• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan Olahraga Lifestyle Wisata Kesehatan Tekno Media Muda Green JakartaFiksiana

Home Ekonomi Manajemen

Artikel

Manajemen

Alex

Tampubolon

Seorang yang selalu mengatakan yang benar adalah benar yang salah adalah salah.

Jadikan Teman | Kirim Pesan

0inShare

Pencapaian MDGs 2015 di Indonesia

REP | 04 February 2014 | 20:53 Dibaca: 4712 Komentar: 2 1

(2)

daerah, lembaga masyarakat untuk ikut berpartisipasi mewujudkan target dan tujuan MDGs.

Saat ini Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah. Indikatornya adalah karena penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross national Index (GNI), yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suaru negara dalam periode tertentu, penghasilan perkapita Indonesia tahun 2007 adalah US$ 1.650. Nilai ini setara dengan negara lainnya, maka Indonesia masuk urutan ke -142 dari 209 negara (UNDP, 2008).

Ada delapan tujuan MDGs yang harus dilaksanakan oleh setiap negara yang mendeklarasikannya.

1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. 2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua.

3. Mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan. 4. Menurunkan angka kematian anak.

5. Meningkatkan kesehatan ibu.

6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya. 7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan

8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Indonesia telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan, indikator nya US$ 1,00 per kapita perhari menjadi setengahnya. Kemajuan ini telah dicapai untuk menurunkan tingkat kemiskinan, garis kemiskinan nasional sebesar 13,33 persen ( 2010 ) menuju target 8-10 persen pada tahun 2014. Pravalensi kekurangan gizi pada balita menurun dari 31 persen pada tahun 1989 menjadi 18,4 persen pada tahun 2007, diperkirakan indonesia mencapai target MDGs 15,5 persen pada tahun 2015.

Indonesia dalam mencapai target MDGs mengenai pendidikan dasar dan melek huruf sudah menuju pencapaian target 2015. Indonesia menetapkan pendidikan dasar melebihi target MDGs dengan menambahkan sekolah menengah pertama sebagai sasaran pendidikan dasar universal. Pada tahun 2008/2009, angka partisipasi kasar ( APK ) SD/MI termasuk paket A mencapai 116,77 persen dan angka partisipasi murni ( APM ) sekitar 95,23 persen. Kesetaraan gender dan pemberdayaan

perempuan pemerintah telah mendorong meningkatkan kesetaraan gender di semua jenjang dan jenis pendidikan. Rasio angka partisipasi murni ( APM ) perempuan terhadap laki laki di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama berturut turut sebesar 99,73 dan 101,99 pada tahun 2009, dan rasio melek huruf perempuan terhadap laki laki pada kelompok usia 15 sampai 24 tahun mencapai 98,85 persen. Menurunkan angka kematian anak telah menunjukkan angka yang signifikan sekali dari 68 pada tahun 1991 menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007, sehingga target sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015 diperkirakan tercapai. Di indonesia, angka kematian ibu melahirkan ( MMR/maternal mortality rate ) menurun dari 390 tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup. Upaya menurunkan angka kematian ibu didukung dengan meningkatkan angka pemakaian kontrasepsi dan menurunkan unmeet need yang dilakukan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

(3)

HIV/AIDS yang dilaporkan di indonesia meningkat dua kali lipat antara tahun 2004 dan 2005. Angka kejadian malaria per 1000 penduduk menurun dari 4,68 tahun 1990 jadi 1,85 tahun 2009.

Referensi

Dokumen terkait

Syafrizal Elfi Sandri : Proyeksi Angka Kelahiran Dan Kematian Bayi Pada Tahun Berdasarkan Data Tahun 2003 – 2007 Di Kota Medan, 2009.. USU Repository

Menurut perhitungan BPS provinsi Jawa Barat maka angka kematian bayi (AKB) kab Sukabumi tahun 2005 sebesar 53,25 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian ibu (AKI)

Jumlah kasus kematian bayi di Kota Bekasi selama kurun waktu tahun 2009-2011 cenderung mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2009 angka kematian bayi per 1000 kelahiran adalah

Angka kematian bayi menunjukkan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi

Menurut Widodo (2007), pada saat populasi melebihi kapasitas batas, angka kematian cenderung lebih besar dari pada angka kelahiran, sehingga terjadilah penurunan

Menurut perhitungan BPS provinsi Jawa Barat maka angka kematian bayi (AKB) kab Sukabumi tahun 2005 sebesar 53,25 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian ibu (AKI)

Meningkatnya jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2013 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup dari 228/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 merupakan indikator

Angka kematian Bayi AKB adalah angka probabilitas untuk meninggal di umur antara lahir dan 1 tahun dalam 1000 kelahiran hidup.11 Berdasarkan rekomendasi World Health Organization WHO