1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangTransportasi memiliki peran penting bagi kehidupan karena dapat dmemudahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Begitu pula pada sebuah perusahaan, peran penting tansportasi yaitu sebagai penghubung dalam mentransformasikan sumber daya menjadi produk jadi serta mengirmkannya pada tempat tujuan customer. Dengan adanya berbagai tempat tujuan pengiriman ini tentunya merupakan suatu permasalahan yang cukup kompleks. Pada saat yang sama, berbagai arus dan infrastruktur lalu lintas yang terbatas menyebabkan waktu perjalanan menjadi tidak pasti dan berbeda (Groß, Ehmke and Mattfeld, 2019).
Aktivitas pada transportasi ini dapat dilihat sebagai kegiatan utama dalam logistik dan juga memiliki keterkaitan langsung dengan customer, hal ini dapat dilihat ketika produk yang sudah dipesan harus segera dikirim oleh perusahaan menggunakan moda transportasi yang sesuai dengan berbagai tempat tujuan pengiriman customer. Dalam melakukan pengiriman produk terdapat beberapa moda transportasi yang dapat digunakan. Yang pertama moda transportasi darat yaitu truk yang mampu mengangkut produk-produk jadi atau setengah jadi dan dapat digunakan untuk produk-produk yang peka terhadap waktu. Truk memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya waktu pengiriman relative cepat, pengiriman dilakukan dengan langsung dan biaya yang dikeluarkan murah. Untuk kelemahannya yaitu bergantung pada kondisi jalan. Kemudian terdapat kereta api yang dapat mengangkut produk yang bervolume besar, produk yang diangkut bervariasi seperti poduk jadi atau bahan mentah. Kereta api memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya yaitu lebih ekonomis, kapasitas angkut cukup besar dan kecepatan pengiriman relative stabil. Untuk kelemahannya kemungkinan
delay, terdapat transhipment sehingga kurang fleksibel. Yang kedua Moda
transportasi laut yaitu kapal. Kapal memiliki keungulan dan kelemahan. Keunggulanya mampu mengangkut produk dengan kapasitas muatan yang besar. Untuk kelemahannya yaitu waktu pengiriman cukup lambat dan terdapat
2
pesawat. Pesawat ini memiliki keungulan dan kelemahan. Keunggulanya waktu pengiriman cepat, andal, mudah di tracking dan tracing. Untuk kelemahannya yaitu kapasitas muat terbatas dan biaya yang dikelarkan mahal. Berdasarkan keunggulan dan kelemahan pada masing-masing moda transportasi maka pemilihan moda transportasi perlu dilakukan dengan tepat untuk meminimalkan biaya transportasi (Hadiguna, 2017).
Berdasarkan artikel media “Supply Chain Indonesia” yang ditulis oleh Dr. Zaroni CISCP mengatakan bahwa komponen biaya yang terbesar dalam struktur biaya logistic merupakan biaya transportasi. Biaya transportasi ini memberikan tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik perusahaan (Dr. Zaroni, 2015). Biaya yang terdapat pada logistik tersebut mencakup semua komponen biaya untuk aktivitas pergerakan barang dalam rangkaian proses rantai pasok. Semakin efisien biaya logistik tersebut dalam suatu proses rantai pasok, maka akan semakin kompetitif harga produk akhir (Dr. Zaroni, 2017). Aktivitas didalam logistik ini terdapat dua aktivitas, seperti Inbound dan Outbound Logitstik. Pada aktivitas
inbound logistik, biaya logistik digunakan untuk aktivitas pergudangan dan
transportasi material dari pemasok ke pabrik. Sedangkan pada aktivitas outbound logistik, biaya logistik digunakan untuk aktivitas pergudangan, transportasi, dan distribusi dari gudang pabrik ke distributor, pengecer, sampai ke konsumen akhir (Dr. Zaroni, 2017)
Dari uraian diatas, dapat dilihat bahwa transportasi memilki peran yang sangat kompleks. Dengan adanya Kompleksitas ini maka perlu dilakukan pengelolaan transportasi yang efektif dan efisien. Pengelolaan transportasi yang efektif dan efisien akan memastikan pengiriman produk dari perusahaan ke tempat tujuan
customer dengan tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat penerima serta
barang dalam kondisi baik. Pengelolaaan tersebut memerlukan suatu strategi untuk menekan biaya yaitu dengan meminimalkan biaya pengiriman suatu produk sampai ke tempat tujuan pengiriman customer. Salah satu strategi yang dapat digunakan Perusahaan adalah dengan melakukan perencanaan ongkos angkut pengiriman barang atau produk dengan tepat dan merata sehingga dapat meminimalkan biaya pengiriman yang dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga peran logistik disini sangat penting didalam suatu perusahaan. Dalam hal ini biaya pada logistik merupakan
3
faktor yang sangat memengaruhi daya saing dan kinerja suatu perusahaan, hal ini dikarenakan pada umumnya tujuan utama suatu perusahan yaitu dapat menghasilkan keuntungan maksimal yang diharapkan akan terus meningkat pada setiap periode agar siklus hidup perusahaan dapat tetap berjalan dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, keberlangsungan perusahaan sangat ditentukan oleh bagaimana perusahaan dapat mengelola logistik secara efektif dan efisien.
