PERAN GURU PKn DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH (Studi Kasus SMK Negeri 1 Cimahi) Oleh : Muhamad Gian Ikhsan (0901540)
Pembimbing : Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed Prof. Dr. H. A. Azis Wahab, M.A Jurusan/Fakultas : Pendidikan Kewarganegaraan/ FPIPS
1. Pendahuluan
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya sikap disiplin siswa sebagai dasar pembentukan disiplin nasional sehingga dapat mencetak warganegara yang baik (good citizen) melalui Pendidikan Kewarganegaraan sehingga dengan memiliki sikap disiplin siswa dapat pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawabnya, serta dan memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan pancasila, seperti yang diungkapkan oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat 1 yang menyatakan bahwa :
“kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia”.
Secara umum penelitian ini mencari informasi dan data mengenai pentingnya peranan guru PKn dalam upaya meningkatkan disiplin siswa di sekolah SMK Negeri 1 cimahi. Secarah khusus penelitian ini adalah :
a. Apa bentuk peraturan yang ada dan harus ditaati siswa di sekolah dalam upaya meningkatkan disiplin siswa?
b. Bagaimana tingkat kesadaran siswa mentaati peraturan di sekolah? c. Bagaimana upaya Guru PKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa
di sekolah?
d. Apa yang menjadi hambatan bagi Guru PKn dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah?
e. Apa upaya yang dilakukan guru PKn dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam upaya meningkatkan disiplin siswa di sekolah? Tujuan dari penelitian ini adalah Secara umum bertujuan untuk memperoleh informasi dan data yang berhubungan dengan pentingnya peran guru PKn meningkatkan disiplin siswa di sekolah secara faktual dan aktual. Adapun tujuan secara khususnya adalah :
a. Untuk mendapatkan data mengenai bentuk-bentuk peraturan yang terdapat di sekolah SMK Negeri 1 Cimahi
b. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesadaran siswa dalam metaati peraturan yang berlaku di sekolah
d. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru PKn dalam mendisiplinkan siswa di sekolah
e. Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam upaya meningkatkan disiplin siswa disekolah.
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian yang dilakukan merupakan fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Menurut Moleong ( 2004: 6 ) “penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian”. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini membutuhkan sejumlah data lapangan yang sifatnya aktual dan kontekstual. Disamping itu, metode kualitatif mempunyai adaptabilitas yang tinggi, sehingga memungkinkan penulis untuk senantiasa menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-ubah yang dihadapi dalam penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan studi kasus karena penelitian diadakan dalam sebuah unit sosial yaitu sekolah yang dilakukan secara mendalam, treperinci, dan intensif mengenai gejala sosial yang terjadi dalam sekolah untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid. Seperti yang diungkapkan oleh Arikunto ( 2010:185 ) menyatakan bahwa “studi kasus adalah penelitian yang dilakukkan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu”.
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah :
1. Studi Literatur
2. Observasi
Observasi yaitu pengamatan yang meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Objek yang akan di teliti yaitu tingkat kedisiplinan siswa untuk mengetahui bagaimana cara yang di lakukan oleh guru PKn dalam meningkatkan kedisiplinan siswa agar lebih baik lagi.
3. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi adalah langkah pengumpulan data yang di lakukan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang berupa data, akta, surat atau dokumen yang berhubungan dengan penelitian yang di dapatkan dari sekolah, sehingga data tersebut dapat dijadikan sebagai narasumber bagi peneliti selain dari wawancara secara langsung dan observasi.
3. Hasil dan Pembahasan
1. Bentuk Peraturan Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Siswa di Sekolah
1. Teguran
2. Mencatat nama siswa 3. Lari keliling lapangan 4. Mendorong motor
5. Membersihkan halaman sekolah 6. Dianggap tidak hadir dalam sekolah 7. Pengurangan nilai
8. Tugas
9. Membuat surat pernyataan 10.Hingga pemanggilan orang tua.
Peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah dalam upaya meningkatkan disiplin siswa tentu harus di buat dengan cara yang terencana, matang, dan terorganisir dengan baik agar proses penegakan peraturan dan tata tertib berjalan dengan baik dan lancar sehingga akan terjadi ke seimbangan, keteraturan, dan ketertibaan di sekolah. Salah satu cara yang dilakukan oleh sekolah dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah adalah dengan cara menerapkan peraturan dan tata tertib yang didasarkan pada pemberian sanksi poin (skor) bagi yang melanggar, agar sekolah dan guru lebih mudah memberikan sanksi apa yang harus diberikan oleh sekolah dan guru terhadap siswa yang melanggar peraturan dan tata tertib tersebut.
