digunakan.

(21)

 Lakukan pengecekan keamanan jaringan listrik berkala untuk menghindari arus pendek.

 Selalu gunakan sendal sebagai “ground” atau menggunakan alat pelindung diri saat menggunakan alat-alat bertegangan listrik tinggi.

BAB 3

PENUTUP

1.1 Kesimpulan

(22)

Oleh karena itu, diciptakanlah/ditemukan pedoman, dalam hal ini K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Selain adanya panduan tentang K3 maka kita akan terhindar dari bahaya kecelakaan saat bekerja.

1.2 Saran

Dalam penulisan makalah ini, penulis menemukan beberapa kendala dalam pengumpulan data atau perampungan data yang dibahas oleh makalah K3 ini. Akan tetapi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu, dan berkat teman-teman yang ikut andil dalam penyusunan makalah ini serta penulisan makalah ini masih jauh dari kata “sempurna”.

Untuk pembaca, resiko terjadinya pada saat bekerja instalasi listrik atau sedang bekerja dibidang kelistrikan kerap kali terjadi akibat menyepelehkan beberapa hal tentang bagaimana cara melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, penulis lebih menekankan kehati-hatian dalam bekerja pada kelistrikan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Academia.Edu “Makalah K3”

https://www.academia.edu/7677803/Makalah_K3nya_mamad

(diakses: 01 Januari 2015)

(23)

http://electriccsoul.blogspot.com/2013/05/manfaat-listrik-dalam-kehidupan-sehari.html

(diakses: 01 Januari 2015)

3. Kopi Ireng “Energi Listrik”

http://www.kopi-ireng.com/2014/09/energi-listrik.html

(diakses: 01 Januari 2015)

4. Andi Icha “Langkah Aman Bekerja Pada Instalasi”

http://andiicha05.blogspot.com/2014/01/langkah-aman-bekerja-pada-instalasi.html

(diakses: 20 November 2014)

5. K3 Elind “Listrik”

http://k3elind.blogspot.com/2011/10/modul-3.html

(diakses: 20 November 2014)

6. Academia.Edu “Proses Terjadinya Sengatan pada Tubuh Manusia”

https://www.academia.edu/7423221/Proses_terjadinya_Sengatan_pada_Tubuh

_Manusia

(diakses: 01 Januari 2015)

7. Rainy Day “Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan”

(24)

(diakses: 26 November 2014)

8. Melinda Hospital “Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan”

http://melindahospital.com/artikel/3137/Pertolongan-Pertama-Pada-Korban-Kesetrum-Luka-Bakar-Elektrik.html

Figur

Gambar 1. Energi Listrik
Gambar 1 Energi Listrik. View in document p.3
Gambar 2. Aliran Listrik Sentuh Langsung
Gambar 2 Aliran Listrik Sentuh Langsung. View in document p.15
Gambar 3. Tahanan Tubuh Manusia
Gambar 3 Tahanan Tubuh Manusia. View in document p.16
Gambar 4a. Tegangan Sentuh Langsung
Gambar 4a Tegangan Sentuh Langsung. View in document p.17
Gambar 4b. Tegangan Sentuh Tidak Langsung
Gambar 4b Tegangan Sentuh Tidak Langsung. View in document p.17
Gambar 5. Korban Kecelakaan Listrik
Gambar 5 Korban Kecelakaan Listrik. View in document p.19

Referensi

Memperbarui...