PT.X yang berada di Gresik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sektor produksi dan penjualan produk pakan (Pakan Udang. Pakan Ikan dan Pakan Apung). Lokasi pabrik dan kantor penjualan produk pakan berada pada satu lokasi yang sama. Pada perjalanannya perusahaaan ini mengirimkan produk pakan kepada retail atau agen (yang biasanya dijual kembali) dan end customer (seperti petani tambak). Pengiriman yang dilakukan oleh perusahaan menggunakan beberapa jenis kendaraan. Moda transportasi yang digunakan seperti container truk kapasitas muatan 6,5ton dan 7,5ton dan Pick-up. Moda transportasi Container digunakan untuk pengiriman produk pakan ke luar pulau. Kemudian kendaraan Truk digunakan untuk pengiriman produk pakan dalam pulau. Sedangkan moda transporatsi Pick-up digunakan untuk pengiriman produk pakan dalam jumlah muatan yang sedikit dan dengan jarak yang cukup dekat. Moda transportasi yang digunakan untuk pengiriman produk pakan oleh perusahaan ini yaitu menggunakan sistem sewa dengan menjalin kerjasama terhadap vendor ekspedisi. Sebelumnya, perusahaan telah membuat patokan atau standar ongkos angkut pada wilayah yang dilalui dan juga kemudian akan dibagikan kepada vendor-vendor ekspedisi untuk dilakukan penawaran harga. Dengan adanya penentuan ongkos angkut yang telah dibuat diharapkan perusahaan dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam arti lain tidak meyebabkan pengeluaran perusahaan melebihi estimasi awal.
Kondisi perusahaaan saat ini yaitu melakukan pengiriman produk pakan tersebut dari pabrik ke tempat tujuan retail atau agen (yang biasanya dijual kembali) dan end customer (seperti petani tambak). Pada perjalanannya dalam penentuan ongkos angkut pengiriman produk pakan yang dilakukan oleh perusahaan saat ini masih belum merata pada setiap tempat tujuan yang dilalui. Misalnya tujuan pengiriman dilakukan pada lokasi A. tempat A ini memiliki wilayah bagian utara,
4
timur, barat dan selatan. Tarif ongkos angkut yang saat ini dilakukan oleh perusahaan untuk tempat A bagian utara dan selatan yaitu sama, padahal pada kondisi rill jarak antara pabrik menuju ke tempat A bagian utara dan selatan yaitu jarak yang ditempuh lebih jauh menuju ke bagian selatan. Hal ini memungkinkan dapat menimbulkan tejadinya ketidaksetaraan ongkos angkut untuk pengiriman produk pakan pada tempat tujuan sesuai jarak tempuh yang dilalui.
Dari uraian diatas, penyelesaian terhadap permasalahan ketidaksetaraan ongkos angkut dapat diberikan melalui penentuan tarif ideal untuk ongkos angkut pakan dari pabrik ke customer sesuai dengan jarak tempuh yang dilalui. Penentuan ongkos angkut pada proses pengiriman produk pakan yang akan diamati dalam penelitian ini khusus untuk penggunaan moda transportasi truk (pengiriman produk pakan dalam pulau) dengan kapasitas muatan 6.5ton dan mengangkut semua pakan (Pakan Udang, Pakan Ikan, Pakan Apung) hal ini ini dikarenakan pada satu truk mengangkut semua pakan dan biasanya sesuai permintaan customer. Dengan menggunakan vendor ekspedisi. Wilayah yang diamati tidak mencakup seluruh wilayah Indonesia namun hanya lokasi-lokasi pengiriman yang pengirimannya langsung dari pabrik menuju lokasi customer yang dilalui, sehingga dengan dilakukan penelitian ini, diharapkan dapat menghasilkan penentuan ongkos angkut yang diperoleh dengan memperhitungkan biaya-biaya yang menjadi faktor ketidaksetaraan besarnya ongkos angkut. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan menghitung Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang didalamnya menentukan dan menghitung biaya tetap seperti biaya penyusutan kendaraan, biaya pajak kendaraan, biaya asuransi dan gaji sopir, biaya uji kendaraan dan biaya variable menggunakan rumus berdasarkan pedoman dari Departemen Pekerjaan Umum, seperti biaya konsumsi bahan bakar, biaya konsumsi ban, biaya konsumsi oli, biaya tol dan biaya lain-lain yang kemudian dapat menghasilkan tarif dasar kemudian hasilnya akhir yaitu tarif ideal. Tarif ideal ini yang nantinya dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi tarif ongkos angkut pakan yang harus dikeluarkan perusahaan dan menjadi dasar pembanding untuk tarif yang ditawarkan oleh beberapa vendor-vendor ekspedisi kepada perusahaan, pada saat pengiriman produk pakan dari pabrik menuju ke lokasi tujuan customer, sesuai dengan jarak tempuh yang dilalui.
