DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN
RUANG KOTA BENGKULU
KOTA BENGKULU
2
Laporan kinerja pemerintah melalui penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini merupakan upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang baik. Proses penilaian yang terukur ini untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan sehingga kinerjanya bias terus ditingkatkan.
Penyusunan LKjIP berdasarkan pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 dimana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel merupakan bentuk pertangungjawaban atas kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu. Capaian Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu meliputi :
1. Pada Indikator Jalan Kota Dalam Kondisi Baik yang semulanya target pada tahun 2020 menjadi 72% disebabkan adanya penambahan jumlah jalan yang ada di Kota Bengkulu yang semula total jalan kota 742,56 Km menjadi 942, 56 Km, sehingga pencapaian target menjadi berubah yaitu 72% dengan rincian salah satu jl. Asahan, jalan kapuas, jalan semarak 3 dengan total pengerjaan pada tahun 2020 12 Km sehingga pencapaian target 12 Km persentase 100 % sesuai target. 2. Pada indikator ketersediaan air bersih ditahun 2020 pencapaian target
12% data yang dapat dihitung 7.430 rumah tinggal dibandingkan dengan total seluruh rumah tingal 71.178 sehingga target pada tahun 2020 MCK Air bersih target 150 MCK tercapai 165 MCK melebihi target yang diinginkan menjadi 12 %, disebabkan adanya penambahan anggaran dan usulan dari masyarakat.
3. Pada indikator akses sanitasi layak target pencapaian pada tahun 2020 target pencapaian 90 % dari data yang diambil rasio sanitasi layak 65.178 rumah tinggal tersanitasi pada tahun 2020 perbandingan data seluruh rumah tinggal se-kota bengkulu didapat 71.178 rumah
3
4. Pada indikator drainase dalam kondisi baik pada di tahun 2020 menjadi 65 % dari data yang diambil panjang drainase dalam kondisi baik 125 km pada tahun 2020 perbandingan data jumlah panjang drainse 145 Km total seluruh target pengerjaan drainase dari 105 km menjadi 115 km adanya penambahan wilayah pada drainse kota sehingga menjadi 70 % melebihi target yang diharapkan
5. Pada indikator jalan lingkungan dalam kondisi baik pada tahun 2020 pencapaian target 30 % dari data yang diambil ada 250 lokasi di Kota Bengkulu terdiri di beberapa kecamatan dan kelurahan sehingga pencapaian target 100 % sesuai dengan target.
6. Pada indikator bangunan yang memiliki sertifikasi pada tahun 2020 target pencapaian 70 % pada tahun 2020 70 % dikarenakan perhitungan rumah bersertifikasi terdapat data nya di DPMPTSP Kota Bengkulu.
7. Pada indikator pelanggaran tata ruang pada tahun 2020 target pencapaian 65 % kegiatan yang dilakukan adalah pengawasan terhadap bangunan yang ada di Kota Bengkulu, sehingga tahap kegiatan nya selesai dikerjakan sesuai dengan target.
Dari 7 (tujuh) Indikator Kinerja Sasaran yang merupakan Indikator Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun 2020, 3 (tiga) target indikator yang tidak sesuai target, 4 (empat) indikator melebihi target, dan belum tercapai target tidak ada.
Keberhasilan yang dicapai pada kinerja tahun 2020 dengan mengutamakan pelaksanaan program bapak Walikota Bengkulu yaitu 1000 jalan mulus, pelaksanaan yang dilakukan sudah mencapai yang ditargetkan, tetapi memang masih ada jalan/gang pada masyarakat yang
4
berjalan, pada Program Pembangunan Gedung Kantor, dikarenakan ada beberapa permasalahan yang menyebabkan terjadinya kegagalan tersebut salah satunya pelaksanaan tender yang terlambat, pihak ketiga yang dalam pelaksanaan nya mengalami kegagalan pekerjaan sehingga pelaksanaan pekerjaan menjadi terlambat dan diputuskan kontrak kerjanya.
Diharapkan pada masa yang akan datang dalam pelaksanaan pekerjaan hendak lah sesuai dengan time scedule yang telah ditetapkan, pesan Bapak Waikota Bengkulu pada masa evaluasi kemarin di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu hendak lah dalam penetapan Pihak Ketiga dalam pekerjaan dilihat dari bobot pekerjaan, kemampuan dan integritas yang tinggi dalam pekerjaan.
Hasil evaluasi capaian kinerja ini juga sangat penting dipergunakan sebagai pijakan atau acuan bagi instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu dalam perbaikan pelaksanaan pekerjaan ditahun yang akan datang.
5
Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas semua limpahan Rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun 2020 dapat diselesaikan.
Laporan Kinerja (LKjIP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun 2020 adalah capaian akuntabilitas kinerja pada tahun kelima dalam masa RPJMD Kota Bengkulu Tahun 2019-2023. LKjIP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu disusun berdasarkan RKPD Tahun 2020 yang dijabarkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD Tahun 2019-2023).
LKjIP adalah wujud pertanggung jawaban pejabat publik kepada masyarakat tentang kinerja lembaga pemerintah selama satu tahun anggaran. Proses kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu telah diukur, dievaluasi, dianalisis dan dijabarkan dalam bentuk laporan dan bertujuan untuk menggambarkan penerapan Rencana Strategis (Renstra) dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi di masing-masing perangkat daerah, serta keberhasilan capaian sasaran saat ini untuk percepatan dalam meningkatkan kualitas capaian kinerja yang diharapkan pada tahun yang akan datang.
Melalui LKj-IP dapat memberikan gambaran penerapan prinsip-prinsip good governance, yaitu dalam rangka terwujudnya transparansi dan akuntabilitas di lingukungan pemerintah.
Demikian Laporan ini kami susun semoga dapat digunakan sebagai bahan bagi pihak -pihak yang berkepentingan khususnya untuk peningkatan kinerja di masa mendatang.