Dengan adanya peraturan dan tata tertib yang berupa pemberian sanksi point (skor) pada siswa yang melanggar diharapkan dapat membatasi segala prilaku siswa dari perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan siswa lain, guru, karyawan, dan staf sekolah lainnya termasuk siswa itu sendiri dari gangguan siswa lain yang dapat merugikan. Upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk mempermudah memberikan pembinaan terhadap melalui pemberian sanksi point adalah dengan cara memberikan pembinaan terhadap siswa sesuai dengan jumlah akumulasi point yang dilanggar oleh
2. Kesadaran Siswa dalam Mentaati Peraturan Sekolah
Tingkat kesadaran siswa di SMKN 1 Cimahi ini memang sudah cukup baik, walaupun masih saja ada siswa yang melanggar terhadap tata tertib yang berlaku pelanggaran-pelanggaran yang selama ini dilakukan oleh siswa adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih dapat dikatakan pelanggaran yang ringan.
terhadap prilaku berdisiplin siswa di sekolah.. Berdasarkan latar belakang siswa tersebut maka sekolah berupaya untuk meningkatkan kualitas disiplin siswa dengan tujuan agar setelah bersekolah di SMKN 1 Cimahi siswa menjadi warga negara yang baik dan memiliki kualitas disiplin yang tinggi untuk membangun dan memajukan bangsa karena peningkatan kedisiplinan dalam sekolah akan menjadi dasar untuk siswa agar siswa memiliki sikap disiplin nasional.
3. Upaya Guru PKn dalam Menegakan Peraturan Sekolah dalam Meningkatkan Disiplin Siswa di Sekolah
Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan Guru PKn dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa yang dapat dilakukan didalam kelas dengan cara mengaitkan materi ajar dengan kedisiplinan bisa juga dilakukan di luar kelas diantaranya adalah sebagai berikut, melalui pembinaan, motivasi, keteladanan, dan pemberian sanksi bagi yang melakukakan pelanggaran.
a. Guru PKn sebagai Pembina Kedisiplinan
Melalui pembinaan, guru PKn berarti selalu memberikan pengawasan terhadap siswa, dan selalu memperhatikan siswa, mengenalkan siswa terhadap peraturan yang berlaku, dan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa, hal ini sejalan dengan pendapat dari Prayitno (1997: 65) yang menyebutkan bahwa:
“Upaya pembinaan yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan membantu siswa mengenal, menemukan, dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, serta sehat jasmani dan rohani”
siswa, karena dapat dilihat dari siswa yang melanggar terlihat menyesali akan kesalahan yang telah diperbuatnya dan berusaha untuk memperbaikinya.
b. Guru PKn Sebagai Motivator
Guru PKn sebagai motivator dapat membantu siswa untuk mengarahkan siswa ke arah yang lebih baik, sehingga siswa memiliki pribadi dan tingkah laku yang positf, serta disiplin yang baik seperti yang telah di kemukakan oleh Surya (2003: 97) yang menyatakan bahwa: Pada dasarnya motivasi mengandung tiga pokok yaitu:
a. menggerakan, berarti menimbulkan kekuatan pada individu siswa, memimpin seseorang untuk bertindak dengan tertentu. Misalnya kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif dan kecenderungan kesenangan. b. mengarahkan, berarti menyalurkan tingkah laku. Dengan demikian siswa
menyediakan suatu orientasi tujuan atau tingkah laku individu diarahkan kepada sesuatu.
c. menopang tingkah laku siswa, berarti lingkungan sekitar siswa berada harus menguatkan (reinforce) intensitas atau arah dorongan-dorongan dan kekuatan individu.
Motivasi merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan disiplin siswa, karena dengan cara motivasi ini guru PKn dapat menumbuhkan kembali semangat dalam diri siswa untuk mengejar impian siswa, karena dengan ingatnya siswa terhadap impian yang ingin dicapainya akan membuat siswa kembali bersemangat dan berkonsentrasi untuk membenahi dirinya demi menggapai impiannya tersebut.
c. Guru PKn Sebagai Teladan
Guru merupakan orang yang prilakunya akan ditiru oleh siswa, dan guru merupakan contoh bagi seluruh siswa, oleh karena itulah seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik untuk ditirukan terhadap siswa. Melalui teladan ini guru dapat memberikan contoh prilaku.
