BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
▸ Baca selengkapnya: kesimpulan percobaan telur dan cuka
(2)BAB II
DASAR TEORI
Telur unggas berbentuk agak bulat sampai lonjong dengan warna putih, coklat, biru atau berbintik-bintik . Permukaan kulit telur agak kasar sampai halus. Tiap-tiap jenis telur mempunyai karakteristik warna , ukuran dan berat tertentu.
Telur merupakan bahan pangan dengan struktur fisik yang khas. Telur tersusun dari kulit , kantung udara dan isi yang terdiri putih telur dan kuning telur. Kulit telur mempunyai tekstur yang kaku dan cukup kuat untuk melindungi isi telur dari pengaruh luar. Putih telur dan kuning telur sebenarnya dipersiapkan sebagai makanan bagi pertumbuhan embrio.
Pada kulit telur sebelah dalam terdapat dua lapisan membran yang terpisah pada ujung telur yang tumpul dan membentuk kantung udara . Kantung udara ini terbentuk segera setelah telur keluar dari induknya. Selama pertumbuhan embrio, kantung udara dapat digunakan sebagai sumber oksigen.
Struktur putih telur dan kuning telur sebenarnya cukup komplek. Putih telur sebenarnya tersusun dari tiga lapisan, yaitu lapisan encer, lapisan kental, dan lapisan encer dalam. Kuning telur dibungkus oleh suatu membran yang disebut membran vitelina atau membran kuning telur. Kuning telur tersusun dari lapisan gelap (Kuning) dan lapisan terang (Putih) secara bergantian. Pada permukaan kuning telur terdapat blastoderm (bintik tempat pertumbuhan awal embrio). Kuning telur diikat oleh kalaza sehingga kedudukan kuning telur tetap stabil ditengah-tengah. Adanya latebra menyebabkan blastoderm tetap di permukaan sebelah atas kuning telur.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Alat dan Bahan1. Alat : Jangka sorong, timbangan, sendok, pisau, cawan petri besar , micrometer sekrup, alat candling , penggaris , gelas piala.
2. Bahan : Telur ayam broiler, Telur ayam kampung, Telur bebek, Telur puyuh.
3.2. Prosedur Kerja
A. Sifat Fisik Telur
Tiap-tiap jenis telur diamati warna kekasaran permukaannya. Selanjutunya diameter dan panjang telur diukur dengan jangka sorong. Telur utuh ditimbang untuk mengetahui kisaran beratnya.
B. Struktur Fisik Telur
Telur ditimbang dan selanjutnya dipecahkan di atas cawan , setelah dilakukan pengamatan terhadap lapisan encer dan kental pda putih telur , blastoderm , membran vitelina dan kalaza , kuning telur dipisahkan dari putih telur. Kuning telur, putih telur dan kuning telur ditimbang dan dihitung prosentasenya terhadap berat utuh. Membran kulit telur dipisahkan dari kulitnya dan diukur ketebalannya dengan mikrometer sekrup. Tebal kulit telur juga diukur dengan alat yang sama.
C. Mutu Telur
1. Pemeriksaan isi telur
Telur utuh ditimbang kemudian dipecahkan dan seluruh isinya diletakkan dengan hati-hati di atas cawan petri besar.
a. Pemeriksaan Subyektif
Pengamatan ditujukan terhadap kondisi putih telur tebal dan kuning telur (kebersihan, Kejernihan, warna dan ketegaran) keseluruhan isi telur digambar. b. Pemeriksaan Obyektif
Kuning telur dipisahkan dari putih telur dengan hati-hati. Kuning telur diletakkan di atas planimeter dan dilakukan pengukuran terhadap tinggi dan diameternya. Telur segar mempunyai kisaran nilai indeks kuning telur, indeks putih telur dan unit Haugh, masing-masing 0,33 sampai 0,50 , 0,05 sampai 0,174 dan 75 sampai 100.
Tebal kulit telur, diukur dengan mikrometer sekrup atau jangka sorong dan hasilnya dinyatakan dalam mm . Untuk telur ayam ras , ketebalan kulit kurang dari 0,33 mm, dianggap terlalu tipis.