BENGKULU, Januari 2021 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Bengklu
NOPRISMAN, ST. M.Si Pembina
6 KATA PENGANTAR ... 5 DAFTAR ISI ... 8 DAFTAR TABEL ... 9 DAFTAR GAMBAR ... 11 BAB 1 PENDAHULUAN ... 9
A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI 1. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ... 9
2. SUMBERDAYA ... 11
B. FUNGSI STRATEGIS DPUPR KOTA BENGKULU17 1. VISI ... 17
2. MISI ... 17
3. TUJUAN ... 18
4. SASARAN ... 19
C. PERMASALAHAN UTAMA YANG DIHADAPI ... 20
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 23
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 31
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 32
B. REALISASI ANGGARAN ... 34
BAB IV PENUTUP ... 47
A. KESIMPULAN UMUM CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 47
B. STRATEGI UNTUK PENINGKATAN KINERJA DIMASA DATANG ... 47
LAMPIRAN ... 59 PERJANJIAN KINERJA 2020
7
Bengkulu………... 11 Tabel 1.2 Sarana dan Prasarana kedinasan Tahun 2020……… 12 Tabel 1.3 Jumlah Pegawai DPUPR Berdasarkan Pendidikan .... 12 Tabel 1.5 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah DPUPR...…... 19 Tabel 2.1 Rencana Belanja DPUPR Kota Bengkulu
Tahun Anggaran 2020.…... 23 Tabel 2.2 Alokasi per Sasaran Pembangunan Tahun Anggaran
2020………... 25 Tabel 2.3 Penetapan Kinerja Tahun Anggaran 2020... 27 Tabel 3.1 Skala Pengukuran Capaian Sasaran Kinerja
Tahun 2020 ………..………... 32 19
Tabel 3.2 Pengukuran Kinerja Perangkat Daerah DPUPR Kota
Bengkulu………..………... 34 Tabel 3.3 Analisis Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran DPUPR Kota
Bengkulu...………..………... 39 Tabel 3.4 Kegiatan Pembentukan Forum Pengurangan Resiko
Bencana………..………... Tabel 3.5 Kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Relawan Penanggulangan
Bencana……..………... 39 Tabel 3.6 Realisasi Anggaran Per Program dalam Pelaksanaan
Perjanjian Kinerja (PK) ……..………... 43 Tabel 3.7 Realisasi Anggaran………..…………. 46
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Peta Lokasi Jalan Kota Bengkulu ……… 11
BAB 1
PENDAHULUANA. GAMBARAN UMUM ORGANISASI
1. Tugas Pokok Dan Fungsi
Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem petanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna dan dapat dipertanggungjawabkan serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Akuntabilitas merupakan sebuah wujud kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran–sasaran yang telah ditatapkan melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik.
Berangkat dari pemikiran tersebut, pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.Peraturan Presiden tersebut mewajibkan setiap entitas Akuntabilitas Kinerja menyusun dan menyajikan Laporan Kinerja atas prestasi kerja yang telah dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
Bab 1 Berisi : A. Gambaran Umum Organisasi B. Fungsi Strategis DPUPR Kota Bengkulu C. Permasalahan Umum Yang dihadapi
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu dalam pencapaian kinerja sasaran yang diutamakan dalam infrastruktur di Kota Bengkulu yang salah satunya jalan dalam kondisi baik, memberikan fasilitasi yang baik terhadap masyarakat sesuai dengan Visi dan Misi Walikota Bengkulu.
Dalam hal ini, penyusunan LKjIP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun 2020 dimaksudkan sebagai perwujudan peran serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu untuk mewujudkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja dalam pelaksanaan visi dan misi yangtelah ditetapkan. LKjIP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun 2019 juga dimanfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu di tahun yang akan datang.
Gambar 1. Peta Jaringan Jalan Kota Bengkulu
Jumlah personel sumberdaya manusia di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu. Jumlah dan tingkat pendidikan sumberdaya manusia (SDM) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu adalah sebagai berikut :
Tabel 1.1
JUMLAH PEGAWAI DPUPR
BERDASARKAN STATUS KEPEGAWAIAN DAN JENIS KELAMIN No. PEGAWAI
Jenis Kelamin
Jumlah Laki-Laki Perempuan
A. Pegawai Negeri Sipil
1. Kepala Pelaksana 1 - 1 2. Sekretariat 7 4 11 3. Bidang Bina Marga 14 2 16 4. Bidang Cipta Karya 11 5 16 5. Bidang Sumber Daya
Air
7 5 12 6. Bidang Tata Ruang 5 1 6 7. Bidang Jasa Konstruksi 4 - 4 B. Pegawai Kontrak 7. Tenaga Kontrak 50 23 73 T o t a l 99 40 139
Jumlah ASN pada DPUPR dilihat dari Laki-laki dan Peremuan dapat dijelaskan sebagai berukut : 49 orang (74 %) Laki-laki, 20 orang (30 %) Perempuan.
Tabel. 1.2
JUMLAH ASN DPUPR
BERDASARKAN GOLONGAN/KEPANGKATAN No
.
PEGAWAI GOLONGAN JUMLAH
II III IV
1. Kepala Pelaksana - - - - 2. Sekretariat 3 8 1 12 3. Bidang Bina Marga 2 13 1 16 4. Bidang Cipta Karya 1 15 - 16 5. Bidang Sumber Daya Air 1 10 1 12 6. Bidang Tata Ruang 1 4 1 6 7. Bidang Jasa Kostruksi 3 1 4 TOTAL 8 53 5 66
Jumlah ASN pada DPUPR dilihat dari golongan/pangkat dapat dijelaskan sebagai berukut : 5 orang ( 8 %) golongan IV, 53 orang (80 %) golongan III dan sisanya 8 orang (12 %) golongan II.
Tabel. 1.3
JUMLAH PEGAWAI DPUPR BERDASARKAN PENDIDIKAN No. PEGAWAI P E N D I D I K A N SMA/ D3 S-1 S-2 JML 1. Kepala Pelaksana - - - - 2. Sekretariat 4 6 2 12 3. Bidang Bina Marga 5 8 3 16 4. Bidang Cipta Karya 4 7 5 16 5. Bidang Sumber
Daya Air
Air
3 5 4 12 6. Bidang Tata Ruang 2 3 1 6 7. Bidang Jasa Konstruksi - 3 1 4 8. Tenaga Kontrak 38 35 - 73
T O T A L 56 67 16 139
Sumber : Data Duk Dinas PUPR Tahun 2020
Pegawai DPUPR baik ASN maupun tenaga kontrak sebanyak 56 orang (40 %) berpendidikan SMU dan Diploma III, 67 orang (48 %) berpendidikan sarjana (S-1), sisanya 16 orang (12 %) be rpendidikan Pasca sarjan a . ASN DPUPR baik ya ng berpendidikan Sarjana maupun Pasca Sarjana tersebar pada berbagai macam konsentrasi
ilmu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 03 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka Pemerintah Daerah Kota Bengkulu telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor: 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kota Bengkulu dimana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu terdiri dari:
a. Kepala ;
b. Sekretariat, terdiri atas :
- Sub Bagian Perencanaan, Umum dan Kepegawaian; - Sub Bagian Keuangan;
c. Bidang Cipta Karya, terdiri atas :
- Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan;
- Seksi Perumahan dan Pengembangan Permukiman; dan - Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman;
d. Bidang Bina Marga, terdiri atas : - Seksi Jalan
- Seksi Jembatan
- Seksi Pemeliharaan Bina Marga
e. Bidang Bina Konstruksi dan Peralatan terdiri atas : - Seksi Bina Konstruksi;
- Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan; dan - Seksi Peralatan;
f. Bidang Sumber Daya Air terdiri atas : - Seksi Irigasi
- Seksi Drainase
- Seksi Pemeliharaan Sumber Daya Air g. Bidang Tata Ruang
- Seksi Tata Ruang - Seksi Pemetaan
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penanggulangan bencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu didukung dengan beberapa peralatan/ asset, baik yang bersifat umum maupun khusus, Aset DPUPR diperoleh dari hasil pengadaan yang didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD sebagaimana tabel berikut ada pun daftar aset DPUPR Kota Bengkulu Tahun 2020 terlampir.
