A. Gambaran Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas,
ukuran perusahaan, dan good corporate governance terhadap kebijakan
dividen perusahaan yang diukur menggunakan Dividend Payout Ratio.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dimana objek dalam
penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Liquid 45 (LQ45)
dengan periode penelitian tahun 2013-2015. Metode pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive
sampling, dari 45 perusahaan yang terdaftar di LQ45 yang memenuhi
kriteria dalam penelitian adalah 13 perusahaan yang diamati selama 3
tahun (2013-2015). Adapun perusahaan yang terkait adalah sebagai
Tabel 4.1
Data Sampel Perusahaan
No. Kode Perusahaan Nama Perusahaan
1 AKRA PT Akr Corporindo Tbk.
2 ASII PT Astra International Tbk.
3 BBCA PT Bank Central Asia Tbk.
4 BBNI PT Bank Negara Indonesia Tbk.
5 BBRI PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
6 BBTN PT Bank Tabungan Negara Tbk.
7 BMRI PT Bank Mandiri Tbk.
8 GGRM PT Gudang Garam Tbk.
9 INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
10 KLBF PT Kalbe Farma Tbk.
11 PTBA PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk.
12 PWON PT Pakuwon Jati Tbk.
13 UNTR PT United Tractors Tbk.
Sumber : Laporan Tahunan yang terdaftar di BEI
B. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif menjelaskan nilai minum, maksimum, mean dan
standar deviasi dari variabel-variabel, baik variabel terikat (variabel
dependen) yaitu Dividend Payout Ratio (Y), maupun variabel bebas
Kepemilikan Institusional (X3), dan Kepemilikan Manajerial (X4). Hasil
Uji statistik Deskriptif secara ringkas disajikan dalam table sebagai
berikut:
Tabel 4.2
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DPR 39 ,075257 ,777331 ,38219787 ,168069135 ROE 39 ,071144 1,418618 ,20942636 ,206888780 SIZE 39 6,968401 8,959072 7,98100585 ,677352021 KI 39 ,307995 ,755469 ,49650436 ,115879916 KM 39 ,000006 ,023361 ,00388172 ,006504251 Valid N (listwise) 39
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
`
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat pada variabel dependen yaitu
Kebijakan Dividen yang diukur dengan menggunakan Dividend Payout
Ratio (DPR) memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 0,075257
artinya laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham dalam
bentuk tunai terendah sebesar 7,5% yang dialami oleh PT Bank Central
Asia Tbk. (BBCA) pada tahun 2015. Nilai tertinggi (maksimum)
sebesar 0,777331 artinya laba yang dibayarkan kepada para pemegang
saham dalam bentuk tunai tertinggi sebesar 77,7% dialami oleh PT
Gudang Garam Tbk. (GGRM) pada tahun 2015. Dan nilai rata-rata
(mean) sebesar 0,38219787 yang artinya rata-rata laba yang dibayarkan
sebesar 38,2%. Dan standar deviasi menunjukkan sebesar 0,168069135
dimana angka tersebut lebih kecil dari data mean yang artinya data
sampel pada Dividend Payout Ratio adalah Homogen atau variasinya
kecil dan tidak ada data yang ekstrem.
Variabel independen yang pertama yaitu Profitabilitas yang diukur
dengan menggunakan Return On Equity. Diperoleh nilai terkecil
(minimum) sebesar 0,071144 artinya laba terendah yang dihasilkan
dalam pengelolaan ekuitas sebesar 7% yang dialami oleh PT United
Tractors Tbk. (UNTR) pada tahun 2015. Nilai tertinggi (maksimal)
1,418618 artinya laba tertinggi yang dihasilkan dalam pengelolaan
ekuitas sebesar 142% yang dialami oleh PT Akr Corporindo Tbk.
(AKRA) pada tahun 2015. Sedangkan nilai rata-rata (mean) adalah
0,20942636yang artinya rata-rata laba bersih yang dihasilkan 21%. Dan
standar deviasi menunjukkan angka 0,206888780 dimana angka
tersebut lebih kecil dari data mean yang artinya data sampel pada
variabel Profitabilitas tidak terdapat data yang ekstrim.
Variabel independen yang kedua yaitu Ukuran Perusahaan yang
diukur dengan Ln Total Aset (LnTA) yang memiliki nilai terendah
(minimum) sebesar 6,968401 yang artinya PT Pakuwon Jati Tbk.
(PWON) pada tahun 2013 memiliki total aset terendah. Nilai tertinggi
(maksimum) sebesar 8,959072artinya total aset yang dimiliki oleh PT
Bank Mandiri Tbk. (BMRI) pada tahun 2015 adalah total aset tertinggi
rata-rata (mean) sebesar 7,98100585artinya nilai tersebut adalah
rata-rata total aset yang dimiliki. Dan standar deviasi menunjukkan angka
0,677352021 dimana angka tersebut lebih kecil dari nilai mean yang
artinya data sampel pada variabel Ukuran Perusahaan tidak terdapat
data yang ekstrim.
