• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN 1B SAINS NON SAINS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAGIAN 1B SAINS NON SAINS"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Apa itu Sains?

Sains:

Kimia

Fisika

Biologi

Bukan

Sains:

Musik

Teologi

...

Daftar aktivitas dari apa

yang biasa disebut sains

Sains dimaksudkan untuk

memahami, menjelaskan, dan

memprediksi dunia di mana kita

hidup.

Beragam agama juga dimaksudkan untuk memahami, menjelaskan dunia,

tetapi agama tidak dipandang sebagai cabang dari sains.

Astrologi dan Falmistri memprediksi, tetapi tidak digolongkan sebagai sains.

Sejarah, memahami dan menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu, tetapi

tidak dikatakan sebagai sains tetapi sebagai

art

.

Apa itu sains? Tidak sesederhana yang dilihat pada awalnya!

T

ampilan umum apa yang dimiliki atau

di-sharing

oleh yang ada dalam daftar

tersebut

; yaitu

Apa yang menjadikan/

membuat

sesuatu

itu disebut

sains

?

(3)

Banyak orang menyarankan bahwa perbedaan sains

terletak pada metoda khusus yang digunakan saintis untuk

mempelajari dunia.

Secara historis, percobaan merupakan sentral dari perkembangan sains.

Tetapi, bagaimana dengan Astronomi, yang juga dikelompokkan ke dalam sains?

Astronomi tidak dikembangkan melalui percobaan, tetapi melalui pengamatan yang

hati-hati terhadap ruang angkasa.

Karakter lain yang penting dalam sains adalah konstruksi teori.

Saintis tidak hanya mengumpulkan data hasil percobaan atau

percobaan, mereka ingin menjelaskannya dalam bentuk teori

umum.

Satu dari problem kunci dalam filsafat sains adalah

untuk

memahami bagaimana teknik seperti eksperimen,

(4)

Apa itu Filsafat Sains?

Tugas utama dari filsafat sains adalah

menganalisa

metoda

inquiry

yang

digunakan dalam berbagai sains

.

Mengapa tugas tersebut jatuh kepada para filsuf?

Melihat sains dari perspektif filosofi memungkinkan

kita

untuk

menelisiknya

lebih

dalam

untuk

membuka

asumsi-asumsi

yang

implisit

dalam

(5)

Ilustrasi Percobaan: ... Reprodusibel, ... Kesimpulan/Asumsi...., yakin.

Bagian dari tugas filsafat sains

adalah mempertanyakan

asumsi-asumsi yang menjadi jaminan para saintis

.

Filsuf dan Saintis tertarik pada pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang:

Bagaimana sains harusnya berkembang (berlangsung),

Metoda

inquiry

apa yang harus digunakan,

Seberapa besar kita harus percaya terhadap metoda tersebut,

Apakah ada batas pengetahuan saintifik, dan seterusnya.

?

Einstein, Newton, .... Tertarik pada pertanyaan-pertanyaan filosofis

Filsuf akan bertanya:

Mengapa pengulangan dikemudian hari tentang percobaan tersebut

akan menghasilkan hasil yang sama?

(6)

Sains dan non-Sains

Setiap bidang

inquiry

bekerja dengan beberapa

materi subjek: Dia mempelajari

beberapa hal

ketimbang

semua hal

atau

tidak sama sekali

.

Dia harus mampu mengatakan, paling tidak

secara kasar, objek apa yang menjadi kajiannya,

dan bagaimana objek tersebut berbeda dari yang

lainnya.

Jika suatu disiplin ilmu tidak mampu menawarkan

karakteristik materi subjeknya, maka perlu

dipertanyakan eksistensinya.

(7)

Karl Popper :

Tampilan utama dari suatu teori saintifik adalah dia

harus

falsifiable

.

Suatu teori yang

falsifiable

memberikan beberapa

prediksi tertentu yang mampu dites melalui percobaan.

(Jika prediksi tersebut menunjukkan hal yang salah

(8)

Contoh favorit Popper tentang pseudo-sains adalah:

Teori Freud: reconciled with any empirical findings (repressed >< sublimation).

Teori Marx: mengintroduksi teori

ad hoc

.

(kontra):

Teori Einsten tentang gravitasi, dikenal sebagai relativitas umum.

Sinar cahaya dari bintang-bintang yang jauh akan didefleksikan oleh medan gravitasi

matahari.

Tahun 1919, Sir Arthur Eddington: dua ekspedisi pengamatan 1) Brazil

2) Island of Principe off the Atlantic coast of Africa.