B. Fungsi Strategis DPUPR Kota Bengkulu
1. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Isu Strategis berdasarkan RT RW : a. Jaringan Jalan
1. Jalan Arteri
- Meningkatkan dan memelihara kualitas jalan yang telah ada.
2. Jalan Lokal
- Peningkatan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan diwilayah kota
- Rekonstruksi dan pemeliharaan jembatan kabupaten - Pembangunan Jalan
- Pembangunan Jembatan Fly Over
- Peningkatan ketersediaan papan nama dan status jalan b. Jaringan Sumber Daya Air
Pengembangan sistem jaringan air bersih diarahkan sebagai berikut :
- Peningkatan jaringan irigasi sederhana
- Pemeliharaan dan perlindungan kelangsungan fungsi terhadap sumber-sumber mata air, aderah resapan air, dan daerah tangkapan air;
- Peningkatan pelayanan dan pengelolaan air bersih oleh PDAM dengan pengembangan sistem jariangan air bersih - Pengembangan sistem penyediaan air minum untuk
meningkatkan efisiensi dan cakupan pelayanan air minum; - Pembangunan dan pengendali banjir
Rencana Sistem Prasarana Lainnya
Sistem Jaringan Air Limbah :
1. Rencana Pengembangan sistem air limbah setempat meliputi : 1. Pemenuhan fasilitas septic tank pada masing-masing
Kepala keluarga (KK) pada wilayah perkotaan ;
2. Pengembangan jamban komunal pada kawasan permukiman padat masyarakat berpenghasilan rendah dan area fasilitas umum;
3. Pembangunan IPAL terpadu
Sistem Jaringan Drainase :
1. Rencana pengembangan sistem jaringan drainase, meliputi : a. Perbaikan teknis prasarana drainase dengan cara
normalisasi saluran, rehabilitasi saluran, penambahan saluran baru, dan pembangunan penunjang prasaran drainase;
b. Pembuatan saluran drainase tersendiri pada setiap kawasan fungsional terhubung ke saluran primer tanpa membebani saluran di wilayah permukiman;
c. Mengoptimalkan daya resap air ke dalam tanah untuk mengurangi beban saluran drainase dengan penghijauan dan kewajiban pembuatan sumur resapan;
d. Koordinasi pengelolaan saluran drainase khususnya pada saluran drainase permanen dikawasan perkotaan;
Penataan Ruang :
1. Rencana Penataan Ruang sebagai berikut :
a. Kesesuaian Pemanfaatan Ruang sesuai dengan peruntukan
b. Peningkatan Pengendalian dan pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dan Privat;
c. Peningkatan ketersediaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST);
Penentuan Isu-Isu Strategis
Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan daerah karena dampaknya yang signifikan bagi daerah, dengan karakteristik bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka panjang, dan menentukan tujuan penyelenggaran pemerintah dimasa yang akan datang.
Isu-isu yang berkenaan dengan peran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Isu-isu yang selalu menjadi pusat perhatian dan perbincangan, berkenaan dengan peran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Belum optimalnya kualitas transportasi sarana prasarana 2. Belum optimalnya akses permukiman layak huni
Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih
Sesuai RPJMD Kota Bengkulu tahun 2019-2023 bahwa visi Kepala daerah adalah :
“Terwujudnya Kota Bengkulu yang Bahagia dan religius, APBD
untuk Rakyat”. Visi diatas mengandung 2 (dua) kata kunci yaitu
bahagia dan religius.
Pembangunan yang dilaksanakan dengan berpegang pada APBD untuk rakyat sebagai mana tertuang dalam visi memberikan arti bahwa peran pembiayaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah berorientasi pada kepentingan masyarakat sehingga pembangunan yang dilakukan mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga menciptakan masyarakat yang bahagia.
Usaha-usaha perwujudan Visi Kota Bengkulu dijabarkan dalam Misi Kota Bengkulu sebagai berikut :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahanyang baik (Good Governance
dan clean Governance)
2. Mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan 3. Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Sehat dan berakhlak mulia 4. Membangkitkan ekonomi kreatif dan iklim usasha yang kondusif.
Misi Walikota Bengkulu yang singkron dengan tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu adalah poin kedua yaitu :
“Mewujudkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perkotaan” Pembangunan Infrastruktur perkotaan diutamakan jaringan jalan, air bersih, jaringan irigasi, gedung perkantoran dan gedung layanan publik untuk semua. Peningkatan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang banyak digunakan masyarakat. Selanjutnya untuk mewujudkan Visi sebagaimana dimaksud diatas maka dijabarkan
melalui Misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas transportasi
Tingkat konektifitas wilayah pertumbuhan/wilayah kawasan potensial, dengan indikator yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang :
- Persentase jalan dalam kondisi baik
- Persentase pusat kegiatan terhubung jaringan jalan dalam kondisi baik
- Persentase sarana dan prasarana perhubungan layak terhadap kebutuhan
2. Mengoptimalkan akses permukiman layak huni - Rasio Rumah layak huni
- Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum yang aman
- Persentase penduduk yang terlayani sanitasi layak - Lama genangan dipermukiman
- Rasio jalan lingkungan memadai terhadap luas permukiman 3. Meningkatkan kualitas infrastruktur dasar
- Persentase bangunan gedung instansi pemerintah kondisi baik - Rasio kemajuan pembangunan fisik
- Rasio pengurangan jumlah dan dampak ekonomi sosial dan lingkungan akibat kegagalan konstruksi
2. Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dari DPUPR selama lima tahun (2019 – 2023) adalah :
Menunjang Kapasitas Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Kawasan Pemukiman Yang layak.
