• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a) Hasil Uji Validitas Skala Konformitas Terhadap Teman Sebaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a) Hasil Uji Validitas Skala Konformitas Terhadap Teman Sebaya"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Analisis Instrumen

a) Hasil Uji Validitas Skala Konformitas Terhadap Teman Sebaya

Hasil uji validitas item pada skala konformitas terhadap teman sebaya yang terdiri dari 32 item menunjukkan 29 item validitas dan 3 item gugur, dengan rit bergerak antara 0,324 – 0,731. adapun spesifikasi item sahih adalah sebagai berikut:

Spesifikasi item valit dan gugur skala konformitas terhadap sebaya

No. Indikator Favorable Unfavorabel Total

validitas

1. Adanya informasi yang dimiliki kelompok 1, 9, 17, 25 5,13,21,29 8 2. Adanya persamaan pendapt 2, 10*,18, 26 6, 14, 22, 30 7 3. Mendapat penerimaan kelompok 3, 11, 19, 27 7, 15, 23*, 31 7 4. Menghindari hukum kelompok 4, 12, 20, 28 8, 16, 24*, 32 7 Total Valid 15 14 29

Ket : (*) Item Gugur

Skala ini terdiri dari 32 item dengan model skala Likert. Skor bergerak dari angka 1 hingga angka 4. Berdasarkan uji validitas dan menetapkan alat ukur yang diuji cobakan memenuhi syarat validitas 0.30, yaitu butir-butir yang memiliki harga di atas 0,03 dianggap valid, sebaliknya harga butir-butir kecil dari 0,30 maka dianggap tidak valid atau gugur. Setelah dianalisis dengan program

(2)

SPSS 16 For Windows diperoleh butir yang valid 29 item dan 3 item gugur. Item yang gugur adalah 10, 23 dan 24.

Hasil uji korelasi antar faktor skala konformitas terhadap teman sebaya adalah sebagai berikut:

Korelasi antar faktor skala konformitas terhadap teman sebaya

F1 F2 T F1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 1 30 .519** .000 30 .962** .000 30 F2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .519** .000 30 1 30 .945** .000 30 T Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .962** .000 30 .945** .000 30 1 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa faktor-faktor yang terdapat pada skala konformitas terhadap teman sebaya memiliki korelasi yang tinggi dan signifikan terhadap totalnya. Sehingga dapat diasumsikan bahwa faktor-faktor tersebut merupakan bagian dari skala konformitas terhadap teman sebaya.

Masing-masing faktor pada skala konformitas terhadap teman sebaya memiliki korelasi yang tidak mendekati satu (1), sehingga diasumsikan bahwa masing-masing faktor pada skala konformitas terhadap teman sebaya memiliki diskriminan (mengungkapkan aspek yang berbeda).

b) Hasil Uji Reliabilitas

Hasil uji reliabilitas terhadap 29 item pada skala konformitas terhadap teman sebaya diperoleh alpha sebersar 0.931, hasil tersebut menunjukan bahwa skala konformitas terhadap teman sebaya sangat reliabel.

(3)

c) Hasil Uji Validitas Skala Kecenderungan Perilaku Asertif

Hasil uji validitas item pada skala kecenderungan perilaku asertif yang terdiri dari 32 item menunjukan 3 item gugur, dengan rit bergerak antara 0,311 – 0,744. Adapun spesifikasi item sahih adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Item valid dan Gugur Skala Kecenderungan Perilaku Asertif

No. Indikator Favorable unfavorabel Total

valid

1. Merasa bebas untuk mengemukakan diri

1,9,17*.25 5,13,21,29 7 2. Dapat berkomunikasi dengan

orang lain

2,10*,18,26 6*,14,22,30 6 3. Mempunyai pandangan aktif

tentang hidup

3,11,19,27 7,15,23,31 8 4. Bertindak dengan cara yang

dihormatinya sendiri

4,12,20,28 8,16,24,32 8

Total valid 14 15 29

Ket : (*) Item Gugur

Skala ini terdiri dari 32 item dengan model skala Likert. Skor bergerak dari angka 1 hingga angka 4. Berdasarkan uji validitas dan menetapkan alat ukur yang diuji cobakan memenuhi syarat validitas 0.30, yaitu butir-butir yang memiliki harga di atas 0,03 dianggap valid, sebaliknya harga butir-butir kecil dari 0,30 maka dianggap tidak valid atau gugur. Setelah dianalisis dengan program SPSS 16 For Windows diperoleh butir yang valid 29 item dan 3 item gugur. Item yang gugur adalah 6, 10 dan 17.