Hasilnya: Sinar bintang didefleksikan oleh matahari, (~Einstein).

Jika sebaliknya maka Einstein adalah salah. Teori Einstein memenuhi kriteria falsifiablility.

(kontra): Teori Gravitasy Newton, membuat prediksi tentang jalur planet harus mengikuti orbit matahari.

1) Sebagian dari prediksi tersebut terbuktikan melalui observasi.

2) Orbit yang terobservasi untuk URANUS secara konsisten berbeda dari yang diprediksi dari teori Newton. (Menjadi TEKA-TEKI)

Tahun 1846, Adam di Inggris dan Leverrier di Francis: menyarankan bahwa ada pelanet lain, yang belum terobservasi, yang memberikan gaya gravitasi tambahan terhadap URANUS.

Mereka mampu menghitung massa dan posisi yang harus dimiliki oleh planet tersebut bila tarikan gravitasinya adalah memang betul sebagai dari penyebab tabiat aneh URANUS. Tak lama

(9)

Demarkasi Sains dari Non-Sains

Mengapa penting untuk mendermakasi sains,

dan dari hal apa dia harus dibedakan?

Apa bentuk logik dari suatu kriteria

demarkasi?

Unit-unit apa yang menandai saintifik dan

non- saintifik, khususnya sebagai

pseudo-scientifik?

(10)

Mengapa Demarkasi

Setiap bidang ilmu harus mampu mengatakan, secara kasar,

tentang dirinya, apa objek yang dipelajarinya. Jika tidak, filsafat

sains hanya merupakan epistemologi umum. Dia harus mampu

membedakan bentuk-bentuk pemikiran saintifik dan

non-saintifik.

Hal yang berkaitan dengan aspek-aspek normatif khusus dari

demarkasi sains dan non sains. Demarkasi S dan non-S tidak

hanya vital untuk hal-hal fisis tetapi juga kultur dan politik

dalam kehidupan.

(11)

BAGAIMANA MENDEMARKASI

Logik positivism

: Sutu kalimat dikatakan

MEANINGFUL

jika dan

hanya jika dapat diverifikasi, jika tidak adalah nonsense.

Neopositivism:

Pernyataan dari sains adalah

VERIFIABLE

dan

karenanya

meaningful.

Pernyataan metafisik dan jenis lain dari

filosofi buruk

adalah tak dapat diverifikasi; mereka

hanya

nonsense

. (diverifikasi artinya dicari kebenarannya, yang

memerlukan test secara empiris).

Testability

merupakan kondisi

penting dari makna [

meaning

testability

]

Problemnya:

Kita bisa tahu kebenaran suatu pernyataan tanpa harus

melakukan eksperimen.

Pengangguran meningkatkan kriminalitas (jelas hubungan antar

variabelnya). Makna merupakan kondisi penting dari

testability

(12)

Keberatan metodologis dan logik terhadap tesis

Verifiability

:

Ada sedikit (jarang) kemungkinan untuk menverifikasi suatu pernyataan

dalam makna yang tegas (

strict sense

)

,

yaitu untuk menunjukkan bahwa

itu benar

.

Contoh:

Mudah untuk

memverifikasi

suatu pernyataan existensial yang terbatasi

ruang dan waktu, seperti “

Ada seekor gajah berwarna pink di kantorku

”.

Tetapi bila kita dihadapkan pada pernyataan umum, seperti

“Untuk semua X: bila A maka B”,

dengan mengobservasi B jelas

mengkonfirmasi A, tetapi

hanya secara induktif

,

tak pernah konklusif

.

Kebanyak pernyataan saintifik, seperti pernyataan hukum, tidak verifiable

scara tegas. Oleh karena itu, konsep yang kuat dari verifikasi konklusif

segera diganti dengan pemaknaan yang lebih lemah dari konfirmasi.

Popper

menyarankan untuk menggunakan prinsip

FALSIFIABILITY.

Menurut prinsip ini:

dengan mengobservasi

not-B

memberikan makna

not-A.

(13)

Kritik:

Keale, Bunge: Tidak semua pernyataan saintifik

adalah universal: “Ada positron” (tidak dapat

difalsifikasi).

Lakatos: Kriteria Popper tidak cocok dengan sains

praktis; saintis tidak menyerah begitu saja jika suatu

teori sebagai suatu yang unsaintifik hanya karena

ada beberapa data yang terfalsifikasi, kecuali tidak

ada teori yang lebih baik yang dipegang.