3. Sasaran
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka DPUPR menetapkan sasaran yaitu “Meningkatnya Kapasitas dan Kesiapsiagaan Bencana”. Tujuan dan sasaran DPUPR bisa dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.5
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah DPUPR
No Tujuan Sasaran
Indikator Tujuan/ Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke_ 2019 2020 2021 2022 2023 1. Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Perkotaan Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar Meningkatnya bangunan gedung pemerintah yang bersertifikasi Meningkatnya Perencanaan, 1. Persentase Jalan Kota Kondisi Baik 1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih 2. Rasio akses sanitasi layak 3. Rasio drainase kondisi baik 4. rasio jalan lingkungan kondisi baik 1. Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi 1. Persentase Pelanggaran 71 10,49 88 60 28 0 60 72 12 90 65 30 70 65 75 13,07 92 70 31 75 74 76 14,27 93 75 33 80 85 85 15,31 94 80 35 85 90
pengendalian dan
pemanfaatan ruang
Tata Ruang
C.Permasalahan Utama Yang Dihadapi
Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah
No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah (1) (2) (3) (4) 1 Belum terwujudnya sistem jaringan jalan yang baik dan terpadu
Belum optimalnya akses jalan dan jembatan antar kawasan belum optimalnya
ketersediaan sarana pendukung jaringan jalan Belum optimalnya
perencanaan pembangunan jalan dan jembatan
Belum optimalnya kualitas kontruksi jaringan jalan
Belum optimalnya ketersediaan jalan dan jembatan belum semua jalan dilengkapi
trotoar/pendistrian 2. belum semua jalan
dilengkapi dengan drainase database jalan dan jembatan dasar yang belum lengkap belum optimalnya upaya peningkatan
kualitas jalan 2. belum optimalnya
upaya rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan 1.belum semua jalan dilengkapi
2. belum semua jalan dilengkapi dengan drainase 1.database jalan dan jembatan dasar yang belum lengkap 1.belum optimalnya upaya peningkatan
kualitas jalan 2. belum optimalnya
upaya rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan
2 Belum optimalnya kualitas bangunan
banyaknya bangunan tidak sesuai standar kualifikasi 1.Belum optimalnya sistem pengawasan bangunan 2. belum optimalnya pembinaan konstruksi 3 Tingginya pelanggaran tata ruang
Belum optimalnya upaya perencanaan dan pengendalian tata ruang Revisi RTRW yang belum diselesaikan 2. belum adanya dokumen sebagai turunan dari RTRW (RDTR) 3. belum optimalnya pemberian pelayanan terkait dibidang perizinann tata ruang 4. kurangnya
pengendalian
pemanfaatan ruang dari
pemerintah daerah 5. masih kurangnya
pelibatan peran serta dari masyarakat oleh
pengendalian
pemanfaatan ruang 6. kurangnya sosialisasi
perencanaan tata ruang kepada masyarakat
4 Belum optimalnya kelayakhunian
Belum optimalnya akses air minum layak
Rendahnya layanan pengelolaan air limbah
belum optimalnya layanan drainase
Tingginya kejadian becana
Belum optimalnya ketersediaan sarana dan prasarana air bersih
perpipaan 2. kondisi sapras sumber
air baku yang belum baik 3. belum optimalnya
ketersediaan sistem drainase lingkungan dan kawasan
Kondisi IPLT dan IPAL yang belum
memadai 2. jumlah IPLT dan
IPAL yang masih kurang Belum optimalnya ketersediaan sistem drainase lingkungan dan kawasan belum optimalnya ketersediaan bangunan pengendali bencana 5 Belum optimalnya sistem
jaringan irigasi
jaringan irigasi belum
mengakomodir luas lahan yang ada
1.masih ada jaringan
irigasi yang rusak 2. panjang jaringan irigasi
BAB II
A.
Rencana Strategis DPUPR Kota Bengkulu Tahun 2019-2023 Sesuai tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) DPUPR tahun 2019 – 2023 yang menguraikan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator Kinerja Sasaran, Arah Kebijakan dan memuat seluruh program yang akan menjadi acuan rencana kerja 5 tahun ke depan serta memuat capaian target kinerja setiap tahun. Rencana Strategis (Renstra) DPUPR tahun 2019 – 2023 dapat dilihat dalam tabel berikut:Tabel 2.1
Rencana Strategis DPUPR Kota Bengkulu Tahun 2019-2023
No Sasaran
Indikator Tujuan/ Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke_
2019 2020 2021 2022 2023
1. Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan
Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar 1. Persentase Jalan Kota Kondisi Baik 1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih 2. Rasio akses sanitasi layak 3. Rasio drainase 71 10,49 88 60 72 12 90 65 75 13,07 92 70 76 14,27 93 75 85 15,31 94 80 Bab 2 Berisi : Ringksan/Ikhtiar Perjanjian Kinerja
PERENCANAAN KINERJA
Meningkatnya bangunan gedung pemerintah yang bersertifikasi Meningkatnya Perencanaan, pengendalian dan pemanfaatan ruang kondisi baik 4. rasio jalan lingkungan kondisi baik 1. Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi 1. Persentase Pelanggaran Tata Ruang 28 0 60 30 70 65 31 75 74 33 80 85 35 85 90
a. Indikator Kinerja Utama (IKU)
Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan yang menggambarkan kinerja utama instansi pemerintah sesuai dengan tugas fungsi serta mandat yang diemban. Dalam hal ini, indikator kinerja merupakan ukuran keberhasilan yang menggambarkan terwujudnya kinerja, tercapainya hasil program dan kegiatan. Harus memenuhi kriteria spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan sesuai dengan kurun waktu tertentu. IKU perlu ditetapkan oleh pimpinan organisasi sebagai dasar penilaian kinerja. IKU DPUPR Kota Bengkulu telah ditetapkan mengacu dengan Renstra 2019 - 2023, dapat dilihat dalam tabel berikut :
No. Tujuan Sasaran Indikator Formula 1. Meningkatnya kualitas infrastruktur perkotaan Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar Meningkatnya bangunan gedung pemerintah yang bersertifikasi Meningkatnya Perencanaan, pengendalian dan pemanfaatan ruang Persentase Jalan Kota Kondisi Baik 1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih 2. Rasio akses sanitasi layak 3. Rasio drainase kondisi baik 4. Rasio jalan lingkungan kondisi baik 1. Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi 1. Persentase Pelanggaran Tata Ruang
Panjang Jalan Kota Kondisi Baik x 100 % Total Panjang Jalan Kota
Seluruhnya
Jumlah RT akses Air Bersihx 100 %
Jumlah seluruh RT
Jumlah rumah tinggal akses sanitasi x 100 % Jumlah rumah Tinggal
Panjang Drainase Baik/Tidak Tersumbat (Km) x 100 %
Jumlah Rumah Tinggal
Panjang jalan lingkungan dalam kondisi baik x 100 % Total Panjang jalan lingkungan
Jumlah bangunan ber IMB x 100 %
Jumlah Bangunan gedung dikota Bengkulu
Jumlah bangunan yang melanggar x 100 % Jumlah Bangunan yang ada
a. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) tahun 2020
DPUPR telah menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) tahun 2020, disusun pada tahap awal, sehingga masih belum sinkron antara program dan kegiatan dengan RPJMD dan Renstra 2019 – 2023, karena dokumen RPJMD dan Renstra 2019 – 2023 disahkan dipertengahan tahun 2020. Berikut Rencana Kinerja Tahunan (RKT) tahun 2020 DPUPR Kota Bengkulu :
Tabel 2.3
Rencana Kinerja Tahunan DPUPR Tahun 2020 No Sasaran
Strategis Indikator Kinerja
Target Program dan Kegiatan (1) (2) (3) (4) (5) 1 Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar Meningkatnya bangunan
1. Persentase Jalan Kota Kondisi Baik
1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih
2. Rasio akses sanitasi layak
3. Rasio drainase kondisi baik
4. Rasio jalan lingkungan kondisi baik
1. Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi
72 12 90 65 30 70 Program Peningkatan Jalan Dalam Kota (Peningkatan Jalan Lingkungan P2P) Program Pemeliharaan Jalan Program Pengembangan sarana prasarana air bersih Program Sanitasi MCK Program Pemeliharaan Drainase Program Pambangunan Jalan P2P Program Pengawasan
gedung pemerintah yang bersertifikasi Meningkatnya Perencanaan, pengendalian dan pemanfaatan ruang 1. Persentase Pelanggaran Tata Ruang 65 Bangunan Gedung Program Penyelenggaraan Tata Ruang Kota
a. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, efektif dan berorientasi kepada hasil, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu telah mencanangkan Perjanjian Kinerja 2020 sebagai tolak ukur keberhasilan pencapaian sasaran organisasi dan menjadi dasar penilaian dalam evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun anggaran 2020. Uraian sasaran, beserta indikator kinerja dan targetnya sebagaimana telah ditetapkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) 2020 dan disajikan sesuai dengan tabel 2.2.