Variabel independen ketiga yaitu Good Coporate Governance yang
diukur dengan Kepemilikan Institusional (KI) dan Kepemilikan
Manajerial (KM). Kepemilikan Institusional memiliki nilai minimum
sebesar 0,307995 yang artinya saham yang dimiliki oleh institusi
terendah sebesar 30,7% yang dimiliki oleh PT Tambang Batubara Bukit
Asam Tbk. (PTBA) pada tahun 2015. Nilai tertinggi (maksimum)
sebesar 0,755469 yang artinya saham yang dimiliki oleh institusi
terbesar adalah 75,5% yaitu yang dimiliki oleh PT Gudang Garam Tbk.
(GGRM) pada tahun tiga tahun berturut-turut yaitu 2013, 2014 dan
2015. Sedangkan nilai rata-rata (mean) sebesar 0,49650436 yang
artinya saham rata-rata yang dimiliki oleh institusi adalah 49,6%. Dan
nilai standar deviasi menunjukkan angka 0,115879916 dimana angka
tersebut lebih kecil dari nilai mean yang artinya data sampel pada
variabel Kepemilikan Institusional tidak terdapat data yang ekstrim.
Selanjutnya Kepemilikan Manajerial (KM) memiliki nilai terendah
(minimum) sebesar 0,000006 yang artinya saham yang dimiliki oleh
manajemen perusahaan adalah 0,0006% yang dialami perusahaan PT
(maksimum) sebesar 0,023361 yang berarti saham yang dimiliki oleh
manajemen perusahaan adalah 2,3% yang dimiliki oleh PT Bank
Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) pada tahun 2015. Sedangkan nilai
rata-rata (mean) sebesar 0,00388172 yang artinya saham rata-rata-rata-rata yang
dimiliki adalah sebesar 0,39%. Dan nilai standar deviasi menunjukkan
angka 0,006504251 dimana angka tersebut lebih besar dari nilai mean
yang berarti data sampel variabel Kepemilikan Manajerial terdapat data
yang ekstrim.
C. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data yang
normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi data
normal atau tidak, salah satunya dengan menggunakan analisis grafik.
Ada dua cara analisis yang digunakan apakah residual berdistribusi
normal atau tidak, yaitu:
a) Analasis grafik, adalah salah satu cara termudah untuk melihat
normalitas residual dengan melihat probability plot. Dimana
pada grafik ini terlihat titik-titik menyebar disekitar garis
diagonal yang penyebarannya mengikuti arah garis diagonal,
Gambar 4.1 Normal Probability Plot
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan grafik normal probability plot menunjukkan bahwa
model regresi layak dipakai dalam penelitian ini karena pada grafik
normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta
penyebarannya mengikuti arah garis diagonal dan data yang dimiliki
terlihat merata dan cukup baik. Artinya model regresi tersebut
memenuhi asumsi normalitas yang berarti bahwa data terdistribusi
secara normal.
b) Analasis statistik, uji statistik yang digunakan untuk menguji
normalitas residual adalah uji Kolmogorov-Smirnov (KS), bila
nilai sig > 0,05 dengan α = 5%, berarti distribusi data normal,
Tabel 4.3
Hasil Uji Kolmogorov Smirnov
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.3 dasar pengambilan keputusan uji
Kolmogorov-Smirnov adalah jika nilai signifikansi (asymp sig 2-tailed)
lebih besar sama dengan alpha (0,05) maka data terdistribusi normal
dan jika angka signifikansi (asymp sig 2-tailed) lebih kecil dari alpha
(0,05) maka data tidak terdistribusi normal. Hasil uji
Kolmogorov-Smirnov diatas bahwa besarnya asymp sig 2-tailed lebih besar dari
alpha yaitu 0,439>0,05, hal ini berarti data terdistribusi secara normal.
2. Uji Multikolonieritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk
mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinearitas antar variabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 39
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,14457543
Most Extreme Differences
Absolute ,139
Positive ,095
Negative -,139
Kolmogorov-Smirnov Z ,868
Asymp. Sig. (2-tailed) ,439
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
independen digunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance.
Batas dari tolerance value adalah 0,10 dan batas VIF adalah 10. Apabila
tolerance value > 0,10 dan nilai VIF < 10 maka tidak terjadi
multikolinearitas. Sampel hasil yang ditunjukkan dalam output SPSS
maka besar nilai VIF dan nilai tolerance dari masing-masing variabel
independen dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) ROE ,919 1,088 SIZE ,657 1,522 KI ,750 1,333 KM ,714 1,401 a. Dependent Variable: DPR
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa hasil pengujian
tersebut tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance <
0,10 dan nilai VIF > 10. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai tolerance
untuk ROE sebesar 0,9 dan VIF 1,088, Size dengan nilai tolerance
sebesar 0,657 dan nilai VIF 1,522, KI dengan nilai tolerance 0,750 dan
VIF 1,333, KM dengan nilai tolerance 0,714 dan nilai VIF 1,401.
