Administrasi TAT dan
Prosedur Penyajian Tes
Gambar-Gambar pada TAT
Untuk memproyeksikan
need, feeling
, dan
pengalaman klien
Melukiskan situasi kehidupan yang melibatkan
seseorang atau lebih
Pada klien disajikan 1 set gambar lengkap berisi 20
gambar sesuai keurutan gambar, usia, dan, jenis
kelamin
Ada 30 gambar dengan kode di bagian belakangnya
a.
10 netral
b.
10 untuk pria dewasa (M=Male), 10 untuk
wanita dewasa (F=Female),
c.
10 untuk anak laki-laki (B=Boy), 10 untuk anak
Prosedur Penyajian TAT
Prosedur penyajian TAT yang baku sebetulnya adalah yang
dilakukan secara individual dalam bentuk lisan
Klien duduk di kursi yg nyaman atau dg menjulurkan kaki di
sofa (kecuali pd kasus anak atau pasien psikotik) dg
punggung menghadap ke tester/pemeriksa dan instruksi dibacakan perlahan (tdk tll cepat)
Tester membacakan petunjuk pelaksanaan tugas
menyajikan gambar satu persatu klien menanggapi secara
verbal tester mencatat atau merekam semua tanggapan/
reaksi klien mulai dari awal hingga akhir
Penyajian Kartu:
a. 20 kartu disajikan dalam 2 kali pertemuan. Sesi I: kartu 1-10, sesi 2: kartu 11-20
Administrasi TAT
A. Situasi Tes
Perlu diciptakan rapport yang baik (yang akrab dan
menyenangkan) antara tester dan klien karena dapat mempengaruhi kualitas cerita kreativitas
klien akan sulit berkembang dalam suasana yang kaku
Untuk klien dengan intelegensi rendah atau yang
belum pernah mengikuti tes psikologi, berikan tes lain terlebih dahulu sebelum masuk ke TAT
Khusus untuk klien anak, latih anak untuk
mengeluarkan fantasinya melalui permainan (mis: boneka, menggambar) terlebih dahulu sebelum mulai dengan TAT
Tester dan klien duduk berhadapan atau klien
Lanjutan Administrasi Tes
B. Faktor yang Perlu Diperhatikan:
1.Tester:
Cara dan kepribadian tester, jenis kelamin,
usia, estetika ruangan dapat mempengaruhi
kebebasan dan arah imajinasi
2. Klien:
Kemauan, kreativitas, taraf intelegensi, kesan,
perasaan klien ttg suasana tes, penerimaan/
apresiasi klien
mempengaruhi kualitas
Lanjutan Administrasi Tes
3. Instruksi :
Harus diberikan sejelas-jelasnya! Instruksi dapat
dimodifikasi, dielaborasi, dan diubah utk disesuaikan dg usia, intelegensi, kepribadian, dan keadaan lingkungan klien atau diulang sesuai kebutuhan klien.
Jgn disampaikan sejak awal bahwa “Ini kesempatan utk
melakukan imajinasi bebas”, krn bs menimbulkan kecurigaan klien bhw tester bermksd menginterpretasi isi cerita dan bs
menghambat spontanitas pikiran klien. Klien hrs diyakinkan bahwa tester semata2 berminat thd kemampuan bahasa atau daya kreativitas klien.
Setelah menyelesaikan cerita pertama, klien diingatkan kembali utk bercerita ssi dg instruksi (kecuali bl klien sdh langsung
bercerita) dg mengatakan,”Cerita Anda sangat menarik, ttp Anda belum menceritakan bagaimana akhirnya, Anda menggunakan wkt 3 menit utk ceita itu, pd ceita2 berikutnya Anda dpt bercerita lebih lama. Nah, sekarang mari kita lihat apkh Anda dpt
Lanjutan Instruksi
Utk gbr2 selanjutnya, tester lbh baik tdk
mengatakan apa2 lagi kecuali:
Memberitahukan kpd klien bila tll banyak atau tll
sedikit menggunakan waktu (lbh krg 5 menit utk
setiap cerita), karena sangat penting untuk
diperhatikan bahwa subyek menyelesaikan
kesepuluh cerita dan diharapkan menggunakan
waktu yang lebih kurang sama untuk setiap cerita.