Adapun Perjanjian Kinerja DPUPR Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.4
Perjanjian Kinerja Tahun 2020 DPUPR Kota Bengkulu
No Sasaran Strategis Indikator KInerja Target
(1) (2) (3) (4)
1.
2.
Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan
Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar
1. Persentase Jalan Kota Kondisi Baik
1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih
72
3.
4.
Meningkatnya bangunan gedung pemerintah yang bersertifikasi
Meningkatnya Perencanaan, pengendalian dan
pemanfaatan ruang
2. Rasio akses sanitasi layak 3. Rasio drainase kondisi baik 4. Rasio jalan lingkungan kondisi
baik
1. Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi
1. Persentase Pelanggaran Tata Ruang 90 65 30 70 65 No Program Anggaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8 9 10 11 12. 13. 14. 15. 16.
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem dan Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program pembangunan Saluran Drainase / Gorong – Gorong
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
Program pengembangan dan pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
Program Pemeliharaan Dan Pembangunan Jalan Lingkungan
Program Pengaturan Jasa Konstruksi Program Pemberdayaan Jasa Konstruksi Program Perencanaan Tata Ruang
Program Pengendalian Pemanfataan Ruang Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jalan
Rp. 4.371.763.671,00 Rp. 67.549.277.929,00 Rp. 45.000.000,00 Rp. 155.193.000,00 Rp. 4.273.493.000,00 Rp. 20.769.254.717,00 Rp. 208.074.500,00 Rp. 4.024.062.500,00 RP. 2.319.926.831,00 Rp. 79.400.000,00 Rp 11.878.358.500,00 Rp. 51.690.000,00 Rp. 311.910.000,00 Rp. 185.124.000,00 Rp. 360.172.500,00 Rp. 352.489.827.000,00
17. Program Pembangunan dan Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum
Rp. 2.498.000.000,00
Jumlah Rp. 471.570.528.148,-
Pada tahun 2020 ini, tidak terdapat perbedaan nama pada Program. Sebelum RPJMD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu.
Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2020 DPUPR Kota Bengkulu juga memuat besaran anggaran dalam melaksanakan perjanjian kinerja 2020. Jumlah anggaran pada pelaksanaan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 mengacu pada jumlah perubahan anggaran tahun 2020 dan juga ditetapkan dalam bentuk dokumen Penetapan Perubahan 2020, dengan rincian sebagai berikut sesuai dengan tabel 2.3.
Tabel 2.3
Jumlah Anggaran Per Program dalam pelaksanaan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun Anggaran 2020
DPUPR Kota Bengkulu No Program Sebelum Perubahan
Anggaran
Sesudah Perubahan Anggaran
1 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, kegiatannya meliputi:
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan Pengadaan Jalan Jumlah 18.714.690.000 Rp.18.714.690.000 18.714.690.000 Rp.18.714.690.000
Dalam Perjanjian Kinerja juga dilakukan pemetaan program dan anggaran untuk mendukung pencapaian sasaran strategis, sesuai dengan tabel 2.4 sebagai berikut :
Pemetaan Program dan Anggaran per Sasaran Strategis Tahun 2020
DPUPR Kota Bengkulu No Sasaran
Strategis
Indikator Kinerja
Target Program Anggaran (1) (2) (3) (4) (5) 1 Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar Meningkatnya bangunan gedung pemerintah yang bersertifikasi Meningkatnya Perencanaan, pengendalian dan pemanfaatan ruang 1. Persentase Jalan Kota Kondisi Baik 1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih 2. Rasio akses sanitasi layak 3. Rasio drainase kondisi baik 4. Rasio jalan lingkungan kondisi baik 1. Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi 1. Persentase Pelanggaran Tata Ruang 72 12 90 65 30 70 65 Program Peningkatan Jalan Dalam Kota Program Pemeliharaan Jalan Program Pengembangan sarana prasarana air bersih Program Sanitasi MCK Program Peningkatan Drainase Program Pambangunan Jalan P2P Program Pengawasan Bangunan Gedung Program Penyelenggaraan Tata Ruang Kota
Rp. 347.767.657.500 Rp. 4.722.169.500 Rp. 2.498.000.000 Rp. 2.319.926.831 Rp. 16.448.504.000 Rp. 10.797.561.000 Rp. 208.949.000 Rp. 223.467.175
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA DPUPR KOTA BENGKULU 2020
Akuntabilitas kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu merupakan wujud kewajiban untuk mempertanggung jawabkan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan tugas pokok serta fungsinya dalam pencapaian sasaran kinerja organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan secara transparan akuntabel. Hal ini sesuai dengan amanat PP 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan
Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan tata cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa setiap instansi pemerintah wajib menyusun Laporan Kinerja yang melaporkan progres kinerja atas mandat dan sumber daya yang digunakannya.
Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk penelitian keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai, yang telah ditetapkan dalam Visi dan Misi DPUPR Kota Bengkulu.
Pengukuran dimaksud merupakan suatu hasil penilaian yang sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan berupa masukan, keluaran, dan hasil.
Bab 3 Berisi:
A. Capaian
kinerja
organisasi
B. Realisasi
Anggara
n
BAB III
Aspek penilaian tidak terlepas dari kegiatan mengolah dan masukan untuk diproses menjadi keluaran penting dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dan sasaran.
A. Capaian Kinerja Organisasi
Analisis capaian kinerja tiap sasaran strategis pada tahun 2020 adalah sebagai berikut:
1. Perbandingkan antara Target dan Realisasi kinerja tahun 2020.
Hasil perbandingan antara Target dan Realisasi kinerja tahun 2020 dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 3.1
Perbandingkan antara Target dan Realisasi kinerja DPUPR Kota Bengkulu Tahun 2020
No Sasaran Strategis Indikator KInerja Target Realisasi Persentase (1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Meningkatnya Konektivitas, mutu dan kualitas jalan
Meningkatnya ketersediaan infrastruktur dasar Meningkatnya bangunan gedung 1. Persentase Jalan Kota Kondisi Baik
1. Rasio Ketersedian Akses Air bersih 2. Rasio akses sanitasi layak 3. Rasio drainase kondisi baik 4. Rasio jalan lingkungan kondisi baik 1. Persentase bangunan yang 72 12 90 65 30 70 52,60 62,07 78,43 75,97 92,98 75,78 73,05 517 87,14 117 310 108
pemerintah yang bersertifikasi Meningkatnya Perencanaan, pengendalian dan pemanfaatan ruang memiliki sertifikasi 1. Persentase Pelanggaran Tata Ruang 65 12,09 19
Jumlah Anggaran Tahun 2020 Rp. 471.570.528.148,- Jumlah Realisasi Anggaran Tahun 2020 Rp. 284.384.189.594,-
Berdasarkan Tabel 3.1 tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perbandingan antara target dan realisasi tahun 2020 adalah sbb :
1. Indikator Persentase Jalan Kota Kondisi Baik mempunyai target sebesar 72 % dan telah direalisasikan sebesar 52,60 % atau 73,05 %.