Dengan demikian model regresi dalam penelitian ini terbukti bebas dari
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah model yang bebas
dari masalah heteroskedastisitas (homokedastisitas). Selengkapnya
mengenai hasil uji untuk heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar
berikut:
Gambar 4.2 Grafik Scatterplot
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan grafik scatterplots diatas terlihat bahwa titik-titik
menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka
0 pada sumbu Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada
penyebaran data tersebut. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa tidak
terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi
berdasarkan variabel yang mempengaruhinya yaitu Return On Equity
(ROE), Size, Kepemilikan Institusional (KI), dan Kepemilikan
Manajerial (KM).
4. Uji Autokorelasi
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear
ada korelasi antara kesalahan penggunaan periode t-1 (sebelumnya).
Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.
Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi
adalah dengan model Durbin Watson. Hasil uji Durbin Watson (DW
test) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model Durbin-Watson
1 1,052
a. Predictors: (Constant), KM, ROE, KI, SIZE
b. Dependent Variable: DPR
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.5 menunjukkan bahwa nilai D-W sebesar
1,052. Dengan jumlah predictors sebanyak 4 buah (k=4) dan sampel
sebanyak 39 perusahaan (N=39), berdasarkan tabel D-W dengan tingkat
signifikansi 5% maka dapat ditentukan nilai batas bawah (DL) sebesar
model regresi tidak mengandung autokorelasi positif karena nilai D-W
masih dibawah nilai DL (0<DW<DL).
D. Uji Kelayakan Model
1. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan
atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi
pada variabel yang lain. Hasil uji koefisien determinasi (adjusted R2)
ditunjukkan di dalam tabel berikut :
Tabel 4.6
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,510a ,260 ,173 ,152843455 a. Predictors: (Constant), KM, ROE, KI, SIZE
b. Dependent Variable: DPR
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa besarnya Koefisien
Determinasi (R2) adalah 0,173 yang berarti sebesar 17,3% variabel
Dividend Payout Ratio (DPR) dapat dijelaskan oleh variasi dari
keempat variabel independen yaitu Return On Equity (ROE), Size,
Kepemilikan Institusional (KI), dan Kepemilikan Manajerial (KM).
Sedangkan sisanya 82,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar
2. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel
independen secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap variabel dependen. Signifikansi model regresi
pada penelitian ini diuji dengan melihat nilai signifikansi (sig.). Hasil
uji statistik F ditunjukkan di dalam tabel berikut :
Tabel 4.7 Hasil Uji Statistik F
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression ,279 4 ,070 2,987 ,032b
Residual ,794 34 ,023
Total 1,073 38
a. Dependent Variable: DPR
b. Predictors: (Constant), KM, ROE, KI, SIZE
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21 E. Pengujian Hipotesis
1. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Hasil uji t dapat dilihat dari nilai signifikansi, Return On Equity
(ROE), Size, Kepemilikan Institusional (KI), dan Kepemilikan
Manajerial (KM), dalam menerangkan variabel dependen, yaitu
Tabel 4.8 Hasil Uji Statistik t
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) ,481 ,428 1,123 ,269 ROE -,072 ,125 -,088 -,572 ,571 SIZE -,044 ,045 -,178 -,979 ,334 KI ,579 ,247 ,399 2,342 ,025 KM -4,744 4,512 -,184 -1,052 ,300 a. Dependent Variable: DPR
Sumber: Data Sekunder Diolah dengan SPSS versi 21
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa variabel Profitabilitas
(X1) yang diukur dengan Return On Equity menunjukkan nilai thitung
sebesar 0,572 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,571. Nilai ttable pada
tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 1,69092. Karena thitung < ttable dan
tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 maka keputusannya adalah H1
ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas tidak
berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen yang diukur
dengan dividend payout ratio (DPR).
Variabel Ukuran Perusahaan (X2) yang diukur dengan Ln Total Aset
menunjukkan nilai thitung sebesar 0,979 dengan tingkat signifikansi
sebesar 0,334. Nilai ttable pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar
maka keputusannya adalah H2 ditolak. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan
terhadap Kebijakan Dividen (DPR).
Variabel Kepemilikan Institusional (X3) menunjukkan nilai thitung
sebesar 2,342 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,025. Nilai ttable pada
tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 1,69092. Karena thitung > ttable dan
tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 maka keputusannya adalah H3
diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepemilikan
Institusional berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio
(DPR).