Terus-menerus mendorong subyek dengan
Lanjutan Instruksi
Bila klien tidak mengatakan beberapa detil penting, apa yang terjadi sebelumnya atau akhir ceritanya, tester
merangsangnya dengan komentar singkat seperti “Apa yang terjadi sebelumnya?” (atau “Mengapa hal tersebut terjadi?”). Tester tidak perlu melibatkan diri untuk
berdiskusi dengan klien.
Tester dapat memotong suatu cerita yang terlalu panjang dan melantur, dengan menanyakan “Bagaimana
akhirnya?” dan tester dapat mengatakan kepada klien bahwa yang diinginkan ialah alur cerita dan tidak perlu terlalu mendetil.
Utk klien yang terlalu bertele-tele menceritakan gambaran
deskriptif dari gambar, dapat diingatkan secara halus bahwa tes ini adalah tes imajinasi.
Lanjutan Instruksi
Klien tidak diperkenankan untuk membuat beberapa
cerita yang pendek untuk satu gambar. Bila ia berusaha melakukan hal seperti itu, minta kepadanya untuk
mengkonsentrasikan energinya untuk membuat suatu cerita yang utuh, merupakan kesatuan.
Anak-anak kecil, orang2 dari kultur tertentu, dan psikotik, sering membutuhkan banyak dorongan sebelum mereka dapat berbicara/bercerita dengan bebas.
Dalam melakukan tes ini kepada anak-anak yang sangat pemalu, bila perlu dapat diberi rewards. Tester dapat mengatakan: “Saya akan memberi hadiah bila hari ini anda dapat menceritakan suatu cerita yang panjang” : atau “Bila anda sekarang melakukannya dengan baik,
Lanjutan Instruksi
SESI I
Instruksi Bentuk A
(untuk dewasa/remaja dg
intelegensi rata-rata & pendidikan cukup tinggi)
“Ini adalah tes imajinasi. Saya akan menunjukkanbeberapa gambar kpd Anda satu persatu. Tugas Anda adalah membuat cerita sehidup mungkin utk setiap
gambar. Ceritakan tentang apa yang terjadi SEBELUMNYA (mksudnya sblm adegan yg ada di gbr), apa yang
SEDANG terjadi pd saat itu (pd adegan gbr), apa yg dirasakan dan dipikirkan org2 yg ada dlm gbr, dan
Lanjutan Instruksi
Instruksi Bentuk B
(untuk anak-anak, untuk
dewasa dg tingkat pendidikan atau intelegensi
rendah, atau penderita psikotik)
“Ini adalah tes membuat cerita. Saya mempunyai bbrp gambar yang akan saya tunjukkan kepada Anda dan saya ingin Anda membuat suatu cerita untuk setiap
gambar. Ceritakan apa yang tjd sebelumnya (mksdnya sblm adegan yg ada dlm gbr) dan apa yg tjd sekarang (spt pd gbr). Ceritakan apa yg dirasakan dan dipikirkan oleh orang2 dalam gambar dan bagaimana AKHIR
ceritanya. Anda dapat membuat cerita apa saja yang
Anda sukai. Apakah Anda sudah mengerti? Kalau sudah, Anda mempunyai waktu 5 menit utk membuat setiap
Lanjutan Instruksi
SESI II
Instruksi Bentuk A
“Pelaksanaan kegiatan hari ini sama dg yg
sebelumnya., tp kali ini Anda dpt lebih bebas
berimajinasi. Kesepuluh cerita Anda pd hari
sebelumnya baik sekali, tetapi Anda banyak
membatasi diri pada fakta kehidupan sehari2.
Sekarang saya ingin melihat apa yang dapat
Anda lakukan dalam membuat cerita bila anda
mengabaikan realitas yang umum dan
Lanjutan Instruksi
Instruksi Bentuk B
“Hari ini saya akan memperlihatkan beberapa
gambar lagi kepada Anda. Kali ini akan lebih
mudah bagi Anda karena gambar-gambar yang
akan saya tunjukkan sekarang lebih bagus dan
lebih menarik. Anda telah menceritakan
beberapa cerita yang bagus pada hari yang lalu.