Tanggapan Popper: Falsifiability yang dia maksud lebih

bersifat

logical falsifiability

, bukan

practical

falsifiability

. Suatu pernyataan disebut

logically

falsifiability

jika ada paling tidak satu

pernyataan

observasi yang dapat difahami

kontradiksi

dengannya. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah

tidak saintifik hanya jika dia tidak konsisten dengan

setiap keadaan yang mungkin

dari yang dipersoalkan.

(14)

Kitcher:

Tiga karakteristik dari Sains:

1) Hipotesis tambahan yang terlibat dalam

testing suatu teori adalah

independently

testable

.

2) Praktis saintifik merupakan kesatuan dari

keseluruhan, bukan

kerja tambalan

dari

metoda terisolasi dan oportunistik, dia

menerapkan sejumlah kecil strategi

problem-solving

terhadap kasus-kasus dan ploblema

yang luas.

3) Teori-teori saintifik yang baik adalah subur

(

fertile

), dalam artian bahwa mereka

(15)

Thagard:

Lima karakteristik Sains:

1) Metoda inferensi

2)

Menggunakan “

Correlation thinking

(statistik)

3) Mencari konfirmasi dan diskonfirmasi

4) Evaluasi teori-teori dalam kaitannya dengan

teori-teori alternatif

5) Sains berkembang setiap saat, yaitu

mengembangkan teori baru untuk

(16)

Volmer:

Membedakan antara Suatu Teori Saintifik yang

baik sebagai suatu kebutuhan dan tampilan

keinginan:

Syarat kebutuhan adalah:

Noncircularity, internal consistency

(noncontradiction), external consistency

(compatible with the bulk of well-confirmed

knowledge), explanatory power, testability, test

success (confirmation).

Tampilan Keinginan:

(17)

Konlusinya:

Tidak ada suatu

single kriteria

seperti

falsifiability

untuk mendemarkasi sains

dari non-sains, tidak juga ada sebuah set

yang diterima secara umum tentang

kebutuhan dan kriteria cukup untuk

melakukan demarkasi.

Laudan:

Ini bukan berarti tidak

(18)

Mengkarakterisasi Bidang Ilmu

Pandangan Klasik:

Sains dikonotasikan dengan banyak items, seperti:

- Pernyataan-pernyataan individual

- Problem

- Metoda

- Sistem pernyataan (teori dalam arti khusus)

- Praktis keseluruhan (teori dalam arti luas)

- Sekuen sejarah dari teori dan/atau praktis (program riset)

- Bidang ilmu

Pendekatan paling komprehensip:

dari banyak hal dalam

memandang bangunan sains seperti berdasar kenyataan bahwa sains

pada saat yang sama sains merupakan

body dari pengetahuan

dan

suatu

sistem dari personal

termasuk aktivitasnya atau prakteknya, dan

karenanya merupakan sesuatu yang tidak datang ke dalam keberadaan

ex nihilio

, tetapi telah dikembangkan berbad-abad dari suatu wadah

tercampur dari pengetahuan biasa, metafisis dan

non-

atau sebagian

(19)

Bidang Epistemik

Bunge : 10 aspek dalam karakterisasi bidang epistemik:

The Group or Comunity (C) dari pencari ilmu (knowledge seekers); • The Society (S) yang memayungi aktivitas C;

The Domain or univers of discourse (D) dari anggota C, yaitu koleksi objek-objek faktual atau fiksional dari anggota C yang mengacu pada kajiannya;

The Philosophical background or general outlook (G), yang terdiri dari

o Ontology atau pandangan umum terhadap sifat sesuatu; o Epistemologyatau pandangan umum terhadap sifat ilmu; dan

o Methodology, exiology and morality yang terkait dengan cara sejati dalam memperoleh dan

memperlakukan ilmu.

The Formal background (F), koleksi logik atau asumsi matematical atau teori yang diambil untuk menjamin proses inquiry;

The Specifict background (B), koleksi item ilmu (pernyataan, prosedur, methode, dsb) yang dipinjam dari bidang epistemik lainnya;

The Problematics (P), koleksi problematika yang terkait dengan sifat, nilai atau kegunaan dari anggota D, juga problema yang terkait dengan komponen yang ditabulasi di sini seperti G atau F; • The Fund of Knowledge (K), koleksi dari item pengetahuan (proposisi, teori, prosedur, dsb) yang

diperoleh oleh anggota C saat ini atau terdahulu dalam perjalanan aktivitas kognitif mereka; • The Aims (A), yang merupakan goal kognitif, praktis, atau moral yang mengikuti aktivitas

spesifiknya;

The Methodics(M), koleksi metoda (teknis) spesifik atau umum yang digunakan oleh anggota C dalam inquirinya dari anggota D.