Variabel Kepemilikan Manajerial (X4) menunjukkan nilai thitung
sebesar 1,052 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,3. Nilai ttable pada
tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 1,69092. Karena thitung < ttable dan
tingkat signifikan lebih besar dari 0,05 maka keputusannya adalah H4
ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepemilikan
Manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio
(DPR).
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Uji regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh
Profitabilitas, ukuran perusahaan, dan Good Corporate Governance
terhadap Kebijakan Dividen yang diukur dengan Dividend Payout
berganda yang digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:
DPR = 0,481 - 0,072ROE - 0,044SIZE+ 0,579KI - 4,744KM + e
Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Koefisien konstanta sebesar 0,481 dengan nilai positif, ini dapat
diartikan bahwa dividend payout ratio akan bernilai 0,481 apabila
masing-masing variabel retutrn on equity, size, kepemilikan
institusional dan kepemilikan manajerial bernilai 0.
b. Variabel return on equity (X1) memiliki koefisien regresi sebesar
-0,072. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan 1%
variabel return on equity (dengan asumsi bahwa nilai koefisien
variabel lainnya tetap atau tidak berubah) maka dividend payout
ratio (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,072 (7,2%).
c. Variabel size (X2) memiliki koefisien regresi sebesar -0,044. Hal
ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan 1% variabel size
(dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lainnya tetap atau
tidak berubah) maka dividend payout ratio (Y) akan mengalami
penurunan sebesar 0,044 (4,4%).
d. Variabel kepemilikan institusional (X3) memiliki koefisien regresi
sebesar 0,579. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan
1% variabel Kepemilikan Institusional (dengan asumsi bahwa nilai
koefisien variabel lainnya tetap atau tidak berubah) maka dividend
e. Variabel kepemilikan manajerial (X4) memiliki koefisien regresi
sebesar -4,744. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan
1% variabel Kepemilikan Manajerial (dengan asumsi bahwa nilai
koefisien variabel lainnya tetap atau tidak berubah) maka dividend
payout ratio (Y) akan mengalami penurunan sebesar 4,744
(474,4%).
E. Pembahasan
Pada penelitian ini hasil dari uji yang dilakukan pada
variabel-variabel independen terhadap variabel-variabel dependen dapat disimpulkan
sebagai berikut, yaitu :
1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil
bahwa variabel Profitabilitas yang diukur dengan Return On
Equity tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kebijakan
Dividen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Rahayuningtyas (2013) yang menyatakan bahwa
ROE tidak memiliki pengaruh terhadap Kebijakan Dividen
(DPR). Hal ini terjadi karena perusahaan pada saat memperoleh
laba akan lebih mengutamakan laba melakukan investasi daripada
2. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kebijakan Dividen
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil
bahwa variabel Ukuran Perusahaan yang diukur dengan Ln Total
Aset tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kebijakan
Dividen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Idawati (2014) yang menyatakan bahwa Ukuran
Perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hal ini
dapat terjadi karena disebabkan oleh ketidakstabilan
perekekonomian yang dapat menyebabkan ketidakefektifan
perusahaan dalam melakukan pengelolaan dana untuk
menjalankan usahanya. Dan penyebab lain yaitu
ketidakmaksimalan laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Karena
penyebab itulah ukuran perusahaan kecil ataupun besar akan lebih
berorientasi pada pertumbuhan perusahaannya.
3. Pengaruh Good Corporate Governance yang diukur dengan Kepemilikan Institusional terhadap Kebijakan Dividen
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil
bahwa variabel Good Corporate Governance yang diukur dengan
Kepemilikan Institusional memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Hasil penelitian ini
(2014) bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan
terhadap kebijakan dividen karena kepemilikan institusional
memiliki banyak informasi mengenai aktifitas dan profitabilitas
yang berguna untuk pemangku kepentingan lain dan sebagai
pengambilan keputusan pembagian dividen. Dan kepemilikan
institusional memiliki arti penting dalam memonitor manajemen.
Adanya kepemilikan oleh institusional akan mendorong
peningkatan pengawasan lebih optimal. Mekanisme monitoring
tersebut akan menjamin peningkatan kemakmuran pemegang
saham (Firmanda, dkk, 2015).
4. Pengaruh Good Corporate Governance yang diukur dengan Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Dividen
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil
bahwa variabel Good Corporate Governance yang diukur dengan
Kepemilikan Manajerial tidak memiliki pengaruh dan signifikan
terhadap Kebijakan Dividen. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Rosaline dan Oktorina (2013)
bahwa kepemilikan manajerial tidak mempengaruhi kebijakan
dividen. Hal ini membuktikan bahwa pemegang saham yang juga
merupakan pengelola perusahaan cenderung memilih kompensasi
berupa gaji atau bonus, ataupun insentif jangka panjang lainnya