Lima Jenis Jamur Pelapuk Kayu Asal Bogor untuk Uji Keawetan Kayu dengan Metode Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-7207-2006
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah media jamur pelapuk kayu isolat HS berbasis serbuk gergajian kayu dan jerami padi pada fase vegetatif (fase miselium) dalam
Gambar 6 menunjukan bahwa kayu ganitri mempunyai nilai persentase kehilangan berat yang lebih besar dari kayu sengon, sehingga dapat disimpulkan bahwa kayu
Pada uji efikasi terhadap rayap kayu kering, tingkat keefektifan bahan pengawet dapat dilihat dari nilai mortalitas rayap dan penurunan berat kayu. Persentase
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase kehilangan berat paling besar untuk lama waktu pengumpanan 3 minggu adalah pada kayu karet 15,8%,
Nilai penurunan bobot contoh uji kayu sengon dan karet berdasarkan arah serat dan metode yang digunakan menunjukkan nilai persentase arah serat longitudinal
Data yang dikumpulkan pada uji penurunan berat kering kayu adalah berat kering oven sebelum dan setelah diumpankan pada jamur. Perubahan volume dihitung dengan rumus:.. 100% x
Pada uji efikasi terhadap rayap kayu kering, tingkat keefektifan bahan pengawet dapat dilihat dari nilai mortalitas rayap dan penurunan berat kayu. Persentase
Hasil penelitian uji kuburan menunjukkan bahwa dari 50 jenis kayu 98% rusak oleh serangan rayap dengan perincian 28 jenis termasuk kelas awet V atau 56%,15 jenis kelas awet IV atau