5
Penelitian ini didukung dengan penelitian sejenis tentang penentuan tarif ideal untuk pengiriman produk atau jasa. Pada enelitian (Purba.2018) dengan judul Penentuan Ongkos Angkut Minyak Solar Dari Depot Ke Konsumen Industri PT. Pertamina (Persero) di kota Medan. Pada penelitian tersebut menjelaskan bahwa Untuk mendistribusikan solar dibutuhkan transportasi yang akan mengangkut solar dari depot Pertamina menuju perusahaan konsumen. Untuk itu, perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk mengangkut solar harus dilakukan guna menentukan harga jual solar kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya ongkos angkut dan memberikan rekomendasi tarif angkut solar yang harus dikeluarkan perusahaan pada saat pendistribusian solar dari depot menuju industri konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Break Even Point (BEP) dan Return
Of Investmet (ROI). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi ongkos angkut solar ada tiga yaitu jenis kendaraan, jarak tempuh dan kapasitas angkutan sesuai dengan perhitungan yang dilakukan, rekomendasi harga tarif yang didapat adalah sebesar Rp.4.013.450,65 per RIT atau Rp. 747,875 pengenaan tarif/km (Purba.2018).
Selain itu juga terdapat penelitian pendukung lainnya (Mulyati dan Alif.2014) dengan judul Perencanaan Tarif Ideal Pengiriman Barang Berdasarkan Metode Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (Bok) di PT Syncrum Logistics. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi jasa transportasi barang 3PL (Third Party Logistics). Pada proses pengiriman perusahaan ini mengirimkan barang dari satu tempat ke daerah tujuan melalui darat
(On Road) dengan menggunakan armada truk box wing. PT Syncrum Logistics
memiliki lebih dari 80 armada box wing yang dimiliki oleh box itu sendiri. Salah satunya adalah kotak truk jenis sayap yang sering digunakan untuk pengiriman layanan ke Milkrun Cibitung. Pada pengenaan tarif pengiriman barang satu kali pada rute ada perbedaan dengan perhitungan tarif Milkrun Cibitung sebelumnya yang semula adalah Rp 800,802, - diturunkan menjadi Rp 522.700, -. Tarif Rp 522.700 hanya didasarkan pada penawaran harga yang dilakukan oleh pelanggan di sisi pemasaran. Harga itu belum mencapai tingkat ideal perusahaan. Dari uraian di atas, perhitungan tarif angkutan ideal dengan rute Milkrun Cibitung menggunakan
6
Biaya Operasional Kendaraan. Menghitung Biaya Operasi Kendaraan harus terlebih dahulu menentukan biaya tetap, biaya variabel dan penentuan tarif dasar dan perhitungan biaya yang dikeluarkan setiap tahun, bulan dan hari, dan manfaat yang akan dicapai oleh perusahaan. Selisih yang didapat adalah Rp 229.837, - dari harga awal dari harga minimum yang bisa dinegosiasikan antara Rp 800.802 hingga Rp 707.61228 palet.
Dengan adanya penelitian pendukung diatas dan berdasarkan permasalah perusahaan yang menjadi objek penelitian ini maka penulis memberi judul penelitian ini dengan “Penentuan Tarif Ideal Untuk Ongkos Angkut Pakan Dari Pabrik Ke Customer”
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana menghitung tarif ideal untuk ogkos angkut pengiriman pakan dari pabrik ke customer yang harus dikeluarkan berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan (BOK)?
1.3 Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui tarif ideal untuk ogkos angkut pengiriman pakan dari pabrik ke customer yang harus dikeluarkan berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).
1.4 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan dan dijadikan rekomendasi oleh perusahaan dalam upaya menentukan tarif ideal untuk ongkos angkut pakan dari pabrik ke
customer.
2. Bagi Universitas
Memberikan referensi mengenai materi yang masih relevan untuk dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
7 3. Bagi Mahasiswa
- Menambah pengetahuan dan wawasan dalam penerapan teori-teori yang sudah diperoleh di bangku perkuliahan.
- Memliki kesempatan untuk mencari solusi dalam suatu permasalahan
1.5 Batasasn
Adapun Batasan yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Batasan penelitian ini mencakup jarak tempuh pada wilayah yang dilalui. 2. Penelitian ini fokus pada distribusi produk pakan pada kendaraan truk.
1.6 Asumsi
Adapun Asumsi yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Jarak tempat tujuan customer diperoleh melalui google maps.
2. Kondsi lalu lintas dalam keadaan normal. 3. Kondisi kendaraan dalam keadaan normal.
4. Data-data terkait biaya tetap dan biaya variabel diperoleh melalui website seperti blibli.com, Carmudi.com, id.priceprice.com, Tokopedia.com, biayapajak.com, Aturduit.com, Kargo.tech
8