Christine, (2009: 107) menyebutkan bahwa memerlukan beberapa kiat antara lain :
1. Jangan sesekali membolos/mangkir mengajar 2. Jika tidak hadir, beri tugas kepada siswa
5. Maafkan kesalahan siswa
6. Jangan sering terlambat mengajar 7. Buat mereka agar taat kepada anda 8. Jangan pillih kasih
9. Jangan bosan menasehati kedisiplinan 10. Jangan enggan menegur kesalahan siswa
11. Tanyakan peserta yang tidak hadir secara terbuka 12. Jangan terlalu merasa berhutang budi terhadap siswa
dengan begitu siswa akan meniru dan berusaha untuk taat terhadap peraturan yang ada. Melalui cara ini usaha mendisiplinkan siswa yang dilakukan oleh sekolah dan guru PKn sangat efektif, karena siswa akan terbiasa dengan kebiasaan, dan prilaku baik yang di contohkan oleh guru PKn.
d. Pemberian Sanksi
Pemberian sanksi terhadap siswa yang melanggar peraturan yang berlaku di sekolah dapat memberikan efek jera terhadap siswa. Sanksi yang diberikan terhadap siswa di SMKN 1 Cimahi berupa sanksi yang mendidik sekaligus memberikan efek jera terhadap siswa. Indrakusuma (Jungjunan, 2012: 56) mengungkapkan bahwa langkah-langkah pemberian sanksi terhadap siswa yang melanggar adalah sebagai berikut :
a. Pemberitahuan, yaitu pemberitahuan kepada anak yang telah melakukan sikap diluar kedisiplinan yang dapat mengganggu atau menghambat jalannya proses pendidikan,
b. Teguran, yaitu jika pemberitahuan sudah diberikan tetapi anak masih melakukan pelanggaran maka teguran baru diberikan kepada si anak. Tapi terugan diberikan kepada anak yang baru satu atau dua kali melakukan pelanggaran, belum harus diberikan hukuman,
c. Peringatan ini diberikan kepada anak yang telah beberapa kali melakukan pelanggaran dan telah diberikan teguran atas pelanggarannya.
d. Hukuman adalah tindakan yang paling akhir apabila teguran dan peringatan belum mampu mencegah si anak melakukan pelanggaran. Dengan langkah tersebut maka guru PKn akan memberikan pembelajaran dan pendidikan terhadap siswa tentang pentingnya memiliki sikap disiplin karena dengan memiliki sikap disiplin akan menghindarkan siswa dari hukuman.
Dalam usaha peningkatan disiplin siswa yang dilakukan oleh guru PKn selalu dihadapkan dengan berbagai kendala yang menghambat upaya peningkatan disiplin siswa di sekolah, diantaranya adalah kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran PKn, kurangnya kesadaran dan latar belakang siswa yang berbeda-beda. Selain kendala yang di temukan dari siswa adalah kendala yang terdapat dari guru produktif yang beranggapan kecerdaasan intelektual lebih penting dan lebih bisa membawa siswa ke arah yang lebih baik dan lebih maju, tanpa diimbangi dengan kecerdasarn emosional yang baik.
5. Upaya Guru PKn dalam Menghadapi Hambatan dalaam Meningkatkan Disiplin Siswa
Upaya yang dilakukan oleh guru PKn adalah dengan memberikan motivasi, membina dan membimbing siswa. Upaya lain yang dilakukan oleh guru PKn adalah dengan cara merangkul guru-guru yang lain agar dapat bekerjasama dalam hal mendisiplinkan siswa di sekolah karena pada dasarnya mendidik dan mendisiplinkan siswa di sekolah bukan hanya tanggung jawab guru PKn saja, akan tetapi tangung jawab seluruh guru yang mengajar di sekolah.
Dengan adanya komunikasi antara kepala sekolah, guru PKn dan seluruh guru mata pelajaran lainnya diharapkan akan menghasilkan cara dan teknik lainnya yang dapat dilakukan untu meningkatkan kualitas disiplin siswa.
4. Kesimpulan
1. Dalam meningkatkan kualitas disiplin siswa di sekolah yang dilakukan oleh SMKN 1 Cimahi adalah dengan membuat tata tertib yang harus di taati oleh setiap siswa. Peraturan yang diberlakukan oleh sekolah berbentuk pemberian sanksi poin terhadap setiap siswa yang melanggar untuk mempermudah sekolah dan guru PKn dalam memberikan pembinaan dan sanksi terhadap siswa yang melanggar.
jumlah siswa yang melanggar tata tertib yang berlaku di sekolah lebih sedikit daripada siswa yang memiliki kedisiplinan yang baik.
3. Dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah yang dilakukan oleh guru PKn adalah dengan cara bertindak tegas terhadap siswa, selain dengan pemberian sanksi atau hukuman, guru PKn bekerjasama dengan seluruh guru mata pelajaran menjadi teladan yang baik untuk siswa.