2. Indikator Rasio Ketersedian Akses Air bersih mempunyai target sebesar 12% sedangkan realisasi tahun 2020 adalah 62,07 % atau melebihi pencapaian taget.
3. Indikator Rasio akses sanitasi layak, pada indikator ini mempunyai target 90 % sedangkan realisasi tahun 2020 adalah 78,43 % 4. Indikator Rasio Drainase Kondisi Baik, mempunyai target capaian
sebesar 65 % dan realisasinya sebesar 75,97 % atau 117% melebihi dari target.
5. Indikator Rasio jalan lingkungan kondisi baik mempunyai target sebesar 30 % akan tetapi realisasinya sebesar 92,98 % atau 310 % target tercapai.
6. Indikator Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi mempunyai target sebesar 70 realisasinya sebesar 75,78 atau 108 % tidak ada target.
7. Indikator Persentase Pelanggaran Tata Ruang mempunyai target sebesar 65 % sedangkan realisasinya sebesar 12,09 % atau 19 %.
2. Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019.
Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019 secara ringkas ditunjukkan oleh tabel berikut ini :
Tabel 3.2
Analisis Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu
No Indikator Sasaran Satuan Target Kinerja
2020/ 2019
Capaian Kinerja % Capaian 2020/
2019 2019 2020
Tahun 2020
1 Persentase Jalan
Kota Kondisi Baik Persentase Pelanggaran Tata Ruang % 72 71 52,60 74,08
2 Rasio Ketersedian Akses Air bersih
% 12 10,49 62,07 592
3 Rasio akses sanitasi layak % 90 88 78,43 89,12 4 Rasio drainase kondisi baik % 65 60 75,97 126,61 5 Rasio jalan lingkungan kondisi baik % 30 28 92,98 332,07 6 Persentase % 70 0 75,78 0
bangunan yang memiliki sertifikasi 7 Persentase Pelanggaran Tata Ruang % 65 60 12,09 20,15
Dari tabel 3.2 tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa bisa membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019 ini antara lain :
1. Pada Indikator Jalan Kota Dalam Kondisi Baik yang semulanya target di tahun 2019 itu mencapai 71%, pada tahun 2020 menjadi 52,60% disebabkan adanya penambahan jumlah jalan yang ada di Kota Bengkulu yang semula total jalan kota 942,56 Km menjadi 942, 56 Km, sehingga pencapaian target menjadi berubah yaitu 74,08% setelah dilakukan perhitungan rumus pencapaian target.
2. Pada indikator ketersediaan air bersih pada tahun 2019 target pencapaian 10,49 % ditahun 2020 pencapaian target 62,07% sehingga data pencapaian target berlebih.
3. Pada indikator akses sanitasi layak target pencapaian pada tahun 2019 mencapai 88 % sedangkan pada tahun 2020 target pencapaian 78,43 % disebabkan dari data yang diambil pada tahun 2019 rasio sanitasi layak 65.178 rumah tinggal sedangkan pada tahun 2020 setelah dilakukan survey ulang data yang didapat menjadi 71.178 rumah tinggal bersanitasi, sehingga perbandingan data yang dapat dihitung menjadi 89,12 % target ditahun 2020.
4. Pada indikator drainase dalam kondisi baik pada tahun 2019 target pencapaian 60 % sedangkan di tahun 2020 menjadi 75,97 % disebabkan dari data yang diambil pada tahun 2019 panjang drainase dalam kondisi baik 125 km pada tahun 2020 menjadi 105 km adanya penambahan wilayah pada drainse kota sehingga perbandingan data jumlah panjang drainse 145 Km total seluruh menjadi 126,61 %.
5. Pada indikator jalan lingkungan dalam kondisi baik pada tahun 2019 pencapaian target 28 % berbeda data dengan RPJMD 2020 target pencapaian menjadi 92,98 % sehingga perbandingan data tidak dapat diukur.
6. Pada indikator pelanggaran tata ruang pada tahun 2019 target pencapaian 0 % sedangkan pada target RPJMD 2020 menjadi 75,78 % sehingga data tersebut tidak dapat diukur.
3. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat pada Renstra
Tabel 3.3
Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 dengan Target Jangka Menengah Renstra
No Indikator Sasaran Target Renstra Realisasi Capaian Kinerja 2020
Keterangan
1 Persentase Jalan
Kota Kondisi Baik Persentase Pelanggaran Tata Ruang 72 52,60 Tidak Sesuai
Target
2 Rasio Ketersedian Akses Air bersih
12 62,07 Melebihi Target
3 Rasio akses sanitasi layak
90 78,43 Tidak Sesuai Target
4 Rasio drainase kondisi baik 65 75,97 Melebihi Target 5 Rasio jalan lingkungan kondisi baik 30 92,98 Melebihi Target 6 Persentase bangunan yang memiliki sertifikasi 70 75,78 Melebihi target 7 Persentase Pelanggaran Tata Ruang 65 12,09 Tidak Sesuai Target
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu dari 7 target renstra, telah sesuai target 3, melebihi target 4, tidak ada target 0.
4. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan.
1. Pada Indikator Jalan Kota Dalam Kondisi Baik yang semulanya target pada tahun 2020 menjadi 72% disebabkan adanya penambahan jumlah jalan yang ada di Kota Bengkulu yang semula total jalan kota 742,56 Km menjadi 942, 56 Km, sehingga pencapaian target menjadi berubah yaitu 52,60% dengan rincian salah satu jl. Asahan, jalan kapuas, jalan semarak 3 dengan total pengerjaan pada tahun 2020 12 Km sehingga pencapaian target 12 Km persentase 74,08 % tidak sesuai target.
2. Pada indikator ketersediaan air bersih ditahun 2020 pencapaian target 12% data yang dapat dihitung 7.430 rumah tinggal dibandingkan dengan total seluruh rumah tingal 71.178 sehingga target pada tahun 2020 MCK Air bersih target 150 MCK tercapai 165 MCK melebihi target yang diinginkan menjadi 12 %, disebabkan adanya penambahan anggaran dan usulan dari masyarakat.
3. Pada indikator akses sanitasi layak target pencapaian pada tahun 2020 target pencapaian 90 % dari data yang diambil rasio sanitasi layak 65.178 rumah tinggal tersanitasi pada tahun 2020 perbandingan data seluruh rumah tinggal se-kota bengkulu didapat 71.178 rumah tinggal, sehingga pengerjaan yang dilakukan mempunyai target 250 rumah tinggal 100 % selesai dikerjakan sehingga menjadi target ditahun 2020 sesuai dengan target.
4. Pada indikator drainase dalam kondisi baik pada di tahun 2020 menjadi 65 % dari data yang diambil panjang drainase dalam kondisi baik 125 km pada tahun 2020 perbandingan data jumlah panjang drainse 145 Km total seluruh target pengerjaan drainase dari 105 km menjadi 115 km adanya penambahan wilayah pada drainse kota sehingga menjadi 75,97 % melebihi target yang diharapkan
5. Pada indikator jalan lingkungan dalam kondisi baik pada tahun 2020 pencapaian target 30 % dari data yang diambil ada 250 lokasi di Kota Bengkulu terdiri di beberapa kecamatan dan kelurahan sehingga pencapaian target 92,98% melebihi target.