3. Porositas kulit telur
Porositas kulit telur diamati secara subyektif dengan metode pewarnaan . Telur dicelupkan dalam larutan biru metilen atau violet Kristal (0,3 % dalam alkohol) selama satu jam. Telur dipecahkan dan jumlah bintik warna yang berpenetrasi kedalam kulit dihitung atau dibandingkan antara telur yang satu dengan yang lain . Makin banyak jumlah bintik warnanya berarti kulit telur makin poros.
Telur Bebek b. Berat Kuning Telur
3. x 100 % = 42,85 %
4. x 100 % = 50 %
Rata-rata = 41,87 % c. Berat Putih Telur
1. 25 gram
Rata-rata = 40,81 %
2. 10 gram
b. Berat Kuning Telur 1. 4 gram
1. 6 gram
Rata-rata = 44,49 %
Struktur Fisik a. Tebal Kulit
1. 0,4 mm 2. 0,3 mm 3. 0,7 mm 4. 0,5 mm Rata-rata = 1,9 4
= 0,475 mm b. Berat Kuning Telur
1. 17 gram 2. 20 gram 3. 16 gram 4. 18 gram
Persentase : 1. x 100 % = 30,91 %
2. x 100 % = 36,36 %
3. x 100 % = 28,07 %
4. x 100 % = 30 %
Rata-rata = 31,335 %
c. Berat Putih Telur 1. 46 gram 2. 35 gram 3. 41 gram 4. 42 gram
2. x 100 % = 63,64 %
3. x 100 % = 71,92 %
4. x 100 % = 70 %
Rata-rata = 72,3 %
Struktur Fisik a. Tebal Kulit 1. 0,1 mm 2. 0,1 mm 3. 0,1 mm 4. 0,1 mm Rata-rata = 0,4 4 = 0,1 mm
b. Berat Kuning Telur 1. 14 gram
2. 12 gram 3. 15 gram 4. 23 gram
Persentase : 1. x 100 % = 29,79 %
2. x 100 % = 27,27 %
3. x 100 % = 34,88 %
4. x 100 % = 46 %
Rata-rata = 34,78 % c. Berat Putih Telur 1. 24 gram
Persentase : 1. x 100 % = 43,64 %
2. x 100 % = 53,49 %
3. x 100 % = 48,84 %
4. x 100 % = 48 %
Rata-rata = 50 %
BAB V PEMBAHASAN
A. Sifat Fisik
Setelah percobaan yang dilakukan oleh kelompok 1, dapat diketahui bahwa sifat fisik telur bebek dilihat dari warna kulit menunjukkan bahwa telur bebek memiliki warna kulit putih. Kekasaran permukaan kulit bebek memiliki permukaan yang halus. Lalu dilihat diameter telur, telur bebek memiliki panjang 4,17 cm dan panjang 5,39 cm. Dan telur bebek memiliki berat utuh sebesar 57,5 gram.
Pada percobaan yang dilakukan kelompok 2, dapat diketahui bahwa sifat fisik telur burung puyuh dilihat dari warna kulit memiliki warna putih dan terdapat bercak hitam. Dari kekasaran permukaan kulit burung puyuh memiliki permukaan yang halus. Lalu setelah diukur, diameter telur burung puyuh adalah 21,38 mm dan memiliki panjang 33,38 mm. Berat utuh burung puyuh adalah sebesar 11,25 gram.
Percobaan yang telah dilakukan oleh kelompok 3, dapat diketahui bahwa sifat fisik telur ayam broiler memiliki warna kulit cokelat. Sedangkan kekasaran permukaan kulit, kulit telur ayam broiler memiliki struktur yang agak kasar. Diameter telur ayam broiler adalah 4,48 mm dan memiliki panjang 5,59 mm. Berat utuh telur ayam broiler sendiri adalah 66 gram.