Hasil uji korelasi antar faktor skala kecenderungan perilaku asertif adalah sebagai berikut:

(4)

Korelasi antar faktor skala kecenderungan perilaku asertif . F1 F2 F3 F4 T F1 PearsonCorrelation Sig. (2-tailed) N 1 30 .523** .000 30 .646** .000 30 .581** .000 30 .937** .000 30 F2 PearsonCorrelation Sig. (2-tailed) N .523** .000 30 1 30 .665** .000 30 .587** .000 30 .815** .000 30 F3 PearsonCorrelation Sig. (2-tailed) N .646** .000 30 .665** .000 30 1 30 .561** .000 30 .926** .000 30 F4 PearsonCorrelation Sig. (2-tailed) N .581** .000 30 .587** .000 30 .561** .000 30 1 30 .887** .000 30 T PearsonCorrelation Sig. (2-tailed) N .937** .000 30 .815** .000 30 .926** .000 30 .887** .000 30 1 30 **Correlation is significan at the 0.01 level (2-tailed)

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa faktor-faktor yang terdapat pada skala kecenderungan perilaku asertif memiliki korelasi yang tinggi dan signifikan terhadap totalnya. Sehingga dapat diasumsikan bahwa faktor-faktor tersebut merupakan bagian dari skala kecenderungan perilaku asertif.

Masing-masing faktor pada skala kecenderungan perilaku asertif memiliki korelasi yang tidak mendekati satu (1), sehingga diasumsikan bahwa masing-masing faktor pada skala kecenderungan perilaku asertif memiliki diskriminan (mengungkapkan aspek yang berbeda).

d) Hasil Uji Reliabilitas

Hasil uji reliabilitas terhadap 29 item pada skala kecenderungan perilaku asertif di peroleh alpha sebesar 0,932, hasil tersebut menunjukan bahwa skala kecenderungan perilaku asertif sangat reliabel.

4.2 Pengujian Persyaratan Analisis

Penghitungan uji normalitas data variabel X (kecenderungan perilaku asertif) dan variabel Y (konformitas terhadap teman sebaya) menggunaka SPSS

(5)

16 dengan kriteria pengujian adalah jika Lhitung < Ltabel, pada α = 0,05, berarti distribusi data normal dan bila sebeliknya berarti data tidak normal.

a. Uji Normalitas Data Variabel X (asertif)

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

KOMFORMITAS .217 34 .000 .797 34 .000

ASERTIF .141 34 .086 .914 34 .011

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Lhitung 0,141 < Ltabel = 0,886, dengan demikian dapat disimpukan bahwa data variabel X adalah berdistribusi normal.

b. Uji Normalitas data variabel Y (konformitas)

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Lhitung = 0,217 < Ltabel = 0,886, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data variabel Y adalah berdistribusi normal.

4.3 Uji Hipotesis

Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini diadakan pengujian terhadap persamaan regresi, uji linieritas dan koefisien korelasi.

1. Mencari persamaan regresi

Hasil pencarian persamaan regresi menggunakan program SPSS 16 maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Ŷ = 178.234 – 1,015 X. Artinya: setiap perubahan satu satuan skor pada variabel X (kecenderungan perilaku

(6)

asertif) akan diikuti oleh perubahan rata-rata -1,015 unit pada variabel Y (konformitas tehadap teman sebaya). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada table dibawah ini.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig. B Std. Error Beta

1 (Constant) 178.234 16.646 10.708 .000

ASERTIF -1.015 .200 -.669 -5.087 .000

2. Uji Linearitas

Berdasarkam uji linearitas menggunakan program SPSS 16 diperoleh harga Fhitung 25.882 < Ftabel (0,05) yaitu sebesar 4,15. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hubungan kedua variabel adalah liniar.

uji linier

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 7611.197 32 7611.197 25.882 .000a

Residual 9410.332 1 294.073

Total 17021.529 33

3. Analisis Korelasional

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan antara perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya pada siswa SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini diadakan pengujian terhadap analisis korelasi bivariat melalui formula Koefisien Korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program komputer SPSS for Windows versi 16.

(7)

Uji Signifikan Corelasi ASERTIF KOMFORMI TAS R R Square Eta Eta Squere d ASERTIF Pearso n Correla tion 1 -.669** Asertif .669 .447 .430 17.149 Sig. (2-tailed) .000 N 34 34 KOMFOR MITAS Pearso n Correla tion -.669** 1 Sig. (2-tailed) .000 N 34 34

Hasil analisis korelasi bivariat antara kecenderungan perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya diperoleh r = -0,669 tingkat hubungan sangat tinggi, sedangkan harga r2 = 0,447 atau 44,7%. Artinya: ada sekitar 44,7% variasi yang terjadi pada variabel Y dapat diterangkan oleh variabel X dengan persamaan regresi Y = -1,015. Maka hipotesis Ho yang menyatakan “Tidak terdapat hubungan kecenderungan perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya pada siswa”, ditolak. Sedangkan Ha yang menyatakan “terdapat hubungan kecenderungan perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya pada siswa”, hasil diterima. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara kecenderungan perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.