6. Pada indikator bangunan yang memiliki sertifikasi pada tahun 2020 target pencapaian 70 % pada tahun 2020 75,78 % dikarenakan perhitungan rumah bersertifikasi terdapat data nya di DPMPTSP Kota Bengkulu.
7. Pada indikator pelanggaran tata ruang pada tahun 2020 target pencapaian 65 % kegiatan yang dilakukan adalah pengawasan terhadap bangunan yang ada di Kota Bengkulu, sehingga tahap kegiatan nya selesai dikerjakan sesuai dengan target.
dari 7 (tujuh) Indikator Kinerja Sasaran yang merupakan Indikator Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun 2020, 3 (tiga) target indikator yang tidak sesuai target 4 (tiga) indikator melebihi target, dan belum tercapai target tidak ada.
5. Analisis atas efisensi penggunaan sumber daya.
Analisis efisiensi dilakukan apabila capaian kinerja melebihi 100 % (seratus persen) atau lebih dan terdapat selisih capaian keuangan dalam pelaksanaan program, seperti terlihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.5
Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya No Sasaran Indicator % Capaian
Kinerja % Penyerapan Anggaran Tingkat Efisiessi 1 2 3 4 5
1 Tersedianya Akses Air bersih Rasio Ketersedia n Akses Air bersih 62,07 62,07 2 Tersedianya Drainase Kondisi Baik Rasio Drainase Kondisi Baik 75,97 75,97 3 Tersedianya Jalan Lingkungan Kondisi Baik Rasio Jalan Lingkungan Kondisi 92,98 92,98
Baik 4 Tesedianya Bangunan Yang Memiliki Sertifikasi Persentase Bangunan Yang Memiliki Sertifikasi 75,78 75,78
Terjadinya efisiensi sumber daya dalam pencapaian kinerja terhadap 2 (dua) indikator sasaran yang melebihi target meliputi beberapan hal sebagai berikut :
1. Sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu telah mencukupi dalam penanganan / mendukung Program Bapak Walikota Bengkulu dan Masyarakat pada umumnya.
2. Sumber daya manusia yang berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu sudah berkualitas, kompeten dan berpengalaman dalam hal teknis dan lapangan. 3. Tingkatan kerjasama antar instansi sangatlah mendukung
untuk kelancaran / kesuksesan dalam melakukan pekerjaan. Yang saling melengkapi satu sama lainnya.
6. Analisis Program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyatan kinerja. Program Menunjang Keberhasilan Capaian Kinerja :
A. Program pemeliharaan dan pembangunan jalan lingkungan. - Pembangunan Jalan P2P
- Pembangunan Jalan Dalam Kota (DAU) - Pembangunan Jalan Dalam Kota (DAK)
B. Program pengembangan dan pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya
- Pemeliharaan Jaringan Drainase - Pemeliharaan Jaringan Irigasi
C. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
- Pengembangan Sarana dan Prasarana Air Minum - Pembuatan Saluran Sanitas MCK
Penyebab Keberhasilan /kegagalan:
1. Keberhasilan dalam penanganan pengerjaan jalan di lingkungan Kota Bengkulu dengan mendukung program Walikota Bengkulu 1000 jalan mulus.
2. Upaya penanganan banjir terutama pada jaringan drainase dan irigasi, diutamakan dengan adanya kerjasama dari masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.
3. Peningkatan saluran air minum / bersih pada wilayah-wilayah yang susah terdapat air bersih.
Kegagalan dalam pelaksanaan tender karena :
1. Masih kurangnya pelaksanaan tender yang tepat waktu, sehingga terjadinya keterlambatan/kegagalan dalam pekerjaan. 2. Adanya antusias masyarakat dalam penanganan banjir, dengan
membersihkan selokan dari sampah sehingga dapat menyebabkan banjir.
3. Terjadinya pergeseran anggaran yang disebabkan oleh Virus Covid 19 (Terrasionalisasinya Anggaran)
Keberhasilan pencapaian kinerja tidak terlepas dari kontribusi dan komitmen seluruh komponen masyarakat, pemangku kepentingan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu.
Untuk meningkatkan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Kota Bengkulu, kekurangan yang terjadi pada tahun sebelumnya telah
dievaluasi sebagai bahan untuk menyusun kebijakan operasional guna memperbaiki kinerja tahun 2020.
Sasaran program yang belum tercapaiseratus persen akandievaluasi agar kendala yang dihadapi dapat dicari solusinya sedini mungkin, sehingga seluruh sasaran tahun yang akan datang dapat dicapai lebih baik, maka perlu dilakukan langkah-langkah atau strategi sebagai berikut:
1. Melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu secara Optimal sehingga terwujud tugas pokok dan fungsi dengan baik sesuai aturan yang ada.
2. Memperbanyak kajian dalam bidang tugas yang berkaitan dengan kebencanaan.
3. Menganalisa permasalahan dalam penangganan bencana secara periodik, agar dalam penangganan bencana dapat cepat, tepat dan dapat di pertanggung jawabkan.
4. Perencanaan kegiatan, pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan perlu dilakukan secara baik dan menyeluruh. 5. Melakukan inovasi mitigasi bencana terkait dengan penangganan
pengunsi.
Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan tahun 2020 untuk mendukung hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Sosialisai tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi DPUPR Tahun 2020
No Rincian Kegiatan Tahun 2020
(1)
(2) (3)
1 Lokasi Kegiatan -
2 Peserta Kegiatan Tidak Dapat Terlaksana di Karenakan
Angarannya Terrasionalisasi akibat Virus Covid
3
Jadwal Kegiatan -
No
Rincian Kegiatan Tahun 2019
(1)
(2) (3)
1 Lokasi Kegiatan -
2 Peserta Kegiatan Tidak Dapat Terlaksana di
Karenakan Angarannya
Terrasionalisasi akibat Virus Covid
3 Jadwal Kegiatan -
B. REALISASI ANGGARAN
Penyerapan anggaran belanja langsung pada tahun 2020 sebesar 60,31% dari total anggaran yang dialokasikan. Efisiensi anggaran menunjukkan bagaimana sasaran dengan indikator yang dirumuskan telah berhasil dicapai dengan memanfaatkan sumber daya/input tertentu. Semakin tinggi jumlah sumber daya yang dikeluarkan untuk mencapai keluaran tertentu, maka efisiensinya akan semakin rendah. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah sumber daya yang dihabiskan untuk mencapai sasaran, maka efisiensinya anggarannya akan semakin tinggi.