Setelah percobaan yang dilakukan oleh kelompok 4, dapat diketahui bahwa warna kulit telur ayam kampung adalah putih tulang. Dan dari kekasaran permukaan kulit, kulit telur ayam kampung adalah halus. Setelah diukur menggunakan jangka sorong dapat diketahui bahwa telur ayam kampung memiliki diameter 37,75 mm dan panjang 48,5 mm. Dan berat utuh telur ayam kampung adalah sebesar 46 gram.
B. Struktur Fisik
Setelah percobaan yang dilakukan oleh kelompok satu, dapat diketahui bahwa presentase berat kuning telur bebek dari berat keseluruhan adalah sebesar 41,87%. Sedangkan presentase berat putih telur bebek dari berat keseluruhan adalah 40,81%.
Setelah percobaan yang dilakukan oleh kelompok 3, dapat diketahui bahwa presentase berat kuning telur ayam broiler adalah sebesar 31,335% dari berat keseluruhannya. Sedangkan putih telurnya adalah sebesar 72,3% dari berat keseluruhannya.
Hasil praktikum yang telah di lakukan oleh kelompok 4 dapat diketahui bahwa presentase berat kuning telur ayam kampung adalah sebesar 34,78% dari berat keseluruhannya. Dan putih telur adalah sebesar 50% dari berat keseluruhannya.
C. Tebal Kulit
Setelah percobaan yang dilakukan oleh kelompok 1, 2, 3, dan 4 dapat diketahui bahwa tebal kulit dari semua telur secara berurutan adalah sebagai berikut: Kulit telur bebek adalah sebesar 0,43 mm, kulit telur burung puyuh adalah sebesar 0,2 mm, lalu tebal kulit ayam broiler adalah sebesar 0,475 mm, dan yang terakhir adalah tebal kulit telur ayam kampung sebesar 0,1 mm.
D. Porositas Kulit (jumlah bintik)
Pada percobaan yang dilakukan oleh kelompok satu bahwa jumlah bintik yang terbentuk pada telur bebek setelah direndam pada larutan metilen biru selama satu jam dapat diketahui bahwa jumlah bintiknya sebanyak 5 bintik.
Pada percobaan oleh kelompok 2 dapat diketahui jumlah bintik yang terbentuk pada telur burung puyuh setalah merendam pada larutan metilen biru selama satu jam adalh sebanyak 134 bintik.
Pada percobaan yang dilakukan oleh kelompok 3 bahwa jumlah bintik yang terbentuk pada telur ayam broiler setelah direndam pada larutan metilen biru selama satu jam dapat diketahui bahwa jumlah bintiknya sebanyak 15 bintik.
Pada percobaan oleh kelompok 4 dapat diketahui jumlah bintik yang terbentuk pada telur ayam kampung setalah merendam pada larutan metilen biru selama satu jam adalh sebanyak 49 bintik.
Dari semua data yang telah didapat oleh setiap kelompok dapat diketahui bahwa jumlah bintik yang paling banyak adalah bintik pada telur burung puyuh sebesar 134 bintik, sedangkan paling sedikit adalah pada bintik telur bebek yaitu hanya terdapat 5 bintik saja. Dapat
BAB VI KESIMPULAN
BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
https://ml.scribd.com/doc/147055611/LAPORAN - PRAKTIKUM - TELUR
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial : http://www.docudesk.com
D.A. Pratiwi. Sri maryati. Srikini dan kawan – kawan. 2007. Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga.
ch1za.blogspot.com/2012/05/laporan-hasil-praktikum-telur-susu.html
BAB VIII
LAMPIRAN
a. Ketebalan kulitb. Poros telur
LAPORAN PRAKTIKUM
Ilmu Bahan Makanan Dasar
Karakteristik Telur
DOSEN PEMBIMBING :
Ir. Rindiani, MP
DISUSUN OLEH :
Afifah Nur Hamidah G42140046
Jihaan Haajidah G42140047
Farradiba G42140070
Nurul Baro’ah S G42140079
Elfrida Ramadhani G42140082
Putri Febiana G42140103
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
JURUSAN KESEHATAN
PRODI D-IV GIZI KLINIK