E ={C, S, D, G, F, B, P, K, A, M}

(20)

Bidang Epistemik Saintifik (Martin)

1) The Community C of the field is a research community;

2) The siciety Shosting C supports or at least tolerates the activities of the person in C;

3) The domain D of a factual science deals exclusively with concrete entities (past, present and future), their properties and change;

4) General philosophical outlook G [is that so?]

5) The formal background F of a scientific field is a collection of up-to-date ogical and mathematical theories used by the members of C in studying the items of D.

6) The specific background knowledge B is a collection of up-to-date and reasonably well-confirmed data, hypotheses, theories, or methods borrowed from adjacent fields.

7) The problematics P is of course the collection of problems to be solved in the given field.

8) The fund of knowledge Kis a growing collection of up-to-date, testable and well-confirmed knowledge items (data, hypotheses, theories), gained by C and compatible with those in B.

9) The aims A of the members of C of a field in basic science (as opposed to technology) are purely cognitive.

10) The methodics M is a collection of empirical methods or techniques which may be used by the

researchers in C in their study of the members of D, whereby “method” means a rule-directed procedure for collecting data or testing a theory. (Note that methods of reasoning, such as rules of inference or rules for evaluating theories, have been treated as belonging in G. Whence the distinction between methodics and methodology.)

11) The systemicity condition. There is at least one other field of research S’ such that S and S’ share some items in G, F, B, K, A and M; and either the domain D of one of the two fields S and S’is included in that of the other, or each member of the domain of one of the fields is a component of a system in the domain of the other.

(21)

Bidang Riset Lainnya

Matematika:

Kontras terhadap

Factual Science

;

Matematik merupakan

Formal Science

(formal logic and semantics)

Apakah kita harus melabel matematik

sebagai “sains” dalam factual science dalam

pengertian khusus atau dalam pengertian

yang luas termasuk formal sains dan

(22)

Ada tiga karakter yang perlu diperhatikan (yang

lainnya tidak masalah):

1) Domain (D): Matematika murni tidak bekerja

dengan objek nyata.

2) Philosophical Backgraund (G): Matematik dapat

bekerja tanpa ontologi realisme. Sebagai logik

yang netral secara ontologi, matematik tidak

menggunakan asumsi ontologi dari factual

science, kecuali untuk prinsip lawfulness.

(23)

Teknologi:

(24)

Humanities:

Kontras dengan social Science ( mempelajari sistem

sosial dan aktivitasnya melalui kajian empiris),

humanities kebanyakan terkait denghan hal abstrak

dari individu atau grup nyata maupun aktivitasnya,

dan mempelajari produk intelektualnya, seperti ide

atau artefak konkrit.

D: terdiri dari idea dan artefak ketimbang sesuatu

atau proses yang nyata.

(25)

Arts

and Humanities

Formal and Factual

Science and Technology

Pseudoscience

Science

Nonscience

Knowledge

Illusory Knowledge

A common post-positivist picture of science and nonscience.

As scientific research fields, mathematics, factual science (including psychology and social

science), and technology are subsumed under the general label of “science”. Nonscience

divides into the arts and humanities (including philosophy) on the one

(26)

END OF PART ONE

Referensi

Dokumen terkait

luka maka ion-ion ini akan membentuk tawas di mana tawas dalam darah terdapat protein yang di sebut faktor XIII merupakan transglutaminase yang sangat spesifik dan membentuk

Berdasarkan hasil analisis telah terindikasi adanya intrusi air laut pada beberapa lokasi antara lain di titik sampling T1 jalan sangir kelurahan Mintragen kecamatan Tegal

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif komparasi dengan penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Sampel yang diambil sebanyak 94 siswa dengan

dari berbagai pihak sehingga skripsi yang berjudul “ Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Materi Bekerja Sama Dengan Tetangga Melalui Pembelajaran

Menghilangkan semua sumber penyulut. Pisahkan dari bahan-bahan yang mengoksidasi. Jaga agar wadah tertutup rapat dan tersegel sampai siap untuk digunakan. Wadah yang sudah

Dengan ini saya menyatakan bahwa artikel dengan judul Analisis Kualitas Pelayanan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sako Batuah Desa Pulau Aro Kecamatan Pelawan

Integritas merupakan keadaan dimana suatu individu yang berupaya dalam meningkatkan kepercayaan terhadap publik, maka individu tersebut haruslah memiliki integritas

EFEKTIVITAS MEDIA STOP MOTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA RANAH KOGNITIF MATA PELAJARAN BIOLOGI.. Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu