• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lima Jenis Jamur Pelapuk Kayu Asal Bogor untuk Uji Keawetan Kayu dengan Metode Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-7207-2006

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Lima Jenis Jamur Pelapuk Kayu Asal Bogor untuk Uji Keawetan Kayu dengan Metode Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-7207-2006"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Tabel 1. Komponen kimia kayu daun lebar dan daun jarum
Tabel 3. Komponen kimia kayu Tusam
Tabel 4. Kelas ketahanan kayu terhadap jamur
Tabel 6. Masa pengovenan kayu tiga jenis kayu untuk lima jenis biakan jamur
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah media jamur pelapuk kayu isolat HS berbasis serbuk gergajian kayu dan jerami padi pada fase vegetatif (fase miselium) dalam

Gambar 6 menunjukan bahwa kayu ganitri mempunyai nilai persentase kehilangan berat yang lebih besar dari kayu sengon, sehingga dapat disimpulkan bahwa kayu

Pada uji efikasi terhadap rayap kayu kering, tingkat keefektifan bahan pengawet dapat dilihat dari nilai mortalitas rayap dan penurunan berat kayu. Persentase

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase kehilangan berat paling besar untuk lama waktu pengumpanan 3 minggu adalah pada kayu karet 15,8%,

Nilai penurunan bobot contoh uji kayu sengon dan karet berdasarkan arah serat dan metode yang digunakan menunjukkan nilai persentase arah serat longitudinal

Data yang dikumpulkan pada uji penurunan berat kering kayu adalah berat kering oven sebelum dan setelah diumpankan pada jamur. Perubahan volume dihitung dengan rumus:.. 100% x

Pada uji efikasi terhadap rayap kayu kering, tingkat keefektifan bahan pengawet dapat dilihat dari nilai mortalitas rayap dan penurunan berat kayu. Persentase

Hasil penelitian uji kuburan menunjukkan bahwa dari 50 jenis kayu 98% rusak oleh serangan rayap dengan perincian 28 jenis termasuk kelas awet V atau 56%,15 jenis kelas awet IV atau