BAB III PEMBAHASAN ANALISA PENGATURAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA A. Hasil Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Legalitas Perkawinan Beda Agama
Teks penuh
Dokumen terkait
“Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik
Larangan-larang tersebut lebih sederhana 2 dibandingkan dengan larangan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dalam Pasal 8 tentang
menyatakan bahwa perkawinan yang dilakukan di luar Indonesia atau seorang warga Negara Indonesia dengan warga Negara asing adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku
Perkawinan yang sah harus dicatat menurut peraturan perundang- undangan yang berlaku hal ini diatur di dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Begitu juga dengan dasar hukum pada perkawinan Sabria dan Rio, dengan dasar hukum Pasal 56 ayat (1) UU perkawinan: “Perkawinan yang dilangsungkan di luar Indonesia antara
Dasar hukum yang dipakai adalah Pasal 56 ayat (1) UUP menyatakan : perkawinan yang dilakukan di luar Indonesia antara dua orang warga negara Indonesia atau seorang
Di dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 56 ayat (1) tentang perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan yang dilangsungkan diluar Indonesia antara dua orang
Subadio 1981, 23 juga menyatakan bahwa: Meskipun perkawinan warga Negara Indonesia yang berlainan agama tidak diatur dalam UU Perkawinan, akan tetapi berdasarkan Pasal 66, ketentuan