4. Kendala yang timbul diantaranya tingkat kesadaran siswa yang rendah untuk mentaati peraturan yang berlaku, kurangnya koordinasi semua guru mata pelajaran, fasilitas sekolah yang kurang menunjang, latar belakang siswa yang berbeda-beda, karakter setiap siswa yang berbeda-beda dan kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran PKn.
5. Hambatan atau kendala yang dihadapi oleh guru PKn tentunya harus segara diatasi agar penegakan peraturan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga peningkatan kualitas disiplin siswa dapat tercapai dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan dengan cara meningkatkan kesadaran siswa, menambah fasilitas sekolah, meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran PKn dan menjalin komunikasi dan koordinasi seluruh guru mata pelajaran
5. Ucapan terimakasih
1. Allah SWT atas rahmat-Nya penulis telah diberikan kesehatan, kesabaran, kelancaran, dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini, atas izin dan ridho-Nya lah akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan.
2. Shalawat dan salam saya panjatkan kepada Nabi Muhamad SAW yang telah memberikan teladan yang baik bagi seluruh umat-Nya.
pernah bisa terganti dan ternilai oleh apa pun sehingga saya bisa menyelesaikan studi S1, dan menjadi motivasi bagi saya untuk menjadi sukses.
4. Terimakasih kepada adik-adik saya (Muhamad Fajar Nur Ikhwan dan Siti Aisyah) yang telah memberikan dukungan dan motivasinya terhadap saya selaku kakanya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
5. Keluarga besar Bapak H. Suganda dan Bapak Ejeng Partajumena, yang selalu memberikan dukungan dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Bapak Prof. DR. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd selaku rektor UPI 7. Bapak Prof. DR. Karim Suryadi, M.Si selaku Dekan FPIPS UPI
8. Bapak Prof. DR. H. Sapriya M. Ed selaku ketua jurusan PKn FPIPS UPI dan selaku pembimbing 1, yang selalu bersabar dan selalu meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, dorongan, dan pengarahan terhadap peneliti.
9. Bapak Prof. DR. H. A.Azis Wahab M. A selaku ketua jurusan selaku pembimbing 2, yang selalu bersabar dan selalu meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, dorongan, dan pengarahan terhadap peneliti ditengah segala kesibukannya
6. Sekolah SMKN 1 Cimahi sebagai tempat penelitian
7. Bapak Drs. H. Ermizul, M.Pd sebagai Kepala sekolah SMKN 1 Cimahi, sekaligus sebagai narasumber dalam penelitian.
8. Dra. Heni Nurida, MM, sebagai Guru pamong PPL dan sebagai narasumber dalam penelitian
9. Dra. Neni Agriani, narasumber dalam penelitian 10.Dra. Tintin Sutrisni, narasumber dalam penelitian
11. Rina Meida Rahayu yang selalu mencurahkan kasih sayangnya dan selalu memberikan support kepada saya dan selalu menemani ketika suka maupun duka sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini atas segala dukungannya.
12.Guru-guru TK Al-Qur’an Qubatul Muslimin, Kabupaten Sukabumi. Terimakasih sudah mendidik selama 1 tahun saya menuntut ilmu agama.
13.Guru-guru SD Negeri 3 Pasirhalang, Kabupaten Sukabumi. Terimakasih sudah mendidik selama 6 tahun saya menuntut ilmu di SD.
14.Guru-guru SMP Negeri 1 Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Terimakasih sudah mendidik selama 3 tahun saya menuntut ilmu di SMP.
16.Universitas Pendidikan Indonesia, tempat saya menmpuh pendidikan S1 17.Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan yang dengan
tanpa lelah memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi peneliti. 18.Band X-Zeus (Ayi, Irsan, dan Isep)
19.Teman-teman seperjuangan, Ahmad, Bihya, Aris yang penuh dengan canda tawa, kejahilan dan persahabatan yang kuat. Semoga persahabatan ini berlanjut selamanya di dunia dan akhirat.
20.Mahasiswa Pencinta Alam Civics Hukum (MAPACH), yang sudah menjadi seperti keluarga di kota rantau ini.
21.Teman-teman seperjuangan mahasiswa-mahasiswi jurusan PKn angkatan 2009, khususnya 2009 B. Yang menjadi teman seperjuangan sejak masuk kuliah hingga penyusunan skripsi ini.
22.Civics Hukum Motor Community (CHMC), yang sudah saling berbagi pengalaman dan mendukung penulisan skripsi ini.