(8)

4.3 Pembahasan

Berdasarkan hasil analisa data dengan menggunakan program SPSS 16 terlihat bahwa hubungan antara kecenderungan perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya sangat signifikan. dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi Ŷ = 178,234 – 1,015 X, yang berarti bahwa setiap perubahan satu satuan skor pada variabel X (kecenderungan perilaku asertif) akan diikuti oleh perubahan rata-rata -1,015 unit pada variabel Y (konformitas terhadap teman sebaya pada siswa). Hasil koefisien korelasi sebesar r = -0,669 dan harga r2 = 0,447. Hal ini menunjukan bahwa 44,7% variasi yang terjadi pada konformitas terhadap teman sebaya pada siswa berhubungan dengan kecenderungan perilaku asertif. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara kecenderungan perilaku asertif dengan konformitas terhadap teman sebaya pada siswa SMA 1 Negeri Telaga Biru Kabupeten Gorontalo. Hasil hubungan korelasi dengan arah negatif menunjukan bahwa tingginya kecenderungan siswa untuk perilaku asertif, akan diikuti dengan rendahnya konformitas siswa terhadap teman sebaya, begitu pula sebaliknya rendahnya kecenderungan siswa untuk menampilkan perilaku asertif, akan diiringi dengan tingginya konformitas siswa terhadap teman sebaya.

Adanya hubungan yang negatif antara kecenderungan perilaku asertif remaja dengan konformitas terhadap teman sebaya dapat terjadi, mengingat remaja yang asertif akan merasa bebas untuk mengemukakan dan manyatakan hak-hak yang dimiliki sehingga dirinya tidak mudah untuk menerima tekanan-tekanan yang dilakukan oleh teman sebayanya. Selain itu remaja yang asertif juga

(9)

mampu menyadari secara penuh mengenai hak dan kewajibannya, sehingga dirinya dapat dengan mudah untuk mengenai perbuatan yang dilakukan sesuai dengan tanggung jawab yang dibebannya. Oleh karena demikian walaupun teman-teman dilingkungannya menampilkan dan mengajak, atau memaksa dirinya untuk melakukan tindakan negatif yang bertentangan dangan tanggung jawab dan kewajibannya, maka dirinya tampil berani untuk menolak dan tidak mengikuti atau memenuhi tekanan kelompok walaupun harus beresiko mengalami komplik dengan teman sebayanya.

Hasil penelitian ini diperkuat oleh Lange Jakubowski (dalam Calhoun dan Acocella, 1990:385), yang mengatakan bahwa perilaku tidak tegas ditampilkan untuk menghindari hal-hal yang buruk. Karena tujuan dari sikap tidak tegas adalah untuk menyenangkan individu lain dan menghindari konflik dengan segala akibatnya. Bandura (dalam Santrock, 2003:223) mengatakan bahwa untuk mengatasi konformitas terhadap teman sebaya, maka remaja perlu memiliki rasa kepemilikan dan kontrol atas dirinya. Kemudian Schroeder dan Black (dalam Craighead dkk, 1994:112) menyatakan bahwa tingkah laku asertif sebagai usaha individu untuk merespon atau mengatasi situasi yang bermasalah dengan cara meminta individu lain untuk mengubah tingkah laku dan menolak permintaan yang tidak masuk akal.

Berkumpul atau berkelompok dengan teman sebaya merupakan bagian dari salah satu tugas perkembanganya. Secara umum remaja lebih senang menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman sebayanya dibandingkan berada di rumah bersama keluarga. Hasil penelitian yang dilakukan

(10)

Condry dkk (dalam Santrock, 2004:220) menunjukan bahwa selama satu minggu remaja muda laki-laki dan perempuan menghabiskan waktu dua kali lebih banyak dengan teman sebaya dari pada waktu dengan orang tuanya.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, ada hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara konformitas teman sebaya dengan kemandirian siswa kelas XI SMA N 2 Salatiga, artinya apabila

Secara lebih lanjut, Santrock (2003, h.221) menyatakan bahwa konformitas adalah kecenderungan individu meniru tingkah laku orang lain dikarenakan tekanan yang nyata

Dari hasil penghitungan diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,724 dengan Angka Indeks Korelasi bertanda plus (+), sehingga korelasi tersebut arah hubungannya

Berdasarkan hasil perhitungan simultan pada tabel 4.13 pengaruh literasi ekonomi dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Program

Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara minat membaca dengan keterampilan menulis cerita pendek peserta didik memiliki korelasi dengan arah

Tabel 64.. )a Perubahan kecenderungan arah pada kelancaran membaca huruf nasal subjek (A) menuju perubahan yang positif. )b perubahan kecenderungan stabilitas pada

Arah korelasi dapat dilihat dari angka koefisien korelasi hasilnya positif atau negatif.Sesuai dengan hasil analisis, koeefisien korelasi lompat jauh bernilai

Arah korelasi dapat dilihat dari angka koefisien korelasi hasilnya positif atau negatif.Sesuai dengan hasil analisis, koeefisien korelasi tes lompat jauh bernilai