Sekarang saya ingin melihat apakah Anda dapat
membuat beberapa cerita lagi.Buatlah
cerita-cerita yang lebih menarik lagi daripada yang
telah Anda buat pada pertemuan yang lalu,
Lanjutan Instruksi
Untuk Kartu Kosong (No. 16):
“
Cobalah utk membayangkan sesuatu pd kartu
kosong ini. Bayangkan seolah2 ada suatu
gambar di kartu ini dan ceritakan secara terinci
kpd saya ttg gambar yg Anda bayangkan tsb.”
Bila klien tidak berhasil melakukan hal ini, maka
tester mengatakan:
“
Coba tutup mata Anda dan bayangkan suatu
gambar tertentu.” Setelah klien memberikan
Lanjutan Administrasi Tes
4. Waktu:
Pada prinsipnya tidak ada batas waktu. Rata-rata
klien menyelesaikan setiap gambar sekitar 5-10
menit. Rata-rata panjang cerita bagi subyek
dewasa ialah 300 kata dan bagi anak-anak
berusia 10 tahun, 150 kata.
Pengukuran waktu dimulai saat gambar diberikan
pada klien dan berakhir saat klien memulai
ceritanya
untuk lihat konflik
6. Alat-alat yang dibutuhkan
1 set kartu TAT
Rekorder atau pensil dan kertas
Lanjutan Administrasi Tes
6. Inquiry
Adalah pertanyaan untuk meminta kejelasan dari
cerita klien
Inquiry dapat dilakukan segera setelah selesai
satu cerita, atau setelah pelaksanaan
keseluruhan administrasi tes.
Setiap selesai 1 kartu, tester mengumpulkan kertas
jawaban; dan menandai jawaban yang perlu di-inquiry,
inquiry dilakukan setelah semua kartu selesai (tertulis)
Setelah selesai semua kartu, menandai jawaban yang
perlu di-inquiry, inquiry dilakukan dalam sesi wawancara (lisan)
Pertanyaan tidak boleh mengarahkan (
leading
Lanjutan Inquiry
Pertanyaan dalam inquiry dapat berkisar pada:
a. Meminta klien untuk memperjelas aspek
tertentu dari cerita yang ditiadakan (misal:
akhir atau awal cerita)
b. Meminta klien mengingat sumber cerita yang
dibuat (berasal dari teman, pengalaman
sendiri, keluarga, buku, film, dll)
Lanjutan Administrasi Tes
7. Pencatatan
Berguna untuk menilai interaksi individu
dengan setiap gambar
Tester mencatat kata2 yg persis spt yg
diucapkan klien dg metode steno maupun
singkatan2 yang dapat dimengertinya sendiri,
tetapi hanya seorang ahli atau yang terlatih
yg dpt mencatat segala sesuatu yang
Lanjutan Pencatatan
Hal-hal yang perlu dicatat:
1. Data pribadi klien: nama, jenis kelamin, usia,
pendidikan, alamat, urutan dalam keluarga, status
perkawinan, tanggal tes, keperluan tes, nama
tester, masalah yang dihadapi klien.
2. Respon lengkap klien termasuk
observasi
tingkah
laku
Bila tester menggunakan rekorder, pencatatan
terhadap reaksi di luar reaksi verbal juga perlu dicatat secara tertulis
Perilaku adalah akibat langsung dari perasaan,
Perilaku yang perlu diobservasi dan dicatat a.l:
a. Derajat keikutsertaan klien dalam cerita
b. Perubahan nada suara
c. Berhenti atau macet selagi bercerita (----)
d. Kegagapan, mendehem
e. Gelisah
f. Menggosok-gosok atau memegang-megang bagian badan
g. Berkeringat
h. Berhenti untuk menyulut rokok
i. Minta diri untuk pergi ke kamar kecil
j. Ragu-ragu
k. Adanya tiks
Observasi
Perilaku berulang
Perilaku yang bermakna (menggambarkan
kebutuhan dan interaksi individu dengan
lingkungan)