Pencapaian kinerja dan anggaran pada tahun 2020 secara umum menunjukkan tingkat efisiensi anggaran yang rendah. Hal ini bisa dilihat bahwa mayoritas dari seluruh sasaran menunjukkan realisasi anggarannya lebih besar dari pada realisasi kinerjanya. Untuk sasaran semacam ini, perlu mengkaji lebih jauh faktor apa sajakah yang menyumbang kepada situasi diatas. Juga mengidentifikasi, bagaimana membuat efisiensi anggaran bisa ditingkatkan menjadi lebih baik.
Anggaran dan realisasi belanja langsung urusan Tahun 2020 yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dalam pencapaian sasaran pembangunan disajikan pada tabel berikut :
Tabel 3.6
Realisasi Anggaran Per Program dalam pelaksanaan Perjajian Kinerja (PK) Tahun Anggaran 2020
No Program Anggaran (Rp) Realisasi %
1 2 3 4 6
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
4.371.763.671 2.966.303.157 67,85
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
67.549.277.929 58.122.385.399 86,04
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
45.000.000 - -
4. Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
155.193.000 52.158.000 33,61
5. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
4.273.493.000 3.550.256.630 83,08
6. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong
20.769.254.717 15.777.586.100 75,97
7. Program Peningkataan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
208.074.500 62.134.700 29,86
8. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya
4.024.062.500 3.553.793.000 88,31
9. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
79.400.000 - -
10. Program Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan lingkungan
11.878.358.500 10.996.441.650 92,58
11. Program Pengaturan Jasa Konstruksi
51.690.000 - -
12. Program Pemberdayaan Jasa Konstruksi
311.910.000 - -
13. Program Perencanaan Tata Ruang 185.124.000 22.388.000 12,09 14. Program Pengendalian
Pemanfaatan Ruang
360.172.500 278.806.600 77,41
15. Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jalan
352.489.827.000 185.704.517.677 52,68
16. Program pembangunan dan Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Limbah
17. Program Pembangunan dan Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum
2.498.000.000 1.550.420.050 62,07
Jumlah 471.570.528.148 284.384.189.594 60,31 Sumber : DPA DPUPR Kota Bengkulu Tahun 2020
Sesuai dengan DPA dan DPA Perubahan pada tahun anggaran 2020 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu mengelola anggaran sebesar Rp. 471.570.528.148,- (empat ratus tujuh
puluh satu milyar lima ratus tujuh puluh juta lima ratus dua puluh delapan ribu seratus empat puluh delapan rupiah) untuk melaksanakan
seluruh program dan kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bengkulu.
Dari anggaran tersebut di atas, maka sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 telah terealisasi sebesar Rp. 284.384.189.594,- (dua
ratus delapan puluh empat milyar tiga ratus delapan puluh empat juta seratus delapan puluh sembilana ribu lima ratus sembilan puluh empat rupiah) atau 60,31%. Pada tahun 2020 Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Bengkulu.
Penjelasan berbagai program peningkatan sarana dan prasarana aparatur kegiatan pembanguna gedung kantor belum mencapai target dengan realisasi anggaran 86,04 % yang disebabkan oleh beberapa kendala keterlambatan di lapangan
Pada Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah belum realisasi 75,30 % disebabkan kegagalan pada tender yang dilakukan, sedangkan pada Program Perencanaa Tata Ruang realisasi 12,09 % belum mencapai target disebabkan adanya mutasi pada kepala seksi yang menangani penyelenggaraan kegiatan sehingga pekerjaan tidak dapat dilakukan. Pada Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang sama hal nya dengan diatas yaitu mengalami kegagalan tender yang dilakukan, salah satu penyebabnya kategori
penyedia jasa yang belum mencukupi.
Anggaran dan realisasi belanja langsung urusan Tahun 2020 yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dalam pencapaian sasaran pembangunan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3.7
REALISASI ANGGARAN
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2020
No Uraian Rencana (Rp) %
1. Belanja Tidak Langsung 5.973.245.000 2. Belanja Langsung 471.570.528.148,-
3. Belanja yang telah Terealisasi 284.384.189.594,-
60,31% Sumber : APBD DPUPR KOTA BENGKULU
BAB 4
PENUTUP
A. Kesimpulan Umum Capaian Kinerja Organisasi
Organisasi pemerintah melakukan pengukuran dan pelaporan atas kinerja institusi dengan menggunakan indikator yang jelas dan terukur. Bagi organisasi pemerintah daerah, LKjIP menjadi bagian dari upaya pertanggungjawaban dan mendorong akuntabilitas publik. Sementara bagi publik sendiri, LKjIP akan menjadi ukuran akan penilaian dan juga keterlibatan publik untuk menilai kualitas kinerja pelayanan dan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan memperhatikan uraian data capaian kinerja sasaran atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu disimpulkan berhasil, mengingat telah tercapainya seluruh target/sasaran yang ditetapkan dengan ketegori Baik
Evaluasi dan analisis atas pencapaian sasaran dan indikator kinerja utama yang sudah diuraikan dalam Bab III, terlihat bahwa kerja keras telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu (DPUPR ) untuk memastikan pencapaian kinerja sebagai prioritas dalam pembangunan daerah.
B. Strategi Untuk Peningkatan Kinerja di Masa Datang
Mensikapi tantangan yang dihadapi selema ini, maka beberapa strategi perlu dirumuskan kembali untuk pencapaian dan peningkatan kualitas manfaat kegiatan, antara lain:
Bab 4 Berisi:
Kesimpulan, dan Strategi Untuk Peningkatan Kinerja dimasa Datang
1. Menindak lanjuti Perpres Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Inpres Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah secara konsekuen dengan model tender cepat (maksimal 3 hari selesai) serta persiapan lelang dilaksanakan pada Bulan Februari sehingga tanda tangan kontrak diupayakan pada Bulan Maret.
2. Perumusan sasaran dan kegiatan beserta indikator kinerjanya akan terus ditingkatkan. Penetapan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan akan lebih diselaraskan dengan kemampuan sumber daya yang ada baik sumberdaya manusia, dana maupun lainnya. Meningkatkan koordinasi antar Bidang dan Unit Kerja dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
3. Melakukan penggalian dan pengembangan potensi sumber daya yang dilakukan secara berlanjut, ditingkatkan dan dikembangkan.
4. Meningkatkan kemampuan dan disiplin/etos kerja Sumber Daya Manusia aparatur sebagai motor penggerak kegiatan pembangunan untuk membentuk citra aparatur yang disiplin, profesional, produktif dan berdedikasi tinggi.
5. Meningkatkan kegiatan monitoring dan evaluasi baik kuantitas maupun kualitasnya..
DOKUMENTASI
NO BIDANG URAIAN FOTO 1. Bidang Sumber Daya Air Pembangunan Drainase di Hibrida Pembangunan Drainase di Depan Man Model STIA 2. Bidang Bina Marga Gg. Lanbaw 2 Semarang Kecamatan Sungai Serut
Merapi Raya No. 41 Kebun Tebeng Kecamatan Ratu Agung
3. Bidang Cipta Karya
DOKUMENTASI
PEMBANGUNAN DRAINSE DI HIBRIDA 10 BIDANG SUMBER DAYA AIR
DOKUMENTASI
DOKUMENTASI PEKERJAAN HOTMIX JALAN
DOKUMENTASI PEKERJAAN HOTMIX JALAN